Tag Archives: Doa

Yohanes 2:4

「Saat-Ku belum tiba」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:4 [ITB])
4 Kata Yesus kepadanya: Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.

Jawaban Yesus atas pertanyaan ibu-Nya itu sepertinya tidak bisa dimengerti. Kedengarannya kalimat ini seperti agak kasar dan tidak baik Mau apakah engkau dari pada-Ku? atau dapat dipahami juga sebagai apakah yang kena-mengena di antara Aku dengan engkau? (ITL, CUV Mandarin). Tentu saja, Yesus memiliki hubungan yang baik dengan ibunya sendiri, mereka berdua adalah ibu dan anak. Yesus dapat memiliki seorang ibu di dunia, membesarkan Dia, dan menyaksikan pertumbuhan diri-Nya, semua ini adalah kasih keibuan di bumi; Yesus, sebagai Tuhan, juga adalah Tuhan Maria. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia … (Yohanes 1:3) Oleh karena itu, apa yang dimaksudkan, bagaimana mungkin Yesus tidak ada hubungannya dengan ibu-Nya?

Sebenarnya, pertanyaan Mau apakah engkau dari pada-Ku? (Τί ἐμοὶ καὶ σοί) memiliki arti yang hampir sama dengan Mengapa engkau datang kepada saya? Yesus tampaknya tidak berencana untuk melakukan apa pun. Dia hanya tamu di pesta pernikahan, tidak lebih. Dia tidak berniat melakukan mukjizat apapun. Jangan lupa bahwa pesta pernikahan Kana adalah mukjizat pertama Yesus di bumi — Yesus belum pernah melakukan mukjizat sebelumnya, dan tidak ada rencana melakukan mukjizat saat ini. Saat-Ku belum tiba, menjelaskan mengapa Yesus tampaknya tidak merasa bahwa sudah waktunya untuk melaksanakan pekerjaan mukjizat-Nya.

Oleh karena itu, yang menjadi pertanyaan bukanlah bahwa Yesus melakukan sebuah mukjizat pada pesta pernikahan ini, tetapi mengapa Pesta Pernikahan Kana menjadi tempat mukjizat pertama Yesus terjadi? Mungkin waktu Yesus belum tiba. Namun, karena permintaan ibu-Nya —- dia datang kepada Yesus, dengan terus terang menceritakan kepada Yesus tentang masalah yang dihadapi perjamuan pernikahan, dan membeberkan masalah di hadapan-Nya, dan terjadi mukjizat. Tentu kita tahu bahwa semuanya adalah kedaulatan dan pilihan Yesus Kristus sendiri. Yesus sendiri memutuskan untuk menunjukkan mukjizat-Nya yang pertama kali adalah pada pesta pernikahan ini — Yesus akan segera bergerak.

Namun, keputusan Yesus ini pada saat yang sama atas permintaan ibu-Nya — permintaan yang rendah hati, wajar, dan intim. Oleh karena itu, justru karena permintaan yang rendah hati, alami dan intim ini, mukjizat pertama Yesus di bumi Ia laksanakan!

Renungkan:
Kita semua percaya bahwa segala sesuatu ada waktu Tuhan; tentu saja kita juga mematuhi waktu Tuhan. Namun, ini tidak berarti bahwa kita tidak dapat memohon kepada Tuhan atas waktu-Nya. Tuhan yang mendengarkan doa-doa di bawah kedaulatan-Nya! Ya Tuhan! Amin, datanglah, Tuhan Yesus!


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:14-17 (2)

「Teguh di dalam batin」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:14-17 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah …
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Efesus 3:16-17 adalah bagian awal dari isi doa Paulus. Di sini ia hanya mengungkapkan dua permohonan, yaitu untuk meneguhkan batin orang percaya, dan agar Kristus diam di dalam hati mereka. Kedua doa ini pada dasarnya sama, keduanya terkait dengan kualitas hidup rohani orang percaya, sekaligus secara jelas menghubungkan pekerjaan Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Cara penulisan yang secara tidak langsung menempatkan konsep Tritunggal dalam berita yang disampaikan adalah hal yang umum dalam kitab Efesus, tetapi di sini lebih jelas dan erat menyatakan Ketiga-Nya yang Esa. Meskipun ajaran Tritunggal tidak pernah secara eksplisit diistilahkan dalam Alkitab, tetapi hal itu dengan jelas dapat disimpulkan dari teks. Cara penulisan di perikop ini bukanlah berfokus secara eksplisit mengajarkan kebenaran Tritunggal kepada penerima surat ini. Melalui uraian ini kita melihat bahwa ini adalah pesan yang dipandang sangat penting oleh Allah, menunjukkan bahwa kehendak Bapa Surgawi adalah orang percaya berdiri teguh dan bergantung pada kekuatan Roh Kudus, menggenapkannya melalui keterhubungan dengan Yesus Kristus. Dalam hal ini, kita tahu Allah pasti menggenapkan apa yang Paulus doakan.

Fokus dari permohonan pertama adalah meneguhkan kekuatan batin. Meskipun surat Efesus tidak menuliskan dengan jelas latar belakang tulisan tersebut, kita mungkin dapat mengetahui semua tantangan yang dihadapi oleh gereja mula-mula, di satu sisi dikejar oleh Yudaisme, dan di sisi lain ditindas oleh kekaisaran Romawi. Dalam lingkungan seperti itu, hendak teguh berpegang pada iman kepada Injil Yesus Kristus dan untuk setia pada misi Injil, maka yang dibutuhkan bukanlah kekuatan eksternal yang terlihat, tetapi kesaksian kehidupan orang percaya. Oleh karena itu, Paulus secara khusus menekankan kekuatan batin. Dan kekuatan ini tidak datang dari keberanian kita, tetapi melalui pekerjaan Roh Kudus, datang berdasarkan kemuliaan Allah.

Permohonan kedua adalah tentang hidup bersama Kristus. Memang, orang percaya karena beriman percaya kepada Yesus Kristus, menjadi satu dengan Kristus, menjadi orang kudus di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dalam pasal 2, Paulus juga dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang percaya non-Yahudi telah menjadi anggota komunitas baru ini, berada dalam Kerajaan Allah yang sama dengan orang-orang kudus, menjadi anggota keluarga Allah, dan dibangun oleh Roh Kudus untuk menjadi tempat tinggal Allah. Dan di pasal 1 juga dengan jelas menunjukkan kepada orang percaya bahwa ketika orang menerima dan mau oleh Roh Kudus Injil kabar bahagia Yesus Kristus, mereka menerima Roh Kudus sebagai meterai. Pengajaran-pengajaran tersebut mencerminkan doa Paulus di sini, bukan karena hal-hal tersebut belum terjadi sehingga berdoa meminta digenapkan, tetapi agar orang-orang beriman teguh pasti bahwa ini adalah kehendak Allah, dan memegang erat hak yang telah Allah berikan dalam anugerah-Nya kepada orang-orang percaya.

