Tag Archives: Bait Allah

Yehezkiel 24:15-24

Hanya boleh mengeluh, jangan bersuara
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 24:15-24 [ITB])
15 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 16 Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata. 17 Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan.
18 Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku. 19 Maka bangsa itu berkata kepadaku: Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini bagi kami, bahwa engkau melakukan demikian?
20 Lalu kujawab mereka: Firman TUHAN sudah datang kepadaku: 21 Katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguh-sungguhnya Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku, kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu; dan anak-anakmu lelaki dan perempuan yang kamu tinggalkan akan mati rebah oleh pedang. 22 Kamu akan melakukan seperti yang kulakukan: Mukamu tidak akan kamu tutupi dan roti perkabungan tidak akan kamu makan, 23 kepalamu pakai destar dan kakimu pakai kasut; dan kamu tidak akan meratap atau menangis. Tetapi kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain. 24 Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya kamu akan lakukan. Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH.』」

Yehezkiel 24 merupakan pasal terakhir dari paragraf besar Yehezkiel 12 – 24. Di mana Yeh. 12:1-16 mencatat drama kenabian (prophetic drama) yang pertama, dan Yeh. 24:15-27 mencatat drama kenabian terakhir, sebagai awal dan akhir yang saling berkorespondensi dalam Yehezkiel 12 sampai 24. Kedua drama kenabian melibatkan kata lambang / tanda (môfēt, sign) (Yeh. 12:6, 11, 24:24, 27), yaitu, Yehezkiel menggunakan gerakan tubuh nonverbal untuk menyampaikan lambang / tanda simbolis atas hal yang akan terjadi kepada orang Israel, ketika orang melihat lambang / tanda ini, mereka tahu bahwa hal-hal tertentu pasti akan terjadi dalam waktu dekat, dan hal-hal ini adalah penghakiman dari Allah. Yeh. 24:16-27 dapat dibagi menjadi dua paragraf, paragraf pertama adalah ayat 16-24, terlihat dari uraian ayat 21 Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku yang menunjukkan bahwa paragraf ini seharusnya mengacu pada penghancuran Bait Allah, dan paragraf kedua adalah ayat 25-27, dapat dilihat dari uraian ayat 25 Aku mengambil dari mereka benteng mereka, paragraf ini seharusnya merujuk pada kehancuran Yerusalem, sehingga kita dapat merenungkan kedua paragraf ini dalam dua hari. Dan hari ini kita akan konsentrasi merenungkan ayat 16-24.

Di awal ayat 16 disebutkan bahwa Allah ingin Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai, dari ayat 18, kita tahu bahwa ini adalah istri Yehezkiel. Karena ini adalah lambang / tanda yang ditunjukkan dalam bentuk drama kenabian, maka kematian mendadak istri Yehezkiel adalah pusat dari pesan yang ingin diungkapkan melalui peristiwa ini, bahwa Bait Suci yang dicintai oleh orang Israel akan dihancurkan dalam semalam, seperti halnya istri Yehezkiel meninggal dalam semalam. Ungkapan yang sangat kaucintai מַחמָד machmad juga dipakai dalam Kitab Yesaya dan Ratapan untuk menggambarkan Bait Suci (Yes. 64:11 Bait kami yang kudus dan agung, tempat nenek moyang kami memuji-muji Engkau, sudah menjadi umpan api, maka milik kami yang paling indah sudah menjadi reruntuhan; Ratapan 1:10 Musuh telah merentangkan tangannya atas segala kesenangan yang diingininya; sungguh ia telah melihat bangsa-bangsa masuk ke dalam tempat kudusnya … IMB), menunjukkan bahwa Bait Suci adalah yang sangat dicintai oleh orang Israel, tetapi ini tidak berarti mereka mencintai dan hormat takut akan Allah, tetapi mereka menggunakan Bait Suci untuk membenarkan kejahatan mereka dan menyembunyikan kejahatan di belakang mereka dengan penampilan agama, jadi mereka sangat menyukai Bait Suci ini. Namun, Allah akan menghancurkan Bait ini dalam semalam, sama seperti istri Yehezkiel meninggal dalam semalam.

