「Tunduk dahulu kepada Allah ataukah Manusia? (2)」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Petrus 2:13-17 [ITB])
13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. 15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. 16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. 17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
(Terjemahan penulis)
「Karena untuk Allah, hendaklah kita mematuhi semua sistem manusia,
entah adalah raja sebagai pemegang kuasa, atau utusan raja yang memegang posisi
menghukum yang berbuat kejahatan dan memuji yang berbuat baik.
Karena ini adalah kehendak Allah, 「buatlah itu baik」 untuk menutup mulut ketidaktahuan orang bodoh,
jadilah yang seperti orang bebas, jangan gunakan kebebasan untuk menutup-nutupi kejahatan,
hendaknya menjadi budak Allah
Hormati semua orang, kasihi komunitas orang percaya
hormat takuti Allah, hormati raja」

Kemarin kita dengan terperinci membaca konteks pasal 1 dan 2 dari Surat 1 Petrus, khususnya penggunaan Perjanjian Lama oleh Petrus (The Use of Old Testament in First Peter) untuk memahami pemikiran teologi yang ada di baliknya. Ternyata identitas sebagai yang ditolak, justru adalah identitas sebagai yang dipilih Allah, ada pemeliharaan oleh Allah, jika pemerintah-pemerintah di bumi tidak bertobat dan tidak mau belajar untuk menghargai yang baik dan menghukum yang jahat, penghakiman Allah cepat atau lambat akan datang, dan dalam kisah yang dicatat dalam Perjanjian Lama, dapat dilihat bahwa Allah saja yang memegang kuasa secara kekal, dan tidak ada raja atau pemerintah yang bisa bermegah mulut membesarkan diri di depan Allah Sang Pencipta.
Karena benang merah teologi Perjanjian Lama yang menyambung ini, sebagai dasar kita memahami ayat di atas, bagian depan ayat 13 merupakan bentuk kalimat perintah (imperative), di mana kata 「karena Allah」 (διὰ τὸν Κύριον diá tón Kýrion) (berbentuk prepositional clause) ini justru yang merupakan inti dari seluruh paragraf. Bagaimana menafsirkan frasa 「Karena untuk Allah, hendaklah kita mematuhi semua sistem manusia」 ini? Apa hubungan antara 「karena untuk Allah」 dan 「mematuhi semua sistem manusia」?
Berdasarkan diskusi kemarin dan bagian pertama paragraf ini, kita percaya bahwa Petrus menempatkan frasa 「karena untuk Allah」 di sini adalah untuk menunjukkan bahwa ketika tunduk kepada semua lembaga manusia, selama-lamanya ada Allah yang selalu merupakan Pribadi yang memegang kekuasaan, karena itu semua lembaga manusia terlebih dahulu harus menjadikan 「karena untuk Allah」 sebagai dasar mereka. Dalam pemikiran teologi di Perjanjian Lama, mematuhi sistem lembaga manusia itu menyatakan bahwa Allah adalah Terang sejati bagi dunia, dengan acuan standar ini barulah dapat menaati sistem lembaga manusia, karena walau di periode yang berbeda di Perjanjian Lama tetapi kesaksian para perantau yang menumpang hidup di diaspora semuanya adalah sama bahwa ─ tidak peduli pemerintah macam apa, semua ada di bawah kedaulatan kuasa Allah, semuanya adalah kekosongan tidak ada yang dapat bertahan selamanya. Maka, 「karena untuk Allah」 dengan jelas menunjukkan bahwa di bawah anugerah keselamatan Kristus, tidak ada yang bisa menghalangi pemberitaan Injil, karena Allah dapat melakukan hal-hal indah ajaib di bawah sistem manusia yang bagaimana pun.
Apa yang dituju oleh Petrus adalah bahwa kita harus 「berbuat yang baik」 itu adalah bagian keharusan kita, dan kejahatan orang lain tidak akan memprovokasi kita melakukan kejahatan. Ayat Alkitab mengatakan dengan eksplisit: 「jangan gunakan kebebasan untuk menutup-nutupi kejahatan」, artinya jelas, yakni jangan karena ketidakadilan pemerintah atau rezim sehingga kita melakukan hal-hal jahat secara bebas, karena kita ditebus mendapat kebebasan adalah untuk subordinasi kepada Allah (sebagai hamba tunduk kepada Allah), menjadi hamba-Nya (bahasa Yunani: budak Allah), artinya semuanya yang menjadi tujuan dan dasar kita adalah kehendak Allah.
Jelas tidak banyak yang ditulis tentang bagaimana orang Kristen berpartisipasi dalam politik, Petrus hanya membawakan secara sekilas saja. Kejahatan tidak bisa menjadi sarana dan cara bagi orang percaya, tetapi harus 「berbuat yang baik」 melakukan bagian tugas diri kita, menurut Perjanjian Lama konsep 「berbuat yang baik」 adalah belajar membedakan antara yang merupakan 「kebenaran keadilan Allah」 dan 「kejahatan si jahat」, mohon agar Tuhan memberkati kita orang Kristen agar dalam zaman (generasi) yang sulit ini senantiasa mengikuti teladan Tuhan, membedakan mana yang merupakan keadilan kebenaran, mana yang merupakan yang jahat, sehingga apa yang kita lakukan dapat dilihat oleh orang lain dan membungkam mulut orang lain.
Renungkan:
Alkitab tidak memberikan jawaban untuk semua pertanyaan di dunia, tetapi satu hal yang pasti: Allah adalah Tuhan (Tuan) atas sejarah, kelanjutan ataukah penggulingan para raja dan pemegang kekuasaan semuanya ada dalam ketetapan Allah. Tetapi bagaimana berjuang dan jalan mana yang harus dilalui, kita percaya bahwa setiap orang berjalan mengikuti panggilan Tuhan, yang terpenting adalah 「berbuat yang baik」 bagian diri kita, dan tidak dikalahkan oleh kejahatan, baik-baik menjaga pikiran dan hati diri kita sendiri, baik-baik introspeksi memeriksa.
Kita percaya bahwa di masa depan ada banyak ketidakpastian, tetapi teruslah berjuang, ada pengalaman penuh air mata, barulah akan dapat melihat hal-hal baru yang Tuhan ingin lakukan.
Akhirnya, terima kasih kepada saudara-saudari, percaya bahwa di masa depan akan ada lebih banyak kesempatan untuk bersama-sama lagi bersungguh-sungguh mempelajari Firman Tuhan, untuk mempersembahkan lebih banyak bagi Kerajaan Allah, dan bersama-sama melakukan hal-hal baru untuk Tuhan.
Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.


