Tag Archives: Kesempatan Bertobat

Amos 9:11-15

「Kebangunan Masa Depan: Pondok Daud Dipulihkan」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 9:11-15 [ITB])
11 Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, 12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.

13 Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran. 14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. 15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, firman TUHAN, Allahmu.

Sesungguhnya, waktu akan datang

Tiba-tiba, fokus pena Amos beralih dan membawa pembaca ke Hari TUHAN, keadaan yang pasti terjadi setelah penghakiman akhir. Penghakiman seperti membawakan putus asa paling hebat (ultima), lalu ketika penghakiman adil benar berakhir, akan tiba hari saatnya rahmat anugerah dan belas kasihan Allah datang kembali, dan Allah akan mengingat perjanjian dengan Israel.

Allah yang mengambil inisiatif untuk membangun kembali, pertama-tama Ia akan membangun kembali kemah Daud yang runtuh, sehingga kerajaan Daud dapat dipulihkan kembali. Allah pasti mengingat janji yang diberikan kepada Daud melalui nabi Natan (2 Sam. 7:5, 16, klik untuk membaca), ketika Daud melihat bahwa tabut Allah masih berada di tabernakel, Daud rindu membangun Bait Suci bagi Tuhan, tetapi Allah melalui nabi Natan menjawab Daud dengan janji untuk membangun kemah permanen selama-lamanya, sebuah kerajaan yang permanen selama-lamanya, ini merupakan nubuat Mesias akan datang dari keturunan Daud. Kemah Daud di hari akhir akan didirikan kembali, namun itu bukan merupakan kerajaan Yehuda atau kerajaan Israel, tetapi kembali seperti saat kerajaan belum terbelah, tidak ada perpecahan menjadi utara dan selatan karena perilaku manusia, seperti pada zaman dahulu kala. Kedua, adalah bahwa Tuhan akan menutup pecahan dindingnya, belahan tembok ini (Amos 4:3) merupakan kehancuran yang memungkinkan umat Allah ditawan keluar dan dibawa ke tanah pengasingan, mereka ditawan karena mereka tidak memiliki keadilan dan kebenaran karena tidak melakukan perintah Allah, Allah akan datang memperbaiki oleh diri-Nya sendiri, membangun oleh diri-Nya sendiri, untuk menciptakan ulang oleh diri-Nya sendiri, Mesias akan datang, memulihkan kemuliaan umat Allah seperti sebelumnya di zaman dahulu kala.

Edom adalah keturunan dari Esau, dan Edom mulai dari awal sejak dari leluhur Esau sudah bertengkar saling berebut dengan Yakub, Edom digunakan sebagai simbol untuk mengekspresikan permusuhan dunia terhadap kerajaan Allah, Edom dijungkirbalikkan menunjukkan / mengacu pada keadaan semua kekuatan pemberontak sepenuhnya berakhir. Nabi Amos melihat bahwa di masa akhir, sisa Edom dan semua bangsa yang atasnya Nama Allah disebut (milik Allah) akan diberikan diambil alih Israel, membentuk Israel baru. Di gereja mula-mula, rasul Yakobus mengutip Amos untuk menjelaskan bahwa keselamatan orang-orang non Yahudi merupakan kehendak Allah: Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula』」(Kis. 15:14-18), apa yang Yakobus maksudkan bahwa nabi Amos telah menunjukkan adalah rencana Allah bahwa bangsa-bangsa asing akan menjadi milik Allah, orang percaya non Yahudi maupun orang Yahudi dapat menjadi umat Allah.

Renungkan:
Dari kegelapan penghakiman tiba-tiba berpindah ke cahaya keselamatan semua bangsa-bangsa, tidak disebutkan faktor manusia ─ apa yang harus dilakukan oleh para pendengar? Tidak ada, tidak ada sama sekali! Tidakkah ini sama dengan orang Israel dipilih, untuk keluar dari Mesir masuk ke tanah Kanaan? Tetapi ketika mereka menjadi umat Allah, Allah itu kudus, mereka harus menjadi kudus; Allah itu adil benar, dan mereka harus menjadi adil benar; Allah penuh belas kasihan, dan mereka juga harus memiliki belas kasihan kepada orang yang tidak berdaya; umat Allah harus hidup menaati sesuai dengan firman Allah dan meninggikan serta menghormati Dia. Allah mengutus Tuhan Yesus Kristus ke dunia dari surga dan menjelma jadi manusia, Ia menjadi seorang hamba, yang memiliki hati yang taat, bahkan sampai mati, di kayu salib. Manusia hanya perlu menerima, percaya saja maka akan menerima keselamatan, tidak ada yang perlu dilakukan untuk menerima keselamatan. Tetapi bagaimana setelah percaya? Jangan ulangi kesalahan yang sama, jangan hidup di jalan orang Israel zaman nabi Amos!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 9:1-10

