Tag Archives: Iman dan Tindakan

Hakim-hakim 1:1-18

「Keberhasilan komunitas」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 1:1-18 [ITB])
1 Sesudah Yosua mati,
orang Israel bertanya kepada TUHAN: Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka? 2 Firman TUHAN: Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.
3 Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu: Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka akupun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah diundikan kepadamu. Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia. 4 Maka majulah suku Yehuda, lalu TUHAN menyerahkan orang Kanaan dan orang Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah orang-orang itu dekat Bezek, sepuluh ribu orang banyaknya.
5 Di Bezek mereka menjumpai Adoni-Bezek dan berperang melawan dia, dan mereka memukul kalah orang Kanaan dan orang Feris. 6 Tetapi Adoni-Bezek melarikan diri, lalu mereka mengejarnya, menangkapnya dan memotong ibu jari dari tangannya dan dari kakinya. 7 Kata Adoni-Bezek: Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku. Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.
8 Sesudah itu bani Yehuda berperang melawan Yerusalem, merebutnya lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan kota itu dengan api.
9 Kemudian bani Yehuda maju berperang melawan orang Kanaan, yang diam di pegunungan, di Tanah Negeb dan di Daerah Bukit.
10 Lalu suku Yehuda bergerak menyerang orang Kanaan yang diam di Hebron–nama Hebron dahulu adalah Kiryat-Arba–dan memukul kalah Sesai, Ahiman dan Talmai.
11 Dari sana mereka bergerak menyerang penduduk Debir. Nama Debir dahulu adalah Kiryat-Sefer.
12 Berkatalah Kaleb: Siapa yang mengalahkan dan merebut Kiryat-Sefer, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku, menjadi isterinya. 13 Dan Otniel, anak Kenas adik Kaleb, merebut kota itu; lalu Kaleb memberikan Akhsa, anaknya, kepadanya menjadi isterinya. 14 Ketika perempuan itu tiba, dibujuknya suaminya untuk meminta sebidang ladang kepada ayahnya. Maka turunlah perempuan itu dari keledainya, lalu berkatalah Kaleb kepadanya: Ada apa? 15 Jawabnya kepadanya: Berikanlah kepadaku suatu hadiah; telah kauberikan kepadaku tanah yang gersang, berikanlah juga kepadaku mata air. Lalu Kaleb memberikan kepadanya mata air yang di hulu dan mata air yang di hilir.
16 Keturunan Hobab, ipar Musa, orang Keni itu, maju bersama-sama dengan bani Yehuda dari kota pohon korma ke padang gurun Yehuda di Tanah Negeb dekat Arad; lalu mereka menetap di antara penduduk di sana.
17 Yehuda maju bersama-sama dengan Simeon, saudaranya itu, lalu mereka memukul kalah orang Kanaan, penduduk Zefat; mereka menumpas kota itu. Sebab itu kota itu dinamai Horma.
18 Selanjutnya suku Yehuda merebut Gaza dengan daerahnya, Askelon dengan daerahnya dan Ekron dengan daerahnya.


《Kitab Hakim-hakim》 ayat 1:1-5 terdapat kata maju yang berulang (1, 1, 2, 3, 4, 16, 22 dan 2:1). Seperti yang dikatakan oleh penulis Alkitab, orang Israel keluar dari Mesir (2:1) Sampai hari ini, Allah tidak pernah meninggalkan perjanjian dengan mereka, namun bagaimana dengan orang Israel?

Bagian awal 《Kitab Hakim-hakim》 merupakan kelanjutan dari kesuksesan bangsa Israel.

Ketika Yosua berkata dengan tegas: Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! (Yosua 24:15), orang Israel menjawab: Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan (Yosua 24:24) Pada hari itu, Yosua membuat perjanjian dengan orang Israel.

Awal 《Kitab Hakim-hakim》 adalah gambar yang indah ──

Di dalam doa mereka bertanya kehendak Allah (1:1), pada zaman Yosua, komunitas Israel bersatu, mengerahkan semangat kelompok untuk bekerja sama, berbagi suka dan duka; bagaimana setelah Yosua? Di awal 《Kitab Hakim-hakim》, komunitas Israel masih berdoa meminta kepemimpinan Allah.

Berperang berjuang dalam kerja sama (1:2-3), walau banyak orang yang berpikir bahwa Yehuda meminta Simeon untuk berperang bersama karena rasa takut mereka, tetapi berkat Allah terhadap perang ini (1:4-7) membuat kita melihat itu tidak ada makna yang negatif dalam kerja sama mereka.

Di dalam perang, mereka menaati perintah Allah (1:8) (lihat juga Yosua 8:24, 28 dan 10:30-32), berdasarkan catatan Kitab Suci, Yosua selalu mematuhi dan mengikuti pengaturan Allah dalam cara berperang, yang bertujuan untuk menghancurkan sepenuhnya budaya Kanaan. Dengan kata lain, ketika Yehuda juga menghadapi perang saat ini, ternyata mereka tidak melupakan pengaturan Allah, juga tidak melupakan iman yang selama ini dipraktikkan oleh para pemimpin mereka yakni ketaatan.

Doa, kerja sama, ketaatan ── ini adalah rahasia sukses Israel. Tak heran, dari ayat 1:1 hingga ayat 18, itu adalah keberhasilan bangsa Israel dalam perang.

