Tag Archives: Nabi Palsu

Yehezkiel 13:10-16

Damai! Nyatanya tidak ada damai!

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 13:10-16 [ITB])
10 Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera, mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya, 11 katakanlah kepada mereka yang mengapur tembok itu: Hujan lebat akan membanjir, rambun akan jatuh dan angin tofan akan bertiup! 12 Kalau tembok itu sudah runtuh, apakah orang tidak akan berkata kepadamu: Di mana sekarang kapur, yang kamu oleskan itu?』」
13 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Di dalam amarah-Ku Aku akan membuat angin tofan bertiup dan di dalam murka-Ku hujan lebat akan membanjir, dan di dalam amarah-Ku rambun yang membinasakan akan jatuh. 14 Dan Aku akan meruntuhkan tembok yang kamu kapur itu dan merobohkannya ke tanah, supaya dasarnya menjadi kelihatan; tembok kota itu akan runtuh dan kamu akan tewas di dalamnya. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. 15 Begitulah Aku akan melampiaskan amarah-Ku atas tembok itu dan kepada mereka yang mengapurnya dan Aku akan berkata kepadamu: Lenyap temboknya dan lenyap orang-orang yang mengapurnya, 16 yaitu nabi-nabi Israel yang bernubuat tentang Yerusalem dan melihat baginya suatu penglihatan mengenai damai sejahtera, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

KBBI: rambun adalah hujan es dalam butiran kecil-kecil

Yehezkiel melanjutkan mengkritik nabi palsu, paragraf ini (Yeh. 13:10-16) dimulai dengan kata damai sejahtera (šālôm), juga diakhiri dengan kata damai sejahtera (šālom), menjadi awal akhir yang berkorespondensi, menjelaskan para nabi palsu menyampaikan berita damai sejahtera tetapi sebenarnya tidak ada damai sejahtera.

Menghadapi pemberitaan dari nabi-nabi palsu tentang damai sejahtera, Yehezkiel memakai metafora pembangunan dinding untuk menggambarkan kemunafikan mereka. Cara yang ideal dan tepat untuk membangun dinding adalah saat pembangunan dinding harus memperhatikan apakah ada bagian retak-retak dan tempat-tempat yang tidak rata, kemudian diolesi dengan kapur yang sudah direndam agar bisa meresap sehingga retak-retak dapat ditutupi sepenuhnya, tetapi kelompok nabi-nabi palsu ini seperti pekerja yang jahat, mereka mengoleskan kapur yang tidak direndam, secara permukaan tidak ada perbedaan dengan dinding yang kokoh, tetapi sebenarnya itu adalah pekerjaan yang korup, sampai ketika masalah datang, dinding yang tampaknya kokoh ini akan segera runtuh. Yehezkiel menggunakan metafora ini untuk menggambarkan damai sejahtera yang dioles kapur hiasan yang sering diucapkan mulut para nabi palsu, tidak ada kesetiaan untuk memeriksa krisis moral Yerusalem, tidak memperbaiki lubang kerusakan, hanya hiasan permukaan agar terlihat bagus di mata saja.

Namun, ayat 13-15 mencatat penghakiman TUHAN pada nabi-nabi palsu dan pekerjaan mereka, Allah akan melampiaskan amarah-Nya atas damai sejahtera palsu ini dan nabi-nabi palsu, akan membuat angin topan dan hujan badai untuk memukul dinding itu (ayat 13), sehingga dinding itu akan diratakan sampai tanah dan kelihatan fondasinya (ayat 14), sehingga tembok yang dikapur dan orang yang mengapurnya (nabi palsu ) segera lenyap (ayat 15). Ini juga merupakan metafora, menunjukkan bahwa Allah akan mengungkapkan semua perbuatan jahat orang-orang munafik ini, dan semua orang akan mengetahui bagaimana munafik dan jahatnya mereka, dan segala sesuatu yang mereka lakukan harus akan menjadi hampa, yang berarti bahwa mereka bekerja untuk kesia-siaan, tidak ada hal nyata yang tertinggal. Oleh karena itu, damai sejahtera yang dikatakan para nabi palsu itu adalah damai sejahtera palsu. Keadaan yang sebenarnya: sama sekali tidak ada damai sejahtera, dan penyebab tidak ada damai sejahtera justru adalah para nabi palsu yang sering memberitakan damai sejahtera palsu.

Renungkan:
Kebajikan manusia, apakah berani setia kepada hati nurani dan kebenaran. Kita semua hidup di era kebenaran palsu, karena semakin banyak orang-orang yang menyukai damai sejahtera yang dikapur, demi ketenaran diri, status dan uang, namun menjual hati nurani mereka, siapa tahu juga memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin agama yang saleh di permukaan? Demi memberitakan damai sejahtera yang demikian, mereka bersedia mengesampingkan garis batas moral dan prinsip, berpartisipasi dalam pekerjaan kehampaan, dalam kemunafikan dan kepalsuan tidak memberitakan kebenaran, malah menjadi musuh kebenaran, tidak mampu membedakan hitam dan putih. Mari kita merenungkan kehidupan kita, apakah terdapat hal-hal seperti itu?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yehezkiel 13:1-9

