Tag Archives: Messiah

Filipi 2:9-11

「Bersedia mengenal rencana Allah」

Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Flp. 2:9-11 [ITB])
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!

(Yes. 45:23-25 [ITB])
23 Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, 24 sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu, 25 tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam TUHAN』」

Akhir dari kisah artinya tidak hanya akhir dari plot, tetapi terlebih lagi membuat penilaian dan sudut pandang (point of view) terhadap apa yang terjadi sebelumnya. Dalam kisah yang berakhir gembira, terlepas bagaimana sang protagonis (pelaku karakter utama) mengalami berapa banyak penderitaan, karena pengharapan bahwa pembenaran akhirnya akan diperoleh, maka pelaku peran utama bisa melewati kesulitan, selalu bertekun bertahan sampai pada akhirnya. Sampai pada bagian akhir, pembaca / penonton dapat ikut masuk ke dalam kemenangan sang protagonis (pelaku karakter utama), untuk berbagi sukacita dengannya. Berharga untuk diperhatikan, ketika pembaca sekali lagi mengulang membaca kisah ini, meskipun mereka sudah tahu akhir kisah, sudah tahu isi kisah, tetapi tidak menghalangi pembaca masuk ke dalam kesulitan yang dialami protagonis, pembaca akan terus terasosiasi (terhubung) memikirkan kesulitan saat ini yang sedang dihadapi dirinya dalam kehidupan, dan melalui fakta bahwa protagonis (pelaku utama) akhirnya mendapat kemenangan, pembaca memberitahu diri sendiri bahwa dirinya akan sama mendapatkan kemenangan. Kekuatan kisah ada di sini.

(KBBI: Protagonis adalah tokoh utama dalam kisah.
WIKI: Protagonis adalah orang yang memainkan peran utama, adalah karakter utama dalam sebuah kisah. Protagonis merupakan pembuat keputusan kunci yang mempengaruhi plot suatu kisah. Protagonis sangat berperan dalam alur kisah, sering kali digambarkan sebagai karakter yang menghadapi paling banyak konflik dan rintangan. Konflik dan rintangan ini kemudian akan mengungkapkan kekuatan dan kelemahan karakter protagonis. Dalam sebuah kisah kompleks yang berisi subplot, masing-masing subplot bisa memiliki tokoh protagonisnya sendiri.)

Paulus yang dipandang negatif oleh orang lain, ia melihat Allah meninggikan Kristus sampai yang tertinggi. Flp. 2:9 menggunakan kata itulah sebabnya bukan menggunakan tetapi, tepat mencerminkan bahwa Allah bukan mencoba untuk mengubah nasib buruk Kristus, seakan-akan kasihan melihat Ia menjalani pengalaman menyakitkan maka kemudian mengubah pengalamannya. Dalam Flp. 2:5-8, Allah yang seakan telah menghilang akhirnya muncul, tidak hanya demikian, tetapi juga secara proaktif meninggikan Kristus, justru karena Allah tegas sepenuhnya mengakui kehidupan penderitaan Kristus. Berdasarkan makna harfiah, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan』」, ketika kita tahu Flp. 2:10-11 mengutip Yesaya 45:23 maka untuk memahami makna ayatnya harus dimulai dari hubungan Kitab Yesaya dengan Surat Filipi.

Salah satu perhatian utama dalam Yesaya bagian Kedua, adalah menyatakan bahwa Allah sesungguhnya memilih Koresh raja Persia (Cyrus), sebagai bagian dari rencana keselamatan-Nya (Yes. 45:1). Allah memilih Koresh, tepat untuk mengalahkan Babel, sehingga Yerusalem dapat dibangun kembali. Meskipun Koresh bukan hamba yang sempurna (Yes. 49-55), tetapi nabi Yesaya tetap percaya bahwa bangkitnya dirinya (kekaisaran Persia) merupakan bagian dari rencana Allah. Namun, banyak orang Israel tidak menerima kesaksian ini (Yes. 43:16-18, 45:9-10, 46:12). Koresh adalah yang diurapi (Messiah) dari Allah (Yes. 45:1 Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang …), itu memiliki jarak yang sangat besar dengan pemahaman mereka tentang Allah. Allah memilih untuk memberkati raja asing untuk memberkati umat-Nya? Keselamatan dengan cara yang seperti ini, jika dibandingkan dengan Keluaran dari Mesir, bukankah sudah sangat di luar nalar! (Tapi, apa ada yang tidak mungkin bagi Allah?)

Orang Israel tidak bisa mengenali rencana Allah ini, maka mereka menyimpang dari kebenaran Allah (Yes. 45:24, 46:11-12). Sebaliknya, mereka yang mengikuti Allah, keturunan sejati Israel, yakni mereka yang mau menerima rencana Allah. Mereka akan dibenarkan dan akan bermegah. Sebagaimana Allah di zaman kuno memilih Koresh menjadi hamba-Nya, hari ini Allah juga memilih salib yang dipandang rendah oleh manusia dan penderitaan yang dibenci orang, melalui Kristus menyelesaikan karya keselamatan. Dengan demikian, Paulus penjara dapat menyebarkan Injil, dan membuat Paulus mengalami kasih karunia Allah dan pemahaman yang lebih dalam mengenal akan Kristus, apa ada yang tidak mungkin bagi Allah? Mereka yang berkeras tidak mau menerima, perlu bersiap menerima malu karenanya! Karena ini adalah hari-hari akhir zaman milik Kristus, Allah sudah mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama. Kontras, pemerintahan Koresh hanyalah periode singkat dalam kelanjutan karya keselamatan Allah, tetapi setelah kematian, kebangkitan Kristus dan menantikan kedatangan Kristus kedua kali, sebuah era baru telah tiba. Era apa itu? Sebuah era di mana orang dapat belajar tentang Allah melalui kehidupan orang lain yang rela berkorban membayar harga. (Tentang Allah yang rela menderita, datang menjelma menjadi manusia)

Renungkan:
• Apakah Anda pikir itu mungkin jika seorang Kristen sama sekali tidak menderita bagi Injil? Mengapa?

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat (1 Pet. 4:7). Lonceng akhir sejarah telah berbunyi, apakah Anda merasa sudah siap atau belum?

• Allah telah meninggikan kembali Kristus dari kehinaan, seberapa dalam Anda ikut terlibat? Hanya mereka yang telah menderita bagi Tuhan, pengharapan mereka menantikan kedatangan Tuhan adalah sedemikian besar. Apakah ada bagian kehidupan yang layak mendapatkan pengorbanan Anda membayar harga?


Renungan pemahaman Surat Filipi (November 2021)

Renungan pemahaman semua Surat Filipi

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan November 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Amos 9:11-15

「Kebangunan Masa Depan: Pondok Daud Dipulihkan」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 9:11-15 [ITB])
11 Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, 12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.

13 Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran. 14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. 15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, firman TUHAN, Allahmu.

