Tag Archives: Mukjizat – Tanda

Yohanes 2:12

「Keluarga Yesus」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:12 [ITB])
12 Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja.

Yohanes 2:12 dapat dipahami sebagai kalimat transisi — ini adalah kalimat antara dua narasi Perjamuan Pernikahan Kana dan Membersihkan Bait Suci. Kata Sesudah itu (μετὰ τοῦτο) adalah kata yang umum digunakan dalam kitab Injil untuk menghubungkan konteks (2:12; 3:22; 5:1, 14; 6:1; 7:1; 11:11; 19:28, 38). Yesus dan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya semuanya pergi ke Kapernaum, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja. Kita tidak tahu apa tujuan perjalanan mereka sekeluarga ke Kapernaum. Kapernaum terletak di pantai barat laut Galilea, sekitar 16 mil dari Kana, jadi uraian Alkitab tentang turun ke Kapernaum adalah uraian yang benar. Keluarga Yesus tinggal di Kapernaum selama beberapa hari, dan kemudian pergi ke selatan ke Yerusalem untuk merayakan hari raya Paskah orang Yahudi (2:13). Oleh karena itu, Kapernaum dapat dikatakan sebagai titik tengah antara Kana dan Yerusalem.

Apa yang dilakukan Yesus sekeluarga di Kapernaum selama beberapa hari? Alkitab tidak menjelaskannya, dan mungkin hanya hal-hal biasa yang tidak perlu dijelaskan — mungkin apa yang akan dilakukan oleh keluarga pada umumnya! Saudara-saudara Yesus mungkin adalah anak-anak Yusuf dan Maria yang kemudian, mereka lebih muda dari Yesus. Namun, karena status sakral Bunda Perawan, Gereja Katolik tidak menganggap saudara-saudara Yesus (ἀδελφοί) ini sebagai saudara kandung Yesus, tetapi menganggap anak-anak yang ditinggalkan oleh Yusuf di tahun-tahun awalnya, atau anak-anak dari saudara-saudara Maria atau Yusuf. Bagaimanapun, kita tidak perlu mengikuti tradisi Bunda Suci tanpa dosa asal / The Immaculate Conception untuk menghindari hubungan saudara antara Yesus dan saudara-saudara-Nya. Meskipun Yesus dengan mereka bukan saudara kandung yang sepenuhnya (Yesus dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria), mereka semua lahir dari Maria. Menurut catatan Injil Markus, nama saudara ini adalah Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon (Markus 6:3).

Atau, kita kurang memperhatikan saudara-saudara Yesus ini. Sebenarnya, tidak banyak narasi tentang keluarga Yesus di dalam Alkitab. Tentu saja, mungkin karena hal-hal ini bukanlah yang paling penting dalam subjek Injil — Injil adalah kitab yang menggambarkan kehidupan Yesus, agar orang belajar tentang iman dari catatan kehidupan Yesus, juga belajar bagaimana mengikuti teladan Yesus. Walaupun kehidupan keluarga Yesus bukan fokus utama dari catatan tentang kehidupan Yesus, tetapi ayat ini mencatat kebersamaan keluarga mereka.

Renungkan:
Bagi Anda, di mana posisi keluarga asli Anda dalam hidup Anda? Ayah, ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan Anda, karakter-karakter yang tumbuh bersama Anda ketika Anda masih muda, di manakah posisi mereka sekarang bagi Anda? Atau, pelayanan Anda sangat sibuk, atau Anda punya banyak waktu untuk melayani Tuhan, tetapi apakah Anda punya waktu untuk berkumpul bersama sebagai satu keluarga? Sekalipun itu hanya sebuah ayat pendek, atau beberapa hari saja.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 2:11

