Tag Archives: Perjamuan Paskah

Lukas 22:7-23

「Perjamuan Kudus Mengubah yang Putus Asa Mendapat Kembali Pengharapan」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 22:7-23 [ITB])
7 Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah. 8 Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan. 9 Kata mereka kepada-Nya: Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkannya? 10 Jawab-Nya: Apabila kamu masuk ke dalam kota, kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia ke dalam rumah yang dimasukinya, 11 dan katakanlah kepada tuan rumah itu: Guru bertanya kepadamu: di manakah ruangan tempat Aku bersama-sama dengan murid-murid-Ku akan makan Paskah? 12 Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya.
13 Maka berangkatlah mereka dan mereka mendapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.
14 Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya. 15 Kata-Nya kepada mereka: Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. 16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah.
17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu. 18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang. 19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku. 20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu. 21 Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini. 22 Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!
23 Lalu mulailah mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.

Penetapan Perjamuan Kudus dipandang penting oleh orang percaya masa demi masa. Dalam pengalaman kita, di antara semua sakramen lain, Perjamuan Kudus paling diketahui dengan baik oleh orang-orang percaya, setidaknya setiap bulan kita akan menerima Perjamuan Kudus bersama umat kudus di gereja. Tetapi mungkin kita akan bertanya, apa sebenarnya Perjamuan Kudus yang Yesus ingin tegakkan? Kita memahami bahwa Perjamuan Kudus adalah untuk memperingati kematian dan ditumpahkannya darah Tuhan Yesus, tetapi apa hubungannya ini dengan konsep akhir zaman apokaliptik yang disebutkan dalam perikop kemarin?

Sebenarnya, datangnya Mesias itu sendiri adalah hal yang sangat bersifat akhir zaman. Orang-orang Yahudi setelah penawanan, sangat berharap Allah mengutus penyelamat untuk membawa pembebasan nyata bagi Israel. Karena itu, sifat keakhirzamanan dari Mesias dapat dibayangkan. Ditambah lagi, masa di antara kedua perjanjian, perjamuan Paskah tidak hanya untuk memperingati masa lalu ketika Allah menyelamatkan umat-Nya lepas dari tanah Mesir, tetapi pada saat yang sama juga berharap bahwa peristiwa yang diperingati festival itu akan terjadi sekali lagi, akan terulang, menyelamatkan mereka, lepas dari tangan orang Romawi. Karena itu, makan malam Paskah menjadi memiliki makna khusus lain.

Ciri khas Injil Lukas adalah banyak menuliskan tentang perjamuan mesianik (messianic banquet) (lihat Lukas 7:36-50; 10:38-42; 11:37-54; 14:1-24; 15:1-32; 19:1-10). Kita dapat melacak kembali perjamuan mesianik yang bersifat apokaliptik di kitab Yesaya sebagai sumber asal (lihat Yes. 25:6-8 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya. 7 Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa. 8 Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. )

Dapat dilihat bahwa Injil Lukas menghubungkan perjamuan Mesianik yang sudah dikenal akrab bagi orang Yahudi dengan konsep perayaan Paskah dan akhir zaman, serta menafsirkannya kembali.

Secara umum perjamuan mesianik orang Yahudi, semuanya menunggu munculnya penyelamat sejati dan membawakan harapan orang-orang Yahudi, kebiasaan komunitas Gulungan Laut Mati adalah contoh yang paling menonjol.

Tetapi ketika kita melihat dengan seksama isi Perjamuan Kudus, kita akan menemukan mengapa Yesus Mesias ini akan dipecah-pecahkan tubuh-Nya dan mengalirkan darah, seolah-olah Mesias akan dikorbankan dan mati di bawah tangan musuh, dan bukannya mengalahkan musuh, menyelamatkan Israel. Ini tampaknya telah menunggangbalikkan imajinasi orang Israel tentang pesta mesianik dan Paskah. Ketika Yesus menetapkan Perjamuan Kudus, Ia sesunguhnya menunjukkan kebenaran ini dalam ayat 15-16 Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah .

Arti sebenarnya dari Mesias adalah menderita, dipecah-pecahkan, diberikan, mengangkat cawan dan perjanjian baru oleh darah. Namun kebenaran ini sulit dicerna dan dipahami bagi para murid, yang dihasilkan oleh para murid adalah pengkhianatan menjual Tuhan, penyangkalan terhadap Tuhan, melarikan diri.

Pada saat itu semua orang penuh dengan harapan, Kerajaan Allah sedang dinyatakan di bumi, sebuah Kerajaan mulia sudah terlihat di depan mata. Siapa tahu, hanya berapa hari saja, harapan di hati orang-orang itu mati di kayu salib!

Renungkan:

Kekecewaan sering kali membawakan banyak emosi negatif.

Tetapi ketika kekecewaan yang didapatkan karena pengorbanan dan penyerahan diri orang lain, yang disebut kekecewaan itu bukanlah kekecewaan lagi, tetapi kasih yang menggugah hati yang keras dan menyimpang. Mesias akhir zaman yang berkorban, masuk menggantikan perjamuan mesianik aktualisasi diri yang ada dalam hati orang. (Lihat renungan Injil Lukas pasal-pasal terdahulu, bagaimana mereka mengadakan perjamuan mesianik (berdiskusi tentang Mesias))

Perjamuan Kudus Mengubah Kekecewaan, Putus Asa, Mendapat Kembali Pengharapan.


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya ini.

Imamat 23:4-8

Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 23:4-8 [ITB])
4 Inilah hari-hari raya yang ditetapkan Allah, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.
5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi Allah.
6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi Allah; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi. 7 Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. 8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada Allah tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

Paskah (Passover) berasal dari kata Ibrani pěsăh, yang memiliki tiga arti utama: (1) melewati dan memasuki tahun yang baru (passing over into new year); (2) mengacu pada persembahan korban Paskah; (3) Mengacu pada perayaan Paskah itu sendiri.

Paskah adalah salah satu dari tiga hari raya besar Yahudi. Orang-orang merayakan hari raya itu setiap tahun mulai dari tanggal 15 bulan pertama (bulan Nisan, yang merupakan bulan Maret sampai April dalam kalender Barat), selama tujuh hari (saat berada di Israel) atau delapan hari (saat tidak berada di Israel). Dalam beberapa hari ini tidak boleh makan apa pun yang mengandung ragi, jadi Paskah juga dikenal sebagai hari raya Roti Tidak Beragi, dan persembahan korban yang paling penting adalah mengorbankan domba Paskah. Jadi makna utama dari hari raya Paskah adalah mengorbankan domba Paskah, memasuki tahun baru dan memelihara hari raya.

Ketika kita membaca kitab Keluaran, kita tahu bahwa bani Israel telah menjadi budak di tanah Mesir selama lebih dari empat ratus tahun. Allah memanggil Musa dan Harun untuk memimpin bani Israel keluar dari Mesir. Setelah 9 bencana yang diturunkan, TUHAN menurunkan bencana ke sepuluh pembunuhan anak sulung untuk memaksa Firaun mengizinkan orang Israel meninggalkan Mesir. Allah melalui Musa dan Harun memerintahkan orang Israel untuk mempersiapkan Paskah sebelum mereka meninggalkan Mesir (Keluaran 12:1-20) dan menetapkan bulan ini sebagai bulan pertama. Saat senja tanggal 14 bulan ini, yaitu, sebelum malaikat yang membunuh anak sulung datang, setiap rumah orang Israel harus menyembelih seekor domba tanpa cacat, dan dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dengan hisop dibubuhkan darah itu pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya, dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga, pinggang berikat, kasut pada kaki dan tongkat di tangan, makan dengan buru-buru siap untuk pergi.