Sesungguhnya, waktu akan datang

Tiba-tiba, fokus pena Amos beralih dan membawa pembaca ke Hari TUHAN, keadaan yang pasti terjadi setelah penghakiman akhir. Penghakiman seperti membawakan putus asa paling hebat (ultima), lalu ketika penghakiman adil benar berakhir, akan tiba hari saatnya rahmat anugerah dan belas kasihan Allah datang kembali, dan Allah akan mengingat perjanjian dengan Israel.

Allah yang mengambil inisiatif untuk membangun kembali, pertama-tama Ia akan membangun kembali kemah Daud yang runtuh, sehingga kerajaan Daud dapat dipulihkan kembali. Allah pasti mengingat janji yang diberikan kepada Daud melalui nabi Natan (2 Sam. 7:5, 16, klik untuk membaca), ketika Daud melihat bahwa tabut Allah masih berada di tabernakel, Daud rindu membangun Bait Suci bagi Tuhan, tetapi Allah melalui nabi Natan menjawab Daud dengan janji untuk membangun kemah permanen selama-lamanya, sebuah kerajaan yang permanen selama-lamanya, ini merupakan nubuat Mesias akan datang dari keturunan Daud. Kemah Daud di hari akhir akan didirikan kembali, namun itu bukan merupakan kerajaan Yehuda atau kerajaan Israel, tetapi kembali seperti saat kerajaan belum terbelah, tidak ada perpecahan menjadi utara dan selatan karena perilaku manusia, seperti pada zaman dahulu kala. Kedua, adalah bahwa Tuhan akan menutup pecahan dindingnya, belahan tembok ini (Amos 4:3) merupakan kehancuran yang memungkinkan umat Allah ditawan keluar dan dibawa ke tanah pengasingan, mereka ditawan karena mereka tidak memiliki keadilan dan kebenaran karena tidak melakukan perintah Allah, Allah akan datang memperbaiki oleh diri-Nya sendiri, membangun oleh diri-Nya sendiri, untuk menciptakan ulang oleh diri-Nya sendiri, Mesias akan datang, memulihkan kemuliaan umat Allah seperti sebelumnya di zaman dahulu kala.

Edom adalah keturunan dari Esau, dan Edom mulai dari awal sejak dari leluhur Esau sudah bertengkar saling berebut dengan Yakub, Edom digunakan sebagai simbol untuk mengekspresikan permusuhan dunia terhadap kerajaan Allah, Edom dijungkirbalikkan menunjukkan / mengacu pada keadaan semua kekuatan pemberontak sepenuhnya berakhir. Nabi Amos melihat bahwa di masa akhir, sisa Edom dan semua bangsa yang atasnya Nama Allah disebut (milik Allah) akan diberikan diambil alih Israel, membentuk Israel baru. Di gereja mula-mula, rasul Yakobus mengutip Amos untuk menjelaskan bahwa keselamatan orang-orang non Yahudi merupakan kehendak Allah: Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula』」(Kis. 15:14-18), apa yang Yakobus maksudkan bahwa nabi Amos telah menunjukkan adalah rencana Allah bahwa bangsa-bangsa asing akan menjadi milik Allah, orang percaya non Yahudi maupun orang Yahudi dapat menjadi umat Allah.

Renungkan:
Dari kegelapan penghakiman tiba-tiba berpindah ke cahaya keselamatan semua bangsa-bangsa, tidak disebutkan faktor manusia ─ apa yang harus dilakukan oleh para pendengar? Tidak ada, tidak ada sama sekali! Tidakkah ini sama dengan orang Israel dipilih, untuk keluar dari Mesir masuk ke tanah Kanaan? Tetapi ketika mereka menjadi umat Allah, Allah itu kudus, mereka harus menjadi kudus; Allah itu adil benar, dan mereka harus menjadi adil benar; Allah penuh belas kasihan, dan mereka juga harus memiliki belas kasihan kepada orang yang tidak berdaya; umat Allah harus hidup menaati sesuai dengan firman Allah dan meninggikan serta menghormati Dia. Allah mengutus Tuhan Yesus Kristus ke dunia dari surga dan menjelma jadi manusia, Ia menjadi seorang hamba, yang memiliki hati yang taat, bahkan sampai mati, di kayu salib. Manusia hanya perlu menerima, percaya saja maka akan menerima keselamatan, tidak ada yang perlu dilakukan untuk menerima keselamatan. Tetapi bagaimana setelah percaya? Jangan ulangi kesalahan yang sama, jangan hidup di jalan orang Israel zaman nabi Amos!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Lukas 19:41-48

「Bagaimana sepatutnya menangis bagi gereja dan menyucikannya?」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 19:41-48 [ITB])
41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, 42 kata-Nya: Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. 43 Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, 44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.
45 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, 46 kata-Nya kepada mereka: Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.
47 Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, 48 tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Berbeda dari urutan catatan Injil Matius dan Markus, di sini Lukas mencatat peristiwa unik sebelum Yesus menyucikan Bait Suci ── Yesus menangis bagi Yerusalem (sekarang di Bukit Zaitun ada sebuah gereja bernama Tuhan menangis Dominus Flevit, untuk memperingati hal ini). Peristiwa ini menanggapi ayat-ayat kemarin — ketika semua orang berpikir bahwa Yesus putra Daud, akan memerintah Yerusalem sebagai seorang raja yang mengalahkan dunia, bahkan para murid-Nya juga menanti-nantikan hari ini, Tuhan menangis bagi Yerusalem, Ia membuat sebuah interpretasi pemahaman yang sangat berbeda.

Dalam imajinasi orang Yahudi pada waktu itu tentang Mesias, Ia harus merupakan orang yang dapat melindungi rakyat dan menuntun umat Allah untuk sekali lagi mempersembahkan korban di Bait Suci mengusir orang-orang non Yahudi yang bukan termasuk tanah ini. Tetapi ketika Yesus berkabung untuk Bait Suci serta mengumumkan bahwa saatnya akan tiba (perkataan yang menekankan penghakiman Allah yang sering dipakai para nabi), musuhmu akan mendirikan kubu mengelilingimu, lalu mengepung dan menghimpitmu dari segala jurusan, mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu, dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain …..

Kata-kata Yesus di atas dapat dikatakan membuat orang tidak paham, orang-orang berharap Anda datang adalah untuk menyelamatkan, bukankah saat Zakheus bertobat, Yesus juga berkata bahwa Anak Manusia adalah datang untuk menyelamatkan yang terhilang, lalu mengapa Yesus mengatakan kata-kata yang begitu keras tidak mengenakkan ini?

