Tag Archives: Surat Yudas

Yudas 24-25

「Puji-Pujian」

Terpujilah Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kita, Allah TriTunggal yang Esa.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 24-25 [ITB])
24Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
25Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Yudas di bagian akhir, tidak memberikan ucapan berkat kepada orang percaya, tetapi mengakhiri surat pendek ini dengan menaikkan puji-pujian atas tindakan Allah terhadap orang kudus yang dikasihi. Penulis surat terlebih dahulu menggambarkan Allah bagaimana memelihara orang-orang yang dipanggil, yakni orang kudus yang dikasihi; seperti Yesus 「Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya」 (Yoh. 13:1), Allah sekali lagi secara pasti memelihara orang percaya. Dalam 25 ayat yang pendek, ini adalah ketiga kali muncul kata 「memelihara」 (Yudas 1:1 dipelihara, Yudas 1:21 peliharalah, Yudas 1:24 menjaga). Allah memelihara orang percaya tidak tersandung jatuh. Saat orang percaya dengan erat mengikuti Allah, kita memiliki perlindungan Roh Kudus. Allah membuat kehidupan orang percaya tidak bercacat berdiri di hadirat Tuhan yang mulia. Orang percaya bersandar perlindungan Allah, kehidupan memperoleh keutuhan dan sempurna indah, secara keseluruhnya itu adalah hasil yang dibawakan oleh keselamatan dari Yesus. Orang percaya dapat berdiri di hadirat satu-satu-Nya Allah yang Esa, adalah hal yang membawakan sukacita yang sangat besar.

Yudas dengan sungguh percaya Allah yang kita sembah dengan hormat adalah Tuhan Juruselamat dan satu-satu-Nya Allah yang sungguh. Ia merespon pujian umat Israel Perjanjian Lama kepada TUHAN: 「Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!」 (Ul. 6:4). Rasul Petrus juga memproklamasikan: 「keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.」 (Kis. 4:12). Kata 「Dia」ini, adalah 「Tuhan Yesus Kristus」 yang Yudas tunjukkan dalam ayat 25. Yesus adalah satu-satunya Juruselamat, melalui Dia, orang bisa datang ke hadirat satu-satu-Nya Allah yang sungguh, Tuhan Yesus berkata : 「Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku」 (Yoh. 14:6).

Selanjutnya Yudas menaikkan pujian kepada Penguasa langit dan bumi ini, yang dalam penyembahan merupakan pengakuan iman orang kudus atas empat macam karakter Allah, yakni: kemuliaan, kebesaran, kekuatan, kuasa otoritas.

Pertama, kemuliaan. Kemuliaan sering muncul dalam puji-pujian Perjanjian Lama. Allah adalah Tuhan yang mulia, saat menerima puji-pujian orang. Yesus dalam doa yang Ia ajarkan kepada para murid diakhiri dengan 「Engkaulah yang empunya … dan kemuliaan」 (Mat. 6:13). Pemazmur menyerukan kepada para penyembah 「Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya …」 (Maz. 96:8).

Kedua, kebesaran (majesty). Ini adalah pujian yang sering muncul dalam Perjanjian Lama, terdapat konsep yang luar biasa. Daud memimpin umat menaikkan pujian kepada TUHAN yang demikian: 「Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala」 (1 Taw. 29:11).

Ketiga dan keempat dalam konsepnya tersambung bersama-sama, menunjuk kepada kedaulatan kuasa dan kekuatan Allah: 「Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.」 (1 Pet. 5:11).

Di bagian awal surat ini, pernah disebutkan panggilan dan pemeliharaan Allah terhadap orang-orang yang dikasihi (Yudas 1:1). Di akhir surat, justru adalah pujian yang dinaikkan orang-orang percaya yang sudah mendapat kasih karunia anugerah kepada satu-satu-Nya Allah yang Esa juga Tuhan Yesus Kristus. Kiranya sang Juruselamat berkenan atas mazmur pujian kita; kiranya puji-pujian indah mencapai telinga Sang Pelindung kita.

Kiranya Kemuliaan, Kebesaran, Kekuatan, dan Kuasa milik Allah, dari jauh sebelum puluhan ribu generasi, sekarang, terus sampai kekal selamanya! Amin.

Renungkan: (1) Mohon Roh Kudus sering membuat saya peka atas perlindungan dari Tuhan; (2) Naikkan puji-pujian indah dari bagian hati yang terdalam kepada Allah; (3) Renungkan salah satu karakter Allah (Kemuliaan, Kebesaran, Kekuatan, dan Kuasa otoritas).