「Apakah mukjizat tanda-tanda-Nya itu」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:11 [ITB])
11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Kita sampai pada ayat terakhir dari catatan tentang air menjadi anggur pada pesta pernikahan di Kana. Ayat ini adalah ringkasan dari keseluruhan peristiwa. Penulis Injil Yohanes membuat kesimpulan tentang mukjizat tanda-tanda-Nyaini: mukjizat tanda-tanda-Nya ini bukan tanpa tujuan, tetapi tujuan yang sangat jelas: mukjizat tanda-tanda-Nya ini menyatakan kemuliaan Yesus, sehingga murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Seperti disebutkan sebelumnya, dalam istilah luas, apa yang disebut mukjizat tanda-tanda-Nya itu tidak lain adalah tindakan Tuhan di dunia. Apa hubungan antara Tuhan dan dunia? Hanya ada satu hubungan, Tuhan hendak menyelamatkan dunia. Sebagaimana mukjizat tanda-tanda-Nya hanya memiliki satu tujuan, itu adalah untuk menyatakan kemuliaan Allah sendiri. Kemuliaan dan keselamatan sebenarnya adalah dua sisi dari pekerjaan Tuhan yang sama. Di dalam kekekalan Allah telah menetapkan hubungan-Nya dengan dunia — Dia menciptakan dunia ini, terlibat, dan memeliharanya. Keputusan ketetapan ini memastikan keselamatan atas dunia dan juga menyatakan kemuliaan Tuhan. Izinkan saya mengatakannya lagi: keduanya adalah satu hal yang sama.

Tindakan mulia Tuhan telah dinyatakan. Lebih penting lagi, tindakan kemuliaan terbesar Tuhan adalah salib. Kemuliaan Allah sepenuhnya terungkap di kayu salib. Mukjizat terbesar di dunia ini bukanlah bahwa air berubah menjadi anggur, tetapi orang-orang berdosa diselamatkan! Dunia telah diselamatkan oleh salib! Inilah kemuliaan Allah. Karena kemuliaan Tuhan terjadi, murid-murid-Nya percaya pada-Nya. Karena kemuliaan Tuhan sudah terjadi, kita bisa memohon kepada-Nya. Karena kemuliaan Tuhan terjadi, kami menaati-Nya.

Saudara dan saudari, perbuatan terbesar dan terbesar Allah telah dinyatakan. Kita semua berdiri di persimpangan jalan ini, kita tidak punya ruang untuk melarikan diri. Kita hanya memiliki dua pilihan: memilih untuk percaya, memohon, dan menaati Juruselamat; jika tidak, kita hanya akan terus melanjutkan mabuk.

Renungkan:
Bagaimana hidup Anda hari ini? Apakah Anda adalah orang yang memohon, menaati, dan percaya kepada Yesus? Atau, apakah Anda sudah tenggelam dalam hidup, menunggu sampai akhir pesta? Jika kita hanya sekadar menikmati rasa air berubah menjadi anggur, kita tidak dapat menikmati kemuliaan dan anugerah Tuhan. Sayang sekali!


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 2:9-10

「Mabuk dalam mukjizat」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:9-10 [ITB])
9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu mengetahuinya, ia memanggil mempelai laki-laki, 10 dan berkata kepadanya: Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.

Tindakan yang sama mendapatkan respons yang berbeda. Anggur yang sama, anggur yang diubah dari air yang sama, tetapi dibagi-bagikan ke orang-orang yang berbeda di dunia. Sebelumnya kita telah berbicara tentang tipe orang yang pertama, yaitu orang yang memohon dan menaati. Jenis orang yang kedua justru sebaliknya, mereka adalah orang yang tidak memohon dan tidak menaati.

Alkitab mengatakan ini: pemimpin pesta mencicipi air yang berubah menjadi anggur, dan tidak tahu dari mana asalnya. Hanya orang yang menyendok air yang tahu. Maka pemimpin pesta memanggil mempelai laki-laki untuk datang dan berkata kepadanya: Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang. (Yoh. 2:9-10)

Ini adalah komentar orang kedua tentang perbuatan Tuhan. Orang yang bertanggung jawab atas perjamuan itu, seperti para tamu lainnya, telah mencicipi perbuatan Tuhan, tetapi tidak mengetahui menemukan bahwa itu adalah perbuatan Tuhan. Atau, bagi banyak orang, ada anggur di pesta pernikahan sama sekali bukan hal yang perlu dibicarakan? Apa yang aneh? Bukankah biasa ada anggur di pesta pernikahan? Aku mendapatkan anggur untuk diminum di pesta pernikahan, bukankah itu adalah hal yang sepatutnya? Para tamu di perjamuan pernikahan terbenam berpesta dengan gelas demi gelas anggur, berbicara, tertawa, dan bersenang-senang.

Mengenai anggur yang diubah dari air, dan tentang gelas mukjizat Tuhan ini, mereka tidak peduli dari mana asalnya. Mereka hanya berkata sambil mabuk: Anggur yang baik, anggur yang baik. Orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik

Mereka mabuk.