Jika kita mengingat tema utama dari Mazmur 118 yang kita bicarakan kemarin, kita akan menemukan bahwa raja datang tidak hanya dalam sambutan sorak-sorai ribuan orang saja, raja datang dengan mengalami pembunuhan, aniaya, adalah hal yang biasa. Karena dengan demikian barulah ia bisa menjadi contoh, sehingga umat Allah dapat belajar apa yang disebut bersandar, juga jangan ada seorang raja yang berpikir bahwa ia adalah dewa, dan bersikap seperti tinggi di atas semua orang, tetapi mengandalkan satu-satunya TUHAN (Yahweh), tidak merebut kemuliaan Allah Pencipta yang sejati.

Yesus memasuki kota Yerusalem, disalibkan di atas kayu salib, yaitu untuk menyatakan bahwa dalam penderitaan dan keputusasaan masih mempertahankan iman bahwa terberkatilah (terpujilah) Ia yang datang dalam nama Tuhan (lih. Maz. 118:26; Luk. 19:38; 13:35), yaitu untuk menyatakan bahwa raja Mesias yang sejati sepatutnya demikian menerima dan mengimaninya. Bagi para penulis Perjanjian Baru, pemahaman inilah yang akan memungkinkan orang-orang Yahudi untuk sekali lagi kembali ke Kitab Suci dan memikirkan apakah raja sejati itu (lih. Luk. 13:35). Karena itu, Yesus sedih atas kesalahpahaman orang-orang generasi tersebut, dan juga menangis bagi situasi manusia dunia yang tidak paham dan sulit diubah.

Kemudian, ketika Yesus memasuki Bait Suci, adalah hendak menyucikan Bait Suci. Tindakan ini adalah untuk meminta orang untuk merenungkan kembali imajinasi mereka sendiri tentang Mesias, bagaimana meletakkan tindakan keagamaan yang mereka anggap sangat penting, dan melakukan perubahan kehidupan (seperti pertobatan Zakheus), sehingga orang dapat benar-benar percaya cara Yesus memerintah di Yerusalem adalah mati di kayu salib.

Renungkan:

Iman Kristen bukanlah kepercayaan yang hanya sekadar mengarahkan seseorang menjadi orang baik, melainkan menghendaki hati orang untuk terus memperbarui dan mengubah pikiran, mendekati kehendak Sang Pencipta Tuhan Penyelamat kita. Ini adalah apa yang Yesus lakukan di Bait Suci di masa lalu, dan kemudian bagi gereja hari ini, bagaimana Tuhan akan menyucikan hati pikiran kita, atau masih berkabung menangis bagi gereja?


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

07 Maret 2019 ● Kamis Setelah Rabu Abu

Jika ada yang datang padaku, setelah Aku.

(Lukas 9:22-25)
Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia.
22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. ” 23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

Renungan
“Ketika Kristus memanggil seorang manusia, dia menawarkan diri dia datang dan mati.” Ini adalah kata-kata yang mengejutkan dari seorang pendeta-teolog Jerman, Dietrich Bonhoeffer. Apakah perkataannya itu melebih-lebihkan harga mengikut Yesus? Perikop kita hari ini menunjukkan bahwa itu jauh dari melebih-lebihkan, Bonhoeffer telah memahami esensi dari panggilan Kristus untuk murid-murid-Nya. Di dunia yang didominasi oleh kepentingan melayani diri sendiri, panggilan Yesus untuk menyangkal diri dan salib tidak populer, kontra-budaya, serta sulit untuk dirangkul.

Ambil contoh para murid misalnya. Setelah menyaksikan mujizat Yesus memberi makan orang banyak dengan lima roti dan dua ikan, Petrus cepat mengaku Yesus sebagai Kristus (ayat 20). Tetapi pengakuannya, meski benar dalam bentuk luar, cacat dalam isinya. Lukas mengungkapkan dalam ayat 45, pemahaman bahwa Kristus harus menderita mati belum membangunkan para murid, mungkin termasuk Petrus. Ini seharusnya tidak mengejutkan kita. Kematian karena penyaliban bertentangan dengan harapan manusia akan seorang Juruselamat dan Kristus. Kristus yang disalibkan adalah orang yang telah dipermalukan sebagai seorang kriminal dan dikutuk oleh Tuhan. Mengapa ada orang yang mau mengikuti Kristus seperti itu? Namun ini adalah jalan yang harus dijalani Yesus jika Ia ingin menjadi Mesias yang “akan dibangkitkan pada hari yang ketiga” (ayat 22).

Titik awal dimana kita harus memahami ke-Mesias-an Yesus bukanlah dari kemuliaan kebangkitan-Nya, tetapi pentingnya kematian-Nya. Demikian juga, panggilan untuk mengikuti Yesus dimulai dengan pentingnya akan kematian Yesus, baik itu kematian atas kemauan diri sendiri, atau dalam beberapa kasus penganiayaan, kematian fisik. Apapun kasusnya, inti dari doa kita sebagai pengikut Yesus adalah, “bukan kehendak saya, tetapi jadilah kehendak-Mu.” Penyangkalan diri demi Kristus adalah cara untuk menemukan jati diri kita (ku) dikosongkan. Biarkanku memiliki segalanya, biarkanku tidak memiliki apa-apa. Aku bebas dan sepenuhnya menyerahkan segala sesuatu untuk kesenangan Engkau dan menyangkal sebagaimana yang Allah maksudkan.

Doa
Ya Allah yang berdaulat, aku bukan lagi milikku, melainkan milik-Mu.
Tempatkan diriku pada apa yang Engkau inginkan,
tempatkanku pada siapa Engkau inginkan.
Tempatkanku untuk bekerja,
tempatkanku untuk menderita.

Biarkanku bekerja untuk-Mu atau dikesampingkan tersingkir untuk-Mu, ditinggikan untuk-Mu atau direndahkan untuk-Mu.
Biarkan ku dipenuhkan,
biarkan diriku tidak memiliki apapun.

Diriku secara bebas dan menyerahkan segalanya demi perkenan dari Mu.

Amin. (Kata-kata diadaptasi dari Layanan Perjanjian John Wesley)

Tindakan
Identifikasi satu atau dua bagian dari kehidupanmu yang engkau anggap paling sulit untuk “disalibkan” dan serahkan pada kuasa kedaulatan Tuhan. Berikan area itu kepada Tuhan saat engkau berdoa doa di atas. Tutup saat teduhmu dengan lagu, “t’lah kuputuskan mengikut Yesus … ku tak ingkar.”

