Tag Archives: Mazmur Ziarah

Mazmur 134:1-3

「Pujian」 Para Peziarah kepada TUHAN

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 134:1-3 [ITB])
1Nyanyian ziarah.
Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang datang melayani di rumah TUHAN pada waktu malam. 2Angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah TUHAN!
3Kiranya TUHAN yang menjadikan langit dan bumi, memberkati engkau dari Sion.

Mazmur 134 sebagai bagian terakhir dari 「Mazmur Ziarah」, ayat 1 diterjemahkan secara langsung: 「Lihatlah / pujilah TUHAN / setiap hamba TUHAN / yakni yang berdiri di rumah TUHAN di waktu malam.」 Kata 「lihatlah」 merupakan kata seruan mengajak, tetapi di sini muncul dalam nada perintah. Sebagai bagian terakhir dari 「Mazmur Ziarah」, pemazmur menghimbau para peziarah dengan 「puji-pujian」 sebagai titik akhir ziarah. Dari Mazmur 120 sampai 133, para peziarah mengalami banyak kesulitan dan tantangan, menyediakan semua alasan bagi para peziarah untuk 「memuji」 TUHAN; oleh karena itu, bagian akhir ini dapat dikatakan memiliki makna yang sangat penting.

Meskipun merupakan sebuah mazmur pendek, tetapi memiliki ciri khas tersendiri: 「TUHAN」 dan 「memberkati」 dua kata yang muncul berulang kali dalam tiga ayat ─ 「TUHAN」( di ayat 1 ada 3 kali, ayat 2 dan 3 masing-masing 1 kali), 「memberkati」 (muncul di setiap ayat, di ayat 1 dan 2 diterjemahkan sebagai 「pujilah」, ayat 3 diterjemahan sebagai 「memberkati」). Maka dapat dilihat, bahwa 「TUHAN」 dan 「memberkati」 adalah tema dari perikop ini.

Selain itu, 「hamba TUHAN」 di ayat 1 mungkin menunjuk baik kepada para peziarah yang datang ke Bait Allah untuk menyembah dan kepada para imam yang melayani Tuhan dengan setia di Bait Kudus ini. Pemazmur mengatakan kepada kita bahwa di balik panggilan ini, para 「hamba TUHAN」 hendak 「pada malam hari berdiri di rumah Tuhan」memuji Tuhan . Apa maksudnya? Mengapa 「pada malam hari」?

Beberapa sarjana peneliti Perjanjian Lama menunjukkan bahwa ini adalah sikap waspada berjaga-jaga, penuh penantian, bahkan di saat-saat penuh kesulitan juga tetap hedak memuji TUHAN. Sebagai akhir 「Mazmur Ziarah」, itu adalah pengingat penting kepada para peziarah ─ perjalanan ziarah penuh tantangan, maka janganlah melupakan untuk waspada berjaga-jaga dan menunggu penuh penantian, dan memuji TUHAN bahkan dalam keadaan penuh kesulitan sekalipun! Dengan cara ini, TUHAN 「memberkati」 semua orang yang bersedia untuk memuji Dia dalam keadaan demikian.

「Berkat」 ─ dalam pengertian umum adalah ekspresi satu arah dari atas ke bawah, tapi Mazmur 134 mengingatkan kita bahwa 「memberkati」 adalah dua arah. TUHAN akan 「memberkati」 semua orang yang dalam waktu apapun keadaannya yang selalu 「memuji」 (dalam bahasa asli 「memberkati」) .

Renungkan: titik akhir ziarah ini ternyata tidak hanya Tuhan 「memberkati」 manusia, tetapi pada saat yang sama adalah 「pujian」 peziarah kepada Allah. Allah telah tidak menghilangkan kesulitan dan tantangan dari jalan ziarah, sebagai 「peziarah」 , kita harus siap untuk menghadapi tantangan yang dijelaskan dalam Mazmur 120 sampai 134, yang merupakan pengalaman yang nyata dan yang penuh darah, tetapi kita harus bekerja keras untuk melanjutkan dan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan perjalanan. Dalam keadaan apapun, Allah memiliki cukup 「rahmat anugerah」 untuk dicurahkan kepada kita. Kiranya kita tidak lupa untuk 「memuji」 Tuhan dalam jalan ziarah ini, dan Tuhan akan 「memberkati」 kita.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 133:3

Harapan Terhadap 「Indahnya」 Komunitas – Menghalangi, atau Bergandengan?

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 133:1-3 [ITB])
1Nyanyian ziarah Daud.
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
2Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
3Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Untuk memahami ayat 3, kita harus terlebih dahulu memahami situasi lingkungan geografis.

