Tag Archives: Surat Yohanes

Notes on 1 Yoh. 2:9-11, Yoh. 13, 14, 15

Kaitan erat Surat 1 Yoh. 2:9-11 dengan Injil Yoh. 13, 14 dan 15

Yohanes 13:21 … Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” 30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. 34 … kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

1 Yoh. 2:9-11 terkait erat Yoh 13:

  • Peristiwa Yudas Yoh 13:30 sebagai bukti 1 Yoh. 2:9, dengan membenci Yesus, ia meninggalkan Terang, lihat “Pada waktu itu hari sudah malam”
  • Yoh 13, Yesus melakukan tindakan kasih membasuh kaki para murid lebih dahulu, barulah kemudian Ia memberikan perintah “saling mengasihi.”
    Itu merupakan pattern atau pola cara Allah bekerja, Ia menolong umat Israel barulah memberikan hukum Taurat.

    • Lihat pola dalam 1 Yoh. 2:9
      “Barangsiapa 1)berkata, … , tetapi ia 2) membenci saudaranya, ia 3)berada di dalam kegelapan sampai sekarang.” Ayat 9 dimulai dengan “barangsiapa berkata ….”
      Bandingkan dengan pola dalam 1 Yoh. 2:10,
      “Barangsiapa 2) mengasihi saudaranya, ia tetap 3)berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.” Ayat 10 tidak dimulai “barangsiapa berkata …”
      Saya ganti dengan “…” karena apapun itu yang diucapkan belum tentu benar, kemudian bertindak, tindakan itulah yang realitasnya.
      Bandingkan pola tindakan Yesus dalam Yoh. 13. Ingat Yesus adalah Allah yang bertindak realitas, Ia datang ke dunia bertindak menolong dan berkorban, bukan hanya “berbicara” dan memberi perintah dari Sorga nun jauh.
      Bandingkan kodisi akhirnya ditentukan tindakan, bukan “berkata”:
      yang bertindak benar ⇒ berada di dalam terang,
      yang berkata … (apapun itu tidak penting) ⇒ berada di dalam kegelapan (karena bertindak tidak benar).
  • Yoh. 13, mereka sedang dalam Persekutuan ⇔ 1 Yoh 2:9-10  kata “Saudara”
  • Yudas meninggalkan persekutuan Yesus ⇔ tindakan masuk dalam “gelap” sesuai 1 Yoh. 2:9
  • Pada waktu itu hari sudah malam ⇔ “berada di dalam kegelapan”
  • Yesus melakukan Kasih ⇔ 1 Yoh 2:10 “mengasihi”
  • Yesus Sumber Terang ⇔ 1 Yoh. 2:10 “dalam terang”
  • Yoh. 13:30 Yudas pergi menjual Yesus ⇔ 1 Yoh. 2:9 “membenci saudaranya”
  • Rasul Yohanes bersandar pada Tuhan Yesus (Yoh. 13:23), menyatakan ia tetap dalam Terang ⇔ Yohanes tidak menjual Yesus. (Walau Petrus menyangkal Yesus, namun ia tidak menjual Yesus)

Alkitab mencatat detil seringkali perlu dipertimbangkan kemungkinan makna yang dinyatakan secara implisit.

1 Yoh. 2:9-10 juga terkait erat Yoh. 15

  • Pokok anggur, tinggal dalam Terang ⇒ berbuah lebat (Gal. 5:22 Kasih adalah buah Roh)
  • Berada di luar Aku (kegelapan) …  ⇒ dicampakkan dan dibakar

1 Yoh 2:9-10 bicara soal tinggal di dalam terang atau dalam kegelapan (keluar dari Terang)

Di Yoh 15, mengapa setelah bicara pokok Anggur, Yesus mengulang perintah saling mengasihi?

Jawabannya ada pada sebuah cyclic sirkular: ada pada 1 Yoh. 2:10-11, yang juga merupakan kesimpulan Yoh. pasal 13, 15  dan 1 Yoh. 2:9-11. “Tetaplah berada dalam Terang (dalam persekutuan Roh Yesus yang Kudus) dengan saling mengasihi (dan melaksanakan perintah² Yesus) maka Firman itu ada di dalam kita, maka kita tetap di dalam Terang (plus di dalam Firman), maka kita bisa saling mengasihi dengan kasih Yesus, dan itu adalah cara untuk tetap di dalam Terang.”

Konsep yang sering dibicarakan Tuhan Yesus, “Aku ada di dalam kamu dan kamu ada di dalam Aku”.

Yohanes 14:23 (TB) Jawab Yesus: “Jika seorang 1) mengasihi Aku, ia akan 2) menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan 3) datang  dan diam bersama-sama dengan dia.”

Jika kita  baca dan teliti pelan-pelan, kita akan menemukan dan menikmati betapa indahnya Alkitab, Firman Perkataan Allah ini.

Firman itu telah datang menjelma menjadi manusia, karena Ia adalah Allah, Ia Maha Mampu dan Maha Bebas melakukan kebenaran-Nya.

Ia Maha Kasih yang Maha Terbukti kasih-Nya dengan mengorbankan diri-Nya sendiri menebus dosa anda dan saya.

Tugas anda dan saya:

“Tetaplah berada dalam Terang (dalam persekutuan Yesus, Sang Firman Kasih Allah) dengan saling mengasihi (dan melaksanakan perintah² Yesus Sang Kasih Allah) maka Firman itu ada di dalam kita, maka kita tetap di dalam Terang (plus di dalam Firman), maka kita bisa saling mengasihi dengan kasih ilahi Yesus, dan itu adalah cara untuk tetap di dalam Terang.”

Untuk memulai siklus sirkular itu maka Yesus menebus kita dari dosa, menyucikan kita  maka kasih ilahi itu ditanamkan di dalam hati kita yang sudah lahir baru itu dan Roh Kudus berdiam di dalam hati kita (kita ada di dalam Terang, Kasih dan kebenaran.

Tanpa dimulai penebusan dosa oleh Allah, bagaimana manusia yang sudah cacat berdosa mampu dengan benar mengasihi Allah dan sesama manusia dengan kasih yang cacat berdosa itu lalu setelah mati harus mengalami penghakiman? Non sense!

Namun setelah dosa kita ditebus, kita lahir baru disucikan oleh Allah, maka  kita dimampukan untuk tidak lagi mengasihi dengan kasih dunia. Karena kasih dunia adalah kasih yang cacat oleh dosa manusia, kasih yang menolak Yesus (Kasih yang tidak mau menerima Yesus Sang Firman Allah, tidak dapat disebut sebagai kasih yang sempurna, justru merupakan kasih yang bercacat dosa.)

