「Kebangunan Masa Depan: Pondok Daud Dipulihkan」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amos 9:11-15 [ITB])
11 「Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, 12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,」 demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.
13 「Sesungguhnya, waktu akan datang,」 demikianlah firman TUHAN, 「bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran. 14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. 15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,」 firman TUHAN, Allahmu.

Tiba-tiba, fokus pena Amos beralih dan membawa pembaca ke Hari TUHAN, keadaan yang pasti terjadi setelah penghakiman akhir. Penghakiman seperti membawakan putus asa paling hebat (ultima), lalu ketika penghakiman adil benar berakhir, akan tiba hari saatnya rahmat anugerah dan belas kasihan Allah datang kembali, dan Allah akan mengingat perjanjian dengan Israel.
Allah yang mengambil inisiatif untuk membangun kembali, pertama-tama Ia akan membangun kembali kemah Daud yang runtuh, sehingga kerajaan Daud dapat dipulihkan kembali. Allah pasti mengingat janji yang diberikan kepada Daud melalui nabi Natan (2 Sam. 7:5, 16, klik untuk membaca), ketika Daud melihat bahwa tabut Allah masih berada di tabernakel, Daud rindu membangun Bait Suci bagi Tuhan, tetapi Allah melalui nabi Natan menjawab Daud dengan janji untuk membangun kemah permanen selama-lamanya, sebuah kerajaan yang permanen selama-lamanya, ini merupakan nubuat Mesias akan datang dari keturunan Daud. Kemah Daud di hari akhir akan didirikan kembali, namun itu bukan merupakan kerajaan Yehuda atau kerajaan Israel, tetapi kembali seperti saat kerajaan belum terbelah, tidak ada perpecahan menjadi utara dan selatan karena perilaku manusia, seperti pada zaman dahulu kala. Kedua, adalah bahwa Tuhan akan menutup pecahan dindingnya, belahan tembok ini (Amos 4:3) merupakan kehancuran yang memungkinkan umat Allah ditawan keluar dan dibawa ke tanah pengasingan, mereka ditawan karena mereka tidak memiliki keadilan dan kebenaran karena tidak melakukan perintah Allah, Allah akan datang memperbaiki oleh diri-Nya sendiri, membangun oleh diri-Nya sendiri, untuk menciptakan ulang oleh diri-Nya sendiri, Mesias akan datang, memulihkan kemuliaan umat Allah seperti sebelumnya di zaman dahulu kala.
Edom adalah keturunan dari Esau, dan Edom mulai dari awal sejak dari leluhur Esau sudah bertengkar saling berebut dengan Yakub, 「Edom」 digunakan sebagai simbol untuk mengekspresikan permusuhan dunia terhadap kerajaan Allah, Edom dijungkirbalikkan menunjukkan / mengacu pada keadaan semua kekuatan pemberontak sepenuhnya berakhir. Nabi Amos melihat bahwa di masa akhir, sisa Edom dan semua bangsa yang atasnya Nama Allah disebut (milik Allah) akan diberikan diambil alih Israel, membentuk Israel baru. Di gereja mula-mula, rasul Yakobus mengutip Amos untuk menjelaskan bahwa keselamatan orang-orang non Yahudi merupakan kehendak Allah: 「Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: 『Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula』」(Kis. 15:14-18), apa yang Yakobus maksudkan bahwa nabi Amos telah menunjukkan adalah rencana Allah bahwa bangsa-bangsa asing akan menjadi milik Allah, orang percaya non Yahudi maupun orang Yahudi dapat menjadi umat Allah.
Renungkan:
Dari kegelapan penghakiman tiba-tiba berpindah ke cahaya keselamatan semua bangsa-bangsa, tidak disebutkan faktor manusia ─ apa yang harus dilakukan oleh para pendengar? Tidak ada, tidak ada sama sekali! Tidakkah ini sama dengan orang Israel dipilih, untuk keluar dari Mesir masuk ke tanah Kanaan? Tetapi ketika mereka menjadi umat Allah, Allah itu kudus, mereka harus menjadi kudus; Allah itu adil benar, dan mereka harus menjadi adil benar; Allah penuh belas kasihan, dan mereka juga harus memiliki belas kasihan kepada orang yang tidak berdaya; umat Allah harus hidup menaati sesuai dengan firman Allah dan meninggikan serta menghormati Dia. Allah mengutus Tuhan Yesus Kristus ke dunia dari surga dan menjelma jadi manusia, Ia menjadi seorang hamba, yang memiliki hati yang taat, bahkan sampai mati, di kayu salib. Manusia hanya perlu menerima, percaya saja maka akan menerima keselamatan, tidak ada yang perlu dilakukan untuk menerima keselamatan. Tetapi bagaimana setelah percaya? Jangan ulangi kesalahan yang sama, jangan hidup di jalan orang Israel zaman nabi Amos!
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan pemahaman Kitab Amos
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.
