Tag Archives: Balak

Bilangan 23:1-3

「Bileam dan Balak」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

Bacalah Bilangan 23 (klik untuk membuka)

(Bil. 23:1-3 [ITB])
1 Lalu berkatalah Bileam kepada Balak: Dirikanlah bagiku di sini tujuh mezbah dan siapkanlah bagiku di sini tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan.2 Balak melakukan seperti yang dikatakan Bileam, maka Balak dan Bileam mempersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah itu. 3 Sesudah itu berkatalah Bileam kepada Balak: Berdirilah di samping korban bakaranmu, tetapi aku ini hendak pergi; mungkin TUHAN akan datang menemui aku, dan perkataan apapun yang dinyatakan-Nya kepadaku, akan kuberitahukan kepadamu. Lalu pergilah ia ke atas sebuah bukit yang gundul.

tahun 1960-an, di Tell Deir ‘Alla di utara Amman, ditemukan sebuah dinding batu yang dibangun pada abad 8 SM, terdapat tulisan Kanaan kuno 「Bileam bin Beor」

Banyak orang bertanya, Apakah Bileam sungguh seorang nabi? Bukankah apa yang Bileam katakan itu benar, dan Allah menggunakan dia untuk menubuatkan kelahiran Yesus Kristus. Tetapi mengapa penulis Perjanjian Baru sangat tidak menyukainya? Biarlah Alkitab sendiri yang menjawab.

• Moab merasa terancam: umat Israel datang ke dataran Moab di sebelah timur Sungai Yordan, yakni sekarang adalah Yordania, ini adalah perhentian terakhir dari empat puluh tahun perjalanan mereka di padang gurun. Raja Balak dari Moab merasa ketakutan ketika melihat apa yang telah dilakukan Israel terhadap orang Amori. Karena bangsa Israel tidak hanya mengalahkan Sihon raja Amori dan Og raja Basan, tetapi mereka juga banyak. Dia menggambarkan orang Israel sebagai menutupi permukaan bumi (Bil. 22:5, 11, klik untuk membaca) dalam bahasa aslinya adalah menutupi mata bumi (‘ên hā’āreṣ). Ungkapan khusus ini di dalam Alkitab hanya muncul dalam kitab Keluaran, TUHAN (Yahweh) mendatangkan bencana di Mesir, dan belalang menutupi permukaan bumi (Keluaran 10:5, 15).

• Balak berusaha keras mengundang Bileam: mengapa Balak hendak mengambil Bileam dari Sungai Efrat, membayar Bileam dengan uang yang banyak agar datang untuk mengutuk orang Israel bagi dia? Dia berkata, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk. (Bilangan 22:6) Pada tahun 1960-an, tumpukan sampah Tell Deir ‘Alla di utara Amman, Yordania ditemukan sebuah dinding batu yang didirikan pada abad kedelapan SM, dengan dinding semen di luarnya, dengan tulisan Kanaan kuno bertuliskan tinta di atasnya, bertuliskan Bileam bin Beor, yang menunjukkan bahwa dia memang terkenal.

• Bileam membangun altar untuk persembahan korban: Setelah Bileam datang, mengapa raja Moab menyiapkan tujuh altar untuknya, dan kemudian mereka mempersembahkan seekor lembu dan seekor domba di setiap altar? Ini adalah cerminan dari kepercayaan kepada multi dewa-dewa di negara-negara Timur Dekat kuno: banyak altar mengekspresikan penyembahan kepada banyak dewa-dewa, dan di setiap altar dipersembahkan korban kepada dewa yang berbeda. Hanya Israel yang menyembah satu-satunya Allah yang sejati dan benar, di zaman kapan pun hanya ada satu altar, dan hanya mempersembahkan korban kepada Dia saja. Lebih lanjut, Bil. 24:1 mencatat Ketika dilihat Bileam, bahwa baik di mata TUHAN untuk memberkati Israel, ia tidak mencarikan pertanda lagi seperti yang sudah-sudah, tetapi ia menghadapkan mukanya ke arah padang gurun. (terjemahan CUV … ia tidak memakai sihir lagi seperti dua kali sebelumnya …) (Tambahan penerjemah: lihat NIV … he did not resort to sorcery as at other times …, lihat juga Bileam bin Beor, juru tenung itu … Yosua 13:22)

Renungkan:
Meskipun Bileam menyebutkan TUHAN (Yahweh) dalam perkataannya, tetapi tindakannya mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya. Dia meminta dibangun tujuh altar untuk menyembah dewa-dewa yang berbeda, bukan menyembah TUHAN (Yahweh). Persembahan korbannya adalah mempraktikkan sihir (atau mencarikan pertanda), bukan memohon dan bertanya kepada Allah yang sejati dan benar. Dia sudah tahu bahwa TUHAN (Yahweh) hendak memberkati Israel, tetapi dengan sengaja mengutuk umat Allah. Tidak heran penulis Perjanjian Baru mengatakan bahwa Bileam adalah suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat (2 Petrus 2:15), seorang nabi yang berlari demi keuntungan.

