Tag Archives: Bileam

Bilangan 31:1-2, 7-8

Pembalasan dan kemenangan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 31:1-2, 7-8 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu.
7 Kemudian berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, lalu membunuh semua laki-laki mereka. 8 Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.

Membaca catatan tentang Bileam di pasal 22-24 dan insiden Baal-Peor di pasal 25, pembaca tidak bisa tidak bertanya: Apakah Bileam baik-baik saja, dia begitu saja kembali ke kampung halamannya? Apakah orang Moab berlalu begitu saja tanpa ada apa-apa? Bilangan 31 hendak menjawab dua pertanyaan ini. Ini adalah masalah penting sebelum kematian Musa, yang juga merupakan perang utama yang terakhir. Di sini kita memperhatikan beberapa poin:

• Perintah kepada orang Israel untuk melakukan pembalasan: di Timur Dekat kuno perang kebanyakan dilancarkan oleh raja-raja, tetapi kali ini dimulai oleh TUHAN (Yahweh), sehingga banyak orang melihat perang ini sebagai perang suci. TUHAN tidak akan membiarkan kejahatan berada dan menyebar, Ia akan menghadapinya, dan itu akan menjadi lebih cepat dan lebih hebat dari yang manusia pikirkan. Dia berpesan kepada Musa untuk lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian (ayat 2), dan terlebih itu adalah menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian sesuai makna teks bahasa aslinya (ayat 3).

• Panji-panji kemenangan Israel: setiap suku Israel harus mengirim seribu tentara untuk bersama-sama melakukan pembalasan kepada orang Midian, mengungkapkan kesatuan melawan musuh, ini adalah pertempuran seluruh umat Allah. Mengutus imam Pinehas pergi menyertai, di tangannya membawa serta perkakas tempat kudus dan nafiri-nafiri pemberi tanda semboyan, menunjukkan bahwa perang ini bukan hanya perang seluruh umat itu, ada dua belas suku dan suku Lewi, dan TUHAN (Yahweh) sendiri juga turun tangan. Benar saja, Israel mendapatkan kemenangan total, membunuh semua orang laki-laki Midian dan lima raja Midian, serta Bileam bin Beor. Mereka juga menawan perempuan Midian dan sejumlah besar ternak, domba, dan kekayaannya.

• Pemusnahan perempuan Midian yang pernah bersetubuh dengan laki-laki: tanpa diduga, ketika tentara Israel kembali dengan kemenangan, Musa sangat marah karena banyak dari wanita Midian yang pernah menikah ini tidak sedikit yang pernah menggoda orang Israel untuk melakukan kejahatan, sehingga TUHAN (Yahweh) menurunkan tulah dan menyebabkan dua puluh empat ribu orang Israel tewas (Bil. 25). Bagaimana kejahatan itu bisa dibiarkan sekarang? Hanya perawan yang bisa tinggal karena mereka tidak memiliki pengalaman seksual dan tentu saja tidak ikut serta dalam kejahatan Baal-Peor.

Renungkan:
Banyak orang mengira bahwa permintaan Allah kepada Israel untuk memusnahkan orang Moab / Midian terlalu kejam dan terasa sangat salah. Tetapi dari perspektif lain, ini bukan hanya tertuju terhadap orang asing non Yahudi, tetapi merupakan sikap konsisten TUHAN (Yahweh) terhadap dosa. Hukuman yang berat itu karena dosa adalah begitu mengerikan, seperti halnya TUHAN menurunkan api dari langit membakar Sodoma; umat Israel berulang kali memberontak dan dihukum di padang gurun (termasuk tulah, ular api, insiden anak lembu emas, dll.); bahkan generasi pertama keluaran dari Mesir hanya Kaleb dan Yosua yang dapat memasuki tanah perjanjian, yang lainnya termasuk Musa, Harun dan Miryam semuanya jatuh di padang gurun karena ketidakpercayaan, tidak beriman dan pemberontakan. Kelak penghakiman Allah akan dimulai dari rumah Allah, jadi bukankah sepatutnya kita sangat waspada?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 25:6-9

「Dosa zina dan cemburu terhadap dosa」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 25:6-9 [ITB])
6 Kebetulan datanglah salah seorang Israel membawa seorang perempuan Midian kepada sanak saudaranya dengan dilihat Musa dan segenap umat Israel yang sedang bertangis-tangisan di depan pintu Kemah Pertemuan.
7 Ketika hal itu dilihat oleh Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, bangunlah ia dari tengah-tengah umat itu dan mengambil sebuah tombak di tangannya, 8 mengejar orang Israel itu sampai ke ruang tengah, dan menikam mereka berdua, yakni orang Israel dan perempuan itu, pada perutnya. Maka berhentilah tulah itu menimpa orang Israel.9 Orang yang mati karena tulah itu ada dua puluh empat ribu orang banyaknya.