Sebenarnya, orang yang tidak memohon dan tidak menaati, tepat adalah orang yang mabuk dalam hidup. Seseorang yang mabuk dalam hidup tidak bisa melihat mukjizat Tuhan. Mereka tidak dapat melihat apa yang Tuhan lakukan. Mereka hanya melihat kesenangan bahagia mereka sendiri dan standar hidup mereka sendiri. Mereka peduli dengan kelimpahan dan kesukaan mereka, tetapi mereka berkata kepada orang-orang: Tidak ada Tuhan di dunia ini — tetapi justru mereka telah menikmati kasih karunia Tuhan.

Renungkan:
Saudara dan saudari, kita semua adalah orang yang telah menerima anugerah Tuhan. Perbuatan Tuhan ada di antara manusia di dunia, dan tangan-Nya ada di dalam hidup kita. Namun, ketika seseorang mabuk dalam hidup, dia tidak bisa melihat perbuatan Tuhan. Karena itu, janganlah kita terlena dalam hidup. Kadang-kadang, kita tanpa sadar telah mabuk dalam stabilitas hidup, mabuk dalam mengejar kenikmatan hidup. Namun, kita harus bangun, menyadari bahwa bukankah semua ini tersedia adalah oleh Tuhan?


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 2:7-8

「Kami tidak harus tahu」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:7-8 [ITB])
7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air. Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 8 Lalu kata Yesus kepada mereka: Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.
Lalu merekapun membawanya.

Ayat ini menjelaskan secara rinci persiapan pelaksanaan mukjizat ini: karena Maria berpesan kepada para pelayan agar Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu! Oleh karena itu, kelompok pelayan perjamuan pernikahan itu melakukan apa yang Yesus perintahkan. Mereka mengisi penuh air, lalu mencedok air dari dalam tempayan dan memberikannya kepada pemimpin perjamuan.

Sangat menarik, pada kenyataannya, kelompok orang ini tidak tahu apa-apa — mereka tidak tahu apa yang akan Yesus lakukan, rencana apa yang Dia miliki, dan untuk tujuan apa. Bahkan, mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan! Terlebih bahkan tidak tahu bahwa air yang dicedok telah menjadi anggur yang baik! Mereka benar-benar orang yang berada di balik tempurung sama sekali tidak tahu apa-apa. Atau, Anda dapat mengatakan bahwa mereka tidak penting hanyalah aktor pendukung mukjizat ini. Namun, dari perspektif lain, mereka telah berpartisipasi dalam mukjizat Yesus mengubah air menjadi anggur.

Kelompok pelayan ini benar-benar berpartisipasi dalam pekerjaan keajaiban mukjizat Tuhan! Demikian pula, seperti Maria, mereka hanya menuruti perintah Yesus. Mereka tidak tahu bagaimana mukjizat ini terjadi, atau bahkan mereka tidak tahu sudah berpartisipasi dalam mukjizat. Mereka selalu hanya memiliki satu perintah di dalam hati mereka: Apa yang Yesus katakan kepadamu, buatlah itu! Kemudian, mereka dengan setia jujur taat dan melaksanakan instruksi Yesus.

Renungkan:
Ayat ini hanya menunjukkan pentingnya mendengarkan dan ketaatan. Kadang-kadang, kita belum tentu tahu banyak, kita tidak tahu semuanya, kita tidak tahu hasil dari kejadian tersebut, juga tidak tahu maksud, tujuan dan motif Tuhan. Bahkan, tanpa mengetahui bahwa mukjizat akan terjadi, yang harus kita lakukan adalah bertindak setia taat sesuai dengan perintah Tuhan. Inti masalahnya selalu adalah mendengarkan taat total. Selama kita bertindak sesuai dengan perintah Tuhan, kita dapat berpartisipasi dalam mukjizat walau tanpa kita menyadarinya! Kita tahu atau tidak tahu, tidak masalah, sama sekali-itu tidak akan mempengaruhi terjadinya mukjizat.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 2:6

「Lebih mementingkan manusia atau aturan?」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:1-12 [ITB])
6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

Mukjizat yang dilakukan Yesus mengubah air menjadi anggur, bahan asalnya tentu saja adalah air. Apakah tanpa air, tidak ada anggur? Tentu saja, Yesus dapat melakukan mukjizat dari ketiadaan, dan langsung mengeluarkan anggur, cara apapun Ia mampu lakukan (Ia juga mampu mengubah udara atau pasir menjadi anggur). Namun, mukjizat pertama ini bukanlah demikian, Yesus memakai air mengubahnya menjadi anggur — tepatnya, Yesus mengubah air pembasuhan menjadi anggur.

