Tag Archives: Kitab Hosea

1 Petrus 2:10

Sulit Membuat Garis Pebeda Baik dan Jahat (II)
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 2:10 [ITB])
10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

(Terjemahan penulis)
dahulu, kamu sekalian bukan umat, sekarang justru menjadi umat milik Allah
dahulu tidak memiliki belas kasihan, sekarang justru memiliki belas kasihan

dahulu kamu bukan umat, sekarang umat milik Allah

Dua hari yang lalu, kita berbicara tentang tema teologis dari Perjanjian Lama – ditolak, tetapi justru adalah dipilih Allah dan berharga di mata Allah, sehingga umat Tuhan jangan takut untuk hidup dalam penolakan dan kesulitan, Tuhan akan menjadi Raja di antara mereka, dan menunjukkan jalan yang dilalui setiap orang. Hidup dalam situasi dan keadaan ini, barulah menemukan bahwa iman itu realitas nyata dan betapa berharganya anugerah, dan barulah bersedia untuk tidak terjerat tradisi kebiasaan rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang ada di dunia. Saling mengasihi tanpa tipu daya, satu hati membangun komunitas ini.

Tetapi tiba di hari ini, Petrus telah menggunakan bagian lain dari Perjanjian Lama untuk melanjutkan penjelasan pemahaman, dan bagian yang ia kutip ini membuat tulisannya ini begitu indah, membawakan pesan yang sangat kaya melimpah.

Secara sekilas pandang, kitab Hosea memang berbicara tentang pengkhianatan umat Israel terhadap Allah, meninggalkan anugerah pengajaran Allah, tetapi tiba di Hosea 2:23 menyebutkan bahwa bahkan jika orang Israel benar-benar mengkhianati Allah, tetapi anugerah Allah tidak akan gagal sia-sia, sebaliknya, rahmat anugerah-Nya akan mendatangi orang-orang yang bukan umat Allah, dan mendeklarasikan bahwa orang-orang non umat Allah, sekarang sudah terhitung sebagai umat Allah.

Tetapi ketika kita dengan lebih terperinci mempelajari latar belakang situasi kitab Hosea, kita akan menemukan bahwa orang-orang yang semula adalah milik Allah ini dihukum oleh Allah karena menyembah berhala, sehingga dihukum dibuang terserak ke penawanan, dan situasi orang Israel zaman Hosea sebagai penumpang ini dipakai Petrus sebagai tipologi dikenakan dalam situasi orang percaya abad 1 ini. Mungkin alasan di balik keadaan terserak berbeda, tetapi fakta bahwa mereka hidup sebagai penumpang di diaspora adalah sama, dan yang menjadi fokus Petrus adalah dahulu, kamu sekalian bukan umat, sekarang justru menjadi umat milik Allah; dahulu tidak memiliki belas kasihan, sekarang justru memiliki belas kasihan. Ini menunjukkan bahwa orang Israel yang terserak dalam diaspora jika mau bertobat dan berbalik, mau menerima ditolak, tetapi justru adalah dipilih Allah dan berharga di mata Allah, maka karya dan kesetiaan Allah di antara mereka tidak hanya menggerakkan hati orang, tetapi yang lebih penting adalah bahkan orang-orang non Yahudi yang bukan umat Allah akan melihat anugerah dan kasih Allah sehingga tergerak hatinya untuk berbalik kepada Allah yang sejati. Dan belas kasihan Allah juga akan datang ke atas diri mereka, mengakui identitas umat Allah.

Di Asia Kecil, setelah melalui kerja keras Paulus dan orang-orang percaya lainnya, maka Injil telah diberitakan menyebar di antara mereka, jadi Petrus mengutip pesan kitab Hosea ini tidak merupakan halangan, justru ia meneruskan pengajaran Hosea. Ternyata orang-orang percaya mengalami pengasingan terserak, sepatutnya hidup dengan cara baik di tanah asing, sebaik-baiknya melanjutkan menerima perintah Tuhan, bekerja keras dalam tugas sebagai imam, dan bersaksi bahwa kuasa Tuhan juga datang di antara mereka, apalagi Injil sudah ada di daerah-daerah ini, maka bukankah orang percaya bersama-sama dengan orang percaya non Yahudi setempat dapat terlebih lagi bekerja keras mengobarkan Injil?

Renungkan:
Ayat Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa ketika kita menghadapi keadaan sulit, kita dengan cepat terperangkap seluruh kesulitan, dan tidak mudah bagi kita akhirnya menyadari apa identitas orang Kristen itu — yakni walaupun ditolak, tetapi dipilih Tuhan dan berharga di mata Tuhan, tetapi ketika kita perlahan-lahan menerima penempatan peranan kita ini, tiba-tiba akan menemukan bahwa Tuhan telah mempersiapkan orang-orang yang juga sama-sama menerima belas kasihan Allah bagi kita, berjalan bersama Anda di sepanjang jalan surgawi, ternyata di masa yang tidak mudah, Tuhan telah lama mempersiapkan bagi kita, membuat kita terkejut di luar dugaan kita.

Jika Israel jatuh, sehingga orang-orang asing akan menerima belas kasihan!

Jadi hari ini pandangan gereja kita kehilangan fokus, atau gereja di tempat kita menghadapi situasi dianiaya dan diserakkan, tolong percayalah bahwa Tuhan pasti akan sekali lagi membawakan kejutan sukacita besar!


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Lukas 23:26-31

「Percaya Tindakan Ajaib Tuhan」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 23:26-31 [ITB])
26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.
28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. 30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?

Dalam ayat hari ini, Lukas secara khusus menyebutkan tindakan mengikuti dari banyak perempuan, terutama di jalan Yesus menuju salib. Kecuali Simon orang Kirene, yang dipaksa memikul salib bagi Yesus, tidak tersisa berapa murid Yesus yang bersedia mengikuti bersama-Nya. Meskipun Kitab Suci menggambarkan bahwa banyak orang mengikuti Yesus, menurut Luk. 23:35, orang-orang ini hanya berdiri di situ dan melihat semuanya (menonton). Mereka mungkin memiliki maksud lain menunggu adakah mukjizat datang dari Yesus, dapat dilihat bahwa hanya ratap tangisan para wanita ini adalah penghiburan terbesar bagi Yesus di jalan penderitaan.