Balak’s Sacrifice and Balaam’s Prophecy. Artist: Augustin Hirschvogel 1548 National Gallery of Art

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 22:21-23

「Keledai betina dan Malaikat」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

Bacalah Bilangan 22 (klik untuk membuka)

(Bil. 22:21-23 [ITB])

21 Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab.
22 Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. 23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam ...
tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam …

Kisah Bileam dan keledainya merupakan pengantar tentang ia mengutuk orang Israel. Ada beberapa hal yang berharga diperhatikan:

• TUHAN mengizinkan Bileam tetapi bangkitlah murka Allah mengirim malaikat untuk membunuh Bileam dengan pedang terhunus di jalan. Keledai itu melihat malaikat itu memegang pedang terhunus di tangannya, dan berulang kali menghindari malaikat itu, membuat kaki Bileam terjepit ke tembok batu di sisi jalan, dan akhirnya berbaring di tanah. Bileam marah dan memukuli keledai itu, tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam mengapa ia memukulnya, bahkan ingin membunuhnya? Pada saat ini malaikat membuka mata Bileam sehingga dapat melihat malaikat dengan pisau terhunus di tangannya. Malaikat itu menegur Bileam. Bileam dengan cepat mengakui dosa-dosanya, tetapi dengan izin dari malaikat, dia pergi menemui Balak, Raja Moab, dan hanya saja malaikat itu berpesan kepadanya Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan (Bilangan 22:35)

• Yang menakjubkan dari bagian ini adalah bahwa tidak hanya keledai yang dapat berbicara, tetapi Bileam, yang dikenal sebagai nabi terhebat, tidak dapat melihat malaikat sama sekali, dan dia tidak menyadari perilaku keledai yang tidak biasa. Dia tidak tahu malapetaka sudah dekat sampai malaikat itu membuka matanya. Secara teologi, ini mirip seperti Kitab Kejadian pasal 3, di Taman Eden, ular pernah membuka mulut berbicara (karena iblis), menggoda wanita sehingga jatuh ke dalam dosa. Di sini Allah membuat keledai berbicara, untuk merusak strategi Iblis yang hendak menyerang umat Allah. Tema hikmat juga ditampilkan di sini, seperti yang pernah Allah katakan kepada Musa: Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan(Keluaran 4:11-12). Allah membuka mulut keledai untuk berbicara kepada Bileam, dan Dia juga bisa membuka Bileam untuk menyampaikan pesan-Nya.

• Paragraf ini memanfaatkan sepenuhnya teknik menulis tiga: keledai betina melihat malaikat tiga kali dan menghindari malaikat tiga kali, tetapi Bileam tidak bisa melihatnya tiga kali, dan malah memukul keledainya tiga kali. Narasi berikut juga menggunakan teknik penulisan tiga: raja Balak dari Moab mengarahkan Bileam untuk mengutuk orang Israel tiga kali. Bileam tiga kali meminta untuk membangun tujuh altar dan mengorbankan lembu serta domba, tetapi TUHAN tiga kali mengubah kutukan Bileam menjadi berkat. Setelah ketiga kalinya, Balak dengan marah ingin mengusir Bileam, dan dia menambahkan puisi nubuat berkat. Ini adalah model 3 + 1.

Renungkan:
Antara hal yang sudah ditetapkan dan meminta izin. Bertanya kepada Allah boleh atau tidak atas hal-hal yang telah Allah perintahkan dengan jelas adalah penghinaan yang besar kepada Allah. Bahkan jika Allah mengizinkannya, jika orang masih saja tidak dapat mendeteksi atau mengetahui murka Allah, itu adalah kesedihan yang lebih besar.

Motivasi dan perilaku. TUHAN memeriksa hati orang, tetapi orang sering menipu diri sendiri dan orang lain. Mazmur 139:23-24 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 6:1-8

「Kebaikan TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 6:1-8 [ITB])
1Baiklah dengar firman yang diucapkan TUHAN: Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu! 2Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan TUHAN, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel.

3Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! 4Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu. 5Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beor dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal, supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari TUHAN.

6Dengan apakah aku akan pergi menghadap TUHAN dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun? 7Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?

8Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?