Renungkan:
18 ayat ini sangat penting bagi kita. Sebenarnya, jika komunitas kita dapat melakukannya dengan baik dalam tiga aspek ini, kita dapat menjadi seperti bani Israel dan lebih dari sekadar menang dalam segala hal. Keberhasilan komunitas tentu saja adalah Allah, namun dalam prosesnya, marilah kita tidak lupa memohon kepada Allah dengan doa, menutup jarak dengan sesama melalui kerja sama, dan mengamalkan iman dalam ketaatan.


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Bilangan 20:10-12

「Memukul bukit batu dan durhaka pemberontak」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 20:10-12 [ITB])
10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini? 11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. 12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.

(Penuh amarah) Musa mengangkat tangannya (tinggi di atas kepala), lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya (tidak cukup satu kali) dua kali
(Penuh amarah) Musa mengangkat tangannya (tinggi di atas kepala), lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya (tidak cukup satu kali) dua kali
Gambar ini lebih dapat menunjukkan amarah Musa dan ia mengangkat tangannya tinggi di atas kepala, memukul bukit batu dengan keras (bukan sekedar mengetuk ringan, tetapi memukul)

Banyak yang mempertanyakan: Musa dihukum tidak masuk ke tanah perjanjian hanya karena memukul batu, apakah hukuman ini terlalu berat? Dan Harun tidak melakukan apa-apa, kenapa dia terlibat? Menghadapi pertanyaan-pertanyaan ini, cara terbaik adalah dengan membiarkan Alkitab berbicara sendiri.

• Latar belakang peristiwa: pada bulan pertama tahun keempat puluh keluar dari Mesir, orang Israel berada di Kadesh, dan Miryam meninggal di sana (Bilangan 21). Ini adalah di awal tahun terakhir orang Israel dihukum karena dosa-dosa mereka dan hidup di padang gurun. Berita kematian Miryam menjadi peringatan bagi generasi pertama yang keluar dari Mesir, waktu yang mereka miliki tidak banyak, hampir habis, dan mereka semua akan mati di padang gurun.

• Sungut-sungut umat itu: orang-orang berkumpul untuk menyerang Musa dan Harun, bersungut-sungut tidak ada air untuk diminum. Mereka dua kali berbicara tentang mati binasa (ayat 3, 4), dan bahkan bertengkar kepada Musa dan Harun mengapa membawa mereka keluar dari Mesir ke tempat celaka yang buruk di padang gurun (ayat 4, 5). Mereka membengkokkan kebenaran, kenyataannya, TUHAN (Yahweh) secara pribadi memimpin mereka keluar dari Mesir, memimpin berjalan di padang gurun.

• Perintah Allah: Dia berkata kepada Musa: Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya (ayat 8)

• Kemarahan Musa: secara perkataan, ia mencela umat itu sebagai orang-orang durhaka (hammōrîm); secara tindakan, ia mengangkat tangannya (wayyārem mōšeh ‘et yādô) lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali. Kemudian, Alkitab mencatat dua kali bahwa TUHAN (Yahweh) menegur Musa dan Harun karena melanggar (mǝrîtem) perintah-Nya, dan mereka berdua adalah durhaka (mǝrîtem) (Bil 20:24, 27:14 memberontak). Ayat 11 Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu …, kata mengangkat tangan yang juga terdapat di Bil. 15:30 (tidak terlihat dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia) lebih digunakan untuk menggambarkan berbuat sesuatu dengan sengaja yakni bertindak arogan memberontak terhadap Allah (Bil. 15:30 terjemahan BIMK dengan sengaja berbuat dosa, dia meremehkan TUHAN atau terjemahan harafiah ESV does anything with a high hand). TUHAN hanya meminta Musa dan Harun untuk berkata kepada bukit batu itu, tetapi Musa tidak menaati Allah dan memukul bukit batu itu dua kali dengan tongkat penuh amarah ia melampiaskannya. (Tambahan penerjemah: bandingkan dengan sungut-sungut umat itu.)

• Pernyataan keputusan terakhir: TUHAN mengatakan bahwa karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan orang Israel, maka mereka berdua dihukum untuk tidak memimpin jemaat masuk ke Tanah Perjanjian (ayat 12).

Dosa Harun adalah tidak melakukan yang seharusnya dilakukan: dia tidak menaati perintah TUHAN untuk memerintahkan bukit batu itu mengeluarkan air, dia juga tidak mengoreksi kesalahan Musa. Dan dosa Musa adalah melakukan yang tidak seharusnya dilakukan: marah dan mencela umat itu sebagai orang-orang durhaka, bahkan mengangkat tangan memukul batu dua kali. (Tambahan penerjemah: bandingkan amarah itu dengan sungut-sungut umat itu.)

Renungkan:
Iman dan perbuatan: ketika TUHAN menilai Abraham adalah bapak orang beriman, dia berkata bahwa Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku (Kej. 26:5). Sebaliknya, Musa yang seharusnya paling mendengarkan taat pada hukum perintah Allah, akhirnya ditegur Allah karena tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Galatia 3:6-9

「Orang yang Memiliki Iman」
Oleh 鄺成中 (Kuàng Chéng Zhōng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Gal. 3:6-9 [ITB])
6 Secara itu jugalah 「Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran」.
7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: 「Olehmu segala bangsa akan diberkati.」
9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.

