Tag Archives: Doa

1 Raja-raja 3:5

Berdoa itu adalah perintah TUHAN

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Raja-raja 3:5 [ITB])
5 Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu. 6 Lalu Salomo berkata: Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. 7 Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. 8 Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. 9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini? 10 Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.

Perikop ini adalah kisah Salomo memohon kebijaksanaan. Banyak orang salah mengira peristiwa ini sebagai inisiatif Salomo untuk meminta hikmat dari TUHAN. Sebenarnya tidak. Faktanya adalah bahwa TUHAN Allah mengambil inisiatif pada malam hari di Gibeon, menampakkan diri ke dalam mimpi Salomo, dan memberi perintah: Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu. Terjemahan lebih dekat dari bahasa asli kalimat ini adalah: hendaknya engkau mintalah! Kiranya engkau meminta Aku apa yang Aku berikan kepada engkau. Berdoalah (mintalah), itu adalah perintah TUHAN kepada Salomo! Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan atau tidak dilakukan, itu bukan menuruti keinginan tidak masalah, mohon saja jika kamu terpikir, dan lupakan jika kamu tidak terpikir. Sebaliknya, TUHAN Allah memerintahkan Salomo: engkau hendaknya berdoalah!

Allah meminta kita untuk berdoa. Doa bukanlah platform terbuka, jika ketika kita membutuhkannya, kita mungkin mencoba mencari Tuhan. Doa adalah perintah Tuhan!

Doa selalu merupakan perintah. Tanpa perintah untuk berdoa, kita tidak bisa berdoa dan kita tidak tahu bagaimana cara berdoa. Ada pepatah di Jerman: manusia di dalam kesulitan belajar untuk berdoa (In der Not lernt man beten). Terus terang, orang hanya tahu bagaimana berdoa ketika bencana melanda. Banyak orang tidak mau berdoa dan mencari Tuhan kecuali ujian datang, atau ada masalah keluarga, atau menderita sakit parah. Kita tahu bahwa sebagian orang enggan untuk berdoa bahkan ketika bencana mendekat. Oleh karena itu, Tuhan memerintahkan kita: hendaknya engkau mintalah! Kiranya engkau meminta Aku apa yang Aku berikan kepada engkau. Demikian juga, banyak bagian dalam Alkitab merujuk pada doa sebagai perintah:
Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku (Mazmur 50:15).
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu (Matius 7:7).

Perintah Allah Bapa selalu demi kebaikan kita. Allah mengetahui sifat manusia, dan manusia tidak mampu meminta (berdoa). Doa adalah atas perintah Tuhan, di dalam perintah agar berdoa maka kita dapat berdoa. Seperti bayi berusia satu tahun, dia tidak akan berinisiatif untuk meminta makanan, dia perlu orang tuanya untuk berinisiatif memikirkan segala macam cara untuk menggoda dia dan memaksa agar makanan masuk ke mulutnya, barulah bayi itu memakannya. Demikian juga, Tuhan mengetahui kelemahan kita, jadi Dia memerintahkan kita untuk berdoa dan mencari Dia.

Renungkan:
Apakah Anda bersedia untuk mempraktikkan perintah Tuhan yang paling mendasar hari ini? Berdoalah!


Renungan pemahaman Kitab 1 Raja-raja

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 1 Raja-raja ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Februari 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mazmur 139:1-24

「Engkaulah yang mengenal aku」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 139:1-24 [TB2])
1 TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
……2 Engkau mengetahui ketika aku duduk atau berdiri,
……Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
3 Engkau mengamati aku ketika aku berjalan dan berbaring,
……segala jalanku Kaumaklumi.
4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan,
……sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
5 Dari belakang dan dari depan Engkau memagari aku,
……dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu,
……terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu,
……ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
8 Jika aku naik ke langit, Engkau di sana;
……jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati,
……Engkau pun di situ.
9 Jika aku terbang dengan sayap fajar,
……dan membuat kediaman di ujung laut,
10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku,
……dan tangan kanan-Mu memegang aku.
11 Jika aku berkata, Biarlah kegelapan saja melingkupi aku,
……dan terang sekelilingku menjadi malam,
12 maka kegelapan pun bukan kegelapan bagi-Mu,
……dan malam menjadi terang seperti siang;
kegelapan sama seperti terang.
13 Sesungguhnya, Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,
……menenun aku dalam kandungan ibuku.
14 Aku bersyukur kepada-Mu sebab aku dijadikan dengan dahsyat dan ajaib.
……Betapa ajaib apa yang Kaubuat,
……dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

15 Tulang-tulangku tidak terlindung dari pandangan-Mu,
……ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi,
……ditenun di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
16 mata-Mu melihat selagi aku belum berbentuk,
……dan dalam kitab-Mu semua sudah tertulis
hari-hari yang akan dibentuk,
……sebelum ada satu hari pun.
17 Betapa sulitnya bagiku pikiran-Mu, ya Allah!
……Betapa besar jumlahnya!
18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir.
……Ketika aku berhenti, ternyata aku masih bersama Engkau.

19 Kiranya Engkau membinasakan orang fasik, ya Allah!
……Menjauhlah dari aku, hai penumpah-penumpah darah!
20 Mereka berkata-kata dusta tentang Engkau,
……dan dengan sia-sia memberontak melawan Engkau.
21 Bagaimana mungkin aku tidak membenci
……orang yang membenci Engkau, ya TUHAN,
dan tidak merasa jemu
……kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau?
22 Aku sama sekali membenci mereka,
……mereka menjadi musuhku.
23 Selidikilah aku, ya Allah, dan selamilah hatiku,
……ujilah aku dan ketahuilah pikiran-pikiranku;
24 lihatlah, apakah jalanku serong,
……dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!


Mazmur ini adalah mazmur doa pribadi. Penulisnya difitnah, mungkin dituduh sebagai seorang penyembah berhala, karena di ayat 24 lihatlah, apakah jalanku serong bisa diartikan perilaku jahat penyembahan berhala. Dia meminta Allah untuk menolong membuktikan dia tidak bersalah. Sebagian besar mazmur ini merupakan dasar doa permohonan, tetapi juga memiliki warna pujian. Ayat 1 – 18 adalah dasar doa permohonan. Ada tiga alasan yang diberikan untuk menjelaskan mengapa Allah mendengarkan doa pemazmur dan menegakkan keadilan baginya.

Alasan pertama adalah ayat 1-6, Ya Allah, Engkau tahu, bahwa aku tidak bersalah, sebab Engkau Maha Tahu dan mengetahui segala sesuatu tentang aku. Ayat 5 adalah ayat kedua dihitung dari bagian akhir paragraf ini, ayat ini menjadi pengantar bagi paragraf berikutnya (ayat 7-14). Ayat 5 ini menyebutkan bahwa pemazmur tidak dapat lepas dari Allah, hal ini seakan-akan tidak berkaitan dengan topik Allah Maha Tahu yang merupakan fokus seluruh paragraf ini; ayat 5 ini tidak menyebutkan kemahatahuan Allah, sebaliknya menyebutkan bagaimana Allah mengurung pemazmur Engkau memagari aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku, kemudian ayat 6 mengakhiri paragraf ini dengan pujian.

Alasan kedua adalah ayat 7-14: Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku tidak bersalah, karena Engkau ada di mana-mana, dan aku tidak dapat menghindari Engkau, dan aku tidak dapat menyembunyikan apa pun. Inilah maksud ayat 5: bahwa Allah mengelilinginya dari depan dan belakang dan meletakkan tangan-Nya ke atas pemazmur. Ia tidak dapat menghindari kemahahadiran Allah (kita tidak boleh menafsirkan ayat ini sebagai Allah memberkati pemazmur dan menumpangkan tangan ke atasnya). Di ayat 8 disebutkan langit dan dunia orang mati, di ayat 9 disebutkan sayap fajar (timur) dan ujung laut (barat), semuanya menggunakan perbandingan untuk mewakili semua (seperti duduk dan bangun, berjalan dan berbaring di ayat 2- 3); tidak peduli ke mana pun pemazmur pergi, dia tidak bisa lepas dari jari-jari Allah. Menuntun dan memegang dalam ayat 10 memiliki makna menahan dan memegang erat, ayat 11 dan 12 lebih lanjut menegaskan bahwa pemazmur bukan saja tidak bisa lepas dari Allah, tapi juga tidak bisa menyembunyikan apa pun, karena Allah bisa melihat menembus kegelapan. Ayat 13 merupakan ayat kedua dihitung dari bagian akhir paragraf ini, seperti ayat 5, ayat ini menjadi pengantar bagi paragraf berikutnya yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah. Ayat 14, yang mengakhiri paragraf ini (seperti ayat 6), merupakan sebuah pujian penghormatan.