Oleh
Rev Dr Edwin Tay
Wakil Kepala Sekolah
Trinity Theological College

(Diterjemahkan oleh team WMC)

Mazmur 132:17-18

「Langsung Menunjuk Harapan Masa Depan」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 132:17-18 [ITB])
17Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi. 18Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya.」

Dari sumpah Daud (ayat 1-10) sampai sumpah Allah (ayat 11-16), dua perikop ayat ini dengan jelas menunjukkan harapan masa depan. Ayat 17 「Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud」 (atau terjemahan CVT 「Di sanalah Aku akan membuat tanduk Daud menjadi kuat」), 「tanduk」 dalam Perjanjian Lama adalah simbol dari kekuatan, dan mezbah terdapat 「tanduk」, yang merupakan simbol dari kehadiran Allah dan kuasa-Nya. Selain itu, 「tanduk」 juga mengandung makna 「bersinar.」 Dari sini dapat dilihat, 「tanduk」 dan 「pelita」 di ayat 17 adalah antitesis yang identik. Jadi siapakah yang pemazmur tunjuk dengan dalam kata 「orang yang Kuurapi」? Ini menunjuk kepada Daud. Dalam pengertian ini, arti dari ayat 17 adalah untuk menunjuk bahwa karena kehadiran kuasa Allah, maka Daud dapat menjadi kuat dan bersinar! Ini dengan tepat merespon ayat 1, Tuhan sungguh ingat akan Daud, membuat kerajaannya dapat tumbuh seperti tanduk, seperti pelita menerangi sekeliling.

Ada sarjana peneliti Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa ayat ini bahkan menunjuk ke masa depan, karena 「tanduk」 selain melambangkan kemampuan kerajaan Daud, tetapi juga pelambang yang menunjukkan kepada Mesias (Luk. 1:68-69), dan 「pelita」 tidak hanya menunjuk kerajaan Daud adalah pelita bagi Israel, tetapi juga terlebih lagi merujuk kepada Cahaya masa depan, Raja kekal yang selamanya.

Untuk alasan ini maka 「musuh」 pasti akan malu, dan 「raja / Raja」 yang dipilih oleh Allah akan 「bersinar.」 Ini dapat dikatakan merupakan akhir yang pasti dan tidak tergoyahkan, 「kemenangan」adalah sedemikian total. Dengan kata lain, 「kejahatan」 akan hanya dalam frustrasi dalam kekacauan, tetapi 「kebenaran」 akan berbuah di dalam kemenangan. Ini adalah tepat merupakan langkah-langkah praktis yang dituliskan oleh 「harapan」 bagi 「ketaatan」.

Renungkan: 「Harapan」 yang tidak dapat dimusnahkan dihasilkan dari sebuah telaahan atas sejarah, bukan saja merupakan 「introspeksi」, tetapi terlebih lagi merupakan iman kepercayaan yang kokoh. Ini dapat dikatakan merupakan motivasi pendorong penting bagi peziarah di perjalanan ziarah. Mazmur 132 memelihara kenangan kita dan memelihara 「harapan」 kita atas masa depan, melaluinya menuntun kita menuju jalan kedewasaan dan ketaatan. 「Iman」 kita tidak melepaskan diri dari sejarah, lebih lagi tidak pernah meninggalkan kesetiaan 「janji」 TUHAN. Ketika kita menyanyikan mazmur ini, tepat memberikan kita kesempatan untuk mencicipi dengan teliti 「iman」 kita lagi, yang adalah sedemikian benar, begitu nyata, sedemikian abadi tidak berubah.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Kej. 49:1-2, 8-12

「Raja dan Pujian」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kej. 49:1-2, 8-12 [ITB])
1Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata: 「Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari. 2Berhimpunlah kamu dan dengarlah, ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu.
8Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.
9Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
10Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
11Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
12Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

(Bacalah Kej. 49, silahkan klik di sini untuk membuka.) Yakub segera akan meninggal, ia memberikan berkat kepada dua belas anak laki-laki, ia menjelaskan satu per satu hal yang harus mereka alami 「di kemudian hari」 . Di antaranya yang paling menonjol, dan yang pertama mendapatkan berkat menyeluruh adalah Yehuda. Beberapa poin ini menjelaskan kedudukan Yehuda melampaui jauh di atas para saudara laki-laki yang lain:

(1) Yakub memberkati Yehuda, dipermulaan sudah berkata: 「Yehuda (yəhûdâ), engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu (yôdûkā ’aḥîkā).」 Makna asli dari nama 「Yehuda」 adalah 「kiranya ia dipuji」 (Kej. 29:35), dari akar kata kerja 「memuji」 (yādâ) dalam Alkitab bahasa Ibrani aslinya dikhususkan untuk TUHAN, sangat sedikit dipakai pada diri orang (4 kali), di antaranya terdapat dua kali adalah dipakai secara sarkasme (Ayb. 40:14; Maz. 49:18), yang lain hanya ada satu kali dipakai dalam nada positif (Maz. 45:17), adalah menunjuk kepada Messias Raja masa depan.

(2) Para saudara laki-laki bukan saja harus 「memuji」 Yehuda, terlebih lagi harus kepada ia 「sujud menyembah」 (yištaḥăwwû). Menubuatkan semua suku Israel harus menyembah hormat kepada Sang keturunan Yehuda seperti menyembah kepada Allah .

(3) Yehuda diperbandingkan sebagai singa, raja segala binatang (Ams. 30:30), ini adalah perlambangan raja yang berkemenangan (1 Raj. 10:18-20; Yeh. 19:1-9; Zef. 3:3). Ayat 9 (Kej. 49:9) beruntun memakai beberapa kata yang tidak sama untuk menggambarkan, lebih dahulu adalah membandingkan Yehuda sebagai 「anak singa」 (gûr ’aryēh) yang potensinya tidak berkesudahan, kedua ia juga digambarkan seperti singa muda perkasa yang baru saja menangkap buruannya (miṭṭerāp ‘ālîtā), yang penuh dengan energi. Selanjutnya Yakub menggambarkan ia seperti 「singa jantan」 (kə’aryēh) dan 「singa betina」 (ûkəlābî’) dewasa yang sedang bertiarap berbaring. Paling akhir Yakub menambahkan pertanyaan retoris: 「siapakah yang berani membangunkannya?」 Penglihatan yang jelas, Yehuda memimpin kaum sesamanya, tidak ada orang yang dapat menandingi. Para saudara laki-lakinya tidak ada yang dapat dibandingkan dengan dia, musuhnya tidak ada satu orangpun yang berani membuat perkara dengan dia.

(4) Suku Yehuda mendapatkan semua berkat 「tanah perjanjian, kemakmuran yang berlimpah, keturunan, menang atas musuh 」 dll.