Setelah menegaskan kembali pembenaran oleh karena iman (2:16), Paulus menggunakan pengalaman atau pendirian orang yang berbeda sebagai kutipan yang mengarahkan orang kepada pengajarannya. Pertama-tama pendiriannya yang teguh atas pengalaman perjalanan iman pribadinya dan para pemimpin lainnya kepada Tuhan serta atas pembenaran oleh karena iman (2:16, 18-19). Kemudian pengalaman pribadi orang percaya menerima Roh Kudus dan mengalami kuasa Allah (3:2, 5). Paulus selanjutnya menjabarkan peristiwa Abraham dalam Perjanjian Lama sebagai kutipan lebih lanjut bagi argumennya (3:6-9).

Paulus berbicara tentang Abraham dalam Perjanjian Lama, menunjukkan bahwa ia dapat berkenan di hadapan Allah dan dapat membangun hubungan yang baik dengan Allah, terutama karena imannya kepada Allah (seperti halnya Abraham 「percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran」 3:6). Allah memberi Abraham suatu janji khusus, respon Abraham kepada Allah adalah percaya pada perkataan Allah, itu imannya kepada Allah, hanya karena iman ini Abraham dapat berkenan kepada Allah. Peristiwa Abraham karena beriman sehingga boleh berkenan kepada Allah memiliki makna yang sangat penting bagi orang lain di masa depan, karena mereka dan Abraham semuanya bisa berkenan diterima Allah hanya karena iman (「mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu」 3:9) Dari sudut pandang iman, mereka semua adalah keturunan Abraham (「mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham」 3:7), baik Yahudi atau bukan Yahudi, hanya dengan iman di dalam Kristus maka akan dibenarkan, adalah didasarkan Perjanjian Lama yang dikutip Paulus 「Olehmu segala bangsa akan diberkati」 (3:8).

Kita dapat dibenarkan, semua karena iman kepada Kristus, dan Abraham berkenan dihadapan Allah juga karena iman; yang penting hari ini bagaimanakah iman kita? Apakah iman kita itu adalah benar-benar iman yang sejati? Kitab Yakobus sangat baik, dan iman yang benar dapat tercermin dalam tindakan (Yakobus 2:14-26). Hari ini kita semua adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, dapatkah tindakan kita menunjukkan iman kita? Yaitu, kehidupan kita apakah mengasihi Allah dan manusia? Atau dari sudut pandang lain, apakah kita mau belajar lebih banyak tentang Firman Tuhan dan menaati ajaran dan peringatan-Nya? Di antara firman dan pengingatan yang diberikan Tuhan kepada kita mungkin ada bagian yang lebih mudah untuk kita taati dan pelajari, tetapi mungkin ada beberapa yang lebih sulit untuk kita taati dan pelajari, kita perlu lebih banyak menyerahkan diri kita bertelut di hadapan Tuhan.

Renungkan:
Hari ini Anda adalah orang percaya yang dibenarkan oleh Kristus dan memiliki hidup yang kekal, apakah Anda pada saat yang sama juga merupakan orang percaya yang rela membiarkan Allah memerintah kehidupan Anda?

Aspek kehidupan apa yang perlu Anda letakkan lebih dalam dan belajar untuk mematuhi ajaran Allah?


Renungan pemahaman Surat Galatia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Galatia ditulis oleh 鄺成中 (Kuàng Chéng Zhōng) yang dipublikasi pada bulan April 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yeremia 7:16-34

「Umat Melanggar Perintah」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 7:16-34 [ITB])
16 Tetapi engkau, janganlah berdoa untuk bangsa ini, janganlah sampaikan seruan permohonan dan doa untuk mereka, dan janganlah desak Aku, sebab Aku tidak akan mendengarkan engkau. 17 Tiadakah engkau melihat apa yang dilakukan mereka di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem? 18 Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain dengan maksud menyakiti hati-Ku. 19 Hati-Kukah sebenarnya yang mereka sakiti, demikianlah firman TUHAN, bukankah hati mereka sendiri, sehingga mereka menjadi malu? 20 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguhnya, murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku akan tercurah ke tempat ini, ke atas manusia, ke atas hewan, ke atas pohon-pohonan di padang dan ke atas hasil tanah; amarah itu akan menyala-nyala dengan tidak padam-padam.
21 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya! 22 Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!』 24 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya. 25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, 26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.
27 Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. 28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: 『Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka. 29 Cukurlah rambut kepalamu dan buanglah! Angkatlah ratapan di atas bukit-bukit gundul, sebab TUHAN telah menolak dan membuang bangsa yang kena murka-Nya!』
30 Sungguh, orang Yehuda telah melakukan apa yang jahat di mata-Ku, demikianlah firman TUHAN, telah menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini untuk menajiskannya. 31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku. 32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi 『Tofet』 dan 『Lembah Ben-Hinom,』 melainkan 『Lembah Pembunuhan』; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat, 33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya. 34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.

Perikop hari ini Yer. 7:16-34, Tuhan membuat tiga panggilan yang mengejutkan orang.

Terlebih dahulu, di ayat 16 Tuhan berfirman kepada nabi Yeremia tidak membuang-buang waktu berdoa untuk orang-orang Israel, karena Ia tidak akan mendengarkan! Mengapa? Karena ada perbedaan besar antara ibadah mereka di dalam Bait Suci dan hidup dalam keluarga! Ayat 17-18 menggambarkan bagaimana keluarga Israel bekerja sama untuk menyembah berhala, mempersembahkan korban kepada ratu sorga Ishtar.