Nabi-nabi yang bebal

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 13:1-9 [ITB])
1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Hai anak manusia, bernubuatlah melawan nabi-nabi Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka yang bernubuat sesuka hatinya saja: Dengarlah firman TUHAN!』」
3 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.
4 Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel! 5 Kamu tidak mempertahankan lubang-lubang pada tembokmu dan tidak mendirikan tembok sekeliling rumah Israel, supaya mereka dapat tetap berdiri di dalam peperangan pada hari TUHAN.
6 Penglihatan mereka menipu dan tenungan mereka adalah bohong; mereka berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal TUHAN tidak mengutus mereka, dan mereka menanti firman itu digenapi-Nya. 7 Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara?
8 Sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH, oleh karena kamu mengatakan kata-kata dusta dan melihat perkara-perkara bohong, maka Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 9 Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan nabi-nabi yang melihat perkara-perkara yang menipu dan yang mengucapkan tenungan-tenungan bohong; mereka tidak termasuk perkumpulan umat-Ku dan tidak akan tercatat dalam daftar kaum Israel, dan tidak akan masuk lagi di tanah Israel; dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan ALLAH.

Seluruh Yehezkiel 13 mengkritik nabi-nabi palsu, dapat dibagi menjadi dua paragraf (Yeh. 13:1-16, 17-23), kita akan memakai tiga hari untuk merenungkannya, dan hari ini kita akan merenungkan setengah bagian depan Yeh. 13: 1-9 dari paragraf pertama.

Pertama-tama, ayat 3 memulai perkataan ilahi dengan 「Celakalah」, ditujukan kepada 「nabi-nabi bebal」, dan kata 「bebal」 (נָבָל nabal) adalah orang-orang bebal dalam literatur kebijaksanaan, mereka akan mengucapkan kata-kata yang bagus (Amsal 17:7), tetapi dengan angkuh merencanakan perkara-perkara jahat (Amsal 30:32), artinya mereka pandai berbicara, secara permukaan bercakap-cakap dengan sopan dan santun, tetapi di balik itu adalah jahat dan tinggi diri, ini adalah nabi-nabi palsu yang dikritik Yehezkiel, di permukaan mereka seperti mengatakan penyataan yang datang dari Allah, namun ayat 3 menunjukkan bahwa mereka 「tidak melihat sesuatu penglihatan」, mereka tidak mendapat penglihatan dan wahyu datang dari Allah. kelompok nabi-nabi palsu ini mungkin merujuk pada nabi-nabi palsu dalam komunitas yang dibuang ke pengasingan bersama Yehezkiel, atau pada saat yang sama mungkin merujuk juga pada nabi-nabi palsu di Yerusalem yang belum dihancurkan.

Kedua, ayat 4-5 menggunakan dua analogi untuk menggambarkan nabi-nabi palsu. Analogi pertama adalah 「anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan」, Yerusalem dianalogikan dengan reruntuhan, menjelaskan bahkan jika Yerusalem belum hancur, tapi situasinya sudah merupakan reruntuhan, ini karena moralitas kelompok nabi-nabi palsu telah hancur, sehingga Yerusalem penuh kekerasan, sehingga menjadi reruntuhan moralitas, dan kelompok nabi-nabi palsu ini tidak membangun kembali kekudusan dan keadilan di reruntuhan ini, tetapi mereka seperti anjing hutan yang senang tinggal di reruntuhan. Analogi kedua adalah 「tidak mempertahankan lubang-lubang pada tembokmu」 ditujukan terhadap di tembok Yerusalem, adalah metafora, bahkan jika secara permukaan kelihatannya tembok Yerusalem tidak hancur, tapi itu lubang-lubang moral begitu banyak sehingga seperti dinding penuh dengan lubang-lubang, seharusnya menjadi tanggung jawab nabi untuk memperbaikinya, tapi mereka tidak benar memenuhi tanggung jawabnya nabi, membiarkan lubang-lubang itu makin membesar.

Ketiga, ayat 6-7 secara langsung mengkritik nabi-nabi palsu tersebut, masalah utama mereka adalah kepalsuan dan tipu daya, karena mereka jelas-jelas tidak diutus oleh TUHAN, namun mengatakan bahwa mereka diutus oleh TUHAN, mereka menyebabkan orang-orang mengandalkan penglihatan tipuan dan tenungan bohong, maka hakikatnya adalah dusta, dan mereka juga mengatur negara dengan dusta. Karena mereka hidup dalam kepalsuan, maka Allah pasti mengadakan pembalasan atas mereka (ayat 8-9) mereka tidak termasuk perkumpulan umat Allah, nama-nama mereka tidak akan tercatat dalam daftar kaum Israel, dan tidak akan memasuki lagi di tanah Israel, ini berarti bahwa perjanjian mereka dengan Abraham dan berkat tanah perjanjian telah sepenuhnya terputus dan secara resmi dipangkas dari antara bangsanya.