Insiden Baal-Peor mencapai klimaksnya karena kemunculan dua orang, tetapi juga tiba-tiba berhenti. Kedua orang ini adalah Zimri dari suku Simeon dan dan Pinehas dari suku Lewi. Mereka juga meletakkan nada fondasi bagi masa depan kedua suku ini.

• Umat itu berzina. Karena strategi licik Bileam, orang Israel digoda oleh wanita Moab dan berzina dengan mereka. Bil. 25:1 mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab, memakai kata zōnâ, tepat seperti yang dipakai dalam larangan Allah di Keluaran 34:15 Janganlah engkau sampai mengadakan perjanjian dengan penduduk negeri itu; apabila mereka berzinah (zōnâ) dengan mengikuti allah mereka dan mempersembahkan korban kepada allah mereka, maka mereka akan mengundang engkau dan engkau akan ikut makan korban sembelihan mereka Jelas bahwa orang Israel melakukan perzinaan dengan wanita Moab, bersama mereka menyembelih hewan kurban, menikmati kurban bersama-sama, bahkan sujud menyembah allah mereka, walau mungkin tidak mengadakan akad perjanjian secara resmi, tetapi secara kenyataan akadnya sudah dibuat.

• Pemimpin menanggung kesalahan. TUHAN (Yahweh) memerintahkan Musa untuk menghukum para pemimpin umat itu karena tidak menggunakan kekuasaan mereka untuk menghentikan kejahatan ini. Terlebih menuntut agar hakim Israel menghukum mati semua orang yang berpasangan dengan Baal-Peor. Berpasangan (menyatukan diri) (nāṣad, ayat 3, 5) juga dapat diterjemahkan sebagai memberikan diri menjadi milik, arti asli dari kata kerja tersebut memiliki arti memikul kuk beban, membatasi (yoke, ESV), yang dapat menunjuk kepada arti menjadikan diri sebagai milik seseorang untuk menaatinya, setia kepada (aligned, HCSB).

• Masih ada orang yang melakukan provokasi. Bahkan ada seorang Israel di depan mata Musa dan segenap umat Israel, secara terbuka membawa seorang wanita Midian kepada kepada sanak saudaranya (ayat 6). Dia tidak menghiraukan bahwa murka Allah telah bangkit, tidak menghiraukan Musa dan orang-orang sedang menangis atas kejahatan ini, dan bahkan tidak peduli pada saat itu 24.000 orang telah meninggal karena tulah. Ayat suci Alkitab tiga kali menyebutnya seorang Israel, yang juga dapat diterjemahkan sebagai seorang pria Israel (ayat 6, 8, 14), inilah satu perusak yang mencelakai seluruh komunitas umat.

• Imam berperang melawan dosa. Pada saat ini, Pinehas yang pemberani mengambil tombak dan mengikuti kedua orang, kedua orang itu masuk ke dalam tenda, ia menusuk mereka bersama-sama, barulah tulah itu berhenti. Kitab suci berbicara tentang Pinehas (lihat ayat 11 Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku (qānā’) di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku (qin’ah)) , empat kali berturut-turut mengatakan bahwa ia giat membela kehormatan (qānā’) (mandarin sebagai cemburu atas kejahatan, KJV sebagai zealous), atau lebih baik diterjemahkan sebagai membenci perselingkuhan ketidaksetiaan, sama seperti TUHAN (Yahweh) membenci perselingkuhan ketidaksetiaan (cemburu). Demi Allahnya, Pinehas membenci perselingkuhan ketidaksetiaan (cemburu), ia telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel (ayat 13).

