Tag Archives: Berhala

Yeremia 10:1-16

「Menyembah Berhala dan Penyembahan yang Sejati」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 10:1-16 [ITB])
1 Dengarlah firman yang disampaikan TUHAN kepadamu, hai kaum Israel! 2 Beginilah firman TUHAN: Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. 3 Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? 4 Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. 5 Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat. 6 Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. 7 Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Sungguh, kepada-Mulah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau! 8 Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. — 9 Perak kepingan dibawa dari Tarsis, dan emas dari Ufas; berhala itu buatan tukang dan buatan tangan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, semuanya buatan orang-orang ahli. — 10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. 11 Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini.
12 Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. 13 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya. 14 Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya, 15 semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum. 16 Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya, dan Israel adalah suku milik-Nya; nama-Nya ialah TUHAN semesta alam!

Seperti yang kita katakan sebelumnya, dalam pasal 7 sampai 10 dari Kitab Yeremia adalah berita yang disampaikan kepada publik di Bait Suci sebelum imam besar memperbaiki Bait Suci dan menemukan hukum Musa; dan berita dalam pasal 10 sampai 12 adalah pesan yang disampaikan setelah penemuan Kitab Taurat, saat Yosia lebih kuat lagi mendorong pelaksanaan reformasi agama.

Kitab Yeremia pasal 10 ditulis dalam bentuk puisi, perikop ini dapat dibagi menjadi dua bagian: bagian pertama adalah Yer. 10:1-16, isinya adalah menentang penyembahan berhala; Bagian kedua adalah Yer. 10:17-25, yang menubuatkan semakin mendekatnya kehancuran Yerusalem.

Dalam perikop Yer. 10:1-16 yang kita baca hari ini, nabi Yeremia membuat kontras perbandingan antara Allah yang benar dengan allah palsu, menasihati warga sebangsanya untuk memperbaiki diri, untuk tidak bodoh, menyembah ilah-ilah palsu yang dibuat oleh tangan manusia, dan hendaknya sepenuh hati menaati Firman kata-kata Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, Tuhan yang berkuasa atas semuanya.

Di bagian pertama, yakni ayat 1-11, Yeremia membandingkan Tuhan Penciptaan alam semesta dan yang berkuasa atas segala sesuatu, kontras dengan berhala yang dibikin oleh tangan manusia. Hasilnya sangat jelas, bahwa semua yang dibuat oleh tangan manusia tidaklah bisa menjadi Allah, secara nyata tidak dapat dibandingkan dengan Tuhan Sang Pencipta. Patung hanyalah buatan tangan manusia, hanya ada sementara saja, ia tidak dapat membantu kita, dan bergantung pada itu hanya akan membawa kehancuran diri. Sebaliknya, Tuhan Pencipta langit dan bumi dapat membawa hidup kekal dan harapan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya, karena Ia adalah Allah yang menciptakan alam semesta, Tuhan yang abadi.

Penyembahan berhala adalah irasional dan melanggar perintah Allah, adalah hal yang sederhana dan jelas, tapi mengapa Perjanjian Lama menggunakan begitu banyak ruang tulisan untuk menentangnya? Pertama-tama, penyembahan berhala secara visual dan sensorik menarik bagi orang-orang, juga memenuhi keinginan dan pikiran manusia, tapi lebih serius adalah yang disebutkan dalam Yer. 10:3 「disegani bangsa-bangsa」 (atau dalam CUVT 「kebiasaan tradisi dari bangsa-bangsa」 atau KJV 「the customs of the people), yang merupakan daya dorong dari kepercayaan masyarakat. Ketika kepercayaan atau praktik agama ini menjadi kebiasaan mayoritas, efek kawanan manusia akan mulai bergerak, merasionalisasikan hal-hal yang tidak masuk akal, seperti dalam masyarakat Tionghoa meramal telapak tangan, Feng Shui, dan merayakan Halloween di dunia Barat; Orang-orang yang mempromosikan atau berpartisipasi dalam kegiatan ini mengabaikan warna pagan, mengklaim bahwa ini adalah kegiatan budaya atau tradisi. Kegiatan yang dipandang hanya sebagai menuruti 「opini publik」 ini, mungkin merupakan tindakan 「bodoh, tidak berpengetahuan」 di mata Tuhan (hal-hal yang tidak berkenan di hadapan-Nya.)

Ayat 11 ditulis dalam bahasa Aramaik yang umum digunakan pada zaman itu di daerah Timur Dekat. 「Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini!」 Berita ini tidak hanya untuk didengarkan oleh orang-orang Israel saja, tetapi juga semua bangsa-bangsa di atas bumi juga harus mendengar.

Ayat 12-16 adalah ayat-ayat mazmur dan pujian atas kebesaran dan keajaiban penciptaan Tuhan, dan menyatakan bahwa patung buatan tangan manusia tidak bisa dibandingkan dengan Dia. Perikop ini pada dasarnya adalah sama dengan Yer. 51:15-19, mungkin karena berita dari puisi ini telah menjadi pujian ibadah atau dalam ritual, sebagai teks penghormatan dan penyembahan kolektif orang beriman, Yeremia mungkin mengutip kata-kata teks ibadah yang digunakan pada masa itu untuk menyampaikan pesan berita pada kesempatan yang berbeda.

Renungkan:

1. Berhala adalah menggantikan Tuhan, menjadi objek yang kepadanya kita beribadah, dapat yang berbentuk nyata, patung atau mungkin yang tidak terlihat, gagasan yang berada di dalam hati orang. Apakah hari ini Anda memiliki berhala? Apakah Anda ingin menyingkirkan itu?

