Tag Archives: Datang kepada Allah

Yohanes 1:39

「Datanglah dan kamu akan melihatnya」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:39 [ITB])
39 Ia berkata kepada mereka: Marilah dan kamu akan melihatnya. Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Terhadap pertanyaan para murid Rabi, di manakah Engkau tinggal?, inilah jawaban Yesus: Datang dan lihatlah! (Come and see) (ἔρχεσθε καὶ ὄψεσθε érchesthe kaí ópsesthe). Bahasa Yunani aslinya hanya menggunakan dua kata kerja yang berbeda: datang dan melihat. Datang menggunakan bentuk kata kerja sekarang (present tense) dalam bentuk perintah; lihatlah menggunakan bentuk kata kerja akan terjadi (future tense) dalam bentuk deskripsi. Jelas, ada hubungan kausal sebab akibat antara keduanya: tanpa datang, tidak ada melihat. Melihat adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari datang. Yesus meminta para murid untuk datang, dan melihat itu adalah hasil dari kesediaan mereka untuk menanggapi perintah ini.

Ini adalah kausalitas sebab akibat yang sederhana namun penting. Tentu saja, inti dari perikop ini jelas bukan berkunjung untuk melihat rumah Yesus sebagai unit rumah contoh. Sebenarnya apa yang dilihat para murid ketika mereka tinggal bersama Yesus pada hari ini? Seperti yang dibagikan kemarin, para murid dapat hidup bersama Yesus, ini adalah hubungan yang lebih dalam dan makin mendalam. Meskipun teks tidak menjelaskannya secara rinci, kita percaya bahwa para murid harus banyak melihat.

Faktanya, kata melihat (ὁράω oráo) digunakan 82 kali dalam Injil Yohanes, dan ini merupakan kata yang penting:
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya (1:18)
… Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. (1:29)
aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah (1:34)
… Lihatlah Anak domba Allah!”! (1:36)
… sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah (3:3)

Dari perspektif retorika sastra, Injil Yohanes menekankan pada melihat — melihat Tuhan — bukan hanya mengetahui, percaya, memahami, mengikuti, dan mengamati, tetapi juga melihat. Tentunya melihat ini belum tentu visual dengan mata telanjang, terkadang bisa melihat dari hati. Bagaimanapun, melihat adalah hal yang sangat intuitif dan langsung.

Injil Yohanes menggunakan kata melihat untuk menggambarkan hubungan antara manusia dan Tuhan: Lihatlah! Ini tepat menunjukkan bagaimana kita menghubungi Tuhan. Tidak perlu harus melalui proses pemahaman atau ditafsirkan, terlebih tidak dibutuhkan bahasa. Kita telah melihat kemuliaan-Nya — Anda tidak dapat memahaminya, dan Anda belum menceritakannya, tetapi Anda telah melihatnya. Anda tidak perlu menjelaskan, Anda hanya diterangi, diubahkan, dan ditransformasikan.

Renungkan:
Terkadang hubungan kita dengan Tuhan melebihi akal dan pemahaman kita. Kita baru saja melihat. Ketika kita melihat kemuliaan Tuhan, kerajaan Tuhan, dan Tuhan sendiri, kita secara alami diubahkan, dan ditransformasikan — itu bukanlah sesuatu yang dapat kita kendalikan dengan akal. Pra-syarat yang harus kita lakukan agar dapat melihat adalah: datanglah!


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 29:9-16

「Tiga Kalimat Penghakiman atas Yehuda」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 29:9-16 [ITB])
9 Tercengang-cenganglah, penuh keheranan, biarlah matamu tertutup, buta semata-mata! Jadilah mabuk, tetapi bukan karena anggur, jadilah pusing, tetapi bukan karena arak! 10 Sebab TUHAN telah membuat kamu tidur nyenyak; matamu — yakni para nabi — telah dipejamkan-Nya dan mukamu — yaitu para pelihat — telah ditudungi-Nya. 11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: 「Baiklah baca ini,」 maka ia akan menjawab: 「Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai」; 12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: 「Baiklah baca ini,」 maka ia akan menjawab: 「Aku tidak dapat membaca.」
13 Dan Tuhan telah berfirman: 「Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, 14 maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.」
15 Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: 「Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?」 16 Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: 「Bukan dia yang membuat aku」; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: 「Ia tidak tahu apa-apa」?