(Tambahan penerjemah: bandingkan dengan ITB. Makna yang disampaikan tambah jelas dan kaya.
he was zealous among them with My zeal HCSB,
ia cemburu dengan kecemburuan-Ku di tengah-tengah mereka IMB,
he was jealous with My jealousy among them ESV;
he was zealous for my sake among them, … in my jealousy KJV)

Renungkan:
Mendiang Presiden AS JF Kennedy berkata: Menilai karakter suatu negara, tidak hanya melihat seperti apa rakyat yang dihasilkan dari pembinaan, tetapi juga harus melihat orang seperti apa yang dipilih rakyatnya untuk diberi penghormatan, dan orang seperti apa yang yang mereka kenang.
Pinehas sama seperti TUHAN (Yahweh) membenci ketidaksetiaan (cemburu), TUHAN membuat perjanjian dengan dirinya, bahwa keturunannya akan selalu melayani sebagai imam. Sebaliknya, suku Simeon yang diwakili oleh Zimri di kemudian hari menghilang dari panggung sejarah, sangat membuat orang menghela napas.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 23:20-24

「Sanjak dan Berkat」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 23:20-24 [ITB])
7 Lalu Bileam mengucapkan sanjaknya, katanya: Dari Aram aku disuruh datang oleh Balak, raja Moab, dari gunung-gunung sebelah timur: Datanglah, katanya, kutuklah bagiku Yakub, dan datanglah, kutuklah Israel. 8 Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah? Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk TUHAN? 9 Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir. 10 Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang membilang bondongan-bondongan Israel? Sekiranya aku mati seperti matinya orang-orang jujur dan sekiranya ajalku seperti ajal mereka!
18 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: Bangunlah, hai Balak, dan dengarlah; pasanglah telingamu mendengarkan aku, ya anak Zipor. 19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?
20 Ketahuilah, aku mendapat perintah untuk memberkati, dan apabila Dia memberkati, maka aku tidak dapat membalikkannya. 21 Tidak ada ditengok kepincangan di antara keturunan Yakub, dan tidak ada dilihat kesukaran di antara orang Israel. TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka. 22 Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan, 23 sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel. Pada waktunya akan dikatakan kepada Yakub, begitu juga kepada Israel, keajaiban yang diperbuat Allah: 24 Lihat, suatu bangsa, yang bangkit seperti singa betina, dan yang berdiri tegak seperti singa jantan, yang tidak membaringkan dirinya, sebelum ia memakan mangsanya dan meminum darah dari yang mati

Bileam bin Beor, atas undangan raja Balak dari Moab, datang untuk mengutuk Israel baginya. Namun Bileam bukan saja tidak mengutuk, tetapi malah memberkati Israel. Berkat Bileam tercatat dalam bentuk sanjak, total ada empat sanjak, di antaranya tiga sanjak berbicara tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan Israel, dan sanjak keempat adalah nubuat tentang Mesias. Mari kita melihat dahulu sanjak pertama dan kedua.

• Sanjak pertama (23:7-10): ini berbicara tentang janji dan pemenuhan yang Allah buat kepada orang Israel di masa lalu. Mereka adalah orang-orang yang hidup menyendiri dan tidak dihitung di antara bangsa-bangsa. Jumlah mereka sebanyak debu di tanah, dan tidak ada yang bisa menghitungnya (ayat 10). Ini menggemakan berkat yang Allah berikan kepada Abraham, keturunannya akan sebanyak bintang di langit dan sebanyak debu di tanah. Janji ini kemudian diperbarui oleh Allah dan diberikan kepada Ishak dan Yakub (Kej. 15:5; 22:17; 26:4; 28:14).

• sanjak kedua (23:18-24): Berbicara tentang tindakan Allah di antara orang Israel di masa sekarang, tidak ada yang bisa menghalangi. Ayat 21 mengatakan TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka, ini mengembangkan tema Kel. 15:18 TUHAN memerintah kekal selama-lamanya, TUHAN (Yahweh) adalah Raja, Dia menyertai bersama umat-Nya, ini merupakan dasar dari semua berkat bagi mereka. TUHAN (Yahweh) memimpin umat Israel keluar dari Mesir, kuasa-Nya seperti tanduk kekuatan lembu hutan (ayat 22), di bawah perlindungan berkat TUHAN tidak ada mantra atau tenungan yang dapat mencelakakan Israel (ayat 23). Tidak hanya musuh yang terlihat (seperti orang Amalek, Keluaran 17), bahkan kekuatan dunia roh tidak dapat mencelakakan Israel (seperti Bileam sendiri). Sebaliknya, orang Israel akan seperti singa, raja binatang, menang dengan keberanian (ayat 24). Pemakaian kata yang istimewa di ayat 24, termasuk singa betina (lābî’), singa jantan (’ărî), mangsa (ṭerep), berbohong (yiškab), dan bahkan darah (dām), semua mengutip berkat yang diberikan kepada Yehuda oleh Yakub sebelum kematiannya (Kejadian 49:8-12; ayat 11 kata anggur teks bahasa aslinya adalah dām darah), menyiratkan bahwa nubuat di Kejadian 49 tersebut secara tahap awal sudah mulai digenapi.