2. Apakah ada orang-orang atau hal-hal dalam hatimu yang menggantikan tempat Tuhan? Apakah Anda ingin mendedikasikan takhta Anda kepada Tuhan Yesus?

3. Apakah ada tradisi atau praktek-praktek yang perlu dibetulkan atau dihapus dari kelompok atau tempat di mana Anda berasal? Marilah kita berdoa bagi kesucian komunitas dan tempat di mana kita berada.


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 7:1-15

「Iman yang Menipu Diri」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 7:1-15 [ITB])
1 Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN, bunyinya: 2Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada TUHAN! 3 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: 『Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,』 5melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing, tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri, 7 maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya.
8 Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah.9 Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal, 10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: 『Kita selamat,』 supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini! 11 Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman TUHAN. 12 Tetapi baiklah pergi dahulu ke tempat-Ku yang di Silo itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu, dan lihatlah apa yang telah Kulakukan kepadanya karena kejahatan umat-Ku Israel! 13 Maka sekarang, oleh karena kamu telah melakukan segala perbuatan itu juga, demikianlah firman TUHAN, dan oleh karena kamu tidak mau mendengarkan, sekalipun Aku berbicara kepadamu terus-menerus, dan kamu tidak mau menjawab, sekalipun Aku berseru kepadamu, 14 karena itulah kepada rumah, yang atasnya nama-Ku diserukan dan yang kamu andalkan itu, dan kepada tempat, yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu itu, akan Kulakukan seperti yang telah Kulakukan kepada Silo; 15 Aku akan melemparkan kamu dari hadapan-Ku, seperti semua saudaramu, yakni seluruh keturunan Efraim, telah Kulemparkan.

Yeremia dipanggil menjadi nabi setahun setelah Yosia mulai reformasi keagamaan, dan Kitab Yeremia pasal 2-12 adalah pesan yang disampaikan pada masa pemerintahan Yosia, yang dapat dikatakan mendukung reformasi-reformasi keagamaan yang dilakukan oleh Yosia. Dalam pelayanan di bagian waktu ini, walaupun Yeremia tidak disambut oleh semua lapisan, tetapi karena raja Yosia dengan tulus mengejar reformasi, maka Yeremia juga mendapat perlindungan. Kitab Yeremia pasal 2-6 adalah pesan di masa awal reformasi agama Yosia, karena raja Yosia adalah seorang raja yang baik, sehingga mendapat begitu banyak kasih dari rakyat dan mengikuti dia, sehingga reformasinya membawakan hasil yang efektif. Pada tahun 18 pemerintahan Yosia, imam besar menemukan kitab Taurat saat restorasi Bait Suci, ini memberikan dorongan yang lebih besar kepada Yosia untuk melaksanakan reformasi agama, dan pasal 7-10 adalah pesan dari Yeremia saat pentahiran Bait Suci dan penemuan kitab Taurat.

Kitab Yeremia pasal 7-10 adalah serangkaian catatan yang disusun atas beberapa pesan yang dikhotbahkan oleh nabi Yeremia pada pintu gerbang Bait Suci di Yerusalem, sehingga hal ini tidak selalu berurutan sesuai waktu dan latar belakang, dan ada beberapa perikop yang berulang. Misalnya, pasal 7 dan bagian belakang pasal 26 memiliki banyak kesamaan. Latar belakang dari khotbah di pasal 7 adalah masa Yosia memerintah, tetapi pasal 26 mencatat zaman Yosia anak Yoyakim. Kemungkinan dua khotbah nabi Yeremia yang diberitakan di dua kesempatan dan waktu yang berbeda dengan isi yang sama, atau dua catatan yang memiliki wacana sama, tapi keduanya menunjuk kepada peristiwa kejatuhan Yerusalem pada tahun 587 dan penawanan Yehuda. Beberapa sarjana juga berpendapat bahwa pasal 7 dan 8 keduanya juga dikhotbahkan oleh Yeremia dalam pemerintahan Yoyakim, hanya saja dalam penyusunan Kitab Yeremia diletakkan di pasal-pasal tersebut (tidak sesuai urutan waktu ditempatkan di pasal-pasal belakang).

Ayat 1-15 adalah pesan nabi Yeremia di Yerusalem dan khotbah resmi pertama dalam Kitab Yeremia! Pasal-pasal sebelumnya ditulis dalam gaya puitis, dan pasal 7 dalam bentuk prosa.

Ayat 1-2: 「1Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN, bunyinya: 2『Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah …』」 「Pintu gerbang rumah TUHAN」 adalah pemisah halaman dalam Bait dan pelataran luar, dan tempat yang harus dilalui orang Israel untuk masuk ke dalam Bait, maka yang menjadi objek dari khotbah adalah orang-orang Israel, bukan orang-orang di luar, adalah orang-orang yang mengenal Tuhan dan datang ke Bait Allah untuk menyembah Tuhan, terutama mereka yang pada hari-hari perayaan datang ke Bait Suci mempersembahkan korban!

Ayat 3-4: 「3Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. 4Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: 『Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,』」

Khotbah Yeremia ditujukan kepada agama yang bersifat ritual yang berlaku di masa itu, agama yang memandang berharga ritual dan hal-hal yang dikerjakan bersama-sama secara berkelompok, namun mengabaikan kehidupan pribadi dan perilaku. Iman dan kehidupan sosial seharusnya saling terkait secara hidup, tak terpisahkan, sehingga diperlukan merealisasikan praktik keadilan sosial, jika tidak demikian maka iman akan menjadi palsu karena kosong. Khotbah nabi Yeremia adalah ditujukan kepada umat Tuhan, maka juga ditujukan kepada orang percaya gereja hari ini, 「jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, … Aku akan membuat engkau hidup di negeri ini.」 (Yer. 7:5-7)

Masalah orang-orang Israel bukanlah bahwa mereka tidak menyembah di Bait Suci atau tidak memberikan korban persembahan, dan mereka semua mematuhi aturan-aturan dan perbuatan agama, dan mereka juga mempraktekkannya di Bait Suci. Penyembahan mereka di dalam Bait Suci adalah mutlak ibadah dan mematuhi aturan! Tapi mengapa Yeremia justru mengatakan, bahwa di mata Tuhan, mereka menyembah berhala, dan itu menjijikkan dan memuakkan? Karena yang mereka sembah dan bergantung bukan Tuhan, tetapi Bait Suci, dan mereka berpikir bahwa Bait Suci adalah jaminan.

