Kaitan erat Surat 1 Yoh. 2:9-11 dengan Injil Yoh. 13, 14 dan 15
Yohanes 13:21 … Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” 30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. 34 … kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
1 Yoh. 2:9-11 terkait erat Yoh 13:
- Peristiwa Yudas Yoh 13:30 sebagai bukti 1 Yoh. 2:9, dengan membenci Yesus, ia meninggalkan Terang, lihat “Pada waktu itu hari sudah malam”
- Yoh 13, Yesus melakukan tindakan kasih membasuh kaki para murid lebih dahulu, barulah kemudian Ia memberikan perintah “saling mengasihi.”
Itu merupakan pattern atau pola cara Allah bekerja, Ia menolong umat Israel barulah memberikan hukum Taurat.- Lihat pola dalam 1 Yoh. 2:9
“Barangsiapa 1)berkata, … , tetapi ia 2) membenci saudaranya, ia 3)berada di dalam kegelapan sampai sekarang.” Ayat 9 dimulai dengan “barangsiapa berkata ….”
Bandingkan dengan pola dalam 1 Yoh. 2:10,
“Barangsiapa 2) mengasihi saudaranya, ia tetap 3)berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.” Ayat 10 tidak dimulai “barangsiapa berkata …”
Saya ganti dengan “…” karena apapun itu yang diucapkan belum tentu benar, kemudian bertindak, tindakan itulah yang realitasnya.
Bandingkan pola tindakan Yesus dalam Yoh. 13. Ingat Yesus adalah Allah yang bertindak realitas, Ia datang ke dunia bertindak menolong dan berkorban, bukan hanya “berbicara” dan memberi perintah dari Sorga nun jauh.
Bandingkan kodisi akhirnya ditentukan tindakan, bukan “berkata”:
yang bertindak benar ⇒ berada di dalam terang,
yang berkata … (apapun itu tidak penting) ⇒ berada di dalam kegelapan (karena bertindak tidak benar).
- Lihat pola dalam 1 Yoh. 2:9
- Yoh. 13, mereka sedang dalam Persekutuan ⇔ 1 Yoh 2:9-10 kata “Saudara”
- Yudas meninggalkan persekutuan Yesus ⇔ tindakan masuk dalam “gelap” sesuai 1 Yoh. 2:9
- Pada waktu itu hari sudah malam ⇔ “berada di dalam kegelapan”
- Yesus melakukan Kasih ⇔ 1 Yoh 2:10 “mengasihi”
- Yesus Sumber Terang ⇔ 1 Yoh. 2:10 “dalam terang”
- Yoh. 13:30 Yudas pergi menjual Yesus ⇔ 1 Yoh. 2:9 “membenci saudaranya”
- Rasul Yohanes bersandar pada Tuhan Yesus (Yoh. 13:23), menyatakan ia tetap dalam Terang ⇔ Yohanes tidak menjual Yesus. (Walau Petrus menyangkal Yesus, namun ia tidak menjual Yesus)
Alkitab mencatat detil seringkali perlu dipertimbangkan kemungkinan makna yang dinyatakan secara implisit.
1 Yoh. 2:9-10 juga terkait erat Yoh. 15
- Pokok anggur, tinggal dalam Terang ⇒ berbuah lebat (Gal. 5:22 Kasih adalah buah Roh)
- Berada di luar Aku (kegelapan) … ⇒ dicampakkan dan dibakar
1 Yoh 2:9-10 bicara soal tinggal di dalam terang atau dalam kegelapan (keluar dari Terang)
Di Yoh 15, mengapa setelah bicara pokok Anggur, Yesus mengulang perintah saling mengasihi?
Jawabannya ada pada sebuah cyclic sirkular: ada pada 1 Yoh. 2:10-11, yang juga merupakan kesimpulan Yoh. pasal 13, 15 dan 1 Yoh. 2:9-11. “Tetaplah berada dalam Terang (dalam persekutuan Roh Yesus yang Kudus) dengan saling mengasihi (dan melaksanakan perintah² Yesus) maka Firman itu ada di dalam kita, maka kita tetap di dalam Terang (plus di dalam Firman), maka kita bisa saling mengasihi dengan kasih Yesus, dan itu adalah cara untuk tetap di dalam Terang.”
Konsep yang sering dibicarakan Tuhan Yesus, “Aku ada di dalam kamu dan kamu ada di dalam Aku”.
Yohanes 14:23 (TB) Jawab Yesus: “Jika seorang 1) mengasihi Aku, ia akan 2) menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan 3) datang dan diam bersama-sama dengan dia.”
Jika kita baca dan teliti pelan-pelan, kita akan menemukan dan menikmati betapa indahnya Alkitab, Firman Perkataan Allah ini.
Firman itu telah datang menjelma menjadi manusia, karena Ia adalah Allah, Ia Maha Mampu dan Maha Bebas melakukan kebenaran-Nya.
Ia Maha Kasih yang Maha Terbukti kasih-Nya dengan mengorbankan diri-Nya sendiri menebus dosa anda dan saya.
Tugas anda dan saya:
“Tetaplah berada dalam Terang (dalam persekutuan Yesus, Sang Firman Kasih Allah) dengan saling mengasihi (dan melaksanakan perintah² Yesus Sang Kasih Allah) maka Firman itu ada di dalam kita, maka kita tetap di dalam Terang (plus di dalam Firman), maka kita bisa saling mengasihi dengan kasih ilahi Yesus, dan itu adalah cara untuk tetap di dalam Terang.”
Untuk memulai siklus sirkular itu maka Yesus menebus kita dari dosa, menyucikan kita maka kasih ilahi itu ditanamkan di dalam hati kita yang sudah lahir baru itu dan Roh Kudus berdiam di dalam hati kita (kita ada di dalam Terang, Kasih dan kebenaran.
Tanpa dimulai penebusan dosa oleh Allah, bagaimana manusia yang sudah cacat berdosa mampu dengan benar mengasihi Allah dan sesama manusia dengan kasih yang cacat berdosa itu lalu setelah mati harus mengalami penghakiman? Non sense!
Namun setelah dosa kita ditebus, kita lahir baru disucikan oleh Allah, maka kita dimampukan untuk tidak lagi mengasihi dengan kasih dunia. Karena kasih dunia adalah kasih yang cacat oleh dosa manusia, kasih yang menolak Yesus (Kasih yang tidak mau menerima Yesus Sang Firman Allah, tidak dapat disebut sebagai kasih yang sempurna, justru merupakan kasih yang bercacat dosa.)
Semua ini konsisten dengan prinsip “Hanya karena anugerah” bukan karena kehebatan diri manusia.
Untuk Kalangan Sendiri.