Alasan ketiga adalah ayat 15-18: Ya Allah, Engkau tahu, bahwa aku tidak bersalah, karena aku diciptakan oleh-Mu, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat disembunyikan dari-Mu. Di ayat 15 pemazmur mengatakan dirinya dijadikan di tempat yang tersembunyi, mungkin merupakan metafora rahim ibu, kalimat berikutnya ditenun di bagian-bagian bumi yang paling bawah meminjam dari legenda pada zaman itu – Allah menciptakan manusia di dasar bumi. Ayat 15 Tulang-tulangku tidak terlindung dari pandangan-Mu dan ayat 16 mata-Mu melihat selagi aku belum berbentuk merupakan tanggapan terhadap paragraf sebelumnya, pemazmur tidak dapat menyembunyikan apa pun dari Allah. Ayat 17 dan 18 adalah akhir dari paragraf ini dan juga pujian: Allah mengetahui pikiran dan tindakan pemazmur, tetapi pikiran Allah bersifat tidak mungkin dipahami (arti bahasa asli dari kata berharga) dan banyak sekali, lebih banyak dari pasir di pantai; meskipun pemazmur tidak sepenuhnya memahami pikiran Allah (misalnya, dia tidak tahu mengapa Allah membiarkan dia dituduh secara salah), tetapi dia tahu bahwa Allah menyertainya.

Mazmur ini memberikan contoh bagaimana cara dengan benar menghadapi tuduhan palsu. Ketika kita dituduh secara tidak benar, kita harus berdoa kepada Allah, menceritakan kepada-Nya apa yang terjadi, dan meminta Dia menegakkan keadilan. Dia mengetahui kebenaran, tidak seperti manusia yang hanya melihat permukaan dan dipengaruhi oleh pengalamannya sendiri, kesimpulan yang diambil manusia sering kali berat sebelah dan memihak sebelah. Hanya Allah seperti yang dikatakan dalam mazmur ini, yang mengetahui apakah kita telah melakukan apa yang dituduhkan kepada kita. Paulus juga menunjukkan bahwa Tuhan mengetahui motif dan pikiran kita dan Ia menghakimi dengan adil (1 Kor. 4:1-5).

Mazmur ini juga mengingatkan kita bahwa Tuhan Maha Tahu, Maha Hadir, dan Pencipta kita; kita tidak boleh bertindak sembarangan dan menganggap bahwa melakukan hal-hal buruk secara sembunyi-sembunyi adalah sesuatu yang tidak diketahui atau tidak dipedulikan oleh Tuhan. Kita hendaknya mencontoh bagian akhir dari ketiga paragraf (ayat 6, 14, 17-18) dan lebih banyak memuji keagungan Tuhan, terutama kemahatahuan, kemahahadiran, dan kekuasaan-Nya, sehingga kita hidup dengan lebih hati-hati.

Doa:
Tuhan! Kita sering disalahpahami dan bahkan dituduh secara salah. Tolong melalui mazmur ini ajari saya bagaimana menghadapinya, dan menjadikan pengalaman tidak menyenangkan ini sebagai papan loncatan untuk pertumbuhan saya.

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.





Mazmur 136:1-26

「Allah yang melakukan mukjizat」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 136:1-26 [ITB])
1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
……Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
2 Bersyukurlah kepada Allah segala ilah!
……Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
3 Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuan!
……Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar!
……Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
5 Kepada Dia yang menjadikan langit dengan kebijaksanaan!
……Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
6 Kepada Dia yang menghamparkan bumi di atas air!
……Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
7 Kepada Dia yang menjadikan benda-benda penerang yang besar;
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
8 Matahari untuk menguasai siang,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
9 bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam!
……Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
10 Kepada Dia yang memukul mati anak-anak sulung Mesir,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya;
11 dan yang membawa Israel keluar dari tengah-tengah mereka,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya;
12 dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung!
……Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
13 Kepada Dia yang membelah Laut Teberau menjadi dua,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya;
14 dan menyeberangkan Israel di tengah-tengahnya,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya;
15 dan mencampakkan Firaun dengan tentaranya ke Laut Teberau,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
16 Kepada Dia yang memimpin umat-Nya melalui padang gurun;
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
17 Kepada Dia yang mengalahkan raja-raja yang besar,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya;
18 dan membunuh raja-raja yang mulia,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya;
19 Sihon, raja orang Amori,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya;
20 dan Og, raja negeri Basan,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya;
21 dan memberikan tanah mereka menjadi milik pusaka,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya;
22 milik pusaka kepada Israel, hamba-Nya!
……Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
23 Dia yang mengingat kita ketika direndahkan,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya;
24 dan membebaskan kita dari pada para lawan kita,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
25 Dia yang memberikan makanan kepada segala makhluk,
……sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
26 Bersyukurlah kepada Allah Semesta Langit!
……Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.


Mazmur ini merupakan himne yang memuji Allah serta mengucap syukur atas mukjizat yang dilakukan-Nya dalam penciptaan dan sejarah (khususnya penyelamatan bangsa Israel dari Mesir dan memberikan tanah Kanaan sebagai warisan). Kita dapat memperhatikan tiga aspek mazmur ini:

Paruh kedua setiap ayat berbunyi: sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Ketika bangsa Israel menyembah TUHAN, pemazmur atau imam membacakan paruh pertama setiap ayat mazmur ini, dan jemaat segera menanggapinya dengan mengatakan, sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Paruh kedua ayat 1 ditambahkan sebab Ia baik! dilanjutkan dengan sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya, dan kedua kalimat ini sering dipakai umat Allah ketika beribadah di Bait Suci (lihat 2 Tawarikh 5:13; 7:3, 6; 20:21), yang mencerminkan bahwa Allah memperlakukan manusia dengan kasih setia dan menginginkan yang terbaik bagi manusia, karena pada hakikat-Nya Dia baik (good).

Kita harus setiap hari memuji dan berterima kasih kepada Allah, karena hakikat dan sifat-Nya adalah baik dan kasih; Dia juga memperlakukan kita dengan dua hakikat dan sifat ini, jika tidak, tidak ada seorang pun yang dapat berdiri di hadapan-Nya. Karena Allah itu baik dan penuh kasih, kita dapat percaya dan bersandar kepada-Nya dengan penuh keyakinan.

Ayat 1 – 3 merupakan pembukaan yang menunjukkan ciri-ciri Ia dipuji, antara lain: Dialah Allah segala ilah (ayat 2) dan Tuhan segala tuan (ayat 3). Ayat 4 sampai 25 adalah alasan memuji. Hanya TUHAN yang melakukan keajaiban besar (ayat 4) adalah ringkasan alasannya. Ayat 5-24 mencantumkan mukjizat yang dilakukan Allah di era yang berbeda, ayat 5-9: mukjizat dalam penciptaan; 10-24: mukjizat dalam sejarah Israel ─ Keluaran dari Mesir (ayat 10-15), masuk ke Kanaan (ayat 16 -22), zaman Hakim-hakim dan zaman Kerajaan (ayat 23-24). Ayat 25 adalah keajaiban yang telah dilakukan Allah bagi seluruh umat manusia, menggemakan penciptaan-Nya di ayat 5 – 9. Ayat 26 adalah penutup, Dia Maha Tinggi adalah Allah Semesta Langit.

Kita juga harus selalu memuji dan berterima kasih kepada Tuhan atas hal-hal menakjubkan yang telah Dia lakukan dalam diri kita atau keluarga dan gereja kita; Perjanjian Lama (seperti Ulangan) mengingatkan bangsa Israel untuk mengingat hal-hal besar yang telah Tuhan lakukan bagi mereka, sehingga mereka dapat bersyukur, pengalaman ini juga dapat memperkuat iman mereka kepada Tuhan.

Ketiga, ketika pemazmur menyebutkan hal-hal menakjubkan yang dilakukan Allah dalam sejarah, secara tidak langsung dia mengutip banyak ayat-ayat Alkitab, termasuk Lima Kitab Musa dan beberapa Kitab Sejarah. Doa-doa tokoh Alkitab seringkali mengutip ayat-ayat Kitab Suci (firman perkataan yang diucapkan Allah), seperti doa Daniel: ayat 9:1-2 mengacu pada Yeremia 25:11 dan 9:11; Kutukan dan sumpah tertulis di dalam hukum Taurat Musa ─ dari Ulangan 28:15-68 (lihat juga Imamat 26:14-39).

Kita semua tahu bahwa doa dapat memiliki tahapan yang berbeda-beda, antara lain: kita berbicara, dan Allah mendengarkan; doa harus menjadi sebuah dialog, bukan monolog di pihak kita. Mendekatkan diri kepada Tuhan melalui meditasi pelatihan spiritual adalah kesempatan terbaik untuk melakukan percakapan dengan Tuhan; pertanyaannya adalah, bagaimana cara melakukan percakapan dengan Tuhan? Silakan merujuk pada metode “Mazmur dan Doa” doa yang disebutkan di hari pertama renungan ini. Jika kita melakukan hal ini saat meditasi pelatihan spiritual, kita akan lebih mudah merasakan kehadiran Tuhan, dan kita akan semakin mencintai Alkitab. Kita bahkan bisa mencontoh pendeta Wang Zai yang jika tidak membaca Alkitab, tidak sarapan pagi, dan bertekad untuk jika tidak membaca Alkitab dan berdoa, tidak membaca koran, tidak membaca email, tidak tidur.

