Tag Archives: Kewajiban Umat Allah

Mazmur 133:1

Indahnya 「Bersama-sama」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 133:1-3 [ITB])
1Nyanyian ziarah Daud.
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
2Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
3Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Ini adalah 「Mazmur Ziarah」 yang terpendek , karena dalam mazmur ini fokusnya hanya satu: 「Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!」 Peran ayat 2-3 adalah untuk memberikan penjelasan yang lebih konkret dan terperinci tentang 「bagaimana alangkah baik dan bagaimana alangkah indah」 itu.

Mazmur 133:1 adalah bagian ayat Kitab Suci yang kita semua cukup akrab, namun terjemahan teks yang dipakai mungkin tidak selalu dapat membantu kita untuk memahami dengan jelas berita utama bagian ini. Untuk memahami makna sebenarnya dari ayat ini, ada dua hal yang memerlukan perhatian kami:

  1. Istilah 「lihatlah」 sering ditemukan dalam Perjanjian lama, tetapi terjemahan Alkitab Mandarin sering diabaikan arti dan fungsinya (demikian juga tidak muncul dalam terjemahan ITB), dan gagal untuk sepenuhnya membawakan keluar intisari, spirit yang paling esensi dari kata ini. Melalui penggunaan kata ini, pemazmur hendak mengingatkan semua orang yang sedang 「mendengarkan」 bahwa apa yang saat ini akan ia katakan adalah kebenaran yang sangat penting, hal yang harus diingat oleh setiap peziarah. Jadi kita harus membuka mata kita lebar-lebar dan melihat dengan jelas! Jika demikian, kita jadi paham bahwa kata 「lihatlah」 adalah sebuah kata yang dengan sangat kuat memanggil perhatian pembaca.
  2. 「Alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun」, mungkin salah satu kalimat emas yang akrab bagi kita. Namun, dalam dalam teks asli Alkitab bahasa Ibrani, tidak ada kata 「rukun / harmonis」 di bagian ini. Jika kita terjemahkan ayat ini secara literal langsung, kita bisa mengatakan: 「Lihatlah! Seberapa baik, betapa indah, saudara-saudara hidup, bersama-sama」. Dengan kata lain, pemazmur harus menunjukkan bahwa itu bukan karena mereka mampu 「rukun / harmonis」 maka menjadi 「indah」; tetapi ternyata lebih penting bahwa para peziarah asal dapat 「bersama-sama」 saja, sebenarnya sudah merupakan sesuatu yang luar biasa.

Melalui ayat ini, pemazmur benar-benar ingin kita untuk memahami: silahkan buka mata Anda dan melihat bahwa kelompok peziarah asal dapat 「bersama-sama」 saja, pada kenyataannya sudah penuh dengan 「baik」 dan 「indah」.

Renungkan: Jika kelompok peziarah dapat 「bersama-sama」 saja sudah 「sedemikian alangkah baik」 dan 「sedemikian alangkah indah」, berharga untuk kita pikirkan: sebagai anggota dari sebuah komunitas, bagaimana seharusnya kita menghargai dan mencintai komunitas ini? Dan apa pentingnya 「bersama-sama」 ini untuk membuat kita tetap berjalan meneruskan di jalan ziarah?

Lihatlah! Dalam kelompok ziarah kita di mana berada, apakah juga memancarkan kualitas karakter yang baik dan indah? Jika ya demikian, apa yang dirasakan oleh kita yang di dalamnya? Jika tidak, apa alasannya?

Kiranya kita berdoa untuk semua ini, menyerahkan pikiran kita kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk mengizinkan saya untuk menegaskan kembali kualitas 「baik」 ini sementara berjuang dengan sekuat tenaga bekerja sama untuk keindahan 「bersama」 ini!


