「Harta dalam bejana tanah liat」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 4:7-15 [ITB])
7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; 9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. 10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. 11 Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. 13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: 「Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata」, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
Ayat 4:7 melanjutkan pembahasan teks sebelumnya (ayat ini diawali dengan kata sambung δὲ, dapat diterjemahkan sebagai 「tapi」 atau 「maka」), di sini Paulus menegaskan bahwa Injil kemuliaan Kristus dapat membantu orang percaya menghadapi tantangan hidup dan segala macam kesulitan. Paulus menggunakan analogi lain untuk menunjukkan hubungan dekat dan kontras yang kuat antara Injil dan pemberita Injil 「harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat」. 「Bejana tanah liat」 adalah wadah tidak berharga, terbuat dari bahan biasa (tanah liat), di sini Paulus gunakan untuk melambangkan sifat kerapuhan, murahnya, dan mudah tergantikan dari manusia. Jika di teks sebelumnya mengingatkan pembaca bahwa manusia memiliki gambar rupa Allah, di sini mengingatkan bahwa Allah menggunakan debu di tanah untuk menciptakan manusia, sehingga Kejadian 1-2 merupakan latar belakang 2 Kor. 4:6-7. Dari analogi ini, dapat dilihat bahwa Paulus sangat memahami bahwa manusia hanyalah bejana yang sangat biasa, tapi itu hanya karena kemurahan Allah saja maka bejana ini menjadi berharga, dapat digunakan menyatakan kuasa dan kemuliaan Allah. Rom 9:22 menyebutkan bahwa selain itu, beberapa wadah digunakan untuk menyatakan murka Allah, dan disiapkan untuk kehancuran. Bagaimanapun, manusia itu rapuh hanya, bejana biasa saja, selalu dapat kapan saja digunakan oleh Allah, juga dapat kapan saja diganti setiap saat. Dengan demikian, apa yang bisa seseorang megahkan di hadapan Allah dan manusia lain? Dapat dilihat bahwa Paulus menggunakan 「bejana tanah liat」 untuk membantah mereka yang mempertanyakan kualifikasinya sebagai rasul, maksudnya kira-kira: 「Ya, saya hanya orang yang rapuh dan biasa, dan saya tidak layak untuk melayani Tuhan yang mulia, apalagi ingin menjadi rasul Yesus Kristus. Namun, apakah Anda lebih baik dari saya?」
Jadi bagaimana bejana yang rapuh dan biasa seperti itu dapat menyatakan kemuliaan dan kuasa Allah? Jawabannya terletak pada 「harta」. Adapun analogi 「harta」, para peneliti memiliki banyak pendapat dan diskusi. Menurut teks sebelum dan sesudahnya, kata 「harta」 ini harus dikaitkan dengan kekuatan besar Allah — peran harta adalah untuk menunjukkan dan menyatakan bahwa kekuatan besar yang melampaui segalanya ini berasal dari Allah, dan bukan berasal dari kita (4:7b). Topik 「berasal dari Allah」 muncul berulang di atas (2:17; 3:5), menunjukkan bahwa ini adalah fokus Paulus menjawab sikap orang-orang yang mempertanyakan dirinya. Paulus menekankan, ia dan tim misionarisnya mampu berkeliling memberitakan Injil kemuliaan Kristus, dan melihat pada diri orang-orang percaya di berbagai tempat memiliki buah yang baik, semuanya adalah rahmat kemurahan dan kekuatan yang melimpah-limpah dari Allah. Dengan demikian, 「harta」 adalah mengacu pada 「Injil Yesus Kristus」, tujuan Injil adalah agar manusia percaya kepada Tuhan yang memberikan pembenaran dan kemerdekaan, sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan (3:17)
Dalam diskusi yang kompleks ini, pembaca mungkin menyadari bahwa 「harta」 lebih seperti paket atau set makanan, tidak sekadar mengacu pada hal tertentu. 「Injil」 berisi hal-hal yang sangat kaya berlimpah-limpah, di teks sebelumnya Paulus secara khusus menyebutkan bahwa seseorang setelah menerima Roh Kudus maka ia diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya (3:18), dalam teks selanjutnya dikemukakan bahwa mereka yang dipersatukan dengan Kristus tidak hanya serupa dengan gambar-Nya (misalnya, tidak berlaku licik), tetapi juga dalam pengalaman hidup juga serupa Tuhan. Setelah bersatu dengan Tuhan, kehidupan manusia bisa memancarkan aroma kematian Kristus dan kebangkitan Kristus (2:14).
