Tag Archives: Kehidupan Sekarang

Mikha 4:9-5:6

「Sekarang dan Kelak」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 4:9-5:6 [ITB])
4:9Maka sekarang, mengapa engkau berteriak dengan keras? Tiadakah raja di tengah-tengahmu? Atau sudah binasakah penasihatmu, sehingga engkau disergap kesakitan seperti perempuan yang melahirkan? 10Menggeliatlah dan mengaduhlah, hai puteri Sion, seperti perempuan yang melahirkan! Sebab sekarang terpaksa engkau keluar dari kota dan tinggal di padang, terpaksa engkau berjalan sampai Babel; di sanalah engkau akan dilepaskan, di sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu.

11Sekarang banyak bangsa berkumpul melawan engkau, dengan berkata: Biarlah dia dicemarkan, biarlah mata kita puas memandangi Sion! 12Tetapi mereka itu tidak mengetahui rancangan TUHAN; mereka tidak mengerti keputusan-Nya, bahwa Ia akan menghimpunkan mereka seperti berkas gandum ke tempat pengirikan. 13Bangkitlah dan iriklah, hai puteri Sion, sebab tandukmu akan Kubuat seperti besi, dan kukumu akan Kubuat seperti tembaga, sehingga engkau menumbuk hancur banyak bangsa; engkau akan mengkhususkan rampasan mereka bagi TUHAN dan kekayaan mereka bagi Tuhan seluruh bumi.

5:1Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel. 2 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 3Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. 4Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, 5dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia. 6Mereka itu akan mencukur negeri Asyur dengan pedang dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus; mereka akan melepaskan kita dari Asyur, apabila ia ini masuk ke negeri kita dan menginjak daerah kita.

Paragraf ini dapat dibagi menjadi tiga paragraf sesuai dengan sekarang yang diulang dalam perikop Kitab Suci ini. Setiap paragraf adalah sebuah paradoks, situasi sulit sekarang yang dikontraskan dengan hasil yang akan dibangkitkan kelak, yang bahkan dapat dikatakan benar-benar tak terduga.

Ayat 4:9 dengan serangkaian pertanyaan membawakan situasi sekarang yang pertama. Di era nabi Mikha, meskipun orang Samaria telah diasingkan dan Yehuda kerajaan selatan masih ada, di satu sisi, orang-orang melihat situasi kerajaan utara, dan Asyur yang berkelanjutan bergerak maju menuju Yehuda, sehingga terdapat rasa yang kuat atas krisis kehancuran nasional, membuat mereka merasa seolah-olah tidak memiliki raja, tidak ada penasihat kerajaan, dan bencana tampaknya dapat datang kepada mereka kapan saja, seperti dicengkeram rasa sakit wanita bersalin. Respons TUHAN (Yahweh) tampaknya tidak menyelesaikan masalah mereka, malahan menghendaki mereka menggeliat dan mengaduh atas rasa sakit melahirkan, dan mereka harus keluar dari kota itu, tinggal di belantara, dan bahkan pergi ke Babel. Tetapi di antara perkataan itu, tiba-tiba TUHAN (Yahweh) mengumumkan bahwa di sana mereka akan diselamatkan dan di sana akan ditebus. Dalam pengumuman ini, dua pengulangan di sana mengacu pada Babel di ayat sebelumnya, yang merupakan tempat pengasingan dan tempat mereka pergi setelah kerajaan mereka hancur. Tetapi dalam rencana TUHAN (Yahweh), tempat penghakiman hukuman justru akan diubah menjadi tempat keselamatan.

Ayat 4:11-13 adalah paradoks dari paragraf kedua. Kata sekarang menggambarkan pengepungan bangsa-bangsa. Tampaknya Yerusalem akan diduduki dan dinodai. Tetapi nabi Mikha menunjukkan bahwa rancangan TUHAN jauh melampaui mereka, Dia akan mengumpulkan mereka, tetapi itu merupakan waktu penghakiman bagi mereka.

Paradoks ketiga yang dimulai dari ayat 5:1 menunjukkan bahwa para pemimpin Israel diserang dan dihina. Tetapi TUHAN (Yahweh) akan mengangkat Raja yang akan datang dari kota kecil Yehuda. Dia juga menunjukkan bahwa Penguasa yang keluar dari Betlehem ini sudah ada dari purbakala dan telah ada sejak awal kekal, dan kekuatan kerajaan-Nya diperluas ke ujung bumi. Kita mungkin akrab dengan penggunaan perikop ini dalam Perjanjian Baru, menunjukkan bahwa Yesus Kristus akan lahir di Betlehem, dan mungkin melupakan tradisi Betlehem dalam Perjanjian Lama. Betlehem dari Efraim pertama-tama adalah tempat di mana Rahel meninggal setelah melahirkan Benyamin. Dalam kitab Hakim-hakim pasal 17-21, Betlehem adalah tempat dua kisah tragis, di mana nama tempat muncul tujuh kali. Kebanyakan orang akan ingat kisah Rut yang terjadi di sana, mengubah penderitaan yang dialami Naomi dan Rut menjadi harapan untuk masa depan yang cerah. Latar belakang ini membuat kita lebih sadar akan paradoks yang diekspresikan di perikop ini, karena Allah yang memegang kuasa, meskipun pada saat itu mengalami penghinaan dan kesulitan, tetapi Allah hendak membawa keselamatan dan rahmat anugerah kepada mereka.

