Tag Archives: Surat Filemon

Filemon 22-25

「Ucapan Berkat Bagi Filemon」

Sebuah bagian akhir surat dapat mengandung inti-inti iman yang penting. Sebuah pesan Natal.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:22-25 [ITB])
22Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku, karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.
23Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus,
24dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku.
25Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu!

Dari ayat 22-25, kita melihat bagian akhir surat, dapat dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah rencana perjalanan Paulus (ayat 22). Di ayat 22 Paulus meminta Filemon mempersiapkan tempat tinggal baginya, ini menyatakan bahwa ia segera akan keluar dari penjara, dan akan memulai perjalanan. Paulus secara mendalam percaya bahwa berdoa akan membawakan perubahan; yakni melalui doa orang percaya, setelah ia meninggalkan penjara, maka sudah bisa pergi menjenguk gereja (ayat 22 … oleh doamu …). Paulus percaya kuasa doa, ia meminta orang percaya berdoa bagi dirinya, mohon Allah membukakan pintu penginjilan baginya (Kol. 4:3). Karena itu, Paulus berharap segera pergi ke tempat Filemon, juga adalah demi penginjilan. (Paulus tiada henti bekerja adalah demi pekerjaan penginjilan)

Bagian kedua adalah menghantarkan salam (23-24 ayat). Paulus mewakili lima orang menghantarkan salam kepada Filemon dan gereja. Orang pertama adalah Epafras, yang demi Kristus dipenjarakan bersama-sama Paulus. Dari Kol. 1:7-8 dapat diketahui, ia adalah pendiri gereja Kolose. Orang kedua adalah Markus, ia adalah kemenakan Barnabas (Kol. 4:10), sekarang melayani Paulus. Orang ketiga adalah Aristarkhus, ia juga dipenjara bersama-sama dengan Paulus (Kol. 4: 14). Orang keempat adalah Demas, ia pernah mengikuti Paulus (Kol. 4: 11), namun sayang sekali kemudian hari ia telah pergi karena mengasihi dunia (2 Tim. 4:10). Orang paling akhir adalah Lukas. ia adalah seorang dokter (Kol. 4: 14), mulai dari perjalanan pengabaran Injil Paulus yang kedua kali, Lukas terus beserta sebagai rekan pelayanan. Sampai saat Paulus terakhir kali dipenjarakan, juga hanya ada Lukas di samping dia (2 Tim. 4: 11).

Dalam surat yang singkat pendek ini, kita melihat sifat penting iman dalam kelompok. Filemon berada di dalam komunitas gereja; sedangkan Paulus berada di penjara, walaupun sedemikian ia juga tidak sendirian, karena ada sekelompok orang percaya yang mengasihi Tuhan yang menemani Paulus. Setelah Onesimus percaya Tuhan, budak yang seorang diri sendirian dalam pelarian, segera dipeluk oleh komunitas kasih. Saat Paulus memberikan dorongan agar ia kembali kepada tuannya, ia menurut pergi. Dari diri Onesimus, kita melihat Onesimus tidak berjalan seorang diri kesepian, ia memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam, orang kudus yang menemani, dan dukungan gereja.

Bagian ketiga adalah ucapan berkat. Paulus memberikan Filemon ucapan berkat yang termasuk pendek 「Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu」 (ayat 25), namun adalah merespon berkat di bagian awal surat di ayat 3 (Filemon 1:3, 「Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu」). Surat ini dimulai dengan kasih karunia, juga berakhir dengan kasih karunia. Tepat seperti kita diselamatkan karena kasih karunia (Ef. 2:8), dan 「karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita」 (Rom. 6:23).

Surat Filemon membuat kita melihat satu lembar lukisan yang sangat indah, selembar cetak biru kehidupan gereja, satu piagam tentang mendapat kebebasan di dalam Kristus Tuhan.

Injil telah merubah hidup Onesimus, ia tidak perlu hidup dalam pelarian lagi, ia bisa dengan berani menghadapi kesalahan diri sendiri, juga rela menghadapi akibatnya.

Kasih Kristus telah mendorong Paulus, ia rela memohonkan kasih kemurahan rahmat seorang tuan bagi seorang saudara yang kecil, seorang yang tidak memiliki kuasa, yang tidak memiliki pengaruh.

Firman pendamaian telah dipercayakan kepada orang percaya, dibuat menjadi nyata di dalam gereja dan di dunia. Semua ini adalah kasih karunia.