「Gunung Hermon」 adalah sebuah gunung dengan ketinggian lebih dari 9.000 kaki di atas permukaan air laut, dan 「Gunung Sion」 hanya berada pada ketinggian kira-kira seribu kaki. Dari segi lingkungan, jarak dari 「Gunung Hermon」 ke 「Gunung Sion」 tidak hanya sangat jauh, juga ada serangkaian pegunungan tak berujung di antara mereka. Dipandang dari aspek ini, embun 「gunung Hermon」 pada kenyataannya tidak mungkin mengalir jauh ke 「gunung Sion」. Jika demikian apa yang pemazmur ingin kita pahami?

Selain lingkungan geografis, iklim Israel layak kita perhatian. Hampir tidak ada hujan di saat musim panas Israel, tetapi merupakan musim panennya dari banyak jenis tanaman (misalnya zaitun, anggur, dll), sehingga tuaian setiap tahunan juga tergantung sedikit banyaknya jumlah embun tahun itu. Dari perspektif ini, di masa kering, 「embun」 memang adalah berkat Tuhan yang besar.

Oleh karena itu, embun dari Gunung Hermon turun ke Gunung Sion, mencakup seluruh Israel, di satu sisi membuktikan betapa kaya pemeliharaan Allah, di sisi lain, pemazmur hendak memberitahukan kepada kita bahwa pegunungan yang tanpa putus dari Gunung Hermon ke Gunung Sion, tidak hanya bukan merupakan penghalang antara keduanya, sebaliknya telah menjadi sebuah sambungan antara satu sama lain, sehingga embun Gunung Hermon bisa mengalir ke Gunung Sion.

Renungkan: mantan Kaisar Rusia Peter Agung pernah berkata kepada orang-orang: 「saya dapat menaklukkan kekaisaran, tetapi saya tidak dapat menaklukkan diriku sendiri!」

Dia berkata demikian, merupakan pengalaman yang betapa penting untuk dirinya! Ternyata bahwa diri sendiri adalah musuh yang paling kuat. Kita tidak bisa melampaui watak temperamen, seperti mengkritik orang lain, iri kepada orang lain, malas, ego sentris, sombong, egois, adalah musuh terbesar manusia. Kita iri karena tidak ingin orang lain untuk menjadi lebih baik daripada diri kita sendiri, kita tidak ingin orang lain mendapat keuntungan lebih besar dari diri kita sendiri, kita serakah, malas, karena kami tidak ingin bekerja terlalu keras, lebih baik membiarkan orang lain bekerja lebih sulit. Nilai keegoisan ini telah hidup menjadi akar dari semua masalah sosial dan pribadi.

TUHAN di Yerusalem, di pegunungan Sion, di tempat di mana para imam yang diurapi, tempat tujuan bersama ziarah bangsa Israel, telah ditetapkan berkat-Nya bagi manusia yakni hidup kekal selamanya. Pentingnya kesatuan hati orang Kristen bukanlah rukun sesaat pada waktu berkumpul bersama saat itu saja, tetapi hal yang paling penting dalam diam bersama adalah untuk menyaksikan 「kehidupan kekal」 yang telah kita terima dari Tuhan. 「Kesatuan」 memerlukan kesabaran, penerimaan dan toleransi, 「kasih」 seperti yang dituliskan dalam 1 Kor. 13 memang tidak mudah. Perjanjian Baru telah berulang kali mengingatkan kita bahwa 「kasih」 sesama anggota tubuh adalah tanda dari murid-murid Yesus, dan juga membuktikan bahwa kita sudah 「keluar dari mati dan masuk ke dalam hidup」 (1 Yoh. 3:14). Berharap dengan sungguh bawa komunitas ziarah kita adalah demikian adanya.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 133:2-3

Harapan Terhadap 「Indahnya」 Komunitas – Hangat, Aman, Damai, Saling Mengasihi

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 133:1-3 [ITB])
1Nyanyian ziarah Daud.
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
2Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
3Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Menyambung ayat sebelumnya yang berbicara tentang baik dan indahnya 「diam bersama」, pemazmur kemudian memberikan penjelasan yang lebih nyata dan detil tentang 「baik dan indah」 melalui dua metafora.

Ayat 2 mengacu pada Kitab Keluaran 29 dan 30 tentang Harus diurapi sebagai Imam. Setelah membaca dua ayat ini, mungkin kita akan memiliki dua pertanyaan:

  1. Apakah sebenarnya hubungan antara imam yang diurapi dengan 「baik dan indahnya saudara-saudara diam bersama」? Dua hal yang tampaknya tidak relevan.
  2. Keluaran 20:7 memberitahukan kepada kita: 「menuangkan minyak urapan di atas kepalanya」; pertanyaannya adalah mengapa dalam ayat 2 pemazmur dengan gaya hiperbolik mengatakan 「minyak yang berharga」 ini akan mengalir dari atas 「kepala meleleh ke janggut, meleleh ke janggut dan ke leher jubah」?

