Tag Archives: Panggilan Bertobat

Yeremia 8:1-17

「Dosa dan Hukuman」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 8:1-17 [ITB])
1 Pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, tulang-tulang raja-raja Yehuda, tulang-tulang pemuka-pemukanya, tulang-tulang imam-imam, tulang-tulang nabi-nabi dan tulang-tulang segenap penduduk Yerusalem akan dikeluarkan dari dalam kubur mereka 2 dan diserakkan di depan matahari, di depan bulan dan di depan segenap tentara langit yang dahulunya dicintai, diabdi, diikuti, ditanyakan dan disembah oleh mereka. Semuanya itu tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang. 3 Tetapi semua orang yang masih tinggal dari kaum yang jahat ini akan lebih suka mati dari pada hidup di segala tempat ke mana Aku menceraiberaikan mereka, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
4 Engkau harus mengatakan kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali? 5 Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali. 6 Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: 『Apakah yang telah kulakukan ini!』 Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran. 7 Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN. 8 Bagaimanakah kamu berani berkata: 『Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN』? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong. 9 Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka? 10 Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu. 11 Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: 『Damai sejahtera! Damai sejahtera!』, tetapi tidak ada damai sejahtera. 12 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman TUHAN. 13 Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka.
14 Mengapakah kita duduk-duduk saja? Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu dan binasa di sana! Sebab TUHAN, Allah kita, membinasakan kita, memberi kita minum racun, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN. 15 Kita mengharapkan damai, tetapi tidak datang sesuatu yang baik, mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi yang ada hanya kengerian!
16 Dengus kuda musuh terdengar dari Dan; karena bunyi ringkik kuda jantan mereka gemetarlah seluruh negeri. Mereka datang dan memakan habis negeri dengan isinya, kota dengan penduduknya. 17 Lihatlah, Aku melepaskan ke antaramu ular-ular beludak, yang tidak dapat dimanterai, yang akan memagut kamu, demikianlah firman TUHAN.

Bagian dari perikop hari ini, ayat 1-3 menggambarkan orang Israel meninggalkan Tuhan, menyembah berhala, hasilnya adalah bahwa orang mati dipermalukan, dan yang beruntung bertahan hidup menjadi tawanan dalam perbudakan, hidup dalam putus asa, hidup tidak lebih baik dari mati. Perikop ini menggambarkan tulang belulang pemimpin politik dan agama Yehuda akan digali keluar dari kuburan mereka oleh musuh, diserakkan di mana-mana, tidak dikumpulkan, tidak dikuburkan dan diperlakukan sebagai tumpukan pupuk. Ayat 3 「semua orang yang masih tinggal」 adalah orang-orang yang diangkut ke dalam pembuangan, tidak lebih beruntung daripada mati, karena mereka diperbudak dan hidup sengsara sebagai budak. Ini adalah hasil dari penghakiman dan pengusiran dari Tuhan — tapi nasib penderitaan ini adalah karena didatangkan oleh diri mereka sendiri.

Mulai dari Yer. 8:4 sampai pasal 10, selain Yer. 9:12-16 dan Yer. 9:23-26 yang merupakan bentuk prosa, sisa perikop ditulis dalam gaya puisi.

Ayat 4-17 dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang Israel tidak ingin bertobat dan kembali kepada Tuhan, hati mereka keras, menolak kata-kata Tuhan. Tidak hanya itu, mereka juga menyalahkan Tuhan atas penderitaan mereka, mengatakan bahwa Tuhan telah meninggalkan mereka. Nabi-nabi palsu mendustai mereka dengan mengatakan sudah damai, membiarkan pendengar merasa enak, padahal kenyataannya bencana ada di depan.

Manusia harus tahu mengenal salah, mengakui dan bertobat adalah benar-benar hal yang sulit, karena perlu mengakui kesalahan diri sendiri, bersedia untuk kembali memerlukan keberanian dan tekad yang besar, terutama pada orang-orang sekitarnya merasa baik, merasa bahwa tidak ada masalah dalam lingkungan.

