「Sulit Membuat Garis Pebeda Baik dan Jahat (II)」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Petrus 2:10 [ITB])
10 「kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.」
(Terjemahan penulis)
「dahulu, kamu sekalian bukan umat, sekarang justru menjadi umat milik Allah
dahulu tidak memiliki belas kasihan, sekarang justru memiliki belas kasihan」

Dua hari yang lalu, kita berbicara tentang tema teologis dari Perjanjian Lama – ditolak, tetapi justru adalah dipilih Allah dan berharga di mata Allah, sehingga umat Tuhan jangan takut untuk hidup dalam penolakan dan kesulitan, Tuhan akan menjadi Raja di antara mereka, dan menunjukkan jalan yang dilalui setiap orang. Hidup dalam situasi dan keadaan ini, barulah menemukan bahwa iman itu realitas nyata dan betapa berharganya anugerah, dan barulah bersedia untuk tidak terjerat tradisi kebiasaan rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang ada di dunia. Saling mengasihi tanpa tipu daya, satu hati membangun komunitas ini.
Tetapi tiba di hari ini, Petrus telah menggunakan bagian lain dari Perjanjian Lama untuk melanjutkan penjelasan pemahaman, dan bagian yang ia kutip ini membuat tulisannya ini begitu indah, membawakan pesan yang sangat kaya melimpah.
Secara sekilas pandang, kitab Hosea memang berbicara tentang pengkhianatan umat Israel terhadap Allah, meninggalkan anugerah pengajaran Allah, tetapi tiba di Hosea 2:23 menyebutkan bahwa bahkan jika orang Israel benar-benar mengkhianati Allah, tetapi anugerah Allah tidak akan gagal sia-sia, sebaliknya, rahmat anugerah-Nya akan mendatangi orang-orang yang bukan umat Allah, dan mendeklarasikan bahwa orang-orang non umat Allah, sekarang sudah terhitung sebagai umat Allah.
Tetapi ketika kita dengan lebih terperinci mempelajari latar belakang situasi kitab Hosea, kita akan menemukan bahwa orang-orang yang semula adalah milik Allah ini dihukum oleh Allah karena menyembah berhala, sehingga dihukum dibuang terserak ke penawanan, dan situasi orang Israel zaman Hosea sebagai penumpang ini dipakai Petrus sebagai tipologi dikenakan dalam situasi orang percaya abad 1 ini. Mungkin alasan di balik keadaan terserak berbeda, tetapi fakta bahwa mereka hidup sebagai penumpang di diaspora adalah sama, dan yang menjadi fokus Petrus adalah 「dahulu, kamu sekalian bukan umat, sekarang justru menjadi umat milik Allah; dahulu tidak memiliki belas kasihan, sekarang justru memiliki belas kasihan.」 Ini menunjukkan bahwa orang Israel yang terserak dalam diaspora jika mau bertobat dan berbalik, mau menerima 「ditolak, tetapi justru adalah dipilih Allah dan berharga di mata Allah」, maka karya dan kesetiaan Allah di antara mereka tidak hanya menggerakkan hati orang, tetapi yang lebih penting adalah bahkan orang-orang non Yahudi yang bukan umat Allah akan melihat anugerah dan kasih Allah sehingga tergerak hatinya untuk berbalik kepada Allah yang sejati. Dan belas kasihan Allah juga akan datang ke atas diri mereka, mengakui identitas umat Allah.
Di Asia Kecil, setelah melalui kerja keras Paulus dan orang-orang percaya lainnya, maka Injil telah diberitakan menyebar di antara mereka, jadi Petrus mengutip pesan kitab Hosea ini tidak merupakan halangan, justru ia meneruskan pengajaran Hosea. Ternyata orang-orang percaya mengalami pengasingan terserak, sepatutnya hidup dengan cara baik di tanah asing, sebaik-baiknya melanjutkan menerima perintah Tuhan, bekerja keras dalam tugas sebagai imam, dan bersaksi bahwa kuasa Tuhan juga datang di antara mereka, apalagi Injil sudah ada di daerah-daerah ini, maka bukankah orang percaya bersama-sama dengan orang percaya non Yahudi setempat dapat terlebih lagi bekerja keras mengobarkan Injil?
Renungkan:
Ayat Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa ketika kita menghadapi keadaan sulit, kita dengan cepat terperangkap seluruh kesulitan, dan tidak mudah bagi kita akhirnya menyadari apa identitas orang Kristen itu — yakni walaupun ditolak, tetapi dipilih Tuhan dan berharga di mata Tuhan, tetapi ketika kita perlahan-lahan menerima penempatan peranan kita ini, tiba-tiba akan menemukan bahwa Tuhan telah mempersiapkan orang-orang yang juga sama-sama menerima belas kasihan Allah bagi kita, berjalan bersama Anda di sepanjang jalan surgawi, ternyata di masa yang tidak mudah, Tuhan telah lama mempersiapkan bagi kita, membuat kita terkejut di luar dugaan kita.
Jika Israel jatuh, sehingga orang-orang asing akan menerima belas kasihan!
Jadi hari ini pandangan gereja kita kehilangan fokus, atau gereja di tempat kita menghadapi situasi dianiaya dan diserakkan, tolong percayalah bahwa Tuhan pasti akan sekali lagi membawakan kejutan sukacita besar!
Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.