Pertama-tama, alasan mereka menjadi orang Israel bukan karena keturunan darah mereka, tetapi karena mereka adalah umat perjanjian, mereka dipanggil untuk meninggalkan Mesir, semua yang percaya bahwa ini adalah panggilan TUHAN harus mengikuti Musa untuk meninggalkan Mesir. Karena itu, hanya mereka yang percaya yang akan memelihara Paskah seperti yang diperintahkan, mereka yang percaya yang akan menyembelih domba ini. Sampai Keluaran pasal 19, kita membaca bahwa TUHAN datang di Gunung Sinai, membuat perjanjian kasih karunia dengan Israel dan memberikan hukum Allah. Hanya mereka yang dapat meninggalkan Mesir yang dapat membuat perjanjian dengan TUHAN di Gunung Sinai dan menjadi umat perjanjian. Dengan demikian kita melihat urutan langkah: TUHAN menyelamatkan dahulu, lalu membuat perjanjian, artinya, orang Israel terlebih dahulu mengalami keselamatan dan kemudian menerima permintaan hukum. Oleh karena itu, mereka yang merayakan hari raya Paskah harus terlebih dahulu menerima anugerah keselamatan Allah, kemudian menjadi umat perjanjian Allah, yaitu mereka yang percaya akan panggilan keselamatan Allah dan mengingat perbuatan-Nya.

Kedua, berharga diperhatikan adalah penggunaan darah, para ahli umumnya berpendapat bahwa kata darah yang digunakan dalam Keluaran 12:7 memiliki dua arti utama: (1) artinya penahiran penyucian, karena darah disapukan memakai hisop melambangkan penahiran, menahirkan rumah; (2) artinya melindungi dari bahaya (apotropaic), darah ini dapat melindungi orang-orang di rumah dari bencana pembunuhan. Kedua makna ini sekaligus melambangkan keselamatan Allah. Di bawah perlindungan darah, umat Allah akan dihindarkan dari penghakiman Allah.

Renungkan:
Melalui Paskah, orang Israel mengingat status mereka sebagai umat perjanjian. Hidup mereka tidak ditentukan oleh materi dan orang lain, tetapi oleh perjanjian dengan Allah. Bahkan jika mereka menghadapi kesulitan, mereka akan yakin bahwa TUHAN tidak akan pernah meninggalkan mereka. Dan apakah Anda juga percaya bahwa diri Anda adalah umat perjanjian kasih karunia? Apakah Anda percaya bahwa Allah memiliki perjanjian yang kekal dengan Anda?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Imamat 2:11-13

Bagian ingat-ingatan

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 2:11-13 [ITB])
11 Suatu korban sajian yang kamu persembahkan kepada TUHAN janganlah diolah beragi, karena dari ragi atau dari madu tidak boleh kamu membakar sesuatupun sebagai korban api-apian bagi TUHAN.
12 Tetapi sebagai persembahan dari hasil pertama boleh kamu mempersembahkannya kepada TUHAN, hanya janganlah dibawa ke atas mezbah menjadi bau yang menyenangkan.
13 Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.

Makna kedua dari korban sajian adalah bagian ingat-ingatan korban (memorial portion / memorial offering, atau persembahan peringatan VMD) (Im. 2:9, 16; 2:2 … Setelah diambil dari korban itu tepung segenggam dengan minyak beserta seluruh kemenyannya, maka imam haruslah membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai bagian ingat-ingatan korban itu, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN), sebenarnya apa yang dikenang atau diingat-ingat melalui persembahan ini? Imamat 2:11-13 menunjukkan dua hal yang diingat-ingat yang menjadi peringatan: keluaran dari Mesir dan perjanjian kekal.

