「Tidak ada tegangan, tidak ada motivasi」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Flp. 3:20-21 [ITB])
20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
Ada sebagian orang tidak berpendapat bahwa percaya Yesus akan mengalami tegangan (tension). Tegangan adalah ketika seseorang sepenuh hati setia kepada Kristus, ia sering akan sampai tingkat tertentu mengalami kontradiksi, kesulitan dan bahkan konflik dengan kesetiaan kepada pemerintah di bumi. Di zaman tertentu mungkin terdapat tegangan yang relatif besar, di masa tertentu mungkin relatif kecil. Di era gereja mula-mula, tegangan ini tidak kecil, bagaimana bersandar mengandalkan Tuhan dengan benar menangani ketegangan ini, bukan saja merupakan isu nyata pastoral penggembalaan yang harus ditangani Paulus, juga merupakan bagian dari pesan teologisnya.
Tetapi beberapa orang tidak melihat adanya tegangan seperti ini dalam Surat Filipi, mereka berpikir bahwa Paulus menggunakan metafora warga negara, adalah mengasumsikan bahwa karena orang percaya telah setia kepada Kekaisaran, maka harus juga setia kepada Kristus. Jika mengikuti sudut pandang ini, maka tidak ada masalah tentang objek kesetiaan (kepada siapa setia) dalam surat Filipi. Satu sisi setia pada yang di bumi, dan yang lainnya setia kepada yang di surga, orang percaya hidup di dunia, mata menatap kepada yang kekal, bukankah sudah cukup? Bumi dan surga dua kisah yang seperti dua garis sejajar, tidak saling tumpang tindih, tidak ada konflik, tidak saling mempengaruhi. Dua garis ruang dan waktu yang paralel. Kehidupan iman yang setia pada yang di dunia dan yang di Surga, tidak ada kontradiksi, tidak ada tegangan. Sehingga kisah di balik kata 「kewargaan surga」 (Flp. 3:20) adalah bahwa sebagai warga negara Romawi harus berhati-hati agar tidak terpengaruh oleh budaya orang asing yang buruk, mari kita semua menjadi warga negara yang baik, dan hanya itu cukup! Benarkah demikian?
Namun, situasi latar belakang Surat Filipi adalah bahwa orang percaya menghadapi tekanan yang mengharuskan mereka berpartisipasi dalam 「penyembahan kaisar」 (imperial worship). Dengan demikian, hubungan antara Kristus dan kerajaan Kekaisaran Romawi, menjadi semacam tarikan dua kutub atas kesetiaan 「harus memilih satu dari antara dua」. Kesetiaan kepada yang di bumi dan kepada yang di Surga, jikalau pun tidak saling eksklusif, juga tidak sangat harmonis. Merenungkan kisah di balik 「kewargaan surga」 (Flp. 3:20), dalam situasi apa warga negara Romawi menyerukan kejatuhan musuh (Flp. 3:18-19), di sisi lain, menunggu dengan penuh kerinduan mendapat pertolongan dan diselamatkan?
Menurut Alkitab, Paulus dalam surat Filipi memang terlihat agak seperti seorang jenderal militer, memberikan perintah kepada pasukan. Sebenarnya, warga kerajaan zaman itu sering harus menghadapi invasi asing, dan harus ikut berpartisipasi dalam segala macam perang 「mempertahankan teritorial」 (territory defence). Ketika sebuah kota Romawi diserang dari luar Kekaisaran Romawi, warga mereka akan sungguh-sungguh merindukan dan menunggu kedatangan pasukan bantuan. Demikian pula, pada hari-hari Yesus Kristus, Dia akan datang kembali dan bagi orang-orang percaya yang tubuhnya menerima penghinaan (sama seperti tubuh Kristus yang menerima penghinaan), Ia secara pribadi akan menggantikan mereka tubuh baru, seperti tubuh-Nya yang mulia (Flp. 3:21).
Siapa yang akan begitu merindukan untuk diubahkan tubuhnya menjadi yang seperti dengan tubuh Kristus setelah menerima penghinaan? Siapa yang sangat merindukan dan berpengharapan Juruselamat akan datang, untuk pembenaran mereka? Yakni orang-orang yang berani lebih setia kepada Kerajaan Surga melebihi setia kepada rezim yang ada di bumi. Mereka mengakui adanya tegangan, menghadapi tegangan, hidup dalam tegangan (bukan berkompromi menghindari tegangan). Paulus yang dalam Surat Filipi, juga tidak karena tegangan ini lalu mendukung upaya untuk menumbangkan kekuasaan politik Kekaisaran Romawi, tetapi dalam tegangan ini, ia mendorong Anda dan saya membayar harga untuk Injil, untuk menanggung hidup.
Renungkan:
• Apa tegangan yang Anda hadapi itu besar? Bagaimana tegangan ini mempengaruhi hubungan Anda dengan Tuhan dan sesama?
• Zaman bukan satu-satunya faktor yang menentukan orang beriman mengalami besar kecilnya tegangan, tetapi setiap orang percaya di setiap zaman membawa kisah yang sama, untuk masuk ke dalam gereja. Dua kelompok saudara dan saudari dalam gereja memiliki reaksi yang berbeda terhadap tegangan ini, menurut Anda apakah itu akan mempengaruhi persatuan saudara dan saudari di gereja? Renungkan ayat Alkitab atau teologis yang dapat membantu orang percaya untuk tidak jatuh ke dalam keadaan perpecahan kelompok dan pemisahan hubungan?
Renungan pemahaman Surat Filipi (November 2021)
Renungan pemahaman semua Surat Filipi
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan November 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.