Ayat 5-65 Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali. 6 Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: 『Apakah yang telah kulakukan ini!』 Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran.」 Tuhan ingin umat-Nya kembali dan bertobat, tetapi mereka「mereka menolak untuk kembali … Mereka semua berpaling, lari kepada jalan mereka sendiri, seperti kuda menerjang ke pertempuran. 」Akibat dari tidak mau menoleh ke belakang untuk kembali adalah mati seperti kuda di medan perang. Tuhan khusus 「memperhatikan untuk mendengar」 suara umat-Nya, tapi sayang sekali bahwa yang Ia dengar adalah 「… tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya.」 Orang-orang Israel masih tetap berkeras memakai ritual agama untuk menghadapi Tuhan, tanpa pertobatan yang tulus.

Tuhan mengasihi kita, sehingga Ia akan memperhatikan untuk mendengarkan suara doa pengakuan dosa kita, dan berkenan atas pertobatan kita, seperti yang Yesus katakan di dalam Luk. 15:11-32, ayah dalam perumpamaan anak yang hilang, memeluk putra bungsu yang bertobat dengan cinta tanpa syarat.

Sebagian besar berita dalam Kitab Yeremia adalah untuk mempersiapkan diri kita menghadapi hari penghakiman, sejarah Israel membuat kita melihat konsekuensi dari menolak Tuhan adalah sangat berat. Orang Israel mengira bahwa Bait Suci bisa menjadi jaminan mereka, iman yang kosong dengan dusta dan ritual dapat melindungi mereka, karena itu kehidupan mereka benar-benar terpisah dari iman, kehidupan tidak berpadan dengan kasih karunia, tingkah laku perbuatan tidak mencerminkan kemuliaan Tuhan.

Akhirnya, Yeremia di dalam waktu sekitar 40 tahun, dengan setia berkhotbah, lebih banyak meneteskan air mata bagi rakyat. 40 tahun kemudian, kata-kata Yeremia yang akhirnya menjadi kenyataan, orang Yehuda karena menolak kata-kata Tuhan membawakan rasa sakit kehancuran negara, dan kehilangan kampung halaman mereka, mereka pikir Bait Suci yang aman seperti gunung besar, kota kudus Yerusalem kuat tidak terpecahkan, akhirnya benar-benar dihancurkan.

Hancurnya keyakinan palsu orang Israel, membawakan rasa sakit yang hebat kepada mereka, tapi ini juga merupakan awal dari berkat Tuhan! Nabi Yeremia harus menggunakan sebagian besar waktu 40 tahun untuk menghancurkan hal-hal palsu ini, karena jika ada hal-hal yang palsu, mereka benar-benar tidak dapat dibentuk. Setelah Tuhan membersihkan semua kepalsuan yang tua ini, barulah akan mulai membangun dan menanamkan iman yang murni. Ini juga merupakan misi dari panggilan Yeremia 「Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam」 (Yer. 1:10)

Renungkan:

1. Tidak mudah untuk jujur menghadapi kelemahan dan kesalahan diri sendiri. Apakah Anda sekarang bersedia memakai sedikit waktu untuk meminta Roh Kudus membantu Anda menghadapi dosa atau kesalahan yang mungkin telah Anda lakukan, atau bahkan kejahatan tersembunyi yang belum muncul? Hanya ada satu cara untuk mengatasi dosa: mengaku dan bertobat. Jika Anda memiliki masalah ini, mengundang Anda sesuai dengan janji Alkitab untuk mengaku bersalah kepada Tuhan. Jika ada kesempatan, kita harus belajar untuk mengakui kesalahan kita kepada mereka yang kepadanya kita bersalah. 1 Yoh. 1:8-9 「Jika kita mengatakan kita tidak memiliki dosa, kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada dalam diri kita. Jika kita mengaku dosa kita, Allah setia dan benar, dan akan mengampuni dosa-dosa kita dan menyucikan kita dari semua kejahatan.」

