Tag Archives: Paskah

Yohanes 2:13

「Yesus dan Yerusalem」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:13 [ITB])
13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.

Kisah Yesus membersihkan Bait Suci tidak hanya muncul dalam Injil Yohanes, tetapi juga dalam keempat kitab Injil. Namun, menurut ketiga Injil lainnya, pembersihan Bait Suci oleh Yesus adalah tahap terakhir dari kehidupan pengabaran Injil-Nya, dan hanya Injil Yohanes yang mencatat peristiwa ini di awal kehidupan pengabaran Injil-Nya. Untuk menyeimbangkan perbedaan antara kedua catatan tersebut, beberapa ahli percaya bahwa Yesus membersihkan Bait Suci dua kali, sekali di awal dan sekali lagi di akhir kehidupan pengabarannya. Tentu saja, kita belum perlu berurusan dengan perbedaan itu di sini.

Bagaimanapun, Injil Yohanes mencatat bahwa Yesus memasuki Yerusalem untuk Paskah pada tahun-tahun awal kehidupan pengabaran Injil-Nya, dan itu mengungkapkan ketegangan halus antara Yesus dan Yerusalem — Yesus menghancurkan jalannya perdagangan di Bait Suci pada Paskah di Yerusalem; kemudian, pada Paskah di Yerusalem juga Yesus dipaku sampai mati di kayu salib. Jangan lupa! Yesus adalah Mesias, Dia adalah Raja orang Yahudi; dan Yerusalem justru adalah kota suci orang Yahudi. Hubungan antara Yesus dan Yerusalem tampaknya tidak terlalu baik.

Injil Yohanes secara khusus memperlihatkan bahwa tindakan pembersihan Bait Suci setelah pesta perkawinan di Kana, membentuk kontras yang luar biasa. Pesta pernikahan Kana adalah berkat di atas sukacita. Namun, kisah pembersihan Bait Suci adalah menjungkirbalikkan dan menghancurkan sistem nilai yang ada. Jelas, Yesus menantang apa yang ada di Bait Suci ini. Kita bertanya, apa arti Yerusalem? Ada dua Paskah, pertama adalah Yesus menghancurkan perbuatan duniawi Bait Suci, dan kedua kalinya adalah perbuatan duniawi meruntuhkan Yesus — Yesus Kristus sebagai Bait Suci. Namun, dua menghancurkan dan meruntuhkan tampaknya membawa hasil yang baik. Jadi, bagaimana kita bisa memahami menghancurkan dan meruntuhkan?

Renungkan:
Apakah ada sesuatu yang dihancurkan atau diruntuhkan dalam hidup Anda? Apakah itu berkat? Atau kutukan? Mari kita renungkan kembali.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 28:16-25

「Paskah dan tanpa ragi」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 28:16-25 [ITB])
16 Dalam bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu, ada Paskah bagi TUHAN.
17 Pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya; tujuh hari lamanya harus dimakan roti yang tidak beragi.
18 Pada hari yang pertama ada pertemuan kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat, 19 dan haruslah kamu mempersembahkan kepada TUHAN sebagai korban api-apian, sebagai korban bakaran: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan tujuh ekor domba berumur setahun; haruslah kamu ambil yang tidak bercela.
20 Sebagai korban sajiannya haruslah kamu olah tepung yang terbaik diolah dengan minyak, yakni tiga persepuluh efa untuk seekor lembu jantan dan dua persepuluh efa untuk seekor domba jantan; 21 sepersepuluh efa harus kauolah untuk setiap domba dari ketujuh ekor domba itu.
22 Selanjutnya seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian bagimu; 23 selain dari korban bakaran pagi yang termasuk korban bakaran yang tetap haruslah kamu mengolah semuanya itu.
24 Secara demikian haruslah setiap hari selama tujuh hari kamu olah santapan berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN; di samping korban bakaran yang tetap haruslah itu diolah, serta dengan korban curahannya.
25 Dan pada hari yang ketujuh haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

Menurut hukum Taurat dalam lima kitab Musa (Pentateukh), hari raya yang harus dirayakan oleh orang Israel setiap tahun adalah sebagai berikut: 1) pada hari yang keempat belas bulan pertama adalah Paskah; 2) mulai pada hari berikutnya tujuh hari berturut-turut adalah hari Roti Tidak Beragi; 3) tujuh minggu setelah Paskah adalah hari hulu hasil (hasil pertama) (disebut juga hari raya Tujuh Minggu atau hari raya menuai); 4) pada hari pertama di bulan yang ketujuh adalah hari peniupan serunai (nafiri); 5) pada hari kesepuluh bulan yang ketujuh adalah hari Pendamaian; 6) dimulai hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu adalah hari raya Pondok Daun (juga dikenal sebagai hari raya pengumpulan hasil).