Dalam Luk. 8:3, Lukas telah menyebutkan bahwa para wanita ini menggunakan harta milik mereka sendiri untuk menyokong kebutuhan Yesus dan para murid. Sampai pada tahap akhir, mungkin kelompok wanita inilah yang masih setia di samping Yesus.

Tetapi yang mengejutkan, Yesus tidak mengatakan sesuatu yang menyedihkan tentang bencana yang Ia hadapi ini. Sebaliknya, Dia menghibur para wanita ini, jangan menangis untuk-Nya, tetapi menangislah untuk para wanita Yerusalem dan anak-anak mereka. Bagi Yesus, kematian-Nya akan membawakan penghakiman hari akhir zaman, dijatuhkannya keputusan dosa kedua belas suku Yakub (Lukas 22:30 kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel), dan Bait Suci Yerusalem ke tangan orang-orang non Israel lagi. Jika merujuk pada Yer. 9:17-19 beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perhatikanlah! Panggillah perempuan-perempuan peratap, supaya mereka datang, dan suruhlah orang kepada perempuan-perempuan yang bijaksana, supaya mereka datang! Biarlah mereka bersegera dan meratap karena kita, supaya mata kita mencucurkan air mata, dan kelopak mata kita melelehkan air! Sebab terdengar ratapan dari Sion: Wahai binasalah kami! Kami sangat dipermalukan! Sebab kami harus meninggalkan negeri ini, karena rumah-rumah kediaman kami dirobohkan orang. Tidak sulit untuk menemukan bahwa kehancuran Bait Suci di zaman Yeremia merupakan prafigur (typos / pra penggambaran atas pengulangan sesuatu yang ada atau terjadi kelak) akan segera terjadi lagi sesuai perkataan Yesus.

Karena pada hari-hari Yerusalem dihancurkan, jiwa-jiwa dilumuri kekelaman, dan mereka yang tidak pernah melahirkan serta mengandung tidak perlu mengalami momen perpisahan dengan anak-anak mereka, sama seperti rasa sakit yang dirasakan Maria dipisahkan dari Yesus. Dapat dilihat bahwa pengorbanan Yesus dan keras kepala Yudaisme membawa penghakiman Allah kepada umat-Nya.

Penghakiman ini tidak hanya terjadi pada zaman Yeremia, tetapi juga terjadi di zaman Hosea. Ketika Lukas mengutip ayat-ayat Hosea 10:8 … mereka akan berkata kepada gunung-gunung: Timbunilah kami! dan kepada bukit-bukit: Runtuhlah menimpa kami! Pada saat yang sama juga menyatakan bahwa orang-orang Yahudi menyembah berhala dan meninggalkan keselamatan TUHAN (Yahweh), mereka akan menerima penghakiman yang sangat menakutkan.

Ketika penyaliban datang kepada Yesus (kayu hidup, lih. Luk. 23:31), dapat dipercaya bahwa penghakiman yang lebih mengerikan pada akhirnya akan datang kepada orang-orang Yahudi (kayu kering). Karena itu, Yesus tidak menaruh kesedihan pada diri-Nya sendiri, karena yang lebih mengerikan akan mendatangi diri orang-orang durhaka.

Renungkan:

Ketika para wanita berduka atas eksekusi pada diri Yesus, malapetaka dan penghakiman yang besar telah datang kepada mereka yang menganiaya Yesus.

Sejarah mengulang diri. Ketika kita melihat bahwa orang-orang benar ini dianiaya, jangan lupa bahwa Tuhan yang melakukan keadilan akan membawa penghukuman kepada mereka yang tidak benar, sehingga orang benar tidak akan menderita sia-sia.

Dengan tenang menunggu Tuhan yang menghakimi yang hidup dan yang mati, karena Dia hidup di antara kita.


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Hosea 14:1-9

「Berputar Kembali dalam Kasih」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 14:1-9 [ITB])
1 Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. 2 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: 「Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. 3 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: 『Ya, Allah kami!』 kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.」
4 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. 5 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. 6 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. 7 Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
8 Efraim, 「apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala?」 Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
9 Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

Seseorang berkata: 「Pesan inti Injil adalah memberi orang kesempatan kedua.」 Kitab Hosea pasal 13 adalah situasi yang membuat orang putus asa, belas kasihan Allah telah berlalu, Israel layak mendapatkan yang sepadan dosanya, dan dihapus dari peta, penghuninya dibuang keluar. Tetapi pesan Hosea tidak berhenti di pasal 13, ia masih berseru memanggil, tetap ada harapan. Hosea menulis pesan pasal 14, yaitu Dia terus memanggil dengan kasih kekal Allah agar umat-Nya kembali ke pelukan Allah. Karena itu, nabi Hosea berkata, 「Bertobatlah, hai Israel, … katakanlah kepada-Nya: 『Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.」 (ayat 1a, 2).

Berbalik pulang kembali kepada Allah adalah kata yang tiada henti muncul dalam pasal ini, terus menerus seperti dalam seluruh kitab ini. Ayat 1, 2 dan 7 menyerukan Israel untuk bertobat, ayat 4 berbicara tentang murka Allah kepada Israel berubah surut karena berbalik kembalinya Israel kepada Allah . Kata 「berubah surut」 dan 「berbalik kembali」 adalah kata yang sama, yang berarti bahwa Israel berbalik kembali bertobat kepada Allah, dan murka Allah juga akan berbalik kembali surut. Kasih Allah bagi orang berdosa bukanlah bersifat menghancurkan, tetapi rekonstruksi membangun ulang, bukan balas dendam, tetapi mengambil kembali. Allah terus memanggil Israel kembali ke pelukan-Nya karena kasih-Nya yang tidak berubah. Ketika nabi Hosea menyampaikan pesan pengharapan ini, mungkin hanya beberapa bulan sebelum jatuhnya kota Samaria, ini adalah saat pasukan raja Asyur Salmaneser yang segera akan membobol kota, dan negara ini dalam suasana pesimis dan putus asa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di depan mata, rakyat melihat negara dan berhala bersama menjadi tawanan. Orang Israel seharusnya sudah sadar bahwa 「Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: 『Ya, Allah kami!』 kepada buatan tangan kami」 (ayat 3a); mereka berputar berbalik dari politik (Asyur bukan sekutu sejati mereka), militer (kereta perang Mesir juga tidak dapat diandalkan), dan agama (berhala yang buatan tangan mereka tidak dapat menyelamatkan mereka).