2. Ketika Anda merasa bahwa Anda merasa aman, tidak ada kesalahan dan kudus, mungkin ini adalah waktu yang paling berbahaya, ini juga merupakan masalah anak sulung dalam perumpamaan anak yang hilang (Luk. 15:11-32), ia melakukan dosa mengira dirinya benar. Apakah Anda memiliki masalah yang sama?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Lukas 5:27-39

「Apakah yang Kita Pakai adalah Kantung Kulit yang Baru?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 5:27-39 [ITB])
27Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: 「Ikutlah Aku!」
28Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. 29Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
30Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: 「Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?」
31Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: 「Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; 32Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.」
33Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: 「Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.」
34Jawab Yesus kepada mereka: 「Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? 35Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.」
36Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: 「Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. 37Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. 38Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. 39Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.」

Di bagian permulaan Injil Lukas pasal 5, Lukas telah mencatat proses Yesus memanggil para murid. Perikop hari ini merupakan perpanjangan lanjutan catatan pemanggilan para murid, tetapi kelompok orang yang mengikut Yesus atau yang bersedia bercakap-cakap dengan Yesus, yang semuanya adalah pemungut cukai atau orang berdosa, orang-orang dari kelompok komunitas tidak disambut (lihat Luk. 5:29). 「Komunitas masyarakat」 yang demikian ini muncul di perjamuan makan bersama Yesus, sesuai tradisi saat itu, hal ini menyatakan bahwa Yesus bersedia berhubungan dengan mereka, dan komunitas masyarakat ini bersedia belajar pengajaran dan kata-kata nasehat Yesus.

Tetapi tepat seperti yang dikatakan perikop kemarin, penyembuhan dan perbuatan ajaib Yesus tidak semata-mata hanya ingin menyatakan kuasa Yesus, tetapi Ia menantang penafsiran pemahaman orang pada zaman itu terhadap hukum Taurat, agar orang melepaskan pemahaman iman diri sendiri yang menyimpang, dan terlebih lagi bersedia menerima komunitas iman ini yang sesungguhnya dapat membawakan daya tular kehidupan! Oleh karena itu, saat Yesus mendapatkan celaan orang Farisi, Ia melanjutkan memberikan penafsiran pemahaman siapakah yang merupakan umat Allah yang sesungguhnya, yakni mereka 「orang-orang yang sakit」, 「orang-orang yang bersedia bertobat」, bukanlah mereka yang mengakui diri sendiri 「orang yang tidak sakit」 atau 「orang yang berpikir dan mengakui diri sendiri orang benar」. Maka sesungguhnya pekerjaan Yesus adalah mencari orang-orang yang bersedia bertobat. Kemudian yang terlebih dipandang penting oleh Yesus adalah orang Yahudi zaman itu, karena penafsiran dan pemahaman mereka yang melenceng terhadap hukum Taurat, sehingga orang hanya memiliki kemungkinan ditetapkan sebagai berdosa (maka orang seperti pemungut cukai hanya memiliki satu-satunya kemungkinan yaitu sebagai orang berdosa). Ini membuat orang kehilangan kesempatan untuk dengan tulus bertobat dan kembali kepada Allah. Oleh karena itu, dalam perikop selanjutnya di Injil Lukas, 「bertobat」 merupakan sebuah indikator pertanda yang paling penting bagi kelompok komunitas Yesus.

Dalam pemandangan selanjutnya, orang Farisi tidak lagi bersungut-sungut terhadap para murid, untuk mengatakan bahwa Yesus makan bersama dan berhubungan dengan orang berdosa, tetapi langsung membuat pengumuman terhadap Yesus, bahwa integritas moral keagamaan orang Farisi lebih unggul menang dibandingkan Yesus.
Orang Farisi terlebih dahulu memakai tindakan keagamaan ─ berpuasa ─ dari Yohanes Pembaptis, seseorang yang dengannya mereka tidak berdamai, untuk menyatakan kesalahan Yesus, karena Yesus sering makan bersama orang; orang Farisi juga menyebutkan puasa diri mereka sendiri merupakan salah satu dari penampilan kesalehan mereka mencintai Allah, ini makin lebih lanjut menyatakan integritas moral keagamaan orang Farisi lebih superior dibandingkan Yesus.

