Tag Archives: Sunat

Kejadian 9:8-17

「Tanda Perjanjian」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 9:8-17 [ITB])
8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: 9 Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, 10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. 11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.
12 Dan Allah berfirman: Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. 16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi. 17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi.

Perikop yang kita baca hari ini Kejadian 9:8-17 mencatat perjanjian antara Allah dan Nuh. Kata perjanjian muncul tujuh kali dalam paragraf ini (ayat 8-17), yang juga merupakan subjek paragraf ini. Arti dasar dari kata perjanjian adalah memberikan janji, dan jaminan, inilah yang dimaksud perikop ini. Allah tidak meminta apapun dari manusia dan semua makhluk hidup, tapi Dia berjanji dan memberikan jaminan tidak akan menggunakan lagi air bah untuk menghancurkan dunia dan makhluk hidup, ini juga bisa dikatakan sebagai perjanjian yang tidak setara!

Perjanjian Allah ditujukan selain kepada Nuh, anak-anak Nuh, dan keturunannya (ayat 9), juga mencakup semua makhluk hidup, yaitu, segala makhluk hidup yang keluar dari bahtera itu, termasuk burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi(ayat 10), jadi ini adalahperjanjian universal. Di sini kita melihat sekali lagi bahwa Allah Pencipta tidak hanya peduli dan menghargai manusia, tetapi juga makhluk hidup lain yang Dia ciptakan. Isi dari perjanjian antara Allah dan Nuh adalah: Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi. (9:11)

Kejadian 9:12-17 adalah tanda perjanjian Nuh, yaitu pelangi di langit. Itu juga merupakan tanda perjanjian pertama dalam Alkitab (9:13); dua perjanjian lainnya adalah tanda sunat (Kejadian 17:11) danSabat(Keluaran 31:16-17). Ketiga tanda ini telah membuka lembaran baru dalam sejarah manusia.Sabat adalah tanda penciptaan langit dan bumi oleh Allah, pelangiadalah tanda Allah menciptakan lagi bumi dan tidak akan memusnahkan, sunat adalah tanda Allah memilih Abraham, dan membangun umat Ibrani.

Di seluruh Alkitab kita melihat dua jenis tanda (sign), yang pertama adalah tanda supernatural, yang juga sering disebut sebagai tanda dari tanda dan mukjizat (signs and wonders). Misal mukjizat yang dilakukan Musa di hadapan Firaun, misalnya: Sepuluh Tulah dalam kitab Keluaran, tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa TUHAN adalah satu-satunya Allah yang benar. Dalam kitab Injil, banyak mukjizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah tanda (sign) jenis ini, yang tujuannya adalah untuk menunjukkan identitas Yesus.

Jenis tanda yang kedua bukanlah tanda supernatural, melainkan tanda kebenaran rohani, tentunya akan terjadi tumpang tindih antara kedua tanda tersebut. Pelangi, sebagai tanda perjanjian Allah dengan Nuh, termasuk dalam kategori tanda jenis kedua. Mengapa Allah menggunakan pelangi sebagai tanda bahwa Dia tidak akan lagi menggunakan air bah untuk memusnahkan dunia? Apa fungsi dari lambang pelangi? Sebuah tanda (sign) menunjuk pada beberapa kebenaran dan fakta rohani, membantu kita lebih memahami kebenaran atau bergerak menuju kebenaran.

Pertama-tama, pelangi adalah fenomena alam indah yang enak dipandang. Fenomena indah tersebut merupakan terapi bagi orang-orang yang baru saja mengalami kehancuran seluruh bumi melalui air bah. Bagi Nuh yang pernah mengalami terkejut oleh musibah dan bencana, ini pasti penghiburan terbaik! Karya seni yang indah dapat memberikan penghiburan dan penyembuhan bagi jiwa yang terluka.

Dalam pasal 9, Allah berulang kali menggunakan sudut pandang dan kata-kata yang berbeda untuk mengulangi perjanjian-Nya dengan Nuh, Dia berjanji untuk tidak menggunakan air bah untuk memusnahkan dunia dan memberi pelangi sebagai tanda perjanjian. Allah sendiri tidak perlu mengulang-ulang janji-Nya, karena Allah yang kekal tidak perlu diingatkan. Tanda ini dipasang untuk manusia, karena hati keluarga Nuh telah mengalami hal yang mengejutkan, dan mereka perlu mendengar kata-kata penegasan dan dorongan berulang kali. Ini adalah alasan Allah menetapkan pelangi sebagai tanda perjanjian. Ketika keluarga Nuh melihat pelangi, mereka mendapatkan pengingatan dan dikuatkan!