Yudas 17-23

「Kokoh Mempertahankan Iman」

Iman harus dipertahankan dengan gigih, bukan dengan keraguan.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 17-23 [ITB])
17Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
18Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.” 19Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.
20Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
21Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
22Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 23selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Setelah melalui tiga putaran menunjukkan kesalahan 「orang-orang」 itu, Yudas berganti tujuan memberikan petunjuk kepada orang kudus yang dikasihi. Dalam perikop ini, Yudas dua kali berpesan 「yang kekasih … (kalian hendak) …lah …」 (Yudas 1:17, 20). Yudas memberikan mereka tiga aspek nasehat: 1) ingat (ayat 17); 2) pelihara (ayat 21); dan 3) Tunjukkanlah belas kasihan (ayat 22).

Bagian pertama 「ingat」, ayat 17-19 Yudas mengingatkan orang percaya yang dikasihi hendaknya 「mengingat」. Sebenarnya tidak hanya mengingat ulang, orang percaya terlebih lagi hendaknya 「senantiasa ingat (tanpa lupa)」 atau 「penuh ingatan」 atas pengajaran para rasul terkait keadaan akhir zaman (lihat 2 Tim. 3). Selain itu, orang percaya hendak ingat dengan sungguh-sungguh membangun gereja berdasarkan Firman Allah, orang percaya bersama-sama 「dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru」 (Ef. 2:20).

Bagian kedua 「peliharalah」, adalah melindungi memelihara gereja yang dibangun itu. Yudas dalam ayat 20-21 mengajukan empat prinsip membuat kokoh kesehatan internal gereja. Yakni bagaimana orang kudus yang dikasihi hidup bersama-sama? 「Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal」. Setelah diterjemahkan dari bahasa aslinya terlihat seperti ada empat kata kerja, namun sebenarnya hanya ada sebuah kata kerja perintah 「peliharalah」 dan tiga kata partisip (participles, berfungsi memberikan penjelasan lebih lanjut bagi kata kerja utama 「peliharalah」). Melalui kata kerja perintah 「peliharalah」 dalam ayat 20-21, Yudas menyatakan bahwa dalam komunitas iman mereka harus 「Peliharalah dirimu dalam kasih Allah」. Kata kerja 「pelihara」 telah dua kali muncul. Pertama kali dalam ayat 1 「dipelihara untuk Yesus Kristus」(kata kerja pasif), yakni orang percaya 「dilindungi」; namun dalam ayat 21 sebaliknya adalah 「Peliharalah diri dalam kasih Allah」, jadi orang percaya diberi perintah harus aktif berusaha keras dan berinisiatif bersekutu dengan Allah. Yesus pernah berurutan tiga kali mengingatkan orang percaya, hendaknya 「… senantiasa tinggallah di dalam kasih-Ku… senantiasa tinggallah di dalam kasih-Ku… senantiasa tinggallah di dalam kasih-Nya」 (Yoh. 15:9-10). (Ada Allah yang memelihara, namun kita juga harus berusaha keras secara aktif menjaga, mempertahankan dan memelihara.)

Melanjutkan kata kerja 「peliharalah dirimu」, Yudas memakai tiga kata partisip yang sesuai terjemahan KJV adalah: building (membangun), praying (berdoa) and looking (menantikan) untuk mendorong orang percaya bagaimana memelihara mengukuhkan gereja. Memelihara iman dengan 3 cara ini:

  1. Pertama, membangun diri sendiri dalam Firman Allah. Orang percaya dibangun dalam Firman Allah tepat seperti membangun rumah, jika rumah didirikan di atas batu karang, maka dapat berdiri kokoh, tidak takut diterjang hujan dan badai (Mat. 7:24; Ef. 4:13-14).
  2. Kedua, berdoa dalam Roh Kudus. Roh Kudus berdoa bagi orang percaya, orang percaya juga hendak dalam dorongan-Nya berdoa kepada Tuhan (Rom. 8:26-27).
  3. Ketiga, 「menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal」. Orang Kristen terus berharap rahmat Juruselamat Yesus Kristus, memasuki kekekalan, kehidupan yang terlebih indah dan yang terlebih lagi melimpah.

Bagian ketiga 「Tunjukkanlah belas kasihan」. Orang kudus yang dikasihi terhadap internal ke dalam hendaklah mengukuhkan iman komunitas, dan terhadap eksternal keluar hendaknya berusaha keras menjadi berkat bagi orang lain. Di ayat 2, Yudas memberkati orang percaya dalam 「Rahmat (belas kasihan), damai sejahtera dan kasih」 agar ditambahkan berlipat. Dalam bagian ketiga ini, adalah kesempatan membuat kasih menjadi nyata kepada anggota tubuh. Yudas khusus mengajukan ada tiga macam orang perlu mereka perhatikan. Pertama adalah orang yang di dalam hati ragu-ragu atau perdebatan (sesuai bahasa aslinya), hendaknya terhadap mereka ada rahmat belas kasihan, mungkin mereka masih bergumul dalam iman. Kedua adalah orang yang di pinggir jurang bahaya, mungkin segera mengalami penghakiman, perlu menyelamatkan mereka. Ketiga adalah yang ada dalam dosa, hendak berbelas kasih rahmat terhadap mereka. Namun saat menolong hendak berhati-hati, jangan sampai ikut ternodai menjadi tidak suci. Yudas khusus mengingatkan orang percaya hendak meningkatkan kewaspadaan, menghindari jatuh ke dalam pencobaan, atau bahkan jatuh dalam dosa.