Renungkan: (1) Bersyukur bagi anggota tubuh yang menemani atau menjaga engkau; (2) Pikirkan apa pelajaran rohani yang diberikan surat Filemon kepada engkau; (3) Bersyukur kepada Allah bagi diri sendiri telah mendapatkan rahmat, juga mohon Tuhan membuat diri sendiri seumur hidup menjadi orang yang sadar telah menerima rahmat dan yang tahu membalas budi.

 

Filemon 17-21

「Mengukuhkan Filemon dalam Mengambil Keputusan」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:17-21 [ITB])
17Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.
18Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku–
19aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya–agar jangan kukatakan: “Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!” –karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri.
20Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus!
21Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan.

Paulus dalam ayat 10 dengan jelas mengatakan permohonannya kepada Filemon, juga mulai dari ayat 11-16 mencoba perlahan memperkuat kerelaan Filemon. Dalam ayat 17-21, Paulus memulai lagi dorongannya, mengharapkan Filemon menyetujui pemohonannya. Paulus memakai konsep dan kata-kata terkait relasi yakni: rekan, saudara dan anak rohani. Terlebih dahulu, Paulus menunjukkan relasinya dengan Filemon adalah rekan dalam Injil, rekan saling bisa menerima, ia lebih lanjut memberikan dorongan kepada Filemon menerima budak Onesimus, sama seperti menerima dirinya. Dengan kata lain, saat Filemon menerima Onesimus, adalah seperti menerima diri Paulus. Di antara rekan tidak akan saling membuat rugi, demi menggatikan kerugian Filemon akibat pencurian yang dilakukan Onesimus, Paulus rela menggantikan Onesimus untuk membayar. Kedua, Filemon adalah anak rohani Paulus, Paulus memimpin Filemon datang kepada Tuhan, juga dikatakan bahwa Paulus adalah ayah rohani Filemon. Ketiga, Paulus dan Filemon juga adalah saudara, ini adalah ketiga kalinya mengatakan 「saudara」, menyatakan relasi mereka yang intim. Pemakaian kata anggota keluarga muncul demikian banyak dalam ini surat, yakni: saudara, saudari, anak.

Karena Paulus dan Filemon memiliki relasi yang tebal serta mendalam, maka Paulus bisa dengan berani membeberkan isi hatinya secara terbuka kepada Filemon. Paulus juga secara mendalam percaya Filemon akan secara serius mempertimbangkan permohonannya, terlebih lagi berharap respon dari Filemon akan melampaui apa yang ia pikirkan. Sebenarnya, Paulus mengetahui secara mendalam keputusan yang hendak dibuat Filemon tidak mudah, adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan adat kebudayaan saat itu. Ia dengan tulus memohon pertolongan Filemon, agar bisa mendapatkan 「penghiburan」 di dalam hati (ayat 20). Paulus dengan yakin memahami apakah perkara ini bisa diselesaikan, semua bergantung kepada kehendak Allah. Di ayat 20, Paulus dua kali menyebutkan 「di dalam Tuhan」 dan 「di dalam Kristus」, maka ia dengan sungguh percaya hanya Tuhan Yesus Kristus yang bekerja, baru bisa mendapatkan pertolongan Filemon.

Mungkin ada orang percaya melihat sampai di sini, akan mempertanyakan Paulus, mengapa Paulus seperti kata per kata memaksa orang? Filemon bagi dia ini adalah saudara, rekan, dan anak rohani, apakah ia tidak terlalu banyak perhitungan? Melihat 25 ayat dalam surat ini, dalam penulisan Paulus telah memakai kata dengan tepat, alasan dan konsep yang sangat cukup, juga penuh persuasi. Tulisan yang menggerakkan hati, perkataan yang berdasarkan kebenaran, sehingga Filemon sungguh sulit menolak permohonannya. Walaupun Paulus mengatakan tidak ada paksaan, biarlah ia dengan kerelaan hati membuat keputusan, namun Filemon sesungguhnya sangat sulit tidak 「menuruti」 usul Paulus! Mungkin kita jangan terlalu cepat membuat kesimpulan, berhenti sejenak lebih dahulu, pikirkan Paulus mengapa bisa memiliki cara ekspresi yang demikian? Hari ini di mimbar khotbah, terdapat banyak gaya bicara yang tidak sama. Ada sekelompok yang sangat memiliki talenta dalam berbicara, segala yang keluar dari mulut bagaikan karya tulis, setiap kata bagaikan mutiara, membuat orang yang mendengar dapat paham dengan jelas. Juga ada sekelompok pengkhotbah yang perenungannya ketat dan detil, alur pikir yang jelas, penuh logika, apa yang diberitakan teratur tidak kacau, membuat orang dapat lebih mengenal kebenaran. Selain itu, juga ada sekelompok pengkhotbah, pewartaan khotbah mereka tidak tentu selalu membicarakan pemahaman Alkitab dalam bahasa aslinya, atau bagaimana struktur teks, tetapi sering akan memakai sesuatu contoh dari kehidupan dan kesaksian orang percaya, membuat orang hati terinspirasi, membangkitkan introspeksi diri. Dari sini dapat dilihat, Tuhan bisa memakai pengkhotbah yang berbeda gaya bicara, latar belakang dan talenta, untuk berkata-kata kepada orang.