Nabi Hosea menggunakan metafora yang kaya untuk menggambarkan bagaimana Allah memperlakukan Israel yang bertobat. Dia membuat mereka di tanah kering seperti tanaman yang mendapatkan kesegaran air embun, seperti bunga bakung yang mengembang, penuh vitalitas kehidupan, seperti pohon di Libanon yang berakar kuat, adalah pemandangan yang subur berkembang marak (lih. Hos. 14:5). Tidak hanya itu, umat yang berpaling kembali kepada Allah keadaannya akan seperti tanaman yang ranting-rantingnya akan merambak, tunasnya akan tumbuh daunnya, lebat semarak mudah dirasakan orang, dan aroma harumnya membuat orang terpesona dan kagum (ayat 6).

Gambaran penuh semarak berkembang ini didasarkan pada panggilan kasih Allah, dan itu juga tergantung kesediaan umat-Nya untuk bertobat dan berputar kembali. Apakah ayat 8 sebenarnya terbagi dua, Efraim yang berkata, 「apakah lagi sangkut paut-ku dengan berhala-berhala?」 (ayat 8a), dan kemudian Allah menjawab 「Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah」 (ayat 8b); ataukah seluruh ayat 8 merupakan panggilan Allah: 「Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah」. Ya, kedua cara terjemahan memiliki pendukungnya sendiri, faktanya, panggilan dan pertobatan pulang kembali adalah seperti dua sisi dari koin perak. Allah pertama-tama menyerukan panggilan kasih, dan umat-Nya memberikan respon, lalu pemandangan yang semarak akan muncul kembali di depan mata.

Renungkan:
Sampai di sini, sebuah lirik pujian lama muncul di hati: 「kasih memotivasi saya, kasih medorong saya, ketika iman saya lemah, kasih memotivasi saya.」 Kiranya kasih Tuhan yang abadi, tak pergi meninggalkan, dan tiada menyerah itu mendorong serta memotivasi Anda dan saya, kiranya cepat Anda dan saya berkepenuhan kasih Tuhan.

Amin!


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 13:12-16

「Belas Kasihan Berlalu dari Hadapan Mata Tuhan?」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 13:12-16 [ITB])
12 Kesalahan Efraim dibungkus, dosanya disimpan. 13 Sakit beranak mendahului kelahirannya, tetapi ia adalah seorang anak yang tidak bijaksana; sebab tidak pada waktunya ia bergerak, bila waktunya tiba, ia tidak mau keluar dari kandungan ibu. 14 Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati? Mata-Ku tertutup bagi belas kasihan.
15 Sekalipun ia tumbuh subur di antara rumput-rumput, maka angin timur, angin TUHAN, akan datang, bertiup dari padang gurun, mengeringkan sumber-sumbernya dan merusakkan mata-mata airnya; dirampasnya harta benda, segala barang yang indah-indah. 16 Samaria harus mendapat hukuman, sebab ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang, bayi-bayinya akan diremukkan, dan perempuan-perempuannya yang mengandung akan dibelah perutnya.

Salah satu karakteristik istimewa kitab Hosea adalah bahwa Hosea menggunakan banyak metafora untuk menyampaikan pesan. Di masa lalu semua dokumen hukum ditulis di atas kulit domba atau papirus. Nabi berkata: 「Kesalahan Efraim dibungkus」, seperti ditulis pada sebuah gulungan kulit dan 「digulung」. TUHAN (Yahweh) telah mengumpulkan cukup banyak bukti dosa Israel dan memeteraikannya dan menggulungnya untuk dipakai sebagai bukti.

Selanjutnya, nabi Hosea menggunakan ruang persalinan penuh kesakitan untuk menggambarkan bahwa Israel telah jatuh ke dalam situasi kritis terjerumus dosa tidak bisa ditolong dan tidak dapat diubah lagi. Situasi kritis Israel seperti seorang ibu 「waktunya tiba, ia tidak mau keluar dari kandungan ibu」yakni telah mencapai masa persalinan dan tidak dapat ditunda (CUV), yaitu kantong janin telah pecah, dan cairan ketuban keluar, sudah waktunya janin keluar. Namun, janin 「tertunda di mulut rahim」 begitu lambat tidak keluar. Pada saat ini, wanita hamil penuh rasa sakit yang parah, janin masih terjebak di mulut rahim, ibu dan anak kritis kehilangan nyawa. Ini adalah adegan memilukan dan putus asa. Situasi ini tepat menunjukkan keadaan belas kasihan telah lenyap berlalu dari hadapan Allah.

Apakah ayat 14 harus diterjemahkan ke dalam kalimat interogatif pertanyaan seperti ITB 「Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? … Mata-Ku tertutup bagi belas kasihan」 ataukah diterjemahkan ke dalam kalimat deklaratif seperti 「Kubebaskan mereka dari kuasa dunia orang mati, Kutebus mereka dari pada maut … Mata-Ku tertutup bagi belas kasihan」seperti pemahaman terjemahan LieZhenzhong? Para penafsir memiliki pendapat yang berbeda-beda, fokus dari perbedaan adalah: Apakah berita yang nabi Hosea ingin sampaikan adalah penghakiman? Ataukah itu adalah berita pengharapan? Namun teks sebelumnya (ayat 12-13) dan teks sesudahnya (ayat 15-16) berisi penghakiman, tampaknya tidak sesuai jika ayat 14 dipahami sebagai kalimat yang berisi pengharapan, tetapi menunjukkan bahwa penghakiman sudah di depan pintu, belas kasihan Allah telah berlalu. Namun, cahaya fajar pengharapan bukan sepenuhnya sirna, tetapi itu harus menunggu anugerah penebusan di atas salib baru akan digenapi (lihat 1 Kor. 15:55-57, klik untuk baca).