Doa:
Tuhan! Ajari saya cara memuji Engkau dan berterima kasih kepada-Mu setiap hari, dan lebih lagi percaya kepada-Mu atas kebaikan dan kasih setia-Mu.

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.





Mazmur 121:1-8

「Janji yang lebih baik」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 121:1-8 [ITB])
1 Nyanyian ziarah.
Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung;
……dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN,
……yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah,
……Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur
……Penjaga Israel.
5 TUHANlah Penjagamu,
……TUHANlah naunganmu
……di sebelah tangan kananmu.
6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang,
……atau bulan pada waktu malam.
7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala bahaya;
……Ia akan menjaga nyawamu.
8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu,
……dari sekarang sampai selama-lamanya.


Mazmur ini merupakan mazmur ziarah (merujuk pada judulnya Nyanyian ziarah). Pada zaman dahulu, bangsa Israel dari seluruh penjuru pergi ke Bait Suci untuk menyembah Allah, dan para laki-laki pergi ke sana tiga kali setahun (Hari Raya Roti Tidak Beragi, Hari Raya Panen, dan Hari Raya Pondok Daun). Mazmur Ziarah dinyanyikan oleh orang-orang saat mereka berjalan ke Bait Suci Yerusalem untuk beribadah. Mazmur ini dibagi menjadi empat bagian:

Ayat 1-2 diucapkan oleh peziarah. Ayat 1: Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Ia bukan langsung mengarahkan pandangan kepada Allah, tetapi Ketika aku mengangkat mata untuk melihat ke pegunungan, aku tidak dapat menahan diri bertanya: Dari mana datangnya bantuanku? Ketika peziarah berangkat, dia melihat ke pegunungan dan memikirkan betapa sulitnya perjalanan ke Yerusalem. Dia khawatir, jadi dia bertanya pada dirinya sendiri, dari mana saya bisa mendapatkan pertolongan untuk mengatasi banyaknya kesulitan di jalan. Ayat 2 jawaban mereka: Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Ayat 3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap, ini adalah tanggapan dari pemimpin para peziarah, yang menunjukkan bahwa TUHAN yang membantu mereka bukan hanya pencipta langit dan bumi (ayat 2), dan Dia juga dapat memberi mereka kekuatan yang cukup untuk menyelesaikan perjalanan yang sulit ini; Ia setiap saat mengawasi dan melindungi mereka (Dia tidak akan membiarkan kakimu goyah), karena Dia adalah Allah yang tidak akan tertidur (ayat 3). Ia tidak akan tertidur seperti dewa-dewa asing, dan terlebih tidak akan lupa melindungi para peziarah.

Ayat 4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Ini adalah kata-kata dari para peziarah, yang menanggapi para pemimpin mereka dengan mengatakan, Penjaga Israel yang melindungi Israel tidak akan terlelap dan tidak tertidur.

Ayat 5 – 8 TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala bahaya; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. Ini diucapkan oleh pemimpin, yang menunjukkan bahwa mereka akan mendapat perlindungan dan penyertaan TUHAN selama perjalanan mereka (TUHAN adalah naunganmu di sebelah kananmu, ayat 5), seolah-olah mereka berada dalam sebuah tempat berlindung. Oleh karena itu, matahari tidak akan membakar mereka pada siang hari dan bulan tidak akan menyakiti mereka pada malam hari (pada saat itu dikatakan bahwa bulan dapat menyakiti manusia. Misalnya, kata bahasa Inggris lunatic untuk orang gila juga terkait ke bulan). Dan janji perlindungan ini bahkan lebih komprehensif lagi – TUHAN akan melindungi mereka dari segala bencana, dan mereka akan aman ketika mereka masuk dan keluar. Perlindungan-Nya adalah mulai sekarang dan selama-lamanya (ayat 7-8 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala bahaya; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya).

Sebelum melakukan perjalanan jauh, kita suka membacakan ayat-ayat ini dan memohon perlindungan kepada Tuhan. Kita juga percaya bahwa Dia akan melindungi kita dari bencana dan kecelakaan lalu lintas. Pertanyaannya: Apakah orang Kristen kebal terhadap kecelakaan (terlindung dari segala bencana)? Tuhan akan melindungi ketika masuk dan keluar, dan tidak akan terluka atau terbunuh? Jawabannya tentu saja tidak, lalu bagaimana kita menerapkan janji mazmur ini? Mohon perhatikan tiga aspek berikut:

1. Janji-janji dalam Alkitab mempunyai sasarannya masing-masing, dan tidak semua janji berlaku bagi orang percaya saat ini; kita harus hati-hati membedakannya, misalnya janji dalam mazmur ini ditujukan kepada para peziarah pada masa itu.

2. Kita harus menghindari generalisasi yang berlebihan dan menganggap apa yang disebutkan dalam satu ayat sebagai kebenaran seluruhnya, sehingga mengabaikan ajaran ayat yang lain. Misalnya, kita tidak boleh hanya memahami ayat 8 ini (melindungi dari segala bencana), dengan asumsi bahwa orang Kristen kebal terhadap bencana apa pun, Mazmur 34:19 menunjukkan: orang benar mempunyai banyak penderitaan. Sebenarnya, tokoh besar manakah dalam Alkitab yang tidak mengalami penderitaan? Paulus tidak diragukan lagi adalah orang benar yang mengasihi Tuhan, dan pengalamannya sama dengan pengalaman Anda keluar masuk. TUHAN akan melindungi Anda, kapal yang dia tumpangi pernah kandas (Kis. 27:41). Ayat 7, dilindungi dari segala bencana dan melindungi kehidupan, yang dapat dibandingkan dengan Lukas 21:18-19, yang menyebutkan pemeliharaan Allah yang paling perinci dalam hal kecil (bahkan sehelai rambut pun tidak akan jatuh) dan orang-orang yang setia kepada Tuhan akan memiliki kehidupan; perlu dicatat bahwa bagian atas dari kedua ayat ini (Lukas 21:16-17) menyebutkan mereka mengalami penangkapan dan kemartiran, kedua bagian ini tampak tidak sinkron jika digabungkan. Penting agar ketika kita menerapkan janji-janji berharga dalam Alkitab, kita harus memperhatikan ajaran-ajaran lain yang terkait.

3. Terkadang janji-janji dalam Mazmur tidak digenapi bagi kita, mungkin karena kehendak Allah adalah memberi kita yang lebih baik (Matius 7:9-11). Misalnya, kita berpikir yang terbaik adalah keluar masuk dengan aman dan tanpa bencana. Allah mungkin berpikir bahwa kita perlu belajar menghadapi kesulitan, jadi Dia mengizinkan terjadinya kecelakaan.

Doa:
Tuhan! Ajari aku untuk benar-benar percaya bahwa Engkau dapat membantuku menghadapi tantangan apa pun dalam perjalananku dan mengetahui cara menerapkan janji-janji Alkitab dengan benar.

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.





Mazmur 103:1-22

「Tidak untuk selama-lamanya Ia menyimpan amarah」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 103:1-22 [ITB])
1 Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
……Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku,
……dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu,
……yang menyembuhkan segala penyakitmu,
4 Dia yang menyelamatkan nyawamu dari lubang kubur,
……yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan,
……sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada rajawali.

6 TUHAN menegakkan keadilan
……dan hukum bagi semua orang tertindas.
7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa,
……perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.
8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih,
……panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
9 Tidak selalu Ia menuntut,
……dan tidak untuk selama-lamanya Ia menyimpan amarah.
10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita,
……dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
11 tetapi setinggi langit dari bumi,
……demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang yang takut akan Dia;
12 sejauh timur dari barat,
……demikian dijauhkan-Nya dari kita pelanggaran kita.
13 Seperti bapak sayang kepada anak-anaknya,
……demikian TUHAN sayang kepada orang yang takut akan Dia.
14 Sebab Dia tahu dari apa kita dibentuk,
……Dia ingat bahwa kita ini debu.

15 Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput,
……seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;
16 apabila angin melintasinya, dia tidak ada lagi,
……dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.
17 Tetapi, kasih setia TUHAN
……dari selama-lamanya sampai selama-lamanya
……atas orang yang takut akan Dia,
dan keadilan-Nya bagi anak cucu,
18 bagi mereka yang berpegang pada perjanjian-Nya,
……yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

19 TUHAN menegakkan takhta-Nya di surga
……dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.
20 Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya,
……hai pejuang-pejuang perkasa yang melaksanakan firman-Nya
……tatkala mendengarkan suara firman-Nya.
21 Pujilah TUHAN, hai segenap balatentara-Nya,
……hai para pelayan-Nya yang melakukan kehendak-Nya.
22 Pujilah TUHAN, hai segala ciptaan-Nya,
……di segala tempat kekuasaan-Nya!
……Pujilah TUHAN, hai jiwaku!


