
「Api murka Allah」
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yeh. 22:17-22 [ITB])
17 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 18 「Hai anak manusia, bagi-Ku kaum Israel sudah menjadi sanga; mereka semuanya adalah ibarat tembaga, timah putih, besi dan timah hitam di dalam peleburan; mereka seperti sanga perak.
19 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena kamu semuanya menjadi sanga, maka sungguh, Aku akan mengumpulkan kamu di tengah-tengah Yerusalem. 20 Seperti orang mengumpulkan perak, tembaga, besi, timah hitam dan timah putih di dalam peleburan dan mengembus api di bawahnya untuk meleburnya, demikianlah Aku akan mengumpulkan kamu dalam murka-Ku dan amarah-Ku dan menaruh kamu di dalamnya dan melebur kamu. 21 Aku akan mengumpulkan kamu dan menyemburkan api kemurkaan-Ku kepadamu, sehingga kamu dilebur di dalamnya. 22 Seperti perak dilebur dalam peleburan, begitulah kamu dilebur di dalamnya.
Dan kamu akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, yang mencurahkan amarah-Ku atasmu.」
(Sanga dalam KBBI: kotoran logam yang dilebur. Besi-besi bekas itu dilebur kembali untuk menghilangkan sanga.)
Murka Allah bukanlah muncul dari emosional, tetapi sikap dasar dan respons terhadap dosa.
Tema perikop kitab suci hari ini adalah murka Allah, yang menggunakan metafora perak murni untuk mengilustrasikannya. Pada zaman itu, proses refining pemurnian perak dilakukan terhadap hasil tambang timah (galena), yaitu hasil tambang yang merupakan campuran perak dan timah, jika ingin mengeluarkan unsur logam perak, maka memasukkan hasil tambang tersebut ke dalam api, maka unsur belerang akan dilepaskan, sehingga didapatkan campuran perak dan timah (dan logam lainnya), lalu dari logam campuran ini diproses lagi untuk mengekstraksi perak yang murni tidak tercampur lagi sampah timah yang tidak berguna. Oleh karena itu, metafora ini menunjukkan bahwa TUHAN adalah Sang pemurni (Refiner), memurnikan perak, menyisakan ampas tembaga, timah putih, besi dan timah hitam di dalam peleburan (ayat 18). Sampah ini adalah umat Israel, dan proses peleburan perak adalah penghancuran Yerusalem dan penderitaan penawanan (586 SM), sedangkan perak itu adalah sisa-sisa tawanan Babel (sebagian besar mengacu pada sisa umat yang ditawan tahun 597 SM), meskipun perikop Alkitab ini tidak memberikan penjelasan tentang metafora perak ini, tetapi kita juga dapat menggunakan kata-kata yang konsisten disampaikan Yehezkiel dan bahkan Yesaya serta Yeremia untuk menyimpulkan bahwa perak ini seharus merujuk pada umat yang tersisa dalam pengasingan.
Setelah itu, sampah ampas tembaga, timah putih, besi dan timah hitam ini dilebur oleh api (ayat 20), yang merupakan metafora bahwa murka Allah akan melebur mereka yang ada di Yerusalem (ayat 20-21), dan pada saat yang sama, perak akan dilebur api yang berada di tungku (ayat 22), yang berarti bahwa baik itu ampas sampah (mereka yang di Yerusalem) atau perak (mereka yang diasingkan ke Babel) pada saat yang sama akan menghadapi hukuman karena murka dari Allah, teks menggunakan konsep 「melebur」 berarti bahwa di dalam api ini orang-orang tersebut tidak akan sama lagi seperti dahulu, mereka akan benar-benar berubah bentuk sehingga orang lain tidak dapat mengenali mereka, dan mereka akan menjadi abu di tungku.
Tujuan dari semua penderitaan ini dengan jelas dicatat dalam ayat 22 「kamu akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, yang mencurahkan amarah-Ku atasmu.」 Ayat ini adalah penjelasan interpretasi teologis terhadap pembuangan dan kehancuran, Israel dikalahkan bukan karena kehebatan Babel, bukan karena mereka tidak memiliki kemampuan seperti bangsa-bangsa lain, dan bukan karena TUHAN yang dipercayai Yehuda tidak mampu melindungi mereka, tetapi karena TUHAN adalah Allah yang transenden. Dia tidak akan berpihak karena melihat kemampuan militer manusia dan kepentingan politik manusia. Allah memiliki tuntutan harapan atas standar moral orang Israel, dan penghakiman-Nya hanya menurut ketetapan-Nya tidak meminta pendapat manusia. Orang Israel harus memahami bahwa penderitaan di hadapan mereka harus dipahami sebagai murka Allah, dan bahwa Allah adalah Hakim atas hidup mereka.
Renungkan:
Bagaimana cara menghadapi murka Allah? Apa arti murka Allah bagi Anda?
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.