Tag Archives: Pendamaian dengan Allah

Efesus 2:16-18

「Dipersatukan jadi satu tubuh」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:16-18 [ITB])
16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

Pada dasarnya ayat 2:16 adalah pengulangan teks sebelumnya, dengan lebih jelas dan kuat menunjukkan bahwa Allah melalui salib menggenapkan perdamaian antara kedua pihak yang awalnya terpisah. Ungkapan dalam ayat ini makin lebih kuat menunjukkan salib adalah harga mahal yang dibayarkan dalam proses untuk menyatukan kedua belah pihak. Dalam dunia zaman kekaisaran Romawi, salib adalah alat hukuman yang dikenal dalam masyarakat yang ada di bawah kekuasaannya. Salib tidak hanya digunakan untuk mengeksekusi hukuman mati, tetapi juga dirancang terutama untuk para tahanan politik, untuk mempermalukan di depan umum orang-orang yang dianggap menentangnya. Yesus Kristus tidak hanya membayar harga penebusan atas dosa-dosa manusia, tetapi juga menanggung segala penghinaan kita, sehingga konfrontasi antar manusia dapat dihilangkan, dan dapat disatukan jadi satu tubuh, dan didamaikan dengan Allah.

Oleh karena itu, di kayu salib Yesus Kristus melenyapkan perseteruan dan mendamaikan manusia dengan Allah dan juga dengan sesama. Dalam teks aslinya, kata melenyapkan (ἀποκτείνω apokteino) aslinya berarti membunuh, ini adalah penulisan bergaya ironis yang dilakukan Paulus untuk mengungkapkan pekerjaan transendental (yang bersifat melampaui) yang telah dilakukan Allah. Yesus Kristus adalah pihak yang dibunuh di kayu salib, tetapi Paulus menunjukkan bahwa Allah menggunakan salib untuk membunuh perseteruan. Keselamatan Yesus Kristus begitu penuh dengan paradoks, penghinaan yang diterima-Nya mengungkapkan kemuliaan; pengorbanan-Nya mendatangkan damai. Manusia dunia berpikir bahwa Yesus Kristus disalibkan sampai mati (ya memang Ia disalibkan, mati, namun bangkit dari kematian, menang atas maut), Allah menggunakan salib ini untuk menghapus perseteruan.

Yesus Kristus tidak hanya menggenapkan damai, tetapi Dia juga datang untuk mengabarkan Injil perdamaian kepada orang-orang yang jauh dan dekat. Mungkin ada bayangan dari Perjanjian Lama Yesaya 57:19 Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat Ini bukan untuk menunjukkan bahwa di dalam sejarah Yesus Kristus memberitakan Injil perdamaian ke tempat yang jauh dan yang dekat, tetapi karena Yesus Kristus maka Injil kedamaian diberitakan ke mana-mana. Ini juga mencerminkan pesan dari Yesaya 52:7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat …, di dalam Kisah 1:8 dinyatakan bahwa Allah hendak menggunakan orang percaya menjadi saksi-Nya di mana-mana, para rasul adalah wakil dari Yesus Kristus, memenuhi misi Injil di generasi mereka. Dan kita dan orang percaya sepanjang zaman sama-sama adalah saksi tentang Injil Yesus Kristus.

Dengan demikian, kesaksian Injil perdamaian bisa direalisasikan karena Allah di dalam Yesus Kristus membuat dalam Roh Kudus yang sama kita yang semula tidak saling cocok dan yang saling diskriminatif, bisa bersama masuk ke hadirat Bapa. Meskipun kita menerima Injil secara individu, tetapi setelah diselamatkan kita menjadi bagian dari satu tubuh Yesus Kristus. Semua orang percaya di dalam Kristus adalah anggota tubuh satu sama lain dan memiliki Roh Kudus yang sama. Kita berdamai dengan Allah dan dengan orang lain.

Penyembahan dan pelayanan yang dipersatukan, orang percaya saling mengasihi dan dalam keharmonisan adalah kesaksian terbaik dari Injil berita damai kegembiraan ini.

Renungkan:
Kita adalah saksi Injil Yesus Kristus. Jadi di dalam komunitas, kita sepatutnya saling mengasihi dan menyatakan kedamaian yang telah digenapkan Allah melalui Yesus Kristus.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Kolose 1:21-23

「Bertekun menjaga iman dalam Kristus 」

Kita sudah menjadi layak di hadapan Allah, sebuah permulaan yang baik. Orang percaya tidak hanya harus memiliki permulaan yang baik, juga perlu terus menerus mempertahankan dengan jelas imannya. Pembukaan adalah penting namun lebih penting lagi mempertahankan.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:21-23 [ITB])
21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Perikop in merupakan kesimpulan kecil dari Kol. 1:1-20, di antaranya banyak penggunaan kata-kata yang dipakai di teks sebelumnya, termasuk 「pendamaian 」 (Kol. 1:20), 「kudus 」 (Kol. 1:2, 4, 12), 「 iman 」 (Kol. 1:4), 「pengharapan 」 (Kol. 1:5), 「Injil 」 (Kol. 1:5), 「sorga 」 (Kol. 1:5,16,20), 「segala yang diciptakan 」 (Kol. 1:15) dan 「pelayan / majelis 」 (Kol. 1:7). Maka dapat disimpulkan Kol. 1:1-23 adalah satu perikop yang lengkap.

