Tag Archives: Tragedi

Ratapan 2:11-17

「Tragedi pada anak-anak, dan akhir nabi palsu」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 2:11-17 [ITB])
11 Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota. 12 Kepada ibunya mereka bertanya: Mana roti dan anggur?, sedang mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur di lapangan-lapangan kota, ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya.
13 Apa yang dapat kunyatakan kepadamu, dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara, puteri Sion?
Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu; siapa yang akan memulihkan engkau?
14 Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.
15 Sekalian orang yang lewat bertepuk tangan karena engkau. Mereka bersuit-suit dan menggelengkan kepalanya mengenai puteri Yerusalem: Inikah kota yang disebut orang kota yang paling indah, kesukaan dunia semesta?
16 Terhadap engkau semua seterumu mengangakan mulutnya. Mereka bersuit-suit dan menggertakkan gigi: Kami telah memusnahkannya!, kata mereka, Nah, inilah harinya yang kami nanti-nantikan, kami mengalaminya, kami melihatnya!
17 TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.

Ratapan 2:11-17 adalah sebuah paragraf yang menggambarkan penderitaan berbagai jenis orang di Sion ketika kota dihancurkan dan ketika mereka ditawan. Kita dapat membaginya menjadi dua kategori, satu adalah korban tidak bersalah, dan yang lainnya adalah nabi palsu yang pantas mendapatkannya.

Pertama-tama, ayat 11-12 menjelaskan bahwa korban yang tidak bersalah, mereka adalah anak-anak dan bayi menyusu, karena hukuman atas kota Sion, sehingga mereka menghadapi bencana kelaparan yang parah, mereka jatuh pingsan di kota (ayat 11) dan dalam pelukan ibu mereka. Ketika akan mati, mereka bertanya kepada ibunya, di mana roti dan anggur? (Ayat 12) . Pertanyaan seperti ini agak istimewa, karena anak-anak dan bayi menyusu secara normal tidak berharap untuk makan roti dan anggur. Namun, pada zaman itu roti dan anggur adalah makanan yang dapat disimpan untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga yang ditanyakan oleh anak-anak itu adalah di mana satu-satunya makanan yang disimpan dalam keluarga, menyiratkan bahwa di bawah kelaparan yang ekstrem keluarga sudah tidak memiliki persediaan makanan pertahanan terakhir. Namun, anak-anak ini dan para bayi yang menyusu adalah korban yang tidak bersalah, penyair Ratapan menyampaikan keadaan buruk mereka kepada TUHAN, dan menggunakan ini untuk mempertanyakan mengapa Allah membiarkan terjadi korban yang tidak bersalah ini, hukuman Allah tidak hanya menimpa orang-orang jahat di kota itu, tetapi juga mempengaruhi anak-anak ini, sungguh menyedihkan. Penyair Ratapan tidak menuturkan pemikiran teologis tentang penderitaan ini kepada Allah, ia hanya mengajukan seluruh fakta itu kepada Allah dan mengubahnya menjadi ratapan, 一 memohonkannya satu per satu kepada Allah, menunjukkan bahwa dia tidak menyerah atas Allah yang mendengarkan ratapan.

Selain itu, ayat 14 menunjukkan bahwa tentang nabi-nabi palsu yang pantas menerima hukuman atas dosa-dosanya karena mereka tidak menyatakan atau menunjukkan kesalahan-kesalahan Sion, Mereka hanya perhatian dan berbicara tentang penglihatan indah yang penuh dusta dan hampa palsu, isinya adalah perdamaian yang telah dibuat-buat indah. Seperti kata Yehezkiel, mereka menyatakan damai, tetapi sebenarnya adalah tidak ada damai sejahtera (Yehezkiel 13:10). Mereka menyesatkan orang-orang dan membuat mereka percaya bahwa tidak mungkin musuh memasuki kota suci Yerusalem. Siapa tahu, ternyata mereka tidak menyingkapkan dosa dan kesalahan orang, tetapi menyampaikan pesan yang membuat orang merasa nyaman. Oleh karena itu, nabi-nabi palsu ini dihukum berat pada hari-hari pembuangan orang Israel.

Terakhir, dalam ayat 15-16 disebutkan orang-orang yang lewat dan musuhnya. Orang-orang yang lewat ini adalah mereka yang mengambil keuntungan ketika orang lain lemah, sedangkan musuh ini adalah orang Kasdim yang menyerang Yerusalem. Orang-orang ini bergembira, orang-orang yang lewat menertawakan Yerusalem dan mengejek keindahan masa lalu sudah tidak kembali lagi, lalu musuh itu penuh dengan ambisi. Mereka bergembira bahwa mereka dapat melihat hari mereka akan menyerang Yerusalem dan menang. Ayat 17 menunjukkan bahwa di balik semua hukuman ini adalah TUHAN, menjelaskan bahwa ini telah ditetapkan berdasarkan ketentuan perjanjian di zaman dahulu, mengapa nabi-nabi palsu ini tidak menjelaskan fakta ini kepada orang-orang? Mengapa nabi-nabi palsu ini membiarkan mereka melakukan kesalahan lagi dan lagi, dan akhirnya jatuh sampai demikian parah?

Renungkan:
Penderitaan orang yang tidak bersalah atau penderitaan nabi palsu yang pantas diterima, penyair Ratapan menyampaikan semuanya kepada TUHAN (Yahweh). Nyanyian duka semacam ini menggambarkan dua jenis penderitaan di dunia, yang pertama adalah tragedi, dan yang kedua adalah penghakiman, apapun jenis penderitaannya TUHAN (Yahweh) bersedia mendengarkan suara penyair Ratapan. Oleh karena itu, paragraf nyanyian ratapan ini mencerminkan realitas penderitaan manusia, dan Tuhan peduli akan kenyataan ini, meskipun isinya tidak memberikan interpretasi teologis, namun penyair Ratapan melalui nyanyian ratapan menyampaikan realitas kehidupan nyata kepada Tuhan, menunjukkan bahwa doa adalah jembatan antara penderitaan dan TUHAN (Yahweh), jembatan ini bukan untuk memecahkan pemikiran teologis, tetapi untuk menghubungkan umat manusia yang diungkapkan dalam ratapan kepada Tuhan yang kekal.


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.