Ayat 4 「Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: 『Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN』」 Pada waktu itu nabi-nabi palsu yang merajalela, dan beberapa dari mereka mengklaim bahwa Bait itu adalah jaminan keamanan mereka, sebab Tuhan akan melindungi Jerusalem terhadap invasi negara-negara lain demi wajah dan martabat-Nya sendiri. Keyakinan palsu ini juga terkait dengan sejarah itu, Yehuda pergi mengalami serangan Asyur dan kehilangan tanah negaranya, dan akhirnya tentara Sanherib sudah di luar kota Yerusalem, Hizkia raja Yehuda saat itu sesuai petunjuk nabi Yesaya datang ke Bait Suci, dan berdoa di hadapan Tuhan, dan Tuhan mengutus seorang malaikat untuk membinasakan pasukan Asyur! Jadi ketika raja Yosia mengadakan kembali penyembahan di Bait Suci, orang Yahudi merasa bahwa mereka telah kembali kepada Bait Suci, dan Bait Suci itu adalah jaminan mereka, yang merupakan tanda perlindungan Tuhan, dan jaminan bahwa Tuhan akan membuat mereka berdiam di tanah itu selamanya. Dengan cara ini, tanpa disadari, Bait Suci telah menjadi obyek iman mereka, tetapi juga menjadi berhala pengganti Allah.

Tuhan dalam ayat 5-7 memberitahukan kepada Israel bahwa jika mereka ingin tetap tinggal di tempat ini, mereka harus melakukan tiga hal, yaitu tidak untuk menindas para yatim dan janda, tidak mengalirkan darah orang tidak bersalah dan tidak mengikuti dewa lain, hanya dengan demikian mereka tidak hidup dalam iman yang palsu. Tuhan tidak hanya menghendaki penyembahan yang benar, tetapi juga perilaku yang benar dan mengambil jalan yang benar! Orang-orang Israel meneriakkan tiga kali, 「Ini adalah Bait Tuhan!」 Tapi Tuhan berkata 「tiga hal ini tidak kamu lakukan, apa yang kamu percaya adalah kebohongan yang menipu diri sendiri, Bait ini tidak mampu melindungimu.」

Mereka tidak hanya percaya bahwa Bait Suci ini adalah jaminan mereka, mereka juga mengatakan bahwa apa pun yang mereka lakukan di dalam Bait Suci, mereka tetap akan mendapat perlindungan, jadi bagaimana mereka biasa hidup adalah tidak ada masalah. Sebagai hasilnya mereka mempergunakan Bait sebagai sarang pencuri, dan ketika mereka telah melakukan hal-hal buruk mereka bisa bersembunyi di dalam Bait Suci tanpa hukuman! Jika seorang tidak dapat melakukan perintah-perintah Tuhan dalam hidupnya, maka agama yang sebagus apapun hanyalah daun ara menutupi dosa saja.

Ayat 12-15 secara khusus menyebutkan contoh 「Silo」 kerajaan utara 「pergilah ke tempat-Ku yang di Silo itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu … 」 Silo itu rumah ibadah pertama yang didirikan oleh Yosua yang telah memimpin Israel masuk ke Kanaan, di sana ada Kemah Pertemuan, Tabut Perjanjian, dan imam besar, sampai di masa Samuel 「Silo」 masih merupakan pusat agama dari orang Israel. Kemudian orang Israel mengangkut Tabut saat berperang melawan orang Filistin, tetapi Tuhan tidak beserta dengan mereka, dan Tabut itu telah ditawan, dan 30.000 tentara Israel tewas. Walaupun Alkitab tidak mengatakan bahwa Silo itu dihancurkan, namun Maz. 78:59-60 berkata: 「Allah … bahkan telah meninggalkan Kemah Pertemuan Silo, yang merupakan kemah-Nya di bumi. 」

Tuhan menggunakan 「Silo」 sebagai sebuah metafora atas Yerusalem, untuk menunjukkan bahwa Yerusalem akan menjadi reruntuhan seperti 「Silo」! Tuhan tidak menghendaki agama dan ritual yang adalah kulit luar saja, kebohongan palsu, tetapi yang dihendaki adalah iman yang asli, sungguh dan benar, luar dan dalam yang sama.

Renungkan:

1. Siapakah yang pihak tujuan dari iman dan ibadah Anda hari ini? Adakah Anda secara tidak sengaja membiarkan orang lain, hal-hal, benda-benda menggantikan tempat Tuhan?