Renungkan:
• Allah itu Allah yang indah dan Tuhan Penyembuh, Dia akan memberi orang tanda kesembuhan dan pertolongan. Dia pernah memberi tanda duri yang tidak bisa terbakar kepada Musa yang telah menyerahkan atas dirinya sendiri; Allah juga menggunakan bintang-bintang di langit dan pasir di tepi laut sebagai tanda untuk menghibur Abraham yang kesepian tanpa anak; Allah juga menggunakan tangga sebagai tanda untuk datang mendorong Yakub, yang dikejar oleh kakak laki-lakinya, meninggalkan kampung halamannya dan mengungsi di padang gurun.
• Saat ini banyak nyawa dan hati orang terluka. Hari ini Allah masih menyembuhkan. Apakah Anda bersedia mengandalkan-Nya untuk disembuhkan?


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yeremia 4:1-18

「Memanggil Israel Bertobat, Bencana Mengancam Yehuda」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 4:1-18 [ITB])
1Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman TUHAN, kembalilah engkau kepada-Ku; dan jika engkau mau menjauhkan dewa-dewamu yang menjijikkan, tidak usahlah engkau melarikan diri dari hadapan-Ku! 2 Dan jika engkau bersumpah dalam kesetiaan, dalam keadilan dan dalam kebenaran: Demi TUHAN yang hidup!, maka bangsa-bangsa akan saling memberkati di dalam Dia dan akan bermegah di dalam Dia. 3 Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh. 4 Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api, dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkan, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!
5Beritahukanlah di Yehuda dan kabarkanlah di Yerusalem: Tiuplah sangkakala di dalam negeri, berserulah keras-keras: 『Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu!』6 Angkatlah panji-panji ke arah Sion! Cepat-cepatlah kamu mengungsi, jangan tinggal diam! Sebab Aku mendatangkan malapetaka dari utara dan kehancuran yang besar. 7 Singa telah bangkit dari belukar, pemusnah bangsa-bangsa telah berangkat, telah keluar dari tempatnya untuk membuat negerimu menjadi tandus; kota-kotamu akan dijadikan puing, tidak ada yang mendiaminya. 8 Oleh karena itu lilitkanlah kain kabung, menangis dan merataplah; sebab murka TUHAN yang menyala-nyala tidak surut dari pada kita. 9 Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, raja dan para pemuka akan kehilangan semangat; para imam akan tertegun dan para nabi akan tercengang-cengang, 10 sambil berkata: Ah, Tuhan ALLAH, sungguh, Engkau telah sangat memperdayakan bangsa ini dan penduduk Yerusalem, dengan mengatakan: 『Damai kiranya ada padamu,』 padahal pedang telah mengancam nyawa kami! 11 Pada masa itu akan dikatakan kepada bangsa ini dan kepada penduduk Yerusalem: Angin panas dari bukit-bukit gundul di padang gurun bertiup ke arah puteri umat-Ku; bukan untuk menampi dan bukan untuk membersihkan, 12 melainkan angin yang keras datang atas perintah-Ku. Sekarang Aku sendiri akan menjatuhkan hukuman atas mereka.
13 Lihat, ia naik seperti awan-awan, keretanya kencang seperti angin badai, kudanya lebih tangkas dari pada burung rajawali. Celakalah kita, sebab kita dibinasakan! 14 Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancang kedurjanaanmu? 15 Dengar! Orang memberitahukan dari Dan, mengabarkan malapetaka dari pegunungan Efraim. 16 Peringatkanlah kepada bangsa-bangsa: Sungguh ia datang! Kabarkanlah di Yerusalem: Pengepung datang dari negeri yang jauh, memperdengarkan suaranya terhadap kota-kota Yehuda. 17 Seperti orang-orang yang menunggui ladang mereka mengelilinginya dari segala pihak, sebab Yehuda telah memberontak terhadap Aku, demikianlah firman TUHAN. 18 Tingkah langkahmu dan perbuatanmu telah menyebabkan semuanya ini kepadamu. Itulah nasibmu yang buruk, betapa pahitnya, sampai menusuk hatimu.