Ayat 7:18「Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain …」 Kerjasama dan kerajinan mereka sedemikian alami, sehingga kita melihat bagaimana meluas dan merajalela keyakinan rakyat waktu itu. Masalahnya mereka bukan tidak menyembah Tuhan, mereka tidak meninggalkan penyembahan kepada Tuhan, mereka tetap pergi ke Bait Allah, juga tetap mempersembahkan korban, tetapi juga menyembah kepada illah lain, mereka pulang kembali ke rumah segera bekerjasama seluruh keluarga membuat untuk roti dan pengorbanan kepada 「ratu sorga.」 「Ratu sorga」 adalah agama yang trendi pada zaman itu, pada masa itu orang-orang berpikir bahwa jika dewa hanya bergender laki-laki maka tidak lengkap, jadi harus memiliki perempuan agar bahagia, ini adalah fenomena asimilasi campuran agama.

Tuhan selanjutnya dalam ayat 21-26 memperingatkan umat Israel tidak lagi memberikan persembahan, karena tidak berkenan kepada Tuhan. Ayat 23 「hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!』」Singkatnya, lebih baik taat daripada memberikan korban persembahan, Tuhan tidak akan menerima korban persembahan dari orang-orang yang tidak mau menaati Dia.

Terakhir, di ayat 27-34 Tuhan berseru kepada orang Yerusalem agar berkabung, karena mereka melakukan dosa besar dan melanggar Tuhan. Pertama-tama, yakni yang dituduhkan dalam ayat 30, mereka mengijinkan berhala didirikan dalam Bait Suci, dan ayat 31 melanjutkan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menyembah ratu sorga di rumah, tetapi juga membangun mezbah tinggi di bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom, untuk membakar anak-anak mereka dalam api dan mempersembahkan mereka kepada Molokh dewa Moab (Bahkan telah diperingatkan pada zaman Musa, Im. 18:21 「Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan (penghujatan) nama Allahmu; Akulah TUHAN」). Demi mendapatkan aman tenteram bagi diri mereka sendiri sebagai orang tua, ternyata belajar contoh bangsa kafir mengorbankan hidup anak-anak mereka, hati orang-orang ini telah terpolusi oleh ajaran kafir sampai pada taraf tidak ada obat yang dapat menyembuhkan.

Tuhan dengan jelas menunjukkan: 「suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.」 Pada kenyataannya, pengorbanan anak-anak adalah sangat dilarang oleh hukum Taurat Musa (lihat Ul. 18:10). Dosa-dosa itu, akan dihakimi Tuhan, dan penghukuman sangat keras, maka mereka diserukan agar berkabung.

Gereja hari ini mungkin jarang menyembah berhala atau patung yang berbentuk, karena berhala yang kasat mata telah menjadi hati setan yang tidak terlihat, misalnya: illah kesuksesan, illah kesenangan, illah keserakahan harta dan sebagainya, menarik para pengikut yang tak terhitung, menjadi pihak yang merampas kemuliaan Tuhan dan kesetiaan orang percaya.

Gereja hari ini tidak meminta orang percaya untuk beribadah kepada Molokh atau Asytoret, dan kemudian menyembah TUHAN; Tapi marilah kita berpikir bahwa apakah gereja kita masih merupakan sebuah gereja yang berdasarkan ajaran-ajaran para rasul dan ajaran-ajaran Alkitab? Apakah gereja kita masih mengajar dan memimpin jemaat berdasarkan prinsip-prinsip Kitab Suci dan kuasa Roh Kudus? Adakah wibawa kuasa ilmu manajemen modern dan prinsip-prinsip bisnis lebih tinggi dari Alkitab dalam tata layan gereja? Apakah cara penyembahan kita masih sama seperti yang Alkitab ajarkan atau meniru dunia hiburan?

Mengapa gereja bisa berubah sifat? Orang-orang Israel memberikan kita pelajaran yang baik, iman mereka berubah sifat karena iman mereka tidak mengikuti perintah petunjuk Tuhan, tetapi menurut keinginan manusia. Dalam ayat 22-23 「… Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, … 』」 Secara ringkas, menaati perintah Tuhan lebih baik daripada memberikan korban, itulah yang diminta Tuhan!

Yer. 7:32-34 memproklamirkan kedatangan penghukuman Tuhan. Ayat 32 「… orang tidak akan mengatakan lagi 『Tofet』 dan 『Lembah Ben-Hinom』 melainkan 『Lembah Pembunuhan』 …」 「Tofet」 atau 「Lembah Ben-Hinom」 adalah tempat mempersembahkan korban di era Yeremia, yang merupakan tempat membuang sampah di luar kota Yerusalem. Nabi Yeremia mengatakan akan berganti nama menjadi Lembah Pembunuhan, menandakan bahwa penduduk Yerusalem akan menghadapi pembantaian musuh.

Ayat 33-34 dengan konkret menggambarkan Yerusalem akan menghadapi penghakiman yang begitu mengerikan, misalnya: mayat terlalu banyak sampai tidak ada tempat untuk menguburkan, suara sukacita pengantin laki-laki dan pengantin perempuan akan berhenti, tempat ini akan menjadi reruntuhan. Bahasa aslinya menunjukkan bahwa suara sorak-sorai dan tawa satu orang demi satu orang berhenti; Kota yang penuh sukacita, seperti Mercusuar, dipadamkan satu demi satu, menjadi gelap gulita, sunyi yang mati! Pada kenyataannya, ini adalah adegan neraka, semua kebahagiaan telah menghilang, semua sukacita sudah berlalu. Tuhan berkata Lembah Ben-Hinom menjadi Lembah Pembunuhan, dan Perjanjian Baru kata 「neraka」 berasal dari kata 「Ben-Hinom!」 Ketika kebenaran Tuhan pergi, mereka akan mengalami penghakiman besar, tanda-tanda penghakiman ini adalah seperti sebuah penghukuman dalam neraka.