Nama Efraim memiliki makna berbuah banyak makmur (lihat Kej. 41:52), tanahnya lebih subur daripada Yehuda di Selatan; meskipun ia tumbuh lebat seperti rumput buluh (gelagah) yang tumbuh di tepi air, tetapi sekarang ia penuh dosa melimpah ruah dan menjadi objek serangan. Mata airnya mengering dan sumbernya berhenti, akhirnya yang ada di depan mata seluruhnya adalah bencana. Sejarah mencatat bahwa pengepungan Asyur atas ibu kota Israel (kerajaan Utara), Samaria, mengalahkannya dalam tiga tahun yang lalu (2 Raj. 17:5). Dari kota itu ditawan 27.290 orang Israel, dan Samaria menjadi sebuah provinsi bagian kerajaan Asyur, juga menjadi reruntuhan dikuasai binatang liar. Ini memenuhi kata-kata nabi Hosea: 「Samaria harus mendapat hukuman, sebab ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang, bayi-bayinya akan diremukkan, dan perempuan-perempuannya yang mengandung akan dibelah perutnya.」 (ayat 16). Pada saat Perjanjian Baru, Samaria bukan lagi Israel yang aslinya, tetapi digantikan oleh kelompok etnis campuran yang digerakkan oleh Asyur (lihat 2 Raj. 17:29). Ini semua karena Israel telah mencapai tahap tidak bisa diobati lagi, tidak ada harapan, belas kasihan Allah telah berlalu lenyap seperti asap dari hadapan mata mereka.

Renungkan:

Ketika tongkat murka Allah belum diturunkan, sebelum rahmat belas kasih Tuhan berlalu, kita harus cepat bertobat. Jika tidak demikian, hukuman akan datang tanpa pandang bulu. Mohon Tuhan mengingat generasi ini, memohon rahmat belas kasih-Nya tidak lenyap dari hadapan mata kita!


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 13:4-11

「Siapa Penolongmu?」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 13:4-11 [ITB])
4 Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku. 5 Akulah yang mengenal engkau di padang gurun, di tanah yang gersang.
6 Ketika mereka makan rumput, maka mereka kenyang; setelah mereka kenyang, maka hati mereka meninggi; itulah sebabnya mereka melupakan Aku. 7 Maka Aku menjadi seperti singa bagi mereka, seperti macan tutul Aku mengintip-intip di pinggir jalan. 8 Aku mau mendatangi mereka seperti beruang yang kehilangan anak, Aku mau mengoyakkan dada mereka. Di sana Aku memakan mereka seperti singa; binatang liar di padang akan merobek mereka. 9 Aku membinasakan engkau, hai Israel, siapakah yang dapat menolong engkau?
10 Di mana gerangan rajamu, supaya diselamatkannya engkau, dan semua pemukamu, supaya diberinya engkau keadilan, hai, engkau yang berkata: 「Berilah kepadaku seorang raja dan pemuka-pemuka!」 11 Aku memberikan engkau seorang raja dalam murka-Ku dan mengambilnya dalam gemas-Ku.

Kita akan meletakkan peringatan dan tuduhan nabi Hosea dalam kerangka sejarah untuk memahami maknanya. Hosea bertanya kepada Efraim, 「Di mana gerangan rajamu?」 (ayat 10a). Pada saat ini raja Israel, Hosea mungkin telah dibawa pergi oleh raja Asyur Salmaneser V. (lih. 2 Raj. 17:4). Orang-orang Israel sekali lagi terperangkap dalam ketakutan tidak adanya raja, para pemuka dan para imam mungkin berpikir untuk mengangkat raja lain agar memerintah atas mereka. Hosea berkata dengan nada sindiran: 「Di mana gerangan rajamu?」 (ayat 10b) Kalimat ini bisa memiliki makna ganda, yaitu, orang Israel tidak bergantung pada Allah yang membuat perjanjian dengan mereka, tetapi sebaliknya mencari raja untuk memerintah atas mereka, dan bahkan mencari raja dari kerajaan lain untuk membantu mereka. Sekarang ini benar-benar mendapatkan apa yang diinginkan, bukan hanya tidak mampu melindungi raja sendiri, Allah telah memberi mereka raja Asyur yang akan menghakimi Israel.

Allah dalam murka mendengarkan permintaan mereka untuk memiliki raja. Namun, mereka tidak menjaga perjanjian dengan Allah. Menepati perjanjian diberkati, mengkhianati perjanjian akan dikutuk. Di daerah Timur Dekat zaman kuno, ketika seseorang membuat perjanjian disertai sumpah mati, pelanggar janji pasti akan dicabik-cabik oleh binatang buas, sama seperti orang Cina bersumpah dengan 「langit membinasakan bumi memusnahkan」. Sekarang Israel telah meninggalkan TUHAN (Yahweh) Allah yang menyelamatkan mereka lepas dari Mesir, membimbing memelihara mereka di padang belantara, dan yang membuat perjanjian dengan mereka di Gunung Sinai. Israel melanggar perintah pertama dari Sepuluh Perintah, yaitu 「Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 」 (Kel. 20:3; lih. Hos. 13:4b 「engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku」). Bukan demikian saja, tetapi begitu Israel memiliki kecukupan makanan dan pakaian, menjadi tinggi hati, mengesampingkan perjanjian Allah, melupakan bahwa semua berkat datang dari Allah, sama seperti Gomer melupakan suaminya Hosea (lih. Hos. 2:3). Mereka bukan kehilangan ingatan, tetapi tidak tahu berterima kasih dan dengan tindakan nyata meninggalkan Allah. Ternyata kesengajaan tindakan melupakan adalah rentan menjadi pengkhianatan, dan hasil dari pengkhianatan adalah kebinasaan.

Allah adalah penyelamat Israel, dan sekarang mereka telah menjadi algojo diri mereka karena mereka mengkhianati perjanjian. TUHAN adalah Allah yang cemburu, Dia tidak akan memandang dosa sebagai tidak berdosa, dan Dia akan meminta tanggung jawab umat yang telah melakukan kejahatan melanggar perjanjian. Hosea menggunakan gambaran binatang buas yang paling ganas untuk membandingkan TUHAN (Yahweh), Ia seperti singa, seperti macan tutul di pinggir jalan, seperti induk beruang yang kehilangan anak, dan memakan mereka seperti singa (ayat 7-8). Perumpamaan-perumpamaan ini menunjukkan bahwa TUHAN cepat dan akurat, berani, dan cemburu ketika dia mengambil mangsa, terlebih Dia bertindak tidak disangka-sangka, yang diburu tidak ada yang bisa lepas. Selain itu, keempat binatang itu masih belum cukup ganas, dan akhirnya menggunakan 「binatang liar di padang yang merobek mereka」 (ayat 8b).

