「Sujud kepada Bapa」
Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Efesus 3:14-17 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah …
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
Efesus 3:14-15 kembali ke tema 3:1 setelah jeda panjang 3:2-13, perikop ini juga memberikan isi kata kerja bagi ayat 1 yang secara tata bahasa tidak lengkap, menunjukkan bahwa Paulus berdoa bagi orang percaya. Di sini menggunakan kata sambung 「itulah sebabnya」 sebagai pengantar mencerminkan bahwa isi dari doa berikut dibuat karena rahasia yang diterima oleh Paulus, bahwa doa ini dinaikkan demi misi Injil.
Namun di sini, Paulus tidak menggunakan kata-kata terkait doa, melainkan menggunakan gerakan tubuh sebagai simbol untuk merepresentasikan tindakan doa, yang secara jelas mencerminkan sikap postur Paulus dalam doa. Bagi orang Yahudi dan gereja mula-mula, doa lebih sering dilakukan berdiri, tetapi Alkitab juga memiliki banyak contoh berdoa dalam sikap bertekuk lutut (sujud), terutama mencerminkan hormat kekaguman orang tersebut terhadap Allah.
Kita berdoa bukan untuk memberi tahu Allah tentang permintaan kita, atau untuk berbincang-bincang dengan-Nya, tetapi untuk berada di bawah kedaulatan-Nya. Doa bukanlah petisi meminta. Meskipun kita akan memberitahu Allah kebutuhan kita dalam doa dan menjelaskan harapan kita kepada-Nya, tindakan ini hanya mencerminkan ketergantungan kita kepada Allah. Kebutuhan kita disediakan oleh-Nya, dan keinginan kita ── jika sesuai kepada kehendak-Nya ── maka tentu digenapkan menurut pengaturan-Nya dan cara-cara yang telah Dia tetapkan.
Di sini, Paulus melalui teladannya sendiri, menunjukkan kepada kita tentang sikap dasar yang harus kita miliki dalam berdoa, adalah hormat penyembahan dan taat, kita bersujud di depan Allah. Dalam masyarakat modern, kita mungkin sudah melupakan arti sujud (bertekuk lutut), dan sujud tidak perlu dilakukan. Kita berpendapat bahwa orang harus setara, dan kita hanya akan menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang berkuasa, dan bahkan tindakan sujud menjadi hanyalah ritual lahiriah. Di dalam Alkitab, sujud adalah ibadah, yaitu penyerahan total. Dalam Filipi 2:10 「supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi」, Allah menghendaki nama Yesus Kristus melampaui segalanya, sehingga semua orang bertekuk lutut tunduk pada otoritas-Nya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.
Kita bisa berdoa karena Allah adalah sumber segalanya. Di sini Paulus menjelaskan hubungan keluarga, dia berdoa kepada Bapa. Dalam beberapa bagian terdapat sebutan 「Bapa Tuhan kita Yesus Kristus」, sebagai pelengkap setelah sebutan 「Bapa」. Dalam Perjanjian Baru, Allah adalah Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus, ungkapan itu sangat benar dan wajar. Jika ini ada dalam teks aslinya, sulit untuk dipahami mengapa beberapa orang hendak menghapus sebutan ini. Di ayat 14 ini terlihat bahwa Paulus mengungkapkan ketergantungannya kepada Allah dengan sebutan yang lebih intim walau lebih singkat.
Terakhir, dalam pengantar doa ini, ayat 15 「yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya」, Paulus menunjukkan bahwa Bapa kita adalah sumber dari semua ciptaan, dan setiap nama di surga dan bumi menerima nama dari Dia. Allah adalah penguasa semua kekuatan spiritual di langit, dan penguasa semua suku di bumi. Ini tidak hanya mencerminkan otoritas tertinggi yang kita andalkan dalam doa, tetapi juga mengajarkan kita agar memiliki perhatian universal dalam doa (bukan doa hanya untuk kepentingan diri saja). Ini adalah pesan yang ingin diungkapkan Paulus dalam doa di teks berikutnya.
Renungkan:
Sikap apa yang kita miliki dalam doa? Apa yang menjadi perhatian yang kita ungkapkan dalam doa?
Renungan pemahaman Surat Efesus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.