「Mezbah pembakaran ukupan dan ukupan kudus」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kel. 30:1-10, 34-38 [ITB])
1「Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga;
2 sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu.
3 Haruslah kausalut itu dengan emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
4 Haruslah kaubuat dua gelang emas untuk mezbah itu di bawah bingkainya; pada kedua rusuknya haruslah kaubuat gelang itu, pada kedua bidang sisinya, dan haruslah gelang itu menjadi tempat memasukkan kayu pengusung, supaya dengan itu mezbah dapat diangkut.
5 Haruslah kaubuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan kausalutlah dengan emas.
6 Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau.
7 Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya.
8 Juga apabila Harun memasang lampu-lampu itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap di hadapan TUHAN di antara kamu turun-temurun.
9 Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya.
10 Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN.」
34 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 「Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya. 35 Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah, digarami, murni, kudus.
36 Sebagian dari ukupan itu haruslah kaugiling sampai halus, dan sedikit dari padanya kauletakkanlah di hadapan tabut hukum di dalam Kemah Pertemuan, di mana Aku akan bertemu dengan engkau; haruslah itu maha kudus bagimu.
37 Dan tentang ukupan yang harus kaubuat menurut campuran yang seperti itu juga janganlah kamu buat bagi kamu sendiri; itulah bagian untuk TUHAN, yang kudus bagimu.
38 Orang yang akan membuat minyak yang semacam itu dengan maksud untuk menghirup baunya, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.」

menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya,
sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar,
jiwaku aman dan segar;
‘ku bebas dari seteru
di dalam saat yang teduh.
Dalam pasal sebelumnya, setelah berbicara tentang imam ditahbiskan untuk tugas imamat dan korban bakaran harian, pasal ini melanjutkan berbicara tentang tugas penting imamat lainnya: altar tempat pembakaran ukupan dan pembuatan ukupan. Dapat dilihat dari beberapa aspek berikut ini:
(1) Spesifikasi: mezbah pembakaran ukupan dibuat dari kayu akasia disalut dengan emas murni, juga dikenal sebagai mezbah emas, untuk mencerminkan kemuliaan Allah. Panjang dan lebarnya masing-masing sekitar 45 cm (satu hasta panjangnya dan lebarnya), dan bagian atasnya berbentuk bujur sangkar. Tingginya sekitar 90 cm (dua hasta), sama tingginya dengan pinggang seseorang, sehingga imam bisa membakar ukupan di atas mezbah.
(2) Lokasi: mezbah pembakaran ukupan diletakkan tepat di tengah-tengah tempat kudus, dekat dengan tabir yang memisahkan tempat kudus dan tempat maha kudus. Berada di satu garis sumbu dengan Tabut Perjanjian yang ada di tempat maha kudus, dengan mezbah tembaga yang ada di halaman tabernakel, dengan seluruh garis sumbu tabernakel. Adalah perkakas ibadah yang paling dekat dengan tempat maha kudus, ini menekankan pentingnya mezbah pembakaran ukupan.
(3) Fungsi: mezbah pembakaran ukupan hanya digunakan untuk satu tujuan: 「membakar ukupan」. Imam setiap pagi dan petang harus membakar ukupan saat membersihkan dan menyalakan penerangan, menyatakan bahwa ini adalah pelayanan non-stop setiap hari, bahkan hari Sabat dan hari raya khusus tidak terkecuali. Ukupan yang dibakar dibuat dengan formula khusus, dan hanya dibakar dan dipersembahkan kepada Allah, tidak untuk tujuan lain apapun.
Ayat 34-38 berbicara tentang cara pembuatan ukupan, tidak hanya bahan, campuran perbandingan harus sesuai dengan ketentuan Allah. Harus mengambil sebagian ukupan, digiling sangat halus, diletakkan di hadapan tabut hukum di dalam Kemah Pertemuan (Kel. 36:36). Melambangkan bahwa orang harus berdoa sesuai dengan kehendak Allah, doa harus teliti (panjang, lama, halus, berat), murni (tidak ada tercampur sedikit pun bahan dari diri sendiri), dan berdoa hanya dibawa ke hadapan Allah saja (datang di depan takhta pendamaian, tempat di mana Allah dan manusia bertemu).
Renungkan:
(1) Membakar ukupan melambangkan doa. Perjanjian Baru mencatat bahwa ketika imam Zakharia dari rombongan Abia mendapat giliran untuk membakar ukupan di Bait Allah, orang-orang berdoa di luar Bait, menjelaskan kaitan hubungan antara membakar ukupan dan doa (Lukas 1:8-10).
(2) Dengan membakar ukupan, para penyembah mengungkapkan iman mereka yang paling tulus, pikiran terdalam, dan permohonan yang paling tak berdaya di hadapan Allah. Semua emosi, pengakuan penyesalan, keluhan kesusahan, pujian syukur, semuanya terungkap di sini. Itu seperti seorang imam yang membakar ukupan, asap ukupan bergulung naik, mencapai takhta pendamaian. Demikian juga doa, 「seperti memiliki dua sayap, naik kepada Allah, membawa dan mengutarakan isi hatiku.」 Itu tidak hanya memastikan kehadiran penyertaan Allah, tetapi juga meningkatkan spiritualitas rohani manusia.
Indahnya saat yang teduh
menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya,
sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar,
jiwaku aman dan segar;
‘ku bebas dari seteru
di dalam saat yang teduh.
Renungan pemahaman Kitab Keluaran
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.