「Penglihatan 5: Tuhan di samping Mezbah」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 9:1-10 [ITB])
1 Kulihat Tuhan berdiri dekat mezbah, dan Ia berfirman: Pukullah hulu tiang dengan keras, sehingga ambang-ambang bergoncang, dan runtuhkanlah itu ke atas kepala semua orang, dan sisa-sisa mereka akan Kubunuh dengan pedang; tidak seorangpun dari mereka akan dapat melarikan diri, dan tidak seorangpun dari mereka akan dapat meluputkan diri. 2 Sekalipun mereka menembus sampai ke dunia orang mati, tangan-Ku akan mengambil mereka dari sana; sekalipun mereka naik ke langit, Aku akan menurunkan mereka dari sana. 3 Sekalipun mereka bersembunyi di puncak gunung Karmel, Aku akan mengusut dan mengambil mereka dari sana; sekalipun mereka menyembunyikan diri terhadap mata-Ku di dasar laut, Aku akan memerintahkan ular untuk memagut mereka di sana. 4 Sekalipun mereka berjalan di depan musuhnya sebagai orang tawanan, Aku akan memerintahkan pedang untuk membunuh mereka di sana. Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kecelakaan dan bukan untuk keberuntungan mereka.

5 Tuhan ALLAH semesta alamlah yang menyentuh bumi, sehingga bergoyang, dan semua penduduknya berkabung, dan seluruhnya naik seperti sungai Nil, dan surut seperti sungai Mesir; 6 yang mendirikan anjung-Nya di langit dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi, TUHAN itulah nama-Nya.

7 Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku, hai orang Israel? demikianlah firman TUHAN. Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir, orang Filistin dari Kaftor, dan orang Aram dari Kir? 8 Sesungguhnya, TUHAN Allah sudah mengamat-amati kerajaan yang berdosa ini: Aku akan memunahkannya dari muka bumi! Tetapi Aku tidak akan memunahkan keturunan Yakub sama sekali, demikianlah firman TUHAN. 9 Sebab sesungguhnya, Aku memberi perintah, dan Aku mengiraikan kaum Israel di antara segala bangsa, seperti orang mengiraikan ayak, dan sebiji batu kecilpun tidak akan jatuh ke tanah. 10 Oleh pedang akan mati terbunuh semua orang berdosa di antara umat-Ku yang mengatakan: Malapetaka itu tidak akan menyusul dan tidak akan mencapai kami.

Gandum yang diayak

Empat penglihatan sebelumnya adalah diperlihatkan oleh Allah kepada nabi Amos (Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku Amos 7:1, 4, 7; 8:1), tetapi penglihatan kelima adalah nabi Amos yang mengambil inisiatif melihat bahwa Tuhan berdiri dekat mezbah (Amos 9:1). Dia melihat mezbah, dan fokusnya adalah pada Tuhan — Tuhan pencipta, Tuhan Penguasa pemerintahan, Tuhan keselamatan, dan Tuhan penghakiman — Tuhan (Tuan) seluruh bumi alam semesta berdiri, karena sudah waktunya akhir tiba, Dia bukan Raja yang hanya duduk dan memerintah. Ia berdiri, Ia akan bertindak, dan penghakiman terakhir dimulai dari tempat kudus. Sarana penghakiman adalah gempa bumi (Amos 9:1) dan penawanan (Amos 9:4).