「Minyak」 adalah tanda kehadiran Tuhan dalam Alkitab, dan 「minyak」 juga berkilauan, ketika menyerap kehangatan matahari, melembabkan kulit dan membawa aroma wangi bagi orang. Dalam Kitab Suci juga disebutkan bahwa 「minyak」 mengalir dari dari atas 「kepala Harun meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut dan ke leher jubah」, di antaranya 「kepala」, 「janggut」 dan 「leher jubah」 memiliki arti simbolis yang berbeda.

「Kepala」 menyatakan apa yang dalam pikiran, mengalir ke 「janggut」 yang dekat bibir merujuk kepada kata-kata, dan 「leher jubah」 berarti aspek kehidupan. Tiga tingkat ekspresi memberitahukan kita: dalam pikiran kita, kata-kata, perilaku kehidupan, kita harus merealisasikan perintah Allah yang sangat berharga itu, dengan kata lain, seseorang dengan totalitas keseluruhan dipenuhi dan melimpah dengan semacam kualitas yang hangat. Melalui gambaran ini, pemazmur ingin mengatakan kepada kita: persekutuan di dalam Allah tepat terdapat kualitas hangat dan nyaman, membentuk kontras yang intens dengan masyarakat yang mengagungkan kompetisi, yang dingin.

「Baik dan indahnya」 kelompok peziarah adalah demikian ini!

Renungkan: Apakah kita semua mendambakan baik dan indahnya 「bersama」 ini? Atau apakah dalam kelompok peziarah kita penuh dengan segala macam kekotoran masyarakat kita? Kita adalah sesama anggota kelompok, apakah kita bersedia merealisasikan kualitas yang dijelaskan oleh pemazmur ke dalam perjalanan ziarah kita?

Janganlah dilupakan, ini adalah kehangatan, ini adalah nyaman, ini adalah damai, dan terlebih lagi adalah mencintai satu sama lain.

Mohon Tuhan menolong kita, sehingga kita sering menyatakan kualitas hidup seperti ini, sehingga kita dapat mengalami baik dan indahnya 「bersama」 yang luar biasa.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 133:1

Indahnya 「Bersama-sama」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 133:1-3 [ITB])
1Nyanyian ziarah Daud.
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
2Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
3Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Ini adalah 「Mazmur Ziarah」 yang terpendek , karena dalam mazmur ini fokusnya hanya satu: 「Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!」 Peran ayat 2-3 adalah untuk memberikan penjelasan yang lebih konkret dan terperinci tentang 「bagaimana alangkah baik dan bagaimana alangkah indah」 itu.

Mazmur 133:1 adalah bagian ayat Kitab Suci yang kita semua cukup akrab, namun terjemahan teks yang dipakai mungkin tidak selalu dapat membantu kita untuk memahami dengan jelas berita utama bagian ini. Untuk memahami makna sebenarnya dari ayat ini, ada dua hal yang memerlukan perhatian kami:

  1. Istilah 「lihatlah」 sering ditemukan dalam Perjanjian lama, tetapi terjemahan Alkitab Mandarin sering diabaikan arti dan fungsinya (demikian juga tidak muncul dalam terjemahan ITB), dan gagal untuk sepenuhnya membawakan keluar intisari, spirit yang paling esensi dari kata ini. Melalui penggunaan kata ini, pemazmur hendak mengingatkan semua orang yang sedang 「mendengarkan」 bahwa apa yang saat ini akan ia katakan adalah kebenaran yang sangat penting, hal yang harus diingat oleh setiap peziarah. Jadi kita harus membuka mata kita lebar-lebar dan melihat dengan jelas! Jika demikian, kita jadi paham bahwa kata 「lihatlah」 adalah sebuah kata yang dengan sangat kuat memanggil perhatian pembaca.
  2. 「Alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun」, mungkin salah satu kalimat emas yang akrab bagi kita. Namun, dalam dalam teks asli Alkitab bahasa Ibrani, tidak ada kata 「rukun / harmonis」 di bagian ini. Jika kita terjemahkan ayat ini secara literal langsung, kita bisa mengatakan: 「Lihatlah! Seberapa baik, betapa indah, saudara-saudara hidup, bersama-sama」. Dengan kata lain, pemazmur harus menunjukkan bahwa itu bukan karena mereka mampu 「rukun / harmonis」 maka menjadi 「indah」; tetapi ternyata lebih penting bahwa para peziarah asal dapat 「bersama-sama」 saja, sebenarnya sudah merupakan sesuatu yang luar biasa.

Melalui ayat ini, pemazmur benar-benar ingin kita untuk memahami: silahkan buka mata Anda dan melihat bahwa kelompok peziarah asal dapat 「bersama-sama」 saja, pada kenyataannya sudah penuh dengan 「baik」 dan 「indah」.