Renungkan:
Apakah Setan menyerang Anda atau keluarga Anda? Harap diingat bahwa Allah berfirman: Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga iapun memberkati kamu. Demikianlah Aku melepaskan kamu dari tangannya (Yosua 24:10). Allah akan menyertai bersama Anda setiap hari, menjaga memelihara, mengubah kutukan menjadi berkat.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 23:1-3

「Bileam dan Balak」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

Bacalah Bilangan 23 (klik untuk membuka)

(Bil. 23:1-3 [ITB])
1 Lalu berkatalah Bileam kepada Balak: Dirikanlah bagiku di sini tujuh mezbah dan siapkanlah bagiku di sini tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan.2 Balak melakukan seperti yang dikatakan Bileam, maka Balak dan Bileam mempersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah itu. 3 Sesudah itu berkatalah Bileam kepada Balak: Berdirilah di samping korban bakaranmu, tetapi aku ini hendak pergi; mungkin TUHAN akan datang menemui aku, dan perkataan apapun yang dinyatakan-Nya kepadaku, akan kuberitahukan kepadamu. Lalu pergilah ia ke atas sebuah bukit yang gundul.

tahun 1960-an, di Tell Deir ‘Alla di utara Amman, ditemukan sebuah dinding batu yang dibangun pada abad 8 SM, terdapat tulisan Kanaan kuno 「Bileam bin Beor」

Banyak orang bertanya, Apakah Bileam sungguh seorang nabi? Bukankah apa yang Bileam katakan itu benar, dan Allah menggunakan dia untuk menubuatkan kelahiran Yesus Kristus. Tetapi mengapa penulis Perjanjian Baru sangat tidak menyukainya? Biarlah Alkitab sendiri yang menjawab.

• Moab merasa terancam: umat Israel datang ke dataran Moab di sebelah timur Sungai Yordan, yakni sekarang adalah Yordania, ini adalah perhentian terakhir dari empat puluh tahun perjalanan mereka di padang gurun. Raja Balak dari Moab merasa ketakutan ketika melihat apa yang telah dilakukan Israel terhadap orang Amori. Karena bangsa Israel tidak hanya mengalahkan Sihon raja Amori dan Og raja Basan, tetapi mereka juga banyak. Dia menggambarkan orang Israel sebagai menutupi permukaan bumi (Bil. 22:5, 11, klik untuk membaca) dalam bahasa aslinya adalah menutupi mata bumi (‘ên hā’āreṣ). Ungkapan khusus ini di dalam Alkitab hanya muncul dalam kitab Keluaran, TUHAN (Yahweh) mendatangkan bencana di Mesir, dan belalang menutupi permukaan bumi (Keluaran 10:5, 15).

• Balak berusaha keras mengundang Bileam: mengapa Balak hendak mengambil Bileam dari Sungai Efrat, membayar Bileam dengan uang yang banyak agar datang untuk mengutuk orang Israel bagi dia? Dia berkata, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk. (Bilangan 22:6) Pada tahun 1960-an, tumpukan sampah Tell Deir ‘Alla di utara Amman, Yordania ditemukan sebuah dinding batu yang didirikan pada abad kedelapan SM, dengan dinding semen di luarnya, dengan tulisan Kanaan kuno bertuliskan tinta di atasnya, bertuliskan Bileam bin Beor, yang menunjukkan bahwa dia memang terkenal.