Terlebih dahulu kita akan membahas Paskah dan hari Roti Tidak Beragi.
• Hari raya dan sejarah: Paskah adalah untuk memperingati kebebasan Israel dari perbudakan di Mesir. Paskah (kata benda pesaḥ) berasal dari tulah kesepuluh, ketika malaikat pemusnah utusan TUHAN (Yahweh) melakukan perjalanan ke seluruh Mesir, membunuh setiap anak sulung, baik itu manusia atau ternak. Semua rumah yang kedua tiang pintu dan ambang atas ditandai dengan darah anak domba, maka malaikat akan lewat (kata kerja pāsaḥ) (Keluaran 12:13). Hari raya roti tidak beragi (māṣṣôt) adalah memperingati bahwa ketika orang Israel meninggalkan Mesir, mereka tidak punya waktu untuk membiarkan adonan berfermentasi, mereka harus makan roti tidak beragi selama tujuh hari berturut-turut.

• Hari raya dan makanan: pada malam Paskah, orang Israel harus makan beberapa makanan, termasuk daging anak domba, domba harus dipanggang dengan api lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya (Keluaran 12:9). Yang kedua adalah makan roti tidak beragi (māṣṣôt), jadi seharusnya tidak ada makanan fermentasi di Israel saat ini. Ketiga, makan sayur pahit, mengingat penderitaan bangsa Israel di Mesir.

• Hari raya dan persembahan korban: selain korban bakaran, korban sajian dan korban curahan yang rutin dipersembahkan setiap pagi dan sore, maka di luar itu saat Paskah juga harus mempersembahkan korban api-apian, sebagai korban bakaran: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan tujuh ekor domba berumur setahun; semuanya haruslah yang tidak bercela(Bil. 28:19). Selain itu, seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian bagi umat (Bil. 28:22). Teks bahasa asli dari korban penghapus dosa adalah dosa (ḥaṭṭā’t), menunjukkan bahwa ada dosa (ḥaṭṭā’t) di sana, maka di sana ada korban penghapus dosa (ḥaṭṭā’t) yang disiapkan oleh Allah. Dan itu tidak boleh menunggu sampai keesokan harinya untuk mempersembahkannya, pelaksanaannya mirip dengan mempersembahkan korban keselamatan.

• Hari raya dan pertemuan kudus: pada hari pertama dan ketujuh dari hari Roti Tidak Beragi harus ada pertemuan kudus, dan tidak boleh melakukan sesuatu pekerjaan berat (Bil. 28:18, 25). Pertemuan kudus (miqrā’ qōdeš) berarti memproklamirkan bahwa ini adalah hari yang kudus, kelak orang-orang Yahudi akan berkumpul pada hari ini dan membaca Kidung Agung, menyatakan cinta kasih yang terdalam dari TUHAN (Yahweh) kepada orang-orang Israel.

Renungkan:
Memelihara Paskah memiliki banyak arti: 1. Ibadah dan mempersembahkan korban. Paskah harus dirayakan bersama di hadapan TUHAN (Yahweh), yang menandakan bahwa ini adalah tata cara ibadah, dan isinya adalah mempersembahkan korban kepada TUHAN. 2. Mengingat dan harapan. Memperingati sejarah keselamatan, memproklamirkan identitas sebagai milik Allah, menantikan penebusan total. 3. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Persembahan meliputi persembahan bakaran, korban sajian dan korban curahan, dan menikmati makan malam Paskah lebih seperti korban keselamatan. Dalam Perjanjian Lama, persembahan korban bakaran dan korban keselamatan sering kali melambangkan perjanjian dan pembaruan, kelak kemudian di atas dasar ini, Tuhan Yesus memperbarui dan menetapkan perjanjian baru melalui makan malam Paskah.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 9:9-12

「Memelihara Hari Raya dan Cara Remedi」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 9:9-12 [ITB])
9 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 10 Katakanlah kepada orang Israel: Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN. 11 Pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit haruslah mereka memakannya. 12 Janganlah mereka meninggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, dan satu tulangpun tidak boleh dipatahkan mereka. Menurut segala ketetapan Paskah haruslah mereka merayakannya.

