Tag Archives: Surat 2 Timotius

2 Timotius 1:6-10

「Berkobar-kobar seperti api」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(2 Timotius 1:6-10 [ITB])
6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:22

「Mengabarkan Injil sebagai tugas utama」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:22 [ITB])
22 Tuhan menyertai rohmu. Kasih karunia-Nya menyertai kamu!

Surat 2 Timotius adalah catatan Paulus sebelum kemartirannya. Kalimat di akhir hidup Paulus adalah mendoakan kasih karunia Allah menyertai kita semua. Sebagai orang yang paling berdosa, dia bertemu dengan Tuhan di jalan di Damaskus dan mengalami pengampunan Tuhan, rahmat-Nya yang melimpah, dia memakai seumur hidupnya pergi ke mana-mana untuk bekerja keras mengabarkan Injil kabar baik, sebagai ucapan syukur atas kebaikan Allah. Di akhir kata-kata wasiat ini, dia mengingat kebaikan Allah, jadi ia berharap semua orang bisa merasakan indahnya kasih karunia Tuhan.

Orang-orang Kristen mengikuti dan menyembah, tentu saja, Juruselamat kita, Yesus Kristus, warisan gen gereja-gereja Kristen yang telah diturunkan dari generasi ke generasi berasal dari rasul Paulus. Dia mendirikan banyak gereja Perjanjian Baru, dan dia menuliskan selusin atau lebih surat kepada gereja-gereja ini, menjadi bagian besar dari Perjanjian Baru. Hari ini kita semua mengatakan bahwa kita tidak boleh melupakan hati yang mula-mula, memahami hati mula-mula dari gereja Kristen dan setiap orang Kristen, maka untuk menemukannya kita harus kembali ke Paulus. Dalam surat wasiat 2 Timotius, jelas menunjukkan hati mula-mula ini.

Sebelum meninggal, Paulus tentu khusus tertuju akan situasi ini, mengingatkan Timotius agar dalam penganiayaan besar tetap setia kepada Kristus, dan berpegang teguh pada kebenaran yang murni di hadapan bidat di gereja Efesus. Tetapi bagi Paulus, ini hanya gangguan kebisingan, atau bahkan bisa dibilang sebuah diskusi di luar topik, yang paling penting di hati Paulus sebenarnya – tidak peduli baik atau tidak baik waktunya, harus bekerja keras untuk memberitakan Injil kabar bahagia. Dengan cara janji sumpah, ia berpesan kepada Timotius, mengatakan bahwa hidupnya segera akan berakhir, dan dia harus menyerahkan tongkat estafet kepada Timotius, ia hendak menekankan tugas ini sebagai prioritas utama. Ini adalah nilai inti dari Gereja Kristen, warisan gen kita. Kita semua telah mengalami kasih karunia pengampunan dosa oleh Kristus, untuk membalas kasih karunia-Nya, kita harus mengabarkan Injil agar orang mengenal Kristus, itu adalah prioritas yang utama dari hidup.

Pengabaran Injil sebenarnya sangat sulit untuk menjadi pelayanan yang efektif, karena sasarannya adalah orang-orang yang tidak percaya, dan pasti ada berbagai faktor objektif dan subjektif yang menghalangi mereka untuk percaya kepada Tuhan. Jika kita hanya menganggap penginjilan sebagai tugas iman, hanyalah salah satu dari macam-macam tugas yang harus dilakukan, maka kita melakukannya sedikit-sedikit, secara simbolis sudah memenuhi tugas, dan Anda tidak akan pernah bisa memenangkan orang bagi Tuhan. Mungkin kebanyakan dari kita satu atau dua kali dalam satu tahun merasa sedikit tertegur lalu mengirim satu atau dua pesan kepada kerabat dan teman untuk mengundang mereka ke KKR, jika mereka tidak menanggapi, lalu tidak ada kelanjutannya juga.

Kita harus mendapatkan kembali hati mula-mula kita, bukan karena sekadar tanggung jawab, tetapi untuk membalas kebaikan Kristus, menjadikan penginjilan sebagai prioritas utama dalam hidup, untuk pergi keluar, dan tidak pernah kompromi.

Persekutuan yang saya pimpin beberapa waktu lalu mempromosikan kelas baru dan menantang semua anggota kelompok untuk mencoba mengundang tiga kerabat dan teman untuk datang, menghadiri pertemuan minum teh, berbincang tentang pekerjaan rumah, membangun kembali hubungan, dan akhirnya mengundang mereka untuk berperan serta dalam kelas Injil. Untuk memimpin dengan teladan, saya bekerja keras untuk menemukan anggota kelompok yang belum pernah saya temui selama bertahun-tahun. Akhirnya, saya berhasil bertemu dengan lebih dari 20 anggota kelompok lama secara individual, terutama karena saya pergi makan siang dan mengobrol di dekat tempat kerja mereka. Kebanyakan dari mereka berjanji kepada saya untuk berpartisipasi dalam kelas-kelas Injil.