Allah memerintahkan Yehezkiel untuk tidak menangisi kematian istrinya, diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian tidak boleh mengeluarkan suara (ayat 17), situasi tidak mengadakan perkabungan seperti ini sulit dipahami oleh orang lain, sehingga menyebabkan orang bertanya kepada Yehezkiel ( ayat 19). Karena kesempatan ini, Yehezkiel sekali lagi mengucapkan nubuat, menunjukkan bahwa Bait itu kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu (ayat 21), di mana kekuasaanmu yang kaubanggakan dapat diterjemahkan sebagai bantuan yang kaubanggakan berarti bahwa Bait telah menjadi kebanggaan membantu mereka melakukan dosa kejahatan. Bait itu sendiri didirikan untuk menyembah Allah, tetapi Bait itu telah diubah menjadi sarang pencuri oleh orang-orang ini, dan bahkan tempat untuk membantu mereka melakukan kejahatan! Ketika Bait ini dihancurkan, orang-orang tidak akan berduka, kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain, mengeluh dengan menghela napas seperti itu hanyalah emosi yang dangkal di kulit luar saja dan tidak sepenuhnya mencerminkan kesedihan hati mereka, mengeluh seperti itu merupakan ketidakberdayaan eksternal dan internal diri yang tidak bersesuaian, sangat berbeda dengan rasa sakit di hati. Yehezkiel tidak mengungkapkan kesedihannya atas kematian istrinya, sama seperti orang Israel tidak dapat mengungkapkan rasa sakit yang tak terkatakan di hati mereka ketika mereka ditawan, jadi hanya bisa mengeluh dengan menghela napas.

Renungkan:
Apakah kita akan menuruti kesenangan dosa sehingga kita menjadi yang sangat dicintai dan kekuasaan yang dibanggakan? Apakah kita akan menggunakan Bait Suci Allah untuk menjadi sarang untuk memuaskan dosa-dosa kita? Jadi bagaimana helaan napas mengeluh para tawanan berfungsi sebagai pengingat bagi kita?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Kor. 3:16-17

Kita adalah 「bait Allah」!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 3:16-17 [ITB])
16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

【Referensi ayat】
(1 Kor. 6:19-20 [ITB]) 19 tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
(2 Kor. 6:16 [ITB]) 16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidupmenurut firman Allah ini: Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. (Lihat Imamat 26:12)
(Ef. 2:21 [ITB]) 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

Ketika Paulus berbicara tentang bait (naos; kuil / temple) kepada gereja Korintus, pasti teringat ketenaran kuil kota Korintus dan tradisi buruk perzinaan kota Korintus. Korintus memiliki tiga kuil terkenal: Kuil Aphrodite (kuil dewi cinta) di Acrocorinth, Kuil Apollo di kota kuno, dan Kuil Apollo di kota kuno, dan Kuil Isthmia (kuil dewa laut)di Isthmia. Saat itu, Korintus terletak di pusat pelayaran antara Italia dan Turki, itu adalah pelabuhan yang makmur dengan banyak kapal dan pelaut yang lewat. Kuil yang paling terkenal nama buruknya adalah Kuil Cinta Aphrodite, di sana pernah ada ribuan pelacur kuil (hetaira, courtesan), untuk memberi penghormatan kepada orang-orang yang datang menyembah dan pelaut bisa menikmati kesenangan. Penulis Yunani kuno menggunakan Aku orang Korintus (I Corinthianise) untuk mewakili ungkapan Saya seorang pelacur (whoremonger). Plato dalam bukunya 《Utopia》menggunakan ekspresi perempuan Korintus(Corinthian girl) sebagai istilah menggambarkan pelacur, dapat dilihat bagaimana pencitraan percabulan kota Korintus begitu terkenal.