Mazmur ini dimulai dengan pemazmur sendirian memuji TUHAN (ayat 1-5), kemudian bergabung dengan jemaat dalam mengucap syukur kepada TUHAN atas kasih kebaikan-Nya atas mereka (ayat 6-19). Dan diakhiri dengan mengundang para malaikat TUHAN untuk ikut memuji (ayat 20- 22).

Mazmur ini menyebut TUHAN: Pemberi kebaikan (ayat 2), Pengampun (ayat 3), Penyembuh (ayat 3), Penyelamat (ayat 4), Pengasih (ayat 4), Penyayang (4, 8, 11, 17), Penyayang (4, 8, 13), memuaskan orang dengan hal-hal baik (ayat 5), memberi kekuatan kepada orang (ayat 5), adil dan benar (6, 17), mengajari orang jalan dan perbuatan-Nya (ayat 7), murah hati (ayat 8), panjang sabar (ayat 8), tidak marah berkepanjangan (ayat 9), memperlakukan orang berdosa dengan kasih (10-13), belas kasihan terhadap manusia (14-17), berkuasa atas segala sesuatu (19-22).

Pengampunan Allah atas dosa-dosa yang dilakukan manusia dan tidak mengingat kesalahannya merupakan fokus mazmur ini, dan ini adalah sesuatu yang tidak boleh kita lupakan, sama seperti awal mazmur ini: Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu (ayat 1-3).

Mengapa Allah demikian mengasihi orang berdosa? Ketika Dia memperkenalkan diri-Nya di hadapan Musa, Dia berkata: TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya (Kel. 34:6) yang kemudian dikutip mazmur ini di ayat 8, dilanjutkan dengan: Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia menyimpan amarah. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita (ayat 9-10). TUHAN memperlakukan manusia dengan sangat berbeda dengan cara manusia. Orang sering kali melupakan hal-hal baik yang telah kita lakukan untuk mereka, tetapi sebaliknya mengingat hal-hal buruk yang kita lakukan terhadap mereka. Namun, TUHAN mengetahui kelemahan kita, memperlakukan manusia dengan kasih sayang dan belas kasihan (ayat 4), dan melupakan kesalahan yang telah kita lakukan, asalkan kita sungguh-sungguh bertobat.

Ada seorang saudari di Filipina yang sering mengatakan bahwa dia berbicara dengan Tuhan Yesus dalam mimpinya. Seseorang berkata kepadanya dengan curiga, Jika Tuhan Yesus menampakkan diri kepadamu dalam mimpi minggu ini, mohon tanyakan kepada-Nya pelanggaran apa yang aku lakukan di seminari?(Dia pernah mencuri buku dari perpustakaan seminari.) Pada hari Minggu berikutnya ia bertemu lagi dengan saudari itu di gereja dan segera bertanya kepadanya, Apakah kamu berbicara dengan Tuhan dalam mimpimu minggu lalu?Ya.Apakah kamu bertanya peraturan sekolah apa yang saya langgar? Saudari itu menjawab: Tentu saja! Lalu peraturan sekolah apa yang saya langgar? Tuhan berkata, Dia telah melupakannya! Jawaban ini membuat ia langsung teringat pada ayat 11 dan 12 dari mazmur ini: setinggi langit dari bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari kita pelanggaran kita.

Seorang Psikiater Dr. Chen menyebutkan bahwa salah satu pasiennya menderita gangguan obsesif-kompulsif dan takut terhadap kotoran. Dia menggunakan berbagai cara aneh untuk mencegah agar tidak tercemar dan menghabiskan hampir sepuluh jam mandi setiap hari, ditambah lagi salah diagnosis oleh dokter yang dahulu selama hampir sepuluh tahun. Akibatnya, dia menyerah dan menolak menerima pengobatan. Dr. Chen kehabisan akal. Suatu hari dia tiba-tiba teringat bahwa pasiennya adalah seorang Kristen dan bertanya kepadanya, Menurut Anda apakah dokter sudah menyerah terhadap Anda? Bukankah demikian? Apakah Anda menyerah atas dirimu sendiri juga?Dia berbalik dan menutup matanya, diam. Dr. Chen bertanya, Apakah menurut Anda Yesus telah menyerah atas diri Anda? Dia merenung sejenak dan kemudian berkata, Tidak. Jadi Dr. Chen mengambil pena dan kertas dan menulisMazmur 103 sebagai resep. Sejak saat itu, pasien menjadi bersedia menerima pengobatan dan belajar menerima dirinya dan keluarganya.

Doa:
Tuhan! Biarkan aku mengingat bahwa tidak untuk selama-lamanya Engkau menyimpan amarah, dan bahwa Engkau bersedia melupakan pelanggaranku, dan bahwa Engkau tidak akan menyerah atas diri saya. Sebaliknya tolong juga ingatkan saya agar tidak karena demikian lalu berbuat semau saya dan begitu saja berbuat dosa sehingga menanggung penderitaan akibat dosa.

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.





Mazmur 96:1-13

「Raja seluruh bumi」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 96:1-13 [ITB])
1 Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru,
……bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
2 Bernyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya,
……kabarkanlah karya keselamatan-Nya dari hari ke hari.
3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa
……dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.
4 Sebab TUHAN Maha Besar dan sangat terpuji,
……Ia lebih dahsyat daripada segala ilah.
5 Sebab segala ilah bangsa-bangsa hanyalah berhala sia-sia,
……tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.
6 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya,
……kekuatan dan kegemilangan ada di tempat kudus-Nya.

7 Berilah kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa,
……berilah kepada TUHAN kemuliaan dan kekuatan!
8 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya,
……bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!
9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan semarak kekudusan,
……gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!
10 Katakanlah di antara bangsa-bangsa: TUHANlah Raja!
……Sungguh, bumi tegak, tidak akan goyang.
……Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.

11 Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak,
……hendaklah bergemuruh laut serta isinya,
12 hendaklah bersukaria padang dan segala penghuninya,
……ya, biarlah segala pohon di hutan bersorak-sorai
13 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang,
……sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
Ia akan menghakimi dunia dalam keadilan,
……dan bangsa-bangsa dalam kebenaran-Nya.


Mazmur ini merupakan mazmur yang memuji TUHAN sebagai Raja. Jenis mazmur ini memainkan peranan yang sangat penting dalam Kitab Mazmur dan merupakan titik balik antara Jilid 1 sampai 3, juga Mazmur Jilid 4 sampai 5. Mazmur Jilid 1 sampai 3 kebanyakan terdiri dari mazmur permohonan ratapan, tapi Jilid 4 sampai 5 adalah mazmur pujian; pemazmur bisa berubah dari permohonan yang penuh ratapan beralih menjadi pujian yang penuh sukacita itu karena TUHAN adalah Raja, Dia mengendalikan segalanya. Jilid 1 hingga 3 masing-masing memiliki satu mazmur yang mempertanyakan mengapa Tuhan tidak memperlakukan orang benar dengan baik, masing-masing Mazmur 37, 49, dan 73, tetapi tidak ada satu pun di Jilid 4 dan 5, karena TUHAN adalah raja, tidak perlu mempertanyakan keadilan Allah, Dia pasti akan membalas kebaikan dan menghukum kejahatan. Mazmur ini dibagi menjadi tiga bagian:

Bagian 1 (ayat 1-6): terlebih dahulu ada undangan (ayat 1-3) untuk memberitakan keselamatan Allah ke seluruh bumi dan bangsa setiap hari. Ayat 4-6 memberikan alasan untuk melakukan hal ini: Karena TUHAN itu Maha Besar dan layak mendapat pujian yang besar, Dia layak ditakuti di atas segala ilah (ayat 4); kebesaran-Nya dimanifestasikan melalui penciptaan-Nya atas segala sesuatu (ayat 5-6)

Bagian 2 (ayat 7-10): terdapat undangan di ayat 7-9, mendorong semua bangsa untuk datang dan memuliakan Allah; alasannya adalah: orang-orang di antara bangsa-bangsa akan berkata, TUHAN adalah Raja! Maka dunia akan teguh dan tidak goyah; Dia akan menghakimi semua bangsa dalam kebenaran keadilan (ayat 10). Hasil dari pemerintahan TUHAN adalah: 1. Dunia akan teguh dan tidak lagi bergejolak; 2. Dia akan memberikan keputusan yang adil kepada manusia;

Bagian 3 (ayat 11-13): juga terdapat undangan di ayat 11-12, tetapi kali ini yang objek undangan ditujukan kepada langit, bumi, laut serta seluruh makhluk dan tumbuhan yang ada di dalamnya, menggemakan kembali undangan pertama yang ditujukan kepada keseluruhan bumi. Ayat 13 mencantumkan alasan untuk mengundang semua sukacita dan pujian ini: karena Dia (TUHAN) telah datang, Dia datang untuk menghakimi seluruh bumi, Dia akan menghakimi dunia dengan kebenaran keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya. Poin kuncinya adalah ketika TUHAN datang sebagai Raja, Dia akan menghakimi semua orang di dunia berdasarkan kebenaran keadilan dan kesetiaan. Pada saat itu, setiap orang akan menerima penghakiman yang adil. Inilah titik berat dari mazmur yang menekankan TUHAN adalah Raja (lihat 93:5; 97:2, 8-10; 98:2, 9; 99:4-5, 8).

