「Keberhasilan komunitas」
Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.
(Hak. 1:1-18 [ITB])
1 Sesudah Yosua mati,
orang Israel bertanya kepada TUHAN: 「Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?」 2 Firman TUHAN: 「Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.」
3 Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu: 「Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka akupun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah diundikan kepadamu.」 Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia. 4 Maka majulah suku Yehuda, lalu TUHAN menyerahkan orang Kanaan dan orang Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah orang-orang itu dekat Bezek, sepuluh ribu orang banyaknya.
5 Di Bezek mereka menjumpai Adoni-Bezek dan berperang melawan dia, dan mereka memukul kalah orang Kanaan dan orang Feris. 6 Tetapi Adoni-Bezek melarikan diri, lalu mereka mengejarnya, menangkapnya dan memotong ibu jari dari tangannya dan dari kakinya. 7 Kata Adoni-Bezek: 「Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku.」 Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.
8 Sesudah itu bani Yehuda berperang melawan Yerusalem, merebutnya lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan kota itu dengan api.
9 Kemudian bani Yehuda maju berperang melawan orang Kanaan, yang diam di pegunungan, di Tanah Negeb dan di Daerah Bukit.
10 Lalu suku Yehuda bergerak menyerang orang Kanaan yang diam di Hebron–nama Hebron dahulu adalah Kiryat-Arba–dan memukul kalah Sesai, Ahiman dan Talmai.
11 Dari sana mereka bergerak menyerang penduduk Debir. Nama Debir dahulu adalah Kiryat-Sefer.
12 Berkatalah Kaleb: 「Siapa yang mengalahkan dan merebut Kiryat-Sefer, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku, menjadi isterinya.」 13 Dan Otniel, anak Kenas adik Kaleb, merebut kota itu; lalu Kaleb memberikan Akhsa, anaknya, kepadanya menjadi isterinya. 14 Ketika perempuan itu tiba, dibujuknya suaminya untuk meminta sebidang ladang kepada ayahnya. Maka turunlah perempuan itu dari keledainya, lalu berkatalah Kaleb kepadanya: 「Ada apa?」 15 Jawabnya kepadanya: 「Berikanlah kepadaku suatu hadiah; telah kauberikan kepadaku tanah yang gersang, berikanlah juga kepadaku mata air.」 Lalu Kaleb memberikan kepadanya mata air yang di hulu dan mata air yang di hilir.
16 Keturunan Hobab, ipar Musa, orang Keni itu, maju bersama-sama dengan bani Yehuda dari kota pohon korma ke padang gurun Yehuda di Tanah Negeb dekat Arad; lalu mereka menetap di antara penduduk di sana.
17 Yehuda maju bersama-sama dengan Simeon, saudaranya itu, lalu mereka memukul kalah orang Kanaan, penduduk Zefat; mereka menumpas kota itu. Sebab itu kota itu dinamai Horma.
18 Selanjutnya suku Yehuda merebut Gaza dengan daerahnya, Askelon dengan daerahnya dan Ekron dengan daerahnya.
–
《Kitab Hakim-hakim》 ayat 1:1-5 terdapat kata 「maju」 yang berulang (1, 1, 2, 3, 4, 16, 22 dan 2:1). Seperti yang dikatakan oleh penulis Alkitab, orang Israel 「keluar dari Mesir」 (2:1) Sampai hari ini, Allah tidak pernah meninggalkan perjanjian dengan mereka, namun bagaimana dengan orang Israel?
Bagian awal 《Kitab Hakim-hakim》 merupakan kelanjutan dari kesuksesan bangsa Israel.
Ketika Yosua berkata dengan tegas: 「Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!」 (Yosua 24:15), orang Israel menjawab: 「Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan」 (Yosua 24:24) Pada hari itu, Yosua membuat perjanjian dengan orang Israel.
Awal 《Kitab Hakim-hakim》 adalah gambar yang indah ──
Di dalam 「doa」 mereka bertanya kehendak Allah (1:1), pada zaman Yosua, komunitas Israel bersatu, mengerahkan semangat kelompok untuk bekerja sama, berbagi suka dan duka; bagaimana setelah Yosua? Di awal 《Kitab Hakim-hakim》, komunitas Israel masih berdoa meminta kepemimpinan Allah.
Berperang berjuang dalam 「kerja sama」 (1:2-3), walau banyak orang yang berpikir bahwa Yehuda meminta Simeon untuk berperang bersama karena rasa takut mereka, tetapi berkat Allah terhadap perang ini (1:4-7) membuat kita melihat itu tidak ada makna yang negatif dalam kerja sama mereka.
Di dalam perang, mereka 「menaati」 perintah Allah (1:8) (lihat juga Yosua 8:24, 28 dan 10:30-32), berdasarkan catatan Kitab Suci, Yosua selalu mematuhi dan mengikuti pengaturan Allah dalam cara berperang, yang bertujuan untuk menghancurkan sepenuhnya budaya Kanaan. Dengan kata lain, ketika Yehuda juga menghadapi perang saat ini, ternyata mereka tidak melupakan pengaturan Allah, juga tidak melupakan iman yang selama ini dipraktikkan oleh para pemimpin mereka yakni ketaatan.
「Doa」, 「kerja sama」, 「ketaatan」 ── ini adalah rahasia sukses Israel. Tak heran, dari ayat 1:1 hingga ayat 18, itu adalah keberhasilan bangsa Israel dalam perang.
Renungkan:
18 ayat ini sangat penting bagi kita. Sebenarnya, jika komunitas kita dapat melakukannya dengan baik dalam tiga aspek ini, kita dapat menjadi seperti bani Israel dan lebih dari sekadar menang dalam segala hal. Keberhasilan komunitas tentu saja adalah Allah, namun dalam prosesnya, marilah kita tidak lupa memohon kepada Allah dengan 「doa」, menutup jarak dengan sesama melalui 「kerja sama」, dan mengamalkan iman dalam 「ketaatan」.
Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.