Renungkan: Jika kelompok peziarah dapat 「bersama-sama」 saja sudah 「sedemikian alangkah baik」 dan 「sedemikian alangkah indah」, berharga untuk kita pikirkan: sebagai anggota dari sebuah komunitas, bagaimana seharusnya kita menghargai dan mencintai komunitas ini? Dan apa pentingnya 「bersama-sama」 ini untuk membuat kita tetap berjalan meneruskan di jalan ziarah?

Lihatlah! Dalam kelompok ziarah kita di mana berada, apakah juga memancarkan kualitas karakter yang baik dan indah? Jika ya demikian, apa yang dirasakan oleh kita yang di dalamnya? Jika tidak, apa alasannya?

Kiranya kita berdoa untuk semua ini, menyerahkan pikiran kita kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk mengizinkan saya untuk menegaskan kembali kualitas 「baik」 ini sementara berjuang dengan sekuat tenaga bekerja sama untuk keindahan 「bersama」 ini!


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 132:17-18

「Langsung Menunjuk Harapan Masa Depan」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 132:17-18 [ITB])
17Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi. 18Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya.」

Dari sumpah Daud (ayat 1-10) sampai sumpah Allah (ayat 11-16), dua perikop ayat ini dengan jelas menunjukkan harapan masa depan. Ayat 17 「Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud」 (atau terjemahan CVT 「Di sanalah Aku akan membuat tanduk Daud menjadi kuat」), 「tanduk」 dalam Perjanjian Lama adalah simbol dari kekuatan, dan mezbah terdapat 「tanduk」, yang merupakan simbol dari kehadiran Allah dan kuasa-Nya. Selain itu, 「tanduk」 juga mengandung makna 「bersinar.」 Dari sini dapat dilihat, 「tanduk」 dan 「pelita」 di ayat 17 adalah antitesis yang identik. Jadi siapakah yang pemazmur tunjuk dengan dalam kata 「orang yang Kuurapi」? Ini menunjuk kepada Daud. Dalam pengertian ini, arti dari ayat 17 adalah untuk menunjuk bahwa karena kehadiran kuasa Allah, maka Daud dapat menjadi kuat dan bersinar! Ini dengan tepat merespon ayat 1, Tuhan sungguh ingat akan Daud, membuat kerajaannya dapat tumbuh seperti tanduk, seperti pelita menerangi sekeliling.

Ada sarjana peneliti Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa ayat ini bahkan menunjuk ke masa depan, karena 「tanduk」 selain melambangkan kemampuan kerajaan Daud, tetapi juga pelambang yang menunjukkan kepada Mesias (Luk. 1:68-69), dan 「pelita」 tidak hanya menunjuk kerajaan Daud adalah pelita bagi Israel, tetapi juga terlebih lagi merujuk kepada Cahaya masa depan, Raja kekal yang selamanya.

Untuk alasan ini maka 「musuh」 pasti akan malu, dan 「raja / Raja」 yang dipilih oleh Allah akan 「bersinar.」 Ini dapat dikatakan merupakan akhir yang pasti dan tidak tergoyahkan, 「kemenangan」adalah sedemikian total. Dengan kata lain, 「kejahatan」 akan hanya dalam frustrasi dalam kekacauan, tetapi 「kebenaran」 akan berbuah di dalam kemenangan. Ini adalah tepat merupakan langkah-langkah praktis yang dituliskan oleh 「harapan」 bagi 「ketaatan」.

Renungkan: 「Harapan」 yang tidak dapat dimusnahkan dihasilkan dari sebuah telaahan atas sejarah, bukan saja merupakan 「introspeksi」, tetapi terlebih lagi merupakan iman kepercayaan yang kokoh. Ini dapat dikatakan merupakan motivasi pendorong penting bagi peziarah di perjalanan ziarah. Mazmur 132 memelihara kenangan kita dan memelihara 「harapan」 kita atas masa depan, melaluinya menuntun kita menuju jalan kedewasaan dan ketaatan. 「Iman」 kita tidak melepaskan diri dari sejarah, lebih lagi tidak pernah meninggalkan kesetiaan 「janji」 TUHAN. Ketika kita menyanyikan mazmur ini, tepat memberikan kita kesempatan untuk mencicipi dengan teliti 「iman」 kita lagi, yang adalah sedemikian benar, begitu nyata, sedemikian abadi tidak berubah.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 132:11-16

「Sumpah dari Allah」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 132:11-16 [ITB])
11TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: 「Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; 12jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu.」
13Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: 14「Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya. 15Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti, 16imam-imamnya akan Kukenakan pakaian keselamatan, dan orang-orangnya yang saleh akan bersorak-sorai dengan girang.

