「Aku akan memerintah」
Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yehezkiel 20:33-38 [ITB])
33 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH,
Aku akan memerintah kamu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan amarah yang tercurah.
34 Aku akan membawa kamu keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri, di mana kamu berserak dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan amarah yang tercurah,
35 dan Aku akan membawa kamu ke padang gurun bangsa-bangsa dan di sana Aku akan berperkara dengan kamu berhadapan muka. 36 Seperti Aku berperkara dengan nenek moyangmu di padang gurun tanah Mesir, begitulah Aku akan berperkara dengan kamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
37 Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu. 38 Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk.
Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
Perikop ini (Yeh. 20:33-38) mencatat hukuman dan penghakiman TUHAN terhadap Israel yang di penawanan. Pertama-tama menggunakan 「dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung」 untuk menggambarkan TUHAN (ayat 33, 34), deskripsi ini pernah digunakan ketika TUHAN memimpin orang Israel keluar dari Mesir, menunjukkan bahwa Allah mengacungkan tangan menghukum orang Mesir (Kel. 6:6, 7:5), juga merupakan kata yang digunakan Yesaya untuk menggambarkan murka TUHAN (Yesaya 5:25), sekarang Yehezkiel sekali lagi menggunakan kata ini, tujuannya adalah agar orang-orang Israel yang ditawan bersama-sama Yehezkiel hendaknya mengingat dahulu saat Keluaran dari Mesir dan murka TUHAN, dahulu TUHAN betapa murka menghukum orang Mesir, sekarang hal yang sama adalah untuk menghukum orang Israel yang di penawanan.
Kemudian, ayat 34-35 menjelaskan bahwa TUHAN akan memimpin bangsa Israel keluar dari antara bangsa-bangsa serta membawa Israel ke padang gurun bangsa-bangsa dan di sana Allah akan menghakimi Israel berhadapan muka. Tindakan ini mengingatkan orang Israel tentang kenangan kolektif dahulu Israel berjalan di padang gurun di masa lalu, bagaimana Allah menghukum nenek moyang Israel di padang gurun tanah Mesir, sehingga mereka berjalan selama empat puluh tahun di padang gurun tidak dapat masuk ke tanah Kanaan (ayat 36). Demikian juga, Israel yang dalam penawanan ini (terutama yang tua-tua mendatangi Yehezkiel untuk meminta petunjuk) juga tidak dapat seperti keinginan mereka pulang kembali ke Israel dalam waktu singkat (ayat 38), mereka akan mati di Babel, seperti nenek moyang mereka mati di padang gurun. Oleh karena itu, Yehezkiel melawan nabi-nabi yang mempromosikan ide dapat pulang kembali ke tanah Israel dalam jangka pendek, menunjukkan penawanan adalah penghakiman Allah, sama seperti penghakiman Allah terhadap generasi tua Israel di padang gurun, dan hukuman pembuangan ini akan berjalan tujuh puluh tahun, itu lebih lama dari hukuman empat puluh tahun di padang gurun dahulu.
Dengan demikian Allah menggambarkan penghakiman-Nya, adalah untuk menjelaskan, 「penghakiman」 (ayat 33) ini adalah deklarasi penting. Tua-tua yang mendatangi Yehezkiel di dalam hati pikiran mereka yang menjadi allah dan raja adalah keinginan mereka, mereka bertanya petunjuk Yehezkiel tetapi membawa jawaban yang mereka sudah tetapkan, tetapi Allah bukan alat yang bisa dimanipulasi manusia, orang tidak bisa memakai nama Allah untuk membenarkan klaim dan keuntungan diri manusia. Sebelum meminta petunjuk Allah, orang Israel sebagai hamba Allah harus terlebih dahulu mengidentifikasi fakta bahwa 「Allah adalah Raja yang memerintah」. Bahkan ketika dunia berubah, sering kali hal-hal tidak seperti yang kita harapkan, tetapi Allah tetap memerintah, maka kita percaya bahwa segala sesuatu tidak terjadi acak dan ke arah yang kacau tanpa tujuan. jika kita melihat segala sesuatu berjalan dengan lancar, kita dapat dengan mudah mengenali bahwa TUHAN adalah Raja, tetapi ketika kita menghadapi penghakiman penawanan dan ketidakpastian padang gurun, apakah kita masih akan melihat fakta bahwa TUHAN adalah Raja yang memerintah? Justru karena Allah adalah Raja yang memerintah, maka ketika orang Israel hanya melihat kekacauan selama pembuangan, tetapi kekacauan ini adalah berasal dari penghakiman Allah. Ternyata, penghakiman yang kita lihat sebagai kekacauan ini, adalah bukti terbesar bahwa Allah adalah Raja yang memerintah.
Renungkan:
Seberapa nyata bagi Anda tentang fakta bahwa Allah memerintah? Bagaimana 「tangan yang kuat dan lengan yang teracung」 dapat membuat kita lebih hormat takut akan Allah? (“… Aku akan memerintah kamu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung … kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”)
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.