Bilangan pasal 9 mencatat orang Israel pertama kali memelihara Paskah setelah keluar dari Mesir, dan tindakan perbaikan yang harus dilakukan jika tidak bisa merayakannya. Tulisan suci dapat dibagi menjadi tiga paragraf berikut:

1) Memelihara Paskah sesuai aturan yang diberikan (ayat 1-5): mengikuti aturan Keluaran 12, bangsa Israel menyembelih anak domba Paskah pada petang hari ke 14 pada bulan yang pertama tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir. Paskah adalah hari raya pertama setiap tahun, memperingati mengingat kuasa besar Allah menyelamatkan mereka keluar dari Mesir. Kemudian hari orang-orang Yahudi membaca 《Kidung Agung》 dalam perayaan ini untuk mengingat kasih Allah yang besar. Tanggal 14 bulan pertama adalah sekitar akhir bulan Maret hingga awal bulan April dari kalender Masehi. Kata pada waktu senja (bên hā‘arbayim), secara harfiah diterjemahkan sebagai antara dua senja, dalam tradisi Yahudi adalah antara siang dan matahari terbenam, orang Yahudi Perjanjian Baru menyembelih anak domba Paskah sekitar jam 3 sore. Ulangan 16:6 ditafsirkan sebagai pada waktu senja, ketika matahari terbenam.

2) Musa bertanya tentang pengecualian (6-8): terdapat beberapa orang yang najis karena bersentuhan dengan mayat dan tidak dapat merayakan pada hari itu. Mereka bertanya kepada Musa dan Harun, maka Musa bertanya kepada TUHAN.

3) Jawaban Allah untuk cara remedi (ayat 9-14): TUHAN memberi petunjuk kepada Musa, Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN. 11 Pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit haruslah mereka memakannya (ayat 10-11). Mereka akan memakan anak domba, roti tidak beragi (mengingat orang Israel bergegas keluar dari Mesir, tidak sempat membuat adonan yang difermentasi), dan sayur pahit (mengingat penderitaan mereka di Mesir). Mereka tidak boleh meninggalkan sedikitpun makanan sampai pagi, karena domba Paskah dianggap sebagai persembahan korban keselamatan, dan tidak boleh satupun tulang anak domba sampai patah (ayat 12).

Renungkan:

  1. Hukum Taurat bukanlah aturan yang kaku, tetapi mementingkan esensi / semangat dari diadakannya Hukum Taurat itu (2 Korintus 3:6). Tuhan mengizinkan orang untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hukum Taurat, terutama ketika mereka menghadapi situasi baru. Ini juga mempersiapkan dasar pemikiran nantinya untuk putri Zelafehad bin Hefer yang meminta bagian warisan tanah (Bilangan 27 dan 36).
  2. Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat (Markus 2:27). Hari Raya diadakan untuk menikmati rahmat anugerah Allah, bukan untuk menambah beban orang.
  3. Dalam Perjanjian Baru, Yesus adalah Anak Domba Paskah Sejati yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1:29; 1 Korintus 5:7). Ketika Dia disalibkan, tidak ada satu tulang-Nya yang dipatahkan , menggenapi tulisan Alkitab (Yohanes 19:36).

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Imamat 23:4-8

Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 23:4-8 [ITB])
4 Inilah hari-hari raya yang ditetapkan Allah, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.
5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi Allah.
6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi Allah; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi. 7 Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. 8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada Allah tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

Paskah (Passover) berasal dari kata Ibrani pěsăh, yang memiliki tiga arti utama: (1) melewati dan memasuki tahun yang baru (passing over into new year); (2) mengacu pada persembahan korban Paskah; (3) Mengacu pada perayaan Paskah itu sendiri.

