Tag Archives: Iman dan Kasih

Ester 1:16-20

「Pendapat yang Mencelakakan Orang」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:16-20 [ITB])
16 Maka sembah Memukan di hadapan raja dan para pembesar itu: 「Wasti, sang ratu, bukan bersalah kepada raja saja, melainkan juga kepada semua pembesar dan segala bangsa yang di dalam segala daerah raja Ahasyweros. 17 Karena kelakuan sang ratu itu akan merata kepada semua perempuan, sehingga mereka tidak menghiraukan suaminya, apabila diceritakan orang: Raja Ahasyweros menitahkan, supaya Wasti, sang ratu, dibawa menghadap kepadanya, tetapi ia tidak mau datang. 18 Pada hari ini juga isteri para pembesar raja di Persia dan Media yang mendengar tentang kelakuan sang ratu akan berbicara tentang hal itu kepada suaminya, sehingga berlarut-larutlah penghinaan dan kegusaran. 19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya. 20 Bila keputusan yang diambil raja kedengaran di seluruh kerajaannya–alangkah besarnya kerajaan itu! –,maka semua perempuan akan memberi hormat kepada suami mereka, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil.」

Memukan adalah juru bicara dari tujuh pembesar (Est. 1:14), siapakah sebenarnya dia? Para peneliti Yahudi berpendapat ia mestinya adalah orang asing dan menikah dengan seorang istri yang keras kepala dan tidak hormat kepada suaminya. Ini tentu saja murni spekulasi yang didasarkan atas usulannya kepada raja Ahasyweros, dan tidak ada bukti nyata. Di dalam seluruh kitab Ester, usulan dari Memukan ini merupakan kalimat yang langsung diucapkan kepada raja dan terpanjang. Dia yang membuat urusan pribadi suami istri Ahasyweros dan Wasti menjadi krisis yang melibatkan seluruh negeri; dia telah membuat urusan bersifat pribadi menjadi bersifat nasional umum seluruh bangsa, bicara indah seakan-akan demi kesejahteraan dan stabilitas negara, tetapi dalam sumsumnya mengungkapkan kekhawatiran dan ketakutan dari dalam batin sendiri.

Memukan menunjukkan bahwa Wasti melawan perintah Ahasyweros adalah sebuah contoh yang sangat buruk. Ratu adalah ibu dunia, setiap gerakan dia akan menjadi contoh bagi perempuan seluruh negeri. Sekarang ratu telah membangkang dan tidak menaati perintah suaminya, bukankah itu menjadi contoh buruk bagi semua perempuan untuk tidak hormat dan tidak taat kepada suami mereka? Jika tidak ditangani dengan segera, akan menimbulkan angin pemberontak wanita melawan suami yang bersifat nasional. Usulan dari Memukan ini memang dengan terampil menggeser fokus; Ahasyweros tiba-tiba bukan satu-satunya pria yang menerima penghinaan, bahkan semua pria di kerajaan Persia terlibat masuk di dalamnya. Akal licik Memukan memang telah membuat tangga untuk turun bagi raja Ahasyweros!

Ia mengusulkan penghapusan kedudukan ratu Wasti, mengucilkan dia, dan membiarkan para selir lain menggantikan posisinya. Dia secara langsung menyebutkan Wasti hanya dengan nama saja (lihat Est. 1:19a); ia menyarankan Ahasyweros membuat perintah, diumumkan kepada dunia, dan menuliskannya dalam undang-undang Persia, menjadi sebagai hukum abadi yang tidak dapat dicabut kembali selama-lamanya – yakni bahwa semua wanita kerajaan Persia harus menghormati dan menaati suami mereka. Hukum abadi yang tidak dapat dicabut kembali selama-lamanya berlaku di kerajaan yang alangkah besarnya itu, gambaran ini mungkin merupakan gaya ekspresi satir dari penulis kitab Ester yang digunakan untuk menyindir bagaimana raja Persia melihat betapa berkuasa dirinya sendiri, dan untuk memperkuat suasana tegang, sebenarnya hendak menunjukkan bahwa hal ini tidak melawan hukum. Selain di dalam Alkitab (lihat Est. 8:8; Daniel 6:9, 13, 16), belum ditemukan data lain yang menunjukkan bahwa hukum Persia bekerja seperti ini.