Dari latar belakang ini, kita dapat merasakan secara mendalam bagaimana usaha rasul Paulus mencoba menggunakan kata-kata dan kebenaran rohani untuk mengubah, membalikkan, dan mengganti ide-ide dan konsep-konsep yang rusak dan tidak sesuai kehendak Allah pada saat itu. Bagi orang-orang pada masa itu, berbicara kata naos (kuil; temple) di Korintus akan teringat pada nama buruk percabulan. Beberapa peneliti di zaman modern telah menyarankan bahwa mungkin di zaman Paulus, perkembangan percabulan sudah lebih baik daripada di zaman Plato; namun, ada pendapat yang berbeda di antara para sarjana. Bagaimanapun, stigma nama jelek percabulan benar-benar merupakan penghinaan bagi orang-orang Korintus.

Setelah memahami latar belakang ini, kita dapat lebih merasakan harapan Paulus terhadap gereja Korintus dan keyakinannya akan kuasa Injil. Orang-orang Korintus yang penuh kerusakan moral kuil asing, ternyata karena kekuatan Injil, karena percaya kepada Tuhan dapat menjadi bait (naos) Allah yang kudus! Betapa agungnya pernyataan ini! Betapa berharganya Injil Kristus! Paulus dalam Surat 1 Korintus pasal 3 mulai menjabarkan pemikiran teologis ini, Paulus terus mengembangkan pemikiran teologis ini berikutnya di pasal 6, dan 2 Korintus 6:16 dan Efesus 2:21. Paulus berkata: kita adalah bait Allah! Tubuh kita adalah Bait Allah! Kita dibangun menjadi Bait Suci Allah』」. Menghadapi gereja dengan banyak masalah, Paulus sekadar tidak meninggalkan mereka, bahkan tidak menurunkan standar rohani, sebaliknya, tetap menjunjung tinggi tujuan dan keyakinan yang diharapkan dan yang berkenan kepada Tuhan, berusaha keras memperbaiki masalah gereja, sehingga gereja yang penuh dengan kerusakan, kelemahan, dan perpecahan akan terus bergerak menuju tujuan mulia menjadi bait Allah yang kekal, betapa berharganya Injil ini!

Sungguh pikiran gembala yang gigih! Betapa besar anugerah Allah yang ada di baliknya! Berpikir keindahan penggembalaan pastoral dan kekuatan Injil, teringat rasul Paulus di penjara menuliskan kata-kata menghibur gereja Efesus:
17 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Ketika kita melihat banyak masalah di gereja, apakah kita akan mengambil jalan keputusasaan, penolakan, dan mengutuk? Atau, mengikuti teladan rasul Paulus, kita terus membawa visi yang luhur, dan berusaha menggunakan kebenaran, teguran, dan kasih untuk memperingatkan gereja dan saudara-saudari, dan meminta mereka untuk mengingat tujuan mulia, yaitu untuk ingat bahwa kita adalah bait Allah yang hidup!

Renungkan:
• Apakah gereja pernah membuat Anda kecewa dan tertekan? Apakah dalam banyak hal, ada berbagai kekurangan yang membuat Anda merasa bahwa gereja terlalu jauh dari tujuan mulia bait Tuhan yang kekal?

• Ketika saudara-saudari atau gereja yang menjauh dari tujuan dan kehendak Allah, apa tanggapan dan tanggung jawab kita? Apakah itu putus asa? Apakah mundur? Apakah hanya mengeluh dan mengutuk? Atau, dapatkah kita meniru Paulus, berusaha melakukan koreksi agar saudara-saudari dan gereja kita dapat mengikuti jalan yang berkenan kepada Tuhan? Pengingat apa yang diberikan oleh doa Paulus dalam Efesus 1:15-23 kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Raja-raja 8:22-53