Renungkan:
Apakah penginjilan menjadi prioritas dalam hidup Anda? Apakah Allah menggerakkan Anda untuk memberitakan Injil kepada kerabat atau teman hari ini? Mungkin kerabat atau teman yang sudah lama tidak bertemu? Berapa usaha yang Anda bersedia bayar agar kerabat atau teman ini mengenal Kristus?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:19-22

「Rekan seperjalanan」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:19-22 [ITB])
19 Salam kepada Priska dan Akwila dan kepada keluarga Onesiforus. 20 Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam keadaan sakit di Miletus. 21 Berusahalah ke mari sebelum musim dingin. Salam dari Ebulus dan Pudes dan Linus dan Klaudia dan dari semua saudara. 22 Tuhan menyertai rohmu. Kasih karunia-Nya menyertai kamu!

Ayat 4:21 meminta agar Timotius secepat mungkin meninggalkan Efesus, dan berusaha sampai di Roma yang ribuan mil jauhnya sebelum musim dingin. Ini mungkin karena Paulus takut bahwa dia akan diadili dan dieksekusi di musim dingin, atau dia khawatir tentang cuaca buruk di Laut Tengah di musim dingin, terutama badai yang sering terjadi sehingga tidak akan cocok untuk kapal berlayar.

Di bagian akhir suratnya, Paulus, atas nama saudara-saudari di Roma, menyapa orang-orang yang tinggal di Efesus. Ayat 4:19 Priskila dan Akwila adalah dua pasangan suami istri, yang awalnya tinggal di Roma, tetapi diusir dari Roma oleh kaisar. Paulus tinggal bersama mereka selama perjalanan misionaris kedua (Kis. 18:3) dan bersama mengerjakan menenun tenda. Kemudian mereka datang ke Efesus bersama Paulus dan tinggal lama di sana. Akhirnya, mereka kembali ke kampung halaman mereka di Roma dan mendirikan gereja rumah (Roma 16:3-5). Karena alasan yang tidak diketahui, ketika Paulus menulis surat 2 Timotius ini, mereka meninggalkan Roma lagi dan kembali untuk tinggal di Efesus. Saat menyebutkan nama pasangan itu selalu nama Priskila yang disebutkan terlebih dahulu, mungkin dia lebih semangat melayani. Paulus memiliki persahabatan yang dalam dengan mereka, dan pernah berkata bahwa mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku (Roma 16:3-4)

Seperti disebutkan sebelumnya, salam ditujukan kepada keluarga Onesiforus mungkin karena Onesiforus telah meninggal dunia setelah mengunjungi Paulus di Roma. Erastus dan Trofimus adalah mantan mitra Timotius. Di satu sisi Paulus memberitahu tentang situasi terkini mereka, dan di sisi lain menekankan Di sisi saya tidak ada satu orangpun! Cepatlah kemari.

Paulus di penjara di Roma, di ayat 4:21 ada 4 orang yang menyampaikan salam kepada Timotius, semestinya semuanya adalah pemimpin gereja di Roma, dan tiga di antaranya adalah dalam bahasa Latin. Menurut catatan tradisi gereja, Linus kemudian menjadi uskup di gereja Roma.

Renungkan:
Dalam perjalanan hidup, merupakan berkat besar dari Allah untuk memiliki rekan seperjalanan seperti Priskila dan Akwila. Apakah Anda memiliki rekan seperjalanan seperti itu dalam hidup Anda? Naikkanlah ucapan syukur untuk ini.


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:16-18

「Peluk aku erat」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:16-18 [ITB])
16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku, kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka, 17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. 18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Para bapa gereja mula-mula pada umumnya berpendapat bahwa pembelaanku yang pertama pada ayat 4:16-18 mengacu pada persidangan pertama Paulus di Roma, dan ia kemudian dibebaskan. Oleh karena itu, pada ayat 4:17 mengatakan Paulus lepas dari mulut singa. Saya lebih setuju dengan para peneliti sekarang yang berpendapat bahwapembelaanku yang pertamamengacu pada sidang pertama selama pemenjaraan Paulus yang kali ini (yaitu, pemenjaraan kedua kalinya),lepas dari mulut singa mengacu pada keberhasilan Paulus di persidangan awal, dari pemenjaraan sekarang ini sehingga tidak segera dilaksanakan hukuman mati dapat dijadwalkan menunggu persidangan formal terakhir. Meskipun Paulus memahami bahwa tidak ada jalan keluar pada akhirnya, menunggu sidang formal dapat ditunda selama satu atau dua tahun, memberikan Timotius berkesempatan melakukan perjalanan dari Efesus ke Roma, ribuan mil jauhnya, untuk bertemu Paulus.