Usulan Memukan benar-benar merupakan usul yang mencelakakan orang, tapi dituruti oleh Ahasyweros Mengapa dikatakan bahwa usulan Memukan ini mencelakakan orang? Bayangkan: apakah mungkin bagi seorang pria untuk mendapatkan penghormatan dari istri melalui hukum? Apa gunanya menegakkan rasa hormat dengan cara pemaksaan terhadap pihak lain? Hormat tidak diperoleh dengan menggunakan paksaan, tetapi dimenangkan oleh pelayanan dan perhatian kasih yang tanpa syarat. Dengan metode manipulasi dan pemaksaan hanya mendapatkan ketaatan semu dan hanya kulit luar saja, hanya cinta kasih dan pengorbananlah bisa mendapatkan rasa hormat dan cinta dari pihak lain.

Renungkan:
Penulis kitab Amsal mengingatkan: 「Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada」 (Amsal 11:14). Ketika seseorang meminta saran Anda, apakah Anda akan menganalisis secara objektif (mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi kecenderungan pribadi) dan memberikan saran yang tidak menyimpang dari Alkitab?

Ketika Anda perlu untuk mendapatkan saran dari orang lain, apakah ada saudara dan saudari seiman yang dapat memberikan nasihat yang tidak memihak? Mohon Tuhan untuk mempersiapkan kita lebih banyak teman rohani atau penatua rohani yang lebih senior menjadi penasihat kita.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yudas 3-4

「Tujuan Menulis Surat」

Tujuan yang sama kritis dan urgent bagi kita di zaman ini.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 3-4 [ITB])
3Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.
4Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Penulis surat di ayat 3-4 menjelaskan tujuan menuliskan surat ini adalah mendorong orang percaya yang terkasih hendaknya ada tindakan. Yudas melihat ada kesalahan yang muncul dalam komunitas iman, membahayakan orang percaya yang terkasih, sehingga hatinya kuatir seperti terbakar, ia rindu ingin bersama-sama orang Kristen yang telah mendapatkan anugerah keselamatan untuk bangkit berjuang. Sebenarnya Yudas menghendaki orang percaya berjuang demi perihal apa? Kita lebih dahulu merenungkan kata pistis (bahasa Yunani), inggris sebagai 「faith」, namun dalam terjemahan Mandarin ada dua pendalaman yang tidak sama: 「kebenaran」 (CUV / RCUV) dan 「iman」 (CCV/CNV). Dari situ dapat dilihat, Yudas memberikan dorongan orang kudus bersama-sama bangkit berperang demi 「iman」. Memang benar, di Perjanjian Baru 「iman」 dapat memiliki beberapa macam makna dalam tingkatan aspek yang tidak sama, iman bisa menunjuk iman pengajaran, doktrin, juga bisa menunjuk tindakan dari iman, cara kehidupan. Yudas sekarang menasehati orang percaya segenap hati memelihara iman kita, karena bahaya kritis telah menyelusup ke dalam gereja.

Bagaimana orang-orang tidak saleh ini menyelusup masuk ke dalam gereja, dan tidak diketahui? Ternyata mereka adalah mencuri-curi masuk, ini menyatakan mereka adalah secara rahasia masuk bercampur ke dalam gereja (mungkin juga kitalah yang perlahan-lahan berubah menjadi seperti itu.) Mereka 「telah」 masuk bercampur di antara komunitas iman, dan kesalahan mereka juga perlahan-lahan muncul terlihat.  Yudas menunjukkan mereka ada dua kesalahan gawat: Pertama, salah memakai kasih karunia Allah, dan Kedua, menyangkal Yesus Kristus.