Semua ini konsisten dengan prinsip “Hanya karena anugerah” bukan karena kehebatan diri manusia.


Untuk Kalangan Sendiri.

1 Yohanes 3:1-10

20 Feb 2018 – Selasa Minggu Pertama Pra Paskah

Anak-anak Allah Menjalankan Kebenaran.

(1 Yohanes 3:1-10)
1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata, apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama sepertui Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.
6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar.
8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari iblis, sebab iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis; setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Renungan
Apakah perubahan terbesar setelah percaya pada Yesus? Di permukaan, kelihatannya orang Kristen yang hidup di dunia ini juga menghadapi kebutuhan sandang, pangan, papan, dan transportasi, mengalami kepahitan dan sukacita dari kelahiran, usia tua, sakit dan kematian, menderita kemalangan dari bencana alam dan malapetaka buatan manusia, dipukul oleh ketidakadilan, berjuang terhadap emosi dan keinginan, karenanya tidak jauh berbeda dengan manusia duniawi. Namun, percaya Yesus dan menjadi anak-anak Allah adalah paling mendasar dan perubahan yang paling besar di dalam hidup kita (ayat 1)

Sebagai contoh persoalan para pengungsi yang mengganggu. Dunia yang dipenuhi dengan dosa adalah seperti area pengungsi. Seorang di dunia ini dilahirkan sebagai seorang pengungsi – tanpa identitas kewarganegaraan yang resmi, berkali-kali menjalani kehidupan di medan perang, kehilangan hubungan dengan orang tua dan keluarga. Di dalam kamp pengungsi dengan ribuan tenda, dia tidak memiliki keluarga, makanan yang teratur, tidak memiliki pakaian yang cukup untuk menutupi tubuhnya, dan diambang kematian. Pengharapan apa yang bias ditemukan dalam kehidupan yang demikian? Bertahun-tahun kemudian, sepasang suami istri datang mencarinya, dan mengakuinya sebagai anak mereka yang telah hilang bertahun-tahun yang lalu. Bukan hanya demikian, orangtuanya telah menjadi warga negara yang sah di suatu negara, dia juga menjadi warga negara yang sah dari negara tersebut.

Perubahan terbesar pada orang berdosa yang percaya pada Yesus adalah menjadi anak-anak Allah, yaitu warga dari kerajaan Allah. Siapakah anak-anak Allah? Mereka yang percaya kepada Yesus dan sehingga mengenal Allah adalah Bapa mereka, Ia yang tidak dikenal dunia, ( ayat 1). Kata “mengenal ” di sini menunjukkan hubungan yang dekat melalui pengalaman pribadi, seperti orangtua dengan anak yang saling mengenal satu dengan lainnya, seperti hubungan yang intim antara Yesus dan Bapa-Nya.

Kehidupan yang bagaimana yang dimiliki anak-anak Allah? Kita seperti anak yang hilang yang ditemukan bertahun-tahun kemudian, kembali pada keluarga yang tak asing namun asing, wajib mematuhi kebiasaan hidup masing-masing keluarga, di dalam tujuan, pola pikir, perkataan, dan tingkah laku dan juga cara-cara berhubungan dengan dunia dan sesama. Berikut ini ditekankan oleh surat rasul Yohanes:
Pertama-tama mengambil Yesus sebagai contoh, rupa-Nya, hidup-Nya yang suci (ayat 2-3). Kedua, hidup sesuai dengan kebenaran-Nya sama seperti kita mengikuti peraturan di rumah, bukan untuk menghalangi kita, tetapi untuk membangun jiwa dan perilaku kita. Ketiga, terus memegang identitas kita sebagai anak-anak Allah dengan tegas menolak dosa, ketidakbenaran, dan kejahatan (ayat 7-10). Yang terakhir, selalu menghidupi kehidupan kasih, kebenaran, dan hidup sejati.

Doa
Allah Bapa, aku mengucap syukur karena Engkau telah menerimaku menjadi anak-Mu. Kiranya aku mengikuti teladan Yesus hidup dengan kesucian, kasih, dan kebenaran. Ku ingin bersaksi di rumahku, tempat kerja dan sekolah bahwa aku adalah anak Allah.

Tindakan
Berdoa untuk orang-orang atau hal-hal yang membuat engkau kurang nyaman di rumahmu, tempat kerja, sekolah, atau lingkunganmu. Doakan kiranya Tuhan memberikan engkau hikmat dan keberanian untuk melakukan hal yang benar, mengkoreksi hal yang keliru untuk memuliakan Tuhan dan mendatangkan kebaikan bagi sesama.

Rev Dr Clement Chia
Principal
Singapore Bible College
(Sumber: diterjemahkan dari Renungan Pra Paskah berbahasa Chinese 2018)

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)

3 Yoh. 11-15

「Memuji Demetrius」

Apa makna pujian Rasul Yohanes kepada Demetrius dan kaitannya bagi kita hari ini?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(3 Yoh. 1:11-14 [ITB])
11Saudaraku yang kekasih,
janganlah meniru yang jahat,
melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah,
tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.
12Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar.
13Banyak hal yang harus kutuliskan kepadamu, tetapi aku tidak mau menulis kepadamu dengan tinta dan pena.
14Aku harap segera berjumpa dengan engkau dan berbicara berhadapan muka.
15Damai sejahtera menyertai engkau! Salam dari sahabat-sahabatmu. Sampaikanlah salamku kepada sahabat-sahabat satu per satu.