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 132:17-18

「Langsung Menunjuk Harapan Masa Depan」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 132:17-18 [ITB])
17Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi. 18Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya.」

Dari sumpah Daud (ayat 1-10) sampai sumpah Allah (ayat 11-16), dua perikop ayat ini dengan jelas menunjukkan harapan masa depan. Ayat 17 「Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud」 (atau terjemahan CVT 「Di sanalah Aku akan membuat tanduk Daud menjadi kuat」), 「tanduk」 dalam Perjanjian Lama adalah simbol dari kekuatan, dan mezbah terdapat 「tanduk」, yang merupakan simbol dari kehadiran Allah dan kuasa-Nya. Selain itu, 「tanduk」 juga mengandung makna 「bersinar.」 Dari sini dapat dilihat, 「tanduk」 dan 「pelita」 di ayat 17 adalah antitesis yang identik. Jadi siapakah yang pemazmur tunjuk dengan dalam kata 「orang yang Kuurapi」? Ini menunjuk kepada Daud. Dalam pengertian ini, arti dari ayat 17 adalah untuk menunjuk bahwa karena kehadiran kuasa Allah, maka Daud dapat menjadi kuat dan bersinar! Ini dengan tepat merespon ayat 1, Tuhan sungguh ingat akan Daud, membuat kerajaannya dapat tumbuh seperti tanduk, seperti pelita menerangi sekeliling.

Ada sarjana peneliti Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa ayat ini bahkan menunjuk ke masa depan, karena 「tanduk」 selain melambangkan kemampuan kerajaan Daud, tetapi juga pelambang yang menunjukkan kepada Mesias (Luk. 1:68-69), dan 「pelita」 tidak hanya menunjuk kerajaan Daud adalah pelita bagi Israel, tetapi juga terlebih lagi merujuk kepada Cahaya masa depan, Raja kekal yang selamanya.

Untuk alasan ini maka 「musuh」 pasti akan malu, dan 「raja / Raja」 yang dipilih oleh Allah akan 「bersinar.」 Ini dapat dikatakan merupakan akhir yang pasti dan tidak tergoyahkan, 「kemenangan」adalah sedemikian total. Dengan kata lain, 「kejahatan」 akan hanya dalam frustrasi dalam kekacauan, tetapi 「kebenaran」 akan berbuah di dalam kemenangan. Ini adalah tepat merupakan langkah-langkah praktis yang dituliskan oleh 「harapan」 bagi 「ketaatan」.

Renungkan: 「Harapan」 yang tidak dapat dimusnahkan dihasilkan dari sebuah telaahan atas sejarah, bukan saja merupakan 「introspeksi」, tetapi terlebih lagi merupakan iman kepercayaan yang kokoh. Ini dapat dikatakan merupakan motivasi pendorong penting bagi peziarah di perjalanan ziarah. Mazmur 132 memelihara kenangan kita dan memelihara 「harapan」 kita atas masa depan, melaluinya menuntun kita menuju jalan kedewasaan dan ketaatan. 「Iman」 kita tidak melepaskan diri dari sejarah, lebih lagi tidak pernah meninggalkan kesetiaan 「janji」 TUHAN. Ketika kita menyanyikan mazmur ini, tepat memberikan kita kesempatan untuk mencicipi dengan teliti 「iman」 kita lagi, yang adalah sedemikian benar, begitu nyata, sedemikian abadi tidak berubah.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 132:11-16

「Sumpah dari Allah」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 132:11-16 [ITB])
11TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: 「Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; 12jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu.」
13Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: 14「Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya. 15Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti, 16imam-imamnya akan Kukenakan pakaian keselamatan, dan orang-orangnya yang saleh akan bersorak-sorai dengan girang.

Ayat-ayat ini saling bersambung dan merespon paragraf sebelumnya. Bagian atas dari ayat 11 tidak hanya menanggapi sumpah Daud kepada Tuhan sebelumnya (ayat 2), pada saat yang sama juga menyatakan janji Allah secara lebih konkret.

Kata 「kesetiaan」 di ayat 11 jika diterjemahkan secara langsung berarti 「dalam kebenaran」 atau 「berdasarkan kebenaran」 . Dengan kata lain, sumpah Allah tidak hanya nyata benar adanya, para peziarah tidak bimbang meragukan lagi, karena sumpah Allah benar adanya dan tidak akan berubah.