Kita semua sebenarnya sudah memiliki Kristus yang hidup berdiam di dalam hati kita, tetapi dalam hidup kita yang sibuk, mudah untuk hanya melihat lingkungan luar dan tantangan hidup, dan bahkan menganggap Yesus Kristus sebagai orang asing atau tamu pendatang dalam hidup kita, yang hanya sesekali hidup di dalam kita. Namun dalam doa ini, Paulus menunjukkan bahwa Yesus Kristus mau kita menerima Dia berdiam tetap di hati kita, bukan hanya sebagai tamu yang sesekali datang ketika kita memiliki pengalaman rohani khusus.

Renungkan:
Apakah kita teguh bersedia agar Yesus Kristus berdiam tetap di dalam hati kita dan bahkan memiliki kedaulatan atas kehidupan kita?

(Jadikan doa sepanjang hari ini kepada Bapa, ya Ia adalah Bapa Anda, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, dan bersedia agar Yesus Kristus diam di dalam hatimu)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:14-17

「Sujud kepada Bapa」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:14-17 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah …
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Efesus 3:14-15 kembali ke tema 3:1 setelah jeda panjang 3:2-13, perikop ini juga memberikan isi kata kerja bagi ayat 1 yang secara tata bahasa tidak lengkap, menunjukkan bahwa Paulus berdoa bagi orang percaya. Di sini menggunakan kata sambung itulah sebabnya sebagai pengantar mencerminkan bahwa isi dari doa berikut dibuat karena rahasia yang diterima oleh Paulus, bahwa doa ini dinaikkan demi misi Injil.

Namun di sini, Paulus tidak menggunakan kata-kata terkait doa, melainkan menggunakan gerakan tubuh sebagai simbol untuk merepresentasikan tindakan doa, yang secara jelas mencerminkan sikap postur Paulus dalam doa. Bagi orang Yahudi dan gereja mula-mula, doa lebih sering dilakukan berdiri, tetapi Alkitab juga memiliki banyak contoh berdoa dalam sikap bertekuk lutut (sujud), terutama mencerminkan hormat kekaguman orang tersebut terhadap Allah.

Kita berdoa bukan untuk memberi tahu Allah tentang permintaan kita, atau untuk berbincang-bincang dengan-Nya, tetapi untuk berada di bawah kedaulatan-Nya. Doa bukanlah petisi meminta. Meskipun kita akan memberitahu Allah kebutuhan kita dalam doa dan menjelaskan harapan kita kepada-Nya, tindakan ini hanya mencerminkan ketergantungan kita kepada Allah. Kebutuhan kita disediakan oleh-Nya, dan keinginan kita ── jika sesuai kepada kehendak-Nya ── maka tentu digenapkan menurut pengaturan-Nya dan cara-cara yang telah Dia tetapkan.

Di sini, Paulus melalui teladannya sendiri, menunjukkan kepada kita tentang sikap dasar yang harus kita miliki dalam berdoa, adalah hormat penyembahan dan taat, kita bersujud di depan Allah. Dalam masyarakat modern, kita mungkin sudah melupakan arti sujud (bertekuk lutut), dan sujud tidak perlu dilakukan. Kita berpendapat bahwa orang harus setara, dan kita hanya akan menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang berkuasa, dan bahkan tindakan sujud menjadi hanyalah ritual lahiriah. Di dalam Alkitab, sujud adalah ibadah, yaitu penyerahan total. Dalam Filipi 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, Allah menghendaki nama Yesus Kristus melampaui segalanya, sehingga semua orang bertekuk lutut tunduk pada otoritas-Nya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Kita bisa berdoa karena Allah adalah sumber segalanya. Di sini Paulus menjelaskan hubungan keluarga, dia berdoa kepada Bapa. Dalam beberapa bagian terdapat sebutan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, sebagai pelengkap setelah sebutan Bapa. Dalam Perjanjian Baru, Allah adalah Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus, ungkapan itu sangat benar dan wajar. Jika ini ada dalam teks aslinya, sulit untuk dipahami mengapa beberapa orang hendak menghapus sebutan ini. Di ayat 14 ini terlihat bahwa Paulus mengungkapkan ketergantungannya kepada Allah dengan sebutan yang lebih intim walau lebih singkat.

Terakhir, dalam pengantar doa ini, ayat 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya, Paulus menunjukkan bahwa Bapa kita adalah sumber dari semua ciptaan, dan setiap nama di surga dan bumi menerima nama dari Dia. Allah adalah penguasa semua kekuatan spiritual di langit, dan penguasa semua suku di bumi. Ini tidak hanya mencerminkan otoritas tertinggi yang kita andalkan dalam doa, tetapi juga mengajarkan kita agar memiliki perhatian universal dalam doa (bukan doa hanya untuk kepentingan diri saja). Ini adalah pesan yang ingin diungkapkan Paulus dalam doa di teks berikutnya.

Renungkan:
Sikap apa yang kita miliki dalam doa? Apa yang menjadi perhatian yang kita ungkapkan dalam doa?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ratapan 2:11-17

「Tragedi pada anak-anak, dan akhir nabi palsu」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 2:11-17 [ITB])
11 Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota. 12 Kepada ibunya mereka bertanya: Mana roti dan anggur?, sedang mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur di lapangan-lapangan kota, ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya.
13 Apa yang dapat kunyatakan kepadamu, dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara, puteri Sion?
Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu; siapa yang akan memulihkan engkau?
14 Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.
15 Sekalian orang yang lewat bertepuk tangan karena engkau. Mereka bersuit-suit dan menggelengkan kepalanya mengenai puteri Yerusalem: Inikah kota yang disebut orang kota yang paling indah, kesukaan dunia semesta?
16 Terhadap engkau semua seterumu mengangakan mulutnya. Mereka bersuit-suit dan menggertakkan gigi: Kami telah memusnahkannya!, kata mereka, Nah, inilah harinya yang kami nanti-nantikan, kami mengalaminya, kami melihatnya!
17 TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.

Ratapan 2:11-17 adalah sebuah paragraf yang menggambarkan penderitaan berbagai jenis orang di Sion ketika kota dihancurkan dan ketika mereka ditawan. Kita dapat membaginya menjadi dua kategori, satu adalah korban tidak bersalah, dan yang lainnya adalah nabi palsu yang pantas mendapatkannya.