Ayat-ayat ini saling bersambung dan merespon paragraf sebelumnya. Bagian atas dari ayat 11 tidak hanya menanggapi sumpah Daud kepada Tuhan sebelumnya (ayat 2), pada saat yang sama juga menyatakan janji Allah secara lebih konkret.

Kata 「kesetiaan」 di ayat 11 jika diterjemahkan secara langsung berarti 「dalam kebenaran」 atau 「berdasarkan kebenaran」 . Dengan kata lain, sumpah Allah tidak hanya nyata benar adanya, para peziarah tidak bimbang meragukan lagi, karena sumpah Allah benar adanya dan tidak akan berubah.

Sumpah Allah yang memiliki dua bagian:

  1. 「Buah yang keluar dari kandungmu, Aku akan membuat salah satu dari mereka duduk di atas takhtamu」 (ayat 11b, terjemahan Lu Zhen Zhong) (Bandingkan ITB 「Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu」);
  2. 「Anak cucu mereka juga pasti akan selama-lamanya duduk di atas takhtamu」 (ayat 12b, terjemahan Lu Zhenzhong) (Bandingkan ITB 「anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu」), dan syaratnya adalah 「anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka」 (ayat 12a).

Ini menunjukkan bahwa 「janji」 ─ mengandung 「kepatuhan menjaga janji」 dan patuh memelihara melaksanakan 「perintah ajaran」 Allah sebagai dasar.

Sesuai dengan sejarah Israel, kerajaan Daud terbelah pada tahun 931 S.M., dan musnah pada tahun 586 S.M., bahkan jikalaupun orang Israel percaya bahwa 「janji」 akan digenapi, tetapi akhirnya kenyataan dan keinginan adaalh berlawanan. Berharga untuk direnungkan: apakah sumpah Allah telah gagal?

Sesuai dengan ayat 14, Tuhan memilih Sion sebagai 「tempat kediaman-Nya」. Beberapa sarjana peneliti Perjanjian Lama menunjukkan bahwa ini menunjuk kepada Kristus yang datang di masa depan, karena Ia adalah Raja yang duduk di tahta sampai selama-lamanya (Kis. 2:30). Dari sini dapat dilihat, peziarah harus melihat serius 「kepatuhanmenjaga janji」 dan patuh memelihara melaksanakan 「perintah ajaran」 Allah.

Renungkan: 「Ketaatan」 adalah pasti bukanlah sekedar taat dengan rajin tak kenal lelah untuk menjaga aturan agama, tetapi dengan janji Allah sebagai tujuan dan penuh harapan. Inti dari bagian kedua dari Maz. 132 inilah yang diingatkan kepada kita saat ini.

Bagi para peziarah, 「masa lalu」 tidak hanyalah sekedar merupakan catatan sejarah, tetapi pada saat yang sama juga merupakan kekuatan pendorong bagi kita untuk terus bekerja keras hari ini, karena kita tahu bahwa akan ada masa depan yang lebih baik. Pada saat yang sama, 「harapan」 bukalah semacam ketekunan yang terlepas dari realitas, tetapi berakar secara konkret pada 「masa lalu」, 「masa kini」dan 「masa depan」. Peziarah melihat kembali pada 「masa lalu」, berdiri di 「hari ini」, tetapi yakin terhadap 「masa depan」, inilah yang sesungguhnya penyebab terpenting yang membuat kita masih bisa melanjutkan perjalanan! (Karena kita tahu dan yakin akan keselamatan yang sudah diberikan olehTuhan Kita Yesus Kristus hidup, yang bangkit dari kematian.)


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 132:1-10

「Hormat Takut Akan Allah」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 132:1-10 [ITB])
1Nyanyian ziarah.
Ingatlah, ya TUHAN, kepada Daud dan segala penderitaannya, 2bagaimana ia telah bersumpah kepada TUHAN, telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub: 3「Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, tidak akan berbaring di ranjang petiduranku, 4sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap, 5sampai aku mendapat tempat untuk TUHAN, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub.」
6Memang kita telah mendengar tentang itu di Efrata, telah mendapatnya di padang Yaar.
7「Mari kita pergi ke kediaman-Nya, sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.」
8Bangunlah, ya TUHAN, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu! 9Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi! 10Oleh karena Daud, hamba-Mu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!

Mazmur 132 adalah 「Mazmur Ziarah」 yang terpanjang.

Ayat 1 menyebutkan tentang 「penderitaan Daud」 bukanlah menunjuk kepada kesulitan dan tantangan yang ditemui Daud ketika dia masih muda; kemungkinan terbesar di sini adalah kasus 「peristiwa Uza」 yang mengulurkan tangannya kepada tabut TUHAN, lalu memegangnya dan menerima hukuman mati (2 Sam. 6:6-7), urusan ini yang Daud takut, tapi rindu untuk mengambil tabut itu kembali ke Yerusalem. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, Daud memutuskan untuk menempatkan tabut TUHAN di rumah Obed-Edom untuk sementara waktu (2 Sam. 6:9-11). Setelah tiga bulan, mengetahui bahwa TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya, maka Daud memutuskan untuk membawa tabut itu ke kota Daud, dan sementara dalam perjalanan, ia memberikan persembahan ternak, ia bersorak dan menari-nari, berdoa memohon Allah untuk melihat penderitaan dirinya, yakni 「penderitaan」 yang disebutkan dalam ayat 1.