Dalam perikop sebelumnya adalah pemberitahuan awal tentang penghakiman dan keselamatan yang akan dialami Israel, lalu dalam perikop ini beralih kepada gugatan hukum untuk menunjukkan bahwa apa yang dinyatakan sebelumnya di atas adalah keputusan penghakiman yang adil dari Allah. Ayat 6:1 dimulai dengan perintah yang sangat serius, yang tampaknya mencerminkan panggilan TUHAN (Yahweh) kepada nabi Mikha. Kata dengar muncul 3 kali dalam dua ayat, pertama, menghendaki agar nabi Mikha mendengarkan kata-kata TUHAN, dan Dia menghendaki membuat bukit-bukit gunung mendengar, dan ayat 2 adalah kata-kata yang disampaikan nabi Mikha yang meminta gunung-gunung dan bumi mendengarkan pengaduan TUHAN (Yahweh). Di sini terdapat paralelisme subjek dari perintah ini dalam ayat 2, yang mengulangi perintah agar mendengarkan, itu mencerminkan makna perikop, yaitu hendaknya orang memperhatikan kata-kata TUHAN (Yahweh).

Ayat 6:3-5 adalah pengaduan TUHAN (Yahweh) dalam gugatan ini, terutama bagaimana Dia memimpin orang Israel keluar dari Mesir, menebus mereka dari perbudakan, dan bagaimana memimpin dan menjaga mereka di hutan belantara. TUHAN (Yahweh) menyebut Israel Umat-Ku dua kali, menekankan hubungan perjanjian mereka. TUHAN (Yahweh) adalah Allah mereka, mereka adalah umat milik TUHAN. Ayat 3-4 kilas balik mengingat TUHAN (Yahweh) memimpin mereka keluar dari Mesir, dan ayat 5 mengingatkan mereka tentang pengalaman mereka dari Sitim sampai Gilgal, di mana mereka mengalami rintangan dari Balak dan upayanya untuk memperalat Bileam untuk mengutuk mereka, tetapi TUHAN (Yahweh) masih memimpin mereka menyeberangi Sungai Jordan seperti yang dijanjikan oleh Dia.

Ayat 6:6-7 adalah respons Israel. Mereka menganggap perjanjian kasih karunia TUHAN (Yahweh) sebagai suatu tawar-menawar bisnis, ironisnya mereka menyatakan diri mereka tidak bersalah, bahkan menuduh TUHAN (Yahweh) menuntut terlalu tinggi. Apa yang mereka nyatakan, dalam sudut batas tertentu benar, karena korban yang dipersembahkan dan harga yang dikeluarkan oleh manusia dalam ibadah sesungguhnya tidak dapat memenuhi persyaratan keadilan dan kekudusan TUHAN. Tetapi ini tidak dapat menjadi alasan untuk tidak mengikuti perintah, hukum, dan tata cara yang sudah ditetapkan oleh Dia.

Ayat 6:8 secara sederhana mengungkapkan permintaan TUHAN (Yahweh) terhadap orang. Dalam mengungkapkan tuntutan permintaan Allah ini, kebaikan / apa yang baiksecara umumnya dapat merujuk pada apa yang Dia cantumkan dalam hukum perjanjian, jadi mereka tidak perlu mendapatkan wahyu baru, sebab telah dinyatakan dengan jelas dalam ketentuan perjanjian yang diumumkan kepada mereka. Paruh kedua dari ayat ini menunjukkan tiga aspek dari permintaan ini: dua yang pertama adalah tentang tindakan dan sikap seseorang terhadap orang lain, dan yang terakhir adalah tentang sikap seseorang terhadap Tuhan. Berlaku adil adalah membuat keputusan penilaian yang benar dan adil, yang harus dibuat dan dijalankan dan dapat ditindaklanjuti dengan tindakan. Item kedua adalah sikap hati mentalitas, mencintai kesetiaan (ITL: suka akan kemurahan) adalah kesetiaan dalam hubungan, dengan tujuan kebaikan bagi orang lain. Orang yang memiliki sikap hati mentalitas seperti itu bukan saja tidak akan menyebabkan kerusakan, tetapi juga akan mengulurkan tangan membantu ketika orang lain yang membutuhkannya. Terakhir, hidup dengan rendah hati di hadapan Allah (ITL: berjalan serta Allahmu dengan hati yang rendah) secara tata bahasa sejajar dengan dua ungkapan di atas, itu adalah dasar dari kedua ungkapan ini. Kerendahan hati mungkin harus ditafsirkan sebagai menjaga dengan hati-hati, dalam bahasa Ibrani di masa yang agak belakangan kata ini dapat mengekspresikan mengikut dengan ketat, dan memiliki arti yang serupa dalam bahasa Aram. Ini dapat menyatakan bahwa kita perlu satu hati fokus sepenuhnya (tidak mendua hati) dan di atas dasar pengenalan terhadap Tuhan mengikuti jejak Dia.

Renungkan:
Kita adalah penerima kebaikan dari rahmat anugerah Tuhan, telah mengalami penebusan Dia dan dipimpin oleh kasih Dia, maka kita perlu lebih menunjukkan keadilan dalam hidup kita, memancarkan belas kasih kemurahan, dan berperilaku mengikuti petunjuk Tuhan dengan hati-hati.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.