Tetapi Yesus sekali lagi mengkoreksi permasalahan mereka, yakni pembenaran diri dalam keagamaan, terlebih dahulu, baptisan Yohanes Pembaptis merupakan 「baptisan pertobatan」, tetapi puasa mereka merupakan keinginan untuk ditunjukkan di depan manusia. Dan juga, orang Farisi tidak memahami Yesus adalah Mesias, jikalaupun mereka melihat begitu banyak orang memiliki kebutuhan, memiliki penyakit, ada yang dirasuki setan, lalu mendapatkan kehidupan yang dibalikkan dari Yesus, mereka masih tetap tidak percaya, masih hendak melemparkan tanggungan dan nama dosa di atas diri orang lain. Oleh karena itu, saat Yesus menghadapi tantangan yang berulang kali dari semua pemimpin keagamaan ini, Ia memakai perumpamaan untuk membuat kesimpulan tentang sifat khusus dari misi-Nya.

Yesus mengetahui cara keselamatan dari diri-Nya (anggur baru) hendak diterima oleh sebuah kelompok komunitas yang baru, yakni kelompok yang dengan pertobatan sebagai hal yang nyata, dengan tulus kembali kepada Allah (kantong kulit yang baru), tetapi mereka para pemimpin keagamaan yang terbiasa minum anggur lama, selalu akan mengatakan integritas moral keagamaan mereka merupakan yang paling baik.

Renungkan: saat kita melihat pekerjaan Allah yang baru dan perbuatan yang terjadi di sekitar kita, kita mungkin akan memiliki pertanyaan keraguan. Ini mungkin merupakan sesuatu yang seharusnya, tetapi saat kita sungguh-sungguh benar melihat begitu banyak orang mendapatkan kehidupan yang dibalikkan, dan berkomitmen dalam pekerjaan Injil Kristus saat, mungkin sebaiknya kita jangan terlalu cepat mengatakan: anggur lama selalu yang terbaik. Malah sebaliknya hendaknya merenungkan bagaimana memakai kantong kulit yang baru untuk memuat anggur baru.

Tambahan Penerjemah:
Injil tidak pernah kadaluwarsa, Injil selalu sebagai anggur baru dapat dipakai dalam penerapan yang baru untuk menghadapi berbagai situasi baru pada setiap zaman. Tentunya Injil yang diberitakan dan diterapkan tidak boleh dirubah esensinya. Kiranya kita boleh makin diperlengkapi dan memperlengkapi diri dalam pemahaman Firman Allah. Serta diberikan hikmat menerapkan Injil dalam situasi di zaman yang baru ini.

Hosea 14:1-9

9 Mar 2018 – Hari Jumat Minggu ketiga, Pra Paskah

Bawalah sertamu Kata-Kata Penyesalan dan Bertobatlah kepada Tuhan

(Hosea 14:1-9)
1 Samaria harus mendapat hukuman, sebab Ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang, bayi-bayinya akan diremukkan, dan perempuan-perempuannya yang mengandung akan dibelah perutnya.
2 Bertobatlah, hai Israel kepada Tuhan, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. 4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.”
5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
8 Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
9 Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

Renungan
Hidup adalah perjalanan iman bagi umat Allah. Penulis dan Penyelesai perjalanan ini adalah Kristus sendiri. Kita mengawali di dalam Kristus dan harus mengakhiri di dalam Kristus. Tetapi ini bukanlah perjalanan yang mudah. Ada rute penuh tantangan yang penuh dengan cobaan dan ujian. Beberapa dari umat Allah yang telah mengawali di dalam Dia tidak dapat mengakhiri di dalam Dia. Mereka sering tersandung dan teralihkan, kalah kepada tekanan.