Yohanes dalam ayat 11 menggunakan bentuk penulisan struktur engsel (tentang bentuk ini dapat dibaca di Struktur Engsel Chiastic) kepada untuk menyatakan perbedaan berbuat baik dan jahat, berbuat baik diletakkan di tengah-tengah adalah menekankan pentingnya berbuat baik. Walaupun di sini tidak dijelaskan isi dari berbuat jahat dan berbuat baik, tetapi melalui teks sebelumnya, seharusnya adalah menunjuk pada perihal menerima para penyiar (misionaris). Kemudian Yohanes mengemukakan tiga pihak yang memberikan saksi untuk mengkonfirmasikan bahwa perbuatan baik Demetrius adalah benar adanya. Pihak yang bersaksi mencakup 「semua orang」, 「kebenaran」, Yohanes dan orang percaya yang lain. Yohanes mengajukan tiga pihak yang bersaksi adalah hendak menegaskan bahwa perbuatan baik dari Demetrius adalah sungguh adanya. Namun bagaimana 「kebenaran」 memberikan kesaksian? Kebenaran adalah menunjuk ajaran Alkitab, yakni pengajaran dari Yesus Kristus. Kebenaran menyatakan kehendak Allah, 「kebenaran sendiri memberi kesaksian」 menjelaskan bahwa perbuatan Demetrius adalah sesuai tuntutan kebenaran, juga berkata bahwa Demetrius ada di dalam kebenaran, ini adalah sebuah kesaksian yang memiliki kekuatan dan mempunyai sifat objektif. Mengenai kesaksian Yohanes dan orang percaya, dia berkata: 「engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar」, ini menunjukkan bahwa Gayus mengenal bagaimana para orang percaya dan Yohanes menjadi orang (prilaku, sifat serta karakter) — 「Kesaksian」 bukan hanya berdasarkan perkataan mulut, tetapi juga melihat tingkat seorang saksi dapat dipercaya serta prilaku, sifat serta karakter (maka kesaksian yang diberikan kepada Demetrius sangat meyakinkan, suatu hal yang sangat berharga untuk bisa kita capai.)

Dalam kata-kata penutupannya, Yohanes dengan sepenuhnya menyatakan hatinya yang mendesak untuk dapat secepatnya bertemu dengan Gayus, agar berhadapan muka membicarakan semua hal ini, tidak hanya demi masalah 「menerima」, masih ada 「banyak hal」 yang lain. Perkataan ini secara maksimal menggambarkan relasi yang begitu intim antara 「penatua」 dengan orang percaya — mereka boleh berbicara segala hal tanpa rahasia, tidak peduli berapa banyaknya.

Paling akhir 「penatua」 mengucapkan berkat 「Damai sejahtera menyertai engkau」, adalah berkat yang sering dipakai dalam surat-surat di Perjanjian Baru, yang juga merupakan ucapan berkat paling besar yang diberikan kepada para murid saat Yesus di dunia! Dia tidak hanya mengingat Gayus, terlebih lagi menitipkan salam kepada saudara-saudari berdasarkan nama mereka. Jangan memandang ringan perkataan ini, karena itu mewakili Yohanes adalah seorang penatua yang demikian dekat, bukan berbasa-basi, atau untuk formal saja, atau sekedar sopan santun, tetapi di balik setiap nama adalah anak-anak yang dia perhatikan secara pribadi. Kiranya kita belajar bagaimana di dalam Tuhan berdiri relasi yang intim dan tulus di antara anggota tubuh Kristus.

Renungkan: surat 1, 2, 3 Yohanes bukan karya besar teologi, tetapi merupakan dapat dipastikan memberikan pedoman yang tidak boleh kurang dalam pertumbuhan kehidupan orang percaya. Yohanes dengan bersungguh-sungguh menasehati orang percaya, agar kita mengetahui diri kita memiliki hidup kekal (1 Yoh. 5:13). Bukti keselamatan bukan datang dari keanggotaan gereja atau surat baptisan, tetapi adalah percaya Yesus Kristus adalah Anak Allah, Firman menjelma menjadi manusia, dalam di atas salib demi kita mengalirkan darah, demi kita mati dan bangkit. Berdasarkan iman kita percaya menerima Yesus, Roh Kudus sesuai janji tinggal di dalam hati kita, dan menghidupi kehidupan saling mengasihi.

Kiranya sekali lagi berdasarkan anugerah keselamatan dari Allah yang begitu berkelimpahan, kita mempersembahkan puji syukur, juga sering memohon Tuhan mengampuni kita atas kelemahan kita dalam kehidupan! Jika kita mengakui dosa diri sendiri, Allah yang adalah setia, yang adalah kebenaran, pasti akan mengampuni dosa kita, membersihkan segala ketidak-benaran kita (1 Yoh. 1:9).


Tambahan Blogger:

Dalam renungan ini terdapat dua inti, silahkan menyediakan sedikit waktu untuk merangkumkan kedua inti tersebut.

3 Yoh. 9-10

「Teguran kepada Diotrefes」

Apa pentingnya teguran Rasul Yohanes kepada Diotrefes bagi kita hari ini?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(3 Yoh. 1:9-10 [ITB])
9Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.
10Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya,
sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.

Selain dalam surat 3 Yohanes, semua kitab dalam Perjanjian Baru tidak pernah muncul nama 「Diotrefes」 ini, dari perikop pendek ini, boleh diperkirakan dia mungkin tinggal di kota yang sama dengan Gayus atau tinggal di kota tetangga, dua orang mungkin berada di gereja tidak sama, tetapi seharusnya saling mengenal. Diotrefes mungkin adalah pemimpin gereja dan orang yang memiliki pengaruh, bahkan dia memiliki para pengikut, maka dia boleh mengusir saudara keluar dari gereja (mengucilkan saudara-saudara itu dari jemaat).

Yohanes di dalam surat menunjukkan Diotrefes melakukan empat macam kejahatan, yakni 「meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami」, 「tidak menerima saudara-saudara」, 「mencegah orang-orang yang mau menerima」 dan 「mengusir saudara keluar dari gereja (orang-orang yang mau menerima)」 (3 Yoh. 1:10). Saudara-saudara yang seharusnya diterima ini adalah kawan sekerja pemberita Injil yang disebutkan dalam teks sebelumnya, mereka demi Tuhan pergi ke empat penjuru, berusaha keras menyiarkan Injil. Gayus dipuji karena mau menerima mereka, kebalikkannya, Diotrefes tidak hanya tidak mau menerima mereka, bahkan dengan congkak melawan orang lain yang hendak menerima para kawan sekerja tersebut. Di dalam surat tidak dikatakan dengan jelas apa penyebab Diotrefes melakukan hal ini, percaya bahwa salah satu penyebab adalah dia tidak suka kepada 「penatua」, maka ia meleter dengan kata-kata kasar terhadap 「penatua」 dan serta orang yang diutusnya.

Dari tindakan dia mengusir orang keluar dari gereja karena menerima para kawan sekerja, dapat diketahui dia adalah orang yang mengungkit perselisihan. 「Menerima」 adalah sebuah topik lain, tetapi menyerang pemimpin rohani dan mengungkit perselisihan adalah masalah kehidupan rohani. Yohanes akan secara langsung menyelesaikan masalah ini apabila ia datang (“aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya”), percaya dia pasti bukan karena dikritik dan merasa tidak dihormati, tetapi hendak mencegah pemimpin dalam gereja yang 「ingin menjadi orang terkemuka」 bukan demi melayani orang lain, tetapi demi kesenangan pribadi atas kejahatan dan saling merebut kekuasaan, sehingga pada akhirnya timbul perpecahan dalam gereja .