Sumpah Allah yang memiliki dua bagian:

  1. 「Buah yang keluar dari kandungmu, Aku akan membuat salah satu dari mereka duduk di atas takhtamu」 (ayat 11b, terjemahan Lu Zhen Zhong) (Bandingkan ITB 「Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu」);
  2. 「Anak cucu mereka juga pasti akan selama-lamanya duduk di atas takhtamu」 (ayat 12b, terjemahan Lu Zhenzhong) (Bandingkan ITB 「anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu」), dan syaratnya adalah 「anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka」 (ayat 12a).

Ini menunjukkan bahwa 「janji」 ─ mengandung 「kepatuhan menjaga janji」 dan patuh memelihara melaksanakan 「perintah ajaran」 Allah sebagai dasar.

Sesuai dengan sejarah Israel, kerajaan Daud terbelah pada tahun 931 S.M., dan musnah pada tahun 586 S.M., bahkan jikalaupun orang Israel percaya bahwa 「janji」 akan digenapi, tetapi akhirnya kenyataan dan keinginan adaalh berlawanan. Berharga untuk direnungkan: apakah sumpah Allah telah gagal?

Sesuai dengan ayat 14, Tuhan memilih Sion sebagai 「tempat kediaman-Nya」. Beberapa sarjana peneliti Perjanjian Lama menunjukkan bahwa ini menunjuk kepada Kristus yang datang di masa depan, karena Ia adalah Raja yang duduk di tahta sampai selama-lamanya (Kis. 2:30). Dari sini dapat dilihat, peziarah harus melihat serius 「kepatuhanmenjaga janji」 dan patuh memelihara melaksanakan 「perintah ajaran」 Allah.

Renungkan: 「Ketaatan」 adalah pasti bukanlah sekedar taat dengan rajin tak kenal lelah untuk menjaga aturan agama, tetapi dengan janji Allah sebagai tujuan dan penuh harapan. Inti dari bagian kedua dari Maz. 132 inilah yang diingatkan kepada kita saat ini.

Bagi para peziarah, 「masa lalu」 tidak hanyalah sekedar merupakan catatan sejarah, tetapi pada saat yang sama juga merupakan kekuatan pendorong bagi kita untuk terus bekerja keras hari ini, karena kita tahu bahwa akan ada masa depan yang lebih baik. Pada saat yang sama, 「harapan」 bukalah semacam ketekunan yang terlepas dari realitas, tetapi berakar secara konkret pada 「masa lalu」, 「masa kini」dan 「masa depan」. Peziarah melihat kembali pada 「masa lalu」, berdiri di 「hari ini」, tetapi yakin terhadap 「masa depan」, inilah yang sesungguhnya penyebab terpenting yang membuat kita masih bisa melanjutkan perjalanan! (Karena kita tahu dan yakin akan keselamatan yang sudah diberikan olehTuhan Kita Yesus Kristus hidup, yang bangkit dari kematian.)


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Daniel 1:17-21

「Sumber Hikmat」

Hasil dari orang yang mengandalkan Allah Sang Sumber Hikmat.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 1:17-21 [ITB])
17Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.
18Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.
19Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.
20Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.
21Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.

Yang memegang kendali bukan Nebukadnezar, tetapi adalah Allah. Kinerja keempat orang yang menonjol ini bukan berasal dari pendidikan khusus istana Babel, tetapi datang dari Allah yang mengaruniakan pengetahuan dan hikmat. Ini adalah berita yang menonjol dari Kitab Daniel fasal 1 yang memiliki warna sastra hikmat.