Israel menerima hukuman ini, yang semuanya adalah disebabkan oleh diri mereka sendiri. Ayat 9 「Aku membinasakan engkau, hai Israel, siapakah yang dapat menolong engkau?」(terjemahan ITB) atau 「Hai Israel, engkau membinasakan dirimu, Aku menolong engkau」 (terjemahan CUV), maknanya tetap sama, yaitu menunjukkan bahwa TUHAN sendiri adalah sandaran sejati mereka. Sama seperti pengakuan penuh kepastian dari pemazmur 「… Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi」 (lih. Maz 121:1-2). Penulis surat Yakobus juga mengingatkan kita untuk mengimani dengan pasti bahwa 「Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.」

Renungkan:

Ketika Anda berkecukupan sandang dan pangan, apakah Anda percaya dengan mendalam bahwa ini adalah rahmat dari Tuhan ? Atau apakah Anda pikir itu diperoleh dengan kekuatan Anda sendiri? Ketika Anda dalam bahaya atau mengalami kesulitan, apakah Anda akan percaya bersandar pada Tuhan? Jika Anda tahu cara menyanyikan Mazmur 121, Anda dapat menyanyikannya dengan suara kecil, atau Anda dapat pergi ke YouTube untuk menemukan Mazmur ini, tutup mata Anda dan nikmati liriknya.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 13:1-3

「Pemulihan Tujuan Awal Penciptaan」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 13:1-3 [ITB])
1 Apabila Efraim berbicara, gemetarlah orang; ia diangkat-angkat di Israel, tetapi ia bersalah dengan menyembah Baal, sehingga matilah ia. 2 Sekarang pun mereka terus berdosa, dan membuat baginya patung tuangan dari perak dan berhala-berhala sesuai dengan kecakapan mereka; semuanya itu buatan tukang-tukang. Persembahkanlah korban kepadanya!, kata mereka. Baiklah manusia mencium anak-anak lembu! 3 Sebab itu mereka akan seperti kabut pagi atau seperti embun yang hilang pagi-pagi benar, seperti debu jerami yang diterbangkan badai dari tempat pengirikan atau seperti asap dari tingkap.

「g」

Pasal tiga belas dapat dikatakan merupakan ringkasan dari pasal 4 hingga 12, karena terdapat pengulangan tema dan istilah (terminologi) secara menonjol. Singkatnya, tema dari pasal 13 adalah: dosa penyembahan berhala atas patung anak lembu tuangan (ayat 2), melupakan rahmat anugerah yang dialami keluaran dari Mesir (ayat 4-6), secara membuta percaya pada para pemimpin politik (ayat 10-11), masih berbangga diri dengan angkuh saat menghadapi penghakiman (ayat 13). Yang dicatat di pasal ini sangat mungkin adalah gelombang baru kejahatan yang dipicu oleh ilusi ketentraman yang dinikmati secara sementara sebelum Israel dihancurkan pada tahun 722 S.M (ayat 2, 12). Ketika nabi Hosea berbicara tentang Efraim, ia tampak seperti tidak ada di antaranya, saat ini ia mungkin telah mengungsi ke Yehuda kerajaan Selatan atau kota perbatasan di bagian selatan Israel. Nabi Hosea menggunakan gaya sastra bertanggapan antara bagian pembukaan dan bagian akhir, yaitu di bagian pembukaan menuliskan dosa Efraim (ayat 1), dan bagian akhir mencatat bahwa Samaria harus menanggung dosa kejahatannya sendiri (ayat 16), menubuatkan bahwa kebinasaan akan datang kepada Israel. Selain itu, Hosea menggunakan cara siklus: peninjauan kembali masa lalu, tuduhan masa kini, dan penghakiman di masa depan.

Di mana masalah Efraim? Efraim telah jatuh sejauh ini, alasan utama kebinasaan negara ini bukanlah terpengaruh pergantian kekuatan asing, atau perebutan kekuasaan antar partai domestik, tetapi kenyataan bahwa ia tanpa sadar perlahan menempatkan berhala Baal menggantikan posisi yang seharusnya dimiliki oleh Allah. Mereka memelintir dan menyimpangkan tujuan awal dari penciptaan Allah bagi mereka, berdasarkan kepintaran mereka sendiri, mereka menggunakan perak yang pada zaman itu mungkin lebih mahal daripada emas untuk membuat patung berhala, dan kemudian membungkuk mencium mulut patung berhala bikinan mereka sendiri. Beberapa sarjana berpikir bahwa mereka mengikuti angin jahat agama Kanaan saat itu, dan mungkin juga memiliki perilaku korup mempersembahkan bayi sebagai korban kepada patung berhala. Untuk kejahatan serius seperti itu, nabi Hosea menggunakan empat metafora tentang kemusnahan yang cepat dan fenomena singkat: kabut pagi, embun pagi, debu jerami yang diterbangkan badai dan asap dari tingkap, untuk menunjukkan bahwa Efraim tidak memiliki hari esok dan tidak punya harapan. Hari ini seperti kemarin berdosa, dan besok sudah tidak akan ada lagi.

Nasib tragis Efraim telah menjadi peringatan kita. Manusia diciptakan untuk percaya bersandar pada Allah, menyembah Allah, menikmati kasih Allah, mengasihi manusia dan menikmati semua yang telah Allah berikan. Sangat disayangkan bahwa manusia justru telah meninggalkan Allah dan menggunakan kecerdikan dan kebijaksanaan mereka untuk menggunakan naluri kreatif mereka, bukan untuk menyatakan kemuliaan Allah, tetapi untuk menciptakan dan menyembah berhala-berhala bikinan tangan sendiri. Akibatnya, manusia perlahan menjadi serakah dan suka memperalat orang lain. Awal itu seharusnya kasih kepada Allah, kasih sesama dan pemakaian alam dengan pantas, tetapi karena meninggalkan Allah, maka memelintir tujuan asli penciptaan, jatuh pada hanya mencintai materi, bahkan didominasi dikontrol oleh materi, tidak peduli apapun untuk memperalat orang lain untuk memenuhi keinginan individu.

Renungkan:

Kita diciptakan menurut gambar Allah untuk menyatakan keindahan kemuliaan Allah, dan semua kreatifitas diberikan oleh Allah. Apakah kita ada menyimpangkan tujuan awal Allah menciptakan kita, alih-alih menyembah benda-benda ciptaan, diperintah olehnya dan mengendalikan kehidupan kita sehari-hari?