• Bileam membangun altar untuk persembahan korban: Setelah Bileam datang, mengapa raja Moab menyiapkan tujuh altar untuknya, dan kemudian mereka mempersembahkan seekor lembu dan seekor domba di setiap altar? Ini adalah cerminan dari kepercayaan kepada multi dewa-dewa di negara-negara Timur Dekat kuno: banyak altar mengekspresikan penyembahan kepada banyak dewa-dewa, dan di setiap altar dipersembahkan korban kepada dewa yang berbeda. Hanya Israel yang menyembah satu-satunya Allah yang sejati dan benar, di zaman kapan pun hanya ada satu altar, dan hanya mempersembahkan korban kepada Dia saja. Lebih lanjut, Bil. 24:1 mencatat Ketika dilihat Bileam, bahwa baik di mata TUHAN untuk memberkati Israel, ia tidak mencarikan pertanda lagi seperti yang sudah-sudah, tetapi ia menghadapkan mukanya ke arah padang gurun. (terjemahan CUV … ia tidak memakai sihir lagi seperti dua kali sebelumnya …) (Tambahan penerjemah: lihat NIV … he did not resort to sorcery as at other times …, lihat juga Bileam bin Beor, juru tenung itu … Yosua 13:22)

Renungkan:
Meskipun Bileam menyebutkan TUHAN (Yahweh) dalam perkataannya, tetapi tindakannya mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya. Dia meminta dibangun tujuh altar untuk menyembah dewa-dewa yang berbeda, bukan menyembah TUHAN (Yahweh). Persembahan korbannya adalah mempraktikkan sihir (atau mencarikan pertanda), bukan memohon dan bertanya kepada Allah yang sejati dan benar. Dia sudah tahu bahwa TUHAN (Yahweh) hendak memberkati Israel, tetapi dengan sengaja mengutuk umat Allah. Tidak heran penulis Perjanjian Baru mengatakan bahwa Bileam adalah suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat (2 Petrus 2:15), seorang nabi yang berlari demi keuntungan.

Balak’s Sacrifice and Balaam’s Prophecy. Artist: Augustin Hirschvogel 1548 National Gallery of Art

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 22:21-23

「Keledai betina dan Malaikat」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

Bacalah Bilangan 22 (klik untuk membuka)

(Bil. 22:21-23 [ITB])

21 Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab.
22 Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. 23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam ...
tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam …

Kisah Bileam dan keledainya merupakan pengantar tentang ia mengutuk orang Israel. Ada beberapa hal yang berharga diperhatikan:

• TUHAN mengizinkan Bileam tetapi bangkitlah murka Allah mengirim malaikat untuk membunuh Bileam dengan pedang terhunus di jalan. Keledai itu melihat malaikat itu memegang pedang terhunus di tangannya, dan berulang kali menghindari malaikat itu, membuat kaki Bileam terjepit ke tembok batu di sisi jalan, dan akhirnya berbaring di tanah. Bileam marah dan memukuli keledai itu, tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam mengapa ia memukulnya, bahkan ingin membunuhnya? Pada saat ini malaikat membuka mata Bileam sehingga dapat melihat malaikat dengan pisau terhunus di tangannya. Malaikat itu menegur Bileam. Bileam dengan cepat mengakui dosa-dosanya, tetapi dengan izin dari malaikat, dia pergi menemui Balak, Raja Moab, dan hanya saja malaikat itu berpesan kepadanya Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan (Bilangan 22:35)

• Yang menakjubkan dari bagian ini adalah bahwa tidak hanya keledai yang dapat berbicara, tetapi Bileam, yang dikenal sebagai nabi terhebat, tidak dapat melihat malaikat sama sekali, dan dia tidak menyadari perilaku keledai yang tidak biasa. Dia tidak tahu malapetaka sudah dekat sampai malaikat itu membuka matanya. Secara teologi, ini mirip seperti Kitab Kejadian pasal 3, di Taman Eden, ular pernah membuka mulut berbicara (karena iblis), menggoda wanita sehingga jatuh ke dalam dosa. Di sini Allah membuat keledai berbicara, untuk merusak strategi Iblis yang hendak menyerang umat Allah. Tema hikmat juga ditampilkan di sini, seperti yang pernah Allah katakan kepada Musa: Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan(Keluaran 4:11-12). Allah membuka mulut keledai untuk berbicara kepada Bileam, dan Dia juga bisa membuka Bileam untuk menyampaikan pesan-Nya.