Demikian juga, Tuhan berbicara kepada Filemon memakai gaya karakter Paulus. Kita mengetahui Paulus berada dalam budaya Yunani Romawi, ia adalah seorang yang memiliki pengetahuan, dan ilmu pidato retoris (rhetorical) yang penuh daya persuasi tidak hanya merupakan mata pelajaran pendidikan yang paling utama pada zaman itu, juga adalah alat yang sering dipakai pada zaman itu. Mungkin Paulus dalam menuliskan surat kepada Filemon, tanpa disadari memakai ilmu pidato retoris persuasi. Tidak peduli bagaimana, kita percaya Paulus adalah penuh kesungguhan dalam setiap perkataannya, dengan tulus hati mengharapkan Filemon membuat keputusan dengan rela hati dan yang baik bagi Tuhan Yesus. (Kiranya apa yang kita tuliskan atau bicarakan penuh kesungguhan dalam setiap perkataan, dengan pengharapan yang  tulus hati kepada orang lain adalah bagi Tuhan Yesus.)

Renungkan: (1) Naikkan ucapan syukur bagi setiap pengkhotbah yang berbeda gaya bicara; (2) Pikirkan bagaimana saya bisa mempersembahkan diri dipakai bagi Tuhan? (Ayat 20 「… semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan … 」, bagaimana kita dapat berguna bagi orang lain di dalam Tuhan?)

Filemon 12-16 (2)

「Pilihan Filemon」

Filemon terjepit dalam keadaan yang sangat sulit untuk membuat pilihan.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:12-16 [ITB])
12Dia kusuruh kembali kepadamu–dia, yaitu buah hatiku–.
13Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,
14tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela.
15Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Permohonan Paulus kepada Filemon, tidak hanya semata berharap agar ia bisa menerima Onesimus, terlebih lagi mengharapkan budak ini tidak akan menerima hukuman yang keras (ada karya sastra menunjukkan bahwa buronan yang tertangkap, kembali kepada tuannya lalu menerima siksaan keras, bahkan sampai mati). Sebenarnya, harapan Paulus yang lebih besar adalah mengharapkan status Onesimus mendapatkan perubahan, 「bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba」 (ayat 16). Di sini, kita tanpa disadari masuk dalam urusan perbedaan dan perubahan identitas budak. Di zaman Yunani Romawi, budak boleh mendapatkan dua macam identitas dari tuannya: Pertama, adalah orang merdeka (freeman), terhadap tuannya sama sekali telah tidak ada tanggung jawab; Kedua, adalah budak yang dibebaskan (emancipated slave), mereka bukan keseluruhannya bebas, masih ada sesuatu tanggung jawab dan tugas terhadap tuannya. Paulus kini memandang Onesimus sebagai saudara, ini adalah kedua kalinya Paulus telah memakai kata 「saudara」. Paulus khusus menjepitkan sebutan saudara terhadap Onesimus di tengah-tengah pemakaian kata 「saudara」 yang pertama dan yang ketiga (Filemon 1:20) yang ditujukan kepada Filemon! Onesimus adalah saudara bagi Paulus, 「apalagi bagimu, Filemon!」 Paulus masih lagi menekankan: 「baik secara manusia maupun di dalam Tuhan」 (ayat 16). Manusia di dalam Kristus semua adalah sama derajat, karena 「budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.」 (Kol. 3:11).