Renungkan:

1. Apakah iman Anda hari ini merupakan iman yang kosong penuh kebohongan? Apakah Anda bersedia untuk mengejar berkat rohani yang sejati? Taat perintah Tuhan adalah awal yang baik!

2. Apakah Anda tahu harga menolak Tuhan adalah sedemikian berat. Apakah Anda bersedia bertobat untuk menjawab kata-kata Tuhan?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 7:1-15

「Iman yang Menipu Diri」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 7:1-15 [ITB])
1 Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN, bunyinya: 2Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada TUHAN! 3 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: 『Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,』 5melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing, tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri, 7 maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya.
8 Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah.9 Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal, 10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: 『Kita selamat,』 supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini! 11 Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman TUHAN. 12 Tetapi baiklah pergi dahulu ke tempat-Ku yang di Silo itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu, dan lihatlah apa yang telah Kulakukan kepadanya karena kejahatan umat-Ku Israel! 13 Maka sekarang, oleh karena kamu telah melakukan segala perbuatan itu juga, demikianlah firman TUHAN, dan oleh karena kamu tidak mau mendengarkan, sekalipun Aku berbicara kepadamu terus-menerus, dan kamu tidak mau menjawab, sekalipun Aku berseru kepadamu, 14 karena itulah kepada rumah, yang atasnya nama-Ku diserukan dan yang kamu andalkan itu, dan kepada tempat, yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu itu, akan Kulakukan seperti yang telah Kulakukan kepada Silo; 15 Aku akan melemparkan kamu dari hadapan-Ku, seperti semua saudaramu, yakni seluruh keturunan Efraim, telah Kulemparkan.

Yeremia dipanggil menjadi nabi setahun setelah Yosia mulai reformasi keagamaan, dan Kitab Yeremia pasal 2-12 adalah pesan yang disampaikan pada masa pemerintahan Yosia, yang dapat dikatakan mendukung reformasi-reformasi keagamaan yang dilakukan oleh Yosia. Dalam pelayanan di bagian waktu ini, walaupun Yeremia tidak disambut oleh semua lapisan, tetapi karena raja Yosia dengan tulus mengejar reformasi, maka Yeremia juga mendapat perlindungan. Kitab Yeremia pasal 2-6 adalah pesan di masa awal reformasi agama Yosia, karena raja Yosia adalah seorang raja yang baik, sehingga mendapat begitu banyak kasih dari rakyat dan mengikuti dia, sehingga reformasinya membawakan hasil yang efektif. Pada tahun 18 pemerintahan Yosia, imam besar menemukan kitab Taurat saat restorasi Bait Suci, ini memberikan dorongan yang lebih besar kepada Yosia untuk melaksanakan reformasi agama, dan pasal 7-10 adalah pesan dari Yeremia saat pentahiran Bait Suci dan penemuan kitab Taurat.

Kitab Yeremia pasal 7-10 adalah serangkaian catatan yang disusun atas beberapa pesan yang dikhotbahkan oleh nabi Yeremia pada pintu gerbang Bait Suci di Yerusalem, sehingga hal ini tidak selalu berurutan sesuai waktu dan latar belakang, dan ada beberapa perikop yang berulang. Misalnya, pasal 7 dan bagian belakang pasal 26 memiliki banyak kesamaan. Latar belakang dari khotbah di pasal 7 adalah masa Yosia memerintah, tetapi pasal 26 mencatat zaman Yosia anak Yoyakim. Kemungkinan dua khotbah nabi Yeremia yang diberitakan di dua kesempatan dan waktu yang berbeda dengan isi yang sama, atau dua catatan yang memiliki wacana sama, tapi keduanya menunjuk kepada peristiwa kejatuhan Yerusalem pada tahun 587 dan penawanan Yehuda. Beberapa sarjana juga berpendapat bahwa pasal 7 dan 8 keduanya juga dikhotbahkan oleh Yeremia dalam pemerintahan Yoyakim, hanya saja dalam penyusunan Kitab Yeremia diletakkan di pasal-pasal tersebut (tidak sesuai urutan waktu ditempatkan di pasal-pasal belakang).

Ayat 1-15 adalah pesan nabi Yeremia di Yerusalem dan khotbah resmi pertama dalam Kitab Yeremia! Pasal-pasal sebelumnya ditulis dalam gaya puitis, dan pasal 7 dalam bentuk prosa.

Ayat 1-2: 「1Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN, bunyinya: 2『Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah …』」 「Pintu gerbang rumah TUHAN」 adalah pemisah halaman dalam Bait dan pelataran luar, dan tempat yang harus dilalui orang Israel untuk masuk ke dalam Bait, maka yang menjadi objek dari khotbah adalah orang-orang Israel, bukan orang-orang di luar, adalah orang-orang yang mengenal Tuhan dan datang ke Bait Allah untuk menyembah Tuhan, terutama mereka yang pada hari-hari perayaan datang ke Bait Suci mempersembahkan korban!