Kesalahan pertama dari 「orang-orang tertentu」 ini adalah 「menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka」 (ayat 4), artinya adalah menggunakan kasih karunia Allah untuk membenarkan perbuatan dosa mereka. Ternyata orang-orang ini memakai kasih karunia Tuhan sebagai semacam alat, untuk memenuhi hawa nafsu diri sendiri; mereka memandang kasih karunia sebagai kemerdekaan, tidak ada standar lagi, juga tidak menerima pembatasan moral. Sebenarnya, Alkitab jauh hari telah mengingatkan orang percaya, setelah dimerdekakan dari dosa, 「janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa」 (Gal. 5:13). Tuhan melalui kasih karunia 「mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini」 (Tit. 2:12). Namun, 「orang tertentu」 masih hidup dalam kehidupan tidak saleh.

Kesalahan kedua 「orang tertentu」 adalah 「menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus」. Mereka mungkin tidak secara terbuka terang-terangan berkata mereka tidak percaya Yesus, tetapi dalam kehidupan tidak menerima kedaulatan kuasa Yesus, pengajaran Yesus tidak dipakai sebagai petunjuk arah dalam kehidupan. Yudas jelas melihat 「orang tertentu」 menyangkal dua macam identitas Yesus Kristus. Pertama, Yesus adalah pemilik yang berkuasa (master), yakni seperti budak terhadap kuasa pengaturan tuan yang absolut. Kedua, Yesus adalah Tuan (Lord). Sebutan tuan pada saat itu bisa merupakan sebutan sopan santun dan bersifat umum terhadap orang lain. Dalam Perjanjian Baru, sebutan 「Tuan」 khusus dipakai pada diri Yesus Kristus, menyatakan Ia adalah Tuan atas kehidupan orang percaya, memiliki kedaulatan kuasa yang absolut.

「Orang tertentu」 masuk bercampur di dalam gereja, juga tidak memahami 「jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.」 (Rom. 10:9). Mereka mungkin cuma di 「mulut」 saja berkata percaya Yesus, namun di dalam hati tidak menerima Yesus adalah Juruselamat dan Tuhan atas kehidupan mereka. Orang Kristen mengenal dan menerima Yesus adalah 「satu-satu-Nya」 Tuhan, juga mengakui bahwa 「keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan」 (Kis. 4:12). (Waspadalah!!! Perusak di masa kini juga masuk ke dalam jemaat milik Yesus. Penghujat Kritus Yesus masuk melalui internet dan propaganda hadir tanpa fisik jasmani meracuni pikiran jemaat. Tanpa berpikir akibat kekal yang akan ditanggung 「… Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, … menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka2 Pet. 2:1)

Renungkan: (1) Pikirkan 「anugerah keselamatan」, 「kebenaran」 dan 「iman」 mempunyai makna apa bagi engkau? (2) Proklamasikan kepada Yesus: 「Engkau adalah Juruselamat dan berkuasa atas kehidupan saya」.

(Rom. 10:9「jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.」 (Lihat juga Mat. 10:32; Luk. 12:8; Yoh. 9:22; 12:42; 1 Tim. 6:12; 1 Yoh 2:23; 4:15, Mat 1:21; Kis. 4:12; Kis. 10:43; 1Tim 2:5)

Filemon 12-16 (2)

「Pilihan Filemon」

Filemon terjepit dalam keadaan yang sangat sulit untuk membuat pilihan.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:12-16 [ITB])
12Dia kusuruh kembali kepadamu–dia, yaitu buah hatiku–.
13Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,
14tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela.
15Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Permohonan Paulus kepada Filemon, tidak hanya semata berharap agar ia bisa menerima Onesimus, terlebih lagi mengharapkan budak ini tidak akan menerima hukuman yang keras (ada karya sastra menunjukkan bahwa buronan yang tertangkap, kembali kepada tuannya lalu menerima siksaan keras, bahkan sampai mati). Sebenarnya, harapan Paulus yang lebih besar adalah mengharapkan status Onesimus mendapatkan perubahan, 「bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba」 (ayat 16). Di sini, kita tanpa disadari masuk dalam urusan perbedaan dan perubahan identitas budak. Di zaman Yunani Romawi, budak boleh mendapatkan dua macam identitas dari tuannya: Pertama, adalah orang merdeka (freeman), terhadap tuannya sama sekali telah tidak ada tanggung jawab; Kedua, adalah budak yang dibebaskan (emancipated slave), mereka bukan keseluruhannya bebas, masih ada sesuatu tanggung jawab dan tugas terhadap tuannya. Paulus kini memandang Onesimus sebagai saudara, ini adalah kedua kalinya Paulus telah memakai kata 「saudara」. Paulus khusus menjepitkan sebutan saudara terhadap Onesimus di tengah-tengah pemakaian kata 「saudara」 yang pertama dan yang ketiga (Filemon 1:20) yang ditujukan kepada Filemon! Onesimus adalah saudara bagi Paulus, 「apalagi bagimu, Filemon!」 Paulus masih lagi menekankan: 「baik secara manusia maupun di dalam Tuhan」 (ayat 16). Manusia di dalam Kristus semua adalah sama derajat, karena 「budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.」 (Kol. 3:11).