Saat persidangan awal ini, Paulus merasa sangat kesepian, tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku. Artinya tidak ada yang mau membela Paulus di depan pengadilan Romawi. Dalam situasi putus asa di mata manusia, Paulus merasa bahwa dirinya harus memuji Kristus (4:18), karena dia tetap melihat tiga rahmat:

(1) ayat 4:17 Tuhan Kristus selalu mendampingi berdiri di sisinya dan menguatkan dia

(2) Injil diberitakan dengan sepenuhnya, secara harfiah diterjemahkan sebagai pemberitaan Injil selesai semua, sehingga semua orang bukan Yahudi dapat mendengarnya. Paulus mengambil kesempatan untuk menjelaskan Injil dengan jelas selama persidangan awal ini dan ketika dia membela diri di pengadilan. Di pengadilan ada banyak orang bukan Yahudi, termasuk perwakilan dari semua bangsa-bangsa dan wilayah kekaisaran Romawi.

(3) Tuhan Kristus akan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga (ayat 4:18). Pada saat ini, Kristus melindungi Paulus untuk sementara agar dapat menunggu Timotius datang; kelak dalam kekekalan, Kristus pasti menyambut Paulus di surga.

Renungkan:
Perjalanan dan keadaan yang dingin, kemartiran sudah dekat, orang-orang menjauh, kesepian dan tak tertahankan, tetapi Paulus masih sangat merasakan rahmat Tuhan, dan dia ingin memuliakan Tuhan, semua karena dia percaya bahwa Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku. Pada titik terendah dalam hidup saya sendiri, pernah mengalami bisnis saya gagal, semua orang menjauhi. Saat itu sebuah pujian menyentuh dan mendorong hati saya:

Peluk aku erat-erat, cinta-Mu selalu di sisiku,
tariklah aku dekat kepada-Mu
Aku melebarkan sayapku,
terbang tinggi seperti rajawali,
Karena tahu Kau mencintaiku,
mendengarkan doaku setiap saat,
dan menggandengku berjalan maju.

Apakah engkau kesepian? Apakah engkau bersedia membiarkan Allah memelukmu erat-erat?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:9-15

「Perselisihan, kasih sayang dalam kehidupan」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:9-15 [ITB])
9 Berusahalah supaya segera datang kepadaku,
10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika.
Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.
11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku.
Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.
12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus.
13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. 14 Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. 15 Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita.

Ayat 4:9 Paulus meminta Timotius untuk tidak ada penundaan segera berangkat ke Roma secepatnya, selain bertemu untuk terakhir kali, itu juga karena Paulus benar-benar sendirian. Di tim Paulus, hanya dokter Lukas yang di sisinya. Beberapa peneliti berpendapat bahwa surat ini didiktekan oleh Paulus dan ditulis oleh Lukas. Anggota Tim yang paling membuat Paulus sedih adalah Demas. Paulus mengatakan bahwa Demas meninggalkan dia, dan Yesus di kayu salib bertanya kepada Allah mengapa meninggalkan Dia, menggunakan satu kata yang sama. Waktu Paulus dipenjara di Roma yang sebelumnya, Demas ada di sisinya (Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas Kol. 4:14), tapi kali ini Demas mencintai dunia yang sekarang ini (KJV this present world) dan pergi ke Tesalonika, alasan spesifiknya tidak diketahui, tapi semestinya Paulus menyiratkan bahwa dia telah melupakan harapan hidup kekal bahwa Tuhan akan datang kembali, dan hanya mencintai nama dan keuntungan dunia yang sekarang ini.

Tikhikus dan Titus meninggalkan Paulus, tetapi karena diutus ke tempat pelayanan yang baru (silahkan klik untuk membaca tambahan tentang Tikhikus Kol. 4:7). Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia, Galatia merupakan wilayah inti Asia, Dalmatia ada di Kroasia sekarang, melihat Italia utara di seberang laut. Paulus mungkin mempercayakan surat ini kepada Tikhikus agar ia bawa ke Efesus untuk disampaikan secara pribadi kepada Timotius (4:12), dan diperkirakan Tikhikus akan menggantikan Timotius untuk sementara dan menggembalakan gereja di Efesus.