Dengan berdasarkan kekuatan Allah (yang membangkitkan orang dari kematian, hidup mendapat kemerdekaan dan diubahkan), tidak peduli seberapa lemah dan tidak mampunya seseorang, ia dapat menahan semua badai dan menghadapi kesulitan: 「kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa」 (4:8-9) Tidak hanya demikian, setelah bersatu dengan Tuhan, penderitaan manusia dapat memancarkan kekuatan kuasa yang menyelamatkan dan menghidupkan orang: 「Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini」(4:10-11) Di mata manusia, penderitaan tidak memiliki sisi positif, apa yang nampak hanya sifat menghancurkan hidup, membuat orang tertekan, membuat orang terjerembap di tanah. Namun, pada diri Yesus Kristus, orang percaya dapat melihat bahwa penderitaan justru adalah kebangkitan, prasyarat penggenapan karya keselamatan. Kristus bersedia untuk menanggung penderitaan, tujuannya adalah untuk menyelamatkan dunia, agar di dalam diri-Nya orang-orang mendapatkan kemerdekaan dan kehidupan yang berkelimpahan, berdasarkan ini, maka orang Kristen karena Tuhan akan menderita segala macam penderitaan dan penganiayaan, pada akhirnya akan membawa manfaat bagi kehidupan orang lain, setidaknya dengan pengalaman serupa dapat menghibur orang, menguatkan saudara-saudari (1:4-7). Memang murni penderitaan saja tidak ada arti positif, orang Kristen tidak perlu mengambil inisiatif sengaja mencari pengalaman penderitaan, namun, pengalaman penderitaan yang timbul karena demi Tuhan, di dalam kuasa Allah dapat membangun orang lain. 「Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah」(4:15) Fungsi utama bejana tanah liat adalah agar orang untuk melihat betapa berharganya dan indahnya harta itu, maka jika hiasan dekorasi bejana tanah liat menutupi cahaya harta itu sendiri, itu adalah hal yang tidak sepatutnya.
Paulus percaya pada semua ini, sehingga dia mengajarkannya kepada orang (4:13). Ya, semua yang disebutkan di atas harus ditegaskan dengan iman, dan hanya dapat diterima dengan iman. Hanya karena iman saja (sola fide)! Pemberita Injil menderita adalah agar orang yang mendengar firman bisa mendapat faedah, ini sulit dicerna dan dipahami orang yang tidak beriman. Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian perlu diterima dengan iman.「Iman」 memiliki objektivitas tertentu, ditegaskan oleh iman komunitas. Bagi Paulus, iman yang ia miliki dan iman orang percaya di Korintus, memiliki roh yang sama (「having the same spirt of faith」 bisa juga berarti 「memiliki iman yang sama yang berasal dari satu Roh yang sama」). Maka semua yang Paulus bicarakan seharusnya dapat mereka pahami, akui dan mereka terima. Satu roh satu pikiran adalah dasar dari iman, juga menjadi tolok ukur yang dipakai rasul untuk menentukan asli tidaknya. Iman bersama Paulus dan orang percaya Korintus, adalah adalah dasar pembelaan yang paling kuat dan objektif.
Renungkan:
Orang Kristen perlu memiliki perangkat teologis untuk membantu mereka menghadapi kesulitan. Pengingat dan ajaran apa yang Paulus berikan dalam perikop ini? Wawasan teologis macam apakah 「harta dalam bejana tanah liat」, dan apa yang disampaikannya kepada kita tentang Allah, Injil, dan iman? Dalam penderitaan, apakah saya memiliki iman yang sama?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.