Adalah mudah untuk berbicara menerima Onesimus yang pernah berkhianat. Siapakah yang akan menebus (mengganti) kerugian Filemon? Sebenarnya Paulus juga terpikir masalah ini, karena itu, Paulus menyatakan rela menggantikan Onesimus membayar hutangnya kepada Filemon (Filemon 1:18-19). Namun dalam masyarakat saat itu, bagaimana orang lain memandang Filemon? Filemon sebagai orang yang memiliki status dalam masyarakat (lihat renungan Filemon 1-3, paragraf 3 “… Para peneliti percaya Filemon adalah seorang kaya …”), bagaimana ia menjelaskan kepada tuan-tuan lain yang memiliki budak? Dan apakah budak Filemon yang lain juga akan meniru tingkah laku Onesimus? Filemon yang punya pengaruh dalam gereja, jika ia tidak menerima Onesimus sebagai saudara, bagaimana orang percaya di dalam gereja akan memandang persatuan dan kedamaian? Jika Onesimus benar-benar diterima, apakah budak yang lain akan sangat 「bersedia」 menjadi orang Kristen demi mendapatkan kesempatan merubah identitas dan status dalam masyarakat? (Begitu banyak kemungkinan yang harus ditanggung Filemon karena kesalahan Onesimus.)

Apakah Filemon sungguh-sungguh tidak bersedia membayar harga demi Tuhan Yesus? Mengapa Paulus juga tidak menyerukan penghapusan institusi sistem perbudakan? Mungkin Paulus sungguh penah mencoba, tidak dalam skala masyarakat kekaisaran Roma, tetapi di tempat ia mempunyai pengaruh, yakni gereja Kristus! Ini adalah sudah yang kesekian kalinya Paulus menyebutkan konsep bahwa orang percaya tidak membedakan suku, status ekonomi dan masyarakat, di dalam Kristus semua menjadi satu (Gal. 3:28, 「Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus」). Sekarang, Filemon memiliki sebuah kesempatan bisa menyatakan perbuatan baiknya kepada Kristus (Filemon 1:6). (Bagaimana jika kita ada di posisi Filemon?)

Berharga kita renungkan, sebenarnya Paulus telah mengajukan kepada Filemon serangkaian permohonan: 1. Bersikap bersahabat menerima Onesimus; 2. Jangan menghukum Onesimus karena ia adalah 「buah hati」 dari Paulus; 3. Membuat Onesimus menjadi orang bebas (freed man or free man); 4. Agar Onesimus kembali kepada Paulus, menggantikan Filemon melayani Paulus (ayat 13). (Bagaimana jika kita ada di posisi Filemon? Apakah kita akan merasa banyak sekali permintaan yang harus dituruti? Berapa batas tertinggi kerugian yang bisa kita terima? Atas dasar apa kita mau melakukan semua itu? )

Renungkan: (1) Saat engkau berada dalam keadaan 「maju salah, mundur salah」, mohonlah kekuatan dari Tuhan; (2) Jika Yesus dalam keadaan saya, bagaimana Ia akan menghadapi saya yang adalah orang yang sulit diterima? (Ini adalah istilah cara berpikir: WWJD, What Would Jesus Do, 「Apa yang akan Yesus lakukan?」). (3) Renungkan sebuah keadaan di mana engkau pernah terjepit di antara dua keadaan sulit.