Renungkan:
Bagaimana nabi palsu dilatih? Mereka awalnya mungkin sederhana sebagai juru bicara pelayanan, perlahan-lahan karena manfaat langsung dan reputasi dan perlahan mulai berubah, mereka tidak lagi setia kepada firman Allah, malahan berkata-kata menuruti preferensi orang, yang menyenangkan orang dan menjanji-janjikan masa depan, kemudian, perlahan-lahan demi memenangkan tepuk tangan orang lain maka memberitakan kebohongan, tidak berani memperbaiki pelanggaran moralitas. Apakah Anda mengalami situasi yang sama?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ratapan 2:11-17

「Tragedi pada anak-anak, dan akhir nabi palsu」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 2:11-17 [ITB])
11 Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota. 12 Kepada ibunya mereka bertanya: Mana roti dan anggur?, sedang mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur di lapangan-lapangan kota, ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya.
13 Apa yang dapat kunyatakan kepadamu, dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara, puteri Sion?
Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu; siapa yang akan memulihkan engkau?
14 Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.
15 Sekalian orang yang lewat bertepuk tangan karena engkau. Mereka bersuit-suit dan menggelengkan kepalanya mengenai puteri Yerusalem: Inikah kota yang disebut orang kota yang paling indah, kesukaan dunia semesta?
16 Terhadap engkau semua seterumu mengangakan mulutnya. Mereka bersuit-suit dan menggertakkan gigi: Kami telah memusnahkannya!, kata mereka, Nah, inilah harinya yang kami nanti-nantikan, kami mengalaminya, kami melihatnya!
17 TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.

Ratapan 2:11-17 adalah sebuah paragraf yang menggambarkan penderitaan berbagai jenis orang di Sion ketika kota dihancurkan dan ketika mereka ditawan. Kita dapat membaginya menjadi dua kategori, satu adalah korban tidak bersalah, dan yang lainnya adalah nabi palsu yang pantas mendapatkannya.

Pertama-tama, ayat 11-12 menjelaskan bahwa korban yang tidak bersalah, mereka adalah anak-anak dan bayi menyusu, karena hukuman atas kota Sion, sehingga mereka menghadapi bencana kelaparan yang parah, mereka jatuh pingsan di kota (ayat 11) dan dalam pelukan ibu mereka. Ketika akan mati, mereka bertanya kepada ibunya, di mana roti dan anggur? (Ayat 12) . Pertanyaan seperti ini agak istimewa, karena anak-anak dan bayi menyusu secara normal tidak berharap untuk makan roti dan anggur. Namun, pada zaman itu roti dan anggur adalah makanan yang dapat disimpan untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga yang ditanyakan oleh anak-anak itu adalah di mana satu-satunya makanan yang disimpan dalam keluarga, menyiratkan bahwa di bawah kelaparan yang ekstrem keluarga sudah tidak memiliki persediaan makanan pertahanan terakhir. Namun, anak-anak ini dan para bayi yang menyusu adalah korban yang tidak bersalah, penyair Ratapan menyampaikan keadaan buruk mereka kepada TUHAN, dan menggunakan ini untuk mempertanyakan mengapa Allah membiarkan terjadi korban yang tidak bersalah ini, hukuman Allah tidak hanya menimpa orang-orang jahat di kota itu, tetapi juga mempengaruhi anak-anak ini, sungguh menyedihkan. Penyair Ratapan tidak menuturkan pemikiran teologis tentang penderitaan ini kepada Allah, ia hanya mengajukan seluruh fakta itu kepada Allah dan mengubahnya menjadi ratapan, 一 memohonkannya satu per satu kepada Allah, menunjukkan bahwa dia tidak menyerah atas Allah yang mendengarkan ratapan.

Selain itu, ayat 14 menunjukkan bahwa tentang nabi-nabi palsu yang pantas menerima hukuman atas dosa-dosanya karena mereka tidak menyatakan atau menunjukkan kesalahan-kesalahan Sion, Mereka hanya perhatian dan berbicara tentang penglihatan indah yang penuh dusta dan hampa palsu, isinya adalah perdamaian yang telah dibuat-buat indah. Seperti kata Yehezkiel, mereka menyatakan damai, tetapi sebenarnya adalah tidak ada damai sejahtera (Yehezkiel 13:10). Mereka menyesatkan orang-orang dan membuat mereka percaya bahwa tidak mungkin musuh memasuki kota suci Yerusalem. Siapa tahu, ternyata mereka tidak menyingkapkan dosa dan kesalahan orang, tetapi menyampaikan pesan yang membuat orang merasa nyaman. Oleh karena itu, nabi-nabi palsu ini dihukum berat pada hari-hari pembuangan orang Israel.

Terakhir, dalam ayat 15-16 disebutkan orang-orang yang lewat dan musuhnya. Orang-orang yang lewat ini adalah mereka yang mengambil keuntungan ketika orang lain lemah, sedangkan musuh ini adalah orang Kasdim yang menyerang Yerusalem. Orang-orang ini bergembira, orang-orang yang lewat menertawakan Yerusalem dan mengejek keindahan masa lalu sudah tidak kembali lagi, lalu musuh itu penuh dengan ambisi. Mereka bergembira bahwa mereka dapat melihat hari mereka akan menyerang Yerusalem dan menang. Ayat 17 menunjukkan bahwa di balik semua hukuman ini adalah TUHAN, menjelaskan bahwa ini telah ditetapkan berdasarkan ketentuan perjanjian di zaman dahulu, mengapa nabi-nabi palsu ini tidak menjelaskan fakta ini kepada orang-orang? Mengapa nabi-nabi palsu ini membiarkan mereka melakukan kesalahan lagi dan lagi, dan akhirnya jatuh sampai demikian parah?