Adalah mudah untuk berbicara menerima Onesimus yang pernah berkhianat. Siapakah yang akan menebus (mengganti) kerugian Filemon? Sebenarnya Paulus juga terpikir masalah ini, karena itu, Paulus menyatakan rela menggantikan Onesimus membayar hutangnya kepada Filemon (Filemon 1:18-19). Namun dalam masyarakat saat itu, bagaimana orang lain memandang Filemon? Filemon sebagai orang yang memiliki status dalam masyarakat (lihat renungan Filemon 1-3, paragraf 3 “… Para peneliti percaya Filemon adalah seorang kaya …”), bagaimana ia menjelaskan kepada tuan-tuan lain yang memiliki budak? Dan apakah budak Filemon yang lain juga akan meniru tingkah laku Onesimus? Filemon yang punya pengaruh dalam gereja, jika ia tidak menerima Onesimus sebagai saudara, bagaimana orang percaya di dalam gereja akan memandang persatuan dan kedamaian? Jika Onesimus benar-benar diterima, apakah budak yang lain akan sangat 「bersedia」 menjadi orang Kristen demi mendapatkan kesempatan merubah identitas dan status dalam masyarakat? (Begitu banyak kemungkinan yang harus ditanggung Filemon karena kesalahan Onesimus.)

Apakah Filemon sungguh-sungguh tidak bersedia membayar harga demi Tuhan Yesus? Mengapa Paulus juga tidak menyerukan penghapusan institusi sistem perbudakan? Mungkin Paulus sungguh penah mencoba, tidak dalam skala masyarakat kekaisaran Roma, tetapi di tempat ia mempunyai pengaruh, yakni gereja Kristus! Ini adalah sudah yang kesekian kalinya Paulus menyebutkan konsep bahwa orang percaya tidak membedakan suku, status ekonomi dan masyarakat, di dalam Kristus semua menjadi satu (Gal. 3:28, 「Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus」). Sekarang, Filemon memiliki sebuah kesempatan bisa menyatakan perbuatan baiknya kepada Kristus (Filemon 1:6). (Bagaimana jika kita ada di posisi Filemon?)

Berharga kita renungkan, sebenarnya Paulus telah mengajukan kepada Filemon serangkaian permohonan: 1. Bersikap bersahabat menerima Onesimus; 2. Jangan menghukum Onesimus karena ia adalah 「buah hati」 dari Paulus; 3. Membuat Onesimus menjadi orang bebas (freed man or free man); 4. Agar Onesimus kembali kepada Paulus, menggantikan Filemon melayani Paulus (ayat 13). (Bagaimana jika kita ada di posisi Filemon? Apakah kita akan merasa banyak sekali permintaan yang harus dituruti? Berapa batas tertinggi kerugian yang bisa kita terima? Atas dasar apa kita mau melakukan semua itu? )

Renungkan: (1) Saat engkau berada dalam keadaan 「maju salah, mundur salah」, mohonlah kekuatan dari Tuhan; (2) Jika Yesus dalam keadaan saya, bagaimana Ia akan menghadapi saya yang adalah orang yang sulit diterima? (Ini adalah istilah cara berpikir: WWJD, What Would Jesus Do, 「Apa yang akan Yesus lakukan?」). (3) Renungkan sebuah keadaan di mana engkau pernah terjepit di antara dua keadaan sulit.


Tambahan Penerjemah:

  1. Kita juga bisa mengaplikasikan konsep WWJD, What Would Jesus Do, 「Apa yang akan Yesus lakukan?」 menjadi konsep 「Apa yang akan saya lakukan?」  WWID, What Would I Do?
  2. Timothy Keller dalam buku The Prodigal God (Allah yang Mahapemurah) mengatakan “Pengampunan ini gratis dan tanpa syarat untuk pelaku (yang menerima pengampunan), tetapi meminta pengorbanan yang mahal harganya dari Anda. Pengampunan selalu meminta pengorbanan dari orang yang memberi pengampunan.”
    Akan tiba saatnya giliran kita yang harus membuat pilihan.