Tambahan Penerjemah:

  1. Kita juga bisa mengaplikasikan konsep WWJD, What Would Jesus Do, 「Apa yang akan Yesus lakukan?」 menjadi konsep 「Apa yang akan saya lakukan?」  WWID, What Would I Do?
  2. Timothy Keller dalam buku The Prodigal God (Allah yang Mahapemurah) mengatakan “Pengampunan ini gratis dan tanpa syarat untuk pelaku (yang menerima pengampunan), tetapi meminta pengorbanan yang mahal harganya dari Anda. Pengampunan selalu meminta pengorbanan dari orang yang memberi pengampunan.”
    Akan tiba saatnya giliran kita yang harus membuat pilihan.

Filemon 12-16 (1)

「Mendorong Hati Filemon」

Bagaimana Paulus menolong Filemon untuk melihat peristiwa Onesimus melarikan diri dari sudut pandang Allah yang turut bekerja dalam segala sesuatu?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:12-16 [ITB])
12Dia kusuruh kembali kepadamu–dia, yaitu buah hatiku–.
13Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,
14tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela.
15Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Paulus menyuruh Onesimus kembali kepada tuannya, dengan sesungguhnya adalah tindakan mendamaikan kedua pihak. Sebenarnya keputusan yang Paulus ambil adalah didasarkan atas pertimbangan dua sumber hukum yakni Perjanjian Lama dan hukum dalam masyarakat. Pertama, hukum dalam Perjanjian Lama yang membicarakan hal terkait perlindungan bagi budak yang melarikan diri, terdapat perkataan demikian: 「Janganlah kauserahkan kepada tuannya seorang budak yang melarikan diri dari tuannya kepadamu. Bersama-sama engkau ia boleh tinggal, di tengah-tengahmu, di tempat yang dipilihnya di salah satu tempatmu, yang dirasanya baik; janganlah engkau menindas dia」 (Ul. 23:15-16). Namun dalam masyarakat Yunani Romawi, demi jangan memperbanyak kesempatan budak melarikan diri, hukum tidak mengijinkan orang menyediakan tempat berlindung bagi budak, jika dilanggar maka dianggap menyembunyikan pelaku kriminal, sama-sama melakukan pelanggaran hukum. Karena itu, tindakan paling baik bagi keadaan Onesimus adalah mendorongnya dengan sukarela kembali kepada tuannya. Pada saat yang sama, dengan cara ini kedua tuan dan hamba ini baru bisa ada kesempatan yang sesungguhnya untuk berdamai. Karena aturan hukum tersebut di atas, Paulus berpendapat hak mengambil keputusan yang sesungguhnya diberikan kembali kepada Filemon, mengharapkan ia dengan rela hati menerima permohonan Paulus, dan bukan karena terpaksa.

Paulus menolong Filemon untuk melihat sebuah pemikiran yang baru atas diri Onesimus. Budak ini adalah 「buah hati」 dari Paulus (ayat 12), ini adalah kedua kalinya Paulus memakai kata 「hati」. Pertama kali adalah dalam ayat 7, perbuatan baik Filemon membuat hati semua orang kudus dihiburkan, apakah buah hati Paulus juga akan sama mengalami penghiburan hati seperti semua orang kudus? (Onesimus menjadi orang percaya setelah bertemu Paulus, juga termasuk sebagai orang kudus). Selain itu, Onesimus tidak hanya merupakan 「buah hati」 Paulus, juga membuat Filemon mengalami sukacita 「mendapatkan setelah kehilangan」. Paulus mencoba mengajukan sebuah pandangan yang baru kepada Filemon, memberikan kepada dia sebagai referensi: 「Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya」 (ayat 15). Dalam bahasa aslinya, ayat ini dimulai dengan kata sambung 「karena」 (gar), apakah dalam perihal Onesimus terdapat makna yang setingkat lebih mendalam? Terjemahan Alkitab CCB (Chinese Contemporary Bible) menjelaskan ayat 15 sebagai: 「atau bisa dikatakan demikian, ia dahulu melarikan diri, adalah diijinkan Tuhan sementara meninggalkan engkau, agar engkau kelak kemudian selamanya mendapatkan ia kembali」. Penekanan Paulus dalam ayat 15 ini adalah terkait harapannya dalam ayat 14 bahwa keputusan Filemon janganlah berasal dari ketidakrelaan atau terpaksa, karena hal ini mungkin berasal dari Allah! (Lihatlah bahwa Onesimus menjadi orang percaya setelah bertemu Paulus)