Tempat kudus Betel dibangun oleh Yerobeam I ketika dinasti Solomon terpecah menjadi kerajaan Israel dan Yehuda, ia membuat anak lembu emas, mengangkat orang Filistin sebagai imam, menentukan sendiri jadwal hari raya, dan ia sendiri yang membakar dupa di atas mezbah (1 Raj. 12:28-32), ini tidak dilakukan sesuai dengan perintah TUHAN, ia lakukan semuanya untuk kepentingan diri sendiri, dan membawa orang Israel untuk berbuat dosa dan melanggar Allah; semua ritual agama menyenangkan manusia, dapat dikatakan palsu. Allah memerintahkan untuk menyerang tempat kudus, (ayat 1 … Pukullah hulu tiang dengan keras, sehingga ambang-ambang bergoncang, dan runtuhkanlah itu … (ITB), lihat juga … Pukullah keras-keras kepala-kepala tiang … supaya seluruh serambi berguncang. Robohkan tiang-tiang itu … (ISH atau NLT)) mulai dari bagian atas kolom tiang penyangga, ke ambang bagian bawah pintu, dan diguncang, dari atas ke bawah sepenuhnya dihancurkan, jelas diguncang gempa bumi. Siapa yang diberi perintah pukullah (kamu) di sini? Apakah nabi Amos? Apakah itu malaikat utusan Tuhan? Bagaimanapun, hasilnya adalah bahwa meskipun banyak orang yang berusaha melarikan diri, di antara mereka terdapat para imam dan para pendukung yang membantu ibadat adalah yang pertama-tama menghadapi bencana, dan mereka tidak bisa selamat; nabi Amos juga menggambarkan pelari cepat, orang kuat, pahlawan, pemegang panah, orang yang cepat kaki, menunggang kuda, tidak ada yang dapat melarikan diri (Amos 2:14-15). Allah membuat tempat kudus mereka runtuh, menimpa mati banyak orang, tetapi penghakiman belum juga selesai, jikalaupun orang dapat lolos dari bencana gempa bumi, Allah masih akan menggunakan pedang musuh untuk membinasakannya, sehingga tidak ada yang bisa melarikan diri dan sepenuhnya dihancurkan.

Orang Israel tidak dapat menemukan tempat berlindung di dunia supranatural – di alam maut ataupun naik ke langit surga, di dunia orang mati pun mereka tidak dapat bersembunyi , apalagi naik ke langit di surga rumah Allah; orang Israel juga tidak dapat menemukan tempat perlindungan di dunia natural, dan naik ke puncak gunung Karmel, atau dasar lautan yang paling bawah, semuanya tidak dapat melarikan diri; bahkan jika negaranya sudah binasa dan mereka ditawan ke tempat yang jauh, itu tidak dapat melepas mereka dari tragedi terbunuh; karena Allah telah mengarahkan mata-Nya kepada umat Israel, memutuskan untuk hanya membawakan kecelakaan bencana dan bukan seperti dulu lagi untuk berkat kepada mereka.

Kehancuran orang Israel bukan karena Allah yang kurang kuasa kekuatan, tetapi sebaliknya, dalam nyanyian di ayat 5-6, Allah digambarkan sebagai penguasa seluruh bumi alam semesta, dan bumi ada dalam kendali pemerintahan-Nya (Amos 9:5a) , semua yang hidup yang ada di bumi juga ada dalam tangan kuasa-Nya (Amos 9:5b), perubahan di bumi dalam kelola Allah (Amos 9:5c), yang ada di langit / surga (Amos 9:6a) dan di bumi (Amos 9:6b) semua adalah milik-Nya, di bawah perintah-Nya (Amos 9:6c). Israel dihancurkan karena mereka membuat tanggapan respons penuh kepalsuan kepada Allah yang membuat perjanjian dengan mereka.

Allah kemudian membuat perbandingan antara orang Israel, dengan orang Etiopia, orang Filistin, dan orang Aram, dan menunjukkan kepada orang Israel bahwa Allah memandang sama semua bangsa di bumi. Orang Etiopia berada di ujung selatan Sungai Nil, dan mungkin juga merujuk pada orang Mesir. Migrasi perpindahan manusia dikendalikan oleh Allah, sama seperti orang Israel meninggalkan Mesir dan memasuki Kanaan, orang Filistin meninggalkan Kaftor untuk memasuki tanah Gaza, dan orang Aram dibawa keluar dari Kir ke padang pasir Arab, semuanya ada dalam pimpinan dituntun dan dikendalikan oleh Allah. Tuhan juga memeriksa semua bangsa di bumi dan menghakimi dosa kesalahan mereka, sebagaimana yang diberitakan nabi Amos di awal (Amos 1:3 – 2:3). Allah hendak menghancurkan mereka sepenuhnya dari tanah (ayat 8).