Yes. 29:9-16 memiliki tiga paragraf, pokok beritanya adalah roh yang tidur (ayat 9-12), kata-kata hiburan sosial (entertain) (ayat 13-14), dan rancangan yang tersembunyi dalam-dalam (ayat 15-16).

Terlebih dahulu, dalam paragraf pertama (ayat 9-12), Yesaya menunjukkan bahwa orang-orang pada waktu itu terobsesi dengan kesenangan dan mabuk (ayat 9), karena mereka memiliki roh tidur (ayat 10), sehingga mereka tidak lagi tertarik mendengarkan kata-kata nabi Yesaya. Ayat 10 memakai mata dan kepala untuk mengumpamakan nabi dan pandangan jauh ke depan. Ini adalah bagian terpenting dari tubuh yang digunakan untuk memimpin tubuh. Sekarang orang-orang yang tidur ini tidak tertarik pada ilham pernyataan dari Allah, artinya sama dengan kehilangan kepala dan mata dari tubuh, menutup mata sendiri, dan menudungi kepala mereka sendiri, sehingga keseluruhan orang hidup dalam keadaan yang tersesat dan mabuk.

Paragraf kedua (ayat 13-14) merupakan kata-kata hiburan sosial (entertain). Kata 「datang mendekat」 adalah istilah yang digunakan dalam ritual pengorbanan. Biasanya digunakan untuk menggambarkan tindakan orang yang mempersembahkan korban kepada Tuhan, persembahan ini adalah 「mulut」 dan 「bibir」 mereka (ayat 13), orang-orang menggunakan ini untuk menghormati Tuhan, tetapi hati mereka justru menjauh meninggalkan Tuhan. Di sini, kita melihat bahwa 「hati」 yang di dalam dan 「mulut」 yang di luar membentuk kontras yang kuat, menunjukkan bahwa kesalehan eksternal dan kehidupan internal tampaknya bertolak belakang jauh antara utara dan selatan, menjadi orang yang berbeda luar dan dalamnya. Karena kata-kata saleh yang diucapkan 「mulut」 dan 「bibir」 mungkin tidak mencerminkan kondisi batin, ini semua adalah kata-kata hiburan sosial (entertain).

Inti dari paragraf ketiga (ayat 15-16) adalah rancangan yang tersembunyi dalam-dalam, yang menunjuk kepada orang yang bertindak secara tersembunyi, menyembunyikan rancangan batin mereka agar tidak diketahui Tuhan atau orang tahu. Ini menunjuk kepada mereka yang memiliki kualifikasi akademik tinggi, hal-hal sederhana dan mudah dijadikan rumit, tetapi mereka memutarbalikkan hal-hal dan mengemasnya dengan omongan yang mendalam.

Renungkan:
Menurut Anda termasuk orang yang bagaimana? Ketika kita tidak peduli dengan Firman Tuhan, tidak berharap untuk mendengar perintah Tuhan, kita akan hidup dalam keadaan mabuk, ini merupakan orang tipe pertama; ketika kita berbeda di dalam dan di luar, kita sering menggunakan mulut untuk menyembah Tuhan dalam ritual upacara, tetapi tidak ada tempat bagi Tuhan di dalam hati, itu adalah orang tipe kedua; ketika kita bertindak secara rahasia, untuk memutarbalikkan hal-hal, tetapi menggunakan berbagai alasan yang mendalam untuk mengemasnya, ini adalah tipe ketiga. Orang tipe pertama adalah tidur mabuk, tipe kedua adalah kemunafikan, dan tipe ketiga adalah pemutar balik. Berdoa kiranya kita semua dapat meninggalkan ketiga jenis kesalahan ini, menerima perkataan dari Tuhan, dan bertobat sebagai orang yang berkenan kepada Tuhan.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Kej. 35:1-4

「Membayar Nazar dan Mentahirkan Diri」

Selangkah lebih maju, Yakub melakukan hal-hal yang perlu untuk membawa orang-orang yang bersama dia untuk datang ke hadirat Allah.

(Kej. 35:1-4 [ITB])
1Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu.”
2Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. 3Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.”
4Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem.