Saat Yusuf melihat kembali penderitaan yang ia alami selama sepuluh tahun lebih yang telah berlalu, ia melihat tindakan TUHAN, maka saat memberikan penjelasan kepada saudara-saudaranya yang lebih tua, ia berkata: 「kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu」 (Kej. 45:5). Tepat seperti Yusuf tidak menyangkal perbuatan jahat yang pernah dilakukan saudara-saudara yang lebih tua kepada dia, di sini Paulus juga tidak menyangkal kesalahan Onesimus melarikan diri.

Paulus terlebih lagi memakai dua kata perbandingan untuk memperdalam perasaan Filemon, yakni perihal waktu 「sementara dan selamanya」, dan juga perihal relasi 「meninggalkan dan mendapatkan」. Ternyata sebuah kehilangan Filemon atas seorang budak, justru bisa membawakan introspeksi diri dalam banyak aspek kehidupan. Sekarang Onesimus datang di depan mata Filemon, dan dirinya tengah memegang surat tulisan tangan dari Paulus yang ia kasihi dan hormati, bagaimana perasaan di dalam hatinya?

Renungkan: (1) Pikirkan bagaimana Filemon berada di antara kasih dan aturan hukum, mungkin ada pergumulan dan pertentangan hati? (2) Mungkin kita pernah terombang-ambing dalam sesuatu hal antara kerelaan dan terpaksa, bagaimana mengatasinya dengan tenang dan damai? (3) Untuk introspeksi diri, cobalah melihat suatu hal kehilangan atau kegagalan di masa lalu melalui cara pandang dari Tuhan (seperti cara Yusuf tersebut di atas). Sebuah pepatah kuno berbicara tentang seorang tua yang kehilangan seekor kuda namun mendapatkan kembali kuda tersebut pulang dan membawa sekawanan kuda liar.


Tambahan Penerjemah:

Bandingkan dengan perkataan Paulus (Roma 8:28 [ITB]) 「Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.」

Filemon 8-11

「Paulus Menyatakan Permohonan」

Keberlanjutan perbuatan iman dan kasih dari Filemon kepada Tuhan Yesus.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:8-11 [ITB])
8Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan,
9tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus,
10mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus
11dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.

Ayat 8-22 adalah inti berita dari seluruh surat Filemon ini. Dimulai dari ayat 8, Paulus mengajukan sebuah permohonan kepada Filemon, menjelaskan alasan menerima Onesimus, dan mendorong Filemon untuk memberikan respon. Ayat 8 diawali kata sambung 「karena itu」sehingga tersambung dengan tindakan kasih dan iman dari Filemon di ayat 7 yang membawakan sukacita dan semangat kepada Paulus, serta dengan keadaan rohani semua orang kudus mendapat pembaharuan. Berdasarkan perbuatan baik dari Filemon bagi Yesus, sekarang Paulus mengajukan permohonan kepada dia, juga menekankan bahwa ini bukan merupakan sebuah perintah.

Sebelum secara resmi menjelaskan apa permohonannya kepada Filemon, Paulus ingin menyentuh hati rohaninya, sekali lagi mengakui kebajikan Filemon, juga berbagi tentang keadaan dirinya saat ini. Berdasarkan struktur penulisan bahasa aslinya, ada terjemahan yang menuliskan ayat 9 sebagai: 「namun saya lebih baik berdasarkan kasih memohon engkau ─ sekalipun saya Paulus adalah seorang tua yang demikian, sekarang menjadi tahanan bagi Kristus Yesus」 (CCV). Seperti yang sudah diketahui oleh umum bahwa Filemon adalah seorang percaya yang memiliki hati kasih (Flm. 1:5, 7), maka Paulus berdasarkan talenta kasih Filemon mengajukan permohonan kepada dia, berharap ia memakai hati berbuat baik kepada Tuhan Yesus yang sama untuk menjawab permohonannya. Segera Paulus menunjukkan dua keadaan dirinya sendiri. Pertama, ia adalah seorang 「berusia lanjut」. Terhadap permohonannya, apakah Paulus mengharapkan Filemon bisa memenuhi harapan dia sebagai orang yang tua? (Perhatikan Paulus memanggil Filemon sebagai 「saudara」 yang adalah sebutan keluarga. Lihat ). Atau Paulus menunjuk diri sendiri tua memiliki makna sebagai penatua memiliki hikmat dan seharusnya dihormati, seperti 「engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu」 (Im. 19:32). Kedua, ia adalah seorang 「tahanan」. Paulus dalam surat ini dua kali menyebutkan keadaan jasmaninya dipenjarakan (ayat 9, 10), menekankan keperluannya dan ia tidak berdaya, dan ia menjadi seorang tahanan adalah demi melayani Tuhan. Filemon sepatutnya mengetahui keadaan Paulus ini.

