Tag Archives: Janji Allah

Mazmur 132:17-18

「Langsung Menunjuk Harapan Masa Depan」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 132:17-18 [ITB])
17Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi. 18Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya.」

Dari sumpah Daud (ayat 1-10) sampai sumpah Allah (ayat 11-16), dua perikop ayat ini dengan jelas menunjukkan harapan masa depan. Ayat 17 「Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud」 (atau terjemahan CVT 「Di sanalah Aku akan membuat tanduk Daud menjadi kuat」), 「tanduk」 dalam Perjanjian Lama adalah simbol dari kekuatan, dan mezbah terdapat 「tanduk」, yang merupakan simbol dari kehadiran Allah dan kuasa-Nya. Selain itu, 「tanduk」 juga mengandung makna 「bersinar.」 Dari sini dapat dilihat, 「tanduk」 dan 「pelita」 di ayat 17 adalah antitesis yang identik. Jadi siapakah yang pemazmur tunjuk dengan dalam kata 「orang yang Kuurapi」? Ini menunjuk kepada Daud. Dalam pengertian ini, arti dari ayat 17 adalah untuk menunjuk bahwa karena kehadiran kuasa Allah, maka Daud dapat menjadi kuat dan bersinar! Ini dengan tepat merespon ayat 1, Tuhan sungguh ingat akan Daud, membuat kerajaannya dapat tumbuh seperti tanduk, seperti pelita menerangi sekeliling.

Ada sarjana peneliti Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa ayat ini bahkan menunjuk ke masa depan, karena 「tanduk」 selain melambangkan kemampuan kerajaan Daud, tetapi juga pelambang yang menunjukkan kepada Mesias (Luk. 1:68-69), dan 「pelita」 tidak hanya menunjuk kerajaan Daud adalah pelita bagi Israel, tetapi juga terlebih lagi merujuk kepada Cahaya masa depan, Raja kekal yang selamanya.

Untuk alasan ini maka 「musuh」 pasti akan malu, dan 「raja / Raja」 yang dipilih oleh Allah akan 「bersinar.」 Ini dapat dikatakan merupakan akhir yang pasti dan tidak tergoyahkan, 「kemenangan」adalah sedemikian total. Dengan kata lain, 「kejahatan」 akan hanya dalam frustrasi dalam kekacauan, tetapi 「kebenaran」 akan berbuah di dalam kemenangan. Ini adalah tepat merupakan langkah-langkah praktis yang dituliskan oleh 「harapan」 bagi 「ketaatan」.

Renungkan: 「Harapan」 yang tidak dapat dimusnahkan dihasilkan dari sebuah telaahan atas sejarah, bukan saja merupakan 「introspeksi」, tetapi terlebih lagi merupakan iman kepercayaan yang kokoh. Ini dapat dikatakan merupakan motivasi pendorong penting bagi peziarah di perjalanan ziarah. Mazmur 132 memelihara kenangan kita dan memelihara 「harapan」 kita atas masa depan, melaluinya menuntun kita menuju jalan kedewasaan dan ketaatan. 「Iman」 kita tidak melepaskan diri dari sejarah, lebih lagi tidak pernah meninggalkan kesetiaan 「janji」 TUHAN. Ketika kita menyanyikan mazmur ini, tepat memberikan kita kesempatan untuk mencicipi dengan teliti 「iman」 kita lagi, yang adalah sedemikian benar, begitu nyata, sedemikian abadi tidak berubah.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 132:11-16

「Sumpah dari Allah」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 132:11-16 [ITB])
11TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: 「Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; 12jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu.」
13Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: 14「Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya. 15Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti, 16imam-imamnya akan Kukenakan pakaian keselamatan, dan orang-orangnya yang saleh akan bersorak-sorai dengan girang.

Ayat-ayat ini saling bersambung dan merespon paragraf sebelumnya. Bagian atas dari ayat 11 tidak hanya menanggapi sumpah Daud kepada Tuhan sebelumnya (ayat 2), pada saat yang sama juga menyatakan janji Allah secara lebih konkret.

Kata 「kesetiaan」 di ayat 11 jika diterjemahkan secara langsung berarti 「dalam kebenaran」 atau 「berdasarkan kebenaran」 . Dengan kata lain, sumpah Allah tidak hanya nyata benar adanya, para peziarah tidak bimbang meragukan lagi, karena sumpah Allah benar adanya dan tidak akan berubah.

Sumpah Allah yang memiliki dua bagian:

  1. 「Buah yang keluar dari kandungmu, Aku akan membuat salah satu dari mereka duduk di atas takhtamu」 (ayat 11b, terjemahan Lu Zhen Zhong) (Bandingkan ITB 「Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu」);
  2. 「Anak cucu mereka juga pasti akan selama-lamanya duduk di atas takhtamu」 (ayat 12b, terjemahan Lu Zhenzhong) (Bandingkan ITB 「anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu」), dan syaratnya adalah 「anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka」 (ayat 12a).

Ini menunjukkan bahwa 「janji」 ─ mengandung 「kepatuhan menjaga janji」 dan patuh memelihara melaksanakan 「perintah ajaran」 Allah sebagai dasar.

Sesuai dengan sejarah Israel, kerajaan Daud terbelah pada tahun 931 S.M., dan musnah pada tahun 586 S.M., bahkan jikalaupun orang Israel percaya bahwa 「janji」 akan digenapi, tetapi akhirnya kenyataan dan keinginan adaalh berlawanan. Berharga untuk direnungkan: apakah sumpah Allah telah gagal?

Sesuai dengan ayat 14, Tuhan memilih Sion sebagai 「tempat kediaman-Nya」. Beberapa sarjana peneliti Perjanjian Lama menunjukkan bahwa ini menunjuk kepada Kristus yang datang di masa depan, karena Ia adalah Raja yang duduk di tahta sampai selama-lamanya (Kis. 2:30). Dari sini dapat dilihat, peziarah harus melihat serius 「kepatuhanmenjaga janji」 dan patuh memelihara melaksanakan 「perintah ajaran」 Allah.

Renungkan: 「Ketaatan」 adalah pasti bukanlah sekedar taat dengan rajin tak kenal lelah untuk menjaga aturan agama, tetapi dengan janji Allah sebagai tujuan dan penuh harapan. Inti dari bagian kedua dari Maz. 132 inilah yang diingatkan kepada kita saat ini.

Bagi para peziarah, 「masa lalu」 tidak hanyalah sekedar merupakan catatan sejarah, tetapi pada saat yang sama juga merupakan kekuatan pendorong bagi kita untuk terus bekerja keras hari ini, karena kita tahu bahwa akan ada masa depan yang lebih baik. Pada saat yang sama, 「harapan」 bukalah semacam ketekunan yang terlepas dari realitas, tetapi berakar secara konkret pada 「masa lalu」, 「masa kini」dan 「masa depan」. Peziarah melihat kembali pada 「masa lalu」, berdiri di 「hari ini」, tetapi yakin terhadap 「masa depan」, inilah yang sesungguhnya penyebab terpenting yang membuat kita masih bisa melanjutkan perjalanan! (Karena kita tahu dan yakin akan keselamatan yang sudah diberikan olehTuhan Kita Yesus Kristus hidup, yang bangkit dari kematian.)


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).