(5) Hanya Yehuda dan keturunannya mendapatkan janji 「raja」 (lihat Kej. 17:6, 16 janji kepada Abraham 「dari padamu akan berasal raja-raja」, 「raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya」; Kej. 35:11 janji kepada Yakub 「raja-raja akan berasal dari padamu.). Ayat 10, 「Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya」 (Kej. 49:10), ini adalah mengatakan bahwa raja harus muncul dari antara keturunan Yehuda. Dan frasa yang misterius 「sampai Shiloh datang」 (‘ad kî yābō’ šîlōh) (sesuai KJV dan CUVT), mungkin penjelasan yang paling baik adalah 「sampai dia datang yang berhak atasnya」 (sesuai ITB, NIV) (Yeh. 21:27 「… Sampai ia datang yang berhak atasnya, dan kepadanya akan Kuberikan itu.」), dengan demikian akan menjadi frasa terbaik yang paralel berkoresponden secara seimbang dengan frasa berikutnya 「maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.」

Renungkan: Yehuda mendapatkan pusat dari berkat yang Allah berikan kepada para bapa leluhur: 「Raja」 harus keluar dari keturunan Yehuda, ia harus seperti singa, raja segala binatang berkemenangan atas musuh, semua saudara-saudaranya harus datang sujud menyembah kepada ia; tongkat kerajaan pasti tidak akan meninggalkan ia, semua bangsa-bangsa harus taat kepada dia; ia akan datang membawa kedamaian dan ketentraman, rakyat bahagia berkecukupan, orang yang ada di dekat maupun yang jauh akan datang berduyun-duyun bergembira bersama, ini adalah realitas konkrit zaman Mesias. (Apakah kita menyadari dan hidup di dalam kedamaian, ketentraman, bahagia berkecukupan rohani yang sudah datang itu? Kiranya kita adalah orang yang datang berduyun-duyun bergembira bersama dengan Dia, hidup penuh sukacita karena saat ini kita sudah memasuki penggenapan Mesianik dan sedang berjalan menuju penggenapan total.)

Zakharia 12:1-14

「Sepatutnya berharap pada Sang Juruselamat 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Zakharia ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Zakharia 12:1-14 [ITB])
1 Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel: Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia:
2 “Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung.
3 Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya.
4 Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan membuat segala kuda menjadi bingung, penunggangnya menjadi gila. Atas kaum Yehuda, Aku akan membuka mata-Ku, tetapi segala kuda bangsa akan Kubuat menjadi buta.
5 Sesudah itu kaum-kaum di Yehuda akan berkata dalam hatinya: Penduduk Yerusalem mempunyai kekuatan oleh karena TUHAN semesta alam, Allah mereka.
6 Pada waktu itu Aku akan membuat kaum-kaum di Yehuda seperti anglo berapi di tengah-tengah timbunan kayu dan seperti suluh berapi di tengah-tengah timbunan bulir gandum; api keduanya akan menjilat ke kanan dan ke kiri segala bangsa di sekeliling, tetapi Yerusalem selanjutnya akan tetap tinggal di tempatnya yang dahulu.
7 TUHAN akan pertama-tama memberi kemenangan kepada kemah-kemah Yehuda, supaya keluarga Daud dan penduduk Yerusalem jangan terlalu bermegah-megah terhadap Yehuda.
8 Pada waktu itu TUHAN akan melindungi penduduk Yerusalem, dan orang yang tersandung di antara mereka pada waktu itu akan menjadi seperti Daud, dan keluarga Daud akan menjadi seperti Allah, seperti Malaikat TUHAN, yang mengepalai mereka. 9 Maka pada waktu itu Aku berikhtiar untuk memunahkan segala bangsa yang menyerang Yerusalem.”
10 “Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. 11 Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido. 12 Negeri itu akan meratap, setiap kaum keluarga tersendiri; kaum keluarga keturunan Daud tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga keturunan Natan tersendiri dan isteri mereka tersendiri; 13 kaum keluarga keturunan Lewi tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga Simei tersendiri dan isteri mereka tersendiri;
14 juga segala kaum keluarga yang masih tinggal, setiap kaum keluarga tersendiri dan isteri mereka tersendiri.”

Ayat Kunci: 「Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia … 」 (Za. 12:10a)

Nabi Zakharia mencatat dua pengilhaman ucapan ilahi tentang kedatangan Messiah yang pertama kali dan yang kedua kali, menunjukkan kepada umat sisa yang kembali bahwa Messiah akan berperang bagi mereka. Walaupun Messiah pada kedatangan yang pertama akan memanggil dan mengumpulkan ulang Israel, namun mereka menolak Dia sehingga berakibat mereka dihukum diserakkan ke bangsa-bangsa asing; namun pada kedatangan kedua kali, Yerusalem akan dilepaskan dari pengepungan, Ia akan menghakimi bangsa-bangsa asing, menolong Israel, dan membangun Kerajaan-Nya di muka bumi (Za. 9:1-14:21).

Pengilhaman ucapan ilahi kedua yang dicatat nabi Zakharia adalah mengenai Israel secara keseluruhan, untuk menunjukkan bahwa saat Yerusalem diserang lagi oleh bangsa-bangsa asing, Messiah akan datang lagi menjalankan penyelamatan; pada saat itu Ia akan memberikan anugerah pengudusan kepada orang yang bersedia bertobat, dan mendirikan Kerajaan-Nya di Israel. Berita dari pengilhaman ini ditujukan untuk mendorong umat sisa yang kembali, bahwa saat mereka berharap pada realisasi janji kovenan digenapi, mereka akan menjalani hidup dalam iman (Za. 12:1-14:21). Perhatikan: terdapat pengulangan 「pada waktu itu 」 (in that day) sebanyak 17 kali, yang menekankan penghakiman yang akan dilaksanakan di hari akhir dunia.

Perikop hari ini (Za. 12:1-14) berbicara bahwa keadaan Yerusalem dikepung sebelum kedatangan Messiah. Allah janjikan akan menghanguskan bangsa-bangsa asing (Za. 12:1-9), menyelamatkan Israel (Za. 12:10-14). Walaupun umat Allah menerima tekanan dari para pemimpin yang jahat (Za. 10:2-3; 11:5), dan umat Allah juga menolak pemerintahan Sang Gembala yang baik (Za. 11:8) yang berakibat kepahitan yang lebih berat (lihat Za. 11:6, 9, 16); namun Allah tidak akan menyerah atas umat-Nya (Za. 12:10-14), Ia akan membersihkan dosa mereka (Za. 13:1-6), memulihkan relasi mereka dengan Allah (Za. 13:7-9). Ayat 6b (Za. 12:6) 「Yerusalem selanjutnya akan tetap tinggal di tempatnya yang dahulu 」 artinya Yerusalem setelah melalui peperangan akan tetap berdiri tidak tumbang. Ayat 7 (Za. 12:7) terutama menekankan penyelamatan dari Allah tidak hanya datang atas keluarga Daud saja, tetapi akan melingkupi semua orang Israel yakni seluruh umat pilihan. Karena Yehuda mewakili keseluruhan Israel.