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 12:7-14

「Jangan Lupa Semua Karena Anugerah」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 12:7-14 [ITB])
7 Sama seperti Kanaan, dengan neraca palsu di tangannya, dan suka memeras, 8 berkatalah Efraim: 「Bukankah aku telah menjadi kaya, telah mendapat harta benda bagiku! Tetapi segala hasil jerih payahku tidak mendatangkan kesalahan yang merupakan dosa bagiku.」
9 Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; Aku masih mau membuat engkau diam kembali di kemah-kemah seperti di hari-hari pertemuan raya. 10 Aku berbicara kepada para nabi dan banyak kali memberi penglihatan dan memberi perumpamaan dengan perantaraan para nabi.
11 Bila di Gilead ada kejahatan, maka mereka menjadi kesia-siaan belaka; di Gilgal mereka mempersembahkan lembu-lembu jantan, maka mezbah-mezbah mereka juga menjadi seperti timbunan batu di alur-alur ladang.
12 Yakub melarikan diri ke tanah Aram, dan Israel memperhambakan diri untuk mendapat isteri, ya, untuk mendapat isteri ia menjadi gembala. 13 Israel dituntun oleh TUHAN keluar dari Mesir dengan perantaraan seorang nabi, ya, ia dijaga oleh seorang nabi. 14 Efraim telah menimbulkan sakit hati-Nya secara pahit, maka Tuhannya akan membiarkan hutang darahnya menimpa dia, dan akan membalas celanya kepadanya.

Ada pepatah mengatakan: 「Pembicara berbicara dengan hati yang sungguh, pendengar mendengar dengan hati yang menjauh.」 Nabi Hosea dengan tulus menasehati orang-orang agar tidak melupakan anugerah Allah, sepenuh hati mengingat bahwa kepenuhan dan kemakmuran semua datang berasal dari TUHAN Allah (lih. Ul 8:17). Namun, umat Allah melambungkan diri berkata bahwa semua yang mereka miliki sekarang adalah hasil kerja mereka sendiri. Tidak hanya demikian, mereka menggunakan neraca palsu yang tidak adil untuk menipu orang dan mendapatkan keuntungan besar (ayat 7). Mereka belajar cara berbisnis seperti pedagang Kanaan dan suka memeras.

「Sama seperti Kanaan, dengan neraca palsu di tangannya」 (ayat 7a) dapat secara harfiah diterjemahkan sebagai 「Efraim seperti pedagang Kanaan」. 「Kanaan」 diterjemahkan di sini sebagai 「pedagang」 karena mereka pandai melakukan bisnis seperti orang Fenisia kelak di pesisir pantai Barat. Sekarang Efraim telah menjadi pewaris penerus penduduk asli tanah ini yang jatuh dalam dosa, dengan cara penipuan telah menjadi kaya, dan menilai diri berkata: 「jerih payahku tidak mendatangkan kesalahan yang merupakan dosa bagiku」 orang tidak akan menemukan apa yang dapat diperhitungkan sebagai kejahatanku (ayat 8b); dengan angkuh Efraim katakan: 「Kami kaya, kami telah menghasilkan banyak uang, tidak ada yang berani menuduh kami menghasilkan kekayaan haram.」(Terjemahan Today’s Chinese Version). Mereka begitu sombong, tidak mengherankan bahwa Hosea dengan sengaja menyindir Betel rumah Allah, seperti Bet-Awen (“Bukit-bukit pengorbanan Awen”, lih. Hos. 4:15; 5:8; 10:5, 8, klik untuk membaca).
Karena Efraim begitu sombong, 「mezbah-mezbah mereka juga menjadi seperti timbunan batu di alur-alur ladang」 seperti timbunan kekacauan di alur ladang (ayat 11b). Agama Kanaan seperti benih-benih rumput beracun yang melalui alur-alur ladang menyebar dan memenuhi semua ladang. Agama-agama Kanaan memiliki pengaruh yang luas seperti obat-obatan terlarang, jika mereka tidak menjauh dari Kanaan, seperti para pecandu narkoba harus meninggalkan komunitas itu, mereka akan lebih terbenam dan tidak mampu melepaskan diri. Karena itu, TUHAN (Yahweh) akan membuat mereka hidup di tenda, nenjalani lagi hidup berkelana di padang belantara. Karena Allah tidak pernah menyerah atas umat-Nya, Ia masih dengan berbagai cara membawa mereka agar berputar kembali kepada-Nya. Ia membawa mereka lagi ke hutan belantara, karena di sana mereka malah akan tahu bimbingan TUHAN (Yahweh) dan dengan mendalam menyadari bahwa semua adalah pemberian dari Ia.

Nabi Hosea menggunakan kisah Yakub sebagai kontras dengan tindakan TUHAN (Yahweh) agar mereka mengerti bahwa Allah tidak meninggalkan mereka, masih peduli dan melindungi mereka. Kontras tindakan Allah dengan Yakub di ayat 12-14: Yakub memperhambakan diri untuk mendapat isteri, dan TUHAN menggunakan para nabi untuk pekerjaan-Nya; Yakub menjaga kawanan domba, dan TUHAN menjaga Israel; Yakub melakukan hal-hal demi dirinya sendiri, dan TUHAN oleh diri-Nya sendiri menyelamatkan Israel. Menunjukkan gembala manusia adalah terbatas, menyoroti bahwa TUHAN adalah gembala yang terbaik dan maha kuasa. Dia tidak hanya menggembalakan umat-Nya, tetapi juga melindungi mereka.

Nabi Hosea meminjam ringkasan kehidupan Yakub, agar orang-orang mengingat bagaimana Allah memelihara dia dan orang Israel. Fakta sejarah nyata yang tidak terbantahkan ini menunjukkan bahwa segala sesuatu datang berasal dari anugerah Allah. Hosea mengulang narasi sejarah ini adalah agar Israel terhindar dari kelupaan dan pergi ke jalan kemurtadan.

Renungkan:

Paulus berkata dalam 1 Kor. 4:7 「Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya? 」 Mohon Tuhan membantu kita untuk mengingat bahwa semua yang diperoleh adalah anugerah Allah. Jangan menyia-nyiakannya, terlebih jangan melupakan-Nya, agar jangan perlahan tanpa sadar menuju jalan kemurtadan.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 12:3-6

「Jangan Lupakan Perjumpaan dengan Tuhan」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 12:3-6 [ITB])
3 Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah. 4 Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya:
5 yakni TUHAN, Allah semesta alam, TUHAN nama-Nya —
6 「Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa.」

Kemarin ditunjukkan kejahatan Efraim dan kerajaan Selatan juga tidak berbeda jauh, nabi Hosea melalui pengalaman nenek moyang Israel hendak mengingatkan mereka, agar tidak melupakan perjumpaan mereka dengan Allah. Ketika hidup telah disentuh oleh Allah, hendaklah kembali kepada Allah, mempertahankan kasih setia dan hukum, dan senantiasa menantikan Dia (ayat 6).

