Tag Archives: Anggur

Bilangan 6:1-2

「Tinggalkan Hal-hal Dunia, Menjadi Milik Tuhan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 6:1-2 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, mengucapkan nazar khusus, yakni nazar orang nazir, untuk mengkhususkan dirinya bagi TUHAN

Bilangan pasal 6 (klik untuk membaca). Ada orang yang bersedia menjalani kehidupan yang mengkhususkan dirinya bagi TUHAN di dalam masyarakat sekuler, dan mereka berbeda dari orang banyak pada umumnya. Mereka dikenang oleh Allah dan manusia, bukan karena pencapaian dan perbuatan mereka yang hebat, tetapi karena sikap mereka terhadap kehidupan dan kesaksian hidup mereka. Sebenarnya, karakter spiritual mereka yang luar biasa dan kaya berkelimpahan adalah pelayanan yang paling kuat. Orang-orang semacam itu dalam Perjanjian Lama secara khusus disebut orang nazir.

Kata orang nazir (nezer) berasal dari kata dipisahkan (nāzar) adalah sebuah nazar yang terdapat dalam Alkitab yang disediakan untuk orang secara sukarela menjalani kehidupan suci yang setara dengan kehidupan seorang imam. Bilangan pasal 6 mencatat tentang orang-orang nazir : (1) Boleh pria maupun wanita: mungkin termasuk para pelayan perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan (Kel. 38:8). Kontras dibandingkan dengan imam-imam yang dibatasi hanya untuk keturunan laki-laki Harun. (2) Boleh hanya untuk suatu tenggat waktu atau seumur hidup untuk Tuhan: namun, untuk menghindari ketidakseriusan, tradisi Yahudi mensyaratkan bahwa nazar kaum nazir setidaknya satu bulan. (3) Meninggalkan hal-hal dunia: dalam kehidupan dan penampilan, mereka berbeda dari orang pada umum. (4) Menjadi milik Tuhan: yang terlebih penting adalah menjalani kehidupan yang mengikuti kehendak Tuhan, dan hidup hanya untuk Tuhan. Ini adalah nazar hidup, bukan nazar pekerjaan. Tidak peduli apa yang dilakukan, tetapi peduli apa yang tidak dilakukan.

Ada tiga tidak dari nazar kaum nazir:

1) Larangan anggur: merupakan kesediaan untuk menjalani kehidupan sederhana. Anggur melambangkan sukacita yang diberikan Tuhan kepada manusia. Tetapi orang-orang nazir tidak menginginkan sukacita di dalam dosa atau kesenangan dunia, tetapi hanya senang akan Allah.

2) Larangan cukur rambut: artinya kepatuhan mutlak kepada Tuhan. Orang-orang nazir harus seperti imam besar, dengan tanda yang mudah terlihat di kepala mereka. Imam besar memiliki patam suatu lempengan emas semacam mahkota di dahi dan tertulis kata-kata Kudus (dikhususkan) bagi TUHAN. Orang nazir harus membiarkan rambut mereka tumbuh sepanjang-panjangnya, tidak peduli sebulan atau tiga atau tiga puluh tahun, tidak peduli nyaman atau tidak, apalagi layak atau tidak secara sopan santun. Kepala mewakili pendapat pribadi, dan seseorang yang bahkan tidak memiliki pendapat tentang rambutnya sendiri, mewakili taat sepenuhnya kepada kehendak Allah. Mencintai apa yang Tuhan cintai, membenci apa yang Tuhan benci, dan patuh absolut pada Tuhan. Ini adalah tanda paling menarik mata dari orang-orang nazir, berjalan sampai di mana, bersaksi sampai di sana.