Perhatian untuk umat Allah.
Bangsa Israel secara kolektif tersandung karena kejahatan mereka (ayat 1). Mereka terseret menjauh dari iman mereka dan membentuk perkumpulan politik dengan penyembah berhala Asyur. Mereka percaya pada kuda-kuda, mungkin karena kuda-kuda Mesir menguatkan pasukan mereka (Mazmur 20:7). Mereka menolak Sang Pencipta dan mempercayai berhala buatan manusia. Mereka menyembah berhala kesuburan Kanaan. Janji dan Taurat Allah dilupakan secara total. Kemunafikan membuat mereka tersesat. Kegagalan mereka kelihatannya begitu serius, mereka semakin jauh untuk kembali kepada Tuhan. Umat Perjanjian Allah kelihatan seperti anak yatim yang mencari pengampunan (ayat 3). Kelemahan dan keadaan mereka yang rentan adalah peringatan bagi kita semua.

Panggilan untuk Kembali.
“Kembalilah hai Israel, pada Tuhan Allahmu”, adalah panggilan yang berulang kali dari Allah untuk meresponi Firman-Nya. Ini menghibur untuk diperhatikan karena Allah belum selesai dengan mereka. Dia masih ada di sana tangan-Nya yang terjulur. Tangan-Nya tidaklah ditarik. Dia mengambil inisiatif untuk pemulihan. Allah ingin umat-Nya kembali kepada-Nya. Tidak ada pilihan lain selain kembali kepada Allah, sang Pencipta. Itu adalah respon yang sesuai.

Allah kita adalah murah hati lapang dada. Panggilan-Nya berdasarkan kasih dan pengampunan-Nya. “Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela,” Tidak ada keadaan yang tidak terjangkau Kasih dan Pengampunan Allah. Rahmat dan Pengampunan Allah tersedia bahkan untuk pendosa terburuk sekalipun.

Konsekuensi Ketaatan.
Kembali kepada Allah memberikan ruangan untuk pemulihan. Allah kita adalah Tuan Pemulihan. Tujuan yang Ia kehendaki tidak berubah dalam proses Pemulihan dari Dia. Ini adalah keindahan dari pemulihan dari Allah. Mereka akan kembali menyembah Allah yang benar. “Kami akan memberikan korban bakaran dari bibir kami” Mereka berdiri sebagai bangsa yang telah dipulihkan. Allah memberikan kekuatan kepada mereka setiap hari (ayat 5-6) Allah adalah “embun” yang merupakan rahasia dari kekuatan mereka. Dibawah bayang-bayang-Nya, umat Allah akan “berakar”, “bertunas”, “berbunga”, sekali lagi dan tumbuh kuat seperti pohon aras dari Lebanon. Perhatikan ayat “Aku bagaikan pohon sonobar yang menghijau” dan “dari-Ku engkau akan berbuah” Sungguh Berkat dan Mulianya Pengharapan di dalam Allah. Mereka menjadi manusia yang berbuah seperti “pohon zaitun … gandum … anggur”. Kembali pada hubungan yang intim dengan Allah, umat-Nya menjadi subur, produktif, berbuah, indah, kuat dan stabil. Itulah kuasa pemulihan Allah.

Doa
Allah yang rahmani, kami berterima kasih bahwa Engkau tidak meninggalkan kami di saat kami gagal.
Berikan kami kepekaan untuk mengetahui kegagalan kami.
Berikan kami keyakinan untuk segera kembali kepada-Mu.
Pulihkan kami kembali kepada tujuan-Mu dan kiranya kami dapat berjalan bersama-Mu di dalam kebenaran.
Amen.

Tindakan
Marilah kita memeriksa perjalanan kita bersama dengan Tuhan di dalam terang Firman-Nya.
Marilah kita berdoa bersama pemazmur “Selidiki aku ya Allah, dan kenalilah hatiku; ujilah aku dan ketahuilah pikiranku,”
Marilah kita meresponi Firman Allah dengan hati yang hancur.
Kembalilah kepada Allah dan layanilah Dia.

Rev Ranganathan Prabhu
Pastor
The Methodist Church in Singapore

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)