Jembatan doa

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Raja-raja 8:22-53 [ITB])
22 Kemudian berdirilah Salomo di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, ditadahkannyalah tangannya ke langit, 23 lalu berkata: Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu; 24 Engkau yang tetap berpegang pada janji-Mu terhadap hamba-Mu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tangan-Mu apa yang Kaufirmankan dengan mulut-Mu, seperti yang terjadi pada hari ini. 25 Maka sekarang, ya TUHAN, Allah Israel, peliharalah apa yang Kaujanjikan kepada hamba-Mu Daud, ayahku, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus di hadapan-Ku dan tetap akan duduk di atas takhta kerajaan Israel, asal anak-anakmu tetap hidup di hadapan-Ku sama seperti engkau hidup di hadapan-Ku. 26 Maka sekarang, ya Allah Israel, biarlah kiranya menjadi nyata keteguhan janji yang telah Kauucapkan kepada hamba-Mu Daud, ayahku.
27 Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini. 28 Maka berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya TUHAN Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba-Mu panjatkan di hadapan-Mu pada hari ini! 29 Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan: nama-Ku akan tinggal di sana; dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini. 30 Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya di tempat kediaman-Mu di sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni.
31 Jika seseorang telah berdosa kepada temannya, lalu diwajibkan mengangkat sumpah dengan mengutuk dirinya, dan dia datang bersumpah ke depan mezbah-Mu di dalam rumah ini, 32 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni menyatakan bersalah orang yang bersalah dengan menanggungkan perbuatannya kepada orang itu sendiri, tetapi menyatakan benar orang yang benar dengan memberi pembalasan kepadanya yang sesuai dengan kebenarannya.
33 Apabila umat-Mu Israel terpukul kalah oleh musuhnya karena mereka berdosa kepada-Mu, kemudian mereka berbalik kepada-Mu dan mengakui nama-Mu, dan mereka berdoa dan memohon kepada-Mu di rumah ini, 34 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa umat-Mu Israel dan mengembalikan mereka ke tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka.
35 Apabila langit tertutup, sehingga tidak ada hujan, sebab mereka berdosa kepada-Mu, lalu mereka berdoa di tempat ini dan mengakui nama-Mu dan mereka berbalik dari dosanya, sebab Engkau telah menindas mereka, 36 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa hamba-hamba-Mu, umat-Mu Israel, karena Engkaulah yang menunjukkan kepada mereka jalan yang baik yang harus mereka ikuti dan Engkau kiranya memberikan hujan kepada tanah-Mu yang telah Kauberikan kepada umat-Mu menjadi milik pusaka.
37 Apabila di negeri ini ada kelaparan, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang, atau belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apapun, 38 lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel ini memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya karena mereka masing-masing mengenal apa yang merisaukan hatinya sendiri 39 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena engkau mengenal hatinya sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia, 40 supaya mereka takut akan Engkau selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami.
41 Juga apabila seorang asing, yang tidak termasuk umat-Mu Israel, datang dari negeri jauh oleh karena nama-Mu, 42 sebab orang akan mendengar tentang nama-Mu yang besar dan tentang tangan-Mu yang kuat dan lengan-Mu yang teracung dan ia datang berdoa di rumah ini, 43 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya bertindak sesuai dengan segala yang diserukan kepada-Mu oleh orang asing itu, supaya segala bangsa di bumi mengenal nama-Mu, sehingga mereka takut akan Engkau sama seperti umat-Mu Israel dan sehingga mereka tahu, bahwa nama-Mu telah diserukan atas rumah yang telah kudirikan ini.
44 Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuhnya, ke arah manapun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada TUHAN dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 45 maka Engkau kiranya mendengarkan di sorga doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka.
46 Apabila mereka berdosa kepada-Mu karena tidak ada manusia yang tidak berdosa dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri musuh yang jauh atau yang dekat, 47 dan apabila mereka sadar kembali dalam hatinya di negeri tempat mereka tertawan, dan mereka berbalik, dan memohon kepada-Mu di negeri orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, dengan berkata: Kami telah berdosa, bersalah, dan berbuat fasik, 48 apabila mereka berbalik kepada-Mu dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya di negeri musuh yang mengangkut mereka tertawan, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke negeri mereka yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka, ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 49 maka Engkau kiranya mendengarkan di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, kepada doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka. 50 Engkau kiranya mengampuni umat-Mu yang telah berdosa kepada-Mu, mengampuni segala pelanggaran yang dilakukan mereka kepada-Mu, dan kiranya Engkau membuat mereka menjadi kesayangan orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, sehingga orang-orang itu menyayangi mereka, 51 sebab mereka itu umat-Mu dan milik kepunyaan-Mu yang telah Kaubawa keluar dari Mesir dari tengah-tengah dapur peleburan besi. 52 Hendaklah mata-Mu terbuka terhadap permohonan hamba-Mu dan terhadap permohonan umat-Mu Israel dan hendaklah Engkau mendengarkan mereka seberapa kali mereka berseru kepada-Mu.
53 Sebab Engkaulah yang memisahkan mereka bagi-Mu menjadi milik kepunyaan-Mu dari antara segala bangsa di bumi, seperti yang telah Kaufirmankan dengan perantaraan Musa, hamba-Mu, pada waktu Engkau membawa nenek moyang kami keluar dari Mesir, ya Tuhan ALLAH!