Hari ini gereja juga seringkali demi pemahaman yang tidak sama dan timbul perselisihan. Dan 「mengusir saudara keluar dari gereja (mengucilkan saudara-saudara itu dari jemaat)」 bukan solusi pemecah masalah. Tidak sedikit orang Kristen menghadapi semua keadaan ini dengan sikap berusaha menutupi suasana agar terlihat tenang, atau berpura-pura dengan toleransi kasih yang palsu, bahkan memilih untuk menjauhi masalah, semua ini bukan solusi yang paling baik. Yohanes lebih suka pergi hadir di antara mereka, muka ke muka 「membicarakan (ITB: meminta perhatian)」 keseluruhan permasalahan. Ini adalah tindakan yang seharusnya dimiliki orang Kristen yang dewasa dan bertanggung jawab.

Renungkan: Sejak Gereja berdiri di dunia sampai hari ini 2000 tahun lebih, sepertinya tidak henti-hentinya mengalami perselisihan dan serangan, selain karena gereja adalah tempat hidup bersama orang-orang berdosa yang ditebus, dengan jelas gereja adalah taget serangan iblis. Yohanes dalam ketiga suratnya, sama sekali tidak menghindari menunjukkan masalah yang ada dalam gereja, termasuk adanya orang tidak percaya yang menebarkan ajaran sesat, juga adanya pribadi yang demi nafsu keinginan berebut kekuasaan, dan tidak ada kasih Kristus dalam hati. Apakah kita seperti Yohanes memiliki hati yang kokoh dan kasih Kristus, bersuara untuk Tuhan, agar gereja di dunia berkelanjutan bersinar bagi Tuhan, agar orang dunia melihat kemuliaan Allah?

3 Yoh. 1-8

「Dorongan kepada Gayus」

Apa isi dorongan Rasul Yohanes kepada Gayus yang tetap menjadi nasehat yang sangat penting bagi kita hari ini? Dan apa yang patut kita lakukan?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(3 Yoh. 1:1-8 [ITB])
1Dari penatua kepada Gayus yang kekasih, yang kukasihi dalam kebenaran.
2Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.
3Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran.
4Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.
5Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. 6Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah.
7Sebab karena nama-Nya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah.
8Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran.

Surat 3 Yohanes dituliskan Rasul Yohanes kepada Gayus saudara di dalam Tuhan, di dalam surat jelas disebutkan bahwa penulis surat adalah 「Penatua」, dengan penulis surat dua Yohanes adalah orang yang sama, melalu isi surat, penggunaan kata, dan nada, membuat kita yakin 「Penatua」 ini adalah Rasul Yohanes. Penerima surat 「Gayus」, pada saat itu adalah sebuah nama yang umum dipakai. Dalam Alkitab Perjanjian Baru pernah dicatat 3 orang 「Gayus」, seorang datang dari Korintus (Rom. 26:23; 1 Kor. 1:4), seorang datang dari Makedonia (Kis. 19:29), seorang datang dari Derbe (Kis. 20:4). Walaupun peneliti Alkitab merasa sulit memastikan apakah penerima surat ini adalah salah satu dari antara ketiga orang tersebut, atau adalah orang yang lain, tetapi tidak berpengaruh pada nilai dari surat ini. Dari kata-kata di dalam surat, kita dapat merasakan secara mendalam bagaimana relasi yang intim antara seorang gembala (penatua) dengan orang percaya. Di antara mereka, berita yang disampaikan, tidak peduli apakah ucapan salam, doa kesehatan, pujian, dorongan, bahkan teguran, semuanya adalah demikian tulus dan penuh inisiatif, bahkan saat dilihat orang lain, tidak ada sedikitpun perasaan sanjungan menjilat atau menghakimi orang lain. Walaupun kita bukan penerima surat, tetapi isi hati gembala Yohanes dan keteguhan dalam kebenaran, tetap menjadi nasehat yang sangat penting bagi kita hari ini.

Doa kesehatan Yohanes bagi Gayus adalah 「baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu」, ini bukan perkataan basa-basi, dalam doa kesehatan ini Yohanes menunjukkan semua yang baik-baik datang dari 「jiwa yang baik-baik」, dan dasar 「jiwa yang baik-baik」 adalah 「kesetiaan pada kebenaran」 (RCUV, 3 Yoh. 3a) (ITB menggunakan frasa 「hidup dalam kebenaran」 untuk ayat 3a maupun 3b) dan 「hidup dalam kebenaran」 (3 Yoh. 3b). Sebenarnya setiap bagian dalam kehidupan semuanya adalah saling berkaitan, dan syarat paling dasar adalah relasi kita dengan Allah, apakah dalam kehidupan ada melaksanakan ajaran kebenaran.

Yohanes selanjutnya memberikan sebuah contoh dari kehidupan nyata, yakni ada saudara yang bersaksi bagi Gayus, memuji bagaimana dia menerima saudara-saudara yang datang sebagai tamu, sehingga memberi kesaksian (membuktikan) hati dia yang mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Yohanes dalam surat ini menggunakan kata 「memberi kesaksian (membuktikan)」 sebanyak empat kali, di antaranya ada dua kali digunakan pada diri Gayus. Dapat dilihat pujian Yohanes kepada para saudara bukan kata-kata kosong basa-basi, namun adalah pujian sesuai kesaksian saudara yang indah.
Tamu yang diterima oleh Gayus bukan sembarang tamu umum, tetapi adalah saudara yang berpergian demi nama Tuhan dan pekerjaan demi kebenaran, di sini bahkan semua saudara ini disebut sebagai 「kawan sekerja」 (synergos, 3 Yoh. 8) (fellow workers” dalam terjemahan Inggris atau “kawan bekerja bersama-sama” dalam ITL, ITB “mengambil bagian dalam pekerjaan”), hanya satu kali saja dipakai dalam lima kitab tulisan Yohanes. (Dengan mendukung mereka, kita ambil bagian dalam pekerjaan Allah, menjadi kawan sekerja Allah dan kawan sekerja para penyiar Injil). Semua kawan sekerja ini tidak menerima dukungan dari orang-orang yang tidak mengenal Allah, maka dukungan Gayus nyata berharga dan penting. Yohanes lebih lanjut mendorong Gayus, jika ini adalah 「suatu cara yang berkenan kepada Allah」 menolong para penyiar Injil ini melanjutkan perjalanan mereka maka adalah baik benar perbuatan dia (3 Yoh. 6). 「Cara yang berkenan kepada Allah」 membantu para penyiar Injil ini, mempunyai makna bahwa dengan mendukung mereka ini adalah membalas kasih Allah, juga dapat menyatakan kasih Allah.