3) Larangan menyentuh mayat: melambangkan kehidupan kudus, karena kematian berasal dari dosa. Dia harus mengikuti standar imam besar, dan dia tidak boleh menyentuh orang mati kapan saja, bahkan ketika kerabat dekatnya sendiri mati (Bil. 6:7; Im. 21:11). Dosa tidak diperbolehkan mencemari kehidupannya

Renungkan:

Terlebih dahulu ada keberadaan (being) lalu melakukan (doing), apakah Anda ingin menjalani kehidupan yang dikhususkan untuk Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 19:11-21

「Mengenal Raja segala raja dan Tuan segala tuan」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 19:11-21 [ITB])
11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: Yang Setia dan Yang Benar, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. 12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri. 13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: Firman Allah.
14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. 16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.
17 Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, 18 supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar.
19 Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. 20 Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. 21 Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

Ayat hari ini mengumumkan kedatangan kedua kali Tuhan Yesus! Bagian pertama dari perikop mengatakan: ketika Tuhan datang lagi, Dia bersama dengan semua pasukan yang di sorga, mereka menunggang kuda putih (ayat 11-16); separuh yang terakhir berkata: binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka berperang melawan Tuan yang berada di atas kuda putih dan pasukan-Nya; pada akhirnya, kedua binatang itu ditangkap, keduanya dilempar hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang, pengikutnya dibunuh; dan semua burung kenyang oleh daging mereka (ayat 17-21).

Burung-burung datang memakan daging mereka, yang disebut perjamuan Allah (ayat 17), yang berarti bahwa Allah akan menghakimi orang-orang di bumi ini, yaitu berbagai orang yang menjadi pengikut binatang itu (ayat 18-19). Ini bersumber pada nubuat Yehezkiel, tentang bagaimana bangsa-bangsa penganiaya umat Allah dimakan oleh burung-burung (Yeh. 39:17-18). Metafora ini adalah untuk membawakan kengerian penghakiman, oleh karena itu, kengerian dari pesta ini sangat kontras dengan perjamuan pernikahan dalam ayat di atas sebelumnya (lih. ayat 19:9).

Dalam nubuat nabi Yehezkiel tentang burung makan daging, berulang kali ditekankan bahwa ketika Allah melakukan penghakiman, Israel dan bangsa-bangsa akan tahu: Akulah TUHAN. (Yeh. 39:6-7, 22-23, 28). Anehnya, Tuan yang di atas kuda putih yang dijelaskan dalam paragraf ini, nama yang tertulis pada diri-Nya ternyata suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri (ayat 12). Apa artinya itu? Dari perikop kitab Yehezkiel tersebut, dapat dilihat bahwa identitas Yesus tidak diketahui oleh orang-orang di bumi, sama seperti Israel dan bangsa-bangsa tidak mengetahui penghakiman TUHAN dan tidak menghormati-Nya. Kemudian, pada saat penghakiman besar, barulah mereka semua tahu! Ketika Tuhan datang kembali, setiap mata akan melihat Dia (lih. 1:7); maka pada saat itu barulah semua akan mengetahui dengan pasti siapa Dia Yang Setia dan Yang Benar, dan Ia menghakimi dan berperang dengan adil (ayat 11, lihat Why. 6:10; 13:4).

Perikop menggambarkan identitas Tuhan dalam suatu struktur silang. Kita akan melihat ayat 12 sampai 16 sesuai frasa yang berkorespondensi:

(1) ayat 12: pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.
(2) ayat 13a: Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah;
(3) ayat 13b: nama-Nya ialah: Firman Allah.
(X) ayat 14: semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
(3) ayat 15a: dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa.
(2) ayat 15b: Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa
(1) ayat 16: pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

Kita lihat bagian awal dan akhir. Ayat 12 mengatakan: nama yang tidak diketahui seorang pun; kemudian ayat 16 mengungkapkan bahwa namanya adalah Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Ayat 13a mengatakan bahwa jubah-Nya telah dicelup dalam darah (lihat Yes 63:1-3); pada ayat 15b menggunakan perumpamaan mengatakan: Ia memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah (lih. Why. 14:14-20) menyatakan bahwa dia adalah Allah penghakiman. Dalam ayat 13b, Ia disebut Firman Allah, dalam ayat 15a, menggunakan perumpamaan mengatakan: dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang menunjukkan bahwa Ia menghakimi berdasarkan Firman Allah.

