Tag Archives: Pengalaman Hidup

Efesus 3:1-3

「Dipenjarakan untuk kamu」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:1-3 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah, 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

Efesus 3:1 jelas merupakan awal dari sebuah paragraf baru, sebelumnya berbicara tentang perubahan status orang percaya non-Yahudi beralih untuk berdoa bagi mereka. Namun setelah ayat ini, tiba-tiba beralih berbicara tentang jabatan tugas dan rahasia yang diterima Paulus, dan terus sampai ayat 14 baru beralih kembali ke isi doanya. Paulus ingin kita menggunakan doanya bagi orang percaya non-Yahudi sebagai dasar untuk paragraf ini, yang akan kita ingat dalam pemikiran kita beberapa hari mendatang. Meditasi renungan hari ini hanya di ayat pertama yang merupakan bagian pembukaan ini.

Doa adalah fokus penting dari Efesus pasal 1 – 3. Paruh pertama dari pasal 1 merupakan doa pujian, dan paruh kedua pasal 1 memaparkan doa yang merupakan inti utama dalam pertumbuhan kehidupan rohani orang percaya; isi pasal 2 bisa dikatakan merupakan penjelasan atas doa di pasal 1 sehingga pembaca memahami harapan panggilan yang telah kita terima.; dan doa di pasal 3 tampaknya mengarah pada misi dan tugas orang percaya.

Doa adalah respons orang beriman terhadap sifat Allah dan pekerjaan Allah, dalam doa kita, kita menyatakan pengenalan kita akan Allah, menegaskan ketergantungan kita pada-Nya, dan menegaskan pengakuan atas tujuan hidup dan pelayanan kita.

Dalam terjemahan Mandarin CUV ayat 3:1 secara fungsional menambahkan frasa berdoa untuk kamu sekalian yang sebenarnya tidak terdapat teks bahasa aslinya (bandingkan terjemahan ITB), tindakan mendoakan orang percaya merupakan rangkuman dari ayat selanjutnya (3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, … 16 Aku berdoa …). Oleh karena itu, ayat ini dapat dikatakan merupakan kalimat yang terpotong, hanya memiliki subjek dan deskripsi atas subjek, tetapi tidak ada bagian lain dari kalimat tersebut, dan secara tata bahasa tidak bersambung dengan ayat 2. Bisa dikatakan bahwa Paulus memakai cara tersebut untuk menekankan peran dan tugas dirinya.

Dalam kalimat subjek ini terdapat tiga bagian yaitu aku (ἐγὼ ego), Paulus (Παῦλος Paulos), dan orang yang dipenjarakan (δέσμιος desmios). Di antara ketiga elemen tersebut, aku dan Paulus sepertinya memiliki efek menekankan, menunjukkan bahwa uraian dan tindakan berikut ini terkait dengan identitas dan misi tugas dirinya, ini terkait dan menggemakan doa di 1:15-16 yang menggunakan kata ganti orang pertama aku, (bandingkan 3:1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus dan 1:15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, …)

Hal yang paling istimewa dalam kalimat subjek ini adalah Paulus di sini pertama kali memperkenalkan identitasnya sebagai orang yang dipenjarakan (narapidana). Di surat Efesus tidak pernah ada keterangan yang jelas tentang latar belakang penulisan surat ini, bahkan di sini tidak ada penjelasan bagaimana dan di mana dia dipenjarakan. Dalam surat Filemon dan 2 Timotius, uraian tentang dirinya dipenjarakan dengan jelas menunjukkan situasi pemenjaraannya yang sebenarnya. Dalam Filipi 1:12-17 (klik untuk membaca), Paulus menyatakan bahwa dia dipenjarakan karena Kristus, di sini dia lebih jauh menggambarkan dirinya sebagai orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus, menggambarkan pengalaman pemenjaraan dirinya sebagai identitas rohani, ini mencerminkan cara pandang Paulus dalam menjalankan misi pelayanannya. Dia mengubah apa yang awalnya merupakan situasi penindasan eksternal menjadi penegasan atas identitas rohani.

Selain mengungkapkan misinya yang berpusat pada Yesus Kristus, Paulus juga menunjukkan bahwa pemenjaraannya dilakukan untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah. Ini mencerminkan fokus dari misi tugasnya dalam Injil kabar bahagia, bahwa tidak hanya dia sendiri yang harus menyampaikan berita bahagia Injil kepada orang non-Yahudi, tetapi juga agar orang percaya juga harus memahami bahwa orang non-Yahudi memiliki bagian dalam bahagia Injil.

Renungkan:
Apakah kita bersedia membayar harga dengan sukarela demi Kristus Yesus? Bahkan mempersembahkan kebebasan Anda sendiri?

(Tambahan penerjemah: ujilah sampai berapa besar harga yang kita bersedia bayar? Mulai dari berapa waktu yang kita bersedia pakai untuk membaca Firman Allah dan merenungkan setiap hari? Lalu uji lagi dengan berapa waktu yang kita sedia pakai untuk melayani? Lalu uji lagi berapa uang yang kita bersedia persembahkan kepada Tuhan? Dan ujilah seterusnya sampai pada yang Anda tidak bersedia korbankan untuk Tuhan? Berdoa memohon kekuatan, kemampuan dan bimbingan dari Roh Kudus.)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 4:12-13

「Melewati dan Pengalaman yang Membawa Hikmat」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 4:12-13 [ITB])
12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Pada tahun 2013, perikop Fil. 4:13 adalah bagian yang paling banyak dikutip orang dalam alat Alkitab online Youversion, dan mungkin juga banyak penyalahgunaan dalam mengutip ayat ini untuk menunjukkan bahwa mereka atau orang yang ingin dinasihati dapat melakukan hal-hal besar dalam kuasa Allah. Pemahaman ini pada dasarnya tidak salah, tetapi fokusnya tidak terlalu akurat.