Kisah Yakub tidak asing bagi orang Israel dan kita, kita dapat meringkas hidup Yakub sebagai 「kehidupan yang mencengkeram」. Saat lahir ia 「mencengkeram tumit orang lain」 (lihat Kej. 25:26), setelah dia tumbuh dewasa, dia 「mencengkeram Allah」 (lihat Kej. 32:28). Yakub mencengkeram tumit saudaranya di dalam rahim ibunya, kata Ibrani 「tumit」 dan 「Yakub」 adalah homofonik (sama bunyi). Hosea mengutip permainan kata ini untuk mengungkapkan kelicikan Yakub. Ketika Yakub tumbuh dewasa, ia ingin menang atas Allah, ketika melarikan diri, ia bergumul dengan Allah di Betel. Namun perjumpaan ini telah menjadi titik balik dalam hidupnya.

Penulis sengaja menggunakan gaya sastra struktur silang (ayat 3-4a) untuk membuat pembaca mengerti bahwa fokus Hosea adalah pada peristiwa Yakub setelah tumbuh dewasa ia menang bergumul dengan Allah dan Malaikat. Apakah Yakub sebenarnya 「bergumul dengan Allah」 (ayat 3b) atau 「dengan malaikat」 (ayat 4a)? Karena Kitab Kejadian hanya mengatakan 「dia」, itu dapat berarti bergumul dengan orang atau dengan Allah. Di zaman Perjanjian Lama, Allah sering muncul di depan orang sebagai manusia, jadi Hosea mengatakan bahwa Yakub bergumul dengan Allah dan dengan Malaikat.

Yakub bertemu dengan Allah di Betel, dan hidupnya disentuh oleh Allah, mengubah hidupnya.
Pertama kali dia berjumpa Allah di Betel, dalam perjalanan meninggalkan keluarga ayahnya untuk pergi bersandar kepada saudara ayahnya, Laban. Waktu itu Allah menampakkan diri kepadanya dalam mimpi dan memberikan kepada dia perjanjian Abraham (lih. Kej. 28:10-22, klik untuk membaca). Kali kedua, empat belas tahun kemudian, dalam perjalanan pulang, sebelum menghadap saudaranya Esau, Allah memerintahkannya pergi ke Betel untuk membangun sebuah altar untuk mengingat TUHAN Allah yang menampakkan diri kepadanya ketika ia melarikan diri dari saudaranya Esau (Kej. 35:1-3). Perjumpaan pertama adalah janji mendapat tanah Kanaan, dan perjumpaan kemudian dijanjikan akan diberkati perlindungan ketika Israel menghadapi kesulitan. Hosea menginginkan Israel yang murtad untuk mengingat kembali pengalaman Yakub sang leluhur, yang bertemu dengan Allah di Betel, dan disentuh oleh Allah, dan kemudian terjadilah hati yang kembali kepada TUHAN (Yahweh).

Panggilan nabi Hosea ke Israel dengan suara yang berat hati yang tulus mengatakan, 「Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa」 (ayat 6). Bagaimana Israel, yang hancur sakit berat dan berdosa besar, bisa berbalik kembali kepada Allah? Jika tanpa pertolongan Allah, mereka tidak akan memiliki tekat dan keberanian untuk kembali kepada Allah. Maksud Hosea bahwa Israel tidak hanya murni 「berbalik untuk kembali」, tetapi harus tergantung pada pertolongan Allah barulah bisa kembali ke dalam pelukan Allah. Dengan pertolongan Allah, berputar untuk kembali kepada-Nya bukan lagi suatu hal yang tidak mungkin!

Renungkan:
Silahkan ingat bagaimana Anda berjumpa Tuhan pada saat tertentu dalam hidup Anda, bagaimana Ia membalikkan hidup Anda? Bagaimana dengan situasi rohani Anda sekarang ini? Apakah lebih bertumbuh atau stagnan, atau bahkan mundur? Tidak peduli bagaimana situasinya, selama kita mau mengandalkan pertolongan Tuhan, kita akan berputar kembali kepada-Nya dan memulai lagi perjalanan. Apakah engkau bersedia


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 11:12-12:2

「Tidak Berguna Menginjakkan Sepasang Kaki pada Dua Perahu」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 11:12-12:2 [ITB])
11:12 Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, dengan tipu oleh kaum Israel; sedang Yehuda menghilang dari dekat Allah, dari dekat Yang Mahakudus yang setia.
12:1 Efraim menjaga angin, dan mengejar angin timur sehari suntuk, memperbanyak dusta dan pemusnahan; mereka mengadakan perjanjian dengan Asyur, dan membawa minyak kepada Mesir.
2 TUHAN mempunyai perbantahan dengan Yehuda, Ia akan menghukum Yakub sesuai dengan tingkah lakunya, dan akan memberi balasan kepadanya sesuai dengan perbuatan-perbuatannya.

Nabi Hosea melanjutkan pembicaraan tentang Efraim di Utara yang berayun tidak ada ketetapan, dan kemurtadannya. Dilihat dari latar belakang sejarah, raja Hosea dari kerajaan Utara telah salah memahami setidaknya tiga hal: mengandalkan kekayaan jangka pendek diri sendiri, salah menilai situasi, berpikir bahwa Mesir adalah sekutu yang dapat diandalkan, dan berpikir bahwa raja Asyur tidak punya waktu untuk merealisasikan hegemoni dominasi kekuasaannya. Akibatnya, membuat kesalahan fatal yakni mengadakan aliansi dengan Mesir untuk melawan Asyur (2 Raj. 17:3-4) dan akhirnya berkontribusi pada tragedi kehancuran negara itu (722 SM).