Pertama-tama, ayat 11-12 menjelaskan bahwa korban yang tidak bersalah, mereka adalah anak-anak dan bayi menyusu, karena hukuman atas kota Sion, sehingga mereka menghadapi bencana kelaparan yang parah, mereka jatuh pingsan di kota (ayat 11) dan dalam pelukan ibu mereka. Ketika akan mati, mereka bertanya kepada ibunya, di mana roti dan anggur? (Ayat 12) . Pertanyaan seperti ini agak istimewa, karena anak-anak dan bayi menyusu secara normal tidak berharap untuk makan roti dan anggur. Namun, pada zaman itu roti dan anggur adalah makanan yang dapat disimpan untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga yang ditanyakan oleh anak-anak itu adalah di mana satu-satunya makanan yang disimpan dalam keluarga, menyiratkan bahwa di bawah kelaparan yang ekstrem keluarga sudah tidak memiliki persediaan makanan pertahanan terakhir. Namun, anak-anak ini dan para bayi yang menyusu adalah korban yang tidak bersalah, penyair Ratapan menyampaikan keadaan buruk mereka kepada TUHAN, dan menggunakan ini untuk mempertanyakan mengapa Allah membiarkan terjadi korban yang tidak bersalah ini, hukuman Allah tidak hanya menimpa orang-orang jahat di kota itu, tetapi juga mempengaruhi anak-anak ini, sungguh menyedihkan. Penyair Ratapan tidak menuturkan pemikiran teologis tentang penderitaan ini kepada Allah, ia hanya mengajukan seluruh fakta itu kepada Allah dan mengubahnya menjadi ratapan, 一 memohonkannya satu per satu kepada Allah, menunjukkan bahwa dia tidak menyerah atas Allah yang mendengarkan ratapan.

Selain itu, ayat 14 menunjukkan bahwa tentang nabi-nabi palsu yang pantas menerima hukuman atas dosa-dosanya karena mereka tidak menyatakan atau menunjukkan kesalahan-kesalahan Sion, Mereka hanya perhatian dan berbicara tentang penglihatan indah yang penuh dusta dan hampa palsu, isinya adalah perdamaian yang telah dibuat-buat indah. Seperti kata Yehezkiel, mereka menyatakan damai, tetapi sebenarnya adalah tidak ada damai sejahtera (Yehezkiel 13:10). Mereka menyesatkan orang-orang dan membuat mereka percaya bahwa tidak mungkin musuh memasuki kota suci Yerusalem. Siapa tahu, ternyata mereka tidak menyingkapkan dosa dan kesalahan orang, tetapi menyampaikan pesan yang membuat orang merasa nyaman. Oleh karena itu, nabi-nabi palsu ini dihukum berat pada hari-hari pembuangan orang Israel.

Terakhir, dalam ayat 15-16 disebutkan orang-orang yang lewat dan musuhnya. Orang-orang yang lewat ini adalah mereka yang mengambil keuntungan ketika orang lain lemah, sedangkan musuh ini adalah orang Kasdim yang menyerang Yerusalem. Orang-orang ini bergembira, orang-orang yang lewat menertawakan Yerusalem dan mengejek keindahan masa lalu sudah tidak kembali lagi, lalu musuh itu penuh dengan ambisi. Mereka bergembira bahwa mereka dapat melihat hari mereka akan menyerang Yerusalem dan menang. Ayat 17 menunjukkan bahwa di balik semua hukuman ini adalah TUHAN, menjelaskan bahwa ini telah ditetapkan berdasarkan ketentuan perjanjian di zaman dahulu, mengapa nabi-nabi palsu ini tidak menjelaskan fakta ini kepada orang-orang? Mengapa nabi-nabi palsu ini membiarkan mereka melakukan kesalahan lagi dan lagi, dan akhirnya jatuh sampai demikian parah?

Renungkan:
Penderitaan orang yang tidak bersalah atau penderitaan nabi palsu yang pantas diterima, penyair Ratapan menyampaikan semuanya kepada TUHAN (Yahweh). Nyanyian duka semacam ini menggambarkan dua jenis penderitaan di dunia, yang pertama adalah tragedi, dan yang kedua adalah penghakiman, apapun jenis penderitaannya TUHAN (Yahweh) bersedia mendengarkan suara penyair Ratapan. Oleh karena itu, paragraf nyanyian ratapan ini mencerminkan realitas penderitaan manusia, dan Tuhan peduli akan kenyataan ini, meskipun isinya tidak memberikan interpretasi teologis, namun penyair Ratapan melalui nyanyian ratapan menyampaikan realitas kehidupan nyata kepada Tuhan, menunjukkan bahwa doa adalah jembatan antara penderitaan dan TUHAN (Yahweh), jembatan ini bukan untuk memecahkan pemikiran teologis, tetapi untuk menghubungkan umat manusia yang diungkapkan dalam ratapan kepada Tuhan yang kekal.


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 4:4-7

「Sukacita di dalam Tuhan」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 4:4-7 [ITB])
4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Perintah Alkitab agar orang percaya bersukacita adalah pesan yang sering disalahpahami, mengira itu menghendaki orang percaya berbahagia gembira. Dalam surat Filipi, Paulus setelah berulang kali menggunakan dirinya sebagai teladan untuk menunjukkan bagaimana ia bersukacita, barulah di bagian akhir surat ia memberikan perintah ini kepada orang-orang percaya.

Di ayat 1:18 … bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita …, Paulus menunjukkan bahwa dasar sukacitanya adalah diberitakannya Injil. Ia menunjukkan walau dalam prosesnya di antara orang-orang yang mengabarkan Injil, ada sebagian orang yang tulus hati, ada yang dengan hati palsu, dan beberapa bahkan ingin mencelakai Paulus, tetapi demikianlah sukacita yang ia ungkapkan di sini adalah nilai dan misinya, bukan karena hal nyaman yang menyenangkan, tetapi dia tahu bahwa tujuan yang dia hargai itu telah tercapai digenapi.

Di ayat 2:17 sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita …, dapat berpartisipasi dalam mendirikan gereja Filipi, bahkan harus berkorban seperti korban persembahan adalah berharga bagi Paulus, dan oleh karenanya ia bersukacita bersama mereka.

Dari dua bagian di atas, kita dapat melihat bahwa dalam pemikiran Paulus, sukacita pada dasarnya adalah bagaimana kita memandang pentingnya suatu nilai, bukan kondisi psikologis tertentu. Dia bukan mengajak bersenang-senang di dalam Tuhan, tetapi untuk mengambil misi Tuhan sebagai arah tujuan kita. Di atas dasar ini, orang percaya perlu memiliki kesabaran dan menghadapi tantangan dari dunia serta lingkungan, karena kita tahu bahwa hari Tuhan segera akan datang dan apa yang kita harapkan akan terwujudkan. Ini juga kesaksian iman kita kepada dunia ini.

