「Pujian」 Para Peziarah kepada TUHAN
Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.
(Maz. 134:1-3 [ITB])
1Nyanyian ziarah.
Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang datang melayani di rumah TUHAN pada waktu malam. 2Angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah TUHAN!
3Kiranya TUHAN yang menjadikan langit dan bumi, memberkati engkau dari Sion.
Mazmur 134 sebagai bagian terakhir dari 「Mazmur Ziarah」, ayat 1 diterjemahkan secara langsung: 「Lihatlah / pujilah TUHAN / setiap hamba TUHAN / yakni yang berdiri di rumah TUHAN di waktu malam.」 Kata 「lihatlah」 merupakan kata seruan mengajak, tetapi di sini muncul dalam nada perintah. Sebagai bagian terakhir dari 「Mazmur Ziarah」, pemazmur menghimbau para peziarah dengan 「puji-pujian」 sebagai titik akhir ziarah. Dari Mazmur 120 sampai 133, para peziarah mengalami banyak kesulitan dan tantangan, menyediakan semua alasan bagi para peziarah untuk 「memuji」 TUHAN; oleh karena itu, bagian akhir ini dapat dikatakan memiliki makna yang sangat penting.
Meskipun merupakan sebuah mazmur pendek, tetapi memiliki ciri khas tersendiri: 「TUHAN」 dan 「memberkati」 dua kata yang muncul berulang kali dalam tiga ayat ─ 「TUHAN」( di ayat 1 ada 3 kali, ayat 2 dan 3 masing-masing 1 kali), 「memberkati」 (muncul di setiap ayat, di ayat 1 dan 2 diterjemahkan sebagai 「pujilah」, ayat 3 diterjemahan sebagai 「memberkati」). Maka dapat dilihat, bahwa 「TUHAN」 dan 「memberkati」 adalah tema dari perikop ini.
Selain itu, 「hamba TUHAN」 di ayat 1 mungkin menunjuk baik kepada para peziarah yang datang ke Bait Allah untuk menyembah dan kepada para imam yang melayani Tuhan dengan setia di Bait Kudus ini. Pemazmur mengatakan kepada kita bahwa di balik panggilan ini, para 「hamba TUHAN」 hendak 「pada malam hari berdiri di rumah Tuhan」memuji Tuhan . Apa maksudnya? Mengapa 「pada malam hari」?
Beberapa sarjana peneliti Perjanjian Lama menunjukkan bahwa ini adalah sikap waspada berjaga-jaga, penuh penantian, bahkan di saat-saat penuh kesulitan juga tetap hedak memuji TUHAN. Sebagai akhir 「Mazmur Ziarah」, itu adalah pengingat penting kepada para peziarah ─ perjalanan ziarah penuh tantangan, maka janganlah melupakan untuk waspada berjaga-jaga dan menunggu penuh penantian, dan memuji TUHAN bahkan dalam keadaan penuh kesulitan sekalipun! Dengan cara ini, TUHAN 「memberkati」 semua orang yang bersedia untuk memuji Dia dalam keadaan demikian.
「Berkat」 ─ dalam pengertian umum adalah ekspresi satu arah dari atas ke bawah, tapi Mazmur 134 mengingatkan kita bahwa 「memberkati」 adalah dua arah. TUHAN akan 「memberkati」 semua orang yang dalam waktu apapun keadaannya yang selalu 「memuji」 (dalam bahasa asli 「memberkati」) .
Renungkan: titik akhir ziarah ini ternyata tidak hanya Tuhan 「memberkati」 manusia, tetapi pada saat yang sama adalah 「pujian」 peziarah kepada Allah. Allah telah tidak menghilangkan kesulitan dan tantangan dari jalan ziarah, sebagai 「peziarah」 , kita harus siap untuk menghadapi tantangan yang dijelaskan dalam Mazmur 120 sampai 134, yang merupakan pengalaman yang nyata dan yang penuh darah, tetapi kita harus bekerja keras untuk melanjutkan dan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan perjalanan. Dalam keadaan apapun, Allah memiliki cukup 「rahmat anugerah」 untuk dicurahkan kepada kita. Kiranya kita tidak lupa untuk 「memuji」 Tuhan dalam jalan ziarah ini, dan Tuhan akan 「memberkati」 kita.
Daftar renungan pemahaman Mazmur Ziarah (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).