Filemon 12-16 (1)

「Mendorong Hati Filemon」

Bagaimana Paulus menolong Filemon untuk melihat peristiwa Onesimus melarikan diri dari sudut pandang Allah yang turut bekerja dalam segala sesuatu?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:12-16 [ITB])
12Dia kusuruh kembali kepadamu–dia, yaitu buah hatiku–.
13Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,
14tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela.
15Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Paulus menyuruh Onesimus kembali kepada tuannya, dengan sesungguhnya adalah tindakan mendamaikan kedua pihak. Sebenarnya keputusan yang Paulus ambil adalah didasarkan atas pertimbangan dua sumber hukum yakni Perjanjian Lama dan hukum dalam masyarakat. Pertama, hukum dalam Perjanjian Lama yang membicarakan hal terkait perlindungan bagi budak yang melarikan diri, terdapat perkataan demikian: 「Janganlah kauserahkan kepada tuannya seorang budak yang melarikan diri dari tuannya kepadamu. Bersama-sama engkau ia boleh tinggal, di tengah-tengahmu, di tempat yang dipilihnya di salah satu tempatmu, yang dirasanya baik; janganlah engkau menindas dia」 (Ul. 23:15-16). Namun dalam masyarakat Yunani Romawi, demi jangan memperbanyak kesempatan budak melarikan diri, hukum tidak mengijinkan orang menyediakan tempat berlindung bagi budak, jika dilanggar maka dianggap menyembunyikan pelaku kriminal, sama-sama melakukan pelanggaran hukum. Karena itu, tindakan paling baik bagi keadaan Onesimus adalah mendorongnya dengan sukarela kembali kepada tuannya. Pada saat yang sama, dengan cara ini kedua tuan dan hamba ini baru bisa ada kesempatan yang sesungguhnya untuk berdamai. Karena aturan hukum tersebut di atas, Paulus berpendapat hak mengambil keputusan yang sesungguhnya diberikan kembali kepada Filemon, mengharapkan ia dengan rela hati menerima permohonan Paulus, dan bukan karena terpaksa.

Paulus menolong Filemon untuk melihat sebuah pemikiran yang baru atas diri Onesimus. Budak ini adalah 「buah hati」 dari Paulus (ayat 12), ini adalah kedua kalinya Paulus memakai kata 「hati」. Pertama kali adalah dalam ayat 7, perbuatan baik Filemon membuat hati semua orang kudus dihiburkan, apakah buah hati Paulus juga akan sama mengalami penghiburan hati seperti semua orang kudus? (Onesimus menjadi orang percaya setelah bertemu Paulus, juga termasuk sebagai orang kudus). Selain itu, Onesimus tidak hanya merupakan 「buah hati」 Paulus, juga membuat Filemon mengalami sukacita 「mendapatkan setelah kehilangan」. Paulus mencoba mengajukan sebuah pandangan yang baru kepada Filemon, memberikan kepada dia sebagai referensi: 「Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya」 (ayat 15). Dalam bahasa aslinya, ayat ini dimulai dengan kata sambung 「karena」 (gar), apakah dalam perihal Onesimus terdapat makna yang setingkat lebih mendalam? Terjemahan Alkitab CCB (Chinese Contemporary Bible) menjelaskan ayat 15 sebagai: 「atau bisa dikatakan demikian, ia dahulu melarikan diri, adalah diijinkan Tuhan sementara meninggalkan engkau, agar engkau kelak kemudian selamanya mendapatkan ia kembali」. Penekanan Paulus dalam ayat 15 ini adalah terkait harapannya dalam ayat 14 bahwa keputusan Filemon janganlah berasal dari ketidakrelaan atau terpaksa, karena hal ini mungkin berasal dari Allah! (Lihatlah bahwa Onesimus menjadi orang percaya setelah bertemu Paulus)

Saat Yusuf melihat kembali penderitaan yang ia alami selama sepuluh tahun lebih yang telah berlalu, ia melihat tindakan TUHAN, maka saat memberikan penjelasan kepada saudara-saudaranya yang lebih tua, ia berkata: 「kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu」 (Kej. 45:5). Tepat seperti Yusuf tidak menyangkal perbuatan jahat yang pernah dilakukan saudara-saudara yang lebih tua kepada dia, di sini Paulus juga tidak menyangkal kesalahan Onesimus melarikan diri.

Paulus terlebih lagi memakai dua kata perbandingan untuk memperdalam perasaan Filemon, yakni perihal waktu 「sementara dan selamanya」, dan juga perihal relasi 「meninggalkan dan mendapatkan」. Ternyata sebuah kehilangan Filemon atas seorang budak, justru bisa membawakan introspeksi diri dalam banyak aspek kehidupan. Sekarang Onesimus datang di depan mata Filemon, dan dirinya tengah memegang surat tulisan tangan dari Paulus yang ia kasihi dan hormati, bagaimana perasaan di dalam hatinya?