Ayat 4:11-13 Paulus berpesan agar Timotius membawa Markus dan beberapa barang pribadinya saat datang ke Roma. Markus sebelumnya pernah meninggalkan keluar dari tim pada saat yang sulit, Paulus kemudian menolaknya untuk bergabung dengan tim misinya lagi, bahkan karena itu Paulus berbeda pendapat dan berpisah dengan Barnabas. Tapi Paulus kemudian memaafkan Markus, saat di penjara untuk pertama kalinya, Markus ada di sisinya lagi (Kol. 4:10). Jadi kali ini Paulus ingin memanggil Markus untuk datang ke Roma lagi, karena pelayanannya penting bagi dirinya dan pelayanan Injil. Timotius juga perlu membawa jubah mantelnya ke Roma, yang merupakan sweter tebal, untuk musim dingin. Adapun gulungan kitab kulit domba, isinya tidak diketahui, beberapa orang menebak itu adalah Alkitab, beberapa orang berpikir bahwa itu adalah beberapa dokumen resmi. Mengapa jubah itu ditinggal di Troas di rumah Karpus? Tidak sedikit ahli berpendapat bahwa Paulus melewati Troas dalam perjalanan ke Efesus dan tinggal di rumah Karpus, tiba-tiba ditangkap oleh tentara Romawi dan segera dibawa ke Roma, tetapi mantelnya tertinggal di rumah Karpus. Dia menyarankan agar Timotius melewati Troas ketika dia pergi ke Roma untuk mengambil kembali mantelnya untuk dia.

Pengrajin tembaga Aleksander dalam ayat 4:14 kemungkinan besar adalah salah satu dari dua pemimpin sesat di Efesus yang disebutkan dalam 1 Tim. 1:19-20. Perkiraan paling masuk akal adalah setelah Paulus mengusir Aleksander dari gereja di Efesus, Dia pergi ke tempat terdekat Troas, dan kemudia Paulus lewat Troas, ia berusaha agar Paulus ditangkap, melakukan bahaya besar kepada Paulus (lihat ESV did me great harm, bukan banyak secara aspek). Karena Timotius akan melewati Troas, jadi di ayat 4:15 ia mengingatkan Timotius untuk sangat waspada berhati-hati terhadap Aleksander.

Surat 2 Timotius adalah surat Paulus yang paling personal, jadi banyak nama yang disebut, jumlahnya lebih dari 20, dan di pasal 14 saja ada 17 orang. Kita akan selalu bertemu orang yang berbeda dalam hidup kita, suka dan duka, ada hal buruk ada hal penuh kasih antar orang, perpisahan dan reuni, semua itu menyaksikan bahwa selama kita mengikuti Allah dengan erat, rahmat-Nya selalu bersama kita.

Renungkan:
Coba pikirkan, apakah ada orang seperti tabib Lukas dalam hidup Anda? Pengkhianat seperti Demas? Teman baik seperti Markus yang pernah berbeda pikiran? Musuh seperti Aleksander? Dalam pasang surut, luka dan parut ini, apakah Anda merasa Allah berjalan bersama Anda secara pribadi?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:6-8 (3)

「Akhir dari hidup」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:6-8 [ITB])
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Ayat 4:7-8 dalam tata bahasa terlebih dahulu menggunakan bentuk sudah terjadi perfect tense untuk menyatakan bahwa Paulus telah menyelesaikan pertandingan kehidupan; kemudian menggunakan bentuk sekarang present tense untuk mengatakan bahwa mahkota kebenaran sekarang disediakan untuknya; terakhir gunakan bentuk futuristik untuk mengatakan bahwa Kristus akan mengaruniakan mahkota kepadanya saat penghakiman hari itu. Karena yang digunakan adalah metafora pertandingan olah raga, maka mahkota seperti medali hari ini, penegasan dan pengakuan atas kehidupan masa lalunya, Paulus tidak menyebutkan dengan jelas apa mahkota itu, apalagi menjelaskan secara spesifik hadiah apa yang akan dia terima ketika Tuhan kembali.

Ada orang yang berpendapat bahwa ketika Paulus sedang menghadapi kematian, dalam ayat yang hampir menjadi kata-kata terakhir ini, dia menggunakan cara yang sangat tinggi untuk menyombongkan diri bahwa Allah akan memberinya mahkota, yang tampaknya terlalu sombong! Tetapi kita harus memperhatikannya tujuan utamanya, bukan membanggakan pencapaiannya, tetapi mendorong Timotius, dia menekankan bahwa mahkota bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Di bawah masalah yang terus-menerus dari bidat Efesus dan penindasan yang berat dari kerajaan Romawi, asal Timotius tetap bertahan atas panggilan kepadanya, setia pada janji sumpah di ayat 4:1, dan sekuat tenaga memberitakan Injil, kelak di hadapan Kristus, Tuhan yang menghakimi semua yang hidup dan yang mati, juga bisa mendapatkan mahkota. Paulus tidak hanya berbicara tentang akhir hidupnya, tetapi juga meminta kita setiap orang memikirkan tentang akhir hidup diri kita, dan menjalaninya dengan serius.