(Iman dipertahankan bukan dengan keraguan. Tetapi dengan gigih: 1) Ingat dengan sungguh-sungguh membangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 2) Memelihara iman dengan membangun diri sendiri dalam Firman Allah, berdoa dalam Roh Kudus, terus menantikan rahmat Juruselamat Yesus Kristus atas hidup kekal. 3) Memelihara iman dengan menunjukkan belas kasihan.)

Renungkan: (1) Mohon Tuhan melindungi saya seumur hidup senantiasa ada di dalam kasih-Nya; (2) Renungkan tentang kehidupan doa saya; (3) Introspeksi diri saat saya berhubungan dengan orang yang di luar jemaat, apakah saya bisa membawa mereka kepada Tuhan.


Tambahan Penerjemah:

Marilah kita selalu berharap dan minta pertolongan Allah, karena  「Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, …」 (1 Pet. 5:10)

 

Yudas 14-16

「Perkataan Henokh」

Perkataan mendatangkan penghakiman.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 14-16 [ITB])
14Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, 15hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.”
16Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

Saat Yudas menghadapi kesalahan 「orang-orang」 itu, ia memakai sebuah karya sastra yang beredar saat itu sebagai gugatan putaran ketiga. Para peneliti berpendapat 《Kitab 1 Henokh》 yang dipakai Yudas, sudah dikenal oleh orang percaya pada zaman itu. Ayat 14-15 memakai bagian yang terkait kedatangan Yang Kudus, Ia juga membawakan penghukuman. Allah adalah Tuhan yang berinisiatif mengadakan penghukuman, Ia memberikan perlindungan dan damai sejahtera kepada orang yang adil, dan hukuman kepada orang yang fasik. Perikop ini ada dua poin khusus:

  1. Yudas khusus menekankan 「ketidaksalehan / kefasikan」 dari 「orang-orang」 itu, seluruhnya ada tiga kali, yakni Allah akan menghardik 「orang-orang fasik」, menghakimi 「perbuatan fasik」 dan menjatuhkan keputusan hukuman atas 「dosa kefasikan」.
  2. Yudas memperhatikan ucapan「orang-orang」 itu. Ia dengan jelas menunjukkan bahwa Allah akan menghakimi apa yang pernah dikatakan oleh manusia. Dari 「kata」 di ayat 14, 「kata-kata」 ayat 15, sekarang di ayat 16 segera disambungkan dengan perkataan 「orang-orang」 itu. Apa yang dimaksudkan dengan perkataan 「orang-orang」 itu? Yakni perkataan 「yang menggerutu dan mengeluh」, 「yang bukan-bukan」 dan 「yang menjilat」. Orang-orang fasik ini mengeluarkan tiga macam perkataan fasik. Pertama, perkataan fasik yang 「menggerutu dan mengeluh」. Orang-orang ini sering menggerutu di dalam perkataannya menggugat orang lain dan mengucapkan pembicaraan yang negatif. Sebenarnya Yudas dalam ayat 5, terkait peristiwa keluar dari Mesir telah memberikan petunjuk. Orang Israel sering menggerutu kepada TUHAN, karena berbagai macam hal menyalahkan Allah: minta air minum, makanan, berita yang dibawa kembali oleh 12 pengintai, dsb. Kedua, perkataan fasik yang 「mengeluarkan perkataan yang bukan-bukan」(ITB) (dalam CUVT 「bualan」, NET 「bombastic」, NET 「boast」 bualan yang membesarkan diri, bandingkan Yudas 1:13 「… ombak … yang membuihkan …」). Membual tentang diri sendiri adalah menjadikan diri sendiri sebagai pusat, 「orang-orang」 itu tidak mengeluarkan perkataan yang memuji Allah, tidak mengeluarkan perkataan yang memberi dorongan terhadap orang lain, tetapi berusaha ambil kesempatan mengeluarkan perkataan peninggian diri, memuji diri sendiri. Ketiga, perkataan fasik yang 「menjilat orang」. Perkataan fasik macam ketiga ini adalah yang paling tersembunyi tidak kentara, dipermukaan berkata menyanjung untuk menjilat orang, adalah berharap mendapatkan keuntungan dari orang lain, tujuan paling akhir adalah demi keuntungan diri sendiri.