Ayat 3-4: 「3Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. 4Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: 『Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,』」

Khotbah Yeremia ditujukan kepada agama yang bersifat ritual yang berlaku di masa itu, agama yang memandang berharga ritual dan hal-hal yang dikerjakan bersama-sama secara berkelompok, namun mengabaikan kehidupan pribadi dan perilaku. Iman dan kehidupan sosial seharusnya saling terkait secara hidup, tak terpisahkan, sehingga diperlukan merealisasikan praktik keadilan sosial, jika tidak demikian maka iman akan menjadi palsu karena kosong. Khotbah nabi Yeremia adalah ditujukan kepada umat Tuhan, maka juga ditujukan kepada orang percaya gereja hari ini, 「jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, … Aku akan membuat engkau hidup di negeri ini.」 (Yer. 7:5-7)

Masalah orang-orang Israel bukanlah bahwa mereka tidak menyembah di Bait Suci atau tidak memberikan korban persembahan, dan mereka semua mematuhi aturan-aturan dan perbuatan agama, dan mereka juga mempraktekkannya di Bait Suci. Penyembahan mereka di dalam Bait Suci adalah mutlak ibadah dan mematuhi aturan! Tapi mengapa Yeremia justru mengatakan, bahwa di mata Tuhan, mereka menyembah berhala, dan itu menjijikkan dan memuakkan? Karena yang mereka sembah dan bergantung bukan Tuhan, tetapi Bait Suci, dan mereka berpikir bahwa Bait Suci adalah jaminan.

Ayat 4 「Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: 『Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN』」 Pada waktu itu nabi-nabi palsu yang merajalela, dan beberapa dari mereka mengklaim bahwa Bait itu adalah jaminan keamanan mereka, sebab Tuhan akan melindungi Jerusalem terhadap invasi negara-negara lain demi wajah dan martabat-Nya sendiri. Keyakinan palsu ini juga terkait dengan sejarah itu, Yehuda pergi mengalami serangan Asyur dan kehilangan tanah negaranya, dan akhirnya tentara Sanherib sudah di luar kota Yerusalem, Hizkia raja Yehuda saat itu sesuai petunjuk nabi Yesaya datang ke Bait Suci, dan berdoa di hadapan Tuhan, dan Tuhan mengutus seorang malaikat untuk membinasakan pasukan Asyur! Jadi ketika raja Yosia mengadakan kembali penyembahan di Bait Suci, orang Yahudi merasa bahwa mereka telah kembali kepada Bait Suci, dan Bait Suci itu adalah jaminan mereka, yang merupakan tanda perlindungan Tuhan, dan jaminan bahwa Tuhan akan membuat mereka berdiam di tanah itu selamanya. Dengan cara ini, tanpa disadari, Bait Suci telah menjadi obyek iman mereka, tetapi juga menjadi berhala pengganti Allah.

Tuhan dalam ayat 5-7 memberitahukan kepada Israel bahwa jika mereka ingin tetap tinggal di tempat ini, mereka harus melakukan tiga hal, yaitu tidak untuk menindas para yatim dan janda, tidak mengalirkan darah orang tidak bersalah dan tidak mengikuti dewa lain, hanya dengan demikian mereka tidak hidup dalam iman yang palsu. Tuhan tidak hanya menghendaki penyembahan yang benar, tetapi juga perilaku yang benar dan mengambil jalan yang benar! Orang-orang Israel meneriakkan tiga kali, 「Ini adalah Bait Tuhan!」 Tapi Tuhan berkata 「tiga hal ini tidak kamu lakukan, apa yang kamu percaya adalah kebohongan yang menipu diri sendiri, Bait ini tidak mampu melindungimu.」

Mereka tidak hanya percaya bahwa Bait Suci ini adalah jaminan mereka, mereka juga mengatakan bahwa apa pun yang mereka lakukan di dalam Bait Suci, mereka tetap akan mendapat perlindungan, jadi bagaimana mereka biasa hidup adalah tidak ada masalah. Sebagai hasilnya mereka mempergunakan Bait sebagai sarang pencuri, dan ketika mereka telah melakukan hal-hal buruk mereka bisa bersembunyi di dalam Bait Suci tanpa hukuman! Jika seorang tidak dapat melakukan perintah-perintah Tuhan dalam hidupnya, maka agama yang sebagus apapun hanyalah daun ara menutupi dosa saja.

Ayat 12-15 secara khusus menyebutkan contoh 「Silo」 kerajaan utara 「pergilah ke tempat-Ku yang di Silo itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu … 」 Silo itu rumah ibadah pertama yang didirikan oleh Yosua yang telah memimpin Israel masuk ke Kanaan, di sana ada Kemah Pertemuan, Tabut Perjanjian, dan imam besar, sampai di masa Samuel 「Silo」 masih merupakan pusat agama dari orang Israel. Kemudian orang Israel mengangkut Tabut saat berperang melawan orang Filistin, tetapi Tuhan tidak beserta dengan mereka, dan Tabut itu telah ditawan, dan 30.000 tentara Israel tewas. Walaupun Alkitab tidak mengatakan bahwa Silo itu dihancurkan, namun Maz. 78:59-60 berkata: 「Allah … bahkan telah meninggalkan Kemah Pertemuan Silo, yang merupakan kemah-Nya di bumi. 」

Tuhan menggunakan 「Silo」 sebagai sebuah metafora atas Yerusalem, untuk menunjukkan bahwa Yerusalem akan menjadi reruntuhan seperti 「Silo」! Tuhan tidak menghendaki agama dan ritual yang adalah kulit luar saja, kebohongan palsu, tetapi yang dihendaki adalah iman yang asli, sungguh dan benar, luar dan dalam yang sama.

