Tag Archives: Zaman Baru

Filipi 2:9-11

「Bersedia mengenal rencana Allah」

Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Flp. 2:9-11 [ITB])
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!

(Yes. 45:23-25 [ITB])
23 Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, 24 sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu, 25 tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam TUHAN』」

Akhir dari kisah artinya tidak hanya akhir dari plot, tetapi terlebih lagi membuat penilaian dan sudut pandang (point of view) terhadap apa yang terjadi sebelumnya. Dalam kisah yang berakhir gembira, terlepas bagaimana sang protagonis (pelaku karakter utama) mengalami berapa banyak penderitaan, karena pengharapan bahwa pembenaran akhirnya akan diperoleh, maka pelaku peran utama bisa melewati kesulitan, selalu bertekun bertahan sampai pada akhirnya. Sampai pada bagian akhir, pembaca / penonton dapat ikut masuk ke dalam kemenangan sang protagonis (pelaku karakter utama), untuk berbagi sukacita dengannya. Berharga untuk diperhatikan, ketika pembaca sekali lagi mengulang membaca kisah ini, meskipun mereka sudah tahu akhir kisah, sudah tahu isi kisah, tetapi tidak menghalangi pembaca masuk ke dalam kesulitan yang dialami protagonis, pembaca akan terus terasosiasi (terhubung) memikirkan kesulitan saat ini yang sedang dihadapi dirinya dalam kehidupan, dan melalui fakta bahwa protagonis (pelaku utama) akhirnya mendapat kemenangan, pembaca memberitahu diri sendiri bahwa dirinya akan sama mendapatkan kemenangan. Kekuatan kisah ada di sini.

(KBBI: Protagonis adalah tokoh utama dalam kisah.
WIKI: Protagonis adalah orang yang memainkan peran utama, adalah karakter utama dalam sebuah kisah. Protagonis merupakan pembuat keputusan kunci yang mempengaruhi plot suatu kisah. Protagonis sangat berperan dalam alur kisah, sering kali digambarkan sebagai karakter yang menghadapi paling banyak konflik dan rintangan. Konflik dan rintangan ini kemudian akan mengungkapkan kekuatan dan kelemahan karakter protagonis. Dalam sebuah kisah kompleks yang berisi subplot, masing-masing subplot bisa memiliki tokoh protagonisnya sendiri.)

Paulus yang dipandang negatif oleh orang lain, ia melihat Allah meninggikan Kristus sampai yang tertinggi. Flp. 2:9 menggunakan kata itulah sebabnya bukan menggunakan tetapi, tepat mencerminkan bahwa Allah bukan mencoba untuk mengubah nasib buruk Kristus, seakan-akan kasihan melihat Ia menjalani pengalaman menyakitkan maka kemudian mengubah pengalamannya. Dalam Flp. 2:5-8, Allah yang seakan telah menghilang akhirnya muncul, tidak hanya demikian, tetapi juga secara proaktif meninggikan Kristus, justru karena Allah tegas sepenuhnya mengakui kehidupan penderitaan Kristus. Berdasarkan makna harfiah, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan』」, ketika kita tahu Flp. 2:10-11 mengutip Yesaya 45:23 maka untuk memahami makna ayatnya harus dimulai dari hubungan Kitab Yesaya dengan Surat Filipi.

Salah satu perhatian utama dalam Yesaya bagian Kedua, adalah menyatakan bahwa Allah sesungguhnya memilih Koresh raja Persia (Cyrus), sebagai bagian dari rencana keselamatan-Nya (Yes. 45:1). Allah memilih Koresh, tepat untuk mengalahkan Babel, sehingga Yerusalem dapat dibangun kembali. Meskipun Koresh bukan hamba yang sempurna (Yes. 49-55), tetapi nabi Yesaya tetap percaya bahwa bangkitnya dirinya (kekaisaran Persia) merupakan bagian dari rencana Allah. Namun, banyak orang Israel tidak menerima kesaksian ini (Yes. 43:16-18, 45:9-10, 46:12). Koresh adalah yang diurapi (Messiah) dari Allah (Yes. 45:1 Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang …), itu memiliki jarak yang sangat besar dengan pemahaman mereka tentang Allah. Allah memilih untuk memberkati raja asing untuk memberkati umat-Nya? Keselamatan dengan cara yang seperti ini, jika dibandingkan dengan Keluaran dari Mesir, bukankah sudah sangat di luar nalar! (Tapi, apa ada yang tidak mungkin bagi Allah?)