Pertama-tama, ayat 11 menjelaskan bahwa tidak boleh ada ragi dalam korban sajian, peraturan tidak boleh ada ragi ini mengingatkan kita akan asal mula Paskah. Keluaran 13:3 juga dengan jelas menyatakan tujuan Paskah adalah untuk memperingati keluaran dari Mesir, tidak boleh makan yang beragi pada hari itu; Ul. 16:3 Janganlah engkau makan sesuatu yang beragi besertanya; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi besertanya, yakni roti penderitaan, sebab dengan buru-buru engkau keluar dari tanah Mesir. Maksudnya supaya seumur hidupmu engkau teringat akan hari engkau keluar dari tanah Mesir, itu adalah hari keselamatan dan hari ketika orang Israel meninggalkan tempat perbudakan. Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi adalah hari raya terpenting bagi orang Israel, mereka biasanya merayakan hari raya ini pada bulan pertama penanggalan Yahudi, Hari raya Paskah dirayakan selama satu hari, setelah itu, ada hari raya Roti Tidak Beragi selama tujuh hari. Selama periode ini, korban sajian dipersembahkan setiap malam, dan tidak boleh ada ragi di dalamnya. Korban sajian tidak mengizinkan ragi apa pun di dalamnya, karena itu adalah peringatan hari keluaran dari Mesir, mengingat keselamatan dan pembebasan Allah.

Kedua, ayat 13 menjelaskan korban sajian harus ada garam perjanjian, dapat kita lihat: garam perjanjian dari 2 Taw. 13:5 TUHAN Allah Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam? dan Bil. 18:19 … itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu lebih menekankan bahwa perjanjian ini bersifat kekal, sehingga banyak peneliti yang berpendapat bahwa garam perjanjian sebenarnya adalah simbol representasi dari sifat kekal dari perjanjian, sehingga itu adalah sebuah perjanjian tidak bisa dibuang. Selain itu, garam juga memiliki sifat menahirkan (2 Raj. 2:20-21 … Kemudian pergilah ia (Elisa) ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: “Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi.), adalah mencegah pembusukan, untuk mencegah kenajisan masuk ke dalam hubungan perjanjian antara Allah dan manusia, sehingga garam melambangkan kekekalan, juga melambangkan fungsi menahirkan. Oleh karena itu, ketika korban sajian mengandung garam perjanjian, itu melambangkan ingat-ingatan peringatan atas perjanjian kekal Allah. Peringatan seperti itu kudus, dan merupakan sikap paling mendasar orang Israel terhadap perjanjian.

Renungkan:
Mengingat hari Keluaran dari Mesir dan mengingat perjanjian kekal sebenarnya adalah kepercayaan dasar orang Israel. Hari Keluaran dari Mesir melambangkan keselamatan, dan perjanjian melambangkan komitmen kepada Allah. Keselamatan dari Allah dan komitmen kepada Allah adalah hubungan paling mendasar antara orang percaya dengan Allah.

Sering kali kita sudah lama percaya kepada Tuhan, dan semua berkat akan diterima begitu saja, dan kita secara bertahap sudah melupakan keselamatan dan komitmen kita kepada Allah. Terutama ketika kita menunjukkan kesalahan orang lain, kita lupa bahwa kita dahulu juga adalah budak dan diselamatkan oleh Allah, dan kita semua adalah orang berdosa. Kita tidak boleh hanya berdiri di atas landasan moral yang tinggi, seolah-olah kita dapat menilai orang lain dari tempat duduk yang lebih tinggi dari orang lain, tetapi sebaliknya, kita harus berdiri di posisi sebagai orang yang telah menerima anugerah, mengingat bahwa kita dulunya adalah orang-orang berdosa yang diperbudak dan ditindas oleh orang Mesir, senantiasa mengingat-ingat kasih anugerah Tuhan. Berdoa kiranya agar Tuhan membantu kita untuk selalu mengingat kasih karunia anugerah Tuhan agar kita tidak menjadi orang yang ingkar dan lupa budi.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 12:37-51