2. Yesus dalam Yoh. 4:23 mengatakan 「Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian」 Ketulusan hati juga dapat diterjemahkan sebagai kebenaran, yakni sesuai ibadah dalam kebenaran. Ritual penampilan luar bukan hal yang paling penting, tapi yang penting adalah kesungguhan hati menyembah Bapa dalam kebenaran. Apakah Anda bersedia menjadi orang yang demikian?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 3:1-25

「Israel dan Yehuda yang Tidak Setia, Patut Bertobat」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 3:1-25 [ITB])
Firman-Nya: Jika seseorang menceraikan istrinya, lalu perempuan itu pergi dari padanya dan menjadi istri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama kepada perempuan itu? Bukankah negeri itu sudah tetap cemar? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN. Layangkanlah matamu ke bukit-bukit gundul dan lihatlah! Di manakah engkau tidak pernah ditiduri? Di pinggir jalan-jalan engkau duduk menantikan kekasih, seperti seorang Arab di padang gurun. Engkau telah mencemarkan negeri dengan zinahmu dan dengan kejahatanmu. Sebab itu dirus hujan tertahan dan hujan pada akhir musim tidak datang. Tetapi dahimu adalah dahi perempuan sundal, engkau tidak mengenal malu. Bukankah baru saja engkau memanggil Aku: 『Bapaku! Engkaulah kawanku sejak kecil! 5Untuk selama-lamanyakah Ia akan murka atau menaruh dendam untuk seterusnya?』 Demikianlah katamu, namun engkau sedapat-dapatnya melakukan kejahatan.
TUHAN berfirman kepadaku dalam zaman raja Yosia: Sudahkah engkau melihat apa yang dilakukan Israel, perempuan murtad itu, bagaimana dia naik ke atas setiap bukit yang menjulang dan pergi ke bawah setiap pohon yang rimbun untuk bersundal di sana? 7Pikir-Ku: 『Sesudah melakukan semuanya ini, ia akan kembali kepada-Ku,』 tetapi ia tidak kembali. Hal itu telah dilihat oleh Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia. Dilihatnya, bahwa oleh karena zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai; namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi bersundal. Dengan sundalnya yang sembrono itu maka ia mencemarkan negeri dan berzinah dengan menyembah batu dan kayu. 10 Juga dengan semuanya ini Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu, tidak kembali kepada-Ku dengan tulus hatinya, tetapi dengan pura-pura, demikianlah firman TUHAN.
11 Dan TUHAN berfirman kepadaku: Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu. 12 Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: 『Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya. 13 Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN. 14 Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.
15 『Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian. 16Apabila pada masa itu kamu bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini, demikianlah firman TUHAN, maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian TUHAN. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi akan diingat orang; orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali. 17 Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta TUHAN, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama TUHAN ke Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah langkah menurut kedegilan hatinya yang jahat. 18 Pada masa itu kaum Yehuda akan pergi kepada kaum Israel, dan mereka akan datang bersama-sama dari negeri utara ke negeri yang telah Kubagikan kepada nenek moyangmu menjadi milik pusaka.』
19Tadinya pikir-Ku: Sungguh Aku mau menempatkan engkau di tengah-tengah anak-anak-Ku dan memberikan kepadamu negeri yang indah, milik pusaka yang paling permai dari bangsa-bangsa. Pikir-Ku, engkau akan memanggil Aku: 『Bapaku,』 dan tidak akan berbalik dari mengikuti Aku. 20Tetapi sesungguhnya, seperti seorang istri tidak setia terhadap temannya, demikianlah kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN. 21Dengar! Di atas bukit-bukit gundul kedengaran tangis memohon-mohon dari anak-anak Israel, sebab mereka telah memilih jalan yang sesat, dan telah melupakan TUHAN, Allah mereka. 22Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu. Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami. 23 Sesungguhnya, bukit-bukit pengorbanan adalah tipu daya, yakni keramaian di atas bukit-bukit itu! Sesungguhnya, hanya pada TUHAN, Allah kita, ada keselamatan Israel! 24Tetapi berhala yang memalukan itu menelan segala hasil jerih lelah nenek moyang kita dari masa muda kita; kambing domba mereka dan lembu-lembu mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka. 25 Maka biarlah kita berbaring dengan perasaan malu, dan biarlah noda kita menyelimuti kita, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN, Allah kita, yakni kita dan nenek moyang kita dari masa muda kita sampai hari ini; dan kita tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kita.

Kitab Yeremia mulai dari pasal ketiga adalah serangkaian puisi yang mengambil tema ketidaksetiaan orang Israel di Yehuda sebagai subjek, di antaranya juga memakai beberapa prosa, seperti: Yer. 3:6-11, 15-18. Meskipun struktur sastra kompleks, tetapi pasal 3 masih mempunyai tema utama tentang orang Israel mengadakan perjanjian dengan Tuhan, digambarkan sebagai menjadi 「istri」 Allah, dan Tuhan menjadi suami mereka. Tema lain adalah perumpamaan hubungan antara orang tua dan anak-anak untuk menggambarkan hubungan antara Tuhan dan orang-orang Israel.

Fokus tema dari kedua perumpamaan ini adalah masalah kepemilikan umat Israel, Yer. 3:1-5 meneruskan tema dari Yer. 2:26-37: Tuhan dan Israel memiliki hubungan yang intim seperti suami dan istri, tetapi Israel kemudian mengkhianati Allah dan menyembah berhala-berhala bangsa-bangsa asing. Meskipun mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah mengkhianati Tuhan, dan bahwa itu adalah 「berzinah」 rohani, namun mereka matipun tidak mau mengakui dosa-dosa mereka, dan karena itu Tuhan melalui mulut nabi Yeremia menyatakan kejahatan mereka dan bukti-buktinya.