Renungkan:
Penderitaan orang yang tidak bersalah atau penderitaan nabi palsu yang pantas diterima, penyair Ratapan menyampaikan semuanya kepada TUHAN (Yahweh). Nyanyian duka semacam ini menggambarkan dua jenis penderitaan di dunia, yang pertama adalah tragedi, dan yang kedua adalah penghakiman, apapun jenis penderitaannya TUHAN (Yahweh) bersedia mendengarkan suara penyair Ratapan. Oleh karena itu, paragraf nyanyian ratapan ini mencerminkan realitas penderitaan manusia, dan Tuhan peduli akan kenyataan ini, meskipun isinya tidak memberikan interpretasi teologis, namun penyair Ratapan melalui nyanyian ratapan menyampaikan realitas kehidupan nyata kepada Tuhan, menunjukkan bahwa doa adalah jembatan antara penderitaan dan TUHAN (Yahweh), jembatan ini bukan untuk memecahkan pemikiran teologis, tetapi untuk menghubungkan umat manusia yang diungkapkan dalam ratapan kepada Tuhan yang kekal.


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 7:10-17

「Perkataan Nabi Amos dengan Imam」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 7:10-17 [ITB])
10 Lalu Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan: Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya. 11 Sebab beginilah dikatakan Amos: :Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.

12 Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! 13 Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan.

14 Jawab Amos kepada Amazia: Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. 15 Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel. 16 Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak. 17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.

Di antara penglihatan ketiga dan keempat, Amos menyelipkan dua paragraf percakapan, yang pertama adalah perkataan imam Amazia yang menggugat Amos kepada Yerobeam raja Israel, tetapi nabi Amos tidak mencatat tanggapan Yerobeam. Paragraf kedua adalah percakapan antara imam dengan nabi Amos, dan nabi Amos mengakhirinya dengan penghakiman Allah atas Amazia.

Berita penghakiman terhadap bangsa-bangsa dan Israel yang disampaikan oleh nabi Amos pasti telah menarik perhatian banyak orang, bahkan ia menubuatkan bahwa tempat kudus Betel akan dihancurkan dan keluarga Yerobeam II akan dibunuh (Amos 7:9). Amazia adalah imam di Betel mengirim utusan untuk mengirim pesan kepada Yerobeam II, menuding Amos berupaya mengkhianati raja. Amazia mungkin ingat bahwa murid nabi Elisa mengurapi Yehu (leluhur Yerobeam II), kemudian Yehu menggulingkan rezim Ahab (2 Raj. 9:1-10; 10:9), dan menggunakan sejarah sebagai cermin untuk secara keliru memfitnah Amos. Dia mengatakan bahwa pesan nabi Amos secara serius menantang kerajaan Israel, sudah melampaui apa yang dapat mereka toleransi. Dia membengkokkan arti asli kata-kata Amos, kata-kata Amos dirubah menjadi Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan,menggunakannya sebagai bukti niat pemberontakan, meskipun Amos menubuatkan bencana akan menimpa keluarga kerajaan, tetapi tidak ada niat pengkhianatan.

Amazia menanggungkan semua dosa ke atas diri Amos, tidak pernah menyebutkan fakta bahwa Berfirmanlah Tuhan, dan tidak menyebutkan nasihat dan peringatan nabi Amos. Amazia tidak menunggu delegasi otorisasi dari Yerobeam, ia sudah pergi menghadapi Amos sendiri.

Dia menyebut Amos dengan Pelihat, apakah itu panggilan menghormati atau menghina, ini tidak mudah untuk dijelaskan, bagaimanapun dia menyuruh Amos untuk pergi enyah ke tanah Yehuda dan bernubuat di sana (Amos berasal dari Yehuda). Mungkin dia pikir Amos mengatakan nubuat untuk menghasilkan uang, maka ia mengusirnya sebagai seorang tamu, agar dia pulang ke Yehuda barulah membuat nubuat tentang kehancuran Israel dan pembunuhan keluarga kerajaan Israel, mungkin pendengar di negara selatan akan lebih dapat menerima, tetapi jangan mengucapkannya di Betel karena di sini ada tempat kudus milik raja, dengan para imam dan nabi milik raja, tidak butuh nabi kerajaan selatan Yehuda untuk bernubuat di sini. Kata-kata Amazia benar-benar telah mengungkapkan bahwa jika dia menempatkan dirinya di sebelah tali sipat, dia pasti tidak lulus penilaian, perkataannya walau diucapkan di posisi sebagai seorang imam namun bukan melayani Allah, ia melayani raja, melayani manusia. Amazialah orang yang mengkhianati, karena dia mengkhianati TUHAN, dia memandang rendah firman Tuhan, dia tidak mengizinkan nabi yang dipanggil oleh TUHAN untuk menyampaikan pesan TUHAN di tempat yang ditunjuk oleh TUHAN.