Bagian dari perikop hari ini, ayat 1-4 adalah janji Tuhan untuk memberikan kesempatan baru kepada umat Israel, yakni jika mereka sungguh hati bertobat, menjauh dari perbuatan jahat dan sepenuh hati kembali kepada Tuhan, Tuhan akan memberi mereka sebuah awal baru dan kehidupan baru.

Ayat 1 「Jika engkau mau kembali, hai Israel …」 「Kembali」adalah kembali dari jalan yang salah, meninggalkan berhala, tidak lagi bimbang berayun seperti pendulum tanpa kepastian, hanya mengikuti Tuhan. Ayat 2 menunjukkan bahwa 「pertobatan」 termasuk tiga aspek dari sifat batin, yaitu 「dalam kesetiaan, keadilan dan kebenaran.」 Manusia melihat penampilan luar, tetapi Tuhan melihat hati (1 Sam. 16:7); Jika umat Israel benar-benar sungguh hati bertobat, tidak hanya diri mereka akan diberkati, tapi Tuhan juga akan memberkati bangsa-bangsa melalui mereka.

Ayat 4 「… Sunatlah dirimu bagi TUHAN …」 Bayi laki Israel setelah lahir 8 hari kemudian telah disunat, dan menandakan mereka secara jasmani adalah umat Tuhan, dan di sini sekali lagi mengingatkan mereka tentang sunat, adalah yang dilakukan oleh「diri sendiri」, selain secara jasmani saja tetapi harus sunat di dalam jiwa rohani, yakni harus segenap hati dipisahkan sebagai yang suci menjadi milik Tuhan. Pada kenyataannya, orang-orang di daerah Timur dekat, tidak hanya orang-orang Israel yang melakukan sunat, Yer. 9:25-26 「Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya: orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya.」 Nabi Yeremia dalam Yer. 31:33 terus bernubuat 「Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.」

Yer. 4:5 sampai pasal 6, memiliki tema yang sama, yakni 「penghukuman yang akan datang,」 dan cara penghukumannya adalah Tuhan akan membangkitkan sebuah negara di utara Yehuda, membiarkan negara tersebut mengirimkan pasukan menyerang Yehuda, Tuhan hendak memakai peperangan untuk menghukum umat-Nya sendiri yang berkhianat murtad.

Mempelajari tiga pasal ini adalah hal yang penuh tantangan, karena perikop ini sebagian besar ditulis dalam gaya puitis, yang awalnya tersebar lalu kemudian disusun terkumpul dalam Kitab Yeremia. Meskipun demikian, perikop ini memiliki tema sentral, 「penghukuman dari Tuhan,」 yang juga merupakan pusat pikiran dari seluruh pergerakan nabi Yeremia.

Ayat 5-12, nabi Yeremia memperingatkan orang-orang Israel, bahwa tentara Utara akan datang, mereka harus bergegas untuk menemukan tempat persembunyian — tetapi ini juga merupakan cara penulisan yang ironi dari Yeremia, karena bencana ini adalah penghakiman Tuhan, mereka yang tidak bertobat tidak dapat bersembunyi!

Ayat 13-18, sekali lagi menjelaskan mengapa kerajaan Yehuda dan orang Israel akan diserang dan terkena bencana, semua ini karena mereka telah meninggalkan Tuhan dan mengkhianati-Nya. Nabi Yeremia dalam ayat 14 berseru 「Hai Yerusalem, patutlah engkau membasuh kejahatan dalam hatimu, agar engkau dapat diselamatkan. Berapa lama hendak menyimpan kejahatan di dalam mu?」 Meskipun Yeremia telah berulang kali memperingatkan, memanggil mereka untuk bertobat; Tapi jelas ini tidak efektif, tidak ada hasilnya.

Renungkan:

1. Amsal 4:23 「Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.」 Problem orang Israel ada pada hati, yaitu masalah dari pikiran, kesadaran, perasaan, nilai-nilai dan komitmen manusia. Apakah Anda sepenuhnya milik Tuhan dalam aspek-aspek ini? Apakah Anda tidak hanya disunat secara daging — setara dengan baptisan air hari ini — menjadi milik Tuhan, tetapi juga 「hatimu」 seluruh diri adalah milik Tuhan?

2. Adakah Anda telah berhati-hati untuk menjaga hati Anda agar tidak tergoda? Hari ini budaya dan media porno ada di mana-mana, dan apakah Anda bersedia untuk berhati-hati atas apa yang Anda dengar, lihat, pikir, agar semuanya berkenan kepada Tuhan?