Terakhir adalah bagian tengah ayat 14, yang merupakan inti dari perikop ini: semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Sekilas, pasukan yang di sorga adalah malaikat, tetapi dalam kitab Wahyu, orang-orang yang mengikuti Tuhan adalah orang-orang yang berperang untuk Tuhan, pasukan surgawi (lih. Why. 7:4, 14:1), oleh karena itu, orang-orang yang menunggang kuda-kuda putih dan dan memakai lenan halus yang putih bersih ini merujuk kepada orang-orang kudus yang mengikuti Anak Domba (lih. Why. 14: 4). Mereka mendapatkan pengadilan dalam kebenaran ketika Tuhan Yesus datang kembali, dan keadilan ditegakkan bagi mereka dan pengikut Tuhan Yesus menjadi pasukan yang menang. Dalam kitab Wahyu, pakaian lenan halus yang putih selalu merupakan janji Tuhan kepada orang-orang kudus — untuk membuktikan ketidakbersalahan dan kekudusan mereka, sebagaimana dikatakan teks sebelumnya di atas: mempelai wanita dari Anak Domba memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.] (Why. 19:8) — semuanya putih bersih!

Renungkan:

Jika saya bertempur untuk Tuhan, anggota pasukan surgawi peran apa yang saya tanggung dalam pertempuran? Peran pertahanan: teguh percaya pada Firman Tuhan saat dalam penganiayaan, atau mempertahankan kehidupan suci dalam lingkungan dunia? Atau apakah itu peran menyerang: bekerja untuk Tuhan dan menuntun orang datang kepada Tuhan (lihat 2 Kor. 10:4-5)?

Seberapa banyak saya mengenal Tuhan Yesus Kristus? Jika saya tidak mengenal-Nya atau tidak percaya pada-Nya, sampai kapankah saya baru bersedia percaya pada-Nya? Tolong jangan tunggu sampai hari penghakiman besar tiba, baru Anda mengenal-Nya!


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 14:14-20

「Allah Menyabit Tuaian, Mengumpulkan Anggur!」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 14:14-20 [ITB])
14 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya. 15 Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak. 16 Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah.
17 Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam. 18 Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak. 19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah. 20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

Penglihatan ini jelas dapat dibagi menjadi dua bagian, masing-masing terdapat malaikat yang mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan begitu sabit diayunkan, bumi pun dituailah dan memotong. Bagian pertama adalah menuai (ayat 14-16), dan bagian kedua adalah memotong buah pohon anggur (ayat 17-20). Narasi dari keduanya serupa dan paralel, bahkan kata-kata yang muncul di dalamnya saling berkoresponden dengan cara yang sama, ada sabit, sabit tajam, sudah masak, bumi, mengayunkan, dituailah dan malaikat. Di kedua bagian terdapat malaikat yang memberikan perintah dan malaikat yang mengayunkan sabit. Kedua bagian sangat konsisten, berita yang dibawakan secara alami sama: ketika tuaian dan anggur matang, Allah akan memanen dan mengumpulkan! Artinya adalah pada hari akhir, saat dosa di bumi itu sudah penuh meruah, dan Allah akan menghakimi dengan cepat dan sangat berat (lih. Yoel 3:13; Yer. 51:33).

Malaikat-malaikat dalam penglihatan itu berasal dari Bait Suci dan mezbah (ayat 15, 17), menunjukkan bahwa mereka telah mendapatkan perintah dari Allah di Surga untuk melaksanakan penghakiman (lih. Why. 8:3, 5; 11:19). Yang paling istimewa adalah di bagian pembukaan seorang seperti Anak Manusia duduk di atas awan putih tampaknya, dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya (ayat 14), banyak penafsir berpendapat bahwa Ia adalah Anak Manusia Yesus. Namun, kembalinya Yesus adalah yang terakhir, harus menunggu sampai Wahyu pasal 19 baru ada, yang duduk di atas awan putih bekerja sama dengan tiga malaikat lainnya: satu berseru dengan suara nyaring, yang lain mengayunkan sabit, dua pasangan masing-masing pasang sebelum dan sesudah, jadi yang di bagian pembukaan ini seharusnya adalah malaikat, hanya saja yang dia lakukan adalah pekerjaan Anak Manusia, jadi ia muncul dalam penampilan Anak Manusia, menekankan otoritas dari tindakan malaikat tersebut.