Perumpamaan dalam Yer. 3:1 tentang istri yang setelah diceraikan dan kemudian menikah kembali, bertentangan dengan perintah dalam Ul. 24:1-4. Dalam ayat pertama 「Bukankah negeri itu sudah tetap cemar?」 Artinya jika tingkah laku yang demikian ditoleransi, maka memungkinkan membuat tempat itu menjadi suatu tempat percabulan, suatu hal yang tidak dapat diterima. Demikian juga, Israel yang meninggalkan Tuhan dan setelah menyembah berhala, dengan niat hati yang palsu ingin kembali kepada Tuhan dan meminta Tuhan menerima mereka, ini jelas adalah hal yang tidak dapat diterima! Tuhan menghendaki 「istri」 yang setia yang hanya menjadi milik-Nya.

Yer. 3:4-5Bukankah baru saja engkau memanggil Aku: 『Bapaku! Engkaulah kawanku sejak kecil! Untuk selama-lamanyakah Ia akan murka atau menaruh dendam untuk seterusnya?』 Demikianlah katamu, namun engkau sedapat-dapatnya melakukan kejahatan.」 Di sini ganti memakai metafora hubungan antara orang tua dan anak-anak, Tuhan disebut oleh orang-orang Israel sebagai Bapa, mereka menggunakan kata-kata manis untuk membohongi Tuhan, faktanya adalah perkataan di mulut tidak cocok dengan tindakan, mereka melakukan dosa dengan segenap tenaga. Ayat 5 yang lebih membuat geram adalah orang-orang Israel memperalat sifat Tuhan — adalah 「selamanya tidak dendam」, atau 「tidak menyimpan kemarahan dalam waktu lama」 untuk melanjutkan kejahatan, pertobatan dan pengakuan dosa mereka hanya digantung di mulut kebohongan, bukan pertobatan dengan hati tulus yang bersungguh-sungguh.

「Pengampunan cuma-cuma」 diiklankan menjadi Injil murahan, sering hanya membawakan 「pertobatan yang penuh pengabaian」 dan lebih banyak pengkhianatan dan dosa kejahatan! Jika orang melakukan hal-hal buruk bisa menjadi sama seperti tulisan kapur di atas papan tulis hitam yang sebagai kata kapur dapat segera dihapus, maka apapun yang dilakukan orang sudah tidak penting lagi, karena dapat dengan sangat mudah untuk memulai ulang.

Di sini Tuhan hendak mengingatkan umat-Nya untuk tidak tinggi hati merasa puas atas diri sendiri, berpikir bahwa diri sendiri adalah anak-anak Tuhan, bisa melakukan dosa tanpa ganjaran dan konsekuensi! Yer. 3:6-25, Tuhan mengutip adik Kerajaan Yehuda, Israel Utara sebagai contoh, untuk memperingatkan orang-orang Israel di Yehuda. Pengkhianatan negara Israel (Utara), tidak setia kepada Tuhan, dihakimi oleh Tuhan, dan hancur di tangan orang Asyur. Hal ini terjadi hampir 100 tahun yang lalu dalam sejarah sepatutnya membuat orang Yehuda dapat ikut merasakannya, tidak melakukan dosa kejahatan yang sama; Tapi sayangnya, nabi Yeremia dalam Yer. 3:10-11 mengatakan 「meskipun dengan semuanya ini Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu, tidak kembali kepada-Ku dengan tulus hatinya, tetapi dengan pura-pura, demikianlah firman TUHAN. … Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu.」

Meskipun perilaku licik dan jahat umat-Nya, tetapi Tuhan tidak bertindak berlawanan dengan sifat-nya sendiri, Ia masih penuh rahmat, Tuhan yang mengasihi, adalah tidak selamanya mendendam, juga Tuhan menyimpan kemarahan untuk waktu lama. Meskipun orang-orang Israel (utara) dan Yehuda (selatan) memberontak, Ia akan tetap memberikan rahmat-Nya. Di Yer. 3:12, Tuhan memanggil Israel untuk bertobat dan kembali, dan anugerah ini sampai akhir juga mencakup orang Yehuda, dan dalam ayat Yer. 3:18 menubuatkan: 「Pada masa itu kaum Yehuda akan pergi kepada kaum Israel, dan mereka akan datang bersama-sama dari negeri utara ke negeri yang telah Kubagikan kepada nenek moyangmu menjadi milik pusaka.」

Tentunya semua ini akan tercapai setelah kehancuran negara dan penawanan, yakni akan digenapi setelah penghakiman dan hukuman dari Tuhan, karena Allah adalah yang Tuhan yang adil benar, dan selamanya tidak akan pernah berubah.

Renungkan:

1. Orang-orang Israel mengandalkan kesombongan merasa dimanja, memandang kejahatan sebagai tidak ada apa-apa, periksalah apakah Anda memiliki masalah ini? Bahaya mengabaikan dosa kejahatan adalah godaan bagi banyak orang percaya hari ini!

2. Orang ingin memecahkan masalah dalam cara tercepat, tapi Tuhan tidak puas dengan pemecahan masalah jangka pendek, dia ingin perubahan mendasar, yaitu orang bersedia untuk memikul salib dan mengikuti Tuhan! Periksalah apakah pertobatan Anda adalah pertobatan yang asal-asalan? Apa yang menjadi salib milik Anda? Apakah Anda bersedia memikul salib Anda?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 2:20-37

「Israel menolak Menyembah TUHAN Patut Dihukum」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 2:20-37 [ITB])
20「Sebab dari dahulu kala engkau telah mematahkan kukmu, telah memutuskan tali pengikatmu, dan berkata: 『Aku tidak mau lagi diperbudak.』 Bahkan di atas setiap bukit yang menjulang dan di bawah setiap pohon yang rimbun engkau berbaring dan bersundal. 21Namun Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar! 22Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 23Bagaimanakah engkau berani berkata: 『Aku tidak pernah menajiskan diriku, aku tidak pernah mengikuti para Baal?』 Lihatlah tingkah langkahmu di dalam lembah, ketahuilah apa yang telah kaulakukan: hai, unta betina yang ringan kaki yang berlari-lari kian ke mari, 24yang melepaskan diri lari ke padang gurun, karena ingin menghirup udara! Siapakah yang dapat menahan nafsunya untuk berjantan? Semua yang mencari dia, tidak usah berlelah, mereka akan menemukannya dalam musim berjantan. 25Jagalah, supaya kakimu jangan tak bersepatu dan supaya rongkonganmu jangan haus! Tetapi engkau berkata: 『Percuma saja! Percuma! Sebab aku cinta kepada orang-orang asing, jadi aku mau mengikuti mereka.』