Yudas dalam ayat 4 telah menunjukkan, 「orang-orang」 itu menyangkal Yesus sebagai Tuhan atas kehidupan dan yang berkuasa. Walaupun mereka secara lidah tidak dengan terang-terangan berkata tidak menerima Tuhan berkuasa, tetapi perkataan fasik dari mereka yang tidak saleh sangat berbeda dengan perkataan baik dari orang-orang kudus yang dikasihi Tuhan. Orang-orang kudus mengeluarkan pujian indah dan ucapan syukur kepada Allah, mengeluarkan perkataan yang membangun iman orang, saat berbincang dengan orang lain 「senantiasa penuh kasih (ramah) jangan hamba」 dalam memberi jawab kepada setiap orang (Kol. 4:6).

Mungkin Yudas pernah berkesempatan mendengarkan pengajaran Yesus Kristus terkait bagaimana berkata-kata (Yudas adalah saudara Yesus, lihat ). Yesus pernah menunjukkan, 「Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.」 (Mat. 12:36-37). Selain itu, Yesus juga pernah mengingatkan agar perkataan orang percaya hendaknya sungguh-sungguh: 「Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.」 (Mat. 5:37).

Renungkan: (1) Di hadapan Allah, ambilah tekad untuk tidak berbuat dosa dalam hal lidah; (2) Periksalah apakah pada diri sendiri ada keadaan 「dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk」 (Yak. 3:10)? (3) Mohon Roh Kudus menambahkan kekuatan, agar bibir lidah saya menghasilkan buah yang baik: 「senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya」 (Ibrani 13:15).

Yudas 11-13

「Tiga Orang yang Tidak Saleh」

Perlu berhari-hati dalam kehidupan iman agar tidak tersesat dan hancur binasa.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 11-13 [ITB])
11Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
12Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.
13Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.

Yudas dalam putaran pertama, telah memakai tiga cuplikan Perjanjian Lama untuk membawakan kesalahan 「orang-orang itu」 (Yudas 1:5-7), sekarang dalam putaran kedua, ia memberikan contoh kegagalan tiga tokoh Perjanjian Lama sebagai peringatan (ayat 11). Saat Yudas mengajukan peristiwa tentang Kain, Bileam dan Korah, orang kudus yang dikasihi akan segera terpikir kejatuhan tiga tokoh tersebut dalam tutur kata perbuatan.

  1. Kain (Kej. 4), ia menunjukkan iri hati, amarah, bahkan membunuh orang. Ia tidak hanya menolak bertobat, terlebih lagi menolak TUHAN, menyebabkan akhir dari dirinya adalah menerima penghukuman.
  2. Nabi Bileam (Bil. 22-24), karena uang dan serakah, mempersembahkan rancangan daya upaya kepada raja Balak musuh Israel menyebabkan orang Israel berdosa dan dihukum TUHAN (Bil. 31:16).
  3. Korah, ia aslinya adalah orang Lewi, melayani Allah di Bait Suci (Bil. 16:8). Namun ia bersama 250 orang yang lain mengugat Musa dan Harun berkata : 「Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?」 (Bil. 16:3). Korah tidak hanya tidak menaati hukum, ia juga menantang kuasa Musa, meragukan tindakan Musa, dan tidak mau menerima hukum yang diperintahkan Musa yang berasal dari TUHAN. Tindakan Korah adalah memprovokasi, menciptakan perselisihan, berakibat menjadi perpecahan dan terang-terangan melawan hukum, akibatnya adalah mendapatkan penghakiman dan kebinasaan. Apa yang ia perbuat adalah 「berkumpul sepakat melawan TUHAN」 (Bil. 27:3).

Dari sini dapat dilihat bahwa Kain, Bileam dan Korah mewakili pembunuh yang penuh iri hati, nabi yang serakah dan pemimpin yang tidak taat. Tingkah laku ketiga orang yang tidak saleh ini, sekarang justru muncul di dalam gereja, Yudas menunjukkan: 「Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu」 (ayat 12). Apa kesamaan dari ketiga orang ini dan 「orang-orang itu」 yang disebut dalam Yudas 1:5-7? Yakni kehidupan dan tutur kata perbuatan mereka akan merusak kemurnian gereja dan persatuan.