Menurut aturan pembersihan Yahudi, air ini digunakan untuk pembersihan tamu. Aturan ini dicatat di paragraf lain dalam Injil: Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga(Markus 7:3-4) Oleh karena itu, air yang tercatat dalam Injil Yohanes adalah digunakan untuk mencuci tangan, diri dan alat-alat makan.

Mengapa penulis Injil Yohanes menekankan bahwa ini adalah air yang digunakan untuk pembasuhan? Tentu saja, wajar jika Yesus mengambil bahan-bahan yang ada di tempat itu dan mengubah air yang ada di area pesta pernikahan menjadi anggur. Namun, jika kita berpikir dengan hati-hati, Yesus mengubah air yang digunakan untuk pembasuhan orang menjadi anggur, yang juga berarti bahwa air yang digunakan untuk pembasuhan sudah diubah menjadi anggur maka tidak ada air pembasuhan! Tuan rumah pesta pernikahan tiba-tiba tidak mengikuti aturan pembasuhan, adat istiadat nenek moyang Yahudi! Ini masalah gawat, bukan masalah sepele! (Lihat Luk. 11:38-39 Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan …』」)

Namun, inilah tepatnya yang Yesus lakukan dengan sengaja. Bagi Yesus, aturan bersih dan najis jauh lebih rendah daripada anggur di pesta pernikahan! Ini mencerminkan dengan tepat apa yang Yesus hargai. Yesus menghargai sukacita perjamuan pernikahan dan itulah makna asli dari perjamuan pernikahan, makna ini lebih penting dari pada aturan kebersihan! Aturan pembersihan adalah diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk aturan. Oleh karena itu, Yesus lebih suka mengubah air pembersihan menjadi anggur perjamuan.

Faktanya, menurut catatan Injil, Yesus berkali-kali melanggar peraturan dan hukum orang Yahudi. Yesus menyembuhkan orang-orang pada hari Sabat dan membiarkan murid-murid yang lapar mengambil bulir gandum untuk dimakan pada hari Sabat. Ini menunjukkan bahwa Yesus lebih menghargai orang dan bukan manusia untuk aturan.

Renungkan:
Bagaimana dengan Anda? Apakah bagi Anda kehidupan manusia itu yang penting, atau apakah serangkaian aturan iman itu yang penting? Tentu saja keduanya penting. Namun, jika kita ingin membedakan kepentingannya, kita harus mencari tahu urutan dan hubungan antara keduanya.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 2:5

「Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:5 [ITB])
5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!

Menanggapi jawaban Yesus yang di permukaan seperti tidak sopan dan ambigu, permohonan Maria tampaknya gagal. Namun, Maria tidak merasa kecewa, juga tidak merasa ditolak. Bahkan, dia langsung memerintahkan orang agar menaati Yesus, Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!

Mengapa demikian? Bukankah Yesus benar-benar menolaknya? Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba. Ini jelas merupakan penolakan atas permintaannya. Mengapa Maria merasa bahwa Yesus akan bersedia menjawab permintaannya, dan ia meminta agar orang-orang mematuhi perintah Yesus? Tentu saja, inilah iman Maria dan pengetahuannya tentang Yesus. Maria tahu: Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu! kalimat ini selalu sesuai serta berlaku di kondisi apapun dan situasi bagaimanapun. Ini adalah kepastian.

Oleh karena itu, meskipun Maria tidak bisa memastikan dan tidak tahu apa langkah selanjutnya, dia tetap berkata kepada orang lain: Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu!

Namun, karena dia bersedia memohon kepada Yesus, dia juga pasti tahu bahwa setelah ia melakukan permohonan maka dia harus siap sedia menaati Dia kapan saja. Orang yang memohon juga adalah orang yang taat. Setelah Maria memohon kepada Yesus, dia pergi untuk memberi tahu orang lain hal kedua: Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu! Ini adalah arti dari ketaatan. Itu sama bagi kita sebagai orang Kristen. Kita memohon kepada Tuhan, tetapi itu juga berarti bahwa pada saat yang sama kita harus menaati Tuhan. Jika hanya ada permohonan, tetapi tidak ada ketaatan, maka itu tidak memiliki arti apa-apa. Ketaatan sama dengan permohonan, adalah hal yang harus kita lakukan di bawah pekerjaan Tuhan yang kekal dan tidak berubah.