Orang Israel tidak bisa mengenali rencana Allah ini, maka mereka menyimpang dari kebenaran Allah (Yes. 45:24, 46:11-12). Sebaliknya, mereka yang mengikuti Allah, keturunan sejati Israel, yakni mereka yang mau menerima rencana Allah. Mereka akan dibenarkan dan akan bermegah. Sebagaimana Allah di zaman kuno memilih Koresh menjadi hamba-Nya, hari ini Allah juga memilih salib yang dipandang rendah oleh manusia dan penderitaan yang dibenci orang, melalui Kristus menyelesaikan karya keselamatan. Dengan demikian, Paulus penjara dapat menyebarkan Injil, dan membuat Paulus mengalami kasih karunia Allah dan pemahaman yang lebih dalam mengenal akan Kristus, apa ada yang tidak mungkin bagi Allah? Mereka yang berkeras tidak mau menerima, perlu bersiap menerima malu karenanya! Karena ini adalah hari-hari akhir zaman milik Kristus, Allah sudah mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama. Kontras, pemerintahan Koresh hanyalah periode singkat dalam kelanjutan karya keselamatan Allah, tetapi setelah kematian, kebangkitan Kristus dan menantikan kedatangan Kristus kedua kali, sebuah era baru telah tiba. Era apa itu? Sebuah era di mana orang dapat belajar tentang Allah melalui kehidupan orang lain yang rela berkorban membayar harga. (Tentang Allah yang rela menderita, datang menjelma menjadi manusia)

Renungkan:
• Apakah Anda pikir itu mungkin jika seorang Kristen sama sekali tidak menderita bagi Injil? Mengapa?

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat (1 Pet. 4:7). Lonceng akhir sejarah telah berbunyi, apakah Anda merasa sudah siap atau belum?

• Allah telah meninggikan kembali Kristus dari kehinaan, seberapa dalam Anda ikut terlibat? Hanya mereka yang telah menderita bagi Tuhan, pengharapan mereka menantikan kedatangan Tuhan adalah sedemikian besar. Apakah ada bagian kehidupan yang layak mendapatkan pengorbanan Anda membayar harga?


Renungan pemahaman Surat Filipi (November 2021)

Renungan pemahaman semua Surat Filipi

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan November 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 1:5-7

「Menantikan Cara Menyelamatkan yang Mengejutkan Hati?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 1:5-7 [ITB])
5Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
6Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
7Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Secara teknik sastra, Luk. 1:5 adalah sebuah permulaan dari perikop yang lain, menandakan mulainya sebuah zaman baru, mulainya sebuah zaman keselamatan. Kita telah membicarakan Luk. 1:1-4, keempat ayat sebenarnya adalah sebuah kalimat utuh yang indah, memakai teknik penulisan bahasa Yunani yang pada saat itu sangat rumit dan tinggi. Tetapi dalam ayat selanjutnya, teknik penulisan bahasa Yunani yang ia pakai seperti tiba-tiba turun menjadi yang biasa-biasa saja — ia memakai cara yang lebih mudah dimengerti orang dan teknik menulis bahasa Yunani tingkat dasar. Kita mungkin perlu menjawab pertanyaan mengapa Lukas tiba-tiba berubah?

Sebenarnya Lukas telah memakai teknik penulisan dalam Septuaginta (Perjanjian Lama bahasa Yunani) untuk menggambarkan catatan tentang Zakharia, karena bahasa Ibrani merupakan bahasa yang lebih kuno, tata bahasa dan strukturnya tidak serumit seperti bahasa Yunani, maka saat Alkitab Perjanjian Lama bahasa Ibrani hendak diterjemahkan menjadi bahasa Yunani yakni Septuaginta, maka diterjemahkan dengan mempertahankan dan mengikuti tata bahasa bahasa Ibrani. Maka saat Lukas merubah teknik penulisannya, ini menyatakan ia hendak terlebih dahulu kembali ke dalam cara pandang dunia Ibrani untuk menjelaskan pemahaman yang 「sungguh benar」 bahwa Yesus — Mesias yang dijanjikan.