Ayat 5:4, muncul kata sekarang yang keempat, makna yang di sini jelas berbeda dari tiga sebelumnya. Semua sekarang di ayat sebelumnya adalah dalam sejarah, ketika Israel mengalami kesulitan. Tetapi sekarang yang terakhir ini menunjuk pada pemimpin masa depan, Dia akan memerintah ujung bumi. Tampaknya nabi Mikha hendak menunjukkan bahwa inilah kenyataan yang seharusnya kita lihat.

Renungkan:
Apakah kita sering hanya melihat kesulitan di depan mata kita dan lupa bahwa Tuhan masih memegang kuasa?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 2:19-22

「Jangan Bersandar kepada Berhala」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 2:19-22 [ITB])
19Maka orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung batu dan ke dalam liang-liang di tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
20Pada hari itu berhala-berhala perak dan berhala-berhala emas yang dibuat manusia untuk sujud menyembah kepadanya akan dilemparkannya kepada tikus dan kelelawar, 21dan ia akan masuk ke dalam lekuk-lekuk di gunung batu dan ke dalam celah-celah di bukit batu terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
22Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?

Yes. 2:19-22 adalah sebuah cara penulisan bentuk (struktur engsel) yang kecil:

A Saat TUHAN bangkit maka tanah bergetar dahsyat,
maka manusia masuk ke dalam gua-gua batu dan liang-liang tanah,
bersembunyi atas ketakutan kepada TUHAN dan wibawa cahaya kemuliaan-Nya.
(Yes. 2:19)
B Pada hari itu, berhala-berhala perak dan berhala-berhala emas yang dibuat manusia untuk disembah itu akan dibuang oleh manusia kepada tikus dan kelelawar.
(Yes. 2:20)
A’ Saat TUHAN bangkit maka tanah bergetar dahsyat,
maka manusia masuk ke dalam lekuk gunung batu dan celah-celah bukit batu,
bersembunyi atas ketakutan kepada TUHAN dan wibawa cahaya kemuliaan-Nya.
(Yes. 2:21)

Pusat dari perikop ini adalah B yang berada di tengah (Yes. 2:20), menjelaskan bahwa titik berat dari seluruh perikop adalah 「Pada hari itu 」, juga merupakan semacam arah pergerakan menuju masa akhir, menunjuk kepada sebuah hal yang pasti akan terjadi di akhir zaman. Percaya bahwa hari tersebut pasti akan datang, jikalaupun sekarang ini belum ada tanda-tanda pendahuluan apapun tentang hari tersebut, tidak akan mempengaruhi kedatangan hari itu.

Pada hari itu akan muncul dua keadaan: (1) manusia pasti membuang berhala, yakni berhala-berhala yang dibikin untuk disembah, kata 「sembah」 dalam bahasa aslinya adalah kata 「penundukkan diri」 yang telah disebutkan dalam renungan kemarin, oleh karena itu perikop ini menunjukkan bahwa berhala-berhala telah menggantikan pihak yang 「disembah」; (2) Seperti yang dikatakan dalam Yes. 2:19, 21, pada hari itu orang pasti akan masuk ke dalam gua-gua batu dan liang-liang tanah, tujuannya adalah bersembunyi dari penyertaan TUHAN, karena penyertaan Allah adalah waktu keterkejutan, adalah waktu tanah bergetar. Dari dua poin ini dapat dilihat bahwa 「hari itu」 adalah hari membuang berhala, hari memiliki penyertaan TUHAN, ini adalah hari penghakiman bagi orang fasik, ini adalah hari keselamatan bagi orang benar yang tertindas. Yes. 2:22 adalah sebuah kalimat penutup, menjelaskan sikap yang sepatutnya dimiliki oleh kita dalam menghadapi 「hari itu」, menghendaki kita tidak lagi bersandar kepada manusia dunia, hendaknya memahami bahwa apa yang akan dihakimi dan dimusnahkan 「pada hari itu」 tidak bisa menjadi sandaran kita saat ini. Dapat dilihat bahwa sikap kehidupan yang mengacu kepada 「hari itu」 merupakan sebuah sikap hidup yang memandang kepada penghakiman atau keselamatan hari akhir, ini adalah kehidupan yang memiliki pandangan atas arah gerak masa akhir.

Kehidupan kita seringkali kehilangan pandangan yang tertuju pada masa akhir, mata kita hanya terfokus pada hal-hal yang sekarang, menyembah berhala yang sekarang, memandang Allah sebagai sebuah Allah pembantu kehidupan kita saat ini, dan bukan Allah yang mengarahkan kita berjalan menuju hari akhir. Allah ini terlalu dikecilkan di dalam hati kita, hanya memecahkan berbagai macam masalah kenyataan yang ada sekarang ini. Jika kita terlalu memandang berat yang sekarang ini, maka kita melupakan rumah kita yang kekal di hari akhir, sehingga kita salah memakai lebih banyak tenaga dan usaha di masa sekarang, telah melupakan janji kehidupan kelak.

Renungkan: Yesaya tidak dipuaskan oleh kenyataan yang sekarang, ia mengkritik yang tidak benar, mengkritik pemenuhan diri dan peninggian diri, ia bersuara menunjukkan kesalahan orang; di sisi lain, ia tidak mencoba memakai kemampuan diri sendiri merubah keadaan sekarang, ia mengakui manusia dunia apapun semuanya tidak dapat diandalkan, ia tidak percaya berhala, sebaliknya, ia percaya ada Allah yang sedang berkuasa di antara manusia, juga percaya semua ketidakadilan sekarang adalah sementara, sampai pada hari itu, orang fasik pasti akan dihukum. Apakah engkau memiliki pengharapan seperti ini?