Yudas dalam ayat 12-13 telah memakai 5-6 perumpamaan untuk menggambarkan kerusakan akibat dari「orang-orang itu」. CCV dan CNV menerjemahkan sebagai lima macam perumpamaan: 1. Noda (KJV, ITB) / dapat diterjemahkan sebagai karang tersembunyi (CUVT, ESV, NET, HCSB), 2. Awan, 3. Pohon, 4. Gelombang, dan 5. Bintang. Yudas menunjukkan lima gejala alam untuk menggambarkan kehidupan dan pengaruh 「orang tertentu」. Di sini dengan mengambil contoh karang tersembunyi yang berbahaya (ayat 12, ITB 「noda」), Yudas mengingatkan orang kudus bahwa 「orang-orang itu」 adalah 「karang berbahaya yang tersembunyi dalam perjamuan kasihmu」. Mereka walaupun duduk bersama-sama dengan orang percaya, berbagi dan terlihat mirip memiliki iman yang sama, namun adalah berbahaya di dalam gereja, karena mereka seperti karang tersembunyi, tidak tahu kapan waktunya, orang percaya terbentur karang, seluruh kehidupan mungkin jadi hancur! (Kita perlu berhati-hati dalam kehidupan iman jangan tersandung karang sehingga hancur dalam kebinasaan kekal. Kenalilah karang penghancur yang berlawanan dengan Kristus Yesus Juruselamat.)

Apakah ada perumpamaan keenam? Terjemahan RCUV (juga CUVT, NIV, ESV) mengajukan yang keenam: mereka di dalam komunitas kelihatan seperti 「gembala」 (「shepherds」 NIV) (ITB terjemahkan sebagai 「melahap」atau 「feeding」dalam NET). Mereka kelihatannya seperti penggembala, namun tidak seperti Yesus「TUHAN Sang Gembala」 (Maz. 23), mereka bukan gembala yang sesungguhnya, hanya tahu 「mementingkan dirinya sendiri」 (ayat 12). TUHAN juga pernah menegur sekelompok penggembala, mereka 「menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan」 (Yeh. 34:3). Penghakiman dari Allah kepada mereka adalah: 「Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu」 (Yeh. 34:10).

Yudas memakai perumpamaan ini, adalah hendak menunjukkan 「orang-orang itu」 tidak dapat diandalkan seperti awan, pohon yang tidak berbuah, ombak yang tidak mau menerima dikendalikan, dan bintang-bintang yang  tidak memberikan arah yang tetap (asteres planetai  oleh ITB diterjemahkan hanya sebagai bintang-bintang, dalam terjemahan CUVT, KJV, ESV, NET adalah 「wandering stars bintang-bintang pengembara, atau straying stars / bintang yang kehilangan arah」 seharusnya memberikan arah yang benar kepada para pelaut namun bintang-bintang ini tidak menentu arahnya, ia sendiri kehilangan arah, tidak dapat diandalkan sehingga membawakan bencana, lihat ayat 12 bahaya terbentur batu karang tersembunyi.) Tiga tokoh dan enam perumpamaan telah menunjukkan kesalahan dan bahaya mereka, sepatutnya menghindari bencana dari mereka. (Kita perlu berhati-hati dalam kehidupan iman jangan tersandung karang karena mengikuti bintang penyesat sehingga diri kita hancur dalam kebinasaan kekal.)

Renungkan: (1) Kesalahan orang yang terdahulu menjadi pelajaran bagi kita, mohon Tuhan membantu saya agar tidak mengulang jalan kesalahan orang dahulu; (2) Darah mulia Juruselamat telah membersihkan dosa saya, mohon Roh Kudus tidak hentinya melindungi saya senantiasa memiliki tangan yang bersih dan hati yang jernih.

 

Yudas 5-10

「Tiga Contoh Ketidak-salehan」

Ada hal yang harus kita ingat saat memeriksa kesalahan orang lain.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 5-10 [ITB])
5Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.
6Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,
7sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.
8Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.
9Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!” 10Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka.

Di ayat 3-4 Yudas menasehati orang percaya yang dikasihi hendaknya bangkit, demi 「kebenaran segenap hati berjuang untuk mempertahankan iman」, untuk mematahkan kesalahan penyelusup yang mencuri masuk. Dalam ayat 5-16, penulis surat menunjukkan kesalahan 「orang tertentu」 dengan cara tiga putaran, tiga kali menunjukkan ketidak-salehan kehidupan mereka. Kita dalam tiga hari ini akan memahami dengan jelas kesalahan mereka. Dalam setiap bagian, Yudas selalu terlebih dahulu mengaplikasikan Perjanjian Lama atau tradisi Yahudi pada diri 「orang tertentu」, kemudian membuat penjelasan.