(Judul hari ini 「Memanggil Israel Bertobat, Hukuman Bencana Mengancam Yehuda」 dapat berlaku menjadi 「Memanggil Kita Bertobat, Hukuman Bencana Mengancam Kita」)


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

 


Untuk Kalangan Sendiri.

Kejadian 17:10-12

「Sunat dan tanda」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 17:10-12 [ITB])
10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. 12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

TUHAN (Yahweh) memperbaharui perjanjian dengan Abraham, yang paling istimewa adalah memerintahkan dia untuk disunat, belum pernah terjadi sebelumnya.

(1) Ketetapan hukum yang baru. Kitab Kejadian pasal 16 mencatat bahwa Abram mengikuti nasihat istrinya dan menggunakan metodenya sendiri untuk memenuhi kehendak Allah, tetapi dia tidak menunggu waktu Allah atau mengikuti cara Allah. Kini Allah bukan saja mengganti nama Abram menjadi Abraham, tetapi juga memerintahkan Abraham untuk menyunat laki-laki dalam keluarganya, yaitu membuang kulit di bagian depan aurat laki-laki. Ini awalnya adalah ritus kedewasaan bagi laki-laki di beberapa masyarakat di Timur Dekat Kuno (seperti Siria dan Mesir), tetapi sekarang telah menjadi tanda perjanjian antara Israel dan Allah (Kejadian 17:11). Makna spiritualnya adalah memotong sebagian dari daging, yang berarti membuang diri lama dari daging, dan tidak lagi merencanakan diri sendiri, mengandalkan diri sendiri untuk menjadi benar.

(2) Sunat hati. Kemudian Musa berbicara tentang tidak hanya sunat tubuh, tetapi juga sunat hati (Ulangan 30:6 Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup) yang membuat umat Allah mengubah pikiran dan hati mereka (Perjanjian Baru Yunani hati yang bertobat metanoia, Matius 3:8; Roma 2:4; 2 Petrus 3:9), menjelaskan bahwa arti sebenarnya tidak terletak pada sunat fisik, tetapi dalam ketaatan dari dalam hati. Kelak, tidak hanya nabi besar Perjanjian Lama Yeremia dan Yehezkiel yang memperjelas tema ini (Yeremia 4:4, 9:26; Yehezkiel 44: 7, 9), tetapi bahkan rasul Perjanjian Baru Paulus berkata: sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah(Roma 2:29; lihat Kol. 2:11)

(3) Tanda perjanjian. Di dalam Alkitab, semua perjanjian antara Allah dengan manusia memiliki tanda-tanda, sebagai memori, pengingat, dan kesaksian bahwa perjanjian Allah selalu berlaku kekal. Allah membuat perjanjian dengan Nuh, ditandai dengan pelangi di langit (Kejadian 9:13). Allah membuat perjanjian dengan Abraham, ditandai dengan sunat fisik (Kejadian 17:11). Allah membuat perjanjian Sinai dengan orang Israel, yang ditandai dengan hari Sabat (Keluaran 32:12-18). Allah membuat perjanjian dengan Daud. Alkitab tidak menjelaskannya secara spesifik, tetapi banyak ahli percaya bahwa Bait Suci di Yerusalem adalah tanda perjanjian Daud. Perjanjian Baru menggunakan salib sebagai tanda. Saat ini, di mana pun ada agama Kristen, ada salib di mana-mana di ruang atap, gambar dan ukiran, dekorasi pakaian.

(4) Ketetapan hukum yang baru. Allah membuat perjanjian dengan manusia, awalnya hanya ada hukum umum (seperti Sepuluh Perintah Allah), tetapi sering kali karena kelemahan dan kegagalan manusia, perjanjian ini dilanggar. Oleh karena itu, setelah Allah memperbaharui perjanjian dengan manusia, hukum baru ditambahkan. Misalnya, setelah Insiden Anak Lembu Emas, Allah memperbaharui perjanjian-Nya dengan orang Israel, tetapi memberikan hukum baru (Keluaran 34:11-26). Galatia Perjanjian Baru juga mengatakan, … apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran … (Galatia 3:19)

Renungkan:
Sebelum percaya kepada Tuhan, Tuhan paling membenci dosa kita. Setelah percaya kepada Tuhan, Tuhan sangat membenci aku kita. Kiranya kita semua memikul salib Kristus: bukan aku lagi, tetapi Kristus. Dia mencintaiku dan menyerahkan diri-Nya untukku.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 4:18-31