Renungkan: Gereja Yesus Kristus ada di dunia dalam bentuk yang tidak sama, juga berdiri di tempat yang tidak sama, bertujuan agar Gereja Kristus terlebih lagi mampu dengan efektif menyiarkan kebenaran di tempat yang tidak sama, membawa orang berbalik kepada Tuhan. Kemudian jangan lupa, di berbagai gereja terdapat para penyiar Injil, atau disebut misionaris yang diutus ke tempat yang tidak sama bersaksi bagi Tuhan, pemenuhan segala keperluan mereka hanya berdasarkan iman bersandar Tuhan. Kita sebagai bagian dari tubuh Kristus, sepatutnya saling mendukung, terutama memberi dukungan bagi keperluan para misionaris yang bekerja keras melakukan pelayanan Injil. Kiranya perbuatan baik Gayus tetap menjadi teladan kita sampai hari ini.

2 Yoh. 10-13

「Tidak Menerima Pengajar Palsu」

Mengapa sangat krusial dan berbahaya menerima atau bersahabat dengan para pengajar palsu?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Yoh. 1:10-13 [ITB])
10Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
11Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
12Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita.
13Salam kepada kamu dari anak-anak saudaramu yang terpilih.

Yohanes dalam perikop sebelumnya menasehati orang percaya 「hendaklah berhati-hati」 menghadapi yang tidak mengakui Yesus Kristus adalah Anak Allah, yang menyesatkan orang, perikop ini lebih lanjut mengemukakan tindakan nyata dari 「hendaklah berhati-hati」 — Tentu saja ini bukan satu-satunya tindakan. Yohanes mengajarkan orang percaya terhadap mereka yang 「bukan membawa ajaran ini」, jangan menerima mereka ke dalam rumah, juga jangan memberi salam kepadanya. Kata 「ajaran ini」 dilihat dari teks sebelum dan sesudahnya adalah menunjuk ajaran yang mengakui Yesus Kristus telah datang ke dalam dunia sebagai manusia, dan dari perikop lain yang terkait dapat diketahui, ajaran ini juga menunjuk Yesus Kristus adalah Anak Allah. Dengan kata rangkuman, ajaran ini terkait kebenaran tentang doktrin Kristus dan doktrin anugerah keselamatan. Yohanes menggunakan sikap yang tidak dapat ditawar menghadapi orang yang menyiarkan ajaran sesat, karena ini adalah terkait dengan pokok iman yang sangat serius.

Di sini menggunakan kata 「rumah」 (Oikia bangunan rumah) dalam bahasa aslinya Yunani sering digunakan untuk menunjuk tempat berkumpul ibadah (Rom. 16:5; 1 Kor. 16:19; Ko.l 4:15), maka ada peneliti Alkitab yang berpendapat Yohanes bukan melarang orang percaya tidak boleh menerima orang-orang tersebut secara pribadi, tetapi agar mereka jangan memasuki tempat ibadah orang percaya, sehingga mereka memiliki kesempatan menyiarkan doktrin sesat yang tidak percaya, juga mungkin mengakibatkan perselisihan pendapat di antara orang percaya. Pada zaman Yohanes menuliskan surat ini, sudah terdapat jalan lalu lintas yang baik, banyak orang berpergian antar kota atau lintas propinsi dan menyiarkan ajaran sesat. Kata 「menerima」 tamu mencakup makna memberikan tempat tinggal, makanan dan perlindungan, bukan hanya sekedar bertemu dan berbincang-bincang. Orang percaya juga jangan memberi salam kepada pengajar palsu, agar tidak mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat, ini tidak menyatakan anda menyetujui ajaran sesat yang mereka siarkan, tetapi sangat mudah disalah-pahami sebagai anggota mereka, terlebih lagi mungkin diselewengkan sebagai persetujuan anda terhadap mereka, bahkan mendukung apa yang mereka siarkan.

Paling akhir, Yohanes memberikan salam kepada masing-masing orang dalam gereja, dan menyatakan masih ada lebih banyak lagi hal-hal yang hendak berbagi dengan mereka, hanya saja berharap dapat datang sendiri segera bertemu muka dengan mereka dan membicarakannya, dengan tujuan agar setiap orang mendapatkan sukacita sempurna, ini tidak hanya menunjuk gereja yang menerima surat, juga mencakup Yohanes yang menulis surat juga mendapatkan sukacita sempurna. Yohanes memberikan perhatian kepada orang percaya di dalam Tuhan, bukan karena pekerjaan atau tanggung jawab, tetapi demi anggota tubuh di dalam Roh, maka ia juga tidak lupa mewakili gerejanya memberikan salam kepada mereka yakni 「anak-anak saudaramu yang terpilih」, ini adalah relasi orang percaya yang demikian intim dan hangat. (Relasi persekutuan yang benar adalah relasi di dalam kebenaran Kristus Yesus. Dan itu yang mampu membawakan sukacita sempurna. Kebalikan dari relasi persekutuan dengan para pengajar palsu yang membawakan kesesatan dan kebinasaan kekal. )

Renungkan: mengenai bagaimana sikap menghadapi ajaran sesat, masing-masing orang mungkin memiliki cara yang tidak sama. Ada orang Kristen berharap melalui banyak hubungan, diskusi, menyiarkan kebenaran kepada mereka, agar mereka berbalik kepada Tuhan; juga ada orang Kristen yang tidak mau berhubungan untuk menyatakan bahwa mereka tidak sama ajaran. Perlu kita berhati-hati bahwa mereka bukan hanya sekedar salah membuat pilihan dalam iman, sehingga termasuk dalam ajaran sesat, tetapi mereka juga adalah orang yang termasuk milik iblis dan Anti-Kristus. Demi Injil, setiap orang perlu kita berikan perhatian dan menyiarkan Injil kepadanya; tetapi dalam peperangan roh, harus berhati-hati atas tipu muslihat rancangan iblis, yang melalui persahabatan dan hubungan dekat, mencuri domba-domba dalam rumah Allah, serta dengan relasi yang erat menyamarkan diri di antara orang percaya.