Titik berangkat dan memulai perjalanan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 12:37-51 [ITB])
37 Kemudian berangkatlah orang Israel dari Raamses ke Sukot, kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak. 38 Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka; lagi sangat banyak ternak kambing domba dan lembu sapi.
39 Adonan yang dibawa mereka dari Mesir dibakarlah menjadi roti bundar yang tidak beragi, sebab adonan itu tidak diragi, karena mereka diusir dari Mesir dan tidak dapat berlambat-lambat, dan mereka tidak pula menyediakan bekal baginya.
40 Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun. 41 Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.
42 Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN.
43 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: 「Inilah ketetapan mengenai Paskah:
Tidak seorangpun dari bangsa asing boleh memakannya.
………44 Seorang budak belian barulah boleh memakannya, setelah engkau menyunat dia.
………45 Orang pendatang dan orang upahan tidak boleh memakannya.
………46 Paskah itu harus dimakan dalam satu rumah juga;
………tidak boleh kaubawa sedikitpun dari daging itu keluar rumah;
………satu tulangpun tidak boleh kamu patahkan.
47 Segenap jemaah Israel haruslah merayakannya.
48 Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi TUHAN, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli. Tetapi tidak seorangpun yang tidak bersunat boleh memakannya.
49 Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu.」
50 Seluruh orang Israel berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.
51 Dan tepat pada hari itu juga TUHAN membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir, menurut pasukan mereka.

Paragraf ini pertama-tama menjelaskan tempat berangkat, jumlah orang, cara, dan waktu orang Israel meninggalkan Mesir (ayat 37-42).

Tempat berangkat keluaran dari Mesir adalah dari Raamses ke Sukot, keduanya di timur laut Mesir, di timur Delta Nil, dekat utara yang sekarang disebut Terusan Suez (ayat 37). Ada sekitar 600.000 orang laki-laki berjalan kaki, dan seharusnya ada 2 juta termasuk wanita dan anak-anak (ayat 37). Mereka membawa kambing domba dan lembu sapi, tetapi karena didesak untuk meninggalkan Mesir maka tidak ada waktu membuat adonan yang fermentasi, hanya bisa membawa adonan yang dibakar menjadi roti bundar yang tidak beragi untuk makanan (ayat 38-39).

Bangsa Israel tinggal di Mesir selama total 430 tahun, saat Yakub memimpin keluarganya untuk melarikan diri dari kelaparan dan datang ke Mesir, dan kemudian diperbudak sampai keluaran dari Mesir ini (ayat 40-41). Ini adalah firman Allah yang dinubuatkan kepada Abraham (Kej. 15:13). Mereka disebut pasukan TUHAN karena di depan ada perang yang telah menunggu mereka.

Inilah malam untuk berjaga-jaga terhadap TUHAN, karena TUHAN membawa orang Israel keluar dari Mesir (ayat 42). Allah menjadi awal baru mereka, membawa mereka dari kegelapan menuju terang.

Selanjutnya, ditambah ketentuan bagaimana orang asing di Israel dapat ikut berpartisipasi dalam merayakan Paskah (ayat 43-51).

Orang asing (ben nēkār), secara harfiah diterjemahkan sebagai anak orang asing, yaitu, orang yang tidak disunat, tidak boleh makan domba Paskah atau ikut serta dalam merayakan Paskah (ayat 43, 48). Tetapi Allah membukakan pintu rahmat bagi mereka, baik itu orang asing yang tinggal atau hamba yang dibeli dengan uang, asalkan mereka disunat, mereka dapat menerima makan malam Paskah bersama orang Israel (ayat 44, 48).

Ayat Alkitab menekankan kesatuan semua orang yang merayakan Paskah, tidak lagi membedakan orang Israel atau orang asing, budak atau atau orang yang menumpang tinggal, dan semuanya berlaku sebagai satu. Dan harus memakannya di dalam satu rumah yang sama, tidak boleh mengambil daging anak domba Paskah di luar rumah (ayat 46), kelak ini menjadi dasar pemahaman tidak ada keselamatan di luar Gereja (di luar Tubuh Kristus). Tulang domba tidak boleh dipatahkan (ayat 46), digenapi pada saat Yesus disalibkan (Yoh. 19:36).

Renungkan:
(1) Orang yang berada di dalam mendapatkan keselamatan, tidak peduli berapa besar ukuran iman, hanya peduli pada iman dan ketaatan.
(2) Syarat untuk Paskah adalah disunat, peduli akan iman, tidak peduli suku dan garis keturunan. Gereja menaati aturan ini, hanya mereka yang percaya dan dibaptis yang dapat menerima sakramen Perjamuan Kudus.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.