26「Seperti malunya pencuri, apabila kedapatan, demikianlah malunya kaum Israel, yakni para rajanya, pemukanya, para imamnya dan nabinya, 27yang berkata kepada sepotong kayu: 『Engkaulah bapaku!』 dan kepada batu: 『Engkaulah yang melahirkan aku!』 Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: 『Bangkitlah menyelamatkan kami!』 28Di manakah para allahmu yang kaubuat untuk dirimu? Biarlah mereka bangkit, jika mereka dapat menyelamatkan engkau pada waktu malapetakamu! Sebab seperti banyaknya kotamu demikian banyaknya para allahmu, hai Yehuda! 29「Mengapakah kamu mau berbantah dengan Aku? Kamu sekalian telah mendurhaka kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN. 30Sia-sia Aku telah memukuli anak-anakmu, hajaran tidaklah mereka terima; pedangmu sendiri telah memakan habis para nabimu seperti singa muda yang memusnahkan. 31Keturunan apakah kamu ini? Perhatikanlah firman TUHAN! Sudahkah Aku menjadi padang gurun bagi Israel atau tanah yang gelap gulita? Maka mengapa umat-Ku berkata: 『Kami sudah bebas, kami tidak lagi mau datang kepada-Mu?』 32Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya. 33「Alangkah baiknya engkau mengatur jalanmu untuk mencari percintaan! Sebab itu juga engkau membiasakan segala jalanmu kepada kejahatan. 34Sampai-sampai pada bajumu terdapat darah orang-orang miskin yang tidak bersalah; bukan waktu mereka membongkar untuk mencuri kaudapati mereka! Meskipun semuanya itu demikian, 35engkau berkata: 『Aku tidak bersalah! Memang, murka-Nya telah meninggalkan aku!』 Sesungguhnya Aku akan membawa engkau ke pengadilan, oleh karena engkau berkata: 『Aku tidak berdosa!』 36Alangkah ringannya kau pandang untuk mengubah tingkah langkahmu! Juga karena Mesir engkau akan menjadi malu, seperti engkau telah menjadi malu karena Asyur. 37Dari sanapun juga engkau akan keluar dengan mengangkat tanganmu, sebab TUHAN telah menolak mereka yang telah kaupercayai dan engkau tidak akan berhasil dengan mereka.

Yeremia dalam bagian pengumuman deklarasi ini banyak menggunakan gambar yang hidup untuk menyatakan kejahatan orang Israel, seperti: istri cabul yang tidak setia, pelacur yang tidak tahu malu dan anak-anak yang tidak mau menerima pembatasan; Israel adalah tidak hanya merupakan anggur liar, tetapi juga unta dan keledai liar. Yang artinya mengatakan, Israel dalam Perjanjian dengan Tuhan adalah istrinya yang tidak setia, pelacur jahat dan licik dan perwujudan dari nafsu.

Di bagian pertama, yakni ayat 20-25 adalah sebuah puisi yang menggambarkan Israel menyembah Baal dewa bangsa asing. Ayat 20 adalah penulisan yang blak-blakan, menunjukkan bahwa orang-orang Israel adalah istri Tuhan yang gelisah, yang memandang perjanjian dan tanggung jawab sebagai belenggu dan diperbudak, yang tidak mampu menahan godaan nafsu dan percabulan. 「Percabulan」 di sini tidak hanya memiliki arti metafora, juga deskripsi fakta. Baal merupakan dewa utama berhala sembahan lokal, dan merupakan dewa produksi dan reproduksi, upacara ibadah kepadanya tidak hanya sebuah kebohongan, tetapi juga sangat cabul, penyembah Baal tidak hanya secara jiwa bersekutu dengan dewa, tetapi melakukan perzinahan dengan pelacur kuil di atas mezbah kuil.

Ayat 26-28 menggambarkan orang-orang Israel mengangkat pencuri sebagai ayah, berganti mengangkat dewa asing sebagai orang tua; tapi dewa-dewa palsu ini tidak bisa benar-benar memberikan mereka pertolongan.

Ayat 29-37, Tuhan menunjukkan bahwa orang-orang Israel adalah orang yang keras kepala dan licik, tidak hanya berbuat kejahatan, lebih lagi memandang diri benar, tidak tahu pertobatan. Tidak hanya berkhianat dalam iman, mereka tidak setia kepada Tuhan, mereka juga melakukan kejahatan di masyarakat dan kejahatan moral, sehingga tidak terdapat keadilan sosial dalam masyarakat , membuat penderitaan orang miskin, seperti yang dikatakan ayat 34 「bajumu terdapat darah orang-orang miskin yang tidak bersalah; bukan waktu mereka membongkar untuk mencuri kaudapati mereka」 Ketika orang meninggalkan Tuhan dan menolak kedaulatan Tuhan, masyarakat akan penuh dengan dosa dan kejahatan, sehingga membunuh orangpun tidak terhitung apa-apa.