Renungkan:
1. Apakah Anda adalah orang yang menaati Yesus? Apakah doa Anda selaras dengan kepatuhan Anda?
2. Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu! Apakah Anda merespons Yesus seperti itu?


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 2:4

「Saat-Ku belum tiba」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:4 [ITB])
4 Kata Yesus kepadanya: Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.

Jawaban Yesus atas pertanyaan ibu-Nya itu sepertinya tidak bisa dimengerti. Kedengarannya kalimat ini seperti agak kasar dan tidak baik Mau apakah engkau dari pada-Ku? atau dapat dipahami juga sebagai apakah yang kena-mengena di antara Aku dengan engkau? (ITL, CUV Mandarin). Tentu saja, Yesus memiliki hubungan yang baik dengan ibunya sendiri, mereka berdua adalah ibu dan anak. Yesus dapat memiliki seorang ibu di dunia, membesarkan Dia, dan menyaksikan pertumbuhan diri-Nya, semua ini adalah kasih keibuan di bumi; Yesus, sebagai Tuhan, juga adalah Tuhan Maria. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia … (Yohanes 1:3) Oleh karena itu, apa yang dimaksudkan, bagaimana mungkin Yesus tidak ada hubungannya dengan ibu-Nya?

Sebenarnya, pertanyaan Mau apakah engkau dari pada-Ku? (Τί ἐμοὶ καὶ σοί) memiliki arti yang hampir sama dengan Mengapa engkau datang kepada saya? Yesus tampaknya tidak berencana untuk melakukan apa pun. Dia hanya tamu di pesta pernikahan, tidak lebih. Dia tidak berniat melakukan mukjizat apapun. Jangan lupa bahwa pesta pernikahan Kana adalah mukjizat pertama Yesus di bumi — Yesus belum pernah melakukan mukjizat sebelumnya, dan tidak ada rencana melakukan mukjizat saat ini. Saat-Ku belum tiba, menjelaskan mengapa Yesus tampaknya tidak merasa bahwa sudah waktunya untuk melaksanakan pekerjaan mukjizat-Nya.

Oleh karena itu, yang menjadi pertanyaan bukanlah bahwa Yesus melakukan sebuah mukjizat pada pesta pernikahan ini, tetapi mengapa Pesta Pernikahan Kana menjadi tempat mukjizat pertama Yesus terjadi? Mungkin waktu Yesus belum tiba. Namun, karena permintaan ibu-Nya —- dia datang kepada Yesus, dengan terus terang menceritakan kepada Yesus tentang masalah yang dihadapi perjamuan pernikahan, dan membeberkan masalah di hadapan-Nya, dan terjadi mukjizat. Tentu kita tahu bahwa semuanya adalah kedaulatan dan pilihan Yesus Kristus sendiri. Yesus sendiri memutuskan untuk menunjukkan mukjizat-Nya yang pertama kali adalah pada pesta pernikahan ini — Yesus akan segera bergerak.

Namun, keputusan Yesus ini pada saat yang sama atas permintaan ibu-Nya — permintaan yang rendah hati, wajar, dan intim. Oleh karena itu, justru karena permintaan yang rendah hati, alami dan intim ini, mukjizat pertama Yesus di bumi Ia laksanakan!

Renungkan:
Kita semua percaya bahwa segala sesuatu ada waktu Tuhan; tentu saja kita juga mematuhi waktu Tuhan. Namun, ini tidak berarti bahwa kita tidak dapat memohon kepada Tuhan atas waktu-Nya. Tuhan yang mendengarkan doa-doa di bawah kedaulatan-Nya! Ya Tuhan! Amin, datanglah, Tuhan Yesus!


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 2:1-12

「Tanda mukjizat」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:1-12 [ITB])
1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; 2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: Mereka kehabisan anggur. 4 Kata Yesus kepadanya: Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.
5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!
6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air. Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 8 Lalu kata Yesus kepada mereka: Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.
Lalu merekapun membawanya. 9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki, 10 dan berkata kepadanya: Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.
11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
12 Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja.