• Paragraf ini memanfaatkan sepenuhnya teknik menulis tiga: keledai betina melihat malaikat tiga kali dan menghindari malaikat tiga kali, tetapi Bileam tidak bisa melihatnya tiga kali, dan malah memukul keledainya tiga kali. Narasi berikut juga menggunakan teknik penulisan tiga: raja Balak dari Moab mengarahkan Bileam untuk mengutuk orang Israel tiga kali. Bileam tiga kali meminta untuk membangun tujuh altar dan mengorbankan lembu serta domba, tetapi TUHAN tiga kali mengubah kutukan Bileam menjadi berkat. Setelah ketiga kalinya, Balak dengan marah ingin mengusir Bileam, dan dia menambahkan puisi nubuat berkat. Ini adalah model 3 + 1.

Renungkan:
Antara hal yang sudah ditetapkan dan meminta izin. Bertanya kepada Allah boleh atau tidak atas hal-hal yang telah Allah perintahkan dengan jelas adalah penghinaan yang besar kepada Allah. Bahkan jika Allah mengizinkannya, jika orang masih saja tidak dapat mendeteksi atau mengetahui murka Allah, itu adalah kesedihan yang lebih besar.

Motivasi dan perilaku. TUHAN memeriksa hati orang, tetapi orang sering menipu diri sendiri dan orang lain. Mazmur 139:23-24 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 6:1-8

「Kebaikan TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 6:1-8 [ITB])
1Baiklah dengar firman yang diucapkan TUHAN: Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu! 2Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan TUHAN, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel.

3Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! 4Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu. 5Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beor dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal, supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari TUHAN.

6Dengan apakah aku akan pergi menghadap TUHAN dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun? 7Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?

8Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?

Dalam perikop sebelumnya adalah pemberitahuan awal tentang penghakiman dan keselamatan yang akan dialami Israel, lalu dalam perikop ini beralih kepada gugatan hukum untuk menunjukkan bahwa apa yang dinyatakan sebelumnya di atas adalah keputusan penghakiman yang adil dari Allah. Ayat 6:1 dimulai dengan perintah yang sangat serius, yang tampaknya mencerminkan panggilan TUHAN (Yahweh) kepada nabi Mikha. Kata dengar muncul 3 kali dalam dua ayat, pertama, menghendaki agar nabi Mikha mendengarkan kata-kata TUHAN, dan Dia menghendaki membuat bukit-bukit gunung mendengar, dan ayat 2 adalah kata-kata yang disampaikan nabi Mikha yang meminta gunung-gunung dan bumi mendengarkan pengaduan TUHAN (Yahweh). Di sini terdapat paralelisme subjek dari perintah ini dalam ayat 2, yang mengulangi perintah agar mendengarkan, itu mencerminkan makna perikop, yaitu hendaknya orang memperhatikan kata-kata TUHAN (Yahweh).

Ayat 6:3-5 adalah pengaduan TUHAN (Yahweh) dalam gugatan ini, terutama bagaimana Dia memimpin orang Israel keluar dari Mesir, menebus mereka dari perbudakan, dan bagaimana memimpin dan menjaga mereka di hutan belantara. TUHAN (Yahweh) menyebut Israel Umat-Ku dua kali, menekankan hubungan perjanjian mereka. TUHAN (Yahweh) adalah Allah mereka, mereka adalah umat milik TUHAN. Ayat 3-4 kilas balik mengingat TUHAN (Yahweh) memimpin mereka keluar dari Mesir, dan ayat 5 mengingatkan mereka tentang pengalaman mereka dari Sitim sampai Gilgal, di mana mereka mengalami rintangan dari Balak dan upayanya untuk memperalat Bileam untuk mengutuk mereka, tetapi TUHAN (Yahweh) masih memimpin mereka menyeberangi Sungai Jordan seperti yang dijanjikan oleh Dia.

Ayat 6:6-7 adalah respons Israel. Mereka menganggap perjanjian kasih karunia TUHAN (Yahweh) sebagai suatu tawar-menawar bisnis, ironisnya mereka menyatakan diri mereka tidak bersalah, bahkan menuduh TUHAN (Yahweh) menuntut terlalu tinggi. Apa yang mereka nyatakan, dalam sudut batas tertentu benar, karena korban yang dipersembahkan dan harga yang dikeluarkan oleh manusia dalam ibadah sesungguhnya tidak dapat memenuhi persyaratan keadilan dan kekudusan TUHAN. Tetapi ini tidak dapat menjadi alasan untuk tidak mengikuti perintah, hukum, dan tata cara yang sudah ditetapkan oleh Dia.