Tanggapan Amos menekankan bahwa ia bukan nabi pada awalnya, dan bahwa ia bukan murid nabi – seseorang yang secara aktif mengikuti nabi untuk belajar dan dilatih untuk menjadi nabi (2 Raj. 4:38; 2:3), ia dengan jelas menyatakan bahwa ia bukan berprofesi sebagai nabi Amos, juga bukan orang yang datang dari golongan nabi. Dia terus terang menyatakan profesinya, hanya seorang gembala, seorang pemungut buah ara hutan di Tekoa, juga tidak perlu menghasilkan uang dengan berprofesi sebagai nabi, tetapi ketika Tuhan memilihnya dan berkata kepadanya Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel maka mau tidak mau dia harus menyampaikannya (Amos 3:8 … Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?). Dan Amazia tidak mengizinkan Amos bernubuat, bukankah ini tepat yang dikatakan Allah tentang kesalahan Israel? (Amos 2:11-12 … kamu memberi orang nazir minum anggur dan memerintahkan kepada para nabi: 『Jangan kamu bernubuat!』)

Maka Amos akan mengabarkan kata penghakiman kepada Amazia, lebih jelas menyatakan itu adalah firman TUHAN, bahwa Amazia sendiri, anak-anaknya, istrinya, dan kekayaannya semua akan menerima penghakiman, akan tergenapi sama seperti kata-kata fitnah dia terhadap Amos bahwa Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan (Amos 7:11).

Renungkan:
Dari dialog antara Amos dan Amazia, dapat dilihat bahwa keduanya mewakili dua agama yang berbeda. Amos bersifat spiritual dan diutus oleh Allah, berbicara untuk Allah, mengajarkan keadilan dan kekudusan, berfokus pada persekutuan pribadi dengan Allah, serta persekutuan umat dengan Allah. Tetapi Amazia adalah duniawi, diutus oleh orang-orang — para pembesar, dan menekankan ritual, milik masyarakat atau negara, didasarkan pada agama sebagai jalan pintas mendapatkan keuntungan, tidak ada realitas spiritual dan tidak ada pesan untuk dikhotbahkan, ini sepenuhnya sistem milik manusia. Bagaimana dengan Anda, apakah hubungan Anda dengan Tuhan seperti Amos? Ataukah seperti Amazia?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Titus 1:10-16 (1)

「Waspada Terhadap Guru Palsu」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Titus 1:10-16 [ITB])
10Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran. 11Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.
12Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah berkata: “Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas.”
13Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman, 14dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran.
15Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis. 16Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Di teks sebelumnya Paulus menyebutkan kualitas kehidupan seharusnya dipertimbangkan terkait penetapan pemimpin, berikutnya ia melanjutkan mengingatkan Titus hendaklah berjaga atas orang-orang yang menentang Injil, juga pengajaran sesat dari mereka yang penuh kesalahan. Titus 1:10-16 memiliki dua titik berat, yakni ciri karakter, tingkah laku musuh, dan isi ajaran mereka (ciri-ciri yang berguna untuk mengenali mereka). Kehidupan kelompok orang ini tidak tidak tertib (tanpa pembatas yang dipatuhi) (Titus 1:10), apa yang mereka ajarkan mengacaukan orang (NIV dan CUVT 「merusak」, KJV 「subvert / menumbangkan」) (Titus 1:11), berpaling dari kebenaran (Titus 1:14), dan tidak berbuat sesuatu yang baik dalam kehidupan (Titus 1:16).

Terlebih dahulu, Paulus dalam ayat 10 menguakkan ciri-ciri khusus tindak taduk mereka: 「tidak tertib (tidak ada pembatas yang dipatuhi)」 (rebellious people), 「mengatakan omongan yang sia-sia」 (idle talkers), dan 「menyesatkan pikiran / penipu」 (deceivers). Penggambaran ini, dengan jelas menunjukkan kehidupan mereka yang tidak senonoh, juga tidak mentaati kuasa rasul; mulut penuh dengan perkataan yang kacau, isinya tidak hanya kosong melompong, juga merusak; pengajaran mereka tidak bersumber dari kebenaran atau iman, tetapi adalah dari perkataan sia-sia. Di sini, Paulus menggunakan istilah yang keras 「menyumbat mulut」 orang-orang ini, karena telah ada sekelompok keluarga orang Kristen yang sudah rusak (Titus 1:11). Siapakah adalah korban dari para penentang Injil ini? Mungkin orang percaya dalam gereja yang tidak waspada atau yang setengah mengerti kebenaran; atau karena dalam gereja kekurangan pengajar kebenaran atau pelayanan pendidikan yang tidak lengkap, menyebabkan orang percaya tidak cukup diperlengkapi, dan menjadi korban!

Paulus lebih lanjut mengkritik kesalahan para penentang Injil ini, yakni perkataan dalam ayat 12: 「orang Kreta adalah pembohong, adalah binatang buas, pelahap yang malas bekerja」 (RCUV). Para peneliti berpendapat ini adalah perkataan Epimenides 600 S.M. yang dengan konkrit menggambarkan orang Kreta sering berbohong, perbuatannya liar dan tingkah laku yang berbahaya, juga adalah orang yang malas bekerja namun tamak makan, Paulus memberikan kesaksian bahwa penggambaran ini adalah benar adanya. Dengan kata lain, kebiasaan buruk orang Kreta, dapat ditemukan pada diri orang-orang yang melawan Injil ini. Tragisnya kebiasaan rusak dalam masyarakat ini dibawa masuk ke dalam gereja oleh para guru palsu, sehingga ada sekelompok keluarga yang dirusakan (Titus 1:11)!