Renungkan: (1) Pikirkan bagaimana Filemon berada di antara kasih dan aturan hukum, mungkin ada pergumulan dan pertentangan hati? (2) Mungkin kita pernah terombang-ambing dalam sesuatu hal antara kerelaan dan terpaksa, bagaimana mengatasinya dengan tenang dan damai? (3) Untuk introspeksi diri, cobalah melihat suatu hal kehilangan atau kegagalan di masa lalu melalui cara pandang dari Tuhan (seperti cara Yusuf tersebut di atas). Sebuah pepatah kuno berbicara tentang seorang tua yang kehilangan seekor kuda namun mendapatkan kembali kuda tersebut pulang dan membawa sekawanan kuda liar.


Tambahan Penerjemah:

Bandingkan dengan perkataan Paulus (Roma 8:28 [ITB]) 「Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.」

Filemon 8-11

「Paulus Menyatakan Permohonan」

Keberlanjutan perbuatan iman dan kasih dari Filemon kepada Tuhan Yesus.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:8-11 [ITB])
8Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan,
9tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus,
10mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus
11dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.

Ayat 8-22 adalah inti berita dari seluruh surat Filemon ini. Dimulai dari ayat 8, Paulus mengajukan sebuah permohonan kepada Filemon, menjelaskan alasan menerima Onesimus, dan mendorong Filemon untuk memberikan respon. Ayat 8 diawali kata sambung 「karena itu」sehingga tersambung dengan tindakan kasih dan iman dari Filemon di ayat 7 yang membawakan sukacita dan semangat kepada Paulus, serta dengan keadaan rohani semua orang kudus mendapat pembaharuan. Berdasarkan perbuatan baik dari Filemon bagi Yesus, sekarang Paulus mengajukan permohonan kepada dia, juga menekankan bahwa ini bukan merupakan sebuah perintah.

Sebelum secara resmi menjelaskan apa permohonannya kepada Filemon, Paulus ingin menyentuh hati rohaninya, sekali lagi mengakui kebajikan Filemon, juga berbagi tentang keadaan dirinya saat ini. Berdasarkan struktur penulisan bahasa aslinya, ada terjemahan yang menuliskan ayat 9 sebagai: 「namun saya lebih baik berdasarkan kasih memohon engkau ─ sekalipun saya Paulus adalah seorang tua yang demikian, sekarang menjadi tahanan bagi Kristus Yesus」 (CCV). Seperti yang sudah diketahui oleh umum bahwa Filemon adalah seorang percaya yang memiliki hati kasih (Flm. 1:5, 7), maka Paulus berdasarkan talenta kasih Filemon mengajukan permohonan kepada dia, berharap ia memakai hati berbuat baik kepada Tuhan Yesus yang sama untuk menjawab permohonannya. Segera Paulus menunjukkan dua keadaan dirinya sendiri. Pertama, ia adalah seorang 「berusia lanjut」. Terhadap permohonannya, apakah Paulus mengharapkan Filemon bisa memenuhi harapan dia sebagai orang yang tua? (Perhatikan Paulus memanggil Filemon sebagai 「saudara」 yang adalah sebutan keluarga. Lihat ). Atau Paulus menunjuk diri sendiri tua memiliki makna sebagai penatua memiliki hikmat dan seharusnya dihormati, seperti 「engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu」 (Im. 19:32). Kedua, ia adalah seorang 「tahanan」. Paulus dalam surat ini dua kali menyebutkan keadaan jasmaninya dipenjarakan (ayat 9, 10), menekankan keperluannya dan ia tidak berdaya, dan ia menjadi seorang tahanan adalah demi melayani Tuhan. Filemon sepatutnya mengetahui keadaan Paulus ini.

Paulus sedemikian selangkah demi selangkah menyentuh pikiran dan perasaan Filemon, mempersiapkan hatinya untuk mendengarkan permohonan yang hendak ia ajukan. Dengan demikian, Paulus hampir sampai separuh dari suratnya baru mengatakan permohonannya, dalam ayat 10 Paulus secara resmi mengatakan: 「mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus」. Ternyata Paulus mengajukan permohonan kepada Filemon adalah bagi Onesimus. Onesimus ini ternyata adalah seorang budak dalam pelarian, namun ia memiliki relasi apa dengan Paulus sehingga Paulus turun tangan menjadi penengah mediasi bagi dia? Dari perikop, kita memperkirakan sangat mungkin bahwa setelah Onesimus mencuri uang Filemon tuannya, dalam pelarian bertemu Paulus, Paulus memimpin ia percaya Tuhan, selanjutnya Onesimus tinggal di sisi Paulus melayani ia, dan sekarang Paulus menyebutkan Onesimus sebagai anak rohaninya (「anakku yang kudapat dalam penjara」, ayat 10) (CUVT menterjemahkan sebagai 「anak yang saya lahirkan dalam penjara」, KJV 「I have begotten in my bonds」, lihat juga 1 Kor. 4:15 「akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu」, Gal. 4:19 「Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu」)