Kehidupan yang mengambil Tuhan Yesus Kristus dan misi Injil-Nya sebagai tujuan, pasti akan menghadapi banyak kesulitan, oleh karena itu setelah menasihati orang percaya untuk bersukacita dalam Tuhan, Paulus mengingatkan orang percaya untuk berdoa dan percaya pada perlindungan Tuhan. Di ayat 2:20, Paulus memuji bagaimana Timotius memberikan perhatian kepada gereja di Filipi, fokus utamanya diletakkan pada orang, fokus pada pertumbuhan mereka. Jika di ayat 4:6 ia menyebutkan jangan kuatir tentang apapun dan nyatakan segala hal keinginanmu kepada Allah yang terfokus pada hal, fokusnya adalah pada apa yang dialami dan kehilangan yang dihadapi oleh pribadi. Kita tidak perlu khawatir, karena kita dapat membawa semua masalah ke hadapan Tuhan dan menyerahkan semua ke dalam tangan-Nya.

Baru-baru ini, orang sering mempertanyakan apa ada gunanya doa, tampaknya berfokus pada keefektifan, mempertanyakan jawaban doa. Ajaran di sini adalah untuk menasihati kita, agar menyerahkan kecemasan kita kepada Tuhan, dan untuk menyampaikan kebutuhan kita kepada-Nya. Tuhan tidak berjanji bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita minta, tetapi hendak memberi kita damai sejahtera yang melampaui pikiran manusia, sehingga di bawah damai sejahtera dan perlindungan pemeliharaan Tuhan, kita dapat terus dengan teguh memenuhi misi yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita.

Renungkan:

Apa misi hidup kita? Apa yang kita anggap sebagai sukacita kita? Mohon Tuhan menjaga hati kita di tengah berbagai tantangan sehingga kita dapat tetap setia pada apa yang Ia tugaskan kepada kita.


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Yoh. 5:14-17

「Janji atas Doa Permohonan」

Apa syarat doa yang dijawab Allah? Apa kaitannya dengan teks-teks sebelumnya?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(1 Yoh. 5:14-17 [ITB])
14Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.
15Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya. 16Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.
17Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.

Surat 1 Yohanes menggunakan empat kali kata 「beroleh keberanian」 (1 Yoh. 2:28; 3:21; 4:17; 5:14), dua kali adalah berbicara mengenai keadaan orang percaya pada hari akhir menyambut Tuhan, 2 kali yang lain adalah mengenai doa. Allah berjanji mendengarkan kita berdoa, apa yang kita mohon tidak ada yang tidak didapatkan. Di sini terdapat 3 buah syarat:

  1. Berdasarkan teks sebelumnya, haruslah berasal dari orang yang percaya pada nama Anak Allah. 1 Yoh. 3:21-23 lebih lagi jelas berkata: orang yang percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya. Hanya karya penebusan Yesus Kristus yang membuat dosa kita diampuni, sehingga kita memiliki kuasa menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12), kita dapat berdasarkan Yesus Kristus berdoa kepada Bapa Allah.
  2. Memohon sesuai kehendak-Nya. Walaupun di sini tidak jelas menunjukkan apa yang dimaksudkan dengan kehendak Allah, tetapi dalam teks sebelumnya Yohanes telah berkata 「menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya」, mencakup saling mengasihi di antara orang percaya (1 Yoh. 3:22-23).
  3. Bukan dosa yang membawakan kematian. Di sini terutama menunjuk tentang berdoa demi orang lain, jika ada saudara yang berbuat dosa, sepatutnya berdoa bagi dia, Allah akan juga memberi dia hidup, karena dosa tersebut tidak membawakan kematian. Tetapi tidak berdoa bagi dosa yang membawakan kematian.

Kunci masalah adalah apa dosa yang membawakan kematian dan yang tidak membawakan kematian? Terlebih dahulu hendaklah memahami ini adalah menunjuk kepada kematian roh, bukan kematian jasmani. Para peneliti memiliki pemahaman yang tidak sama atas masalah ini. Ada yang berpendapat menurut dua macam pembagian dosa dalam Perjanjian Lama, yakni 「dosa yang tidak disengaja」 dan 「dosa yang sengaja dilakukan」, yang pertama bisa mendapatkan pengampunan melalui korban penghapus dosa, yang kedua harus dihukum mati. Juga ada peneliti yang berpendapat 「dosa yang membawakan kematian」 dikaitkan dengan 「menghujat Roh Kudus」, karena Matius berkata:「 Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni」 (Mat. 12:31-32). Jika menurut latar belakang Yohanes menuliskan surat ini, ditambah isi dari yang disebutkan dalam teks sebelumnya, ada juga peneilit yang berpendapat ini adalah menunjuk kepada para pengajar palsu, karena ajaran yang sesat meninggalkan komunitas orang percaya, tidak percaya kepada Allah, tidak termasuk milik Allah, berkata dusta, dan termasuk milik iblis (1 Yoh. 2:22; 3:8). Yohanes tidak banyak menambahkan penjelasan tetang 「dosa yang membawakan kematian」, karena penerima surat mengetahui apa yang ia maksudkan.

Dia paling utama hendak mengingatkan orang percaya berdoa bagi anak-anak Allah, mereka mungkin adakalanya lemah iman, dikalahkan oleh pelanggaran, tetapi Allah tetap memberi kita hak untuk berdoa bagi mereka, Allah pasti akan memberi mereka hidup.

Renungkan:

  1. Betapa berharganya menjadi anak-anak Allah, karena Allah Bapa berjanji mendengarkan dan menjawab doa kita. Tetapi jangan lupa hendaklah di dalam Kristus, dan bertekat menuruti dan melaksanakan kehendak-Nya.
  2. Berdoa tidak hanya demi keperluan diri sendiri, juga demi menjaga pengharapan saudara dan saudari, berdoa demi berbagai keperluan hidup mereka, ini merupakan bagian dari pelaksanaan saling mengasihi yang tidak boleh kurang.

Mazmur 5:1-12 (2)

「Doa, ratapan, dan karakter Allah」

Oleh Rev. Paul Cheung Wan-hoi (張雲開)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 5:1-12 [TB2])
1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan suling. Mazmur Daud.

Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN,
……indahkanlah keluh kesahku.
2 Dengarlah jeritanku minta tolong,
……ya Rajaku dan Allahku,
……sebab kepada-Mulah aku berdoa.
3 TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku,
……pada waktu pagi aku membentangkan isi hatiku kepada-Mu,
……dan aku menunggu-nunggu.

4 Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan;
……orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
5 Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu;
……Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.
6 Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong,
……TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

7 Tetapi, aku, berkat kasih setia-Mu yang besar,
……aku akan masuk ke dalam rumah-Mu,
sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus
……dengan takut akan Engkau.
8 TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu
……karena seteruku;
ratakanlah jalan-Mu di depanku.

9 Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur,
……batin mereka penuh kebusukan,
kerongkongan mereka seperti kubur ternganga,
……lidah mereka penuh kelicikan.
10 Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah,
……biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri;
buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka,
……sebab mereka memberontak terhadap Engkau.

