「Berkobar-kobar seperti api」
Panggilan dan Pembaruan Hidup
Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Timotius 1:6-10 [ITB])
6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa
Dalam bagian ini, Paulus mendorong Timotius: 「kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.」 kata 「mengobarkan」 ini berarti mengipasi kembali api yang hampir padam agar berkobar-kobar, mengingatkan Timotius untuk mempertahankan vitalitas dan efektivitas karunia rohaninya. Ini tidak berarti Timotius telah kehilangan antusiasmenya, karena dalam ayat 5, Paulus bersaksi bahwa Timotius memiliki 「iman yang sejati,」 iman yang diwarisi dari neneknya Lois dan ibunya Eunike, dan berakar kuat di dalam hatinya.
Namun, Paulus juga melihat pergumulan yang dihadapi Timotius. Kepribadiannya mungkin cenderung tertutup dan pendiam, dan ia mungkin merasa tertekan oleh pergumulannya melawan guru-guru palsu di Efesus, bahkan memengaruhi efektivitas pelayanannya. Karena itu, Paulus mengingatkannya bahwa Allah tidak memberinya hati yang takut, melainkan 「roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.」 Ketiga kualitas rohani ini dapat membantu Timotius mengatasi kelemahannya, menaklukkan rasa malunya, dan menopangnya dalam pelayanan setianya yang berkelanjutan. Kemudian, ayat 8 menggunakan kata 「Jadi (karena itu)」 untuk menunjukkan arah penerapannya: Timotius harus berani, tidak malu akan kesaksian Tuhan, tidak malu akan pemenjaraan Paulus, tetapi sebaliknya, melalui kuasa Allah, menderita bersama Paulus demi Injil. Ayat 9 lebih lanjut memperjelas dasar kuasa ini: Allah menyatakan kasih karunia melalui kedaulatan-Nya dalam dua cara: Ia telah menyelamatkan kita dan Ia telah memanggil kita. Panggilan ini sepenuhnya berasal dari kehendak dan kasih karunia-Nya, bukan dari perbuatan kita. Ayat 10 menyatakan inti Injil: Kristus, melalui kebangkitan-Nya, telah mengalahkan kematian, membawa kita pada pengharapan akan hidup kekal dan tidak dapat binasa.
Perikop ini mendorong kita bahwa setiap kita, seperti Timotius, membawa panggilan yang dipercayakan kepada kita oleh Tuhan, tetapi kita semua memiliki kelemahan atau keterbatasan dalam hidup yang dapat memengaruhi efektivitas pelayanan kita. Kita perlu dinyalakan oleh api Tuhan agar karunia kita dapat efektif kembali. Ketika kita belajar untuk sepenuhnya bergantung pada kuasa Tuhan, kita dapat terus menderita demi Injil dalam segala keadaan, karena Dia menyelamatkan dan memanggil kita, serta menopang kita dengan harapan akan kehidupan kekal.
Renungkan:
1. Dalam kehidupan Anda melayani Tuhan, apa keterbatasan pada diri Anda yang Anda harapkan agar Tuhan bangkitkan semangat Anda dan perbarui kekuatan Anda?
2. Terlepas dari apakah pelayanan Anda di waktu baik atau tidak baik, apakah Anda bersedia mengandalkan kuasa Tuhan dan dengan rela menderita demi Injil?
Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.