「Pendapat yang Mencelakakan Orang」
Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)
(Est. 1:16-20 [ITB])
16 Maka sembah Memukan di hadapan raja dan para pembesar itu: 「Wasti, sang ratu, bukan bersalah kepada raja saja, melainkan juga kepada semua pembesar dan segala bangsa yang di dalam segala daerah raja Ahasyweros. 17 Karena kelakuan sang ratu itu akan merata kepada semua perempuan, sehingga mereka tidak menghiraukan suaminya, apabila diceritakan orang: Raja Ahasyweros menitahkan, supaya Wasti, sang ratu, dibawa menghadap kepadanya, tetapi ia tidak mau datang. 18 Pada hari ini juga isteri para pembesar raja di Persia dan Media yang mendengar tentang kelakuan sang ratu akan berbicara tentang hal itu kepada suaminya, sehingga berlarut-larutlah penghinaan dan kegusaran. 19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya. 20 Bila keputusan yang diambil raja kedengaran di seluruh kerajaannya–alangkah besarnya kerajaan itu! –,maka semua perempuan akan memberi hormat kepada suami mereka, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil.」
Memukan adalah juru bicara dari tujuh pembesar (Est. 1:14), siapakah sebenarnya dia? Para peneliti Yahudi berpendapat ia mestinya adalah orang asing dan menikah dengan seorang istri yang keras kepala dan tidak hormat kepada suaminya. Ini tentu saja murni spekulasi yang didasarkan atas usulannya kepada raja Ahasyweros, dan tidak ada bukti nyata. Di dalam seluruh kitab Ester, usulan dari Memukan ini merupakan kalimat yang langsung diucapkan kepada raja dan terpanjang. Dia yang membuat urusan pribadi suami istri Ahasyweros dan Wasti menjadi krisis yang melibatkan seluruh negeri; dia telah membuat urusan bersifat pribadi menjadi bersifat nasional umum seluruh bangsa, bicara indah seakan-akan demi kesejahteraan dan stabilitas negara, tetapi dalam sumsumnya mengungkapkan kekhawatiran dan ketakutan dari dalam batin sendiri.
Memukan menunjukkan bahwa Wasti melawan perintah Ahasyweros adalah sebuah contoh yang sangat buruk. Ratu adalah ibu dunia, setiap gerakan dia akan menjadi contoh bagi perempuan seluruh negeri. Sekarang ratu telah membangkang dan tidak menaati perintah suaminya, bukankah itu menjadi contoh buruk bagi semua perempuan untuk tidak hormat dan tidak taat kepada suami mereka? Jika tidak ditangani dengan segera, akan menimbulkan angin pemberontak wanita melawan suami yang bersifat nasional. Usulan dari Memukan ini memang dengan terampil menggeser fokus; Ahasyweros tiba-tiba bukan satu-satunya pria yang menerima penghinaan, bahkan semua pria di kerajaan Persia terlibat masuk di dalamnya. Akal licik Memukan memang telah membuat tangga untuk turun bagi raja Ahasyweros!
Ia mengusulkan penghapusan kedudukan ratu Wasti, mengucilkan dia, dan membiarkan para selir lain menggantikan posisinya. Dia secara langsung menyebutkan Wasti hanya dengan nama saja (lihat Est. 1:19a); ia menyarankan Ahasyweros membuat perintah, diumumkan kepada dunia, dan menuliskannya dalam undang-undang Persia, menjadi sebagai hukum abadi yang tidak dapat dicabut kembali selama-lamanya – yakni bahwa semua wanita kerajaan Persia harus menghormati dan menaati suami mereka. Hukum abadi yang tidak dapat dicabut kembali selama-lamanya berlaku di kerajaan yang alangkah besarnya itu, gambaran ini mungkin merupakan gaya ekspresi satir dari penulis kitab Ester yang digunakan untuk menyindir bagaimana raja Persia melihat betapa berkuasa dirinya sendiri, dan untuk memperkuat suasana tegang, sebenarnya hendak menunjukkan bahwa hal ini tidak melawan hukum. Selain di dalam Alkitab (lihat Est. 8:8; Daniel 6:9, 13, 16), belum ditemukan data lain yang menunjukkan bahwa hukum Persia bekerja seperti ini.
Usulan Memukan benar-benar merupakan usul yang mencelakakan orang, tapi dituruti oleh Ahasyweros Mengapa dikatakan bahwa usulan Memukan ini mencelakakan orang? Bayangkan: apakah mungkin bagi seorang pria untuk mendapatkan penghormatan dari istri melalui hukum? Apa gunanya menegakkan rasa hormat dengan cara pemaksaan terhadap pihak lain? Hormat tidak diperoleh dengan menggunakan paksaan, tetapi dimenangkan oleh pelayanan dan perhatian kasih yang tanpa syarat. Dengan metode manipulasi dan pemaksaan hanya mendapatkan ketaatan semu dan hanya kulit luar saja, hanya cinta kasih dan pengorbananlah bisa mendapatkan rasa hormat dan cinta dari pihak lain.
Renungkan:
Penulis kitab Amsal mengingatkan: 「Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada」 (Amsal 11:14). Ketika seseorang meminta saran Anda, apakah Anda akan menganalisis secara objektif (mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi kecenderungan pribadi) dan memberikan saran yang tidak menyimpang dari Alkitab?
Ketika Anda perlu untuk mendapatkan saran dari orang lain, apakah ada saudara dan saudari seiman yang dapat memberikan nasihat yang tidak memihak? Mohon Tuhan untuk mempersiapkan kita lebih banyak teman rohani atau penatua rohani yang lebih senior menjadi penasihat kita.
Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.