Bandingkan dua bagian berita tentang menuai dan memotong buah pohon anggur, keduanya secara garis besar sama, tetapi tingkat suasana kengeriannya tidak sama. Adegan memotong buah pohon anggur sangat menakutkan orang: anggur itu dilemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah dan diinjak-injak menjadi darah, meluber naik sangat tinggi dan jauh (ayat 20), yang menekankan bahwa murka Allah demikian besar atas kejahatan. Seakan-akan berlebihan menggambarkan menginjak-injak anggur menjadi darah, tetapi jika pembaca pernah mengalami penindasan mengalirkan darah yang sama, maka akan melihat kebenaran keadilan Allah dari teks. Allah tidak menyembunyikan mata-Nya atas hal-hal yang tidak adil itu. Ia pasti menuntut dan mengejar dosa pengaliran darah orang, dan juga harus membalas pelaku dosa ini, dan ketidakadilan mengalirkan darah orang terjadi demikian banyak di bumi!

Sedangkan untuk tuaian, suasananya tidak begitu mengejutkan, dan masih ada penggunaan lain dari tuaian, yang menunjuk tuaian Injil, yang Yesus katakan: … Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.(Yoh. 4:35). Yesus menggunakan perumpamaan ini untuk mendorong para murid bekerja demi ladang Injil. Apakah ada berita tersebut dalam perikop Wahyu ini? Memang ada banyak orang yang berpikir bahwa tuaian di sini merujuk pada penuaian ladang Injil, yaitu mengumpulkan umat Kerajaan dan mempersembahkannya sebagai buah sulung (lih. 14:4). Dalam hal ini, tuaian dan memotong buah pohon anggur menjadi kontras, sama seperti Injil memiliki dua sisi: Allah melakukan keselamatan dan juga menjalankan penghakiman.

Bagaimanapun, akhir dunia sudah dekat, dan hanya ada sedikit waktu yang tersisa sebelum datangnya penghakiman. Semoga sabit malaikat mendesak kita untuk bertobat, untuk lebih berinisiatif dan aktif dalam memberitakan Injil.

Renungkan:

Dalam perumpamaan Yesus tentang Kerajaan Surga ada beberapa yang berhubungan dengan tuaian: perumpamaan tentang penaburan (Matius 13:1-8; Markus 4:1-9), perumpamaan tentang lalang (Matius 13:24-30), benih yang tumbuh (Markus 4:26-29). Apa yang dimaksudkan dengan tuaian dalam perumpamaan-perumpamaan ini, apakah adalah keselamatan atau penghakiman, silakan menilai satu per satu.

Apakah saya ada perilaku atau ucapan yang telah melukai orang lain, sehingga menyakitkan sama seperti mengalirkan darah? Mohon pengampunan dari Tuhan.

Di lingkungan saya, adakah intimidasi institusional atau interpersonal yang membuat Tuhan marah dan melakukan penghakiman? Mohon Tuhan memberi saya hati yang adil benar, untuk peduli tentang orang-orang ini dan hal-hal tersebut, untuk berdoa bagi orang-orang yang bersangkutan.


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 13:1-14

「Perumpamaan Ikat Pinggang dan Buyung Anggur」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 13:1-14 [ITB])
1 Beginilah firman TUHAN kepadaku: Pergilah membeli ikat pinggang lenan, ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air! 2 Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku. 3 Sesudah itu datanglah firman TUHAN kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: 4 Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu! 5 Maka pergilah aku, lalu menyembunyikannya di pinggir sungai Efrat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku. 6 Sesudah beberapa waktu lamanya, berfirmanlah TUHAN kepadaku: Pergilah segera ke sungai Efrat mengambil dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana! 7 Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apapun.
8 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 9 Beginilah firman TUHAN: Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem. 10 Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apapun. 11 Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar.
12 Katakanlah kepada mereka firman ini: 『Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Setiap buyung harus dipenuhi dengan anggur!』 Dan jika mereka berkata kepadamu: 『Masakan kami tidak tahu betul, bahwa setiap buyung harus dipenuhi dengan anggur?』, 13 maka katakanlah kepada mereka: 『Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seluruh penduduk negeri ini akan Kupenuhi dengan kemabukan: para raja yang duduk di atas takhta Daud, para imam, para nabi dan seluruh penduduk Yerusalem. 14 Aku akan membantingkan seorang kepada yang lain sampai mereka hancur, bapa-bapa dengan anak-anaknya, demikianlah firman TUHAN. Aku akan membinasakan mereka tanpa belas kasihan, tanpa merasa sayang dan tanpa ampun.』