Maka Paulus berpesan kepada Titus agar 「tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman」 (Titus 1:13). Titus beserta tanggung jawab penilik saat itu hendak merespon guru palsu, memakai teguran untuk mengkoreksi kesalahan mereka, sehingga mereka dikukuhkan dalam kebenaran iman. Ada para peneliti bertanya: siapakah 「mereka」? Dari teks sebelum dan sesudahnya dapat dilihat, ini jelas adalah menunjuk kepada guru palsu, namun selain guru palsu, apakah bisa juga termasuk orang percaya Kreta? Orang percaya perlu dikukuhkan dalam kebenaran, perlu memperhatikan untuk tidak menuruti dua macam pengajaran yang tidak murni: yakni jangan mendengarkan 「dongeng-dongeng orang Yahudi」, dan jangan mendengarkan 「hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran」.

Renungkan: (1) memohon Tuhan menganugerahkan roh untuk membedakan kebenaran; (2) hati yang setia memberitakan Firman kebenaran Alkitab kepada guru pengajar sekolah minggu di gereja dan para pengajar (demikian juga orangtua di rumah); (3) memohon Roh Kudus menahan kebiasaan jahat masyarakat agar tidak menginvasi gereja.

2 Yoh. 10-13

「Tidak Menerima Pengajar Palsu」

Mengapa sangat krusial dan berbahaya menerima atau bersahabat dengan para pengajar palsu?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Yoh. 1:10-13 [ITB])
10Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
11Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
12Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita.
13Salam kepada kamu dari anak-anak saudaramu yang terpilih.

Yohanes dalam perikop sebelumnya menasehati orang percaya 「hendaklah berhati-hati」 menghadapi yang tidak mengakui Yesus Kristus adalah Anak Allah, yang menyesatkan orang, perikop ini lebih lanjut mengemukakan tindakan nyata dari 「hendaklah berhati-hati」 — Tentu saja ini bukan satu-satunya tindakan. Yohanes mengajarkan orang percaya terhadap mereka yang 「bukan membawa ajaran ini」, jangan menerima mereka ke dalam rumah, juga jangan memberi salam kepadanya. Kata 「ajaran ini」 dilihat dari teks sebelum dan sesudahnya adalah menunjuk ajaran yang mengakui Yesus Kristus telah datang ke dalam dunia sebagai manusia, dan dari perikop lain yang terkait dapat diketahui, ajaran ini juga menunjuk Yesus Kristus adalah Anak Allah. Dengan kata rangkuman, ajaran ini terkait kebenaran tentang doktrin Kristus dan doktrin anugerah keselamatan. Yohanes menggunakan sikap yang tidak dapat ditawar menghadapi orang yang menyiarkan ajaran sesat, karena ini adalah terkait dengan pokok iman yang sangat serius.

Di sini menggunakan kata 「rumah」 (Oikia bangunan rumah) dalam bahasa aslinya Yunani sering digunakan untuk menunjuk tempat berkumpul ibadah (Rom. 16:5; 1 Kor. 16:19; Ko.l 4:15), maka ada peneliti Alkitab yang berpendapat Yohanes bukan melarang orang percaya tidak boleh menerima orang-orang tersebut secara pribadi, tetapi agar mereka jangan memasuki tempat ibadah orang percaya, sehingga mereka memiliki kesempatan menyiarkan doktrin sesat yang tidak percaya, juga mungkin mengakibatkan perselisihan pendapat di antara orang percaya. Pada zaman Yohanes menuliskan surat ini, sudah terdapat jalan lalu lintas yang baik, banyak orang berpergian antar kota atau lintas propinsi dan menyiarkan ajaran sesat. Kata 「menerima」 tamu mencakup makna memberikan tempat tinggal, makanan dan perlindungan, bukan hanya sekedar bertemu dan berbincang-bincang. Orang percaya juga jangan memberi salam kepada pengajar palsu, agar tidak mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat, ini tidak menyatakan anda menyetujui ajaran sesat yang mereka siarkan, tetapi sangat mudah disalah-pahami sebagai anggota mereka, terlebih lagi mungkin diselewengkan sebagai persetujuan anda terhadap mereka, bahkan mendukung apa yang mereka siarkan.

Paling akhir, Yohanes memberikan salam kepada masing-masing orang dalam gereja, dan menyatakan masih ada lebih banyak lagi hal-hal yang hendak berbagi dengan mereka, hanya saja berharap dapat datang sendiri segera bertemu muka dengan mereka dan membicarakannya, dengan tujuan agar setiap orang mendapatkan sukacita sempurna, ini tidak hanya menunjuk gereja yang menerima surat, juga mencakup Yohanes yang menulis surat juga mendapatkan sukacita sempurna. Yohanes memberikan perhatian kepada orang percaya di dalam Tuhan, bukan karena pekerjaan atau tanggung jawab, tetapi demi anggota tubuh di dalam Roh, maka ia juga tidak lupa mewakili gerejanya memberikan salam kepada mereka yakni 「anak-anak saudaramu yang terpilih」, ini adalah relasi orang percaya yang demikian intim dan hangat. (Relasi persekutuan yang benar adalah relasi di dalam kebenaran Kristus Yesus. Dan itu yang mampu membawakan sukacita sempurna. Kebalikan dari relasi persekutuan dengan para pengajar palsu yang membawakan kesesatan dan kebinasaan kekal. )