Efraim 「mengadakan perjanjian dengan Asyur, dan membawa minyak kepada Mesir」 membuat perjanjian dengan Asyur dan mengirim minyak ke Mesir (ayat 1b). Pada zaman kuno, 「minyak」 digunakan sebagai klausul (ketentuan tersendiri) dalam mengadakan perjanjian, meneteskan minyak di permukaan air, menilai keaslian dan kesetiaan pihak perjanjian dari bentuk tetesan minyak. Dan 「mengirimkan (membawa) minyak」 memiliki makna percampuran, maka nabi Hosea bermaksud mengatakan bahwa Efraim 「memakai minyak untuk bercampur dengan Mesir」 berarti membentuk aliansi dengan Mesir. Seperti biasa, suatu negara harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri, tentu hal yang normal memiliki semacam hubungan diplomatik dengan negara asing. Efraim demi melindungi diri, mencari aliansi dengan Mesir yang bertetangga dan mengadakan perjanjian dengan Asyur yang kuat, adalah strategi diplomatik dengan perhitungan yang baik. Tetapi nabi Hosea ingin menunjukkan bahwa inti dari masalahnya adalah bahwa Israel berusaha membangun rasa aman di luar Allah, justru telah mengabaikan perjanjian yang dibuat Allah yang merupakan jaring perlindungan yang paling utama.

Efraim mengejar apa yang mereka pikir dapat mereka andalkan, dapat mencukupkan diri mereka sendiri, tetapi pada akhirnya itu sia-sia, seperti mengejar angin timur. Angin padang pasir musim kemarau yang melanda bagian tenggara negara itu panas tidak tertahankan, dan tidak ada yang akan menyukainya, orang dan hewan tidak hanya terengah-engah sulit bernafas, tanaman juga rentan mati kering. Nabi Hosea menggunakan gambaran betapa konyolnya tindakan mengejar angin timur untuk menggambarkan perbuatan konyol yang dilakukan orang Israel!

Namun, bagaimana dengan Yehuda? 「TUHAN mempunyai perbantahan dengan Yehuda, Ia akan menghukum Yakub sesuai dengan tingkah lakunya, dan akan memberi balasan kepadanya sesuai dengan perbuatan-perbuatannya」 (ayat 2). Ayat 11:12b「… Yehuda menghilang dari dekat Allah, dari dekat Yang Mahakudus yang setia」, David A. Hubbard memahami bagian ini sebagai 「Efraim mengelilingi Aku dengan kebohongan. Israel menggunakan tipu muslihat mengelilingi Aku. Yehuda masih berkeliaran dengan para dewa asing」. Pemahaman seperti itu konsisten dengan tuduhan terhadap Yehuda di teks berikutnya dan penggunaan kelicikan Yakub sebagai contoh (ayat 3-4). Nabi Hosea menunjukkan bahwa Israel kerajaan Utara dan Yehuda kerajaan Selatan sama bimbang, berayun tidak menentu, sepasang kaki menginjak dua perahu, mengikuti angin timur, dan pada akhirnya sia-sia.

Renungkan:
Pemazmur berkata, 「Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. 」 (Mzm. 20:7). Apakah ini kepercayaan Anda? Apakah TUHAN Allah merupakan jaring perlindungan utama Anda, benteng tinggi Anda dan gunung batu Anda?


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 11:1-11 (2)

「Kasih Allah yang Tidak Menyerah」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 11:1-11 [ITB])
1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. 2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.
3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. 4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat. 6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.
7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku. 8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak. 9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan. 10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat, 11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

Hari ini kita masih melanjutkan pembacaan ayat-ayat kemarin, dari sudut yang lain merenungkan tentang kasih Allah, yaitu kasih-Nya yang tidak menyerah meninggalkan, yang diberikan kepada umat-Nya.

Mari kita terlebih dahulu merenungkan latar belakang historis dari seluruh peristiwa. Ayat 11a menyatakan bahwa mereka 「seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur」, yang menyiratkan bahwa saat itu ada orang-orang Israel yang ditawan Asyur dan mengungsi ke Mesir. Para sarjana umumnya percaya bahwa itu adalah di pertengahan masa pemerintahan raja Hosea, yaitu saat raja Asyur Tiglat Pileser III meninggal (727 S.M), dan penerusnya Salmaneser naik tahta (727-722 S.M), raja Israel percaya bahwa ini adalah saat yang tepat untuk melepaskan diri dari Asyur, menghentikan upeti, dan mencari aliansi dengan Mesir (lihat 2 Raj. 17:4).

Namun, fakta bertentangan dengan harapannya. Hosea menunjukkan bahwa 「Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat. 6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka」 (ayat 5-6). Terdapat perbedaan pendapat terjemahan atas ayat 5a, 「Mereka harus kembali ke tanah Mesir … 」atau 「Mereka tidak akan kembali ke tanah Mesir …」, sebenarnya fokusnya tidak berubah, yaitu mereka berayun berombang-ambing antara Mesir dan Asyur, mereka justru tidak bergantung pada TUHAN Allah, hukuman pasti akan datang ke mereka.

Hukuman Allah sebenarnya adalah didikan pendisiplinan-Nya atas Israel. Ada pepatah yang mengatakan: 「hajaran pada anak, rasa sakit dirasakan orang tua」. Disiplin Allah bukan untuk melampiaskan kemarahan-Nya, tetapi karena kasih yang tidak akan pernah meninggalkan dan menyerah, Ia ingin umat-Nya kembali. Karena itu, nabi Hosea berseru, 「Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak. 9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan」 (ayat 8-9). Adma, Zeboim adalah kota yang relatif asing bagi pembaca, tidak seperti nama Sodom dan Gomora yang telah dikenal banyak orang. Namun, mereka berdosa sangat mendalam sama seperti Sodom dan Gomora, mereka dihancurkan oleh api murka yang bernyala-nyala dari Sorga. Allah adalah Maha Kudus, tidak dapat dilanggar dosa, Ia tidak akan memandang dosa sebagai tidak berdosa. Namun, Dia selalu merindukan umat-Nya bertobat dan tidak ingin mereka tenggelam. Meskipun kerajaan Israel bertekad untuk meninggalkan Allah, dan berjalan menuju akhir yang tragis kebinasaan negara itu, harapan untuk berputar balik mendapat hidup masih diperuntukkan bagi mereka yang bersedia untuk kembali ke pelukan Bapa, karena kasih Allah kepada umat-Nya adalah kasih yang pantang meninggalkan, yang tidak menyerah.

Renungkan:
Sampai di sini, teringat lirik baris kedua dari lagu 《Kasih Allah》 (The Love of God):

「Walau dengan dawat selaut,
langit dijadikan kertas
Tiap batang sebagai pena
dan tiap orang penulis
Tak mungkin akan menuliskan
kasih Allah yang besar
Langit dari timur ke barat
tak akan memuatnya」

Apakah Anda merasakan hal yang sama?


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.