Tag Archives: Teamwork

Bilangan 11:16-18

「Bertiuplah Angin dan Roh Turun」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 11:16-18 [ITB])
1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau. 17 Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya. 18 Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan: Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu telah menangis di hadapan TUHAN dengan berkata: Siapakah yang akan memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir, bukan? –TUHAN akan memberi kamu daging untuk dimakan.

Bilangan 11:10-35 (klik untuk membaca) mencatat dua insiden: satu adalah umat yang bersungut-sungut, bersungut bahwa mereka tidak punya daging untuk dimakan, membangkitkan kemarahan Musa, dan mengadu kepada TUHAN (Yahweh) bahwa tanggung jawab untuk mengurus umat itu terlalu berat untuk ditanggungnya sendirian. Maka, TUHAN berpesan kepada Musa bahwa Ia akan memberikan Roh yang yang ada pada dirinya diberikan kepada tujuh puluh penatua Israel. TUHAN membangkitkan angin yang bertiup membawa burung-burung puyuh dari sebelah laut, sehingga membuat umat itu makan daging.

Adanya Roh (rûaḥ) TUHAN: dua peristiwa ini dihubungkan oleh sebuah kata penting, yaitu, dalam bahasa Ibrani rûaḥ dari TUHAN, yang diterjemahkan sebagai Roh dalam pasal ini (17, 25 [2 kali], 26, 29) dan angin (ayat 31). Ini adalah janji ganda yang dibuat oleh TUHAN sebagai tanggapan atas seruan rakyat dan Musa, memberinya rûaḥ, tetapi dengan efek dan konsekuensi yang berbeda. Roh (rûaḥ) TUHAN diberikan kepada tujuh puluh penatua Israel untuk berbagi pekerjaan Musa sebagai dukungan rohani baginya. Tempat peristiwa berada di pelataran Kemah Suci, sebuah area kudus. Akibat dari pemberian Roh (rûaḥ) membawa orang lebih dekat kepada TUHAN.

Peristiwa yang lain adalah bahwa TUHAN membangkitkan angin (rûaḥ) untuk meniupkan kelompok besar burung puyuh dari laut untuk memberi umat itu makan, untuk memenuhi kebutuhan fisik mereka, dan untuk memuaskan hasrat psikologis mereka. Tetapi angin bertiup di luar perkemahan, tempat yang najis, tanah kematian, dan sebagai akibatnya, orang-orang itu makin menjauh dari TUHAN.

Fakta bahwa Musa memberikan Roh Kudus kepada tujuh puluh penatua layak untuk dijelaskan di sini. Keluaran tidak secara khusus menyebutkan bahwa Musa menerima Roh Kudus, tetapi hanya mencatat bahwa ia menerima panggilan menjadi pemimpin (Keluaran 3), dan dikukuhkan oleh mukjizat (Keluaran 4). Bilangan pasal 11 secara tidak langsung membuktikan bahwa Musa menerima Roh Kudus. Ketika Musa membutuhkan bantuan, TUHAN memerintahkannya untuk mengumpulkan tujuh puluh penatua dan pemimpin Israel untuk berbagi rûaḥ (Bil. 11:16, 17, 24-26). Perikop ini mengasumsikan bahwa Musa pertama-tama menerima Roh Kudus dan membagikannya kepada para pemimpin lain, Musa berharap lebih, yakni bahwa semua orang Israel menerima Roh Kudus (… Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka! Bil. 11:29).

Renungkan:

Ketika sebuah organisasi baru didirikan dan manajemen menjadi lebih rumit, pembagian kerja menjadi lebih diperlukan. Ini tidak hanya mencerminkan masalah yang dihadapi kelompok pada saat ini, tetapi juga beradaptasi dengan tantangan di masa depan. Yang paling penting adalah pembagian kerja dan orang yang tepat di posisi yang tepat. Pasal 11 adalah catatan pembagian kerja baru ini.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filemon 22-25

「Ucapan Berkat Bagi Filemon」

Sebuah bagian akhir surat dapat mengandung inti-inti iman yang penting. Sebuah pesan Natal.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:22-25 [ITB])
22Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku, karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.
23Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus,
24dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku.
25Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu!