Saudara dan saudari salam damai sejahtera, dan selamat bertemu para pembaca 《Ěr Dào Zì Jiàn》. Bulan ini, kita akan perlahan-lahan merenungkan ayat-ayat Yohanes 2:1 – 3:15 bersama-sama. Kita akan dengan cermat mempertimbangkan tiga peristiwa yang dicatat dalam Injil Yohanes — catatan tentang Yesus mengubah air menjadi anggur, Yesus membersihkan Bait Suci di Yerusalem, dan kunjungan malam Nikodemus kepada Yesus. Seperti biasa, kita akan merenungkan secara perlahan, mencoba memahami arti setiap ayat bagi kita.

Jika kita merenungkan dengan hati-hati, ketiga peristiwa ini adalah karya Yesus pada aspek tingkatan yang berbeda di dunia. Peristiwa air berubah menjadi anggur adalah tanda mukjizat pertama Yesus — itu melampaui hukum ilmu alam sebagaimana yang dipahami oleh manusia; pembersihan Bait Suci oleh Yesus adalah perilaku sosial Yesus di dunia, dan itu melibatkan perubahan dibuat untuk masyarakat oleh Yesus; kunjungan Nikodemus adalah pertemuan antar satu individu antara Yesus dan dia, yang merupakan perubahan hati rohani pribadi.

Tetapi apa sebenarnya mukjizat itu? Ada orang mengatakan bahwa mukjizat adalah pekerjaan Allah yang melampaui hukum alam — hal-hal yang tidak dapat kita jelaskan, berada di luar akal sehat kita, dan melanggar kognisi pengetahuan kita. Namun secara garis besar, atau dari arti literal makna dalam bahasa Mandarin, mukjizat juga bisa dipahami sebagai perbuatan pekerjaan Tuhan. Oleh karena itu, mukjizat dapat dipahami sebagai pekerjaan Allah. Pekerjaan Tuhan dapat melampaui hukum alam atau mengikuti hukum alam. Menurut Pengakuan Iman Westminster, Allah, Sang Pencipta agung segala sesuatu, menopang, mengarahkan, mengatur, dan memerintah semua ciptaan, tindakan, dan perihal, dari yang terbesar hingga yang terkecil, dengan providensi pemeliharaan-Nya yang paling bijaksana dan kudus, seturut pra-pengetahuan-Nya yang sempurna, dan keputusan kehendak-Nya yang bebas dan tidak berubah, untuk memuji kemuliaan kebijaksanaan, kuasa, keadilan, kebaikan, dan kasih setia-Nya.Namun,Allah di dalam providensi pemeliharaan biasa mempergunakan sarana-sarana; akan tetapi Allah, seturut kehendak-Nya, bebas untuk berkarya di luar, melampaui, atau bertentangan dengan sarana-sarana itu.

Implikasinya adalah bahwa pekerjaan Allah bisa bersifat alami atau supernatural (melampaui natural).

Ada pertanyaan yang lebih dalam tentang mukjizat: apakah pasti tidak ada jejak ilmiah atas keberadaan mukjizat yang melampaui hukum alam? Misalnya, kita semua setuju bahwa Musa membelah Laut Merah adalah mukjizat. Hanya Allah yang dapat menyebabkan Musa membelah Laut Merah. Namun, apakah tidak ada fenomena deskriptif ilmiah untuk menjelaskan mukjizat Musa membelah Laut Merah? Segala yang ada di dunia pasti memiliki jejak keberadaannya di dunia. Dengan kemajuan teknologi manusia dan keterampilan medis, pemahaman kita tentang hukum alam yang makin luas. Hal-hal yang dianggap misteri, supernatural, dan mukjizat di zaman kuno secara bertahap berusaha dijelaskan secara ilmiah saat ini, atau juga kita mengenal lebih banyak tentang dunia dan alam, serta makin sedikitnya kesempatan kita untuk bertemu mukjizat — sehingga kekaguman sukacita kita tentang tindakan perbuatan Allah juga berkurang. Namun, meskipun demikian, karya perbuatan Allah tidak pernah berubah.