Dalam ayat 2-5 penulis Alkitab telah menggunakan sejumlah identik antitesis ─ 「TUHAN/Yang Mahakuat dari Yakub」 , 「bersumpah/bernazar」 (ayat 2), 「kemah kediamanku/ranjang petiduranku」 (ayat 3); 「mataku tidur/kelopak mataku terlelap」 (ayat 4), 「mendapat tempat/mendapat kediaman」 (ayat 5). Di sini secara total mengungkapkan keinginan Daud untuk membangun sebuah kuil untuk Tuhan dan tekadnya yang kokoh. Penulis Alkitab ingin menunjukkan bahwa Daud sangat antusias tentang Allah, berusaha keras untuk mengatasi semua kesulitan, untuk membawa tabut itu ke Yerusalem, dan kemudian memilih lokasi untuk tabut itu, dan untuk mempersiapkan semua bahan dan tenaga ahli yang dibutuhkan untuk membangun Bait.

Ayat 6 dalam teks bahasa asli dimulai dengan kata 「lihatlah」, tetapi Alkitab Mandarin dan Indonesia tidak menerjemahkannya. Itu ungkapan yang baik tentang keterkejutan dan kegelisahan batin Daud ─ Mengapa tabut itu terus menerus tinggal di Kiryat-Yearim selama 20 tahun (1 Sam. 7:1-2) dan tidak ada yang peduli?

Mengingat ulang sejarah, tabut ─ adalah catatan kehadiran Allah menyertai manusia. Ketika para peziarah dalam perjalanan menyanyikan ayat ini, apa yang mereka ingat mungkin adalah bagaimana di hari-hari dahulu bagaimana bangsa Israel menghadapi orang Filistin yang kuat perkasa, menggunakan tabut sebagai alat dan senjata perlindungan (1 Sam. 4:3-5), bertakhayul menggunakan tabut sebagai senjata rahasia mereka melawan orang Filistin, dan hasilnya adalah kekalahan. Pada saat yang sama mereka mungkin juga diingatkan tentang bagaimana Daud dengan hati yang penuh rasa takut hormat, menari dan merayakan, dan merealisasikan janji ketaatannya menjadi penyembahan terhadap Allah.

Renungkan: Allah tidak dapat dimanipulasi dikontrol oleh kita, maka apakah kita menghadapi Tuhan dengan hati yang hormat? Atau apakah kita seperti bangsa Israel dahulu memanipulasi Allah dengan menggunakan Tabut Perjanjian itu? Banyak kali, kita tidak baik-baik belajar 「taat」, tidak belajar bagaimana menjadi umat Tuhan, bahkan sehingga kita mencoba untuk mengontrol Allah di tangan kita.
Daud ─ dia menunjukkan teladan bagaimana memiliki hati yang jujur menghormati Allah dan melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Peziarah, mungkin sungguh harus belajar pelajaran penting ini!


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 131:1-3

「Rendah Hati Bersandaran kepada TUHAN」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 131:1-3 [ITB])
1Nyanyian ziarah Daud.
TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
2Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
3Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Mazmur 130 dan 131 dapat dianggap sebagai mazmur yang bersambungan. Keduanya mulai dengan situasi dari 「Aku」 (Maz. 130:1 「dari jurang yang dalam aku …」). Nasihat di bagian depan Maz. 131:3 adalah sama dengan bagian depan Maz. 130:7, kemudian bagian akhir Maz. 131:3 adalah sama dengan bagian akhir Maz. 121:8 dan bagian akhir Maz. 125:2, dengan ekspresi 「dari sekarang sampai selama-lamanya」 sebagai penutup. Beberapa sarjana peneliti Perjanjian Lama percaya bahwa kita mungkin dapat menyambungkan Maz. 130:5-6 dengan Maz. 131. Dan Maz. 131 ini sesungguhnya menyatakan seruan dan nasehat pemazmur kepada para peziarah, hendaknya dengan iman percaya bersandar kepada TUHAN Allah.