Renungkan:

1. Siapakah yang pihak tujuan dari iman dan ibadah Anda hari ini? Adakah Anda secara tidak sengaja membiarkan orang lain, hal-hal, benda-benda menggantikan tempat Tuhan?

2. Yesus dalam Yoh. 4:23 mengatakan 「Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian」 Ketulusan hati juga dapat diterjemahkan sebagai kebenaran, yakni sesuai ibadah dalam kebenaran. Ritual penampilan luar bukan hal yang paling penting, tapi yang penting adalah kesungguhan hati menyembah Bapa dalam kebenaran. Apakah Anda bersedia menjadi orang yang demikian?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yudas 3-4

「Tujuan Menulis Surat」

Tujuan yang sama kritis dan urgent bagi kita di zaman ini.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Yudas ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yudas 3-4 [ITB])
3Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.
4Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Penulis surat di ayat 3-4 menjelaskan tujuan menuliskan surat ini adalah mendorong orang percaya yang terkasih hendaknya ada tindakan. Yudas melihat ada kesalahan yang muncul dalam komunitas iman, membahayakan orang percaya yang terkasih, sehingga hatinya kuatir seperti terbakar, ia rindu ingin bersama-sama orang Kristen yang telah mendapatkan anugerah keselamatan untuk bangkit berjuang. Sebenarnya Yudas menghendaki orang percaya berjuang demi perihal apa? Kita lebih dahulu merenungkan kata pistis (bahasa Yunani), inggris sebagai 「faith」, namun dalam terjemahan Mandarin ada dua pendalaman yang tidak sama: 「kebenaran」 (CUV / RCUV) dan 「iman」 (CCV/CNV). Dari situ dapat dilihat, Yudas memberikan dorongan orang kudus bersama-sama bangkit berperang demi 「iman」. Memang benar, di Perjanjian Baru 「iman」 dapat memiliki beberapa macam makna dalam tingkatan aspek yang tidak sama, iman bisa menunjuk iman pengajaran, doktrin, juga bisa menunjuk tindakan dari iman, cara kehidupan. Yudas sekarang menasehati orang percaya segenap hati memelihara iman kita, karena bahaya kritis telah menyelusup ke dalam gereja.

Bagaimana orang-orang tidak saleh ini menyelusup masuk ke dalam gereja, dan tidak diketahui? Ternyata mereka adalah mencuri-curi masuk, ini menyatakan mereka adalah secara rahasia masuk bercampur ke dalam gereja (mungkin juga kitalah yang perlahan-lahan berubah menjadi seperti itu.) Mereka 「telah」 masuk bercampur di antara komunitas iman, dan kesalahan mereka juga perlahan-lahan muncul terlihat.  Yudas menunjukkan mereka ada dua kesalahan gawat: Pertama, salah memakai kasih karunia Allah, dan Kedua, menyangkal Yesus Kristus.

Kesalahan pertama dari 「orang-orang tertentu」 ini adalah 「menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka」 (ayat 4), artinya adalah menggunakan kasih karunia Allah untuk membenarkan perbuatan dosa mereka. Ternyata orang-orang ini memakai kasih karunia Tuhan sebagai semacam alat, untuk memenuhi hawa nafsu diri sendiri; mereka memandang kasih karunia sebagai kemerdekaan, tidak ada standar lagi, juga tidak menerima pembatasan moral. Sebenarnya, Alkitab jauh hari telah mengingatkan orang percaya, setelah dimerdekakan dari dosa, 「janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa」 (Gal. 5:13). Tuhan melalui kasih karunia 「mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini」 (Tit. 2:12). Namun, 「orang tertentu」 masih hidup dalam kehidupan tidak saleh.

Kesalahan kedua 「orang tertentu」 adalah 「menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus」. Mereka mungkin tidak secara terbuka terang-terangan berkata mereka tidak percaya Yesus, tetapi dalam kehidupan tidak menerima kedaulatan kuasa Yesus, pengajaran Yesus tidak dipakai sebagai petunjuk arah dalam kehidupan. Yudas jelas melihat 「orang tertentu」 menyangkal dua macam identitas Yesus Kristus. Pertama, Yesus adalah pemilik yang berkuasa (master), yakni seperti budak terhadap kuasa pengaturan tuan yang absolut. Kedua, Yesus adalah Tuan (Lord). Sebutan tuan pada saat itu bisa merupakan sebutan sopan santun dan bersifat umum terhadap orang lain. Dalam Perjanjian Baru, sebutan 「Tuan」 khusus dipakai pada diri Yesus Kristus, menyatakan Ia adalah Tuan atas kehidupan orang percaya, memiliki kedaulatan kuasa yang absolut.

「Orang tertentu」 masuk bercampur di dalam gereja, juga tidak memahami 「jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.」 (Rom. 10:9). Mereka mungkin cuma di 「mulut」 saja berkata percaya Yesus, namun di dalam hati tidak menerima Yesus adalah Juruselamat dan Tuhan atas kehidupan mereka. Orang Kristen mengenal dan menerima Yesus adalah 「satu-satu-Nya」 Tuhan, juga mengakui bahwa 「keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan」 (Kis. 4:12). (Waspadalah!!! Perusak di masa kini juga masuk ke dalam jemaat milik Yesus. Penghujat Kritus Yesus masuk melalui internet dan propaganda hadir tanpa fisik jasmani meracuni pikiran jemaat. Tanpa berpikir akibat kekal yang akan ditanggung 「… Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, … menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka2 Pet. 2:1)

Renungkan: (1) Pikirkan 「anugerah keselamatan」, 「kebenaran」 dan 「iman」 mempunyai makna apa bagi engkau? (2) Proklamasikan kepada Yesus: 「Engkau adalah Juruselamat dan berkuasa atas kehidupan saya」.

