「Relasi mendalam bapa dan anak」
Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Tim. 2:1 [ITB])
1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
Ayat 2:1 Paulus menyebut Timotius 「anakku」. Jangan meremehkan pentingnya sebutan ini. Yehuda, nenek moyang Yesus dan raja Daud, mengejar sebutan ini sepanjang hidupnya. Dalam masyarakat patriarkal kuno, orang sangat memandang penting ayah dan anak lebih daripada orang modern, tapi Yakub karena kebenciannya pada Lea, dia tidak mau mengakui bahwa Yehuda yang lahir dari Lea sebagai anak. Yakub berkata kepada Yehuda sebelum berangkat untuk membeli bahan makanan di Mesir, 「Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku」 (Kej. 44:27) Kedua anak itu adalah Yusuf dan Benyamin yang lahir dari istri tercintanya, Rahel. Implikasinya adalah bahwa Yehuda tidak dianggap sebagai anak! Yehuda menunggu sampai Yakub ayahnya meninggal, barulah mendapatkan pengakuan langsung dari Yakub atas identitas sebagai putranya. Kata-kata terakhir Yakub: 「Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?」 (Kej. 49:9)
Kurangnya penerimaan dan pengakuan dari seorang ayah dalam hidupnya mungkin juga menjadi luka bagi Timotius. Kisah Para Rasul mengatakan bahwa ibunya adalah seorang Yahudi, tetapi ayahnya adalah orang Yunani, dan Paulus mengkhawatirkan identitasnya sebagai campuran, dan hal ini dalam pelayanan misinya banyak dijadikan alasan oleh orang Yahudi untuk menentang dia, menuntut dia untuk melakukan sunat terlebih dahulu. Perjanjian Baru beberapa kali menyebutkan ibunya yang adalah orang percaya tetapi tidak lagi menyebutkan ayahnya. Banyak peneliti Alkitab berpendapat bahwa ayahnya mungkin bukan orang percaya, setidaknya bukan orang percaya yang antusias, yang mungkin sangat tidak setuju terhadap pelayanannya sebagai misionaris yang hidup di perantauan.
Jika Timotius benar-benar tidak diterima dan mendapatkan pengakuan dari ayah jasmaninya, dia sepenuhnya mendapatkannya dari Paulus ayah rohaninya. Sebagai seorang pemuda, Timotius telah menghabiskan lima belas tahun paling energik dalam hidupnya sepenuhnya di tim inti Paulus. Dia adalah murid utama langsung dari Paulus dan tangan kanan yang paling terpercaya, yang lebih penting, Paulus tulus menganggap Timotius sebagai anaknya sendiri. Di surat 1 Timotius 1:2, Paulus memanggilnya 「Timotius, anakku yang sah di dalam iman」, di ayat tersebut ditekankan 「anakku yang sah」 (atau ITL 「yang sebenar-benar menjadi anakku di dalam iman」), karena dia diberi wewenang untuk menangani ajaran yang salah di gereja Efesus. Kemartiran sudah dekat, dan 2 Tim. 1:2 menggunakan nama yang lebih sederhana dan lebih langsung, tetapi lebih akrab, 「anakku yang kekasih」, di 2 Tim. 2:1 bahkan lebih sederhana lagi langsung menyebut 「hai anakku.」
Saat ini saya memimpin lima kelompok pelatihan pemuridan, salah satunya adalah mentor persekutuan ketika saya masih di sekolah menengah pertama, dan kelompok pemuridan didirikan di sekolah menengah atas. Sudah berlangsung selama 13 tahun, dan sekarang ada hampir 20 orang. Salah satunya mengambil sekolah teologi, dua pergi ke luar negeri untuk menjadi misionaris, dan lima menjadi pemimpin persekutuan. Kelompok ini membuat video pendek dan memberikannya kepada saya pada Hari Ayah yang lalu. Di bagian awal, mereka berkata, 「Bagi kami, engkau adalah bukan hanya seorang profesor dari Cambridge. Engkau adalah ayah rohani kami.」
Saya membalas pesan teks kepada mereka: 「Sudah lebih dari sepuluh atau dua puluh tahun, dan perjalanan yang kita lalui bersama sama sekali tidak mudah! Saya benar-benar percaya dalam hati bahwa setiap orang dari antara kalian adalah anak rohani saya, seperti yang dikatakan Paulus, setiap hari masing-masing dari kalian ada di hatiku, tidak jarang di malam hari karena saya mengkhawatirkanmu, saya tidak bisa tidur! Terima kasih kalian telah menerima saya! Saya yang tidak cukup seperti seorang ayah memiliki segala macam kekurangan, sebenarnya, saya hanya berusaha mencintaimu dengan kasih Bapa Surgawi. Saya harap kalian dapat menemukan penghiburan dan kepuasan sejati dalam pelukan Bapa surgawimu.」
Renungkan:
Apakah Anda mendapatkan penerimaan dan pengakuan diri dari ayah jasmani Anda sendiri? Apakah Anda memiliki ayah atau ibu rohani dalam hidup Anda? Apakah Anda bersedia menemukan penghiburan dan kepuasan sejati dalam pelukan Bapa surgawi Anda?
Renungan pemahaman Surat 2 Timotius
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.