Terdapat 5 peringatan dalam Yeremia 13, memiliki tema umum adalah kekalahan perang dan penawanan. Ayat 1-11 adalah peringatan perumpamaan ikat pinggang, ayat 2-14 peringatan perumpamaan buyung anggur, ayat 15-17 menasihati orang-orang Israel agar tidak sombong, mematuhi peringatan kata-kata Tuhan, ayat 18-19 adalah peringatan bahwa Yehuda akan menghadapi kehancuran, terakhir ayat 20-27 adalah sebuah peringatan tentang nasib orang-orang Israel dari kerajaan Yehuda.

Latar belakang perikop adalah waktu Yoyakhin raja Yehuda masih berkuasa, dan itu adalah masa Yehuda sedang berperang dengan Babel. Yoyakhin hanya bertakhta tiga bulan, karena kekuatan musuh sehingga Yoyakhin menyerah dan dilengserkan. Ia memegang pemerintahan hanya untuk waktu yang sangat singkat, tetapi dalam 2 Raj. 24:9 menunjukkan bahwa 「Yoyakhin melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, melakukan semua yang dilakukan oleh ayahnya.」 Meskipun dalam situasi seperti ini, nabi Yeremia masih berusaha segenap tenaga berdedikasi menyampaikan pesan dari Tuhan, tapi usahanya jelas tidak dihargai oleh orang-orang Yehuda.

Ayat 1-14 berisi dua perumpamaan, yakni perumpamaan ikat pinggang dan buyung anggur. Dalam literatur Perjanjian Lama, penulis sering menggunakan puisi untuk menyampaikan berita dari Tuhan dan mengekspresikan perasaan hati terdalamnya, selain itu teknik sastra lain yang digunakan adalah perumpamaan, yang bertujuan untuk membantu pendengar memahami isi pesan dan memperdalam kesan. Selain itu, perumpamaan juga adalah metode pengajaran yang sering dipakai oleh Tuhan Yesus, seperti yang dikatakan dalam Markus 4:33 「Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka.」

Ayat 1-11 adalah perumpamaan pertama, dan Tuhan memerintahkan Yeremia: 「Pergilah membeli ikat pinggang lenan, ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!」 Linen adalah kain yang dipakai untuk membuat pakaian paranabi dan imam (lihat Kel. 28:39), dan nabi Yeremia melakukan hal tersebut. Kemudian Tuhan menyuruh Yeremia menyembunyikan ikat pinggang linen tersebut di celah-celah bukit batu di sungai Efrat, dan Yeremia juga melakukan sesuai perintah. Karena jarak antara sungai Efrat dengan rumah Yeremia adalah hampir 700 kilometer, jadi beberapa sarjana berpikir itu seharusnya berarti sungai 「Perath」, yang berjarak sekitar lima kilometer dari Anatot.

「Sembunyikan ikat pinggang di celah-celah bukit batu」 Gua-gua batu ini awalnya digunakan oleh orang-orang untuk menyembah berhala (Yer. 16:16-17), ikat pinggang yang melambangkan imam yang suci disembunyikan di tempat penyembahan berhala, ini adalah tindakan yang menodai kesucian kekudusan Tuhan, juga mengatakan bahwa iman orang Israel terhadap Tuhan telah benar-benar rusak.

Setelah beberapa hari, Tuhan memerintahkan Yeremia mengambil kembali ikat pinggang, hasilnya adalah 「ikat pinggang telah rusak, tidak berguna」 yang artinya sudah membusuk secara sangat ekstrim. Ini mengumpamakan orang-orang Israel karena kejahatan penyembahan berhala, telah membusuk sampai pada taraf tidak dapat digunakan oleh Tuhan. Ikat pinggang linen yang indah awalnya diikatkan pada pinggang imam, melambangkan kedekatan dan keindahan relasi Tuhan dengan Israel; tapi sekarang karena menyembah berhala, telah membuat mereka menjadi busuk bobrok, hanya layak dibuang oleh Tuhan.

