Tag Archives: Bayi Lemah

Yesaya 7:10-17(2)

「Imanuel」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 7:10-17 [ITB])
10TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: 11「Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.」
12Tetapi Ahas menjawab: 「Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN.」
13Lalu berkatalah nabi Yesaya: 「Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?
14Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel (「Imanuel」 maknanya adalah 「Allah beserta dengan kita」). 15Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, 16sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong. 17TUHAN akan mendatangkan atasmu dan atas rakyatmu dan atas kaum keluargamu hari-hari seperti yang belum pernah datang sejak Efraim menjauhkan diri dari Yehuda–yakni raja Asyur.」

Ayat 14 adalah bagian yang paling mendapatkan perhatian, karena perkataan ini dikutip oleh Injil Matius 1:23, sebenarnya bagaimana seharusnya kita memahami pengutipan ini? Jika ayat 14 dipahami sesuai latar belakang kitab Yesaya, maka janji Imanuel menunjuk kepada janji kehancuran tentara gabungan dua kerajaan, maka ini adalah nubuat prediksi atas peristiwa yang akan terjadi. Dan identitas anak laki ini mungkin adalah Hizkia anak laki dari Ahas, atau mungkin anak laki nabi Yesaya, bukan menunjuk kepada Yesus Kristus (anak laki yang lahir 700 tahun kemudian ), karena isi nubuat menjelaskan bahwa sebelum anak laki ini 「tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong」, dapat dilihat ini bukan menunjuk kepada Yesus Kristus.

Jika ayat 14 dipahami sesuai latar belakang kitab Yesaya, kita memakai sudut pandang nubuat prediksi maka pengutipan ayat ini dalam Injil Matius 1:23 terlihat aneh. Tetapi jika kita memakai sudut pandang tipologi (figur pendahuluan atau simbol), maka terlihat sangat masuk akal, penulis Injil Matius melakukan pelimpahan konsep teologis dalam kitab Yesaya kepada bayi Yesus. Bayi dalam kitab Yesaya adalah lemah, bayi Yesus juga adalah lemah; bayi kitab Yesaya adalah tanda, bayi Yesus juga adalah tanda; tanda bayi kitab Yesaya menunjuk kepada keselamatan, bayi Yesus juga menunjuk kepada anugerah keselamatan. Pelimpahan konsep teologis ini membuat pembaca Injil Matius dapat melihat keselamatan dalam Yesus Kristus, Dia dengan kondisi yang lemah datang ke dunia, berada di dalam palungan adalah tanda atas yang lemah, justru paling akhir menunjuk kepada anugerah keselamatan semua manusia. Oleh karena itu, kita bisa berkata ini adalah 「penggenapan berganda」, pertanda bayi di dalam kitab Yesaya pasal 7 adalah semacam nubuat, tetapi di dalam pengutipan Injil Matius adalah semacam tipologi (figur pendahuluan atau simbol).

Renungkan: nama 「bayi」 ini adalah Imanuel, maknanya adalah penyertaan Allah. 「Bayi」 muncul sebagai sebuah pertanda, tidak menunjukkan keajaiban apapun, hanya merupakan sebuah tanda yang menunjuk kepada keselamatan yang sesungguhnya bagi Ahas, tentara gabungan dibunuh dan ia diselamatkan. Pada saat yang sama juga menunjuk kepada Yesus Kristus, membawakan anugerah keselamatan bagi semua manusia. Mohon Tuhan menyatakan pertanda-Nya, tanda bayi yang sangat biasa, tanda yang menunjuk kepada anugerah keselamatan kekal, keselamatan bagi manusia. Sudahkah engkau melihat? Silahkan menyerahkan kuasa kedaulatan atas hidupmu kepada-Nya.

Yesaya 7:10-17

「Mintalah Suatu Pertanda」

Mengapa Ahas menolak meminta pertanda dari Allah, apakah karena kesalehannya? Tetapi mengapa membuat Allah jemu?