Pekerjaan Roh Kudus termasuk memberikan anugerah dan mendoakan. Ayat 10 (Za. 12:10) 「Aku akan … 」 menyatakan sifat pro-aktif dari anugerah Allah. Penderitaan rumah Israel disebabkan penghinaan mereka kepada Tuhan Yesus (ayat 10). Ayat 11 (Za. 12:11)  「ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido 」 menunjuk kepada 「raja Yosia 」 (lihat 2Taw. 35:22-27); ia adalah tipologi melambangkan Yesus Kristus, Raja yang dibunuh (lihat Yoh. 19:37). Ayat 12-13 (Za. 12:12-13) Kaum keluarga keturunan Daud dan anaknya Natan (2Sam. 5:14) mewakili pemimpin urusan sosial masyarakat; sedangkan kaum keluarga keturunan Lewi  (1Taw. 6:16-17) mewakili pemimpin agama. 「Segala kaum keluarga 」 (Za. 12:14) mencakup semua rakyat. 「Setiap kaum keluarga tersendiri dan isteri mereka tersendiri 」 (Za. 12:12, 13, 14) (catatan Blogger: dalam terjemahan Mandarin, KJV atau ASV membantu memperjelas bahwa laki-laki dan perempuan dipisahkan tempatnya) sesuai aturan dari Rabi Yahudi, laki-laki dan perempuan tidak boleh berbaur berduka bersama di satu tempat, harus terpisah. Bagian perikop ini menunjuk orang Yahudi akan meratap atas Yesus yang disalibkan, sesuai yang dikatakan Roma. 11:15-26 bahwa orang Yahudi semuanya akan bertobat di hari akhir.

Renungkan:  umat Allah sepatutnya berharap Juruselamat yang dari Allah. Apakah anda mempunyai pengharapan yang penuh perhatian terhadap kedatangan Kristus yang kedua kali? Persiapan apa yang akan anda perbuat untuk menyatakan pengharapan yang penuh perhatian dari anda?

Rencanakan: tuliskan persiapan yang anda rencanakan untuk menyatakan pengharapan yang penuh perhatian, setiap bulan realisasikan satu.

Doa: Tuhan saya, Allah saya, karena Engkau adalah penolong saya, maka saya tidak akan dipermalukan. Tolong kokohkan apa yang saya persiapkan untuk menyambut kedatangan-Mu. Amin.

 

Zakharia 9:11-10:12

「Aku akan memberkati mu berlipat ganda 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Zakharia ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Zakharia 9:11-10:12 [ITB])
11 Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair. 12 Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!
13 Sebab Aku melentur Yehuda bagi-Ku, busur Kuisi dengan Efraim, dan Aku mengayunkan anak-anakmu, hai Sion, terhadap anak-anakmu, hai Yunani, dan Aku akan memakai engkau seperti pedang seorang pahlawan.
14 TUHAN akan menampakkan diri kepada mereka, dan anak panah-Nya akan melayang keluar seperti kilat. Dan Tuhan ALLAH akan meniup sangkakala dan akan berjalan maju dalam angin badai dari selatan.
15 TUHAN semesta alam akan melindungi mereka, dan mereka akan menghabisi dan menginjak-injak pengumban-pengumban. Mereka akan minum darah seperti minum anggur dan menjadi penuh seperti bokor penyiraman, seperti penjuru-penjuru mezbah.
16 TUHAN, Allah mereka, akan menyelamatkan mereka pada hari itu; seperti kawanan domba umat-Nya itu, sungguh, mereka seperti permata-permata mahkota yang berkilap-kilap, demikianlah mereka di tanah TUHAN.
17 Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.

10:1 Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.
3 “Terhadap para gembala akan bangkit murka-Ku dan terhadap kepala-kepala kawanan kambing Aku akan mengadakan pembalasan, sebab TUHAN semesta alam memperhatikan kawanan ternak-Nya, yakni kaum Yehuda, dan membuat mereka sebagai kuda keagungan-Nya dalam pertempuran. 4 Dari pada mereka akan muncul batu penjuru, dari pada mereka akan muncul patok kemah, dari pada mereka akan muncul busur perang, dari pada mereka akan keluar semua penguasa bersama-sama. 5 Maka mereka akan seperti pahlawan yang menginjak-injak musuh seakan-akan itu lumpur di jalan; mereka akan berperang, sebab TUHAN menyertai mereka, dan mereka akan membuat malu orang-orang yang mengendarai kuda.
6 Aku akan membuat kuat kaum Yehuda, dan Aku menyelamatkan keturunan Yusuf. Aku akan membawa mereka kembali, sebab Aku menyayangi mereka; dan keadaan mereka seakan-akan tidak pernah ditolak oleh Aku, sebab Akulah TUHAN, Allah mereka, dan Aku akan menjawab mereka.
7 Efraim akan seperti seorang pahlawan, hati mereka akan bersukacita seperti oleh anggur. Anak-anak mereka akan melihatnya, lalu bersukacita dan hati mereka bersorak-sorak karena TUHAN.
8 Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu. 9 Sekalipun Aku telah menyerakkan mereka ke antara bangsa-bangsa, tetapi di tempat-tempat yang jauh mereka akan ingat kepada-Ku; mereka akan hidup bersama-sama anak-anak mereka dan mereka akan kembali. 10 Aku akan membawa mereka kembali dari tanah Mesir, dan dari Asyur Aku akan mengumpulkan mereka; Aku akan membawa mereka masuk ke tanah Gilead dan ke Libanon, sehingga tidak ada tempat lagi bagi mereka. 11 Mereka akan menyeberangi laut Mesir dan Ia akan memukul gelombang di laut, sehingga segala tempat yang dalam di sungai Nil menjadi kering. Kebanggaan Asyur akan diturunkan dan tongkat kerajaan Mesir akan lewat.
12 Aku akan menguatkan mereka, dan mereka akan bermegah di dalam nama TUHAN,” demikianlah firman TUHAN.

Ayat kunci: 「Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur 」 (Za. 9:17).

Nabi Zakharia mencatat dua pengilhaman tentang kedatangan Messiah yang pertama kali dan yang kedua kali, menunjukkan kepada umat sisa yang kembali bahwa Messiah akan berperang bagi mereka (Za. 9:1-14:21). Dengan latar belakang Tuhan akan berperang bagi Israel dan memukul bangsa-bangsa asing, dituliskanlah pengilhaman pertama tentang 「memukul Hadrakh 」 untuk menunjukkan rencana Allah: bahwa Messiah pada kedatangan yang pertama akan memanggil dan mengumpulkan ulang Israel, tetapi Sang Gembala Agung akan ditolak, sehingga dalam tangan gembala palsu domba-domba tersebut dihukum diserakkan ke bangsa-bangsa asing; namun pada kedatangan kedua kali, Yerusalem akan dilepaskan dari pengepungan, Ia akan menghakimi bangsa-bangsa asing, menolong Israel, dan membangun Kerajaan-Nya di muka bumi. Pengilhaman ini bertujuan mendorong umat sisa yang kembali agar hidup menurut kebenaran, dan dengan gairah menantikan kedatangan Messiah (Za. 9:1-11:17).

