「Doa, ratapan, dan karakter Allah」
Oleh Rev. Paul Cheung Wan-hoi (張雲開)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Mazmur 5:1-12 [TB2])
1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan suling. Mazmur Daud.
Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN,
……indahkanlah keluh kesahku.
2 Dengarlah jeritanku minta tolong,
……ya Rajaku dan Allahku,
……sebab kepada-Mulah aku berdoa.
3 TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku,
……pada waktu pagi aku membentangkan isi hatiku kepada-Mu,
……dan aku menunggu-nunggu.
4 Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan;
……orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
5 Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu;
……Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.
6 Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong,
……TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.
7 Tetapi, aku, berkat kasih setia-Mu yang besar,
……aku akan masuk ke dalam rumah-Mu,
sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus
……dengan takut akan Engkau.
8 TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu
……karena seteruku;
ratakanlah jalan-Mu di depanku.
9 Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur,
……batin mereka penuh kebusukan,
kerongkongan mereka seperti kubur ternganga,
……lidah mereka penuh kelicikan.
10 Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah,
……biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri;
buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka,
……sebab mereka memberontak terhadap Engkau.
11 Biarlah semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita,
……biarlah mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya.
……Biarlah Engkau menaungi mereka,
……sehingga yang mengasihi nama-Mu bersukaria karena Engkau.
12 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN;
……Engkau melindungi dia dengan kerelaan-Mu seperti perisai.
Daud datang di hadapan TUHAN adalah hal yang terutama, 「pagi」 adalah sebuah adegan, dan bersifat sekunder. Tentu saja, bagi Daud dan orang Israel, kehidupan penggembalaan dan pertanian di pedesaan berarti dibangunkan sebelum matahari terbit oleh suara burung, domba, sapi, dan binatang kecil lainnya. Antara bangun dan turun dari ranjang adalah waktu untuk meninjau pekerjaan hari itu. Pada saat ini, orang dapat berusaha sekuat tenaga menahan rasa kantuk terakhir dan berpegang teguh meninggalkan kenyamanan tempat tidur, atau mereka dapat berbaring dan menatap langit-langit yang belum sepenuhnya terfokus dan merencanakan hari itu. Tetapi nabi Mikha mengutuk mereka yang 「Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya」 (Mikha 2:1) Jelaslah bahwa rencana sehari-hari bisa baik atau buruk, semuanya tergantung pada pemikiran orang.
Daud serius terhadap Allah, bukan hanya karena Dia adalah Allah, tetapi juga karena Dia adalah TUHAN (Yahweh), Pribadi yang berkata, 「AKU ADALAH AKU」 (Keluaran 3:14). Nama Allah mengungkapkan 「kemandirian-Nya」 tidak bergantung apa pun dan 「kedaulatan-Nya」 tidak seorang pun dapat memengaruhi keputusan dan kehendak-Nya dalam hubungan apa pun. Bagaimana kita bisa berdoa kepada Allah yang seperti itu?
Hal yang dapat diketahui adalah bahwa Allah sering kali menyatakan karakter-Nya kepada orang Israel. Bangsa Israel dapat melihat karakter TUHAN melalui hukum-hukum yang Ia berikan kepada Israel, melalui wahyu-wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya para nabi, melalui interaksi-Nya dengan umat-Nya, dan melalui dunia alam. Sebagai umat-Nya, orang Israel memiliki kewajiban perjanjian yang mencerminkan karakter Allah mereka: 「Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus」 (Keluaran 19:6). Daud sangat serius memperhatikan hal ini: Allahnya 「Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu」 (5:4) dan 「Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu」 (5:5-6).
Daud menyadari bahwa Allah yang dihadapinya adalah Tuhan yang kudus, sehingga karakter Allah yang kudus menjadi titik tolak dan fokus meditasinya. Dalam hal-hal yang ia doakan kepada Allah, kekudusan Allah menjadi dasar tindakannya.
Jika meminta Allah untuk menghukum orang merupakan kutukan, Daud, Mikha, dan nabi-nabi lainnya tidak akan ragu untuk mengutuk orang-orang yang mereka kritik. Dalam ayat 10 Daud berdoa agar Allah 「menghukum mereka 」 dan juga berdoa agar 「Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau」. Tidak ada nada dendam dalam perkataan Daud, karena orang-orang berdosa yang ia 「kutuk」 sebenarnya adalah orang-orang yang telah berdosa terhadap Allah. Hal ini khususnya penting dalam banyak mazmur ratapan. Dengan kata lain, dalam mazmur-mazmur ratapan ini kata-kata 「kutukan」 sang pemazmur tidak pernah berkembang menjadi kata-kata 「balas dendam.」 Dengan kata lain, meskipun ratapan-ratapan ini merupakan ratapan pribadi, namun ratapan-ratapan ini tidak 「dipersonalisasikan」 hingga menjadi sekadar keluhan seseorang kepada Allah untuk mengungkapkan kepahitan batinnya. Apa yang diungkapkan dalam ratapan-ratapan bukan hanya masalah pribadi satu orang, melainkan juga masalah TUHAN.
Ratapan-ratapan senantiasa mengungkapkan pemahaman sang pemazmur bahwa Allah tidak akan mendengar doa orang fasik, karena pada hakikatnya orang fasik itu jahat di mata Allah. Pemahaman ini menjadi dasar permohonan pemazmur kepada Allah: sebab jika orang jahat tidak berdosa terhadap Allah, bagaimana mungkin pemazmur mengharapkan Allah mendengarkan seruan ratapannya? Dengan demikian, doa ratapan orang Israel bukan sekadar merupakan bab-bab di mana pemazmur berkeluh kesah sebagai korban ketidakadilan, tetapi juga merupakan bab-bab di mana pemazmur merenungkan karakter Allah yang kudus. Ketidakadilan di antara manusia jika bukan merupakan pelanggaran terhadap Allah, orang yang mengalaminya tidak akan dapat meminta Allah untuk menegakkan keadilan. Ratapan selalu berkaitan dengan karakter Allah yang kudus, dalam Mazmur 51, ketika Daud meratap memohon Allah untuk mengampuni dosa-dosanya, ia bahkan dapat berkata, 「Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat」 (Mazmur 51:6).
Doa:
Tuhan yang adil, tolong tunjukkan dan bimbinglah aku agar dapat memahami bagaimana agar tidak menggunakan-Mu sebagai alat balas dendam pribadiku terhadap orang lain dan tidak menggunakan-Mu sebagai kutukan terhadap 「musuhku」. Biarkan aku lebih memahami karakter-Mu dan mengetahui bahwa semua dosa adalah pelanggaran terhadap-Mu. Amin.
Renungan pemahaman Mazmur 2017
Renungan pemahaman Kitab Mazmur
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur ditulis oleh Rev. Paul Cheung Wan-hoi (張雲開) yang dipublikasi pada bulan Januari 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.