「Tempat kediaman Roh Kudus」
Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Efesus 2:19-22 [ITB])
19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Kita bisa bergabung dengan orang-orang kudus bersama satu Kerajaan dan menjadi anggota keluarga Allah, kita diselamatkan serta dibangkitkan dari dosa dan kematian, semuanya adalah mahakarya Allah (bukan karena kehebatan perbuatan baik manusia). Dalam ringkasan pasal 2, di ayat Efesus 2:20-22 Paulus menggambarkan karya ini sebagai proses pembangunan Bait Suci.
Pertama-tama ia menggambarkan dasar dari bangunan ini, yakni dibangun di atas para rasul dan nabi. Arti 「rasul」 lebih jelas, karena di luar Alkitab kata ini jarang memiliki penggunaan khusus dan biasanya hanya digunakan untuk menyatakan kapal atau personel yang digunakan untuk pengangkutan. Hanya di Perjanjian Baru, karena Yesus Kristus mengutus para murid generasi pertama, mereka disebut rasul karena menerima tugas misi Injil kabar bahagia, sehingga 「rasul」 menjadi istilah khusus dalam Perjanjian Baru. Baik itu dalam 4 kitab Injil atau catatan Kisah Para Rasul, kita dapat melihat bahwa para rasul ini memainkan peran kunci dalam pendirian gereja mula-mula.
Meskipun dalam Perjanjian Baru terdapat peran 「nabi」 dan mungkin juga ikut ambil bagian dalam pendirian gereja mula-mula, namun catatan sejarah tidak menunjukkan bahwa mereka telah memberikan kontribusi yang jelas dan mendasar dalam pekerjaan pendirian gereja mula-mula. Oleh karena itu, apa yang dirujuk di sini mungkin adalah para nabi dalam Perjanjian Lama. Terutama mengingat tema Efesus pasal dua, Paulus mungkin memikirkan hal-hal yang dicatat dalam Kisah Para Rasul pasal lima belas, dalam pertemuan di Yerusalem itu, para pemimpin gereja mula-mula membagikan kesaksian pengalaman para rasul dalam memberitakan kabar bahagia Injil, dan terakhir Yakobus mengutip perkataan nabi Amos, menegaskan bahwa orang non-Yahudi dapat menjadi bagian dari gereja dan menerima anugerah Injil Yesus Kristus bersama-sama dengan orang Yahudi.
Selain menjelaskan fondasi bangunan baru ini, Paulus lebih lanjut menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah batu penjuru bangunan ini. Batu penjuru merupakan batu yang dipasang pada saat akan dimulai konstruksi yang menghubungkan dua sisi dinding, dapat dikatakan sebagai penentu posisi dari seluruh bangunan. Di sini, seperti banyak bagian dalam Perjanjian Baru, menggunakan pesan dari Mazmur 118:22 「Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru」, menyatakan bahwa walaupun Yesus Kristus ditolak oleh orang Yahudi, tapi justru di kayu salib Allah menggenapkan Injil keselamatan bagi manusia.
「Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun」. Karena bingkai pemersatuan (KJV: framed together) oleh batu penjuru Yesus Kristus, maka gereja berangsur-angsur tumbuh menjadi Bait Suci Allah, ungkapan ini untuk menekankan pengharapan kita. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus secara nyata turun ke atas orang-orang percaya sehingga mereka dapat bersaksi tentang kabar bahagia Injil Yesus Kristus. Melalui penyertaan Roh Kudus, gereja mula-mula sudah menjadi Bait Suci Allah. Kata 「tumbuh」 (αὔξει auxei) dalam teks bahasa aslinya memiliki arti makin bertumbuh secara bertahap. Oleh karena itu, bukan berarti bahwa Bait Suci Allah belum dibangun, tetapi sudah ada, namun secara bertahap akan makin menyingkapkan kemuliaan Bait Suci ini.
Oleh karena itu, dalam 2:22 Paulus menunjukkan bahwa generasi pertama pembacanya — yakni orang-orang percaya di Efesus dan sekitarnya — dengan bersandar pada Yesus Kristus maka mereka telah bersama dibangun dan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh Kudus, ini adalah makna terpenting komunitas Gereja. Persatuan kita di dalam Roh Kudus bukan untuk membangun organisasi besar lintas wilayah dan lintas ras, tetapi melalui kesaksian yang satu sifat yakni yang membuat orang dapat melihat Roh Kudus di antara kita dan menunjukkan kemuliaan Allah.
Renungkan:
Gereja adalah kediaman Roh Kudus, apakah kita memuji anugerah Yesus Kristus dan menunjukkan kemuliaan Allah dalam penyembahan dan pelayanan di gereja?
Renungan pemahaman Surat Efesus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.
