「Janji atas Doa Permohonan」
Apa syarat doa yang dijawab Allah? Apa kaitannya dengan teks-teks sebelumnya?
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(1 Yoh. 5:14-17 [ITB])
14Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.
15Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya. 16Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.
17Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.
Surat 1 Yohanes menggunakan empat kali kata 「beroleh keberanian」 (1 Yoh. 2:28; 3:21; 4:17; 5:14), dua kali adalah berbicara mengenai keadaan orang percaya pada hari akhir menyambut Tuhan, 2 kali yang lain adalah mengenai doa. Allah berjanji mendengarkan kita berdoa, apa yang kita mohon tidak ada yang tidak didapatkan. Di sini terdapat 3 buah syarat:
- Berdasarkan teks sebelumnya, haruslah berasal dari orang yang percaya pada nama Anak Allah. 1 Yoh. 3:21-23 lebih lagi jelas berkata: orang yang percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya. Hanya karya penebusan Yesus Kristus yang membuat dosa kita diampuni, sehingga kita memiliki kuasa menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12), kita dapat berdasarkan Yesus Kristus berdoa kepada Bapa Allah.
- Memohon sesuai kehendak-Nya. Walaupun di sini tidak jelas menunjukkan apa yang dimaksudkan dengan kehendak Allah, tetapi dalam teks sebelumnya Yohanes telah berkata 「menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya」, mencakup saling mengasihi di antara orang percaya (1 Yoh. 3:22-23).
- Bukan dosa yang membawakan kematian. Di sini terutama menunjuk tentang berdoa demi orang lain, jika ada saudara yang berbuat dosa, sepatutnya berdoa bagi dia, Allah akan juga memberi dia hidup, karena dosa tersebut tidak membawakan kematian. Tetapi tidak berdoa bagi dosa yang membawakan kematian.
Kunci masalah adalah apa dosa yang membawakan kematian dan yang tidak membawakan kematian? Terlebih dahulu hendaklah memahami ini adalah menunjuk kepada kematian roh, bukan kematian jasmani. Para peneliti memiliki pemahaman yang tidak sama atas masalah ini. Ada yang berpendapat menurut dua macam pembagian dosa dalam Perjanjian Lama, yakni 「dosa yang tidak disengaja」 dan 「dosa yang sengaja dilakukan」, yang pertama bisa mendapatkan pengampunan melalui korban penghapus dosa, yang kedua harus dihukum mati. Juga ada peneliti yang berpendapat 「dosa yang membawakan kematian」 dikaitkan dengan 「menghujat Roh Kudus」, karena Matius berkata:「 Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni」 (Mat. 12:31-32). Jika menurut latar belakang Yohanes menuliskan surat ini, ditambah isi dari yang disebutkan dalam teks sebelumnya, ada juga peneilit yang berpendapat ini adalah menunjuk kepada para pengajar palsu, karena ajaran yang sesat meninggalkan komunitas orang percaya, tidak percaya kepada Allah, tidak termasuk milik Allah, berkata dusta, dan termasuk milik iblis (1 Yoh. 2:22; 3:8). Yohanes tidak banyak menambahkan penjelasan tetang 「dosa yang membawakan kematian」, karena penerima surat mengetahui apa yang ia maksudkan.
Dia paling utama hendak mengingatkan orang percaya berdoa bagi anak-anak Allah, mereka mungkin adakalanya lemah iman, dikalahkan oleh pelanggaran, tetapi Allah tetap memberi kita hak untuk berdoa bagi mereka, Allah pasti akan memberi mereka hidup.
Renungkan:
- Betapa berharganya menjadi anak-anak Allah, karena Allah Bapa berjanji mendengarkan dan menjawab doa kita. Tetapi jangan lupa hendaklah di dalam Kristus, dan bertekat menuruti dan melaksanakan kehendak-Nya.
- Berdoa tidak hanya demi keperluan diri sendiri, juga demi menjaga pengharapan saudara dan saudari, berdoa demi berbagai keperluan hidup mereka, ini merupakan bagian dari pelaksanaan saling mengasihi yang tidak boleh kurang.