Perikop ini berbicara tentang berkat yang akan dibawakan oleh Messiah bagi Israel (Za. 9:11-10:12). Yang pertama bicara tentang berkat dalam sejarah (Za. 9:11-17):

  • dari Babilonia (Za. 9:11-12) kembali dari penawanan, seperti 「melepaskan dari lobang yang tidak berair 」 (lihat Kej. 37:24; Yer. 38:6-9); 「darah perjanjian-Ku 」 menegaskan perjanjian dengan Abraham (Kej. 15:9-11) dan perjanjian Musa (Kel. 24:3-8; 29:38-46).
  • dari Yunani (Za. 9:13-17) (lihat Catatan Blogger di bawah), Messiah akan menambahkan kekuatan umat pilihan, menang atas musuh. Gambaran dalam bagian ini digenapi sebagian saat Israel melepaskan diri dari jajahan Yunani saat revolusi Makabe (tahun 175-163 S.M.) Namun penggenapan secara keseluruhan harus menunggu kedatangan Messiah yang kedua kali, yang digambarkan dalam seluruh fasal 10.

Za. 10:1-12 adalah nubuat berkat. Sepatutnya memandang pada TUHAN saja (Za. 10:1), hanya Dia saja sumber sesungguhnya dari berkat. Di dalam Alkitab, seringkali air hujan adalah simbol macam-macam berkat, termasuk yang bersifat rohani dan materi (lihat Yes. 55:10-12; Hos. 6:3; Yoel 2:21-23). TUHAN (Yehova) adalah Allah yang sesungguhnya, Ia akan menghakimi nabi-nabi palsu (Za. 10:1-3a). Karena masalah dari umat pilihan yang sudah-sudah adalah mendengarkan dan percaya perkataan palsu (tentang gembala palsu ini, lihat Yes. 56:10-11; Yer. 23:1-4; Yeh. 34:1-10). Kemudian Ia akan menolong dan memulihkan Israel (Za. 10:3-12) yakni: (1) kemenangan (Za. 10:4-5); (2) belas kasih (Za. 10:6-8); (3) pulang kembali (Za. 10:9-12). Perhatikan: dalam Za. 10:3 kata 「menghukum 」 (「mengadakan pembalasan」 dalam ITB) dan 「memperhatikan 」 dalam bahasa asli Ibrani adalah kata yang sama פּקד (paqad) 「mengunjungi」 (to visit). Kedatangan Allah adalah hukuman bagi gembala palsu, namun kedatangan Allah adalah pemeliharaan bagi umat Allah.

Dalam kesulitan atau penderitaan apakah kita tetap mempunyai pengharapan? Apakah berharap Allah melepaskan kita dari lobang tidak berair dan mengubah kita menjadi permata di mahkota?

Renungkan: 「Allah akan memberkati berlipat ganda 」 apakah ini merupakan iman mu kepada Allah? Pada saat engkau atau teman di sekitar sedang mengalami kesulitan yang seperti 「lobang tidak berair 」, apakah iman ini dapat membantu?

Rencanakan: 「Hitung setiap berkat Allah 」, bangunlah kebiasaan ini, setiap kali bertemu kesulitan, hitunglah dua atau tiga berkat anugerah Tuhan.

Doa: Tuhanku, Allahku, segala hormat kemuliaan adalah milik Mu, Engkau mengampuni dosa kesalahan umat-Mu; murka bukan kesukaan-Mu, kesukaan-Mu memberikan anugerah. Amin.


Catatan Blogger:

1. Mengenai penjelasan atas Yunani di atas:

Perhatikan perbedaan Za. 9:13 dalam Indonesia Terjemahan Baru (ITB) dan Inggris (misal ESV)

13 Sebab Aku melentur Yehuda bagi-Ku, busur Kuisi dengan Efraim, dan Aku mengayunkan anak-anakmu, hai Sion, terhadap anak-anakmu, hai Yunani, dan Aku akan memakai engkau seperti pedang seorang pahlawan.

13 For I have bent Judah as my bow; I have made Ephraim its arrow. I will stir up your sons, O Zion, against your sons, O Greece, and wield you like a warrior’s sword. (diterjemahkan lepas: Aku  melenturkan Yehuda sebagai busur-Ku; Aku membuat Efraim sebagai anak-panah. Aku akan membangkitkan anak-anakmu, oh Sion, melawan anak-anakmu, oh Yunani, dan menggunakan engkau sebagai pedang milik seorang ksatria.)

Terjemahan Inggris lebih mempermudah pemahaman kita tentang sangkut paut “Yunani” dalam teks ini.

2. TUHAN, Gembala Israel yang baik akan menghukum para pemimpin gereja yang jahat

Salah satu peringatan penting kepada para pemimpin. Za. 10:3  dengan jelas memberitahukan bahwa kedatangan Allah adalah hukuman bagi gembala palsu, namun kedatangan Allah adalah pemeliharaan bagi umat Allah.

Lihat dengan teliti Yehezkiel 34:1-10, TUHAN, Gembala Israel yang baik akan melawan gembala-gembala yang jahat, yakni para pemimpin dalam gereja yang jahat, dalam keserakahan, korupsi, dan mementingkan diri sendiri, lalai menuntun umat Allah, menggunakan umat Allah untuk kepentingan pribadi memeras umat Allah. Jika sekarang Allah belum menghukum, kelak pada saat akhir zaman akan datang kengerian besar penghukuman dari Allah sendiri. Jika anda adalah umat Allah, jangan kecewa, berdoalah untuk pertobatan mereka sehingga mereka boleh mendapatkan lawatan Tuhan dalam berkat, bukan penghukuman.

 

Zakharia 9:1-10

「Allah sendiri akan memelihara rumah-Nya 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Zakharia ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Zakharia 9:1-10 [ITB])
1 Ucapan Ilahi. Firman TUHAN datang atas negeri Hadrakh dan berhenti di Damsyik. Sebab kepunyaan Tuhanlah kota-kota Aram serta segala suku Israel; 2 juga Hamat yang berbatas kepadanya, pula Tirus dan Sidon, sekalipun mereka sangat bijaksana. 3 Tirus mendirikan tembok benteng bagi dirinya dan menimbun perak seperti debu dan emas seperti lumpur di jalan.
4 Namun sesungguhnya, Tuhan akan membuatnya miskin dan akan melontarkan kekuatannya ke dalam laut, dan kota itu sendiri akan habis dimakan api.
5 Askelon akan melihatnya, lalu takut; juga Gaza, lalu gemetar sangat; Ekronpun, sebab harapannya sudah kandas. Dari Gaza raja akan binasa dan Askelon tidak akan didiami lagi. 6 Di Asdod akan diam keturunan campuran, dan kebanggaan orang Filistin akan Kulenyapkan. 7 Aku akan melenyapkan darah dari mulutnya dan kejijikan dari antara giginya, dan yang tinggal dari merekapun akan menjadi kepunyaan Allah kita. Mereka akan dianggap seperti suatu kaum di Yehuda, dan orang Ekron seperti orang Yebus.
8 Aku berkemah dekat rumah-Ku sebagai pengawal terhadap mereka yang lalu-lalang; tidak akan ada lagi penindas mendatanginya, sebab sekarang Aku sendiri telah mengindahkannya. 9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.
10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.