Paskah adalah salah satu dari tiga hari raya besar Yahudi. Orang-orang merayakan hari raya itu setiap tahun mulai dari tanggal 15 bulan pertama (bulan Nisan, yang merupakan bulan Maret sampai April dalam kalender Barat), selama tujuh hari (saat berada di Israel) atau delapan hari (saat tidak berada di Israel). Dalam beberapa hari ini tidak boleh makan apa pun yang mengandung ragi, jadi Paskah juga dikenal sebagai hari raya Roti Tidak Beragi, dan persembahan korban yang paling penting adalah mengorbankan domba Paskah. Jadi makna utama dari hari raya Paskah adalah mengorbankan domba Paskah, memasuki tahun baru dan memelihara hari raya.

Ketika kita membaca kitab Keluaran, kita tahu bahwa bani Israel telah menjadi budak di tanah Mesir selama lebih dari empat ratus tahun. Allah memanggil Musa dan Harun untuk memimpin bani Israel keluar dari Mesir. Setelah 9 bencana yang diturunkan, TUHAN menurunkan bencana ke sepuluh pembunuhan anak sulung untuk memaksa Firaun mengizinkan orang Israel meninggalkan Mesir. Allah melalui Musa dan Harun memerintahkan orang Israel untuk mempersiapkan Paskah sebelum mereka meninggalkan Mesir (Keluaran 12:1-20) dan menetapkan bulan ini sebagai bulan pertama. Saat senja tanggal 14 bulan ini, yaitu, sebelum malaikat yang membunuh anak sulung datang, setiap rumah orang Israel harus menyembelih seekor domba tanpa cacat, dan dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dengan hisop dibubuhkan darah itu pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya, dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga, pinggang berikat, kasut pada kaki dan tongkat di tangan, makan dengan buru-buru siap untuk pergi.

Pertama-tama, alasan mereka menjadi orang Israel bukan karena keturunan darah mereka, tetapi karena mereka adalah umat perjanjian, mereka dipanggil untuk meninggalkan Mesir, semua yang percaya bahwa ini adalah panggilan TUHAN harus mengikuti Musa untuk meninggalkan Mesir. Karena itu, hanya mereka yang percaya yang akan memelihara Paskah seperti yang diperintahkan, mereka yang percaya yang akan menyembelih domba ini. Sampai Keluaran pasal 19, kita membaca bahwa TUHAN datang di Gunung Sinai, membuat perjanjian kasih karunia dengan Israel dan memberikan hukum Allah. Hanya mereka yang dapat meninggalkan Mesir yang dapat membuat perjanjian dengan TUHAN di Gunung Sinai dan menjadi umat perjanjian. Dengan demikian kita melihat urutan langkah: TUHAN menyelamatkan dahulu, lalu membuat perjanjian, artinya, orang Israel terlebih dahulu mengalami keselamatan dan kemudian menerima permintaan hukum. Oleh karena itu, mereka yang merayakan hari raya Paskah harus terlebih dahulu menerima anugerah keselamatan Allah, kemudian menjadi umat perjanjian Allah, yaitu mereka yang percaya akan panggilan keselamatan Allah dan mengingat perbuatan-Nya.

Kedua, berharga diperhatikan adalah penggunaan darah, para ahli umumnya berpendapat bahwa kata darah yang digunakan dalam Keluaran 12:7 memiliki dua arti utama: (1) artinya penahiran penyucian, karena darah disapukan memakai hisop melambangkan penahiran, menahirkan rumah; (2) artinya melindungi dari bahaya (apotropaic), darah ini dapat melindungi orang-orang di rumah dari bencana pembunuhan. Kedua makna ini sekaligus melambangkan keselamatan Allah. Di bawah perlindungan darah, umat Allah akan dihindarkan dari penghakiman Allah.

Renungkan:
Melalui Paskah, orang Israel mengingat status mereka sebagai umat perjanjian. Hidup mereka tidak ditentukan oleh materi dan orang lain, tetapi oleh perjanjian dengan Allah. Bahkan jika mereka menghadapi kesulitan, mereka akan yakin bahwa TUHAN tidak akan pernah meninggalkan mereka. Dan apakah Anda juga percaya bahwa diri Anda adalah umat perjanjian kasih karunia? Apakah Anda percaya bahwa Allah memiliki perjanjian yang kekal dengan Anda?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Imamat 2:11-13

Bagian ingat-ingatan

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 2:11-13 [ITB])
11 Suatu korban sajian yang kamu persembahkan kepada TUHAN janganlah diolah beragi, karena dari ragi atau dari madu tidak boleh kamu membakar sesuatupun sebagai korban api-apian bagi TUHAN.
12 Tetapi sebagai persembahan dari hasil pertama boleh kamu mempersembahkannya kepada TUHAN, hanya janganlah dibawa ke atas mezbah menjadi bau yang menyenangkan.
13 Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.