TUHAN meninggalkan sebuah kata pengharapan kepada Amos: Tetapi Aku tidak akan memunahkan keturunan Yakub sama sekali (Amos 9:8). Dia akan menyimpan sisa-sisa keturunan Yusuf (Amos 5:15) penuh dengan belas kasihan, keadilan, dan kesetiaan, mengingat perjanjian-Nya dengan Daud, sehingga orang Israel tidak akan sepenuhnya hancur. Siapa mereka yang tidak dipunahkan itu? Atau, siapa yang tidak bisa berada di antara mereka? TUHAN menggunakan perumpamaan mengayak gandum, sesuai perintah Allah maka orang Israel tertawan di antara bangsa-bangsa, seperti gandum yang diayak, hanya menyisakan kerikil dan kotoran; mereka yang terbuang itu adalah yang salah berpikir bahwa Allah telah membuat perjanjian dengan mereka maka berkat anugerah Allah tidak pernah akan meninggalkan mereka, sehingga mereka mengatakanMalapetaka itu tidak akan menyusul dan tidak akan mencapai kami; penghakiman Allah datang kepada mereka terutama karena mereka tidak melakukan yang terbaik untuk menjalankan apa yang seharusnya dilakukan sebagai umat Allah. Bagaimana dengan orang lain? Bagaimana seharusnya sisa-sisa lainnya? Mereka adalah orang yang bersedia tahu diri berdosa, bertobat, dan kembali kepada Allah.

Renungkan:
Amos mengingatkan orang-orang Israel pada saat itu, dan Amos juga mengingatkan orang-orang percaya hari ini, bahwa kita harus menghargai rahmat anugerah yang telah diberikan Allah, menghargai dan menggunakan kesempatan bisa introspeksi diri di hadapan Tuhan, menyayangi kesempatan bertobat yang ada, dan menghargai kesempatan untuk saling mengingatkan.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ester 3:7-11

「Segala Hal ada dalam Ketentuan Allah」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 3:7-11 [ITB])
7 Dalam bulan pertama, yakni bulan Nisan, dalam tahun yang kedua belas zaman raja Ahasyweros, orang membuang pur — yakni undi — di depan Haman, hari demi hari dan bulan demi bulan sampai jatuh pada bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar. 8 Maka sembah Haman kepada raja Ahasyweros: 「Ada suatu bangsa yang hidup tercerai-berai dan terasing di antara bangsa-bangsa di dalam seluruh daerah kerajaan tuanku, dan hukum mereka berlainan dengan hukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan mereka, sehingga tidak patut bagi raja membiarkan mereka leluasa. 9 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja.」 10 Maka raja mencabut cincin meterainya dari jarinya, lalu diserahkannya kepada Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru orang Yahudi itu, 11 kemudian titah raja kepada Haman: 「Perak itu terserah kepadamu, juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kaupandang baik.」

Hati Haman penuh dendam kepada Mordekhai yang tidak mau berlutut dan sujud kepada dirinya, hendak menyingkirkan duri dalam mata ini. Maka sebelum ia memberitahu raja, telah membuang pur yakni undi, untuk memilih hari baik, untuk membunuh Mordekhai dan semua orang Yahudi. Ada beberapa aspek dari konspirasi Haman yang pantas diperhatikan.