Dalam perikop hari ini membuat kita melihat sebuah masyarakat yang bercampuran agama, percabulan dan penuh ketidakadilan, dan tak heran bahwa Allah hendak menghakimi mereka. 1 Yoh. 2:15-17 「15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Kita harus sering mengingatkan diri kita bahwa 「Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.」

Renungkan:

1. Perikop hari ini menggambarkan fenomena religius dan sosial, yang mungkin realitas masyarakat di mana kita hidup. Apakah Anda bersedia untuk berdoa bagi diri sendiri, meminta Tuhan untuk menambahkan Anda kekuatan, untuk menahan banjir arus duniawi, untuk menjaga hati kasih Anda kepada Tuhan?

2. Dunia sangat memiliki daya tarik, dan untuk bertahan hidup dibutuhkan partisipasi dalam urusan duniawi. Maukah Anda meminta Tuhan untuk memberikan kecerdasan dan kekuatan untuk hidup di dunia dan tidak menjadi milik dunia?

3. Harap berpikir tentang, dalam lingkungan dan masyarakat Anda hidup, apa saja yang tidak berkenan kepada Tuhan, silahkan berdoa untuk tempat dan hal-hal tersebut!


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yesaya 2:19-22

「Jangan Bersandar kepada Berhala」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 2:19-22 [ITB])
19Maka orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung batu dan ke dalam liang-liang di tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
20Pada hari itu berhala-berhala perak dan berhala-berhala emas yang dibuat manusia untuk sujud menyembah kepadanya akan dilemparkannya kepada tikus dan kelelawar, 21dan ia akan masuk ke dalam lekuk-lekuk di gunung batu dan ke dalam celah-celah di bukit batu terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
22Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?

Yes. 2:19-22 adalah sebuah cara penulisan bentuk (struktur engsel) yang kecil:

A Saat TUHAN bangkit maka tanah bergetar dahsyat,
maka manusia masuk ke dalam gua-gua batu dan liang-liang tanah,
bersembunyi atas ketakutan kepada TUHAN dan wibawa cahaya kemuliaan-Nya.
(Yes. 2:19)
B Pada hari itu, berhala-berhala perak dan berhala-berhala emas yang dibuat manusia untuk disembah itu akan dibuang oleh manusia kepada tikus dan kelelawar.
(Yes. 2:20)
A’ Saat TUHAN bangkit maka tanah bergetar dahsyat,
maka manusia masuk ke dalam lekuk gunung batu dan celah-celah bukit batu,
bersembunyi atas ketakutan kepada TUHAN dan wibawa cahaya kemuliaan-Nya.
(Yes. 2:21)

Pusat dari perikop ini adalah B yang berada di tengah (Yes. 2:20), menjelaskan bahwa titik berat dari seluruh perikop adalah 「Pada hari itu 」, juga merupakan semacam arah pergerakan menuju masa akhir, menunjuk kepada sebuah hal yang pasti akan terjadi di akhir zaman. Percaya bahwa hari tersebut pasti akan datang, jikalaupun sekarang ini belum ada tanda-tanda pendahuluan apapun tentang hari tersebut, tidak akan mempengaruhi kedatangan hari itu.

Pada hari itu akan muncul dua keadaan: (1) manusia pasti membuang berhala, yakni berhala-berhala yang dibikin untuk disembah, kata 「sembah」 dalam bahasa aslinya adalah kata 「penundukkan diri」 yang telah disebutkan dalam renungan kemarin, oleh karena itu perikop ini menunjukkan bahwa berhala-berhala telah menggantikan pihak yang 「disembah」; (2) Seperti yang dikatakan dalam Yes. 2:19, 21, pada hari itu orang pasti akan masuk ke dalam gua-gua batu dan liang-liang tanah, tujuannya adalah bersembunyi dari penyertaan TUHAN, karena penyertaan Allah adalah waktu keterkejutan, adalah waktu tanah bergetar. Dari dua poin ini dapat dilihat bahwa 「hari itu」 adalah hari membuang berhala, hari memiliki penyertaan TUHAN, ini adalah hari penghakiman bagi orang fasik, ini adalah hari keselamatan bagi orang benar yang tertindas. Yes. 2:22 adalah sebuah kalimat penutup, menjelaskan sikap yang sepatutnya dimiliki oleh kita dalam menghadapi 「hari itu」, menghendaki kita tidak lagi bersandar kepada manusia dunia, hendaknya memahami bahwa apa yang akan dihakimi dan dimusnahkan 「pada hari itu」 tidak bisa menjadi sandaran kita saat ini. Dapat dilihat bahwa sikap kehidupan yang mengacu kepada 「hari itu」 merupakan sebuah sikap hidup yang memandang kepada penghakiman atau keselamatan hari akhir, ini adalah kehidupan yang memiliki pandangan atas arah gerak masa akhir.

Kehidupan kita seringkali kehilangan pandangan yang tertuju pada masa akhir, mata kita hanya terfokus pada hal-hal yang sekarang, menyembah berhala yang sekarang, memandang Allah sebagai sebuah Allah pembantu kehidupan kita saat ini, dan bukan Allah yang mengarahkan kita berjalan menuju hari akhir. Allah ini terlalu dikecilkan di dalam hati kita, hanya memecahkan berbagai macam masalah kenyataan yang ada sekarang ini. Jika kita terlalu memandang berat yang sekarang ini, maka kita melupakan rumah kita yang kekal di hari akhir, sehingga kita salah memakai lebih banyak tenaga dan usaha di masa sekarang, telah melupakan janji kehidupan kelak.