Ayat kunci: 「 Aku berkemah dekat rumah-Ku sebagai pengawal terhadap mereka yang lalu-lalang; tidak akan ada lagi penindas mendatanginya 」 (Za. 9:8a)

Nabi Zakharia mencatat dua pengilhaman tentang kedatangan Messiah yang pertama kali dan yang kedua kali, menunjukkan kepada umat sisa yang kembali bahwa Messiah akan berperang bagi mereka (Za. 9:1-14:21). Dengan latar belakang Tuhan akan berperang bagi Israel dan memukul bangsa-bangsa asing, dituliskanlah pengilhaman pertama tentang 「memukul Hadrakh 」 untuk menunjukkan rencana Allah: bahwa Messiah pada kedatangan yang pertama akan memanggil dan mengumpulkan ulang Israel, tetapi Sang Gembala Agung akan ditolak, sehingga dalam tangan gembala palsu domba-domba tersebut dihukum diserakkan ke bangsa-bangsa asing; namun pada kedatangan kedua kali, Yerusalem akan dilepaskan dari pengepungan, Ia akan menghakimi bangsa-bangsa asing, menolong Israel, dan membangun Kerajaan-Nya di muka bumi. Pengilhaman ini bertujuan mendorong umat sisa yang kembali agar hidup menurut kebenaran, dan dengan gairah menantikan kedatangan Messiah (Za. 9:1-11:17).

Perikop hari ini Za. 9:1-10, mempunyai dua inti: (1) Pengadilan dan hukuman bagi bangsa-bangsa asing (Za. 9:1-8); (2) Kedatangan Messiah (Za. 9:9-10) (lihat Yes. 9:6-7; 11:1-5; Mi. 5:2-4).

Pengadilan dan hukuman bagi bangsa-bangsa asing (Za. 9:1-8) adalah bagian penggenapan karya keselamatan. Perhatikan kata 「mata 」 di ayat 1 dan 8. (Lihat catatan di bawah: tentang tidak ada kata 「mata 」 dalam terjemahan ITB)
A   mata manusia berharap keselamatan dari TUHAN (Za. 9:1-2)
B   hukuman datang pada kota-kota di utara (Za. 9:2-4)
B’  hukuman datang pada kota-kota di selatan (Za. 9:5-7a)
A’  mata TUHAN menjaga penggenapan karya keselamatan (Za. 9:7-8)

Tiga hal yang kita amati: (1) Kemenangan atas semua musuhnya yang dahulu akan dibawakan oleh Messiah ke Yerusalem (lihat Catatan Blogger di bawah tentang pentingnya Yerusalem); (2) 「mata manusia memandang berharap kepada TUHAN 」 (ayat 1) adalah orang-orang Yahudi yang menantikan kedatangan Messiah menghancurkan musuh, dan 「 mata TUHAN 」 (ayat 8) yang mengawasi manusia seperti mengawasi setiap suku-suku Israel; (3) Hukuman TUHAN bukan untuk membinasakan tetapi untuk menyelamatkan manusia. Setelah melalui penghukuman, umat sisa akan berbalik kepada TUHAN (Za. 9:7) (catatan Blogger: “… yang tinggal dari merekapun akan menjadi kepunyaan Allah … ” artinya yang sisa), 「mereka akan dianggap seperti suatu kaum di Yehuda 」 artinya mereka akan menjadi sama seperti salah satu suku Israel, tepat seperti frasa berikutnya 「orang Ekron seperti orang Yebus 」 yang mengingatkan peristiwa saat Daud merebut Yerusalem, ia tidak membinasakan orang Yebus yang tinggal di kota itu dan membiarkan mereka melebur jadi bagian dari orang Israel (lihat 2Sam. 5:6-9; 24:16; 1Taw. 11:4, 9; 21:18)

Ayat 9-10 (Za. 9:9-10) terdapat tiga inti tentang kedatangan Messiah: keselamatan, keharmonisan (damai), dan kuasa (memerintah).  Tiga pengamatan: (1) Ia adalah adil dan benar; (2) Inti berita para nabi: Messiah adalah Raja (lihat Yes. 9:6-7; 11:1-5; Mi. 5:2-4); (3) Tujuan kedatangan-Nya: memerintah dalam kedamaian. Walaupun dalam teks kelihatannya seakan-akan Kerajaan Allah akan datang menyeluruh di muka bumi pada saat kedatangan Sang Raja, namun Perjanjian Baru memperjelas bahwa nubuat ini akan digenapi secara bertahap. Berdasarkan Injil Matius dan Yohanes, kedatangan Sang Raja sudah digenapi, sebelum Tuhan disalibkan, Ia menaiki keledai berkemenangan memasuki Yerusalem (Mat. 21:1-7; Yoh. 12:14-15).  Nubuat dalam ayat 10 (Za. 9:10) menunggu digenapi saat hari akhir zaman.

Renungkan: seruan nabi Zakharia 「Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion 」 (Za. 9:9) belum digenapi di antara orang Israel. Namun kita yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, sepatutnya bersukaria. Apakah setiap hari dalam kehidupanmu memancarkan sukaria karena bersandar kepada-Nya?

Rencanakan: setiap hari sebelum meninggalkan rumah, bacakan Amsal 17:22 「Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang 」

Doa: Tuhan, bimbinglah saya agar benar-benar paham untuk menanggalkan segala kekuatiran kepada-Mu, karena dengan yakin Engkau memelihara saya. Biarlah hidup saya terus memancarkan sukacita dan menularkannya kepada orang sekeliling. Amin.


Catatan:

1. Penjelasan tentang tidak adanya kata 「mata 」 di ayat 1 dan 8 dalam terjemahan ITB:

Za. 9:1b dalam ITB (juga RSV) menterjemahkan sebagai “Sebab kepunyaan Tuhanlah kota-kota Aram serta segala suku Israel;” sedangkan dalam sebagian besar terjemahan Inggris misal KJV “when the eyes of man, as of all the tribes of Israel, [shall be] toward the LORD.” terdapat kata 「mata 」

Demikian juga Za. 9:8b, oleh KJV “… I seen with mine eyes” sedangkan ITB menterjemahkan fungsional sebagai “… Aku sendiri telah mengindahkannya”

Jika menggunakan terjemahan Inggris maka akan mudah membuat perbandingan ayat 1 dan 8:
A   mata manusia berharap keselamatan dari TUHAN (Za. 9:1-2)
dan
A’  mata TUHAN menjaga penggenapan karya keselamatan (Za. 9:7-8)
sehingga mudah mendapatkan suatu kesimpulan yang menggabungkan kedua ide dalam ayat 1 dan 8.

Untuk penjelasan yang lebih banyak dan keuntungan pengamatan bentuk engsel, lihat: Struktur Engsel (Chiastic)