Pertama-tama, ia mengeskalasi perseteruan pribadi dengan Mordekhai menjadi kepada seluruh bangsa Yahudi, dan hukuman yang sangat tidak proporsional. Konspirasi pembunuhan ini menjadi tidak ada bedanya dengan pembersihan dan pembantaian etnis. Kedua, ia menggunakan cara setengah kebenaran dan setengah kebohongan untuk memanipulasi raja Ahasyweros agar mendukung konspirasinya; pertama-tama ia menghindari menyebutkan bahwa kelompok ini adalah orang-orang Yahudi diaspora dan kelompok etnis yang spesial berbeda dengan etnis lain, hanya menyebutkan bahwa aturan suku ini berbeda dari orang-orang Persia, dan tidak menaati hukum yang dibuat raja. Ini adalah hanya setengah kebenaran, memang kitab Taurat Yahudi berbeda dari kerajaan Persia, tetapi hal tersebut adalah dalam ranah keagamaan; setengah lainnya adalah dusta, Taurat Musa tidak pernah meminta siapa pun untuk melanggar hukum negara. Akhirnya, Haman menggunakan jurus andalan terakhir untuk memikat Ahasyweros membuat keputusan yang memungkinkan dia untuk membunuh seluruh bangsa. Usulannya adalah sangat menggoda, ia akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja, sekitar 340 ton perak murni, sebesar pemasukan pajak setengah tahun dari seluruh kerajaan Persia. Dari mana Haman mendapatkan sejumlah besar uang? Ini mungkin dari wol yang tumbuh di tubuh domba, sebagian uang ini di rampas dari orang Yahudi yang dibunuh (lihat Est. 3:13). Ahasyweros setelah perang Persia dan Yunani pulang dengan tangan kosong, perbendaharaannya kosong, saran Haman ini memang sangat menarik.

Ahasyweros tanpa banyak tanya bangsa apa yang hendak dibunuh, dengan enteng menyetujui Haman. Hal ini tidak mengherankan, karena dia memang serakah, rentan terhadap pengaruh para pembesar, hal ini terbukti dalam peristiwa penghapusan kedudukan ratu Wasti (Est. 1:16-22) dan pemilihan ratu baru (Est. 2:2-4). Bagaimana bisa nasib mati hidupnya rakyat jelata ada dalam perhatian mata seorang tirani? Apalagi hatinya benar-benar tergoda pada suap besar Haman (Est. 3:11), dan bahkan tidak bertanya dari mana asal uang itu. Berkatalah raja kepada Haman, 『Perak itu terserah kepadamu, juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kaupandang baik』 (Est. 3:11a) Kalimat ini, pada permukaan luar terlihat sepertinya raja menolak suap dari Haman ini, pada kenyataannya secara halus dan licin telah menerima usulan Haman. Ini bisa diketahui dari perkataan Ester di kemudian bahwa bangsanya sudah terjual (Est. 7:4), dan dipastikan dari tradisi oriental yang bersifat eufemisme (lihat Kej. 23 pembelian Abraham dari Efron, orang Het. Kej. 23:15-16). Penyalahgunaan kekuasaan memang mengerikan, dan ini memang penggambaran terbaik dari frasa 「Kekuasaan memiliki kecenderungan untuk membusuk, kekuasaan absolut mutlak korup.」

Siasat Haman dan keputusan raja yang tidak bertanggung jawab telah mendirikan gambaran penuh horor. Tetapi siapakah penguasa tertinggi nasib orang-orang? Penulis kitab, meskipun tidak secara langsung merujuk kepada TUHAN Allah Yehovah, tetapi secara tidak langsung telah menyatakan bahwa segala sesuatu ada di dalam tangan kuasa-Nya. Haman pada bulan 1 membuang undi, Allah memakai kepercayaan takhayul dirinya, membiarkan dia mendapatkan undi hari baik di bulan 12, artinya ada waktu 11 bulan lagi baru dilaksanakan rencana dirinya. Periode waktu ini sudah cukup memungkinkan Ester untuk mengubah pikiran raja. Karena Alkitab mengatakan 「Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN」 (Amsal 16:33).
(Apakah anda termasuk golongan yang mana? Apakah golongan pemegang kuasa besar dan dapat bertindak seperti Ahasyweros atau Haman? Tidak peduli anda termasuk golongan manapun, ingatlah bahwa Dia Allah Pemegang Kuasa yang tertinggi, sering bertindak dalam kebisuan, untuk memberikan kita kesempatan introspeksi diri. Haman diberi waktu 11 bulan.)

Renungkan:
Ketika hal kemalangan datang kepada Anda, apakah Anda percaya bahwa Allah Yehovah masih memegang kendali dari segala sesuatu dan akan mengubah segala bencana menjadi kesempatan? Bahkan jika sebaliknya, apakah Anda percaya Dia juga memberikan Anda cukup kekuatan untuk menghadapi?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.