Tag Archives: keluarga Allah

Efesus 2:19-22

「Anggota keluarga Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:19-22 [ITB])
19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Efesus 2:19 menggunakan dua simbol untuk mengungkapkan makna Injil sukacita yang damai ini.

Simbol pertama adalah hubungan warga negara. Paulus menunjukkan bahwa kita bukan lagi orang asing (ξένοι xenosi). Arti dasar dari kata ini adalah asing, aneh, dan yang dari luar. Di sini digunakan sebagai kata benda untuk merujuk kepada orang non-Yahudi dan orang asing. Di era Perjanjian Baru, konsep orang asing ini seharusnya sangat umum. Karena orang Yahudi sendiri tinggal di tempat yang berbeda, mereka mengalami perlakuan yang tidak setara dan tidak dapat berintegrasi dengan masyarakat setempat. Sedangkan untuk non-Yahudi, karena itu adalah masa pemerintahan kekaisaran Romawi, jika mereka bukan warga negara Romawi, mereka tidak dapat menikmati banyak hak-hak yang dimiliki warga negara. Paulus menunjukkan bahwa orang percaya di dalam Yesus Kristus bukan lagi orang luar, bukan lagi pendatang yang tidak memiliki hak, tetapi orang yang berbagi satu kerajaan yang sama dengan orang-orang kudus. Kata sewarga (συμπολῖται sumpolitai) menggunakan awalan (prefix) συ (su) yang sama dari ketiga kata kerja dalam 2:5-6 (menghidupkan bersama-sama suzoopoie, membangkitkan bersama-sama sunegeiro, dan memberikan tempat bersama-sama sugkathizo), dengan sengaja menekankan makna bersama, bahkan jika kata ini tidak diberi awalan συ (su), kata tersebut telah menunjukkan identitas warga negara sebagai orang yang berasal dari negara yang sama. Melalui penekanan yang memakai cara ungkapan yang sama ini, Paulus menunjukkan bahwa dalam kerajaan Allah, baik Yahudi maupun non-Yahudi memiliki hak dan identitas yang sama, dan mereka juga umat Allah, tanpa perbedaan.

Simbol kedua adalah hubungan keluarga. Paulus menunjukkan bahwa kita bukan lagi pendatang (tamu) (πάροικοι paroikoi). Kata ini menggambarkan seseorang yang mungkin tinggal di komunitas ini, tetapi dia bukan bagian dari komunitas ini, ia adalah orang asing dan menumpang tinggal. Ini mencerminkan di awal paragraf ini yang mengingatkan pembaca bahwa mereka adalah orang non-Yahudi, orang asing tidak memiliki hak atas harapan keselamatan di dalam Kristus (lihat ayat 11-12). Meskipun di Timur Dekat kuno, melayani tamu pendatang merupakan hal yang sangat penting, namun tentu ada perbedaan tertentu antara tamu dan keluarga, meskipun tamu dapat tinggal di rumah untuk waktu yang singkat, mereka tidak akan dianggap sebagai bagian dari keluarga. Di dalam Yesus Kristus, kita telah menjadi orang dalam keluarga (οἰκεῖοι oikeioi) anggota-anggota keluarga Allah. Akar kata ini mungkin terkait dengan rumah, karena keluarga biasa tinggal di kediaman yang sama. Tapi keluarga bukan hanya sekadar rumah, tapi relasi antar anggota keluarga. Kata ini kadang-kadang digunakan dalam Perjanjian Lama untuk mengungkapkan kerabat dekat, dan ini mencerminkan kedekatan hubungan ini. Dalam Galatia 6:10, Paulus mengajar orang percaya seperti ini: Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. Ini berarti bahwa karena kita percaya kepada Yesus Kristus sehingga telah menjadi anggota keluarga rohani, memiliki hubungan yang sangat dekat yang saling memperhatikan.

Perkataan sederhana ini sangat kontras dengan ayat 2:11-12, juga merupakan pesan yang dibawakan di pasal 2. Yesus Kristus membawa perubahan besar dalam hidup kita, ada perbedaan ekstrem antara masa lalu dan masa kini, seperti yang dikatakan Paulus dalam 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang

Renungkan:
Kita perlu memahami identitas kita di dalam Yesus Kristus sebagai warga Kerajaan dan anggota keluarga, kita tidak hanya menghargai hak-hak kita tetapi juga harus memahami tanggung jawab terkait.

(Apakah menurut Anda, orang yang satu warga Kerajaan Allah dan anggota keluarga Allah di dalam Yesus Kristus hanya orang-orang yang satu gereja atau satu denominasi dengan Anda saja? Dan mereka yang di dalam Kristus namun yang tidak satu denominasi tidak bersama-sama dengan Anda dalam satu anggota keluarga Allah, lalu mereka merupakan anggota keluarga dari Allah yang mana?)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.