11 Biarlah semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita,
……biarlah mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya.
……Biarlah Engkau menaungi mereka,
……sehingga yang mengasihi nama-Mu bersukaria karena Engkau.
12 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN;
……Engkau melindungi dia dengan kerelaan-Mu seperti perisai.


Daud datang di hadapan TUHAN adalah hal yang terutama, pagi adalah sebuah adegan, dan bersifat sekunder. Tentu saja, bagi Daud dan orang Israel, kehidupan penggembalaan dan pertanian di pedesaan berarti dibangunkan sebelum matahari terbit oleh suara burung, domba, sapi, dan binatang kecil lainnya. Antara bangun dan turun dari ranjang adalah waktu untuk meninjau pekerjaan hari itu. Pada saat ini, orang dapat berusaha sekuat tenaga menahan rasa kantuk terakhir dan berpegang teguh meninggalkan kenyamanan tempat tidur, atau mereka dapat berbaring dan menatap langit-langit yang belum sepenuhnya terfokus dan merencanakan hari itu. Tetapi nabi Mikha mengutuk mereka yang Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya (Mikha 2:1) Jelaslah bahwa rencana sehari-hari bisa baik atau buruk, semuanya tergantung pada pemikiran orang.

Daud serius terhadap Allah, bukan hanya karena Dia adalah Allah, tetapi juga karena Dia adalah TUHAN (Yahweh), Pribadi yang berkata, AKU ADALAH AKU (Keluaran 3:14). Nama Allah mengungkapkan kemandirian-Nya tidak bergantung apa pun dan kedaulatan-Nya tidak seorang pun dapat memengaruhi keputusan dan kehendak-Nya dalam hubungan apa pun. Bagaimana kita bisa berdoa kepada Allah yang seperti itu?

Hal yang dapat diketahui adalah bahwa Allah sering kali menyatakan karakter-Nya kepada orang Israel. Bangsa Israel dapat melihat karakter TUHAN melalui hukum-hukum yang Ia berikan kepada Israel, melalui wahyu-wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya para nabi, melalui interaksi-Nya dengan umat-Nya, dan melalui dunia alam. Sebagai umat-Nya, orang Israel memiliki kewajiban perjanjian yang mencerminkan karakter Allah mereka: Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus (Keluaran 19:6). Daud sangat serius memperhatikan hal ini: Allahnya Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu (5:4) dan Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu (5:5-6).

Daud menyadari bahwa Allah yang dihadapinya adalah Tuhan yang kudus, sehingga karakter Allah yang kudus menjadi titik tolak dan fokus meditasinya. Dalam hal-hal yang ia doakan kepada Allah, kekudusan Allah menjadi dasar tindakannya.

Jika meminta Allah untuk menghukum orang merupakan kutukan, Daud, Mikha, dan nabi-nabi lainnya tidak akan ragu untuk mengutuk orang-orang yang mereka kritik. Dalam ayat 10 Daud berdoa agar Allah menghukum mereka dan juga berdoa agar Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau. Tidak ada nada dendam dalam perkataan Daud, karena orang-orang berdosa yang ia kutuk sebenarnya adalah orang-orang yang telah berdosa terhadap Allah. Hal ini khususnya penting dalam banyak mazmur ratapan. Dengan kata lain, dalam mazmur-mazmur ratapan ini kata-kata kutukan sang pemazmur tidak pernah berkembang menjadi kata-kata balas dendam. Dengan kata lain, meskipun ratapan-ratapan ini merupakan ratapan pribadi, namun ratapan-ratapan ini tidak dipersonalisasikan hingga menjadi sekadar keluhan seseorang kepada Allah untuk mengungkapkan kepahitan batinnya. Apa yang diungkapkan dalam ratapan-ratapan bukan hanya masalah pribadi satu orang, melainkan juga masalah TUHAN.

Ratapan-ratapan senantiasa mengungkapkan pemahaman sang pemazmur bahwa Allah tidak akan mendengar doa orang fasik, karena pada hakikatnya orang fasik itu jahat di mata Allah. Pemahaman ini menjadi dasar permohonan pemazmur kepada Allah: sebab jika orang jahat tidak berdosa terhadap Allah, bagaimana mungkin pemazmur mengharapkan Allah mendengarkan seruan ratapannya? Dengan demikian, doa ratapan orang Israel bukan sekadar merupakan bab-bab di mana pemazmur berkeluh kesah sebagai korban ketidakadilan, tetapi juga merupakan bab-bab di mana pemazmur merenungkan karakter Allah yang kudus. Ketidakadilan di antara manusia jika bukan merupakan pelanggaran terhadap Allah, orang yang mengalaminya tidak akan dapat meminta Allah untuk menegakkan keadilan. Ratapan selalu berkaitan dengan karakter Allah yang kudus, dalam Mazmur 51, ketika Daud meratap memohon Allah untuk mengampuni dosa-dosanya, ia bahkan dapat berkata, Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat (Mazmur 51:6).

Doa:
Tuhan yang adil, tolong tunjukkan dan bimbinglah aku agar dapat memahami bagaimana agar tidak menggunakan-Mu sebagai alat balas dendam pribadiku terhadap orang lain dan tidak menggunakan-Mu sebagai kutukan terhadap musuhku. Biarkan aku lebih memahami karakter-Mu dan mengetahui bahwa semua dosa adalah pelanggaran terhadap-Mu. Amin.