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 7:10-17 [ITB])
10TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: 11「Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.」
12Tetapi Ahas menjawab: 「Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN.」
13Lalu berkatalah nabi Yesaya: 「Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?
14Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel (「Imanuel」 maknanya adalah 「Allah beserta dengan kita」). 15Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, 16sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong. 17TUHAN akan mendatangkan atasmu dan atas rakyatmu dan atas kaum keluargamu hari-hari seperti yang belum pernah datang sejak Efraim menjauhkan diri dari Yehuda–yakni raja Asyur.」

Allah berpesan kepada Ahas agar meminta sebuah pertanda, pertanda bukanlah sesuatu yang ajaib, pada umumnya adalah sesuatu yang biasa – bayi, palungan, bintang dan sebagainya, tetapi hal-hal yang biasa ini justru menunjuk kepada anugerah keselamatan yang datang dari Allah. Allah mengetahui sebelum keselamatan yang ditunggu-tunggu manusia datang, butuh memiliki sebuah tanda untuk membuat manusia merasa aman, maka Allah berinisiatif berpesan kepada Ahas agar meminta sebuah tanda. Tetapi Ahas berkata ia tidak mau meminta, sebab ia tidak mau mencobai Allah. Dilihat secara permukaan kulit luar, ini alasan yang saleh, tetapi jika kita melihat jawaban dari Allah, maka mengetahui bahwa respon Ahas membuat Allah jemu. Menjelaskan bahwa ketertarikan Ahas yang sesungguhnya bukan pada anugerah keselamatan yang datang dari Allah, tetapi ia hendak memakai caranya sendiri bersekutu dengan Asyur untuk memecahkan masalah saat ini. Mungkin ia berpendapat rencana anugerah keselamatan Allah terlalu tidak realistik, berpendapat menunggu anugerah keselamatan sungguh terlalu merepotkan, juga bukan tindakan yang sepatutnya dimiliki orang dewasa. Dapat dikatakan bahwa pada dasarnya ia sebenarnya sama sekali tidak tertarik untuk meminta tanda apapun.

Apakah karena respon dingin Ahas pada pertanda dengan demikian meniadakan keselamatan Allah bagi kerajaan Yehuda? Tidak, manusia tidak tertarik meminta pertanda, Allah justru berinisiatif memberikan kepada manusia sebuah pertanda: Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Tanda ini, di dalam pandangan manusia tidak ada apapun yang sangat khusus, karena 「perempuan muda」 tidak pasti diterjemahkan sebagai anak dara perawan, mungkin hanya seorang wanita yang sudah berumah tangga atau segera hendak menikah. Di zaman itu di tanah Israel ada banyak wanita yang akan mengandung melahirkan anak, apa istimewanya? Ini menjelaskan bahwa pertanda bukanlah apa yang mudah dilihat dengan mata manusia, mungkin bukan mukjizat hebat, rahasianya adalah hanya mata manusia yang telah dibukakan oleh Allah, manusia barulah bisa melihat. (Mengenai 7:14 dikutip dalam Perjanjian Baru, silahkan lihat renungan besok).

Bayi yang akan dilahirkan adalah isi dari pertanda, menunjuk kepada sebuah nubuat yang pasti akan terjadi: 「sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong.」 Ternyata, jumlah tahun bertumbuh besarnya bayi ini menjadi alat penghitung waktu persekutuan dua raja, saat anak laki ini masih belum mengerti menolak yang jahat dan memilih yang baik, persekutuan dua raja itu akan dipukul kalah. Oleh karena itu, pertumbuhan bayi menjadi tanda, menunjuk kepada keselamatan yang datang dari Allah, bayi ini di dalam pandangan manusia adalah lemah, jikalaupun ia menjadi tanda juga tidak merubah bahwa ia menyimbolkan yang lemah, lalu, kehidupan yang lemah ini dapat menyaksikan keselamatan dari Allah, sesungguhnya inilah hal yang ajaib.

Renungkan: pertanda bayi tidak dipandang mata oleh Ahas, Ahas bersatu hati hanya memikirkan strategi bersekutu dengan Asyur, hatinya tidak dapat menampung bayi yang lemah. Tetapi, kuasa Allah justru nyata secara keseluruhan di atas kelemahan manusia, kelemahan mampu membuat manusia menyaksikan keselamatan. Sebenarnya cara berpikirmu lebih mendekati pengejaran Ahas atas kesuksesan, atau mendekati bayi yang lemah? Bagaimana Allah memakai kelemahanmu untuk menyaksikan keselamatan dari Dia?