Ketika kita hidup di dunia belum tentu kita menerima keputusan dan penilaian yang adil, karena: 1. manusia hanya melihat penampilan luar saja dan tidak bisa melihat isi hati dan motif dari orang yang di hadapan pengadilan. Oleh karena itu, Paulus menegaskan bahwa Tuhanlah yang menghakimi manusia, dan ketika Dia datang kembali, Dia akan menyingkapkan kegelapan. Pikiran hati yang tersembunyi akan terungkap, dan kemudian setiap orang akan menerima pujian dari Tuhan (1 Korintus 4:4-5). 2. Penilaian yang dibuat oleh seseorang manusia (bahkan termasuk hakim yang paling cerdik) dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalamannya, dan sulit untuk mencapai kesimpulan yang benar-benar tepat.

Dr. Au Lok Man pernah berbagi pengalaman seorang pensiunan pengacara Liang. Ia pernah menangani gugatan keuangan untuk klien pengusaha. Setelah pengacara dari kedua belah pihak menyampaikan argumen penutupnya, hakim mengatakan bahwa perlu waktu tiga hari untuk mempertimbangkannya sebelum mengucapkan putusan, dan pengusaha itu terbang ke Inggris untuk urusan bisnis. Tiga hari kemudian, hakim mengumumkan bahwa pengusaha tersebut telah memenangkan kasus tersebut. Pengacara Liang ingin menyampaikan kabar baik kepada kliennya sesegera mungkin. Saat itu belum ada email, dan panggilan jarak jauh tidak populer, jadi dia pergi ke Kantor Telegraf Dadong dan dengan senang hati mengetik telegram empat karakter Mandarin yang artinya Keadilan mendapat kemenangan mengabarkan kabar baik. Namun, pengusaha itu segera mengirim telegram balasan dengan empat kata yang sama: Segera mengajukan banding. Dia pikir dia kalah dalam kasus ini karena dia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dia lakukan, ia tidak tahu hakim telah memenangkan dia.

Kita mungkin tidak menerima penilaian atau penghakiman yang adil di dunia ini, maka kita tidak boleh berkecil hati atas hal tersebut, karena suatu saat ketika kita berdiri di hadapan takhta penghakiman Tuhan, Dia akan membalas kita dengan keadilan dan memberikan kita penghakiman yang adil.

Doa:
Tuhan! Tolonglah aku untuk mengingat bahwa Engkau selalu menjadi Raja dan Hakim yang paling adil. Aku harus mempercayai perkataanmu: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan (Roma 12:19). Ajarkan aku tidak akan membalas dendam terhadap mereka yang telah menyakitiku, karena dengan melakukan hal itu (seperti yang dikatakan Yusuf) berarti menggantikan Engkau (Kejadian 50:19 apakah aku ini pengganti Allah?).

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.





Mazmur 90:1-17

「Mahkota tahun-tahun umur」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 90:1-17 [ITB])
1 Doa Musa, abdi Allah.
Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami
……turun-temurun.
2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan,
……bumi dan dunia diperanakkan,
……dari dahulu kala sampai selama-lamanya
Engkaulah Allah.

3 Engkau mengembalikan manusia kepada debu,
……dan berkata, Kembalilah, hai Anak-anak manusia!
4 Sebab di mata-Mu seribu tahun
……sama seperti hari kemarin yang telah berlalu,
……atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
5 Engkau menghanyutkan manusia dalam tidurnya,
…… di pagi hari mereka seperti rumput yang akan binasa,
6 di waktu pagi bersemi dan bertumbuh,
……di waktu petang lisut dan layu.
7 Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu,
……dan karena kobaran amarah-Mu kami menjadi gentar.
8 Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu,
……bahkan yang tersembunyi pun dalam cahaya wajah-Mu.
9 Sungguh, segala hari kami berlalu karena geram-Mu,
……kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.
10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun,
……jika kami kuat, delapan puluh tahun,
dan kebanggaannya hanyalah kesukaran dan penderitaan;
……ya, sungguh cepat kami melayang lenyap.
11 Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu
……dan menyadari geram-Mu sehingga takut kepada-Mu?

12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami,
……supaya kami beroleh hati yang bijaksana.
13 Kembalilah, ya TUHAN! Berapa lama lagi?
……Sayangilah hamba-hamba-Mu!
14 Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu,
……supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hidup kami.
15 Buatlah kami bersukacita
……seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami,
……seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami sengsara.
16 Biarlah perbuatan-Mu terlihat oleh hamba-hamba-Mu,
……dan semarak-Mu oleh anak-anak mereka.
17 Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, turun ke atas kami,
……dan teguhkanlah perbuatan tangan kami,
……ya, teguhkanlah perbuatan tangan kami.


Mazmur ini merupakan mazmur doa kelompok yang kaya isi dan dapat dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

Ayat 1-2: Awal permohonan. Mengingatkan kita bahwa dalam kekekalan yang tidak terlihat ujungnya, kita harus ingat bahwa Tuhan adalah tempat tinggal perteduhan kita dan sauh yang kokoh bagi kita.

Ayat 3-11: Alasan permohonan. Menunjukkan dua kondisi menyedihkan manusia: pertama, hidup ini singkat (ayat 3-6, 9b -10); kedua, hidup di bawah murka Allah karena dosa (ayat 7 -9a, 11).

Ayat 12-16: Isi dan dasar permohonan. Menyebutkan lima doa, masing-masing satu setiap ayat.

Doa 1. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, supaya kami beroleh hati yang bijaksana (ayat 12). Menghitung hari menjawab pernyataan di atas bahwa hidup ini singkat, seperti keluh (ayat 9 Sungguh, segala hari kami berlalu karena geram-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh); oleh karena itu, manusia tidak boleh berpikir bahwa dirinya abadi. Pada zaman dahulu, ketika orang-orang beriman saling bertemu dan menyapa, mereka akan mengucapkan Memento Mori dalam bahasa Latin, yang artinya: Ingatlah bahwa kamu fana. Benediktus, yang mendirikan sistem monastik Barat, pernah berkata: Setiap hari, sepatutnya meletakkan kematianmu di depan mata sendiri. Umat Kristen memiliki kehidupan kekal setelah kematian, tetapi mereka tidak boleh menghilangkan kematian dari kesadaran mereka. Ketika kita tahu bahwa hidup akan berakhir dan umur kita semakin pendek setiap hari, kita akan lebih menghargai waktu dan memanfaatkan setiap menit dengan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan misi yang diberikan Tuhan. Membuang-buang waktu adalah menyia-nyiakan hidup. Menghitung hari bukanlah untuk menipu diri sendiri, tetapi untuk mengetahui bahwa hari-hari yang telah berlalu tidak dapat diulang, sehingga seseorang dapat lebih menghargai tahun-tahun yang tersisa. Sehingga hati kita yang memperoleh hikmah dapat menunjukkan hal-hal yang terpenting dalam hidup, seperti takut akan Tuhan (inilah permulaan hikmah), menganggap Dia sebagai satu-satunya harta termulia, dan bertindak sesuai dengan petunjuk-petunjuk-Nya.

Doa 2. Kembalilah, ya TUHAN! Berapa lama lagi? Sayangilah hamba-hamba-Mu! (ayat 13). Meminta Tuhan untuk berhenti marah kepada manusia (ayat 7, 9 Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kobaran amarah-Mu kami menjadi gentar. … Sungguh, segala hari kami berlalu karena geram-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh) dan mengganti murka dengan belas kasihan.

Doa 3. Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hidup kami (ayat 14). Kasih Allah adalah alasan mengapa kita dapat memiliki sukacita sepanjang hidup kita. Ketika manusia mengalami kasih Tuhan, ia tetap bisa bahagia kapan pun dan dalam situasi apa pun. Itu sebabnya Paulus tetap bisa bahagia di sel penjara yang penuh penderitaan. Sukacita adalah keadaan pikiran yang damai, stabil, dan tidak terpengaruh oleh keadaan eksternal.

Pertanyaannya adalah: Bagaimana kita bisa dikenyangkan kasih Allah? Berharga diperhatikan: 1. Terimalah Bapa Surgawi mengasihi kita dan mengutus Yesus untuk mati bagi kita (Roma 5:8; Gal 2:20). 2. Mintalah Roh Kudus untuk mencurahkan kasih Allah ke dalam hati kita (Roma 5:5). 3. Membangun iman kita di atas firman yang maha suci, berdoa dalam Roh Kudus, dan menantikan belas kasihan Tuhan Yesus Kristus sampai kehidupan kekal, ini semua akan membantu kita tetap berada dalam kasih Tuhan (Yudas 20-21).