2 Raja-raja 20:1-11

「Doa dari orang yang tidak berdaya」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Raja-raja 19:1-37 [ITB])
19:1 Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN. 2 Disuruhnyalah juga Elyakim, kepala istana, Sebna, panitera negara, dan yang tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, kepada nabi Yesaya bin Amos. 3 Berkatalah mereka kepadanya: Beginilah kata Hizkia: Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya. 4 Mungkin TUHAN, Allahmu, sudah mendengar segala perkataan juru minuman agung yang telah diutus oleh raja Asyur, tuannya, untuk mencela Allah yang hidup, sehingga TUHAN, Allahmu, mau memberi hukuman karena perkataan-perkataan yang telah didengar-Nya. Maka baiklah engkau menaikkan doa untuk sisa yang masih tinggal ini!
5 Ketika pegawai-pegawai raja Hizkia sampai kepada Yesaya, 6 berkatalah Yesaya kepada mereka: Beginilah kamu katakan kepada tuanmu: Beginilah firman TUHAN: Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kaudengar yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku. 7 Sesungguhnya, Aku akan menyuruh suatu roh masuk di dalamnya, sehingga ia mendengar suatu kabar dan pulang ke negerinya; Aku akan membuat dia mati rebah oleh pedang di negerinya sendiri.
8 Ketika juru minuman agung pulang, didapatinyalah raja Asyur berperang melawan Libna; sebab sudah didengarnya bahwa raja telah berangkat dari Lakhis.
9 Dalam pada itu raja mendengar tentang Tirhaka, raja Etiopia, berita yang demikian: Sesungguhnya, ia telah keluar berperang melawan engkau, maka disuruhnyalah kembali utusan-utusan kepada Hizkia dengan pesan: 10 Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, raja Yehuda: Janganlah Allahmu yang kaupercayai itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan: Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan raja Asyur. 11 Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar tentang yang dilakukan raja-raja Asyur kepada segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya; masakan engkau ini akan dilepaskan? 12 Sudahkah para allah dari bangsa-bangsa, yang telah dimusnahkan oleh nenek moyangku, dapat melepaskan mereka, yakni Gozan, Haran, Rezef dan bani Eden yang di Telasar? 13 Di manakah raja negeri Hamat dan Arpad, raja kota Sefarwaim, raja negeri Hena dan Iwa?
14 Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. 15 Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. 16 Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup. 17 Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan bangsa-bangsa dan negeri-negeri mereka 18 dan menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. 19 Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN.
20 Lalu Yesaya bin Amos menyuruh orang kepada Hizkia mengatakan: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Apa yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, raja Asyur, telah Kudengar. 21 Inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu. 22 Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? Terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong? Terhadap Yang Mahakudus Allah Israel! 23 Dengan perantaraan utusan-utusanmu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat-tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat permalaman yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat. 24 Aku ini telah menggali air dan telah minum air asing, dan aku telah mengeringkan dengan telapak kakiku segala sungai di Mesir. 25 Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari, dan telah merancangnya pada zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu. 26 Sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak. 27 Aku tahu, jika engkau bangun atau duduk jika keluar atau masuk, atau jika engkau mengamuk terhadap Aku. 28 Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu, dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.
29 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya. 30 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas. 31 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.
32 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya. 33 Melalui jalan, dari mana ia datang, ia akan pulang, tetapi ke kota ini ia tidak akan masuk, demikianlah firman TUHAN. 34 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.”
35 Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!
36 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.
37 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

(2 Raja-raja 20:1-11 [ITB])
1 Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: Beginilah firman TUHAN: 『Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.』 2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: 3 Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu. Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
4 Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya: 5 Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: 『Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. 6 Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.』 7 Kemudian berkatalah Yesaya: Ambillah sebuah kue ara! Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia.
8 Sebelum itu Hizkia telah berkata kepada Yesaya: Apakah yang akan menjadi tanda bahwa TUHAN akan menyembuhkan aku dan bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN pada hari yang ketiga? 9 Yesaya menjawab: Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak? 10 Hizkia berkata: Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak. 11 Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.

(2 Raja-raja 20:12-21 [ITB])
12 Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya. 13 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.
14 Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang? Jawab Hizkia: Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel! 15 Lalu tanyanya lagi: Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu? Jawab Hizkia: Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku.
16 Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: Dengarkanlah firman TUHAN! 17 Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN. 18 Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.
19 Hizkia menjawab kepada Yesaya: Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu! Tetapi pikirnya: Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!
20 Selebihnya dari riwayat Hizkia, segala kepahlawanannya dan bagaimana ia membuat kolam dan saluran air dan mengalirkan air ke dalam kota, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda? 21 Kemudian Hizkia mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya. Maka Manasye, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Ini adalah bagian yang sangat menarik, karena mencatat tentang bagaimana doa bisa mengubah kehendak hati.
Sepintas, doa Hizkia sangat ampuh. Karena doa ini dapat membalikkan kehidupan, mengubah arah bayangan matahari, dan yang lebih penting lagi, dapat mengubah kehendak Allah. Kita akan merenungkan hal ini dari perspektif teologis dalam renungan hari ini.

Sebenarnya, perikop ini menggambarkan satu hal: Allah mendengar doa. Allah berbelas kasih, jadi Dia bersedia mengubah kehendak-Nya. Kasih Allah sampai ke langit, sehingga Dia rela sekalipun mengubah kehendak-Nya.

Namun, perikop ini bukan mengajarkan kita bagaimana berdoa agar mengubah Allah. Bagian ini hanya berbicara tentang belas kasihan dan cita kasih TUHAN Yahweh. Oleh karena itu, keseluruhan narasinya sama dengan mukjizat Elisa sebelumnya dalam 2 Raja-Raja, dan proses di bagian tengah bukanlah bagian terpenting — bukan penyembuhan Yesaya, bukan buah kue ara, atau doa Hizkia — intinya itu adalah perbuatan Allah sendiri. Tentu saja, semua proses di atas adalah penyebab mukjizat, tetapi apa yang disebut penyebab ini hanya dapat disebabkan oleh kasih karunia TUHAN — tanpa izin Allah, kue ara, doa Yesaya, dan Hizkia semuanya mustahil.

Ayat Kitab Suci menggambarkannya seperti ini: memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN (ayat 2), menangislah Hizkia dengan sangat (ayat 3). Kita tidak bisa menyebut ini metode doa yang dijawab. Doa tidak bisa menjadi formula ajaib bahwa selama syarat tertentu terpenuhi (kesalehan, spiritual, masuk akal), maka Allah secara mekanis akan memberikan apa pun yang diminta. Doa seperti itu tidak datang dari kuasa Tuhan, itu hanya datang dari formula. Dalam doa-doa seperti itu Allah kehilangan kedaulatan-Nya. Allah mau mengubah pikiran-Nya, tetapi bukan karena doa Hizkia. Ini hanyalah proses dan gambaran dari seluruh tindakan Allah. Oleh karena itu, kita tidak dapat mengatakan bahwa doa Hizkia menjadi kunci keberhasilan dari keseluruhan kejadian tersebut. Hanya Allah itu sendiri, penggenapan-Nya, Ia yang mengubah, itulah kunci dari semuanya, bukan kita, bukan hebat atau kuatnya doa kita.

Renungkan:
Apakah Anda bersedia untuk berdoa? Jika Anda bersedia, Anda harus mencari kekuatan Tuhan dalam keadaan tidak melakukan apa-apa — begitulah doa dalam ketidakberdayaan. Kekuatan doa hanya dapat dimanifestasikan dalam kekuatan Allah dan inferioritas serta kelemahan manusia. Kekuatan doa terwujud dalam ketidakberdayaan doa.