2 Yoh. 7-9

「Sepatutnya Waspada atas Ajaran Palsu」

Rasul Yohanes berulang berbicara tentang ajaran sesat menunjukkan urgensitasnya keadaan yang mereka hadapi. Urgensitas keadaan yang sama juga kita hadapi saat ini, apa yang sepatutnya kita lakukan?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Yoh. 1:7-9 [ITB])
7Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
8Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.
9Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

Yohanes dengan kata 「Sebab」 memulai perikop ini, hendak menunjukkan penyebab mengapa kedua kalinya meminta orang percaya untuk 「melaksanakan kebenaran」 dan menuruti perintah Tuhan untuk 「saling mengasihi」 (2 Yoh. 1:4-6), adalah demi melawan para penyesat dan Anti-Kristus (2 Yoh. 1:7). Perkataan ini hampir sama dengan perkataan dalam surat 1 Yoh. 4:1 「sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia」, semuanya membicarakan orang percaya diperdaya oleh ajaran kebohongan yang disiarkan 「para penyesat」 dan 「nabi palsu」. Kata 「Anti-Kristus」 bukan menunjuk diri iblis, tetapi menunjuk para orang murtad yang menebarkan pemikiran sesat, merusak gereja. Inti ajaran sesat mereka adalah 「tidak mengakui Yesus Kristus telah datang ke dunia menjelma menjadi manusia」.

Sebenarnya menjaga kebenaran adalah hendak menjamin kita ada di dalam Kristus, iman tidak sampai goyang, dan anak-anak Allah saling mengasihi adalah bukti yang paling baik. Yohanes terlebih lagi dengan nada berat dan sepenuh hati mengingatkan orang percaya 「Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami (kalian) kerjakan itu」. Nasehatnya membawa nada yang mendesak, merupakan peringatan yang serius, karena orang percaya jika terperdaya dan meninggalkan kebenaran, maka akan kehilangan pekerjaan yang telah mereka kerjakan. 「Apa yang telah kami (kalian) kerjakan」 mewakili apa? Para peneliti Alkitab memiliki banyak pemahaman yang tidak sama, tetapi isi perikop tidak cukup mendukung pandangan apapun, kita percaya titik berat paling utama Yohanes adalah menasehati orang percaya berhati-hati para penyesat dan pengajar palsu dari Anti-Kristus, menjaga kewaspadaan, dan berdiri teguh dalam kebenaran, maka kelak akan bisa mendapatkan 「upah sepenuhnya」 (2 Yoh. 1:8).

Semua yang menjaga ajaran Kristus, akan memiliki Bapa juga memiliki Anak (2 Yoh. 1:9). Tidak peduli adalah Kristus diri sendiri yang ajarkan, atau terkait apa yang diajarkan Kristus, inti pusatnya Yesus Kristus adalah Anak Allah, Dia diutus Allah datang ke dunia, dengan identitas sebagai manusia menggenapkan (menyelesaikan) karya penebusan, ini adalah ajaran penting tentang Kristus memiliki dua esensi (sifat) yakni Allah dan manusia, itu adalah kebenaran yang paling sering dikacaukan pada saat Yohanes menuliskan surat ini, orang percaya harus menjaga dengan ketat ajaran dari Kristus.

Frasa 「tinggal di dalam ajaran itu」 (2 Yoh. 1:9b) dalam CUV diterjemahkan sebagai 「terus-menerus mempertahankan ajaran itu」 memberikan orang unsur untuk berusaha keras, terjemahan langsung dari bahasa aslinya adalah 「terus-menerus ada di dalam ajaran Kristus」. Di sini tidak ada penekanan bahwa usaha keras orang mampu membuat dirinya tidak diperdaya, kemudian dari pengajaran bagian lain dalam Alkitab Perjanjian Baru dapat diperjelas bahwa hanya dalam perlindungan Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus, kita baru tidak tersandung jatuh. Tepat seperti saat Yesus ada di dalam dunia, berdoa kepada Allah Bapa demi para murid-Nya:「meminta supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat」 (Yoh. 17:15).

Renungkan: hari ini iman orang Kristen mendapatkan sangat banyak serangan dan pencobaan yang beraneka ragam, di antara saudara dan saudari sering berdebat tiada henti demi hal-hal yang sepele, terlebih berat lagi kebenaran Alkitab sering dikesampingkan, ajaran Kristus seperti sudah tidak menjadi prinsip dan pedoman kehidupan. Saudara dan saudari harus waspada, mempertimbangkan apa penyebab sesungguhnya yang ada di balik segala benturan iman, berjaga-jaga atas si jahat yang menebarkan benih tidak percaya dan keraguan pada diri anak-anak Allah. Kiranya kita hati-hati berjaga, bersandar pada Yesus Kristus sampai Dia datang lagi!


Tambahan Blogger:

Ayat 9a 「Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. …」 tidak memiliki keselamatan dan hidup kekal.

Melihat urgensitas keadaan yang kita hadapi saat ini adalah sama dengan urgensitas dan keadaan yang dihadapi penerima surat dari rasul Yohanes, inilah yang harus kita pertahankan baik bagi diri kita, keluarga dan saudara seiman yakni 「Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.」  (Ayat 9b).

2 Yoh. 4-6

「Sepatutnya Melaksanakan Perintah Tuhan」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Yoh. 1:4-6 [ITB])
4Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.
5Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu–bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya–supaya kita saling mengasihi.
6Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Di sini sebutan 「Ibu」 dan 「anak-anakmu」 adalah sama dengan teks sebelumnya, menunjuk kepada satu gereja yang Yohanes kenal dan jemaatnya. Mengapa tidak langsung disebut sebagai 「Gereja」 dan 「orang percaya」, tetapi dengan sebutan 「Ibu」 dan 「anak-anak」? Percaya ini mewakili relasi yang intim antara Yohanes dengan gereja ini dan saudara-saudari. Alkitab Perjanjian Baru juga terdapat penggambaran feminim untuk gereja, seperti Paulus dalam surat Efesus menggunakan 「istri Kristus」 untuk menggambarkan gereja (Ef. 5:22-23). Dengan 「istri」 menggambarkan gereja, selain adalah relasi yang intim, juga memiliki makna: tunggal, dikasihi dan memiliki penantian akan kedatangan Kristus yang kedua kali. Semua ini adalah makna berharga dari sebutan 「Ibu yang terpilih」 bagi gereja.

