「Bagian ingat-ingatan」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 2:11-13 [ITB])
11 Suatu korban sajian yang kamu persembahkan kepada TUHAN janganlah diolah beragi, karena dari ragi atau dari madu tidak boleh kamu membakar sesuatupun sebagai korban api-apian bagi TUHAN.
12 Tetapi sebagai persembahan dari hasil pertama boleh kamu mempersembahkannya kepada TUHAN, hanya janganlah dibawa ke atas mezbah menjadi bau yang menyenangkan.
13 Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.
Makna kedua dari korban sajian adalah 「bagian ingat-ingatan korban」 (memorial portion / memorial offering, atau 「persembahan peringatan」 VMD) (Im. 2:9, 16; 2:2 「… Setelah diambil dari korban itu tepung segenggam dengan minyak beserta seluruh kemenyannya, maka imam haruslah membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai bagian ingat-ingatan korban itu, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN」), sebenarnya apa yang dikenang atau diingat-ingat melalui persembahan ini? Imamat 2:11-13 menunjukkan dua hal yang diingat-ingat yang menjadi peringatan: keluaran dari Mesir dan perjanjian kekal.
Pertama-tama, ayat 11 menjelaskan bahwa tidak boleh ada ragi dalam korban sajian, peraturan tidak boleh ada ragi ini mengingatkan kita akan asal mula Paskah. Keluaran 13:3 juga dengan jelas menyatakan tujuan Paskah adalah untuk memperingati keluaran dari Mesir, tidak boleh makan yang beragi pada hari itu; Ul. 16:3 「Janganlah engkau makan sesuatu yang beragi besertanya; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi besertanya, yakni roti penderitaan, sebab dengan buru-buru engkau keluar dari tanah Mesir. Maksudnya supaya seumur hidupmu engkau teringat akan hari engkau keluar dari tanah Mesir」, itu adalah hari keselamatan dan hari ketika orang Israel meninggalkan tempat perbudakan. Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi adalah hari raya terpenting bagi orang Israel, mereka biasanya merayakan hari raya ini pada bulan pertama penanggalan Yahudi, Hari raya Paskah dirayakan selama satu hari, setelah itu, ada hari raya Roti Tidak Beragi selama tujuh hari. Selama periode ini, korban sajian dipersembahkan setiap malam, dan tidak boleh ada ragi di dalamnya. Korban sajian tidak mengizinkan ragi apa pun di dalamnya, karena itu adalah peringatan hari keluaran dari Mesir, mengingat keselamatan dan pembebasan Allah.
Kedua, ayat 13 menjelaskan korban sajian harus ada garam perjanjian, dapat kita lihat: garam perjanjian dari 2 Taw. 13:5 「TUHAN Allah Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam?」 dan Bil. 18:19 「… itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu」 lebih menekankan bahwa perjanjian ini bersifat kekal, sehingga banyak peneliti yang berpendapat bahwa garam perjanjian sebenarnya adalah simbol representasi dari sifat kekal dari perjanjian, sehingga itu adalah sebuah perjanjian tidak bisa dibuang. Selain itu, garam juga memiliki sifat menahirkan (2 Raj. 2:20-21 「… Kemudian pergilah ia (Elisa) ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: “Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi.」), adalah mencegah pembusukan, untuk mencegah kenajisan masuk ke dalam hubungan perjanjian antara Allah dan manusia, sehingga garam melambangkan kekekalan, juga melambangkan fungsi menahirkan. Oleh karena itu, ketika korban sajian mengandung garam perjanjian, itu melambangkan ingat-ingatan peringatan atas perjanjian kekal Allah. Peringatan seperti itu kudus, dan merupakan sikap paling mendasar orang Israel terhadap perjanjian.
Renungkan:
Mengingat hari Keluaran dari Mesir dan mengingat perjanjian kekal sebenarnya adalah kepercayaan dasar orang Israel. Hari Keluaran dari Mesir melambangkan keselamatan, dan perjanjian melambangkan komitmen kepada Allah. Keselamatan dari Allah dan komitmen kepada Allah adalah hubungan paling mendasar antara orang percaya dengan Allah.
Sering kali kita sudah lama percaya kepada Tuhan, dan semua berkat akan diterima begitu saja, dan kita secara bertahap sudah melupakan keselamatan dan komitmen kita kepada Allah. Terutama ketika kita menunjukkan kesalahan orang lain, kita lupa bahwa kita dahulu juga adalah budak dan diselamatkan oleh Allah, dan kita semua adalah orang berdosa. Kita tidak boleh hanya berdiri di atas landasan moral yang tinggi, seolah-olah kita dapat menilai orang lain dari tempat duduk yang lebih tinggi dari orang lain, tetapi sebaliknya, kita harus berdiri di posisi sebagai orang yang telah menerima anugerah, mengingat bahwa kita dulunya adalah orang-orang berdosa yang diperbudak dan ditindas oleh orang Mesir, senantiasa mengingat-ingat kasih anugerah Tuhan. Berdoa kiranya agar Tuhan membantu kita untuk selalu mengingat kasih karunia anugerah Tuhan agar kita tidak menjadi orang yang ingkar dan lupa budi.
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.