Renungan pemahaman Kitab 2 Raja-raja

Renungan pemahaman Kitab 1 Raja-raja

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Raja-raja ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Keluaran 30:1-10, 34-38

Mezbah pembakaran ukupan dan ukupan kudus

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 30:1-10, 34-38 [ITB])
1Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga;
2 sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu.
3 Haruslah kausalut itu dengan emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
4 Haruslah kaubuat dua gelang emas untuk mezbah itu di bawah bingkainya; pada kedua rusuknya haruslah kaubuat gelang itu, pada kedua bidang sisinya, dan haruslah gelang itu menjadi tempat memasukkan kayu pengusung, supaya dengan itu mezbah dapat diangkut.
5 Haruslah kaubuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan kausalutlah dengan emas.
6 Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau.
7 Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya.
8 Juga apabila Harun memasang lampu-lampu itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap di hadapan TUHAN di antara kamu turun-temurun.
9 Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya.
10 Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN.
34 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya. 35 Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah, digarami, murni, kudus.
36 Sebagian dari ukupan itu haruslah kaugiling sampai halus, dan sedikit dari padanya kauletakkanlah di hadapan tabut hukum di dalam Kemah Pertemuan, di mana Aku akan bertemu dengan engkau; haruslah itu maha kudus bagimu.
37 Dan tentang ukupan yang harus kaubuat menurut campuran yang seperti itu juga janganlah kamu buat bagi kamu sendiri; itulah bagian untuk TUHAN, yang kudus bagimu.
38 Orang yang akan membuat minyak yang semacam itu dengan maksud untuk menghirup baunya, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.

Indahnya saat yang teduh
menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya,
sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar,
jiwaku aman dan segar;
‘ku bebas dari seteru
di dalam saat yang teduh.

Dalam pasal sebelumnya, setelah berbicara tentang imam ditahbiskan untuk tugas imamat dan korban bakaran harian, pasal ini melanjutkan berbicara tentang tugas penting imamat lainnya: altar tempat pembakaran ukupan dan pembuatan ukupan. Dapat dilihat dari beberapa aspek berikut ini:

(1) Spesifikasi: mezbah pembakaran ukupan dibuat dari kayu akasia disalut dengan emas murni, juga dikenal sebagai mezbah emas, untuk mencerminkan kemuliaan Allah. Panjang dan lebarnya masing-masing sekitar 45 cm (satu hasta panjangnya dan lebarnya), dan bagian atasnya berbentuk bujur sangkar. Tingginya sekitar 90 cm (dua hasta), sama tingginya dengan pinggang seseorang, sehingga imam bisa membakar ukupan di atas mezbah.

(2) Lokasi: mezbah pembakaran ukupan diletakkan tepat di tengah-tengah tempat kudus, dekat dengan tabir yang memisahkan tempat kudus dan tempat maha kudus. Berada di satu garis sumbu dengan Tabut Perjanjian yang ada di tempat maha kudus, dengan mezbah tembaga yang ada di halaman tabernakel, dengan seluruh garis sumbu tabernakel. Adalah perkakas ibadah yang paling dekat dengan tempat maha kudus, ini menekankan pentingnya mezbah pembakaran ukupan.

(3) Fungsi: mezbah pembakaran ukupan hanya digunakan untuk satu tujuan: membakar ukupan. Imam setiap pagi dan petang harus membakar ukupan saat membersihkan dan menyalakan penerangan, menyatakan bahwa ini adalah pelayanan non-stop setiap hari, bahkan hari Sabat dan hari raya khusus tidak terkecuali. Ukupan yang dibakar dibuat dengan formula khusus, dan hanya dibakar dan dipersembahkan kepada Allah, tidak untuk tujuan lain apapun.

Ayat 34-38 berbicara tentang cara pembuatan ukupan, tidak hanya bahan, campuran perbandingan harus sesuai dengan ketentuan Allah. Harus mengambil sebagian ukupan, digiling sangat halus, diletakkan di hadapan tabut hukum di dalam Kemah Pertemuan (Kel. 36:36). Melambangkan bahwa orang harus berdoa sesuai dengan kehendak Allah, doa harus teliti (panjang, lama, halus, berat), murni (tidak ada tercampur sedikit pun bahan dari diri sendiri), dan berdoa hanya dibawa ke hadapan Allah saja (datang di depan takhta pendamaian, tempat di mana Allah dan manusia bertemu).

Renungkan:
(1) Membakar ukupan melambangkan doa. Perjanjian Baru mencatat bahwa ketika imam Zakharia dari rombongan Abia mendapat giliran untuk membakar ukupan di Bait Allah, orang-orang berdoa di luar Bait, menjelaskan kaitan hubungan antara membakar ukupan dan doa (Lukas 1:8-10).

(2) Dengan membakar ukupan, para penyembah mengungkapkan iman mereka yang paling tulus, pikiran terdalam, dan permohonan yang paling tak berdaya di hadapan Allah. Semua emosi, pengakuan penyesalan, keluhan kesusahan, pujian syukur, semuanya terungkap di sini. Itu seperti seorang imam yang membakar ukupan, asap ukupan bergulung naik, mencapai takhta pendamaian. Demikian juga doa, seperti memiliki dua sayap, naik kepada Allah, membawa dan mengutarakan isi hatiku. Itu tidak hanya memastikan kehadiran penyertaan Allah, tetapi juga meningkatkan spiritualitas rohani manusia.

Indahnya saat yang teduh
menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya,
sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar,
jiwaku aman dan segar;
‘ku bebas dari seteru
di dalam saat yang teduh.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Raja-raja 8:22-53