Makna kedua dari korban sajian adalah bagian ingat-ingatan korban (memorial portion / memorial offering, atau persembahan peringatan VMD) (Im. 2:9, 16; 2:2 … Setelah diambil dari korban itu tepung segenggam dengan minyak beserta seluruh kemenyannya, maka imam haruslah membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai bagian ingat-ingatan korban itu, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN), sebenarnya apa yang dikenang atau diingat-ingat melalui persembahan ini? Imamat 2:11-13 menunjukkan dua hal yang diingat-ingat yang menjadi peringatan: keluaran dari Mesir dan perjanjian kekal.

Pertama-tama, ayat 11 menjelaskan bahwa tidak boleh ada ragi dalam korban sajian, peraturan tidak boleh ada ragi ini mengingatkan kita akan asal mula Paskah. Keluaran 13:3 juga dengan jelas menyatakan tujuan Paskah adalah untuk memperingati keluaran dari Mesir, tidak boleh makan yang beragi pada hari itu; Ul. 16:3 Janganlah engkau makan sesuatu yang beragi besertanya; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi besertanya, yakni roti penderitaan, sebab dengan buru-buru engkau keluar dari tanah Mesir. Maksudnya supaya seumur hidupmu engkau teringat akan hari engkau keluar dari tanah Mesir, itu adalah hari keselamatan dan hari ketika orang Israel meninggalkan tempat perbudakan. Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi adalah hari raya terpenting bagi orang Israel, mereka biasanya merayakan hari raya ini pada bulan pertama penanggalan Yahudi, Hari raya Paskah dirayakan selama satu hari, setelah itu, ada hari raya Roti Tidak Beragi selama tujuh hari. Selama periode ini, korban sajian dipersembahkan setiap malam, dan tidak boleh ada ragi di dalamnya. Korban sajian tidak mengizinkan ragi apa pun di dalamnya, karena itu adalah peringatan hari keluaran dari Mesir, mengingat keselamatan dan pembebasan Allah.

Kedua, ayat 13 menjelaskan korban sajian harus ada garam perjanjian, dapat kita lihat: garam perjanjian dari 2 Taw. 13:5 TUHAN Allah Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam? dan Bil. 18:19 … itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu lebih menekankan bahwa perjanjian ini bersifat kekal, sehingga banyak peneliti yang berpendapat bahwa garam perjanjian sebenarnya adalah simbol representasi dari sifat kekal dari perjanjian, sehingga itu adalah sebuah perjanjian tidak bisa dibuang. Selain itu, garam juga memiliki sifat menahirkan (2 Raj. 2:20-21 … Kemudian pergilah ia (Elisa) ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: “Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi.), adalah mencegah pembusukan, untuk mencegah kenajisan masuk ke dalam hubungan perjanjian antara Allah dan manusia, sehingga garam melambangkan kekekalan, juga melambangkan fungsi menahirkan. Oleh karena itu, ketika korban sajian mengandung garam perjanjian, itu melambangkan ingat-ingatan peringatan atas perjanjian kekal Allah. Peringatan seperti itu kudus, dan merupakan sikap paling mendasar orang Israel terhadap perjanjian.

Renungkan:
Mengingat hari Keluaran dari Mesir dan mengingat perjanjian kekal sebenarnya adalah kepercayaan dasar orang Israel. Hari Keluaran dari Mesir melambangkan keselamatan, dan perjanjian melambangkan komitmen kepada Allah. Keselamatan dari Allah dan komitmen kepada Allah adalah hubungan paling mendasar antara orang percaya dengan Allah.