Ada seorang pemuda yang lahir dari keluarga Kristen yang taat, memiliki nilai yang sangat baik, diterima di universitas paling terkenal di daerah setempat, dan termasuk yang terbaik ketika dia lulus. Dia berbicara atas nama para murid pada upacara wisuda. Di perguruan tinggi, dia bertemu dengan seorang kakak kelas, berpengetahuan luas, membaca banyak buku, membuatnya kagum, dan keduanya juga menjadi teman baik. Di bawah pengaruh kakak kelas ini, dia melepaskan iman Injilnya dan menjadi skeptis. Keduanya bersama-sama dari waktu ke waktu membuat olok-olok mengejek pemikiran konservatif gereja tradisional. Setelah lulus, di kampung halamannya dia tiada henti berdebat dengan orang tuanya, dia memutuskan untuk meninggalkan rumah dan pergi ke kota besar untuk mengejar idealismenya. Sayangnya dia kesulitan untuk memulai, tidak ada pilihan selain meninggalkan kota besar. Dalam perjalanan pulang kampung halaman, pada suatu malam dia menginap di sebuah hotel kecil dan terbangun sendirian sepanjang malam mendengar kamar sebelah sepertinya ada orang yang sakit parah, mengerang keras, suaranya tidak hanya menyakitkan, tetapi juga penuh ketakutan. Pemuda ini tidak bisa tidur, mengingat bahwa dia sudah tidak lagi mengikuti Kristus, jika dia meninggal karena penyakit yang serius, bertanya-tanya apakah dia dapat mencapai rumah surga, merasa ketakutan. Tetapi dia tiba-tiba teringat teman lamanya ─ kakak kelas yang skeptis itu. Dia merasa bahwa jika saudara ini hadir malam itu, dia akan memiliki nada yang tinggi, mengejeknya karena masih memiliki Pikiran kuno masa lalu surga dan neraka. Jadi dia berhenti memikirkan hal-hal kelak, dan tertidur perlahan.

Pagi harinya dia sedang makan pagi, berbincang dengan pemilik hotel kecil itu, dan ketika dia menanyakan kepada tamu yang sakit parah tadi malam, dan mengetahui bahwa orang itu meninggal pada tengah malam. Pemilik hotel mengatakan Sayang sekali! Benar-benar pemuda yang luar biasa, kelihatannya dia seumur dengan Anda di tahun yang akan datang, dan dia juga merupakan kepala mahasiswa Universitas Brown di Ivy League! Kemudian dia menyebut nama dari almarhum, dan pemuda itu menyadari bahwa itu adalah teman lamanya, saudara laki-laki yang skeptis. Dia tertegun di tempat, tidak dapat berbicara untuk waktu yang lama, pikiran yang tak terhitung jumlahnya silih berganti di benaknya. Dia terlebih dahulu teringat saudara itu sangat gampang dan tegas berkata bahwa dia tidak percaya surga neraka, ternyata ketika menghadapi kematian, suaranya sangat putus asa dan menakutkan. Dia memutuskan dirinya tidak akan percaya lagi pada skeptisisme yang menipu. Selain itu, dia sangat menyesal, mengapa dahulu dia tidak mencoba memperkenalkan Tuhan Yesus kepada saudara ini, dan sekarang sudah terlambat! Akhirnya, dia berlutut di hadapan Tuhan dan bertobat. Bertekad sekuat tenaga dalam hidup untuk memberitakan kabar bahagia Injil Kristus.

Dia adalah misionaris pertama di Burma, Judson, yang mengabdikan hidupnya untuk Burma. Dalam 37 tahun di Burma, ketika dia meninggalkan Burma sudah memiliki 100 gereja Baptis dengan total 8.000 orang percaya. Ketika dia pergi ke Penghakiman Surga, Tuhan yang Maha Kebenaran pasti mengaruniakan mahkota yang tersedia baginya.

Renungkan:
Pejamkan mata, pikirkan erang putus asa teman dari Judson, pikirkan kata-kata Paulus yang penuh harapan di dalam penjara, dan pikirkan situasi Anda di hadapan Kristus, yang menghakimi yang hidup dan yang mati. Bagaimana rencana Anda menjalani jalan kehidupan ini?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:6-8 (2)

「Pertandingan yang penting mulia」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:6-8 [ITB])
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Ayat 4:7 adalah kalimat terkenal Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman adalah ayat yang sering dikutip. Akhir-akhir ini saya telah menerima banyak email dari teman yang berbeda yang mengutip bagian ini untuk menjelaskan mengapa memutuskan untuk pensiun. Di antara mereka adalah pendeta, pemimpin bisnis, dan politik penuh waktu. Tetapi Paulus tidak pernah pensiun! Dia adalah orang yang tidak pernah pensiun! Dia akan mati martir, dipaksa mundur dari pentas kehidupan.