Ayat 5 adalah cuplikan pertama dari Perjanjian Lama, yang dikenal baik oleh orang Yahudi. TUHAN menyelamatkan umat keluar dari dalam perbudakan, namun umat 「yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku」 (Bil. 14:22). Segera berikutnya Yudas dalam ayat 6 memakai karya sastra yang beredar dalam masyarakat orang Yahudi di zaman antara Perjanjian Lama dan Perjanjian baru (masa selama ~ 400 tahun), karena malaikat tidak menjaga batas bagiannya dan menerima hukuman. Ayat 7 adalah contoh ketiga, perbuatan jahat Sodoma dan Gomora yang besar, bahkan Abraham demi mereka memohon kepada TUHAN, sayang sekali di dalam kota sepuluh orang benar saja tidak dapat ditemukan, pada akhirnya mereka akan menerima penghakiman (lihat Kej. 18-19). Sebenarnya apa titik kesamaan dari tiga contoh yang disebutkan ini? Yudas menunjukkan, mereka di satu sisi tidak bersedia menaati Allah, di sisi lain tidak menjaga batas bagian yang diberikan Allah kepada mereka.

Yudas memakai contoh Perjanjian Lama, adalah untuk menunjukkan bahwa 「orang tertentu」 juga melakukan kesalahan yang sama, lebih lagi di ayat 8-10 memberikan penjelasan. Di ayat 8 Yudas menunjukkan bahwa 「orang tertentu」ini 「orang yang bermimpi」 dan 「penghujat」 , seperti tiga contoh Perjanjian Lama semuanya melakukan pelanggaran dosa yang sama, yakni 「mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga」 (ayat 8).

Penulis surat dalam ayat 9 memakai sebuah cuplikan lain, yakni kepala malaikat Mikhael dan iblis bertengkar mengenai mayat Musa. Dalam pertengkaran ini, respon Mikhael penghulu malaikat berharga bagi introspeksi diri. Terlebih dahulu, Mikhael sadar batas kekuasaan diri sendiri, tidak berani mengeluarkan kata teguran kepada iblis, bukan karena iblis tidak ada perihal yang dapat ditegur, tetapi Mikhael tidak memiliki hak dan kedudukan menghakimi. Kedua, Mikhael mengakui bahwa sesungguhnya hak itu ada pada Allah, karena itu ia hanya berkata : 「Kiranya Tuhan menghardik engkau!」 yakni seperti perkataan dalam Kitab Zakharia: 「Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: 『TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau!… 』」 (Za. 3:2).

Yudas memakai Perjanjian Lama, adalah memakai pikiran seperti dalam 1 Kor. 10:12siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!」 Ini adalah harapan Yudas, yakni saat orang percaya berjuang demi kebenaran, memeriksa dengan teliti kesalahan 「orang tertentu」, juga harus mengetahui batas bagian dari diri sendiri, mengakui kedaulatan kuasa absolut Tuhan. Dalam menghadapi kesalahan 「orang tertentu」, mengetahui penghakiman adalah milik Allah.

Renungkan: (1) Kita sering berkata memakai sejarah sebagai cermin, apa yang diingatkan kepada engkau oleh teks yang direnungkan hari ini? (2) Pikirkan identitas diri sendiri berharga di hadapan Allah, tunduk kepada kedaulatan kuasa Allah, dan bersyukurlah kepada Allah.

Yudas 3-4

「Tujuan Menulis Surat」

Tujuan yang sama kritis dan urgent bagi kita di zaman ini.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 3-4 [ITB])
3Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.
4Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Penulis surat di ayat 3-4 menjelaskan tujuan menuliskan surat ini adalah mendorong orang percaya yang terkasih hendaknya ada tindakan. Yudas melihat ada kesalahan yang muncul dalam komunitas iman, membahayakan orang percaya yang terkasih, sehingga hatinya kuatir seperti terbakar, ia rindu ingin bersama-sama orang Kristen yang telah mendapatkan anugerah keselamatan untuk bangkit berjuang. Sebenarnya Yudas menghendaki orang percaya berjuang demi perihal apa? Kita lebih dahulu merenungkan kata pistis (bahasa Yunani), inggris sebagai 「faith」, namun dalam terjemahan Mandarin ada dua pendalaman yang tidak sama: 「kebenaran」 (CUV / RCUV) dan 「iman」 (CCV/CNV). Dari situ dapat dilihat, Yudas memberikan dorongan orang kudus bersama-sama bangkit berperang demi 「iman」. Memang benar, di Perjanjian Baru 「iman」 dapat memiliki beberapa macam makna dalam tingkatan aspek yang tidak sama, iman bisa menunjuk iman pengajaran, doktrin, juga bisa menunjuk tindakan dari iman, cara kehidupan. Yudas sekarang menasehati orang percaya segenap hati memelihara iman kita, karena bahaya kritis telah menyelusup ke dalam gereja.