(Rom. 10:9「jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.」 (Lihat juga Mat. 10:32; Luk. 12:8; Yoh. 9:22; 12:42; 1 Tim. 6:12; 1 Yoh 2:23; 4:15, Mat 1:21; Kis. 4:12; Kis. 10:43; 1Tim 2:5)

Titus 2:1

「Pengajaran yang Diberitakan Titus」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Titus 2:1 [ITB])
1Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:

Beberapa hari ke depan, kita akan merenungkan surat Titus 2:1-10, terlebih dahulu kita mempelajari pemahaman awal terhadap perikop ini. Paulus di sini memberikan komunitas orang percaya suatu petunjuk arah kehidupan, perikop ini dapat dibagi menjadi tiga bagian: (1) ayat satu adalah khusus ditujukan kepada diri Titus, juga menunjukkan sikap dan kualitas tingkah laku yang seharusnya ada pada dirinya; (2) ayat 2-8 dengan konkrit menunjukkan standar / acuan kehidupan yang seharusnya dimiliki orang percaya, juga dijelaskan berdasarkan perbedaan usia dan gender; (3) ayat 9-10 dituliskan kepada orang yang sebagai hamba.

Ada peneliti yang menyebutkan Titus 2:2-8 sebagai berita mengenai aturan terkait keluarga. Sebenarnya, Perjanjian Lama dan Baru terdapat tidak sedikit pengajaran atas kehidupan keluarga dan standarnya. Dalam Perjanjian Lama, Ul. 6:4-9 menjelaskan iman hendaklah dijadikan bagian kehidupan; dan Perjanjian Baru ada tiga perikop menjelaskan kehidupan yang seharusnya ada dalam keluarga (Kol. 3:18-4:1; Ef. 5:21- 6:9; 1 Pet. 2:18-37). Titik berat teks-teks tersebut diletakkan dalam relasi antar orang dalam keluarga, dan fokus utama surat Titus 2:1-10 diletakkan pada keseluruhan karakter dan integritas pribadi orang percaya. Saat Paulus berbicara tentang setiap macam gender dan usia kehidupan orang Kristen, yang ditekankan adalah kualitas tingkah laku mereka, bukan relasi antar orang percaya. oleh karena itu, titik berat Titus 2:2-8 adalah menjelaskan kualitas karakter kehidupan orang percaya merupakan kesaksian yang dilakukan kepada manusia dunia!

Paulus sedemikian menekankan kualitas moral tingkah laku dalam fasal 2 ini adalah untuk memperlihatkan kekontrasan dengan 「orang yang hidup tidak tertib」 dalam teks sebelumnya Tit. 1:10-16! Guru palsu tidak bersedia menerima aturan sebagai standar; dan orang percaya yang terus menjaga kebenaran membuat kebenaran menjadi nyata dalam kehidupan. Oleh karena itu, Paulus meletakkan titik berat dari seluruh perikop pada tingkah laku yang dapat dilihat. Jika orang percaya hendak mentaati pengajaran Alkitab, tentu saja pemimpin memiliki peran yang penting, dirinya bertindak sebagai teladan, membuat kebenaran yang ia imani nyata dalam kehidupan.

Di awal perikop baru ini, Paulus secara langsung berpesan kepada Titus: 「Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat」 (Titus 2:1). Kata 「ajaran」 dalam ITB, atau diterjemahkan CUVT sebagai 「kebenaran」,  atau 「doktrin」 dalam CCV/CNV. Ada para peneliti mencoba membedakan doktrin dan pengajaran, 「doktrin」 titik beratnya diletakkan pada aspek mengetahui, apa yang dipertahankan dalam iman; kemudian fokus dari 「pengajaran」 (teaching) diletakkan pada tingkah laku, yang dinyatakan sebagai tingkah laku dalam kehidupan.

Titus sebagai wakil Paulus, hendak menyelesaikan tugas Paulus yang belum rampung, ia hendak memberitakan pengajaran yang sehat dan sempurna, di satu sisi mengukuhkan orang percaya, di sisi lain hendak menyumbat racun dari mulut guru palsu. Walaupun dapat dibedakan menjadi dua antara doktrin dan pengajaran, namun orang percaya tidak seharusnya jatuh ke dalam dikotomi (pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan). Iman dan praktik tingkah laku tidak bisa dipisahkan. Kebenaran yang sehat dan sempurna mencetak tingkah laku dalam iman, tepat seperti ada peneliti yang berkata: 「teologi yang baik mencetak karakter yang baik」

Ajaran iman juga mencakup tuntutan moral. Titus menyampaikan berita dan tuntutan kebenaran yang murni, sehingga mengukuhkan iman, juga memperkuat kualitas tingkah laku, sehingga tingkah laku kehidupan orang percaya menjadi fondasi bagi kesaksian tentang Tuhan Juruselamat.

Renungkan: (1) lakukan instropeksi apakah diri sendiri telah sesuai antara pengetahuan dan tindakan (2) memohon Roh Kudus mendorong agar saya memperlengkapi iman ikut kelas hari minggu / kelompok pertumbuhan / pelajaran yang memperlengkapi; (3) apakah bersedia berusaha keras lebih lanjut menjadi orang yang dapat mengajar orang lain? (bagi teman, anak di rumah atau karyawan).