Doa 4. Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami sengsara (ayat 15). Pemazmur memohon kepada Allah untuk menolong mereka sehingga tidak peduli berapa tahun mereka menderita, mereka tetap mempunyai tahun-tahun sukacita yang sama. Manusia bisa bergembira karena dipenuhi dengan kasih Allah dan tidak akan terpuruk karena mengalami rasa sakit dan penderitaan.

Doa 5. Pemazmur tidak hanya berdoa untuk dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan keturunannya, memohon kepada Allah untuk menunjukkan kemuliaan-Nya kepada mereka (ayat 16 Biarlah perbuatan-Mu terlihat oleh hamba-hamba-Mu, dan semarak-Mu oleh anak-anak mereka), agar mereka juga dapat melihat bahwa Tuhan adalah tempat perteduhan mereka dan dapat dipenuhi dengan kasih-Nya.

Ayat 17: Akhir doa. Pemazmur menggunakan orang ketiga (Dia) untuk menyebut Tuhan di bagian ini, bandingkan sebutan Engkau di ayat 12 sampai 16); pemazmur memanggil Allah dengan sebutan Tuhan di awal (ayat 1), dan sebutan sama di akhir, bergema dari awal hingga akhir. Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, turun ke atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, teguhkanlah perbuatan tangan kami. Pemazmur memulai dengan penegasan bahwa Tuhan adalah tempat tinggal perteduhan kekal manusia (ayat 1), dan diakhiri dengan meminta Tuhan untuk: 1. Memperlakukan orang percaya dengan kemurahan sehingga mereka dapat bersukacita. Kata kemurahan dalam bahasa asli נֹעַם no`am dapat diterjemahkan sebagai kemuliaan dan keindahan, juga sebagai bahagia (Amsal 3:17 Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata). 2. Menguatkan karya manusia agar berdaya guna dan bernilai kekal, serta tidak menyia-nyiakan tenaga dan waktu.

Doa:
Tuhan! Ajari saya untuk mengingat singkatnya hidup, dan karena itu lebih menghargai kehidupan yang telah Engkau berikan kepada saya, memanfaatkan setiap menit untuk melakukan apa yang Engkau ingin saya lakukan. Karena saya penuh dengan cinta kasih-Mu, saya selalu bisa bahagia dalam situasi apapun, dan semua yang saya lakukan efektif karena dilakukan dalam tangan-Mu.

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.





Mazmur 84:1-12

「Di tempat mata air」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 84:1-12 [ITB])
1 Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu,
……ya TUHAN Semesta Alam!
2 Hatiku hancur karena merindukan
……pelataran-pelataran TUHAN;
jiwa ragaku bersorak-sorai
……kepada Allah yang hidup.
3 Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah,
……dan burung layang-layang sebuah sarang,
……tempat menaruh anak-anaknya,
di dekat mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN Semesta Alam,
……ya Rajaku dan Allahku!
4 Berbahagialah mereka yang tinggal di rumah-Mu,
……yang dapat terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela
5 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau,
……yang berhasrat mengadakan ziarah!
6 Apabila melintasi Lembah Baka,
……mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air;
……ya, hujan awal musim menyelubunginya dengan berkat.
7 Mereka berjalan makin lama makin kuat,
……hendak menghadap Allah di Sion.
8 Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku,
……pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela
9 Lihatlah perisai kami, ya Allah,
……pandanglah wajah orang yang Kauurapi!
10 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu
……daripada seribu hari di tempat lain;
lebih baik berada di ambang pintu Rumah Allahku
……daripada berdiam di kemah-kemah orang fasik.
11 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai;
……kemurahan dan kemuliaan Ia berikan;
Ia tidak menahan kebaikan
……kepada orang yang hidup tidak bercela.
12 Ya TUHAN Semesta Alam,
……berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!


Mazmur ini merupakan mazmur ziarah, menggambarkan pemazmur rindu pergi ke Bait Allah untuk beribadah. Mazmur ini empat kali menyebut TUHAN sebagai Allah semesta alam. Gelar ini dalam Kitab Mazmur sering menyebut Allah sebagai Raja Maha kuasa (lihat ayat 3b). Mazmur ini tiga kali mengulangi kata berbahagialah, menekankan bahwa sungguh berbahagia mereka yang pergi ke Bait Allah untuk menyembah Allah. Mazmur ini dibagi menjadi empat bagian:

Ayat 1-4: Menggambarkan keinginan pemazmur untuk pergi ke Bait Allah. Ayat 1 menunjukkan alasannya, katanya, Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya TUHAN Semesta Alam! Oleh karena itu, keseluruhan dirinya ingin pergi ke Bait Suci, Hatiku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup; ayat 2 dapat diartikan Jiwaku merindukan pelataran TUHAN, (bahkan jatuh sakit karena kerinduan seperti ini), hati dan tubuh saya berseru kepada Allah yang hidup. Pemazmur merindukannya karena di sana ia dapat dilindungi Allah (seperti burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya).

Ada banyak orang percaya di mana pun yang mencintai gereja (mirip dengan pemazmur yang mencintai Bait Allah) dan ingin pergi ke gereja untuk menyembah Tuhan, mengalami Tuhan, dan melayani Tuhan. Sayangnya, banyak juga orang percaya yang tidak menyukai gerejanya dan merasa bahwa pergi ke gereja adalah pekerjaan yang menyakitkan, saya tidak punya pilihan selain menghadiri kebaktian hari Minggu karena saya takut akan hukuman Tuhan. Bagaimana kita dapat mengubah sikap ini dan berpikir betapa indahnya gereja (kelompok orang percaya)? Disebutkan di bawah.

Ayat 5-7: Menandakan bahwa peziarah tidak hanya diberkati di Bait Allah saja, tetapi juga diberkati dalam perjalanan ke sana, merujuk pada ayat 5 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!, ayat 7 Allah akan membuat mereka berjalan makin lama makin kuat. Ayat 6, Apabila melintasi Lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; ya, hujan awal musim menyelubunginya dengan berkat, di sini Lembah Baka seharusnya diterjemahkan menjadi Lembah Kering, menggambarkan peziarah yang melewati lembah yang sangat kering, tetapi merasa lembah itu seperti tempat mata air. Dengan berkat hujan musim gugur, seluruh lembah diliputi hujan dari Allah, sehingga mereka tidak kehausan dan dapat mencapai Bait Allah dengan lancar.

Ayat 8-9: Di Bait Allah peziarah berdoa untuk raja, meminta Allah menjaga raja.

Ayat10-12: Menandakan bahwa pemazmur ingin sekali tinggal di Bait Suci, karena TUHAN Yahweh adalah matahari dan perisai, pemberi kasih karunia dan kemuliaan. Dia tidak menahan kebaikan kepada orang yang hidup lurus (ayat 11). Berbahagialah orang yang percaya kepada Allah (ayat 12). Dua ilustrasi, matahari dan perisai, menggambarkan bagaimana Allah memperlakukan orang-orang yang mengikuti-Nya; Dia adalah cahaya, kegembiraan, panas, kekuatan, perlindungan, dll. mengingatkan kita bahwa segala sesuatu bekerja sama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan (Roma 8:28), kebaikan membuat manusia menjadi peniru Kristus yang lebih baik (Roma 8:29). Kebaikan dalam mazmur ini menjadikan manusia lebih mengandalkan Allah (ayat 12 Ya TUHAN Semesta Alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu! )

Tuhan yang kita sembah tidak hanya begitu baik, namun juga rela memberikan yang terbaik kepada mereka yang berbuat jujur. Pertanyaan di atas: Menurut Anda bagaimana gereja (kelompok orang percaya) itu begitu indah? Jawabannya adalah: 1. Kita harus ingat bahwa kita adalah anggota gereja, yang merupakan rumah rohani kita; 2. Kita tidak boleh sekedar ingin mendapatkan sesuatu ketika kita pergi ke gereja, tetapi harus memberikan sesuatu; 3. Paling penting, pemazmur merasa bahwa Rumah TUHAN sangat indah karena merupakan tempat umat Allah beribadah kepada Allah semesta alam. Dialah Raja segala raja yang layak dan dikasihi, mampu melindungi siapa pun yang menjadi milik-Nya; Dia ibarat matahari dan perisai, dan Dia rela melimpahkan kasih, kemuliaan, dan segala kebaikan kepada orang-orang yang mengikuti-Nya.

Seperti yang ditulis oleh Pendeta Pan Jiantang: Apakah ibadah yang sejati itu? Penyembahan yang benar-benar karena kasih dan kerinduan kepada Tuhan, rasa syukur atas pengalaman sejati akan kasih karunia Tuhan, pengabdian tanpa pamrih, doa yang jujur, dan menyembunyikan dalam kepantasan, ketaatan tanpa syarat terhadap firman Tuhan, syafaat penuh perhatian yang tulus, menyambut dan melayani karena kasih yang tulus dan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain. Jika kita mendekati Tuhan dan berpartisipasi dalam gereja dengan mentalitas seperti itu, maka kita akan berjalan makin lama makin kuat menyelesaikan jalan ziarah hidup ini.