1 Raja-raja 8 mencatat sebuah doa untuk penahbisan / mempersembahkan Bait Suci.

Pembangunan Bait Suci akhirnya selesai. Salomo, raja Israel, memanjatkan doa di depan orang banyak. Doa ini adalah doa terpanjang dalam Alkitab. Isi doanya kira-kira sebagai berikut:
1. Permohonan pertama adalah tentang konflik antar manusia. Jika ada dua orang yang datang mencari keadilan di hadapan Engkau, kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili.
2. Permohonan kedua menyangkut umat Israel. Jika orang Israel berdosa terhadap Engkau dan dikalahkan di depan musuh mereka, mereka bertobat dan kiranya Engkau mengampuni dosa-dosa mereka.
3. Permohonan ketiga adalah tentang kekeringan. Jika tidak ada turun hujan, memohon Engkau mengampuni dan turunkanlah hujan di tanah milik-Mu ini.
4. Permohonan keempat. Jika bangsa ini ditimpa musibah penyakit, mohon dengarkan doa mereka dan tolonglah kebutuhan mereka.
5. Permohonan kelima adalah tentang orang bukan Yahudi. Jika seorang non-Yahudi dari jauh berdoa kepada Engkau atas nama-Mu, mohon dengarkan doanya.
6. Permohonan keenam adalah tentang perang. Jika umat Israel akan berperang, mohon beri mereka kemenangan.
7. Permohonan ketujuh, dan yang terakhir dan terpenting. Jika umat Israel berbuat dosa lagi terhadap Engkau, menimbulkan murka-Mu kepada mereka dan menyerahkan mereka ke tangan musuh, dan membawa mereka sebagai tawanan ke negeri musuh. Jika mereka bertobat berubah pikiran, mohon Engkau membawa mereka pulang kembali.

Sejak saat itu, Bait Allah bukan hanya rumah pengorbanan, tetapi juga rumah berdoa. Ini adalah jembatan antara Allah dan manusia. Sejak saat itu, tidak peduli apa yang terjadi pada orang Israel dan di mana pun mereka berada, mereka menaikkan doa mereka kepada Allah di surga melalui Bait Allah ini. Entah itu bencana alam, bencana ulah manusia, atau bahkan negara dihancurkan dan mereka ditawan, mereka tetap bisa berdoa lewat Bait Allah (atau ke arah Bait Allah). Oleh karena itu, orang-orang Yahudi saat ini masih berdoa menghadap Tembok Ratapan. Bait Allah itu hancur dan mereka masih menghadap tembok ini.

Tidak demikian dengan kita orang Kristen. Karena Yesus Kristus, hubungan doa kita dengan Allah tidak lagi dibangun melalui suatu gedung. Ketika wanita Samaria itu bertanya kepada Yesus, Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah. Tetapi Yesus berjanji, Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran Karena Roh Yesus Kristus, karena Dia yang adalah kebenaran, doa kita dapat menjangkau tanpa batas kepada Bapa.

Renungkan:
Apakah ada yang menghalangi Anda untuk berdoa kepada Allah Bapa? Bukankah doa itu sendiri menyiratkan bahwa Anda memiliki hubungan yang tidak terhalang dengan Allah Bapa?


Renungan pemahaman Kitab 1 Raja-raja

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 1 Raja-raja ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Februari 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.