Bagaimana orang-orang tidak saleh ini menyelusup masuk ke dalam gereja, dan tidak diketahui? Ternyata mereka adalah mencuri-curi masuk, ini menyatakan mereka adalah secara rahasia masuk bercampur ke dalam gereja (mungkin juga kitalah yang perlahan-lahan berubah menjadi seperti itu.) Mereka 「telah」 masuk bercampur di antara komunitas iman, dan kesalahan mereka juga perlahan-lahan muncul terlihat.  Yudas menunjukkan mereka ada dua kesalahan gawat: Pertama, salah memakai kasih karunia Allah, dan Kedua, menyangkal Yesus Kristus.

Kesalahan pertama dari 「orang-orang tertentu」 ini adalah 「menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka」 (ayat 4), artinya adalah menggunakan kasih karunia Allah untuk membenarkan perbuatan dosa mereka. Ternyata orang-orang ini memakai kasih karunia Tuhan sebagai semacam alat, untuk memenuhi hawa nafsu diri sendiri; mereka memandang kasih karunia sebagai kemerdekaan, tidak ada standar lagi, juga tidak menerima pembatasan moral. Sebenarnya, Alkitab jauh hari telah mengingatkan orang percaya, setelah dimerdekakan dari dosa, 「janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa」 (Gal. 5:13). Tuhan melalui kasih karunia 「mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini」 (Tit. 2:12). Namun, 「orang tertentu」 masih hidup dalam kehidupan tidak saleh.

Kesalahan kedua 「orang tertentu」 adalah 「menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus」. Mereka mungkin tidak secara terbuka terang-terangan berkata mereka tidak percaya Yesus, tetapi dalam kehidupan tidak menerima kedaulatan kuasa Yesus, pengajaran Yesus tidak dipakai sebagai petunjuk arah dalam kehidupan. Yudas jelas melihat 「orang tertentu」 menyangkal dua macam identitas Yesus Kristus. Pertama, Yesus adalah pemilik yang berkuasa (master), yakni seperti budak terhadap kuasa pengaturan tuan yang absolut. Kedua, Yesus adalah Tuan (Lord). Sebutan tuan pada saat itu bisa merupakan sebutan sopan santun dan bersifat umum terhadap orang lain. Dalam Perjanjian Baru, sebutan 「Tuan」 khusus dipakai pada diri Yesus Kristus, menyatakan Ia adalah Tuan atas kehidupan orang percaya, memiliki kedaulatan kuasa yang absolut.

「Orang tertentu」 masuk bercampur di dalam gereja, juga tidak memahami 「jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.」 (Rom. 10:9). Mereka mungkin cuma di 「mulut」 saja berkata percaya Yesus, namun di dalam hati tidak menerima Yesus adalah Juruselamat dan Tuhan atas kehidupan mereka. Orang Kristen mengenal dan menerima Yesus adalah 「satu-satu-Nya」 Tuhan, juga mengakui bahwa 「keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan」 (Kis. 4:12). (Waspadalah!!! Perusak di masa kini juga masuk ke dalam jemaat milik Yesus. Penghujat Kritus Yesus masuk melalui internet dan propaganda hadir tanpa fisik jasmani meracuni pikiran jemaat. Tanpa berpikir akibat kekal yang akan ditanggung 「… Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, … menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka2 Pet. 2:1)

Renungkan: (1) Pikirkan 「anugerah keselamatan」, 「kebenaran」 dan 「iman」 mempunyai makna apa bagi engkau? (2) Proklamasikan kepada Yesus: 「Engkau adalah Juruselamat dan berkuasa atas kehidupan saya」.

(Rom. 10:9「jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.」 (Lihat juga Mat. 10:32; Luk. 12:8; Yoh. 9:22; 12:42; 1 Tim. 6:12; 1 Yoh 2:23; 4:15, Mat 1:21; Kis. 4:12; Kis. 10:43; 1Tim 2:5)

Yudas 1-2

「Ucapan Salam」

Surat Yudas juga disebut sebagai kitab yang paling diabaikan. Siapakah penulisnya dan apa keunikan surat ini?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 1-2 [ITB])
1Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus.
2Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu.

Satu minggu ini, kita akan bersama-sama merenungkan surat Yudas. Ini adalah sebuah surat yang singkat pendek, dalam bahasa aslinya hanya ada 461 kata, seluruhnya 25 ayat saja; surat Yudas juga disebut sebagai kitab yang paling diabaikan. Di dalam surat terdapat topik utama yang penting, seperti memberikan dorongan kepada orang percaya untuk kokoh mempertahankan iman, dan menghindari jalan kesalahan yang pernah dilalui orang terdahulu. Penulis surat menyebutkan dua macam orang, yang dibagi sebagai 「yang dikasihi」, yakni orang yang termasuk milik Tuhan; dan 「orang-orang」, menunjuk mereka adalah 「masuk menyelusup」 (ayat 4), 「pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus」 (ayat Yudas 19 ). Karena itu, penulis surat mencoba di dalam surat ini mengingatkan orang yang dikasihi hendak memeriksa dengan teliti kesesatan 「orang-orang」 ini, terlebih lagi hendak melindungi diri sendiri. (Perlu perhatian dan kewaspadaan orang percaya atas ajaran yang menjauhkan iman kita dari Yesus Kristus: karena mereka masuk menyelusup, masuk dengan sembunyi-sembunyi; menyelundup dan menyusup seperti pencuri.)