Meskipun singkat namun isinya sangat berlimpah. Dalam ayat 1 saja, pemazmur telah menggunakan tiga kata negatif: 「tidak」 (「tidak tinggi hati」, 「tidak memandang dengan sombong」, 「tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar」). Dari sini dapat dilihat, pemazmur di bagian awal menggunakan kata negatif secara 「terbalik」 mengungkapkan sikap 「antusias」 ─ menolak 「hati yang sombong」, untuk menjauhkan diri dari 「memandang rendah orang lain」, dan untuk menolak 「menghalalkan segala cara」 ─ yaitu, dari 「kesombongan」 yang ada di dalam sampai 「sombong」yang diekspresikan keluar, dan bahkan tindakan yang menghalalkan segala cara, semua adalah pemazmur ingin mengingatkan para peziarah untuk mengatakan 「tidak」.

Di bagian awal ayat 2 yang tersambung dengan tiga 「tidak」di ayat sebelumnya, dalam bahasa asli dimulai dengan kata 「jikalau tidak」, tapi hampir tidak ada terjemahan yang menuliskannya (ITB menggunakan kata 「Sesungguhnya」). Melalui ekspresi 「jikalau tidak」, pemazmur hendak menegaskan prinsip yang ia pegang ─ dia tidak peduli tentang 「kata-kata besar berambisi tinggi」, tidak mau 「ambisius melihat dengan tinggi」, hanya peduli dengan stabil tenang menginjakkan kaki secara realistis (menenangkan dan mendiamkan jiwaku), seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, benar-benar bersandar mengandalkan secara totalitas kepada TUHAN. Dengan demikian ini, pemazmur bertekad sepenuh hati untuk 「berharap (menengadah memandang)」 kepada Allah (ayat 3) , bagi dia tidak ada yang lebih penting daripada ini.

Di bagian akhir dari mazmur ini, pemazmur berdasarkan kebenaran di atas, mengimbau bangsa Israel untuk 「Berharap kepada TUHAN / Israel / dari sekarang sampai kekekalan」 (disusun berdasarkan teks bahasa asli). Beberapa peneliti bahkan menyambungkan ini dengan 「pengharapan」 yang akan datang kelak, menunggu TUHAN bertindak, sebagai tanggapan keadaan sekarang (dan bahkan situasi yang dijelaskan dalam Mazmur 130).

Renungkan: Peringatan dari pemazmur ini sangat penting! Seringkali kita memiliki ambisi yang sulit dikendalikan dalam batin kita, yang dengan tepat berlawanan dan berbenturan dengan iman dan sikap hidup bersandar kepada Allah yang seharusnya sudah ada dimiliki dalam kehidupan para peziarah, sehingga kita bergumul merontah dalam mengejar dan merealisasikan diri kita sendiri, tetapi mengabaikan apa yang dikatakan pemazmur sebagai sikap 「bayi」 yang demikian sederhana, dan mempercayai Tuhan.

Pemazmur ingin kita mengerti bahwa di jalan ziarah ini, kita dapat berjalan dengan baik dan menyelesaikannya, bukan karena berapa besar hebat kemampuan kita, tetapi justru karena kita semua dengan rasa takut hormat berharap kepada Tuhan dan iman yang bersandar bahwa Tuhan memimpin kita.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 130:4-8

「Pengharapan Saat di Jurang Ngarai yang Dalam」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 130:1-8 [ITB])
1Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
2Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
3Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
4Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
5Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
6Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
7Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
8Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Dengan membawa peringatan tentang 「jurang ngarai yang dalam」 yang disebutkan dalam teks sebelumnya (ayat 1-3) untuk melanjutkan ke bagian bawah (ayat 4-8) dan berbicara tentang 「harapan saat berada di ngarai yang dalam」, sungguh benar-benar adalah sebuah panduan yang sangat penting. Para peziarah menghadapi dosa individu 「yang mendalam」, sebenarnya anugerah apa yang disebut dalam ayat 4? Ini adalah pengampunan dosa yang memungkinkan kita untuk menghidupkan kembali harapan dalam 「jurang ngarai」ini. Pada kenyataannya, tidak ada anugerah yang lebih besar daripada ini, karena 「hidup」 benar-benar lebih penting daripada 「segala apapun yang ada dalam kehidupan!」

Dalam Mazmur 130 ini, pemazmur memberitahukan kepada kita bahwa hal yang membuat kita jatuh ke dalam jurang, bukanlah kesulitan yang ada dalam perjalanan ziarah; apa yang benar-benar membuat kita jatuh bukanlah serangan eksternal dan kesulitan ─ justru adalah 「dosa」 yang mencengkeram dan menghantui kita.

Pemazmur menengadahkan kepala memandang kepada langit, bukanlah menunggu manfaat keuntungan dari Allah datang dituangkan ke atas dirinya, tapi ia menengadah kepada belas kasihan Tuhan, karena pemazmur mengerti bahwa seorang yang hidup dalam dosa (berada 「di jurang yang dalam」), jikalaupun dalam hidupnya terdapat kelimpahan yang sebesar apapun, kepuasan yang besarpun, sebenarnya hanya merupakan 「kesenangan dalam dosa.」 Apakah ini adalah yang kita sekelompok peziarah ingin kejar? (Pembebasan dari dosa yang diberikan Allah jauh lebih berharga daripada segala kemakmuran dan kenikmatan. Allah lah Pengharapan kita saat di jurang ngarai yang dalam.)