Yesaya 7:1-9

「Anak Kecil atau Asyur?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 7:1-9 [ITB])
1Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.
2Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud: 「Aram telah berkemah di wilayah Efraim,」 maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.
3Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: 「Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub (「Syear Yasyub」 maknanya adalah 「sisa umat hendak pulang kembali」), anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu, 4dan katakanlah kepadanya: 『 Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya. 5Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata: 6Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya,
7maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi, 8sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi. 9Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.』」

Kerajaan Yehuda yang di selatan menghadapi ancaman yang belum pernah ada sebelumnya, yakni Rezin raja Aram dan Pekah raja Israel anak Remalya, datang untuk menyerang Yerusalem, Aram dan Efraim (Israel) sudah menjadi sekutu. Dua musuh dari utara ini sangat kuat, maka hati raja Yehuda dan umat semuanya gemetar, seperti pohon di hutan bergerak ditiup angin.

Topik utama kitab Yesaya mulai dari pasal 7 terus sampai pasal 39 adalah 「bersandar」, lalu di banyak bagian perikop yang memakai perbandingan kontras untuk membawakan topik ini. Penekanan dasar yang paling utama adalah menjelaskan: pihak sandaran yang dipercaya dan diandalkan oleh kerajaan Yehuda sebenarnya adalah raja-raja bangsa-bangsa asing di atas bumi, atau TUHAN? Pasal 7 sampai 12 memakai sebuah perbandingan 「bayi」 dan 「Asyur」, kata 「Asyur」 telah muncul 10 kali (Yes. 7:17, 18, 20; 8:7; 10:5, 12, 24; 11:11, 16) dan kata yang terkait 「bayi / anak laki / pemuda」 telah muncul 6 kali (Yes. 7:3, 14; 8:3, 8, 18; 9:6). Dua konsep kunci ini membentuk perbandingan, menjelaskan apa yang dilihat manusia sebagai yang lemah sebaliknya adalah yang sesungguhnya yang kuat besar, dan yang dipandang kuat besar sebaliknya adalah yang lemah. Dengan demikian, saat raja Ahas berharap bersekutu dengan Asyur untuk melawan tentara gabungan milik negara lain, TUHAN justru melalui Yesaya mengumumkan bahwa sesungguhnya yang mampu dijadikan sandaran adalah bayi yang tidak memiliki kemampuan.

Sejarah yang digambarkan Yesaya pasal 7, adalah kisah yang dicatat dalam 2 Raj. 16:7-9 dan 2 Taw. 28:5-9 bagaimana raja Ahas mengusahakan bantuan dari Asyur. Bantuan Asyur yang dicari oleh Raja Ahas hanya akan membawakan keuntungan sementara, tetapi secara jangka panjang, Asyur akan merupakan ancaman yang sesungguhnya bagi Yehuda. Bekerja sama dengan Asyur adalah mewakili akan dibangunnya perjanjian persekutuan dengan Asyur, perjanjian ini mungkin mencakup membangun perjanjian dengan allah lain, mengakui kedaulatan Asyur atas Yehuda.

Renungkan: sebenarnya siapakah yang menentukankan kedaulatan atas kehidupanmu? Mungkin kita dengan mudah melepaskan sandaran kita kepada Allah demi keuntungan sementara di depan mata, kita mungkin akan menghitung-hitung, berpendapat lebih dapat mengandalkan kekuatan besar yang seperti Asyur itu, tidak tahu bahwa kekuatan yang dianggap kuat ini menuntut kita membuang kesetiaan kepada TUHAN, jika kita bersandar kepadanya, maka adalah sama dengan memberontak kepada TUHAN. Sebaliknya, 「bayi」 membuat kita teringat apa yang dipandang sebagai lemah, apa yang lemah ini dipandang tidak memiliki masa depan justru benar-benar mengingatkan kita untuk bersandar kepada TUHAN yang sungguh dapat diandalkan. Apa yang dinyatakan dari sesuatu yang dipandang lemah, justru makin membuat nyata anugerah keselamatan. Jika umat Allah mampu melihat hal ini, maka mereka tidak akan berulang-ulang jatuh dalam kesalahan Ahas, apakah engkau juga bersedia bersandar kepada TUHAN dan bukan kepada 「Asyur」 yang ada di dalam hati?