Yohanes sekali lagi meletakkan 「hidup dalam kebenaran」, 「perintah」 dan 「saling mengasihi」 menjadi satu, ini juga adalah berita yang ditekankan dalam surat 1 Yohanes. Kata 「saling mengasihi」 aslinya adalah semacam penyataan dari relasi, kerelaan hati, kesediaan dan merupakan pilihan pribadi, mengapa hendak ditambah 「menjaga kebenaran」 dan 「mentaati perintah」? Yohanes menunjukkan rahasia anak-anak Allah mampu dan seharusnya saling mengasihi, yakni adalah saat kita percaya, menerima, dan hidup dalam kebenaran, melaksanakan kebenaran, maka saling mengasihi pasti akan secara alamiah mengalir keluar dalam kehidupan. Yohanes terlebih lagi menekankan perintah saling mengasihi bukan tambahan dari dirinya kepada orang percaya, tetapi adalah perintah yang sudah diterima 「ada pada kita dari mulanya」. Kata 「dari mulanya」 dalam surat 1 Yohanes muncul 8 kali, surat 2 Yohanes muncul dua kali, semuanya adalah menunjuk bahwa saat orang percaya menerima Injil bersamaan telah menerima perintah ini. 「Perintah」 tidak mewakili kekakuan atau pemaksaan, tetapi menyatakan sifat konsisten dan sifat pentingnya, juga wibawa perintah ini karena yang memberikan perintah adalah Yesus yang dengan kasih mengorbankan dirinya demi kita.

Yohanes di dalam surat ini terutama memuji orang percaya yang ada dalam gereja telah menjaga kebenaran dalam kehidupan, dia menggunakan kata 「sangat bersukacita」 untuk menggambarkan kebahagiaan yang ada di hatinya. Percaya ini juga adalah apa yang harus dimiliki gereja hari ini, dan ini adalah kehidupan orang Kristen yang diharapkan bisa didapatkan oleh orang secara umum, kita semua adalah penyiar Injil maka terlebih lagi tidak boleh mengabaikan tujuan ini, dan mengalami sukacita terbesar karena melihat kawanan domba Allah melaksanakan Firman Tuhan.

Renungkan: ada orang yang tidak puas atas kebijakan pemerintah mengeluarkan denda demi kebersihan kota, menekankan bahwa ini adalah pekerjaan mendidik masyarakat, seharusnya rakyat didorong dengan kasih sebagai motivasi menjaga kebersihan, membuat mereka dengan hati yang sukarela untuk membangun kebersihan kota tempat tinggal milik diri sendiri. Saat orang masih dalam perdebatan yang tidak hasbis-habis, bagi orang yang sudah hidup dalam kebiasaan menjaga kebersihan kota, tidak terpengaruh apakah ini adalah tuntutan hukum atau dorongan kasih, karena mereka sudah menikmati lingkungan yang paling nyaman. Apalagi bagi orang yang hidup di negara yang sudah demikian menjaga kebersihan, ini terlebih lagi bukan masalah, bagaimanapun sudah menjadi gaya hidup mereka.

Hari ini kehidupan saling mengasihi orang Kristen tidak hanya merupakan permintaan Allah kepada anak-anak-Nya, terlebih lagi adalah dengan saling mengasihi membuktikan kita adalah anak-anak Allah. Ini bukan bersandar kuat usaha anda dan saya, tetapi memang sudah merupakan karakter dari hidup baru yang Allah anugerahkan kepada kita, untuk kita nyatakan.


Tambahan Blogger:

Paragraf pertama menjelaskan sebutan 「Ibu」 bagi Gereja. Gereja bukan gedung bangunan, tetapi adalah satu tubuh Kristus merupakan ibu bagi orang percaya yang menyalurkan nutrisi kebenaran kedalam kehidupan orang percaya, dan anak-anak Allah juga hidup sebagai anak Gereja, orang percaya tidak bisa hidup melepaskan diri dari Gereja. Maka Gereja terkait erat dengan apa yang dijelaskan dalam paragraf kedua 「hidup dalam kebenaran」, 「perintah」 dan 「saling mengasihi」. Bagaimana kaitannya?

2 Yoh. 1-3

「Ibu yang Terpilih」

Siapakah Ibu yang terpilih dan apa relasinya dengan Kasih dan Kebenaran?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Yoh. 1:1-3 [ITB])
1Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran, 2oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.
3Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.

Banyak peneliti berpendapat bahwa surat ini ditulis Rasul Yohanes yang dengan identitasnya yang dihormati di antara orang percaya dan menyebut dirinya sebagai 「penatua」, ditambah surat 2 Yohanes ini isinya memiliki banyak kemiripan dengan surat 1 Yohanes, maka terlebih lagi dapat diambil kesimpulan ini.

Surat 1 Yohanes tidak menunjuk siapa penerima surat, tetapi surat 2 Yohanes jelas menyatakan dituliskan kepada 「Ibu yang terpilih (Gereja) dan anak-anaknya」. Sesuai bahasa aslinya kebanyakan memakai bentuk jamak untuk menggambarkan penerima surat (ayat 5, 6, 8, 12), juga dalam bagian Alkitab yang lain ada yang menggunakan kata 「yang terpilih」 untuk menggambarkan orang Kristen (Rom. 8:33; 16:13; Kol. 3:12; 1 Pet. 1:1), bahkan Rasul Petrus juga sama menyebut orang percaya sebagai 「yang terpilih (Gereja)」 (1 Pet. 5:13). Maka kita seharusnya memandang bahwa Yohanes adalah dalam identitas sebagai orang tua rohani yang dihormati, menuliskan surat ini kepada jemaat suatu gereja, untuk menasehati mereka.

Dari isi surat dan kata-kata yang dipakai, dapat kita lihat relasi indah antara seorang gembala dengan orang percaya.

  1. Yohanes sama sekali tidak menyembunyikan perasaan kasihnya kepada gereja dan orang percaya. Dalam perikop pendek 13 ayat, terdapat empat kali pernyataan 「kasih」 secara terbuka kepada mereka, dan dengan hati yang benar-benar mengasihi mereka. Kasih yang tulus seperti ini adalah apa yang diharapkan bisa didapatkan kawanan domba dari gembala, ini juga adalah teladan yang diberikan oleh Gembala Agung Yesus Kristus kepada kita. Seperti yang Petrus ingatkan kepada setiap gembala, hendaknya berasal dari hati yang sukarela, jangan dengan paksa, jangan karena mau mencari keuntungan, bukan memerintah atas domba-domba yang dipercayakan, tetapi hendaklah menjadi teladan bagi kawanan domba itu (1 Pet. 5:2-3).
  2. Yohanes menyatakan kasihnya kepada orang percaya adalah demi kebenaran. Kata 「kebenaran」 ini muncul 5 kali, 「kasih」 dan 「kebenaran」 tergandeng erat menjadi satu. Frasa 「… yang mengasihi kamu … 」 juga boleh dijelaskan sebagai 「… yang mengasihi kamu dalam kebenaran …」 (terjemahan CNV), dan 「kebenaran」 juga membawa 「hati yang sunguh-sungguh」 dan 「hati yang rela」 (RCUV). Jelas bahwa Yohanes telah menunjukkan sebagai seorang gembala mengasihi kawanan domba bukan karena mereka apa yang mereka hasilkan / tampilkan, tetapi adalah karena mereka semua ada dalam kebenaran, semuanya adalah anak-anak Allah. Maka tidak hanya gembala mengasihi kawanan domba, termasuk semua orang lain yang mengetahui kebenaran juga mengasihi mereka, ini adalah dasar dan motivasi orang Kristen saling mengasihi.