Masa pendidikan tiga tahun telah penuh, Daniel dan ketiga teman dibawa ke hadapan Nebukadnezar. Dalam percakapan, raja mendapatkan keempat orang melampaui yang lain-lain dengan sangat mengesankan, tidak hanya jauh di atas para pemuda elite yang dididik bersama, bahkan jauh melebihi semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaan (Daniel 1:20); Perlu diketahui, orang-orang ini percaya kepada dewa-dewa Babel, mereka berpendapat bahwa kemampuan meramal, ilmu tenung, mengartikan mimpi adalah berasal daripara dewa, atau mungkin berasal dari kuasa kegelapan. Keempat orang jauh melebihi semua orang berilmu. Bagi orang-orang lain yang melihat, Daniel dan tiga teman mungkin adalah beruntung, bisa mendapatkan perlakuan yang baik dari kepala kasim; mungkin karena kepandaian milik mereka yang melampaui orang, sehingga mendapatkan hadiah jabatan dari raja. Hanya empat orang ini saja yang memahami dalam hati, semua adalah datang dari Allah, yang kepada-Nya mereka bersandar, semua terjadi disebabkan oleh perbuatan Allah. Allah memegang kendali atas semua, ini adalah berita dalam fasal satu yang sekali lagi muncul: adalah Allah yang menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangan Nebukadnezar; adalah Allah yang menyuruh penjenang (mandor pengawas) ambil resiko memenuhi permintaan Daniel tidak makan santapan raja; adalah Allah yang membuat perawakan keempat orang tumbuh lebih sehat dan lebih baik dibandingkan pemuda yang lain; adalah Allah yang membuat keempat orang dalam ilmu pengetahuan, dalam hikmat jauh melampaui para elite yang lain, mendapatkan perhatian Nebukadnezar (lihat Daniel fasal 2, 3, 5).

Kata penutup yang sederhana 「Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.」 (Daniel 1:21) sangat mempunyai makna. Tahun ketiga Yoyakim memerintah (Daniel 1:1) merupakan permulaan ditawannya umat Allah, juga merupakan mulainya kehidupan pelayanan Daniel; dan tahun pertama pemerintahan raja Koresh adalah penutup akhir fasal pertama. Daniel walaupun sebagai tawanan, seumur hidupnya melalui keseluruhan masa penawanan, mengalami pergantian dinasti, ia hidup lebih panjang umur lebih lama dibandingkan musuhnya. Tidak peduli keadaan apapun, Allah tetap memegang kendali! Ini adalah berita yang dibawakan oleh pembukaan dan akhir fasal yang saling bersambut tersebut. Bagi umat Israel yang dalam tawanan, adalah penghiburan dan dorongan semangat yang besar sekali. (Juga bagi kita!) Walaupun ditawan ke tempat bangsa asing, umat Allah tetap berkehendak penuh keyakinan beriman bahwa Allah memegang kendali, Dia hendak menggenapkan kehendak dan rencana-Nya oleh Dia sendiri; dan kewajiban umat adalah mempertahankan iman dan kesetiaan suci kepada Allah.

Renungkan: Allah tidak hanya Pemegang kendali, Dia juga adalah Yang Setia, sangat berharga orang bersandar secara total kepada-Nya. Daniel dan ketiga teman mengalami kehancuran bangsa kehilangan keluarga, ditawan ke tempat bangsa asing, dalam pandangan manusia ini sungguh nasib jelek. Mereka boleh bersungut-sungut, atau memilih untuk hidup membius diri sendiri seumur hidup. Tetapi keempat pemuda justru bertekat mengandalkan iman secara total menyerahkan kehidupan mereka sendiri kepada Allah, sehingga mengalami perlindungan dan pemeliharaan Allah. Apakah kita juga memiliki iman penuh keyakinan yang demikian? Ambil tekat beriman kepada Tuhan adalah tindakan dalam tempo singkat, tetapi menghadapi berbagai macam tantangan dan pilihan di dalam jalan kehidupan, hendaklah mempertahankan iman sampai akhir, dengan kegigihan hati hanya mengandalkan Tuhan yang setia ini saja. (Allah adalah sumber hikmat, hanya Ia yang dapat diandalkan.) Percaya bagaimana dahulu Allah memelihara Daniel dan ketiga teman, hari ini Dia sama dengan senang hati menganugerahkan kasih kemurahan-Nya kepada orang yang bersandar kepada Dia.