Ayat 6:8 secara sederhana mengungkapkan permintaan TUHAN (Yahweh) terhadap orang. Dalam mengungkapkan tuntutan permintaan Allah ini, kebaikan / apa yang baiksecara umumnya dapat merujuk pada apa yang Dia cantumkan dalam hukum perjanjian, jadi mereka tidak perlu mendapatkan wahyu baru, sebab telah dinyatakan dengan jelas dalam ketentuan perjanjian yang diumumkan kepada mereka. Paruh kedua dari ayat ini menunjukkan tiga aspek dari permintaan ini: dua yang pertama adalah tentang tindakan dan sikap seseorang terhadap orang lain, dan yang terakhir adalah tentang sikap seseorang terhadap Tuhan. Berlaku adil adalah membuat keputusan penilaian yang benar dan adil, yang harus dibuat dan dijalankan dan dapat ditindaklanjuti dengan tindakan. Item kedua adalah sikap hati mentalitas, mencintai kesetiaan (ITL: suka akan kemurahan) adalah kesetiaan dalam hubungan, dengan tujuan kebaikan bagi orang lain. Orang yang memiliki sikap hati mentalitas seperti itu bukan saja tidak akan menyebabkan kerusakan, tetapi juga akan mengulurkan tangan membantu ketika orang lain yang membutuhkannya. Terakhir, hidup dengan rendah hati di hadapan Allah (ITL: berjalan serta Allahmu dengan hati yang rendah) secara tata bahasa sejajar dengan dua ungkapan di atas, itu adalah dasar dari kedua ungkapan ini. Kerendahan hati mungkin harus ditafsirkan sebagai menjaga dengan hati-hati, dalam bahasa Ibrani di masa yang agak belakangan kata ini dapat mengekspresikan mengikut dengan ketat, dan memiliki arti yang serupa dalam bahasa Aram. Ini dapat menyatakan bahwa kita perlu satu hati fokus sepenuhnya (tidak mendua hati) dan di atas dasar pengenalan terhadap Tuhan mengikuti jejak Dia.

Renungkan:
Kita adalah penerima kebaikan dari rahmat anugerah Tuhan, telah mengalami penebusan Dia dan dipimpin oleh kasih Dia, maka kita perlu lebih menunjukkan keadilan dalam hidup kita, memancarkan belas kasih kemurahan, dan berperilaku mengikuti petunjuk Tuhan dengan hati-hati.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yudas 11-13

「Tiga Orang yang Tidak Saleh」

Perlu berhari-hati dalam kehidupan iman agar tidak tersesat dan hancur binasa.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 11-13 [ITB])
11Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
12Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.
13Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.

Yudas dalam putaran pertama, telah memakai tiga cuplikan Perjanjian Lama untuk membawakan kesalahan 「orang-orang itu」 (Yudas 1:5-7), sekarang dalam putaran kedua, ia memberikan contoh kegagalan tiga tokoh Perjanjian Lama sebagai peringatan (ayat 11). Saat Yudas mengajukan peristiwa tentang Kain, Bileam dan Korah, orang kudus yang dikasihi akan segera terpikir kejatuhan tiga tokoh tersebut dalam tutur kata perbuatan.

  1. Kain (Kej. 4), ia menunjukkan iri hati, amarah, bahkan membunuh orang. Ia tidak hanya menolak bertobat, terlebih lagi menolak TUHAN, menyebabkan akhir dari dirinya adalah menerima penghukuman.
  2. Nabi Bileam (Bil. 22-24), karena uang dan serakah, mempersembahkan rancangan daya upaya kepada raja Balak musuh Israel menyebabkan orang Israel berdosa dan dihukum TUHAN (Bil. 31:16).
  3. Korah, ia aslinya adalah orang Lewi, melayani Allah di Bait Suci (Bil. 16:8). Namun ia bersama 250 orang yang lain mengugat Musa dan Harun berkata : 「Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?」 (Bil. 16:3). Korah tidak hanya tidak menaati hukum, ia juga menantang kuasa Musa, meragukan tindakan Musa, dan tidak mau menerima hukum yang diperintahkan Musa yang berasal dari TUHAN. Tindakan Korah adalah memprovokasi, menciptakan perselisihan, berakibat menjadi perpecahan dan terang-terangan melawan hukum, akibatnya adalah mendapatkan penghakiman dan kebinasaan. Apa yang ia perbuat adalah 「berkumpul sepakat melawan TUHAN」 (Bil. 27:3).