Yohanes memberikan ucapan berkat kepada penerima surat, kiranya kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Yesus Kristus menyertai bersama mereka (2 Yoh. 1:3). Yohanes dalam ucapan berkatnya juga tidak lupa mengingatkan orang percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah, dan Allah Bapa adalah bersama dengan Yesus Kristus memberikan berkat-Nya, Allah memberi kita berkat-Nya adalah karena mengasihi kita, karena kita semua ada dalam kebenaran menjadi anak-anak Allah. (Kasih itu ada dalam kebenaran, maka penting untuk berjuang mempertahankan kebenaran yang kita peroleh di dalam Yesus Kristus melalui karya penebusan-Nya)

Renungkan: hari ini relasi antar manusia di dalam masyarakat, gereja, bahkan di dalam keluarga, sering dipengaruhi perubahan lingkungan atau perasaan suka benci dari pribadi orang. Paling utama adalah setiap orang memakai standard tolak ukur dirinya sendiri untuk menilai orang lain untuk membuat tindakan benci atau suka, jika saudara dan saudari di dalam gereja juga demikian, maka kita bukan mendirikan relasi kasih di dalam kebenaran. Kiranya kita meraba hati kita dan bertanya pada diri, jika hari ini ada saudara dan saudari yang tidak dapat anda kasihi, apakah karena tidak mencapai standard tolak ukur dan permintaan anda? Biarlah kita dalam kebenaran dan kasih bersama-sama dibangun.


Tambahan Blogger:

Silahkan sediakan sedikit waktu untuk merangkum poin 1 dan poin 2 di atas masing-masing menjadi sebuah kalimat, kemudian carilah sebuah kata penghubung untuk menyambung kedua kalimat tersebut.

1 Yoh. 5:14-17

「Janji atas Doa Permohonan」

Apa syarat doa yang dijawab Allah? Apa kaitannya dengan teks-teks sebelumnya?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(1 Yoh. 5:14-17 [ITB])
14Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.
15Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya. 16Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.
17Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.

Surat 1 Yohanes menggunakan empat kali kata 「beroleh keberanian」 (1 Yoh. 2:28; 3:21; 4:17; 5:14), dua kali adalah berbicara mengenai keadaan orang percaya pada hari akhir menyambut Tuhan, 2 kali yang lain adalah mengenai doa. Allah berjanji mendengarkan kita berdoa, apa yang kita mohon tidak ada yang tidak didapatkan. Di sini terdapat 3 buah syarat:

  1. Berdasarkan teks sebelumnya, haruslah berasal dari orang yang percaya pada nama Anak Allah. 1 Yoh. 3:21-23 lebih lagi jelas berkata: orang yang percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya. Hanya karya penebusan Yesus Kristus yang membuat dosa kita diampuni, sehingga kita memiliki kuasa menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12), kita dapat berdasarkan Yesus Kristus berdoa kepada Bapa Allah.
  2. Memohon sesuai kehendak-Nya. Walaupun di sini tidak jelas menunjukkan apa yang dimaksudkan dengan kehendak Allah, tetapi dalam teks sebelumnya Yohanes telah berkata 「menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya」, mencakup saling mengasihi di antara orang percaya (1 Yoh. 3:22-23).
  3. Bukan dosa yang membawakan kematian. Di sini terutama menunjuk tentang berdoa demi orang lain, jika ada saudara yang berbuat dosa, sepatutnya berdoa bagi dia, Allah akan juga memberi dia hidup, karena dosa tersebut tidak membawakan kematian. Tetapi tidak berdoa bagi dosa yang membawakan kematian.

Kunci masalah adalah apa dosa yang membawakan kematian dan yang tidak membawakan kematian? Terlebih dahulu hendaklah memahami ini adalah menunjuk kepada kematian roh, bukan kematian jasmani. Para peneliti memiliki pemahaman yang tidak sama atas masalah ini. Ada yang berpendapat menurut dua macam pembagian dosa dalam Perjanjian Lama, yakni 「dosa yang tidak disengaja」 dan 「dosa yang sengaja dilakukan」, yang pertama bisa mendapatkan pengampunan melalui korban penghapus dosa, yang kedua harus dihukum mati. Juga ada peneliti yang berpendapat 「dosa yang membawakan kematian」 dikaitkan dengan 「menghujat Roh Kudus」, karena Matius berkata:「 Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni」 (Mat. 12:31-32). Jika menurut latar belakang Yohanes menuliskan surat ini, ditambah isi dari yang disebutkan dalam teks sebelumnya, ada juga peneilit yang berpendapat ini adalah menunjuk kepada para pengajar palsu, karena ajaran yang sesat meninggalkan komunitas orang percaya, tidak percaya kepada Allah, tidak termasuk milik Allah, berkata dusta, dan termasuk milik iblis (1 Yoh. 2:22; 3:8). Yohanes tidak banyak menambahkan penjelasan tetang 「dosa yang membawakan kematian」, karena penerima surat mengetahui apa yang ia maksudkan.

Dia paling utama hendak mengingatkan orang percaya berdoa bagi anak-anak Allah, mereka mungkin adakalanya lemah iman, dikalahkan oleh pelanggaran, tetapi Allah tetap memberi kita hak untuk berdoa bagi mereka, Allah pasti akan memberi mereka hidup.

Renungkan:

  1. Betapa berharganya menjadi anak-anak Allah, karena Allah Bapa berjanji mendengarkan dan menjawab doa kita. Tetapi jangan lupa hendaklah di dalam Kristus, dan bertekat menuruti dan melaksanakan kehendak-Nya.
  2. Berdoa tidak hanya demi keperluan diri sendiri, juga demi menjaga pengharapan saudara dan saudari, berdoa demi berbagai keperluan hidup mereka, ini merupakan bagian dari pelaksanaan saling mengasihi yang tidak boleh kurang.