Alkitab Mandarin setia menerjemahkan mengikuti urutan bahasa aslinya (tidak bisa diterjemahkan demikian karena tata bahasa Indonesia) pertandingan yang baik itu aku sudah selesaikan, jalan yang seharusnya saya sudah lari habis, kebenaran yang harus diimani saya sudah pelihara. Dalam ketiga gambaran terlebih dahulu menyebutkan kata benda (pertandingan, jalan / garis akhir, kebenaran iman), dan kemudian menggambarkan tindakan (selesaikan, lari, dan memelihara), cara penulisan dalam bahasa aslinya tersebut memiliki gambaran yang lebih dalam. Kata aku telah memelihara iman dapat diartikan sebagai (1) aku telah menjaga kebenaran yang saya imani atau (2) saya telah setia kepada panggilan Allah kepada saya. Kedua pemahaman tersebut sejalan dengan tata bahasa, dan keduanya didukung oleh para peneliti Alkitab. Saya lebih cenderung kepada pemahaman kedua karena lebih perseptual yang lebih sesuai dengan emosi yang diungkapkan dalam 4:6-8.

Pertandingan yang baik tidak mengacu pada perang militer, tetapi perlombaan di bidang olahraga (ITB tepat tidak menggunakan kata peperangan). Baik tidak mengacu pada hasil pertandingan, tetapi mengacu pada sifat perlombaan, yang memiliki makna luar biasa dan mulia. Jalan yang seharusnya saya sudah lari habis, ini tidak mengacu pada jalan yang dilalui oleh pejalan biasa, tetapi mengacu pada trek di lapangan olahraga, menunjuk kepada perlombaan lari (ITB tepat menuliskan aku telah mencapai garis akhir). Kedua ayat 4:7-8 terutama menggunakan metafora atlet yang berpartisipasi dalam perlombaan untuk menggambarkan kehidupan Paulus di dunia yang segera akan berakhir.

Tentu saja Paulus tidak mengatakan bahwa seluruh perlombaan telah selesai, dan misi hidupnya belum berakhir. Paulus baru saja menyelesaikan lomba yang dipercayakan Allah kepadanya. Sekarang dia akan menyerahkan panggilan penting mulia ini kepada Timotius muridnya ini, untuk melanjutkan misi kabar bahagia Injilnya, melanjutkan perjalanan lomba lari.

Renungkan:
Paulus telah setia pada panggilannya sepanjang hidupnya, bekerja keras menyelesaikan perjalanan lomba yang dipercayakan Allah di jalurnya sendiri, tidak ada penyesalan tidak ada gerutu. Bagaimana cara Anda berlari di jalur kehidupan saat ini? Apakah itu hanya sama-sama saja, berkemah bersama orang dunia, tanpa tahu memahami apa yang dilakukan? Ataukah itu menanggapi panggilan Allah, berlari segenap tenaga tanpa penyesalan?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:2, 5-7

「Baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan Injil」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:2, 5-7 [ITB])
2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman kalimat ini sangat akrab terdengar, tetapi sering dikutip di luar konteks, menggambarkan diri sendiri menyelesaikan berbagai jalan dalam kehidupan, seni, politik, bisnis, dll. Maksud sebenarnya dari Paulus adalah mengacu pada jalan yang ia selesaikan sepanjang hidupnya untuk memberitakan Injil dan menuntun orang kepada Tuhan. Ayat 4:6 teks aslinya memiliki kata karena: karena pertandingan hidup penginjilan Paulus sudah selesai ia jalankan, maka dia harus menyerahkan tongkat estafet kepada Timotius untuk terus bekerja keras memberitakan Injil kabar bahagia (4:2, 5). Perjanjian Baru sebenarnya sangat jelas bahwa hal terpenting dalam hidup adalah memberitakan Injil dan memimpin orang kepada Tuhan.

Tidak peduli baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan kabar bahagia Injil, selalu konsentrasi segenap hati. Pendeta Andrew Leung, hidupnya adalah gambaran terbaik dari kalimat ini. Setelah lulus dari Alliance Bible Seminary, dia awalnya ingin pergi ke barat laut Cina memberitakan Injil, tetapi pada saat itu dia tidak dapat lagi melakukan pelayanan misi ini. Kemudian, karena masalah teknis, dia tidak dapat pergi ke Indonesia, akhirnya, dia pergi ke Vietnam.

Pada tahun 1960-an, dia membawa seluruh keluarga pergi ke Vietnam untuk misi. Dalam waktu kurang dari dua tahun, perang meletus di Vietnam. Saat itu, anak-anaknya tidak bisa bersekolah di Vietnam, sehingga mereka hanya bisa tinggal di Hong Kong dan diurus oleh sanak saudara. Pendeta Leung dan Istri memilih tinggal di Vietnam untuk mengabdi, dan mereka juga membuka panti asuhan untuk mengurus jumlah besar anak yatim piatu akibat perang.