Dari ayat 22-25, kita melihat bagian akhir surat, dapat dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah rencana perjalanan Paulus (ayat 22). Di ayat 22 Paulus meminta Filemon mempersiapkan tempat tinggal baginya, ini menyatakan bahwa ia segera akan keluar dari penjara, dan akan memulai perjalanan. Paulus secara mendalam percaya bahwa berdoa akan membawakan perubahan; yakni melalui doa orang percaya, setelah ia meninggalkan penjara, maka sudah bisa pergi menjenguk gereja (ayat 22 … oleh doamu …). Paulus percaya kuasa doa, ia meminta orang percaya berdoa bagi dirinya, mohon Allah membukakan pintu penginjilan baginya (Kol. 4:3). Karena itu, Paulus berharap segera pergi ke tempat Filemon, juga adalah demi penginjilan. (Paulus tiada henti bekerja adalah demi pekerjaan penginjilan)

Bagian kedua adalah menghantarkan salam (23-24 ayat). Paulus mewakili lima orang menghantarkan salam kepada Filemon dan gereja. Orang pertama adalah Epafras, yang demi Kristus dipenjarakan bersama-sama Paulus. Dari Kol. 1:7-8 dapat diketahui, ia adalah pendiri gereja Kolose. Orang kedua adalah Markus, ia adalah kemenakan Barnabas (Kol. 4:10), sekarang melayani Paulus. Orang ketiga adalah Aristarkhus, ia juga dipenjara bersama-sama dengan Paulus (Kol. 4: 14). Orang keempat adalah Demas, ia pernah mengikuti Paulus (Kol. 4: 11), namun sayang sekali kemudian hari ia telah pergi karena mengasihi dunia (2 Tim. 4:10). Orang paling akhir adalah Lukas. ia adalah seorang dokter (Kol. 4: 14), mulai dari perjalanan pengabaran Injil Paulus yang kedua kali, Lukas terus beserta sebagai rekan pelayanan. Sampai saat Paulus terakhir kali dipenjarakan, juga hanya ada Lukas di samping dia (2 Tim. 4: 11).

Dalam surat yang singkat pendek ini, kita melihat sifat penting iman dalam kelompok. Filemon berada di dalam komunitas gereja; sedangkan Paulus berada di penjara, walaupun sedemikian ia juga tidak sendirian, karena ada sekelompok orang percaya yang mengasihi Tuhan yang menemani Paulus. Setelah Onesimus percaya Tuhan, budak yang seorang diri sendirian dalam pelarian, segera dipeluk oleh komunitas kasih. Saat Paulus memberikan dorongan agar ia kembali kepada tuannya, ia menurut pergi. Dari diri Onesimus, kita melihat Onesimus tidak berjalan seorang diri kesepian, ia memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam, orang kudus yang menemani, dan dukungan gereja.

Bagian ketiga adalah ucapan berkat. Paulus memberikan Filemon ucapan berkat yang termasuk pendek 「Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu」 (ayat 25), namun adalah merespon berkat di bagian awal surat di ayat 3 (Filemon 1:3, 「Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu」). Surat ini dimulai dengan kasih karunia, juga berakhir dengan kasih karunia. Tepat seperti kita diselamatkan karena kasih karunia (Ef. 2:8), dan 「karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita」 (Rom. 6:23).

Surat Filemon membuat kita melihat satu lembar lukisan yang sangat indah, selembar cetak biru kehidupan gereja, satu piagam tentang mendapat kebebasan di dalam Kristus Tuhan.

Injil telah merubah hidup Onesimus, ia tidak perlu hidup dalam pelarian lagi, ia bisa dengan berani menghadapi kesalahan diri sendiri, juga rela menghadapi akibatnya.

Kasih Kristus telah mendorong Paulus, ia rela memohonkan kasih kemurahan rahmat seorang tuan bagi seorang saudara yang kecil, seorang yang tidak memiliki kuasa, yang tidak memiliki pengaruh.

Firman pendamaian telah dipercayakan kepada orang percaya, dibuat menjadi nyata di dalam gereja dan di dunia. Semua ini adalah kasih karunia.

Renungkan: (1) Bersyukur bagi anggota tubuh yang menemani atau menjaga engkau; (2) Pikirkan apa pelajaran rohani yang diberikan surat Filemon kepada engkau; (3) Bersyukur kepada Allah bagi diri sendiri telah mendapatkan rahmat, juga mohon Tuhan membuat diri sendiri seumur hidup menjadi orang yang sadar telah menerima rahmat dan yang tahu membalas budi.