Doa:
Tuhan! Berilah aku hati yang rindu berada dekat-Mu, sehingga seperti yang dikatakan pemazmur: lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berada di ambang pintu Rumah Allahku daripada berdiam di kemah-kemah orang fasik. Tolonglah aku lebih mencintai gereja-Mu dan rindu pada Kampung Halaman Surgawi yang lebih indah, sehingga aku bisa bersama-Mu selamanya.

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.





Mazmur 73:1-28

「Kekuatanku, berkat untukku」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 73:1-28 [ITB])
1 Mazmur Asaf.
Sesungguhnya Allah itu baik terhadap mereka yang tulus hatinya,
………terhadap mereka yang bersih hatinya.
2 Tetapi, aku, hampir saja kakiku terpeleset,
………nyaris aku tergelincir.
3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual,
………kalau aku melihat kemakmuran orang-orang fasik.
4 Sebab kesakitan yang membawa maut tidak ada bagi mereka,
………dan tubuh mereka gemuk;
5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia,
………dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.
6 Sebab itu, mereka berkalungkan kecongkakan
………dan berpakaian kekerasan.
7 Karena kegemukan, mata mereka cembung,
………hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.
8 Mereka mencibir dan membicarakan yang jahat-jahat,
………mereka membicarakan pemerasan dengan tinggi hati.
9 Mereka membuka mulut melawan langit,
………dan lidah mereka membual di bumi.
10 Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka,
………seperti air yang berlimpah-limpah menemui mereka .
11 Mereka berkata, Bagaimana Allah tahu hal itu,
………adakah pengetahuan pada Yang Maha Tinggi?
12 Sesungguhnya, begitulah orang-orang fasik:
………mereka hidup tanpa beban
………selamanya dan menumpuk harta kekayaan!
13 Sia-sia sama sekali aku
………mempertahankan hati yang bersih,
………dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.
14 Namun, aku kena tulah sepanjang hari,
………dan kena hukuman setiap pagi.
15 Seandainya aku berpikir, Aku mau berkata-kata seperti itu,
…...maka aku pasti telah berkhianat kepada generasi anak-anakmu.
16 Demikianlah aku merenung untuk memahaminya,
…...tetapi hal itu hanya menjadi kesusahan bagiku,
17 sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah,
…...untuk memperhatikan kesudahan mereka.
18 Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka,
…...Kaujerumuskan mereka dalam kehancuran.
19 Ah, betapa cepatnya mereka runtuh,
…...hilang lenyap ditelan kedahsyatan maut!
20 Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan,
pada waktu Engkau bangkit, rupa mereka Kaupandang hina.
21 Ketika hatiku pedih
…...dan buah pinggangku seperti tertusuk-tusuk,
22 aku dungu dan tidak mengerti,
seperti hewan aku di dekat-Mu.
23 Tetapi, aku tetap di dekat-Mu;
…...Engkau memegang tangan kananku.
24 Engkau menuntun aku dengan nasihat-Mu,
…...hingga akhirnya Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.
25 Siapakah yang kumiliki di surga kecuali Engkau?
…...Selain Engkau tidak ada yang kudambakan di bumi.
26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap,
…...gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
27 Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa;
…...Kaubinasakan semua orang, yang tidak lagi setia kepada Engkau.
28 Tetapi, aku, aku suka dekat pada Allah;
…...Tuhan ALLAH kutetapkan sebagai tempat perlindunganku
…...supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Mu.


Ini adalah mazmur kebijaksanaan. Pemazmur adalah seorang pasien yang sakit kronis (lihat ayat 14: aku kena tulah sepanjang hari, dan kena hukuman setiap pagi), yang mengganggunya bukan hanya penyakitnya, tapi perasaan bahwa Allah tidak adil. Mazmur ini merekam proses perjuangan dan pertolongannya.

Ayat 1-2: Pendahuluan, menunjukkan bahwa Allah seharusnya berbaik hati kepada orang benar.

Ayat 3-12: Pemazmur melihat sekeliling dan menyadari bahwa orang jahat (orang yang kejam dan sombong) bukan saja tidak menerima hukuman seperti yang dikatakan tradisi, tetapi juga menerima berkat yang seharusnya dimiliki oleh orang benar (seperti: kehidupan yang nyaman dan kekayaan, ayat 12).

Ayat 13-16: Pemazmur melihat kembali dirinya sendiri dan bertanya-tanya mengapa dia, sebagai orang benar (ayat 13), sering menderita, dan kesulitan yang dia tanggung, bukankah seharusnya itu adalah kesulitan orang jahat.

Ayat 17: Titik balik, dia memasuki tempat suci dan memiliki visi dan kesimpulan yang berbeda, sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, untuk memperhatikan kesudahan mereka

Ayat 18-22: pemazmur melihat ke kejauhan dan menyadari betapa tragisnya nasib orang jahat, Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujerumuskan mereka dalam kehancuran. Ah, betapa cepatnya mereka runtuh, hilang lenyap ditelan kedahsyatan maut! Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu Engkau bangkit, rupa mereka Kaupandang hina

Ayat 23-26: Pemazmur memandang ke atas dan memahami bahwa orang-orang saleh takut akan Allah bukan untuk memperoleh berkat materi dan duniawi, tetapi untuk memiliki hubungan yang intim dengan Allah dan kemuliaan yang kekal.

Ayat 27-28: Kesimpulan, menanggapi Pendahuluan, menyebutkan bahwa Allah sangat baik kepada orang-orang benar, membiarkan mereka dekat dengan Allah dan menerima perlindungan-Nya, Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang tidak lagi setia kepada Engkau. Tetapi, aku, aku suka dekat pada Allah; Tuhan ALLAH kutetapkan sebagai tempat perlindunganku supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Mu.

Mari kita fokus pada inspirasi yang diterima pemazmur dengan melihat ke atas dan lihat apa yang didapat orang Kristen. Ayat ayat 23-26 aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Engkau menuntun aku dengan nasihat-Mu, hingga akhirnya Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapakah yang kumiliki di surga kecuali Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kudambakan di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya

Pertama, aku tetap di dekat-Mu (ayat 23a), orang Kristen selalu bisa dekat dengan Tuhan dan dengan demikian merasakan kehadiran-Nya, seperti Ayub yang kehilangan segalanya tetapi masih memiliki Tuhan. Alkitab sering menyebutkan bahwa Tuhan menyertai manusia, namun di sini manusia dapat mengambil inisiatif (melalui membaca Alkitab dan berdoa) untuk bersama Tuhan. Aku tetap di dekat-Mu mengingatkan kita pada Mazmur 16:8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Keduanya menggunakan cara penulisan yang sangat berani untuk menonjolkan kedekatan manusia dengan Allah.

Kedua, Engkau memegang tangan kananku(ayat 23b), orang Kristen dapat memperoleh dukungan dan pertolongan Allah; di sini disebutkan tangan kanan karena pelindung sering kali berdiri di sisi kanan orang yang dilindungi sambil memegang tangan kanannya.

Ketiga, Engkau menuntun aku dengan nasihat-Mu (ayat 24a): orang Kristen dibimbing oleh ajaran (kehendak) Tuhan dan dapat menjalani kehidupan yang Allah ingin kita jalani.

Keempat, hingga akhirnya Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan ( ayat 24b): menanggapi akhir di ayat 17 memperhatikan kesudahan mereka, mengingatkan orang akan pengangkatan Henokh dan Elia; orang Kristen mengetahui ke mana mereka akan pergi setelah kematian, yaitu ke surga bersama Tuhan.

Kelima, Siapakah yang kumiliki di surga kecuali Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kudambakan di bumi (ayat 25): artinya, Siapakah yang kumiliki di surga? Dengan adanya Engkau, aku tidak perlu menginginkan siapa pun atau apa pun. Artinya, pemazmur bertekad untuk mengikuti Tuhan saja. Sekalipun menderita kesakitan, dia tidak akan mengikuti orang lain atau berhala. Di sisi lain, hal itu juga mencerminkan bahwa pemazmur mencintai Allah dan menjadikan-Nya sebagai kepuasan terbesarnya. Saat ini, apakah hanya ada sedikit perbedaan antara kita dan non-Kristen, karena kita semua mencintai hal-hal yang sama, seperti anak-anak, kekayaan, kekuasaan, ketenaran, kenyamanan, dll., tidak menjadikan Tuhan sebagai kepuasan terbesar kita?

Keenam, Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya (ayat 26), Allah adalah sandaran pemazmur. Bagianku yaitu berkat, seringkali mengacu pada Allah sebagai warisan para imam, yang memenuhi kebutuhan mereka, dan Allah yang mereka sembah. Umat Kristen juga harus menganggap Tuhan sebagai gunung batu kekuatan dan berkat mereka.