Dia berada di Vietnam selama sekitar sepuluh tahun dan mengalami semua jenis kesulitan yang tak terbayangkan. Tidak peduli baik atau tidak baik waktunya, harus memberitakan Injil. Putranya kemudian bersaksi: Saya dengan mata sendiri melihat ayah saya tidak pernah mengeluh di dalam semua perubahan yang terjadi dan penderitaan ini; Tidak peduli bagaimana Tuhan memimpin, dia mengikuti dan patuh dengan rela. Selama perang, sebuah panti asuhan tiga lantai tiba-tiba runtuh dalam satu malam, selusin anak yatim dan seorang guru dari Hong Kong kehilangan nyawa, pendeta Leung dan istrinya terhimpit oleh reruntuhan. Setelah itu, dia tetap terus tinggal di Vietnam untuk menggembalakan gereja.

Hidupnya tidak pernah berhenti, ia telah memberitakan Injil kabar bahagia di mana-mana dan mendirikan gereja-gereja. Dia pernah melayani di Hong Kong, Vietnam, New York, Suriname dan Panama di Amerika Tengah dan Selatan. Dia berusia 90-an masih memberitakan Injil kabar bahagia di Panama, setiap kali dia memilih untuk pergi ke situasi yang paling sulit, merintis belantara atau menanggung kesulitan demi membangun gereja. Begitu situasi gereja stabil, dia meminta untuk dikirim keluar untuk merintis belantara dan membangun gereja lain.

Renungkan:
Dalam kehidupan Pendeta Andrew Leung, mengikuti teladan rasul Paulus, ia memastikan untuk memberitakan Injil tidak peduli baik atau tidak baik waktunya. Apakah Anda bersedia untuk meniru Paulus? Tidak peduli seberapa sibuk Anda di setiap tahap kehidupan Anda, pekerjaan, keluarga , atau belajar, walau menghadapi seberapa banyak kesulitan diri Anda sendiri dan yang ada dalam masyarakat, apakah Anda bersedia untuk mengutamakan memberitakan Injil?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:6-8 (1)

「Angkat jangkar dan berlayar」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:6-8 [ITB])
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Ayat 4:6-8 Paulus secara langsung menunjukkan bahwa kemartirannya sudah dekat, dan waktu kematian telah tiba. Versi mandarin CUV tidak mencantumkan kata karena di awal kalimat 4:6 (ITB menerjemahkan sebagai mengenai, ITL memakai kata karena), karena Paulus akan segera meninggal, jadi dalam paragraf sebelumnya 4:1-5 dia dengan sungguh-sungguh meminta muridnya Timotius bersumpah untuk mewarisi visi semangatnya, baik atau tidak baik waktunya pergi sekuat tenaga untuk memberitakan Injil kabar bahagia. Paulus menggunakan dua gambaran untuk menggambarkan kematiannya yang akan segera terjadi.

Dicurahkan sebagai persembahan mengacu pada persembahan curahan dari Perjanjian Lama. Bilangan 15:7 sebagai korban curahan haruslah kaupersembahkan sepertiga hin anggur, menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN.Saya sering secara pribadi memasak di rumah, saya selalu ingin menambahkan satu sendok teh anggur Shaoxing ketika saya memasak makanan. Saat saya menuangkan ke dalam masakan, wangi anggur itu meluap. Anda bisa membayangkan api yang membakar di atas mezbah, memanggang berbagai korban bakaran, dan tiba-tiba dicurahkan satu setengah liter anggur, aroma anggur yang kuat memenuhi seluruh tempat kudus dan bertahan lama. Ayat 4:6 darahku sudah mulai dicurahkan, teks aslinya memang terdapat kata sudah, tetapidicurahkanadalah dalam bentuk sekarang. Adegan itu adalah satu setengah liter anggur sudah mulai dituangkan di atas mezbah, dan sedang dituangkan dari tempat anggur, perlahan asap merebak dan aroma arak semakin kuat dan kuat. Paulus membayangkan hidupnya yang dikorbankan di atas mezbah, sebagai persembahan yang harum, kurban yang berkenan kepada Allah. Roma 12:1 berpesan agar kita mempersembahkan tubuh kita kepada Allah sebagai persembahan yang hidup Sekarang Paulus hampir mati syahid, dia merasa kemartirannya lebih seperti persembahan curahan.

Ayat 4:6 kematianku sudah dekat bahasa aslinya mengacu pada orang-orang nomaden yang membongkar kemah untuk berangkat, atau anggota awak yang menarik jangkar kapal untuk berlayar, dapat dimengerti diterjemahkan sebagai meninggal, karena pada zaman kuno, istilah ini sering digunakan sebagai eufemisme untuk kematian. Buku The Lord of the Rings penuh dengan metafora spiritual, di akhir novel, setelah Justice League menang atas iblis, hobbit Bilbo Baggins dan para pemimpin Elf mengibarkan layar memulai perjalanan dan meninggalkan Benua Dunia Tengah menuju negeri ajaib di seberang lautan. Paulus berkata, saat kematianku sudah dekat mungkin ada gambaran yang serupa, telah sampai di akhir hidup, telah sampai di pelabuhan, menaiki kapal besar, bersiap meninggalkan dermaga memulai perjalanan, menuju rumah surgawi untuk bersama Tuhan Kristus selamanya.