(Bacalah Kej. 35) Kitab Kejadian pasal 35 terdapat beberapa kisah, dapat dibagi menjadi 3 bagian sesuai geografis, di antaranya masing-masing mencatat kematian dan penguburan dari satu orang:

  1. Dari Sikhem sampai Betel, inang pengasuh Ribka yaitu Debora meninggal (Kej. 35:1-15)
  2. Dari Betel sampai Efrata, Rahel meninggal karena sulit melahirkan (Kej. 35:16-26)
  3. Hebron, Ishak sampai akhir umurnya (Kej. 35:27-29).

Seluruh pasal bertopik 「kehidupan dan kematian」, mengakhiri catatan yang berfokus pada diri Yakub. Pada pasal-pasal yang akan datang walaupun kadang-kadang menyebutkan Yakub, tetapi semuanya adalah berfokus pada anak-anaknya.

Kitab Kejadian berulang kali berbicara tentang para leluhur membangun mezbah, tetapi hanya ada di pasal ini saja Allah berpesan kepada orang untuk membangun mezbah. Ini adalah karena Yakub pernah bernazar kepada TUHAN (Kej. 28), sekarang TUHAN sudah memenuhi (Allah menyertai dan melindungi, memberikan makan dan pakaian, memimpin selamat kembali ke tanah perjanjian), maka Allah berpesan agar ia membayar nazar.

Terdapat beberapa poin yang berharga diperhatikan:

  1. Nazar harus dibayar, jika tidak maka lebih baik tidak membuat nazar (Bil. 30:2; Pkh. 5:4).
  2. Mendapatkan anugerah kasih harus bersyukur. Perhatian dari Allah melampaui apa yang dimohon, apa yang dipikirkan, Yakub satu keluarga walaupun melalui banyak kesulitan, akhirnya pulang sampai tanah Kanaan. Dan lagi Yakub sendiri mengakui, awal saat ia pergi adalah sebatang kara, sekarang beserta istri dan anak sudah menjadi kelompok, sapi kambing tidak terhitung.
  3. Sepatutnya menyelesaikan dan putus dari hal lama. Yakub berpesan kepada seluruh orang rumah tentang 3 hal: (a) membuang segala dewa asing yang dipunyai mereka, menyatakan iman kepercayaan kepada Allah yang Esa. Di sini termasuk berhala yang didapatkan dari menjarah kota Sikhem, juga patung dewa yang dicuri Rahel dari tengah-tengah rumahnya. (b) mentahirkan diri, dan (c) tukarlah pakaian. Mentahirkan tubuh, mewakili mentahirkan hati; bertukar pakaian mungkin menunjuk membuang lumuran darah kota Sikhem (juga menyerahkan anting-anting yang ada pada telinga mereka yang mungkin jarahan dari kota Sikhem, Kej 35:4). Yakub menanam semua berhala ini di bawah pohon besar yang dekat Sikhem, menunjukkan pembuangan kegunaan dari semua patung dewa tersebut, juga dapat dilihat bahwa Rahel mencuri patung dewa adalah perbuatan sia-sia.

Yakub memimpin seluruh rumah datang sampai Betel, di sana membangun sebuah mezbah, memberi tempat itu nama 「El Betel」 (’ēl bêt ’ēl, artinya yaitu 「Betel milik Allah」), mewakili rohani Yakub yang telah maju satu langkah, dari mengalami tempat yang suci (「Bait Allah」), masuk sampai pertemuan pribadi dengan Allah, masuk ke dalam relasi yang mendalam. Lihatlah, Inang pengasuh Ribka setelah mati dan dimakamkan di bawah pohon besar di sebelah hilir Betel, mewakili semua orang yang ada di tengah-tengah rumah Yakub, termasuk inang pengasuh yang kedudukannya tidak demikian penting juga masuk dan ada di tengah-tengah rumah Allah.

Renungkan: Apakah engkau pernah bernazar kepada Allah? Orang yang beribadah sepatutnya tahir, 「orang yang tidak tahir, tidak boleh mendekati Allah」. Kelak Musa di gunung Sinai memimpin umat membuat perjanjian dengan Allah, berpesan kepada umat harus lebih dahulu mentahirkan diri (Kej. 19:10). Orang sepatutnya dengan kekudusan datang merespon Allah yang kudus, ini tidak hanya merupakan urusan per orang, juga adalah urusan seluruh rumah. Orang yang lebih tua sepatutnya bangkit untuk memproklamasikan: 「Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!」 (Yos. 24:15).

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).