Dari sini dapat dilihat bahwa Kain, Bileam dan Korah mewakili pembunuh yang penuh iri hati, nabi yang serakah dan pemimpin yang tidak taat. Tingkah laku ketiga orang yang tidak saleh ini, sekarang justru muncul di dalam gereja, Yudas menunjukkan: 「Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu」 (ayat 12). Apa kesamaan dari ketiga orang ini dan 「orang-orang itu」 yang disebut dalam Yudas 1:5-7? Yakni kehidupan dan tutur kata perbuatan mereka akan merusak kemurnian gereja dan persatuan.

Yudas dalam ayat 12-13 telah memakai 5-6 perumpamaan untuk menggambarkan kerusakan akibat dari「orang-orang itu」. CCV dan CNV menerjemahkan sebagai lima macam perumpamaan: 1. Noda (KJV, ITB) / dapat diterjemahkan sebagai karang tersembunyi (CUVT, ESV, NET, HCSB), 2. Awan, 3. Pohon, 4. Gelombang, dan 5. Bintang. Yudas menunjukkan lima gejala alam untuk menggambarkan kehidupan dan pengaruh 「orang tertentu」. Di sini dengan mengambil contoh karang tersembunyi yang berbahaya (ayat 12, ITB 「noda」), Yudas mengingatkan orang kudus bahwa 「orang-orang itu」 adalah 「karang berbahaya yang tersembunyi dalam perjamuan kasihmu」. Mereka walaupun duduk bersama-sama dengan orang percaya, berbagi dan terlihat mirip memiliki iman yang sama, namun adalah berbahaya di dalam gereja, karena mereka seperti karang tersembunyi, tidak tahu kapan waktunya, orang percaya terbentur karang, seluruh kehidupan mungkin jadi hancur! (Kita perlu berhati-hati dalam kehidupan iman jangan tersandung karang sehingga hancur dalam kebinasaan kekal. Kenalilah karang penghancur yang berlawanan dengan Kristus Yesus Juruselamat.)

Apakah ada perumpamaan keenam? Terjemahan RCUV (juga CUVT, NIV, ESV) mengajukan yang keenam: mereka di dalam komunitas kelihatan seperti 「gembala」 (「shepherds」 NIV) (ITB terjemahkan sebagai 「melahap」atau 「feeding」dalam NET). Mereka kelihatannya seperti penggembala, namun tidak seperti Yesus「TUHAN Sang Gembala」 (Maz. 23), mereka bukan gembala yang sesungguhnya, hanya tahu 「mementingkan dirinya sendiri」 (ayat 12). TUHAN juga pernah menegur sekelompok penggembala, mereka 「menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan」 (Yeh. 34:3). Penghakiman dari Allah kepada mereka adalah: 「Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu」 (Yeh. 34:10).

Yudas memakai perumpamaan ini, adalah hendak menunjukkan 「orang-orang itu」 tidak dapat diandalkan seperti awan, pohon yang tidak berbuah, ombak yang tidak mau menerima dikendalikan, dan bintang-bintang yang  tidak memberikan arah yang tetap (asteres planetai  oleh ITB diterjemahkan hanya sebagai bintang-bintang, dalam terjemahan CUVT, KJV, ESV, NET adalah 「wandering stars bintang-bintang pengembara, atau straying stars / bintang yang kehilangan arah」 seharusnya memberikan arah yang benar kepada para pelaut namun bintang-bintang ini tidak menentu arahnya, ia sendiri kehilangan arah, tidak dapat diandalkan sehingga membawakan bencana, lihat ayat 12 bahaya terbentur batu karang tersembunyi.) Tiga tokoh dan enam perumpamaan telah menunjukkan kesalahan dan bahaya mereka, sepatutnya menghindari bencana dari mereka. (Kita perlu berhati-hati dalam kehidupan iman jangan tersandung karang karena mengikuti bintang penyesat sehingga diri kita hancur dalam kebinasaan kekal.)

Renungkan: (1) Kesalahan orang yang terdahulu menjadi pelajaran bagi kita, mohon Tuhan membantu saya agar tidak mengulang jalan kesalahan orang dahulu; (2) Darah mulia Juruselamat telah membersihkan dosa saya, mohon Roh Kudus tidak hentinya melindungi saya senantiasa memiliki tangan yang bersih dan hati yang jernih.