Paulus sedemikian selangkah demi selangkah menyentuh pikiran dan perasaan Filemon, mempersiapkan hatinya untuk mendengarkan permohonan yang hendak ia ajukan. Dengan demikian, Paulus hampir sampai separuh dari suratnya baru mengatakan permohonannya, dalam ayat 10 Paulus secara resmi mengatakan: 「mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus」. Ternyata Paulus mengajukan permohonan kepada Filemon adalah bagi Onesimus. Onesimus ini ternyata adalah seorang budak dalam pelarian, namun ia memiliki relasi apa dengan Paulus sehingga Paulus turun tangan menjadi penengah mediasi bagi dia? Dari perikop, kita memperkirakan sangat mungkin bahwa setelah Onesimus mencuri uang Filemon tuannya, dalam pelarian bertemu Paulus, Paulus memimpin ia percaya Tuhan, selanjutnya Onesimus tinggal di sisi Paulus melayani ia, dan sekarang Paulus menyebutkan Onesimus sebagai anak rohaninya (「anakku yang kudapat dalam penjara」, ayat 10) (CUVT menterjemahkan sebagai 「anak yang saya lahirkan dalam penjara」, KJV 「I have begotten in my bonds」, lihat juga 1 Kor. 4:15 「akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu」, Gal. 4:19 「Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu」)

Paulus lebih lanjut menjelaskan kepada Filemon, setelah Onesimus percaya Tuhan, dalam kehidupan telah ada perubahan. Dahulu ia bagi Filemon tidak berguna (useless), namun sekarang Onesimus (yang artinya adalah ada kegunaan, useful) bagi Paulus dan Filemon dua orang berguna! Bagaimana penjelasannya? Bagi Paulus, Onesimus memberi perhatian kepada dia, membantu menyelesaikan bermacam pekerjaan kecil, mengirim surat, dsb. Namun terhadap Filemon ada kegunaan apa? Tingkah laku Onesimus dahulu adalah membawakan kerugian bagi Filemon tuannya, namun sekarang Onesimus mewakili Filemon untuk melayani Paulus, karena Filemon sendiri juga berhutang kepada Paulus (Flm. 1:19). Onesimus adalah seperti 「Epafras, temanku sepenjara」 (Flm. 1:23) yang sedang ada di dalam penjara, ia akan 「memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku」 (Fil. 2:30).

(“mengingat kasihmu itu”, perbuatan iman dan kasih dari Filemon kepada Tuhan Yesus karena dari natur alami seorang yang lahir baru dan dewasa maka sifatnya berkelanjutan, sepatutnya tidak ada hal yang dapat menjadi batu penghalang.)

Renungkan: (1) Seandainya engkau adalah Filemon, saat mendengar nama Onesimus akan memiliki respon apa? (2) Saat ada orang mengajukan permohonan kepadamu, engkau akan lebih memandang kasih atau aturan hukum? (3) Mohon Roh Kudus mengobati luka di bagian hati terdalam saya.

Filemon 4-7

「Bersyukur bagi Filemon」

Ada hal bermakna sangat mendalam yang dilakukan Filemon sehingga Paulus bersyukur bagi Filemon.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:4-7 [ITB])
4Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku,
5karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus.
6Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.
7Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku.