Sering kali kita sudah lama percaya kepada Tuhan, dan semua berkat akan diterima begitu saja, dan kita secara bertahap sudah melupakan keselamatan dan komitmen kita kepada Allah. Terutama ketika kita menunjukkan kesalahan orang lain, kita lupa bahwa kita dahulu juga adalah budak dan diselamatkan oleh Allah, dan kita semua adalah orang berdosa. Kita tidak boleh hanya berdiri di atas landasan moral yang tinggi, seolah-olah kita dapat menilai orang lain dari tempat duduk yang lebih tinggi dari orang lain, tetapi sebaliknya, kita harus berdiri di posisi sebagai orang yang telah menerima anugerah, mengingat bahwa kita dulunya adalah orang-orang berdosa yang diperbudak dan ditindas oleh orang Mesir, senantiasa mengingat-ingat kasih anugerah Tuhan. Berdoa kiranya agar Tuhan membantu kita untuk selalu mengingat kasih karunia anugerah Tuhan agar kita tidak menjadi orang yang ingkar dan lupa budi.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 12:1-20

Hari raya dan persiapan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 12:1-20 [ITB])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:
2 Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. 4 Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. 5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja. 7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
9 Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya. 10 Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.
15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.
16 Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apapun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan.
17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.
18 Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang. 19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli. 20 Sesuatu apapun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah roti yang tidak beragi di segala tempat kediamanmu.

Sebelum tulah kesepuluh dilaksanakan, TUHAN terlebih dahulu mengumumkan berlakunya persiapan hari raya Paskah.

Paskah dan penanggalan: Paskah memperingati kelahiran bangsa Israel, maka menggunakan era baru untuk memperingati keselamatan TUHAN, merumuskan kalender baru (ayat 2). Bulan ini akan menjadi bulan pertama, dan Paskah akan menjadi hari raya pertama tahun itu.

Paskah dan persembahan korban: TUHAN ingin orang Israel mempersiapkan domba Paskah dengan keluarga sebagai satu kesatuan unit. Jika keluarga terlalu kecil, maka bisa menikmatinya bersama tetangga. Pada hari kesepuluh bulan pertama mereka memilih seekor anak domba berumur satu tahun yang tidak bercacat, mengurungnya sampai hari keempat belas saat senja (bên hā‘arbayim, dalam bahasa aslinya adalah bentuk bilangan genap, terjemahan harfiah antara dua malam hari, yaitu antara matahari terbenam sampai gelap), penyembelihan anak domba (ayat 6), mungkin memberikan kesempatan kepada orang yang tidak bersunat untuk disunat terlebih dahulu sehingga dapat berpartisipasi dalam Paskah (ayat 48). Domba harus dipanggang (ayat 8), dimakan malam itu, dan jangan disimpan sampai pagi hari (ayat 10), seperti persembahan korban keselamatan kelak.

Paskah dan perjamuan: selain makan daging domba, juga perlu makan roti tidak beragi dan sayuran pahit (ayat 8). Sayuran pahit adalah kenangan kerja keras mereka di Mesir, dan roti tidak beragi adalah kenangan mereka bergegas keluar dari Mesir dan tidak ada waktu untuk membiarkan adonan ragi mengembang. Mereka bahkan harus pinggang berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya (ayat 11), karena mereka akan meninggalkan Mesir keesokan harinya.

Paskah dan Keselamatan: malam ini disebut malam TUHAN (Yahweh) karena Dia akan melakukan perjalanan ke seluruh Mesir dan membunuh semua anak sulung di Mesir. Sebaliknya, orang Israel mengoleskan darah anak domba pada tiang pintu dan ambang pintu, malaikat maut akan lewat (ayat 13), yang merupakan asal mula nama Paskah (pesaḥ).

Ini adalah pertama kalinya merayakan peraturan Paskah, sedangkan untuk makan roti tidak beragi selama tujuh hari berturut-turut dan juga ada persyaratan pertemuan kudus (ayat 15-20), itu hanya berlaku untuk Paskah berikutnya.

Renungkan:
(1) Paskah adalah perayaan terpenting orang Yahudi, tidak hanya karena terkait erat dengan Keluaran Israel dari Mesir, tetapi menunjuk kepada kelak dalam Perjanjian yang Baru, Kristus Yesus menjadi domba Paskah yang disembelih. Seperti yang dikatakan Paulus: Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus (1 Kor. 5:7)
(2) dalam kehendak Allah, keselamatan adalah bagi keluarga sebagai satu kesatuan, seperti yang dikatakan malaikat kepada Kornelius: Ia (Petrus) akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. (Kis. 10:14).


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.