Renungkan:
1. Menurut Anda, apakah mukjizat itu? Apakah Anda berpendapat bahwa Anda masih akan melihat keajaiban hari ini?
2. Apakah pekerjaan Tuhan dalam hidup Anda adalah mukjizat? Coba renungkan hari ini.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Keluaran 4:1-17

Tanda mujizat dan hamba Allah

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 4:1-17 [ITB])
1 Lalu sahut Musa: Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?』」 2 TUHAN berfirman kepadanya: Apakah yang di tanganmu itu? Jawab Musa: Tongkat. 3 Firman TUHAN: Lemparkanlah itu ke tanah.
Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya. 4 Tetapi firman TUHAN kepada Musa: Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya , Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya 5 supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu.
6 Lagi firman TUHAN kepadanya: Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu. Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju.
7 Sesudah itu firman-Nya: Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu. Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya.
8 Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tanda mujizat yang pertama, maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua. 9 Dan jika mereka tidak juga percaya kepada kedua tanda mujizat ini dan tidak mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus mengambil air dari sungai Nil dan harus kaucurahkan di tanah yang kering, lalu air yang kauambil itu akan menjadi darah di tanah yang kering itu.
10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah. 11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? 12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.
13 Tetapi Musa berkata: Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus. 14 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya. 15 Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan. 16 Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Allah baginya. 17 Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat.

Keluaran 3 adalah tentang Allah berbicara kepada Musa, melalui penglihatan dan pengungkapan kebenaran untuk melengkapi dia, agar dia dapat memahami sifat Allah. Keluaran 4 juga menggunakan mukjizat dan jaminan agar Musa mengalami kuasa perkataan Allah dan menghilangkan keraguan di dalam hatinya, termasuk: (1) tiga tanda mukjizat (ayat 1-9), dan (2) Allah menganugerahkan kefasihan (ayat 10-17).

Allah atas inisiatif-Nya memberi Musa tiga tanda mukjizat: (1) tongkat menjadi ular (ayat 1-5), (2) kusta tangan (ayat 6-8), (3) mencurahkan air di tanah menjadi darah (ayat 9). Dua tanda mukjizat pertama terjadi segera, dan yang ketiga disediakan untuk realisasi di masa depan.

Arti asli tanda mukjizat (‘ōt) adalah tanda atau bukti, ini adalah kesaksian bukti dari perbuatan Allah yang Mahakuasa. Setidaknya ada tiga tujuan: untuk bersaksi kepada mereka yang dipanggil, karena tantangan yang akan dihadapi begitu hebatnya, mukjizat meningkatkan iman hamba Allah. Tanda mukjizat juga merupakan bukti kepada orang-orang agar percaya bahwa hamba Allah tersebut memang diutus oleh Allah (ayat 5, 8, 31). Tanda mukjizat juga bersaksi kepada lawan, agar mereka mengetahui sedang berhadapan dengan nabi yang diutus oleh Allah sejati.

Keraguan Musa yang lainnya adalah takut kurang fasih lidah, tetapi Allah Pencipta yang Mahakuasa memberikan jaminan, Dia yang menciptakan mulut manusia, Ia akan memberi hamba-Nya perkataan yang harus diucapkan. Sebenarnya, kefasihan bukan tentang kefasihan dan kehebatan, tetapi jaminan Allah: Aku akan menyertai lidahmu (ayat 12). Karena tiap-tiap firman Allah, satu pun tiada yang mustahil (Lukas 1:37 [ITL]).

Dalam ayat 10, Musa menyebut dirinya sendiri sebagai hamba-Mu (‘abdekâ) kepada Allah. Kemudian, Allah juga menyebut Musa hamba-Ku (‘abdî, Bilangan 12:7; Yosua 1:2, 7 ; lih. Kel. 14:31 Musa, hamba-Nya). Musa disebut hamba Allah (‘ebed YHWH), suatu kehormatan besar (Ulangan 34:5, Yosua 1:1, 13, 15). Dalam sejarah tercatat di Kitab Ulangan di Perjanjian Lama, hanya satu lagi yang memiliki gelar kehormatan hamba Allah yakni Daud (2 Samuel 7).

Renungkan:
(1) Firman Allah setiap kata membawa kuasa, tanda mukjizat adalah manifestasi dari kuasa Allah. Tetapi tanda mukjizat bukanlah sihir, karena tujuannya tanda mukjizat bukan untuk membuat orang tercengang, tetapi untuk membuat orang mengenal Allah. Intervensi-Nya dalam sejarah, adalah untuk menganugerahkan kasih kebaikan, menyatakan kuasa, agar orang-orang percaya kepada Allah, meninggikan kemuliaan Allah.
(2) tanda mukjizat adalah untuk memberikan bukti: penyertaan Allah, untuk meningkatkan iman umat Allah yang kurang iman, agar memiliki keberanian untuk mengemban misi yang sulit.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.