Sesuai struktur surat pada zaman itu, ayat 1-2 adalah pengantar tentang penulis surat, penerima surat dan berkat. Di dalam surat, penulis memperkenalkan diri sendiri adalah 「Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus」, terdapat tiga nama yang dikenal baik komunitas orang Kristen pada zaman itu. Terlebih dahulu, penulis surat dengan rendah hati menyebut diri sebagai seorang hamba, makna kata hamba adalah budak. Dalam masyarakat Yunani Romawi saat itu, budak menempati separuh populasi orang. Tingkat pendidikan budak, kemampuan dan siapakah tuannya, mempengarui status dan tingkat kehormatan yang akan mereka terima. Sebagian budak bekerja di ladang pertanian atau pertambangan; ada budak yang bertanggung jawab mengurus harta tuannya, bekerja sebagai wakil tuannya dalam perdagangan, dsb. Yang sebagai budak kaisar, mereka merupakan penatalayan urusan raja, menerima penghormatan lebih tinggi dari sebagian rakyat Roma. Demikian juga, sebagai anak dari Allah yang kekal dan hamba dari Juruselamat Yesus Kristus adalah satu macam kemuliaan.

Siapakah penulis surat ini? Ia berkata dirinya adalah Yudas, namun nama ini pada saat itu sesungguhnya terlalu umum. Dua belas rasul Yesus ada dua orang bernama Yudas, mereka adalah 「Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot」 (Luk. 6:16), Yudas ini pasti bukan Yudas Iskariot! Penulis surat terlebih lagi menunjukkan sebuah relasi, ia adalah saudara Yakobus. Dalam Perjanjian Baru Alkitab, ada dua perikop menyebutkan Yakobus dan Yudas adalah dua bersaudara; mereka juga adalah saudara Yesus (Mat. 13:55; Markus 6:3, 「… saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas」). Selain itu, Paulus menyebutkan Yakobus sebagai saudara Tuhan (Gal. 1:19), ia juga adalah pemimpin di Yerusalem (Gal. 2:9), karena itu, Yakobus dan Yudas dua saudara ini juga adalah saudara Yesus, para peneliti lebih setuju bahwa penulis surat adalah Yudas adik Yesus.

Penulis surat demikian menggambarkan penerima surat: mereka adalah orang percaya yang dipanggil, dikasihi, dan dipelihara (ayat 1). Kumpulan orang yang dikasihi ini memiliki tiga identitas: pertama, mereka adalah yang dipanggil. Di dalam Alkitab, digambarkan bahwa orang percaya dipanggil sebagai orang kudus. Kedua, mereka adalah yang dikasihi Allah. Alkitab ada tiga teks berbicara tentang orang yang dikasihi Allah, semuanya berkata 「orang-orang pilihan (umat pilihan)」, yakni yang dipilih Tuhan (lihat Kol. 3:12; 1 Tes. 1:4; 2 Tes. 2:13). Ketiga, mereka dipelihara untuk Yesus Kristus. Yesus adalah Gembala yang baik, Ia melindungi domba sampai tahap mengorbankan diri!

Yudas tidak memakai format ucapan berkat yang「standar」, yakni 「kasih karunia dan damai sejahtera」, tetapi memberikan tiga macam berkat. Di dalam Perjanjian Baru, ini adalah ucapan berkat yang unik 「Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu」. Ini tidak hanya merupakan sebuah gabungan yang baru, terlebih lagi menekankan 「melimpah」. Kelompok yang dikasihi Allah ini, juga merupakan orang kudus dipelihara untuk Yesus Kristus, dan menerima tiga macam berkat, kehidupan mereka mencerminkan cawan berkat yang berkelimpahan.

Renungkan: (1) Pikirkan tiga macam identitas orang percaya (yang dipanggil, dikasihi dan dilindungi); (2) Ternyata selain 「kasih karunia demi kasih karunia」yakni kasih karunia ditambahkan di atas kasih karunia, 「rahmat, damai sejahtera dan kasih」 bisa ditambahkan berlipat ganda (dalam bahasa aslinya adalah konsep 「be multiplied」), mohon Roh Kudus memimpin saya menghidupi kehidupan berkelimpahan semacam ini.