Renungkan: Yesaya tidak dipuaskan oleh kenyataan yang sekarang, ia mengkritik yang tidak benar, mengkritik pemenuhan diri dan peninggian diri, ia bersuara menunjukkan kesalahan orang; di sisi lain, ia tidak mencoba memakai kemampuan diri sendiri merubah keadaan sekarang, ia mengakui manusia dunia apapun semuanya tidak dapat diandalkan, ia tidak percaya berhala, sebaliknya, ia percaya ada Allah yang sedang berkuasa di antara manusia, juga percaya semua ketidakadilan sekarang adalah sementara, sampai pada hari itu, orang fasik pasti akan dihukum. Apakah engkau memiliki pengharapan seperti ini?

Hosea 14:1-9

9 Mar 2018 – Hari Jumat Minggu ketiga, Pra Paskah

Bawalah sertamu Kata-Kata Penyesalan dan Bertobatlah kepada Tuhan

(Hosea 14:1-9)
1 Samaria harus mendapat hukuman, sebab Ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang, bayi-bayinya akan diremukkan, dan perempuan-perempuannya yang mengandung akan dibelah perutnya.
2 Bertobatlah, hai Israel kepada Tuhan, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. 4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.”
5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
8 Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
9 Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

Renungan
Hidup adalah perjalanan iman bagi umat Allah. Penulis dan Penyelesai perjalanan ini adalah Kristus sendiri. Kita mengawali di dalam Kristus dan harus mengakhiri di dalam Kristus. Tetapi ini bukanlah perjalanan yang mudah. Ada rute penuh tantangan yang penuh dengan cobaan dan ujian. Beberapa dari umat Allah yang telah mengawali di dalam Dia tidak dapat mengakhiri di dalam Dia. Mereka sering tersandung dan teralihkan, kalah kepada tekanan.

Perhatian untuk umat Allah.
Bangsa Israel secara kolektif tersandung karena kejahatan mereka (ayat 1). Mereka terseret menjauh dari iman mereka dan membentuk perkumpulan politik dengan penyembah berhala Asyur. Mereka percaya pada kuda-kuda, mungkin karena kuda-kuda Mesir menguatkan pasukan mereka (Mazmur 20:7). Mereka menolak Sang Pencipta dan mempercayai berhala buatan manusia. Mereka menyembah berhala kesuburan Kanaan. Janji dan Taurat Allah dilupakan secara total. Kemunafikan membuat mereka tersesat. Kegagalan mereka kelihatannya begitu serius, mereka semakin jauh untuk kembali kepada Tuhan. Umat Perjanjian Allah kelihatan seperti anak yatim yang mencari pengampunan (ayat 3). Kelemahan dan keadaan mereka yang rentan adalah peringatan bagi kita semua.

Panggilan untuk Kembali.
“Kembalilah hai Israel, pada Tuhan Allahmu”, adalah panggilan yang berulang kali dari Allah untuk meresponi Firman-Nya. Ini menghibur untuk diperhatikan karena Allah belum selesai dengan mereka. Dia masih ada di sana tangan-Nya yang terjulur. Tangan-Nya tidaklah ditarik. Dia mengambil inisiatif untuk pemulihan. Allah ingin umat-Nya kembali kepada-Nya. Tidak ada pilihan lain selain kembali kepada Allah, sang Pencipta. Itu adalah respon yang sesuai.

Allah kita adalah murah hati lapang dada. Panggilan-Nya berdasarkan kasih dan pengampunan-Nya. “Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela,” Tidak ada keadaan yang tidak terjangkau Kasih dan Pengampunan Allah. Rahmat dan Pengampunan Allah tersedia bahkan untuk pendosa terburuk sekalipun.

Konsekuensi Ketaatan.
Kembali kepada Allah memberikan ruangan untuk pemulihan. Allah kita adalah Tuan Pemulihan. Tujuan yang Ia kehendaki tidak berubah dalam proses Pemulihan dari Dia. Ini adalah keindahan dari pemulihan dari Allah. Mereka akan kembali menyembah Allah yang benar. “Kami akan memberikan korban bakaran dari bibir kami” Mereka berdiri sebagai bangsa yang telah dipulihkan. Allah memberikan kekuatan kepada mereka setiap hari (ayat 5-6) Allah adalah “embun” yang merupakan rahasia dari kekuatan mereka. Dibawah bayang-bayang-Nya, umat Allah akan “berakar”, “bertunas”, “berbunga”, sekali lagi dan tumbuh kuat seperti pohon aras dari Lebanon. Perhatikan ayat “Aku bagaikan pohon sonobar yang menghijau” dan “dari-Ku engkau akan berbuah” Sungguh Berkat dan Mulianya Pengharapan di dalam Allah. Mereka menjadi manusia yang berbuah seperti “pohon zaitun … gandum … anggur”. Kembali pada hubungan yang intim dengan Allah, umat-Nya menjadi subur, produktif, berbuah, indah, kuat dan stabil. Itulah kuasa pemulihan Allah.

Doa
Allah yang rahmani, kami berterima kasih bahwa Engkau tidak meninggalkan kami di saat kami gagal.
Berikan kami kepekaan untuk mengetahui kegagalan kami.
Berikan kami keyakinan untuk segera kembali kepada-Mu.
Pulihkan kami kembali kepada tujuan-Mu dan kiranya kami dapat berjalan bersama-Mu di dalam kebenaran.
Amen.

Tindakan
Marilah kita memeriksa perjalanan kita bersama dengan Tuhan di dalam terang Firman-Nya.
Marilah kita berdoa bersama pemazmur “Selidiki aku ya Allah, dan kenalilah hatiku; ujilah aku dan ketahuilah pikiranku,”
Marilah kita meresponi Firman Allah dengan hati yang hancur.
Kembalilah kepada Allah dan layanilah Dia.

Rev Ranganathan Prabhu
Pastor
The Methodist Church in Singapore

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)