Dalam teks sebelumnya di atas, Paulus dalam ucapan syukur atas dukungan gereja Filipi, ia menunjukkan bahwa ia tidak bergantung secara mutlak atas hal materi, sehingga ucapan syukurnya bukan karena kebutuhan materinya terpenuhi. Dalam dua ayat ini dia lebih jauh menunjukkan rahasia ia tahu mencukupkan diri. Dari ayat 11 hingga 13, Paulus menggunakan serangkaian kata kerja dengan makna yang serupa: belajar, tahu, tahu, tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia, dapat untuk mengekspresikan penguasaan atas mencukupkan diri.

Dari serangkaian kata kerja ini, Paulus menunjukkan proses belajar dirinya. Pertama-tama, dia tahu, kata tersebut pada dasarnya berarti mengalami dan mengetahui (mengenal), tetapi juga memiliki arti introspeksi dalam batas tertentu. Dengan kata lain, Paulus bukan hanya sekedar melewati kekurangan dan kelimpahan, tetapi menambahkan pembelajaran reflektif terhadap apa yang ia lalui ini, untuk menjadikannya menjadi pengalaman yang membawakan hikmat. Oleh karena itu, meskipun dalam teks bahasa aslinya ia hanya menyatakan bahwa ia tahu kekurangan dan kelimpahan, terjemahan CUV mengungkapkan pengenalan dan pengetahuan Paulus tentang bagaimana menghadapi situasi ini, bukan hanya sekedar melewatinya saja.

Kemudian, Paulus menggunakan frasa tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia (lihat NRSV, ASV, NIV, CUV I have learned the secret) untuk mengungkapkan adaptasinya terhadap berbagai situasi, dapat dilihat bahwa kekurangan dan kelimpahan yang ia hadapi di awal itu, setelah melalui reflektif introspeksi, menjadi kunci rahasia ia menghadapi kekurangan ataupun kelimpahan, dalam hal kenyang maupun dalam kelaparan, dalam segala hal, dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagi dia, frasa I have learned the secret (aku memperoleh kunci rahasia) dapat memiliki makna dibawa ke dalam organisasi atau tingkat tertentu. Ketika menghadapi kesulitan-kesulitan ini, Paulus bukan lagi seperti orang tidak berpengalaman yang bingung apa yang harus dilakukan, tetapi bisa seperti ahli teknisi yang terampil, mengatasi tantangan-tantangan ini dengan terampil.

Terakhir, Paulus menunjukkan bahwa pembelajarannya tidak berhenti pada pengetahuan dan keterampilan, tetapi direalisasikan dipraktikkan dalam kehidupan. Tentu saja, dia menjelaskan bahwa kemampuan untuk merealisasikan mempraktikkannya bukanlah miliknya sendiri, tetapi bersandar Yesus Kristus yang menguatkan dia. Tidak hanya demikian, dia tidak berhenti pada bagaimana menghadapi kekurangan secara materi, tetapi situasi yang dihadapinya kekurangan ataupun kelimpahan, dalam hal kenyang maupun dalam kelaparan ia perluas menjadi dalam segala hal, dalam segala perkara situasi apa pun. Ini menunjukkan bahwa Paulus tidak hanya belajar untuk menghadapi situasi sesaat itu saja, tetapi terlebih lagi di dalam situasi yang ia alami, ia belajar untuk mengandalkan Allah dalam segala hal dan setiap hari hidup di bawah perlindungan-Nya.

Dalam dua ayat ini, di satu sisi, Paulus menunjukkan bahwa dari pengalaman ia telah belajar rahasia mencukupkan diri, tetapi di sisi lain, ia ingin pembaca memahami bahwa kehidupan kita sehari-hari di hadapan Allah, tidak peduli situasi apa pun yang kita hadapi adalah kesempatan kita untuk meningkatkan kebijaksanaan spiritual, sehingga dari hal-hal yang kita hadapi, bisa menjadi pengalaman yang memberikan hikmat, memperoleh kunci rahasia, dan terlebih menjadi kesaksian hidup mengandalkan Tuhan.

Howard Hendricks, seorang pendidik teologis terkenal, menunjukkan bahwa banyak orang telah bekerja selama beberapa dekade, tetapi hanya memiliki puluhan pengalaman satu tahun yang terpecah-pecah, hanya mereka yang setiap tahun melakukan introspeksi perbaikan yang dapat mengubah apa yang dihadapi setiap tahun menjadi akumulasi pengalaman bertahun-tahun yang membawakan hikmat.

Renungkan:

Apakah kita di dalam kekuatan yang diberikan Kristus, kita mengubah berbagai hal yang dihadapi dalam hidup menjadi pengalaman yang membawakan pertumbuhan dan menjadi kebijaksanaan hidup kita?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.