Ayat 12-14 adalah perumpamaan kedua, perumpamaan buyung anggur, 「semua buyung akan dipenuhi dengan anggur」 adalah perumpamaan bahwa raja, imam, nabi orang-orang Israel, dan semua orang Yerusalem adalah seperti mabuk karena buyung anggur yang diisi penuh, semua orang kehilangan arah, saling bentrok, dan masyarakat menjadi kacau karena kehilangan aturan, dan akhirnya dimusnahkan orang. Perumpamaan ini juga terkait dengan penghakiman dari Tuhan karena Alkitab sering menggambarkan beratnya hukuman Tuhan dengan anggur yang memusingkan (Maz. 60:3; Yes. 51:17; Yer. 25:17, 27; Yehezkiel 23:31-34).

Renungkan:

1. Perumpamaan ikat pinggang adalah untuk mengatakan bahwa sebuah tugas yang awalnya mulia, tapi karena dosa menjadi sesuatu yang tidak berguna dipakai Tuhan. Apakah Anda bersedia seperti ikat pinggang yang erat kepada Tuhan dan menjauhi kejahatan, agar menjadi suci dan sesuai untuk dipakai Tuhan?

2. Puas diri mampu mencukupi diri sendiri, tak mau menerima kendali, orang yang mengejar perkenan diri sendiri adalah orang yang penuh dengan anggur, dan ketika orang-orang yang ada di sekitar juga sama semua demikian, bahaya dan kehancuran tidak jauh dari mereka. Bagaimana kondisi Anda hari ini? Dan bagaimana dengan pasangan (atau teman) Anda?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Lukas 5:27-39

「Apakah yang Kita Pakai adalah Kantung Kulit yang Baru?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 5:27-39 [ITB])
27Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: 「Ikutlah Aku!」
28Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. 29Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
30Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: 「Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?」
31Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: 「Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; 32Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.」
33Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: 「Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.」
34Jawab Yesus kepada mereka: 「Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? 35Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.」
36Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: 「Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. 37Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. 38Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. 39Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.」

Di bagian permulaan Injil Lukas pasal 5, Lukas telah mencatat proses Yesus memanggil para murid. Perikop hari ini merupakan perpanjangan lanjutan catatan pemanggilan para murid, tetapi kelompok orang yang mengikut Yesus atau yang bersedia bercakap-cakap dengan Yesus, yang semuanya adalah pemungut cukai atau orang berdosa, orang-orang dari kelompok komunitas tidak disambut (lihat Luk. 5:29). 「Komunitas masyarakat」 yang demikian ini muncul di perjamuan makan bersama Yesus, sesuai tradisi saat itu, hal ini menyatakan bahwa Yesus bersedia berhubungan dengan mereka, dan komunitas masyarakat ini bersedia belajar pengajaran dan kata-kata nasehat Yesus.

Tetapi tepat seperti yang dikatakan perikop kemarin, penyembuhan dan perbuatan ajaib Yesus tidak semata-mata hanya ingin menyatakan kuasa Yesus, tetapi Ia menantang penafsiran pemahaman orang pada zaman itu terhadap hukum Taurat, agar orang melepaskan pemahaman iman diri sendiri yang menyimpang, dan terlebih lagi bersedia menerima komunitas iman ini yang sesungguhnya dapat membawakan daya tular kehidupan! Oleh karena itu, saat Yesus mendapatkan celaan orang Farisi, Ia melanjutkan memberikan penafsiran pemahaman siapakah yang merupakan umat Allah yang sesungguhnya, yakni mereka 「orang-orang yang sakit」, 「orang-orang yang bersedia bertobat」, bukanlah mereka yang mengakui diri sendiri 「orang yang tidak sakit」 atau 「orang yang berpikir dan mengakui diri sendiri orang benar」. Maka sesungguhnya pekerjaan Yesus adalah mencari orang-orang yang bersedia bertobat. Kemudian yang terlebih dipandang penting oleh Yesus adalah orang Yahudi zaman itu, karena penafsiran dan pemahaman mereka yang melenceng terhadap hukum Taurat, sehingga orang hanya memiliki kemungkinan ditetapkan sebagai berdosa (maka orang seperti pemungut cukai hanya memiliki satu-satunya kemungkinan yaitu sebagai orang berdosa). Ini membuat orang kehilangan kesempatan untuk dengan tulus bertobat dan kembali kepada Allah. Oleh karena itu, dalam perikop selanjutnya di Injil Lukas, 「bertobat」 merupakan sebuah indikator pertanda yang paling penting bagi kelompok komunitas Yesus.