Renungkan: mengenai bagaimana sikap menghadapi ajaran sesat, masing-masing orang mungkin memiliki cara yang tidak sama. Ada orang Kristen berharap melalui banyak hubungan, diskusi, menyiarkan kebenaran kepada mereka, agar mereka berbalik kepada Tuhan; juga ada orang Kristen yang tidak mau berhubungan untuk menyatakan bahwa mereka tidak sama ajaran. Perlu kita berhati-hati bahwa mereka bukan hanya sekedar salah membuat pilihan dalam iman, sehingga termasuk dalam ajaran sesat, tetapi mereka juga adalah orang yang termasuk milik iblis dan Anti-Kristus. Demi Injil, setiap orang perlu kita berikan perhatian dan menyiarkan Injil kepadanya; tetapi dalam peperangan roh, harus berhati-hati atas tipu muslihat rancangan iblis, yang melalui persahabatan dan hubungan dekat, mencuri domba-domba dalam rumah Allah, serta dengan relasi yang erat menyamarkan diri di antara orang percaya.

Zakharia 13:1-9

「Ia mendengarkan yang memohon dalam nama TUHAN 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Zakharia ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Zakharia 13:1-9 [ITB])
1 “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran.
2 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan melenyapkan nama-nama berhala dari negeri itu, sehingga orang tidak menyebutnya lagi. Juga para nabi dan roh najis akan Kusingkirkan dari negeri itu.
3 Dan apabila seseorang masih tampil sebagai nabi, maka ayahnya dan ibunya, yang telah memperanakkan dia, akan berkata kepadanya: Janganlah engkau hidup lagi, sebab yang kaukatakan demi nama TUHAN itu adalah dusta! Lalu ayahnya dan ibunya, yang telah memperanakkan dia, akan menikam dia pada waktu ia bernubuat.
4 Pada waktu itu para nabi masing-masing akan mendapat malu oleh karena penglihatannya sebagai nabi, dan tidak ada lagi dari mereka yang mengenakan jubah berbulu untuk berbohong; 5 tetapi masing-masing akan berkata: Aku ini bukan seorang nabi, melainkan seorang pengusaha tanah, sebab tanah adalah harta kepunyaanku sejak kecil. 6 Dan apabila ada orang bertanya kepadanya: Bekas luka apakah yang ada pada badanmu ini?, lalu ia akan menjawab: Itulah luka yang kudapat di rumah sahabat-sahabatku!”
7 “Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!”, demikianlah firman TUHAN semesta alam. “Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai! Aku akan mengenakan tangan-Ku terhadap yang lemah.
8 Maka di seluruh negeri, demikianlah firman TUHAN, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa, tetapi sepertiga dari padanya akan tinggal hidup. 9 Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!”

Ayat Kunci: 「Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku! 」 (Za. 13:9c)

Catatan Nabi Zakharia tentang pengilhaman kedua adalah mengenai seluruh Israel, untuk memperjelas bahwa saat Yerusalem mengalami lagi serangan musuh, Messiah akan datang membawakan keselamatan; pada saat itu Ia memberikan anugerah pentahiran bagi orang yang mau bertobat, dan mendirikan Kerajaan-Nya di tengah-tengah Israel. Berita dari pengilhaman ini adalah untuk mendorong semangat umat sisa yang kembali, saat mereka berharap penggenapan nyata dari perjanjian kovenan, mereka harus menjalani hidup dalam iman (Za. 12:1-14:21). Perhatikan: dalam perikop ini muncul 17 kali  「pada waktu itu 」 (in that day) menekankan penghakiman yang pasti akan dijalankan pada hari akhir.

Za. 13:1-6 merupakan kelanjutan Za. 12:10-14. Saat gerakan Roh Kudus membawa Israel masuk ke dalam penyesalan atas dosa-dosanya, bertemu muka dengan Messiah yang disalibkan, Allah akan menyediakan bagi mereka sebuah 「mata air membasuh dosa dan kecemaran, 」 tepat pada waktunya. Ini adalah jalan untuk mendapatkan pentahiran, yang ada kekal, saat ini disediakan bagi umat agar umat sisa yang bertobat dapat mengalami anugerah pengampunan dosa. Inilah sesungguh-sungguhnya penggenapan janji Allah mengampuni dosa-dosa umat-Nya di bawah Perjanjian yang Baru (Za. 3:4,9; lihat Yer. 31:34; Yeh. 36:25; Rom. 11:26-27). 「Dosa  」 menunjuk kepada tingkah laku kerusakan moral; 「kecemaran 」 adalah ritual ibadah yang tidak tahir. Ini menunjuk bagian terdalam dari kehidupan orang haruslah suci. Selain itu pentahiran yang di luar, Allah akan membinasakan berhala, nabi palsu dan roh-roh kenajisan (lhat Za. 10:2-3; Yer. 23:30-32; 27:9-10; Yeh. 13:1-14:11). Jika ada orang yang masih ingin menjadi nabi palsu, orang tuanya (saudaranya) harus membinasakan dia, ini adalah perintah Allah kepada umat-Nya dalam hukum Taurat (Ul. 13:6-9). Dengan demikian, nabi palsu terpaksa menyembunyikan diri, bahkan karena takut dikenali lalu membuat cerita bohong (Za. 13:4-6; lihat Im. 19:28; 21:5; Ul. 14:1; 1Raj. 18:28). Di zaman sekarang ini orang masih berebut menonjolkan diri punya kemampuan ilahi yang spesial, Alkitab menubuatkan pada saat hari akhir 「nabi palsu 」 akan sengaja menyangkal kemampuan supranatural.