Saat kita melihat ayat 6-7 「Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.」, maka akan menemukan ada beberapa pemakaian kata-kata Perjanjian Lama yang sangat penting: 「tidak bercacat」 (lihat Kej. 17:1), 「tidak mempunyai anak」, 「mandul」(tentang topik “tidak mempunyai anak, mandul”, “barren women motif”, lihat Kej. 16; 25; 1 Sam. 1). Semua ini membuat orang teringat dimulainya zaman Allah melaksanakan keselamatan oleh diri-Nya sendiri. Di zaman Abraham, Allah diri-Nya sendiri membangkitkan umat-Nya — keturunan Abraham hendak mewariskan generasi yang hormat takut dan menyembah Allah yang sesungguhnya, bagi Abraham, istri yang mandul mungkin adalah sebuah keadaan yang sangat sulit, bagaimana menggenapi janji Allah — agar keturunannya seperti bintang di langit, pasir di tepi laut demikian banyak? Tetapi topik 「istri yang mandul」, justru adalah perkara yang hendak Allah kerjakan oleh diri-Nya sendiri, juga dimulainya zaman keselamatan yang membuat orang terkejut tanpa habis. Oleh karena itu di kitab 1 Samuel melanjutkan topik Hana 「perempuan mandul」, menjelaskan hendak mulai berkembangnya topik keselamatan dari Allah. Allah telah membangkitkan Samuel, para nabi, hakim-hakim, imam bagi bangsa Israel untuk memulai berkembangnya sebuah zaman 「yang baru」. Oleh karena itu, Lukas dalam perpindahannya dari teknik penulisan bahasa Yunani beralih menjadi tata bahasa Ibrani, intinya adalah melalui topik 「perempuan mandul」 (barren women motif) menyatakan dimulai berkembangnya zaman baru, penulis memakai perikop pembukaannya untuk menjelaskan bahwa kedatangan Yesus merupakan datangnya zaman baru keselamatan.

Hal tersebut di atas tepat membentuk sebuah kontras perbandingan berintensitas kuat dengan ayat 5 「Pada zaman Herodes, raja Yudea」.

Pada zaman itu, jasa Herodes — telah membangun kembali sebuah Bait Suci yang lebih megah dibandingkan zaman raja Salomo — sehingga bagi sebagian kelompok komunitas orang Yahudi, ia seperti telah menjadi sang penyelamat yang diutus Allah, setidaknya dalam aspek keagamaan, jasanya tidak dapat dipungkiri. Tetapi zaman baru keselamatan yang dibawakan oleh topik 「perempuan mandul」Perjanjian Lama justru sesungguhnya menyatakan: jikalaupun Herodes Agung memiliki jasa dan nama terkenal, tetapi ia bukanlah Sang Penyelamat yang 「sungguh benar」, malah sebaliknya Maria yang rendah status sosialnya justru merupakan orang yang dipakai Allah, dan melahirkan Juruselamat yang 「sungguh benar」.

Renungkan: kita seringkali berpikir cara keselamatan dari Allah demikian megah dan mengejutkan hati, tetapi Alkitab benar-benar menantang pemikiran kita, cara keselamatan yang 「sungguh benar」 yakni digenapkan melalui seorang perempuan kecil, bukankah ini adalah apa yang pernah Allah lakukan di waktu yang dahulu pada diri Abraham, Sarah dan Hana? Ini mendefinisikan ulang apa yang disebut sebagai cara keselamatan yang「mengejutkan hati」. Apakah Allah menggunakan cara penyelamatan yang 「mengejutkan hati」 untuk ikut campur tangan saat kita mengalami kesulitan atau putus asa?


Tambahan Penerjemah:
Kita seringkali menantikan dan meminta pertolongan Allah dalam cara yang kita inginkan, yang 「mengejutkan hati」, tanpa menyadari pertolongan-Nya sudah Ia berikan.
Ataupun kita menolak cara keselamatan yang sudah Allah berikan, kita menghendaki menerima keselamatan dengan cara kita sendiri. Bukan menerima dalam kesadaran akan ketidakmampuan diri, tetapi berpikir kita mampu dengan kekuatan diri. Juga termasuk mengagungkan kemegahan iman diri sendiri yang dikatakan sebagai iman yang kuat 「mengejutkan」 menggetarkan Sorga?