Dalam pemandangan selanjutnya, orang Farisi tidak lagi bersungut-sungut terhadap para murid, untuk mengatakan bahwa Yesus makan bersama dan berhubungan dengan orang berdosa, tetapi langsung membuat pengumuman terhadap Yesus, bahwa integritas moral keagamaan orang Farisi lebih unggul menang dibandingkan Yesus.
Orang Farisi terlebih dahulu memakai tindakan keagamaan ─ berpuasa ─ dari Yohanes Pembaptis, seseorang yang dengannya mereka tidak berdamai, untuk menyatakan kesalahan Yesus, karena Yesus sering makan bersama orang; orang Farisi juga menyebutkan puasa diri mereka sendiri merupakan salah satu dari penampilan kesalehan mereka mencintai Allah, ini makin lebih lanjut menyatakan integritas moral keagamaan orang Farisi lebih superior dibandingkan Yesus.

Tetapi Yesus sekali lagi mengkoreksi permasalahan mereka, yakni pembenaran diri dalam keagamaan, terlebih dahulu, baptisan Yohanes Pembaptis merupakan 「baptisan pertobatan」, tetapi puasa mereka merupakan keinginan untuk ditunjukkan di depan manusia. Dan juga, orang Farisi tidak memahami Yesus adalah Mesias, jikalaupun mereka melihat begitu banyak orang memiliki kebutuhan, memiliki penyakit, ada yang dirasuki setan, lalu mendapatkan kehidupan yang dibalikkan dari Yesus, mereka masih tetap tidak percaya, masih hendak melemparkan tanggungan dan nama dosa di atas diri orang lain. Oleh karena itu, saat Yesus menghadapi tantangan yang berulang kali dari semua pemimpin keagamaan ini, Ia memakai perumpamaan untuk membuat kesimpulan tentang sifat khusus dari misi-Nya.

Yesus mengetahui cara keselamatan dari diri-Nya (anggur baru) hendak diterima oleh sebuah kelompok komunitas yang baru, yakni kelompok yang dengan pertobatan sebagai hal yang nyata, dengan tulus kembali kepada Allah (kantong kulit yang baru), tetapi mereka para pemimpin keagamaan yang terbiasa minum anggur lama, selalu akan mengatakan integritas moral keagamaan mereka merupakan yang paling baik.

Renungkan: saat kita melihat pekerjaan Allah yang baru dan perbuatan yang terjadi di sekitar kita, kita mungkin akan memiliki pertanyaan keraguan. Ini mungkin merupakan sesuatu yang seharusnya, tetapi saat kita sungguh-sungguh benar melihat begitu banyak orang mendapatkan kehidupan yang dibalikkan, dan berkomitmen dalam pekerjaan Injil Kristus saat, mungkin sebaiknya kita jangan terlalu cepat mengatakan: anggur lama selalu yang terbaik. Malah sebaliknya hendaknya merenungkan bagaimana memakai kantong kulit yang baru untuk memuat anggur baru.

Tambahan Penerjemah:
Injil tidak pernah kadaluwarsa, Injil selalu sebagai anggur baru dapat dipakai dalam penerapan yang baru untuk menghadapi berbagai situasi baru pada setiap zaman. Tentunya Injil yang diberitakan dan diterapkan tidak boleh dirubah esensinya. Kiranya kita boleh makin diperlengkapi dan memperlengkapi diri dalam pemahaman Firman Allah. Serta diberikan hikmat menerapkan Injil dalam situasi di zaman yang baru ini.