「Keraguan dan percaya」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 4:18-31 [ITB])
18 Lalu Musa kembali kepada mertuanya Yitro serta berkata kepadanya: Izinkanlah kiranya aku kembali kepada saudara-saudaraku, yang ada di Mesir, untuk melihat apakah mereka masih hidup. Yitro berkata kepada Musa: Pergilah dengan selamat. 19 Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian: Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati.
20 Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya di tangannya.
21 Firman TUHAN kepada Musa: Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi. 22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; 23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.』」
24 Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. 25 Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku. 26 Lalu TUHAN membiarkan Musa. Pengantin darah, kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu.
27 Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa. Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya. 28 Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat.
29 Lalu pergilah Musa beserta Harun dan mereka mengumpulkan semua tua-tua Israel. 30 Harun mengucapkan segala firman yang telah diucapkan TUHAN kepada Musa, serta membuat di depan bangsa itu tanda-tanda mujizat itu. 31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.

Musa akhirnya melaksanakan pengutusan Allah, mengucapkan selamat tinggal kepada ayah mertuanya, dan kembali ke Mesir bersama istri dan dua putranya untuk memimpin orang Israel keluar dari perbudakan di Mesir.

… sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati. Ini mungkin merujuk pada pembunuhan yang dilakukan oleh Musa 40 tahun yang lalu, setelah masa tuntutan hukum berlalu, atau mungkin merujuk pada orang yang membalas dendam darah (Bil. 35:19-22 ; Ulangan 19:6, 12), juga menyiratkan bahwa apa yang dihadapi Musa saat itu adalah perjuangan yang penuh bahaya kekerasan di istana.

Ayat 20, dipegangnya di tangannya tongkat Allah. Itu awalnya tongkat milik Musa, tetapi sekarang telah menjadi tongkat Allah. Awalnya tongkat gembala, sekarang menjadi tongkat kuasa tanda Allah, ini penting untuk pelayanan Musa kemudian hari.

Ayat 24-26 adalah yang paling sulit dipahami dari ayat-ayat Keluaran, banyak orang bertanya: Allah, yang mengutus Musa, dia taat kembali ke Mesir, mengapa hendak membunuhnya? Dan mengapa Zipora menyunat putranya lalu TUHAN Yahweh membiarkan Musa pergi ?

Mungkin ada beberapa alasan:
(1) agar Firaun tahu bahwa bahkan yang besar seperti Musa jika tidak mematuhi mengikuti perintah Allah yakni menyunatkan anak tetap akan dihukum, lebih-lebih Firaun yang telah merintangi dan melawan kehendak Allah, tidak membiarkan orang Israel keluar dari Mesir! (Kel. 4;23, 5:3);
(2) agar orang Israel mengetahui bahwa Allah mengutus pemimpin Musa, tidak hanya memerintahkan memberlakukan hukum Taurat, tetapi mereka sekeluarga juga menaati hukum Allah, dua anak melakukan sunat, seluruh keluarga adalah bagian dari umat perjanjian, bersama-sama bergabung dalam perjanjian Sinai;
(3) Sejak Abraham, anak laki-laki di Israel telah telah disunat pada hari kedelapan setelah kelahiran, yang berarti menghilangkan kulit penutup di bagian depan alat kelamin laki-laki sebagai tanda perjanjian (Kejadian 17). Namun, orang Midian harus menunggu malam pernikahan mereka untuk disunat oleh calon ayah mertua. Mungkin Musa tidak menyunat putranya karena dia menghormati adat istiadat Midian. Oleh karena itu, pada saat ini siapa yang berbuat harus bertanggung jawab, dan Zipora menyunat anaknya, ia mendapatkan kembali Musa, seperti bahagia pernikahan baru, oleh karena itu, ia menyebut Musa adalah Pengantin darah (ḥǎtan dâmîm, maksudnya pengantin yang membawa darah).

Renungkan:
(1) Hamba Allah dipanggil, tidak hanya untuk menghilangkan keraguan dalam hati pikirannya sendiri, tetapi juga untuk menghilangkan keraguan orang lain.
(2) Sunat sama dengan baptisan, keduanya menunjukkan perjanjian dengan Allah. Sunat pada awalnya digunakan sebagai tanda secara jasmani pada tubuh manusia, dan Perjanjian Lama bahkan memperluasnya ke hati yang disunat (Ulangan 30:6), mengajar orang untuk menaati Allah dari hati dan itu esensi hukum Taurat.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.