Renungkan: Mazmur 130 memang bukan mazmur yang 「enak dipandang」, karena tanpa ampun menguakkan keadaan kita saat ini yang menderita dan penuh kesulitan, ketika kita berpikir kita dapat menggunakan hidup dan materi untuk melabur dan menghiasi kehidupan kita, mazmur ini justru menekan kita untuk menghadapi hidup, menghadapi dengan serius dosa kejahatan kita. Perkataan dari pemazmur 「jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?」 masih tetap merupakan apa yang harus kita perhatikan dengan serius!

Marilah kita berdiri dengan keberanian, menengadahkan kepala berharap kepada Bapa di surga, setiap hari dengan hati jujur menghadapi kehidupan, meminta Allah untuk menghapus segala dosa kita, dan berseru kepada Tuhan: 「Tuhan! Berbelas kasihanlah kepada saya, orang berdosa ini.」Ini adalah apa yang para peziarah benar-benar ingin berdoa kepada Allah.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 130:1-3

「Seruan dari Jurang Ngarai yang Dalam」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 130:1-8 [ITB])
1Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
2Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
3Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
4Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
5Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
6Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
7Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
8Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Salah satu hal yang paling istimewa dari Mazmur 130 adalah bahwa ia secara langsung mengikuti Mazmur 129. Ayat-ayat Mazmur 129 menunjukkan bagaimana para peziarah menghadapi serangan dari luar. Tapi bagaimana dengan Mazmur 130? Dari luar beralih ke dalam, tidak lagi fokus pada kesulitan eksternal, tetapi mata kita diarahkan pada individu. Di bawah pengaturan ini, apakah sebenarnya yang pemazmur ingin kita pahami?

Pemazmur ingin mengingatkan kita untuk tidak fokus hanya pada kesulitan eksternal, sehingga setiap hari kita hanya berseru memanggil Allah untuk dengan cara begini membantu saya dan dengan cara begitu membantu saya. 「Mazmur Ziarah」 telah datang sampai di sini dan apakah para peziarah masih tidak yakin dengan iman yang pasti bahwa tetap ada perlindungan Allah dalam penderitaan? Apakah iman kita hanya untuk membantu kita menyingkirkan kesulitan dan memberkati kita agar segala sesuatu ada dalam kemakmuran dan sesuai kehendak kita?

Dalam puisi ini, pemazmur ingin kita mengerti bahwa orang-orang yang benar-benar mampu membuat kita jatuh di perjalanan ziarah, pasti tidak hanya kesulitan eksternal, bukanlah serangan apa atau cedera apa, lalu sebenarnya apa? Tetapi adalah masalah 「dosa」 yang hendak ditargetkan oleh Pemazmur, yakni adalah masalah 「dosa」 dalam hidup kita.

Jika kita menerjemahkan secara langsung Maz. 130:1, 「di kedalaman / aku berseru kepada / TUHAN.」 Penulis Mazmur sejak awal dengan jelas tanpa pernah menyembunyikan, ia mengatakan bahwa seluruh hidupnya (tubuh, hati, roh) terjerumus situasi menyakitkan yang sangat dalam. Rasa sakit penderitaan mendalam ini, justru bukan berasal dari tantangan dan pencobaan apapun, atau juga bukan karena di dalam perjalanan hidupnya bertemu kesulitan atau pukulan apa, sebaliknya, itu berasal dari 「dosa」 pribadi ─ bahwa orang percaya karena ketidakmampuan dirinya dalam menghadapi dosa keji yang sangat buruk, membuat keseluruhan diri manusia seperti jatuh ke dalam jurang, tidak dapat melepaskan diri dari rasa sakit penderitaan semacam itu. Pemazmur di sini benar-benar sangat serius dalam pemakaian kata. Kata 「kedalaman」 itu sendiri membawakan suatu makna 「terisolasi」, dengan kata lain, dosa membuat pemazmur dan Tuhan terisolasi. (Demikian juga neraka membawa makna keterpisahan terisolasi dari Allah)

Renungkan: kita mulai dari percaya sampai hari ini, di dalam waktu bertahun-tahun, apakah kita masih dengan serius menghadapi masalah dosa kita sendiri, memohon kasih karunia Allah untuk pengampunan, dan berusaha untuk meninggalkan dosa? Pemazmur berbicara dengan sangat baik: 「Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?」 (Maz. 130: 3) Ayat ini memang merupakan peringatan yang sangat penting kepada saya hari ini yang memandang rendah keseriusan dari 「dosa kejahatan.」


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).