Paulus lebih lanjut menjelaskan kepada Filemon, setelah Onesimus percaya Tuhan, dalam kehidupan telah ada perubahan. Dahulu ia bagi Filemon tidak berguna (useless), namun sekarang Onesimus (yang artinya adalah ada kegunaan, useful) bagi Paulus dan Filemon dua orang berguna! Bagaimana penjelasannya? Bagi Paulus, Onesimus memberi perhatian kepada dia, membantu menyelesaikan bermacam pekerjaan kecil, mengirim surat, dsb. Namun terhadap Filemon ada kegunaan apa? Tingkah laku Onesimus dahulu adalah membawakan kerugian bagi Filemon tuannya, namun sekarang Onesimus mewakili Filemon untuk melayani Paulus, karena Filemon sendiri juga berhutang kepada Paulus (Flm. 1:19). Onesimus adalah seperti 「Epafras, temanku sepenjara」 (Flm. 1:23) yang sedang ada di dalam penjara, ia akan 「memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku」 (Fil. 2:30).

(“mengingat kasihmu itu”, perbuatan iman dan kasih dari Filemon kepada Tuhan Yesus karena dari natur alami seorang yang lahir baru dan dewasa maka sifatnya berkelanjutan, sepatutnya tidak ada hal yang dapat menjadi batu penghalang.)

Renungkan: (1) Seandainya engkau adalah Filemon, saat mendengar nama Onesimus akan memiliki respon apa? (2) Saat ada orang mengajukan permohonan kepadamu, engkau akan lebih memandang kasih atau aturan hukum? (3) Mohon Roh Kudus mengobati luka di bagian hati terdalam saya.

Filemon 4-7

「Bersyukur bagi Filemon」

Ada hal bermakna sangat mendalam yang dilakukan Filemon sehingga Paulus bersyukur bagi Filemon.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:4-7 [ITB])
4Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku,
5karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus.
6Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.
7Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku.

Surat dari Paulus memiliki satu macam ciri khas, yakni setelah mengucapkan salam kepada penerima surat, selalu akan berdoa bagi mereka, bersyukur bagi kehidupan rohani mereka. Paulus memiliki dua macam tujuan di bagian ucapan syukur dari surat ini: pertama adalah berdoa kepada Allah bagi penerima surat; kedua adalah membuka jalan bagi isi surat, pengantar yang memperkenalkan topik utama, yang mencakup 「hati」 dan 「dihiburkan」(Flm. 1:7, 20). Dalam doa ucapan syukur di keempat ayat ini (Flm. 1:4-7), Paulus secara khusus banyak memakai kata ganti orang pertama dan kata ganti orang kedua, yakni 「aku / ku」 (9 kali, 1 kali 「kita」), dan 「engkau / mu」 (6 kali). Saat Paulus berkata 「engkau」, jelas adalah menunjuk Filemon, juga khusus menyebutkan karakter dan kualitas tingkah laku dia, ini adalah alasan Paulus bersyukur bagi Filemon.

Paulus bersyukur kepada Allah tentang kebajikan apa dari Filemon? Yakni hati yang penuh kasih dan iman dari Filemon, yang Paulus sering 「dengar」 dari orang percaya (ayat 5). Kasih dan iman dalam ayat 5-7 masing-masing muncul dua kali, ini adalah apa yang Paulus khusus tekankan, terlebih lagi diekspresikan dengan cara penulisan bersilang (detil cara penulisan ini dapat dibaca di bagian: ):

A kasih (ayat 5)
B iman (ayat 5)
B’ iman (ayat 6)
A’ kasih (ayat 7)

Namun siapakah pihak yang dikasihi dan diimani oleh Filemon? Dalam ayat 5 dikatakan demikian: 「kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus」, dan dalam ayat 6 dikatakan 「persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus」 (yang dimaksudkan 「mengerjakan … yang baik」 adalah perbuatan kasih). Dengan kata lain, semua orang kudus dipersandingkan dengan Tuhan Yesus, artinya bahwa perbuatan baik yang dilakukan pada diri orang percaya, adalah dilakukan pada diri Tuhan Yesus, tepat seperti Tuhan Yesus pernah katakan: 「sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku」 (Mat. 25:40) .