Kita perlu merenungkan apa yang kita imani? Mengapa percaya kepada Yesus dan mengikuti Dia? Apakah untuk mendapatkan kesehatan, pernikahan dan keluarga yang bahagia, uang dan kekuasaan, ketenaran dan status yang diinginkan semua orang? Atau apakah kita percaya karena kita tahu bahwa apa yang kita percayai adalah benar dan bahwa Tuhan kita adalah Allah yang benar? Mazmur ini mengingatkan kita untuk masuk ke dalam tempat kudus dan bersekutu dengan Tuhan, sehingga kita dapat melihat jauh dan ke atas, fokus pada kekekalan dan tingkat spiritual, daripada pada dunia dan hal-hal materi. Semakin dekat kita dengan Tuhan, semakin kudus hati kita seperti yang disebutkan dalam ayat 1. Berbahagialah orang yang demikian karena mereka akan melihat Allah (Matius 5:8), sehingga mempunyai cara pandang yang benar dan tidak hanya memandang pada Allah hanya di permukaan berpikir bahwa Allah tidak adil terhadap diri kita. Dengan demikian kita dapat menghadapi tantangan apa pun dalam hidup, bahkan jika disiksa oleh penyakit setiap hari.

Doa:
Tuhan! Ajari aku bahwa dekat dengan-Mu adalah hal yang baik bagiku. Bantulah aku agar mempunyai kekuatan dan ketekunan untuk tetap dekat dengan-Mu sehingga aku dapat memperoleh manfaat yang sejati.

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.





Mazmur 65:1-13

「Harapan panen berkelimpahan」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 65:1-13 [ITB])
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian.

Bagi-Mulah selayaknya puji-pujian, ya Allah di Sion.
……Kepada-Mulah orang membayar nazar,
2 hai Engkau yang mendengarkan doa.

Kepada-Mulah semua orang datang menghadap
……3 karena bersalah.
Pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami,
……tetapi Engkaulah yang menghapuskannya.
4 Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan bawa dekat kepada-Mu;
……ia akan tinggal di pelataran-Mu.
Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu,
……di bait-Mu yang kudus.

5 Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat
dan dengan keadilan Engkau menjawab kami,
……ya Allah yang menyelamatkan kami,
Engkaulah kepercayaan segala ujung bumi
……dan samudra-samudra yang jauh;
6 Engkaulah yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu,
……sedang pinggang-Mu berikatkan keperkasaan;
7 Engkaulah yang meredakan deru lautan,
……deru gelombang-gelombangnya
……dan kegemparan bangsa-bangsa!
8 Maka orang-orang yang tinggal di ujung-ujung bumi,
……kagum akan tanda-tanda mujizat-Mu;
tempat terbitnya pagi dan berlalunya senja.
……Kaubuat bersorak-sorai.
9 Engkau memperhatikan tanah itu dan menjadikannya subur,
……dan memperkayanya dengan hasil yang berlimpah.
Sungai Allah dengan penuh air;
……Engkau menyediakan gandum bagi mereka.
……Ya, demikianlah Engkau mempersiapkan tanah itu:
10 Engkau mengairi alur bajaknya,
……Engkau menggemburkan gumpalan-gumpalan tanahnya,
dengan hujan lebat Engkau menyuburkannya;
……Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya.
11 Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu,
……jejak-Mu menggemukkan tanah;
12 tanah penggembalaan di padang gurun menghijau,
……bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai;
13 padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba,
……lembah-lembah berselimutkan gandum,
……semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.


Ayat 11 dari mazmur ini Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu menggemukkan tanah adalah ayat kita ucapkan saat merayakan Tahun Baru. Apa artinya? Tentang apa keseluruhan mazmur ini? Mazmur ini adalah mazmur ucapan syukur kelompok, sebagai puji-pujian yang dinyanyikan kepada Allah selama perayaan festival, dan dapat digunakan untuk merayakan Tahun Baru dan panen musim gugur. Keseluruhan mazmur ini dibagi menjadi tiga bagian:

Ayat 1-4: bersyukur kepada Tuhan atas rahmat dan pengampunan dosa – bangsa Israel pernah mengalami kekeringan dan tidak ada hujan, kekeringan itu karena mereka telah berdosa kepada Tuhan, sehingga mereka bertobat, berdoa dan menaikkan nazar kepada-Nya. Allah menjawab doa mereka, mengampuni dosa-dosa mereka, dan menurunkan hujan lagi dari langit. Mereka pergi ke Bait Suci untuk memenuhi nazar mereka. Ayat 4 menggambarkan ketika mereka mempersembahkan persembahan syukur di Bait Suci seperti yang telah mereka janjikan, mereka merasakan betapa diberkati mereka beribadah kepada Allah di sana, dan mereka merasa puas serta kenyang dengan segala yang indah dan baik di tempat kediaman Allah (Bait Suci) ini. Apakah kita merasa bahwa pergi ke gereja dan ikut serta dalam ibadah bersama merupakan suatu berkat, sama seperti yang digambarkan mazmur ini (juga seperti Mazmur 84)? Apakah Anda menikmati manisnya persekutuan dengan Tuhan?

Ayat 5-8: syukur kepada Allah yang telah mengelola alam semesta – paragraf ini menekankan bahwa Tuhan adalah penguasa alam (seperti gunung dan lautan) serta semua manusia (ayat 6-7). Dialah Juruslamat (ayat 5) dan Yang Maha Perkasa (ayat 6), yang sanggup menundukkan dan menenangkan segala sesuatu; oleh karena itu, keajaiban-keajaiban yang terjadi dengan kuasa-Nya sungguh menakjubkan (ayat 8). Kita bukan saja harus mensyukuri pengampunan dosa yang diberikan Tuhan, tetapi kita juga harus mensyukuri kuasa-Nya yang nyata dalam alam. Kita juga harus percaya dan bersandar kepada-Nya sepanjang hidup kita, setia kepada-Nya sampai mati karena kebaikan dan kuasa-Nya.

Ayat 9-13: syukur kepada Allah karena memberkati bumi – ayat 9 menggambarkan bagaimana Allah memenuhi kebutuhan bangsa Israel, mengirimkan banyak hujan untuk mengairi bumi dan menghasilkan biji-bijian. Beginilah cara Allah mempersiapkan bumi. Ayat 10 menuliskan secara rinci bagaimana Allah mempersiapkan bumi, antara lain: hujan mengairi alur-alur, membasahi punggung bajak, menurunkan hujan untuk membuat tanah menjadi lunak, dan memberkati tanaman agar tumbuh. Ayat 11 Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu menggemukkan tanah; kalimat pertama menggambarkan bahwa sepanjang tahun dapat memperoleh panen yang baik karena rahmat Allah; terjemahan harfiah dari kalimat kedua adalah rel keretamu meneteskan lemak, menggambarkan ketika gerbong yang memuat hasil panen lewat, barang-barang yang ditumpuk di atas gerbong terus berjatuhan ke tanah. Ini adalah adegan puitis yang menggambarkan hujan musim gugur yang diturunkan Allah Sang Pencipta ketika Dia lewat, segala sesuatu dihidupkan kembali, tanah menjadi makmur, padang rumput dipenuhi domba-domba yang menikmati pesta, dan ada nyanyian sorak-sorai di mana-mana (ayat 12-13).

Kata kebaikan (seperti Ulangan 30:9), juga diterjemahkan sebagai berkat (Kejadian 39:5; Ulangan 30:16), dalam Perjanjian Lama kebanyakan berfokus pada hal-hal materi, khususnya panen yang baik dan makanan yang cukup untuk bertahan hidup; tetapi, terkadang keduanya merujuk pada hal rohaniah, karena ayat 4 mazmur ini menyebutkan bahwa mereka yang mendekat kepada Allah diberkati. Berkat dalam Perjanjian Baru jelas bersifat rohani. Misalnya, Tuhan berfirman Berbahagialah (blessed), hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah (Lukas 6:20) Mengapa Tuhan menganggap orang miskin diberkati? Karena lebih mudah bagi mereka untuk percaya kepada Tuhan, tidak seperti sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga … lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah! (Matius 19:23) Kita mempunyai berkat rohani dalam hidup ini. Kita juga menantikan pengharapan yang penuh berkat dan penampakan kemuliaan Allah yang maha besar, Juruselamat kita Yesus Kristus (Titus 2:13). Berkat dalam Perjanjian Baru sebagian besar mengacu pada anugerah rohani, khususnya keselamatan (Roma 3:24; Efesus 1:6, 2:7; 2 Timotius 2:1). Kita harus percaya bahwa Tuhan ingin kita mendapatkan anugerah-Nya dan memberikan kita berkat dan lemak terbaik (yang kita butuhkan) sepanjang tahun.

Doa:
Tuhan! Terima kasih telah memahkotai tahun-tahun saya dengan rahmat sehingga aku dapat menerima berkat rohani dan apa yang aku perlukan (termasuk pendisiplinan dari-Mu) sepanjang tahun. Tolong bantu saya fokus pada spiritualitas dan kekekalan, bukan hanya sekadar materi dan dunia ini, karena inilah yang menurut Engkau lebih baik (bandingkan Matius 7:9-11 dan Lukas 11:11-13 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya).

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.