「Orang merdeka dan budak」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kel. 21:1-11 [ITB])
1 「Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka.
2 Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa. 3 Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.
4 Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.
5 Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, 6 maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.
7 Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar. 8 Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.
9 Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan. 10 Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia. 11 Jika tuannya itu tidak melakukan ketiga hal itu kepadanya, maka perempuan itu harus diizinkan keluar, dengan tidak membayar uang tebusan apa-apa.」
Keluaran 21:1-11 adalah yang bagian pertama dari 「Kitab Perjanjian」 (Keluaran pasal 21 – 23), pertama-tama menjabarkan hukum tentang pembebasan budak Ibrani. Artefak kode Timur Dekat kuno terkait urusan budak, menunjukkan bahwa sistem sosial semacam ini sangat umum pada waktu itu. Tetapi tidak ada artefak kode yang meletakkan ketentuan tentang melepaskan budak di bagian awal, seperti Kode Hammurabi meletakkan ketentuan pembebasan budak di bagian terakhir (ketentuan §§278-282).
Landasan hak asasi manusia. Alkitab begitu serius memperlakukan hamba, bukan untuk menyatakan setuju dengan perbudakan, tetapi untuk mengajarkan prinsip-prinsip yang lebih manusiawi, serta arah perbaikan sistem yang dilakukan, dapat melihat bahwa Allah memandang penting kebebasan orang. Kebebasan orang adalah dasar dari semua hak asasi manusia, untuk memastikan bahwa setiap orang berhak untuk mengejar kesetaraan dan kebahagiaan. Allah menebus dan menyelamatkan Israel menjadi dasar dari semua ketentuan hukum Allah.
Peraturan-peraturan Allah. Ayat 1 「peraturan-peraturan」 (mišpāṭîm, bentuk tunggal adalah mišpāṭ), memiliki akar kata kerja šāpaṭ 「penghakiman, persidangan」, kata ini memiliki arti berbagai aspek dari 「pemerintahan, pengadilan, penghakiman, ketentuan hukum, tanggung jawab hukum」. Dalam Lima Kitab Musa (Pentateukh), kata 「peraturan Allah」 dapat mewakili semua hukum yang diberikan oleh TUHAN.
Pembebasan pribadi. Jika orang Ibrani menjual diri sebagai budak, batasnya adalah enam tahun. Kemudian dia bisa keluar dengan bebas. Kata kerja yāṣā’ 「keluar」 adalah kata yang sama dengan orang Israel yang dibebaskan 「keluar」 dari Mesir. Bagi seorang budak, secara individu kebebasan dari perbudakan adalah pengalaman pribadi 「keluar dari Mesir」. Dan Kitab Ulangan memberikan peraturan bahwa jangan membiarkan hamba 「keluar」 dengan tangan kosong, dan bahwa 「sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kauberikan kepadanya」 (Ulangan 15:14)
Melayani karena cinta kasih. Jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, dan ingin melayani tuannya sepanjang hidupnya, maka tuannya harus membawanya menghadap Allah (‘ĕlōhîm), dan menusuk telinganya dengan penusuk, selamanya menjadi hamba tuannya. Seperti yang dikatakan Ul. 6:4-5 「Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu」, orang-orang Israel karena cinta kasih menyembah satu-satunya Allah yang benar.
Renungkan:
(1) Kebenaran membebaskan orang, dalam kasih tidak ada rasa takut .
(2) Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).
(3) Sebagaimana Allah dengan kasih memperlakukan kita, kita harus memperlakukan orang lain dengan cara yang sama. Jika tidak mengasihi saudara-saudari yang terlihat, bagaimana mungkin mengasihi Allah tidak dapat dilihat? (1 Yoh. 4:20)
Renungan pemahaman Kitab Keluaran
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.