Surat dari Paulus memiliki satu macam ciri khas, yakni setelah mengucapkan salam kepada penerima surat, selalu akan berdoa bagi mereka, bersyukur bagi kehidupan rohani mereka. Paulus memiliki dua macam tujuan di bagian ucapan syukur dari surat ini: pertama adalah berdoa kepada Allah bagi penerima surat; kedua adalah membuka jalan bagi isi surat, pengantar yang memperkenalkan topik utama, yang mencakup 「hati」 dan 「dihiburkan」(Flm. 1:7, 20). Dalam doa ucapan syukur di keempat ayat ini (Flm. 1:4-7), Paulus secara khusus banyak memakai kata ganti orang pertama dan kata ganti orang kedua, yakni 「aku / ku」 (9 kali, 1 kali 「kita」), dan 「engkau / mu」 (6 kali). Saat Paulus berkata 「engkau」, jelas adalah menunjuk Filemon, juga khusus menyebutkan karakter dan kualitas tingkah laku dia, ini adalah alasan Paulus bersyukur bagi Filemon.

Paulus bersyukur kepada Allah tentang kebajikan apa dari Filemon? Yakni hati yang penuh kasih dan iman dari Filemon, yang Paulus sering 「dengar」 dari orang percaya (ayat 5). Kasih dan iman dalam ayat 5-7 masing-masing muncul dua kali, ini adalah apa yang Paulus khusus tekankan, terlebih lagi diekspresikan dengan cara penulisan bersilang (detil cara penulisan ini dapat dibaca di bagian: ):

A kasih (ayat 5)
B iman (ayat 5)
B’ iman (ayat 6)
A’ kasih (ayat 7)

Namun siapakah pihak yang dikasihi dan diimani oleh Filemon? Dalam ayat 5 dikatakan demikian: 「kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus」, dan dalam ayat 6 dikatakan 「persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus」 (yang dimaksudkan 「mengerjakan … yang baik」 adalah perbuatan kasih). Dengan kata lain, semua orang kudus dipersandingkan dengan Tuhan Yesus, artinya bahwa perbuatan baik yang dilakukan pada diri orang percaya, adalah dilakukan pada diri Tuhan Yesus, tepat seperti Tuhan Yesus pernah katakan: 「sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku」 (Mat. 25:40) .

Perbuatan baik Filemon sangat menggerakkan hati Paulus, sehingga Paulus khusus menyebut Filemon sebagai 「saudara」. Ini adalah muncul yang kedua kali, Paulus pernah menyebutkan Timotius sebagai saudara di ayat 1, 「saudara」 adalah sebutan terhadap orang yang ada dalam rumah. Paulus memakai sebutan keluarga adalah hendak mengekspresikan relasi intim yang sangat dekat di antara mereka (perhatikan Paulus tidak memakai identitas rasulnya, lihat ). Paulus dengan tulus melanjutkan mengutarakan isi hatinya yang gembira: 「Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku」 (ayat 7). Tindakan Kasih dan iman dari Filemon, tidak hanya membuat Paulus mendapatkan sukacita yang demikian besar serta kekuatan dorongan semangat, dan hati semua orang kudus juga mendapatkan dihiburkan atau diperbaharui (sesuai mayoritas terjemahan Inggris KJV, NIV, refreshed) (lihat juga 2 Tim. 1:16 「menyegarkan」; Luk. 2:19 「beristirahatlah」).

Ayat 7 adalah titik pertama dalam surat ini di mana Paulus memakai kata 「hati」, hati tentu saja bukan menunjuk organ hati (liver), tetapi menunjuk bagian terdalam dari hati rohani (deepest inner being). 「Hati」 dalam surat Paulus pernah muncul 8 kali, namun dalam surat Filemon telah dipakai tiga kali, ini menyatakan tujuan khususnya, ini akan kita lanjutkan untuk direnungkan di teks berikutnya.

Renungkan: (1) persembahkan syukur kepada Allah bagi seorang percaya; (2) introspeksi keadaan kasih dan iman dari diri kita sendiri; (3) Allah di sini telah menjamah hati Paulus, memohon Roh Kudus juga menjamah bagian terdalam dari hati saya.