Jembatan doa

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Raja-raja 8:22-53 [ITB])
22 Kemudian berdirilah Salomo di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, ditadahkannyalah tangannya ke langit, 23 lalu berkata: Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu; 24 Engkau yang tetap berpegang pada janji-Mu terhadap hamba-Mu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tangan-Mu apa yang Kaufirmankan dengan mulut-Mu, seperti yang terjadi pada hari ini. 25 Maka sekarang, ya TUHAN, Allah Israel, peliharalah apa yang Kaujanjikan kepada hamba-Mu Daud, ayahku, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus di hadapan-Ku dan tetap akan duduk di atas takhta kerajaan Israel, asal anak-anakmu tetap hidup di hadapan-Ku sama seperti engkau hidup di hadapan-Ku. 26 Maka sekarang, ya Allah Israel, biarlah kiranya menjadi nyata keteguhan janji yang telah Kauucapkan kepada hamba-Mu Daud, ayahku.
27 Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini. 28 Maka berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya TUHAN Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba-Mu panjatkan di hadapan-Mu pada hari ini! 29 Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan: nama-Ku akan tinggal di sana; dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini. 30 Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya di tempat kediaman-Mu di sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni.
31 Jika seseorang telah berdosa kepada temannya, lalu diwajibkan mengangkat sumpah dengan mengutuk dirinya, dan dia datang bersumpah ke depan mezbah-Mu di dalam rumah ini, 32 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni menyatakan bersalah orang yang bersalah dengan menanggungkan perbuatannya kepada orang itu sendiri, tetapi menyatakan benar orang yang benar dengan memberi pembalasan kepadanya yang sesuai dengan kebenarannya.
33 Apabila umat-Mu Israel terpukul kalah oleh musuhnya karena mereka berdosa kepada-Mu, kemudian mereka berbalik kepada-Mu dan mengakui nama-Mu, dan mereka berdoa dan memohon kepada-Mu di rumah ini, 34 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa umat-Mu Israel dan mengembalikan mereka ke tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka.
35 Apabila langit tertutup, sehingga tidak ada hujan, sebab mereka berdosa kepada-Mu, lalu mereka berdoa di tempat ini dan mengakui nama-Mu dan mereka berbalik dari dosanya, sebab Engkau telah menindas mereka, 36 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa hamba-hamba-Mu, umat-Mu Israel, karena Engkaulah yang menunjukkan kepada mereka jalan yang baik yang harus mereka ikuti dan Engkau kiranya memberikan hujan kepada tanah-Mu yang telah Kauberikan kepada umat-Mu menjadi milik pusaka.
37 Apabila di negeri ini ada kelaparan, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang, atau belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apapun, 38 lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel ini memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya karena mereka masing-masing mengenal apa yang merisaukan hatinya sendiri 39 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena engkau mengenal hatinya sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia, 40 supaya mereka takut akan Engkau selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami.
41 Juga apabila seorang asing, yang tidak termasuk umat-Mu Israel, datang dari negeri jauh oleh karena nama-Mu, 42 sebab orang akan mendengar tentang nama-Mu yang besar dan tentang tangan-Mu yang kuat dan lengan-Mu yang teracung dan ia datang berdoa di rumah ini, 43 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya bertindak sesuai dengan segala yang diserukan kepada-Mu oleh orang asing itu, supaya segala bangsa di bumi mengenal nama-Mu, sehingga mereka takut akan Engkau sama seperti umat-Mu Israel dan sehingga mereka tahu, bahwa nama-Mu telah diserukan atas rumah yang telah kudirikan ini.
44 Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuhnya, ke arah manapun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada TUHAN dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 45 maka Engkau kiranya mendengarkan di sorga doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka.
46 Apabila mereka berdosa kepada-Mu karena tidak ada manusia yang tidak berdosa dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri musuh yang jauh atau yang dekat, 47 dan apabila mereka sadar kembali dalam hatinya di negeri tempat mereka tertawan, dan mereka berbalik, dan memohon kepada-Mu di negeri orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, dengan berkata: Kami telah berdosa, bersalah, dan berbuat fasik, 48 apabila mereka berbalik kepada-Mu dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya di negeri musuh yang mengangkut mereka tertawan, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke negeri mereka yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka, ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 49 maka Engkau kiranya mendengarkan di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, kepada doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka. 50 Engkau kiranya mengampuni umat-Mu yang telah berdosa kepada-Mu, mengampuni segala pelanggaran yang dilakukan mereka kepada-Mu, dan kiranya Engkau membuat mereka menjadi kesayangan orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, sehingga orang-orang itu menyayangi mereka, 51 sebab mereka itu umat-Mu dan milik kepunyaan-Mu yang telah Kaubawa keluar dari Mesir dari tengah-tengah dapur peleburan besi. 52 Hendaklah mata-Mu terbuka terhadap permohonan hamba-Mu dan terhadap permohonan umat-Mu Israel dan hendaklah Engkau mendengarkan mereka seberapa kali mereka berseru kepada-Mu.
53 Sebab Engkaulah yang memisahkan mereka bagi-Mu menjadi milik kepunyaan-Mu dari antara segala bangsa di bumi, seperti yang telah Kaufirmankan dengan perantaraan Musa, hamba-Mu, pada waktu Engkau membawa nenek moyang kami keluar dari Mesir, ya Tuhan ALLAH!

1 Raja-raja 8 mencatat sebuah doa untuk penahbisan / mempersembahkan Bait Suci.

Pembangunan Bait Suci akhirnya selesai. Salomo, raja Israel, memanjatkan doa di depan orang banyak. Doa ini adalah doa terpanjang dalam Alkitab. Isi doanya kira-kira sebagai berikut:
1. Permohonan pertama adalah tentang konflik antar manusia. Jika ada dua orang yang datang mencari keadilan di hadapan Engkau, kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili.
2. Permohonan kedua menyangkut umat Israel. Jika orang Israel berdosa terhadap Engkau dan dikalahkan di depan musuh mereka, mereka bertobat dan kiranya Engkau mengampuni dosa-dosa mereka.
3. Permohonan ketiga adalah tentang kekeringan. Jika tidak ada turun hujan, memohon Engkau mengampuni dan turunkanlah hujan di tanah milik-Mu ini.
4. Permohonan keempat. Jika bangsa ini ditimpa musibah penyakit, mohon dengarkan doa mereka dan tolonglah kebutuhan mereka.
5. Permohonan kelima adalah tentang orang bukan Yahudi. Jika seorang non-Yahudi dari jauh berdoa kepada Engkau atas nama-Mu, mohon dengarkan doanya.
6. Permohonan keenam adalah tentang perang. Jika umat Israel akan berperang, mohon beri mereka kemenangan.
7. Permohonan ketujuh, dan yang terakhir dan terpenting. Jika umat Israel berbuat dosa lagi terhadap Engkau, menimbulkan murka-Mu kepada mereka dan menyerahkan mereka ke tangan musuh, dan membawa mereka sebagai tawanan ke negeri musuh. Jika mereka bertobat berubah pikiran, mohon Engkau membawa mereka pulang kembali.

Sejak saat itu, Bait Allah bukan hanya rumah pengorbanan, tetapi juga rumah berdoa. Ini adalah jembatan antara Allah dan manusia. Sejak saat itu, tidak peduli apa yang terjadi pada orang Israel dan di mana pun mereka berada, mereka menaikkan doa mereka kepada Allah di surga melalui Bait Allah ini. Entah itu bencana alam, bencana ulah manusia, atau bahkan negara dihancurkan dan mereka ditawan, mereka tetap bisa berdoa lewat Bait Allah (atau ke arah Bait Allah). Oleh karena itu, orang-orang Yahudi saat ini masih berdoa menghadap Tembok Ratapan. Bait Allah itu hancur dan mereka masih menghadap tembok ini.

Tidak demikian dengan kita orang Kristen. Karena Yesus Kristus, hubungan doa kita dengan Allah tidak lagi dibangun melalui suatu gedung. Ketika wanita Samaria itu bertanya kepada Yesus, Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah. Tetapi Yesus berjanji, Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran Karena Roh Yesus Kristus, karena Dia yang adalah kebenaran, doa kita dapat menjangkau tanpa batas kepada Bapa.

Renungkan:
Apakah ada yang menghalangi Anda untuk berdoa kepada Allah Bapa? Bukankah doa itu sendiri menyiratkan bahwa Anda memiliki hubungan yang tidak terhalang dengan Allah Bapa?


Renungan pemahaman Kitab 1 Raja-raja

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 1 Raja-raja ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Februari 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.