Ayat 7-9 (Za. 13:7-9), nabi Zakharia memakai sebuah puisi untuk mengulang topik di fasal 11 tentang Gembala yang baik, juga sekali lagi membicarakan bahwa penolakan umat pilihan atas Sang Gembala dan mengakibatkan datangnya kuk penyerakkan diri mereka ke negara-negara asing. Allah menyebut Sang Gembala yang baik sebagai 「orang yang paling karib kepada-Ku 」 menyatakan bahwa Sang Messiah mempunyai hubungan yang intim dengan Allah; 「orang yang paling karib kepada-Ku 」 menunjukkan bahwa memukul Sang Gembala ada dalam rencana Allah (lihat Yes. 53:10), namun orang Israel lah yang membunuh Dia (lihat Za. 12:10). Saat Gembala dipukul maka domba-domba akan berpencar (yakni Israel, Za. 12:4-14). Tuhan Yesus pernah memakai ayat-ayat ini untuk menunjukkan bahwa murid-murid-Nya akan berpencar setelah Ia disalibkan (lihat Mat. 26:31; Mar. 14:27).

Di sini nubuat nabi Zakharia mempunyai karakteristik sesuai urutan waktu: ayat 7 (Za. 13:7) adalah tentang peristiwa penyaliban Tuhan Yesus; ayat 8-9 (Za. 13:8-9) adalah tentang akhir zaman (lihat Yeh. 5:1-12; 20:37; Kel. 6:7; Im. 26:12).

 

Renungkan: Tuhan Yesus pernah bernubuat  bahwa sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali, akan muncul banyak nabi-nabi palsu yang menyesatkan banyak orang. Hendaknya kita menghindari penyesatan, bagaimanakah anda mempersiapkan diri?

Rencanakan: tuliskan persiapan yang anda rencanakan untuk menghindari penyesatan, jadikan kenyataan satu per satu setiap tiga bulan.

Doa: Tuhan, mohon Engkau menolong dan mengajarkan diri saya, berjaga-jaga, setia waspada dalam doa, agar tidak disesatkan orang yang memalsukan nama-Mu; bertekun sampai akhir dengan sukacita bertemu Engkau. Amin.


Tambahan Blogger:

Lihat lagi renungan hari ini berkaitan dengan Za. 9:11-10:12, pakailah sedikit waktu anda melihat lagi renungan Za. 9:11-10:12

Ulangan 13:1-5

Membedakan nabi sejati dan nabi palsu

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 13:1-5 [ITB])
1 Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, 2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, 3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. 4 TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.
5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan–dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

Bagian ini mengungkapkan banyak masalah:

1. Perjanjian Lama pada dasarnya tidak memiliki istilah khusus untuk nabi palsu, hanya nabi. Dengan demikian, bagaimana orang-orang biasa bisa tahu jika seorang nabi adalah nabi yang benar / sejati ataukah ia adalah nabi palsu?
2. Jika ingin menunjukkan bahwa seorang adalah nabi palsu, apakah cukup dengan cara diuji berhasil atau tidaknya ia melakukan mukjizat?
3. Jika mukjizat tidak dapat diandalkan, lalu apa standar untuk menguji apakah seorang nabi memberitakan perkataan ilahi yang benar atau palsu?
4. TUHAN adalah Allah yang mahatahu, mengapa Ia harus menguji umat-Nya?
5. Melihat dari konteks keseluruhan kitab, apa inti sentral dari perikop ini?

Tidak mudah untuk menjawab semua pertanyaan sekaligus, di sini hanya bisa fokus pada dua atau tiga poin untuk dibagikan.

Pertama-tama, apakah dia disebut nabi, imam, orang berilmu; tidak peduli di sekolah nabi mana dia dididik, bahkan penyihir di depan Firaun dapat memainkan sihir meniru Musa, mengubah tongkatnya menjadi ular (Keluaran 4); apalagi beberapa mukjizat, nubuat perlu waktu untuk membuktikan (Lihat Yeremia 28) Ada dua kriteria untuk menguji: apakah melanggar hukum Musa dan apakah menyangkal keselamatan dari Mesir. Atau lebih sederhana: apakah berita disampaikan seorang nabi tidak melanggar hukum Allah.

Kedua, sesulit dan serumit apa pun urusannya, umat Allah memiliki tanggung jawab untuk mendengar dan mengambil putusan; Allah juga mempercayakan umat-Nya memiliki kemampuan untuk membedakan yang benar dan yang salah.

Ketiga, inti dari putusan yang diambil bukan pada penglihatan, nubuat, tetapi ada dukungan bukti.

Renungkan:
Gereja sejak kelahirannya telah dilanda ajaran sesat, dan tidak pernah kekurangan nabi palsu. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebenaran Firman yang telah diserahkan kepada kita (Yudas 4), dan mencabut lalang dari antara gandum (Matius 13). Tentu saja, ini juga berarti bahwa kita harus terlebih dahulu mempelajari Alkitab dengan baik barulah kita dapat menjadi wasit yang adil dan bijaksana bagi Allah dan mempertahankan kemurnian Firman Allah.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.