Ada seorang bankir Hong Kong dengan kekayaan dan status sosial yang tinggi, tetapi hari-hari sebelum kematiannya, dia penuh ketakutan dan gelisah sepanjang hari, dan dipenuhi rasa panik. Istrinya adalah seorang Kristen, tetapi sebelum kematiannya penuh dengan harapan dan kedamaian, pergi dengan damai. Anak laki-laki mereka menyaksikan perbedaan besar dalam kehidupan orang tua mereka sebelum mereka meninggal, dan sangat terkesan, membuat dia sangat percaya pada kebenaran Kristus dan bertekad untuk mengikuti Kristus sepanjang hidupnya dan tidak pernah menyimpang darinya.

Renungkan:
Akhir hidup hanyalah awal dari perjalanan lain yang lebih baik bagi mereka yang mengikuti Tuhan Yesus. Apakah Anda memiliki kepastian ini dalam hati Anda?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:1-5

「Sumpah yang serius」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:1-5 [ITB])
1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Ayat 4:1 secara resmi memasuki klimaks dari seluruh surat ini, dengan jelas menyatakan bahwa kemartiran Paulus sudah dekat, ini adalah kata terakhir sebelum kematiannya. Ayat 4:1 dalam bentuk yang paling serius menginstruksikan Timotius, nasihat yang sungguh-sungguh khusyuk. Teks bahasa aslinya adalah bentuk perintah, atau meminta Timotius membuat janji sumpah. Pewarisan guru-murid mengharuskan penerus untuk mengambil sumpah sebagai kesaksian, seperti sumpah yang diambil saat presiden suatu negara menjabat. Ini adalah perintah yang sangat khusyuk.

Kemartiran rasul Paulus sudah dekat, dan dia hanya ingin bersama Tuhan dalam kerajaan Kristus yang kekal, jadi dia menggunakan ini sebagai dasar sumpah Timotius. Dia ingin Timotius mengingat bahwa Tuhan akan datang kembali dan menyatakan diri di hadapan manusia, menegakkan Kerajaan kekal. Ketika Tuhan kembali, orang mati akan dibangkitkan, bersama dengan orang yang masih hidup, akan dihadapkan pada penghakiman di hadapan Kristus. Semua perbuatan dan karya Timotius dalam hidupnya akan dipresentasikan tanpa ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Momen serius ini merupakan dasar Paulus meminta Timotius mengambil sumpah.

Dalam wasiat ini, apa yang disebut janji yang diminta oleh Paulus sebenarnya hanya satu kalimat: Berusaha keras memberitakan kabar bahagia Injil! Seluruh sumpah dimulai dengan 4:2 Beritakanlah firman, dan diakhiri ayat 4:5 tunaikanlah tugas pelayananmu, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil. Beberapa frasa yang di tengah adalah instruksi konkret, yakni dalam situasi apapun, Timotius harus berusaha keras untuk memberitakan Injil. Ayat 4:2 siap sedialah baik atau tidak baik waktunya tersirat bahwa Timotius menghadapi tekanan yang luar biasa di gereja Efesus, inti dari perintah ini adalah memintanya untuk melihat melampaui kesulitan yang ada di depan mata, segenap hati memandang kepada Tuhan Kristus dan memberitakan Injil. Apakah itu hari ini atau tahun yang akan datang, terlepas dari situasi gereja di Efesus, terlepas dari situasi Timotius sendiri, ia harus segenap tenaga untuk memberitakan Injil kabar baik.

Paulus sekali lagi menyinggung tentang kesesatan di Efesus di ayat 4:3-4, namun kali ini bukan mengutuk pemimpinnya, melainkan mengkritik jemaatnya. Ternyata banyak sekali omong kosong bidat, adalah menyesuaikan dengan kesukaan jemaat. Mereka bosan dengan Injil yang sehat., memuaskan keinginan telinga adalah rasa ingin tahu atas obrolan kosong yang tidak berguna, dan bahkan legenda yang konyol. Ayat 4:2 mengingatkan Timotius untuk menggunakan kesabaran dan fokus yang luar biasa untuk membimbing kelompok orang ini untuk berbalik dan kembali ke jalan yang benar.

Renungkan:
Kemartiran sudah dekat, Paulus hanya memikirkan satu hal: pergi sekuat tenaga untuk memberitakan Injil. Hari ini ada berapa banyak hal yang memenuhi pikiran Anda?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.