Paulus dalam kesimpulan kecil ini menjelaskan tiga hal. Pertama, perubahan orang percaya dalam Kristus; Kedua, harapannya kepada orang-orang percaya; Ketiga, misi yang ia tanggung di dalam Kristus. Terlebih dahulu Kol. 1:21-22 menunjukkan perubahan orang percaya dalam Kristus, dengan pemikiran yang secara ketat mengikuti teks sebelumnya. Kol. 1:13 menunjukkan, Allah menyelamatkan orang-orang kudus lepas dari kuasa kegelapan, kemudian memindahkan mereka ke dalam Kerajaan Anak Allah terkasih. Kol 1:21-22 lebih dalam lagi menunjukkan apa yang dimaksudkan dengan 「lepas dari kuasa kegelapan,」 yakni 「 kamu yang dahulu hidup jauh (terisolasi) dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat; sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya … 」. Lepas dari kuasa kegelapan menunjukkan sebuah keadaan 「diperdamaikan dengan Allah」, 「tidak lagi hidup terisolasi dari Allah」, dan keadaan ini dinyatakan melalui perbuatan dan pikiran orang percaya. Seorang yang telah diperdamaikan dengan Allah, ia mungkin adakalanya dikalahkan oleh pelanggaran (Gal. 6:1), namun pasti tidak akan secara jangka panjang melawan Allah dalam pikiran maupun perbuatannya. Paulus mengingatkan penerima surat ini, juga mengingatkan kita, bahwa melalui kematian tubuh jasmani Kristus (yakni darah yang mengalir di atas salib, Kol. 1:20), orang-orang percaya telah dikuduskan, tidak bercacat serta tidak bercela (yakni ditebus dan diampuni dosa di dalam Anak terkasih, Kol. 1:14), sehingga menjadi layak di hadapan Allah.

Di atas dasar ini, Paulus menyebutkan harapannya kepada orang-orang kudus, jelas juga merupakan harapan Allah bagi setiap orang percaya, Kol. 1:23 「asal  kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar.」 Jika melihat bagaimana Paulus tiada henti menekankan 「bertekun 」, 「teguh 」, 「tidak bergoncang 」 dan 「jangan mau digeser 」, sepertinya iman gereja Kolose sedang mendapatkan terpaan keras cobaan. Bukan berarti iman mereka sudah goyang. Dari Eprafas, Paulus mendapatkan berita tentang iman, kasih dan pengharapan mereka, terlebih lagi mengetahui bahwa Injil telah nyata kuasanya di antara mereka (Kol. 1:4-6). Namun, ini belum cukup. Orang percaya tidak hanya harus memiliki permulaan yang baik, juga perlu terus menerus mempertahankan dengan jelas imannya. Pembukaan adalah penting namun lebih penting lagi mempertahankan.

Terakhir, Paulus menyatakan dengan jelas kepada gereja Kolose, ia menjadi pelayan Injil adalah demi hal ini. Paulus menjadi pelayan Injil, tidak hanya memberitakan kepada seluruh dunia tentang kehendak Allah, karunia keselamatan dari Kristus, juga harus berusaha keras mempertahankan buah dari Injil, agar orang percaya dalam iman, kasih dan pengharapan tidak bergeser, terus bertumbuh. Mengabarkan Injil hanyalah melaksanakan sebagian dari misi dari Injil. Mungkin, pelayanan purna jual (after sales service) lebih penting dari 『menjual Injil 』. Saat Paulus mendengar bahwa gereja Kolose sedang diserang ajaran-ajaran yang sesat, walaupun ia bukan gembala pendiri gereja ini, namun sebagai rasul tetap harus memotivasi dan menguatkan mereka. Dari diri Paulus, kita bisa melihat orang yang berdamai dengan Allah, ia tidak hanya dalam pikiran dan perbuatan telah lepas dari yang jahat (perhatikan: 「bermusuhan dengan Allah 」 sama dengan 「jahat 」), terlebih lagi tiada henti di dalam pikiran dan perbuatan bersama-sama menyertai orang percaya (misal melalui doa dan komunikasi surat), bersyukur bagi mereka, lebih jauh lagi berusaha membantu mereka mempertahankan iman dan pengharapan yang dalam Kristus.

Renungkan: apa pikiran dan tindakan saya yang tidak sesuai dengan keadaan 「telah berdamai dengan Allah」? Apakah saya bersedia menjadi pelayan Injil demi bagi Tuhan? Apakah di sekitar saya ada saudara atau saudari yang sedang diserang imannya? Apa yang saya rela lakukan dalam pikiran dan tindakan untuk membantu mereka?