Perbuatan baik Filemon sangat menggerakkan hati Paulus, sehingga Paulus khusus menyebut Filemon sebagai 「saudara」. Ini adalah muncul yang kedua kali, Paulus pernah menyebutkan Timotius sebagai saudara di ayat 1, 「saudara」 adalah sebutan terhadap orang yang ada dalam rumah. Paulus memakai sebutan keluarga adalah hendak mengekspresikan relasi intim yang sangat dekat di antara mereka (perhatikan Paulus tidak memakai identitas rasulnya, lihat ). Paulus dengan tulus melanjutkan mengutarakan isi hatinya yang gembira: 「Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku」 (ayat 7). Tindakan Kasih dan iman dari Filemon, tidak hanya membuat Paulus mendapatkan sukacita yang demikian besar serta kekuatan dorongan semangat, dan hati semua orang kudus juga mendapatkan dihiburkan atau diperbaharui (sesuai mayoritas terjemahan Inggris KJV, NIV, refreshed) (lihat juga 2 Tim. 1:16 「menyegarkan」; Luk. 2:19 「beristirahatlah」).

Ayat 7 adalah titik pertama dalam surat ini di mana Paulus memakai kata 「hati」, hati tentu saja bukan menunjuk organ hati (liver), tetapi menunjuk bagian terdalam dari hati rohani (deepest inner being). 「Hati」 dalam surat Paulus pernah muncul 8 kali, namun dalam surat Filemon telah dipakai tiga kali, ini menyatakan tujuan khususnya, ini akan kita lanjutkan untuk direnungkan di teks berikutnya.

Renungkan: (1) persembahkan syukur kepada Allah bagi seorang percaya; (2) introspeksi keadaan kasih dan iman dari diri kita sendiri; (3) Allah di sini telah menjamah hati Paulus, memohon Roh Kudus juga menjamah bagian terdalam dari hati saya.

Filemon 1-3

「Salam kepada Filemon」

Sebuah bagian salam dari surat ini ternyata memiliki makna yang sangat melimpah.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filemon ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Filemon 1:1-3 [ITB])
1Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami
2dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu:
3Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Surat yang Paulus tuliskan kepada Filemon ini singkat pendek dalam bahasa Yunani hanya ada 335 kata, kita akan memakai tujuh hari untuk merenungkan ke-25 ayat ini. Kita lebih dahulu memahami isi dari surat ini secara garis besar. Seorang budak bernama Onesimus, karena telah mencuri uang Filemon tuannya dan melarikan diri, di Roma bertemu Paulus.  Tidak peduli pertemuan mereka dipandang sebagai kebetulan atau adalah pengaturan dari Allah, namun pada pertemuan ini Paulus memimpin ia percaya kepada Tuhan. Sekarang Paulus mengirim Onesimus kembali kepada tuannya, juga menuliskan surat ini, memberikan dorongan kepada Filemon tidak hanya menerima budak yang melarikan diri ini, terlebih lagi hendaknya memandang ia sebagai saudara terkasih. Surat ini walaupun singkat, namun mengandung dasar teologi dan pengajaran rohani yang kaya.

Saat menuliskan surat ini, Paulus memakai format surat saat itu, termasuk nama penulis surat, penerima dan salam. Kita dapat menemukan surat ini adalah atas nama gabungan nama Paulus dan Timotius yang dituliskan kepada Filemon. Tidak jelas apa peran Timotius dalam penulisan surat ini, tidak pasti apakah sebenarnya surat ini merupakan tulisan dia dan Paulus berdua, atau Timotius hanyalah membantu menulis. Paulus sesuai kebiasaan di bagian pengantar diri, biasanya menuliskan dirinya adalah 「hamba」 atau 「rasul」. Namun Paulus dalam surat ini menyebutkan diri sendiri sebagai 「seorang hukuman」, ia tidak pernah menyebutkan dirinya seperti begini. (Apakah terkait dengan status Onesimus? Renungkan pengaruhnya bagi Filemon.)「Seorang hukuman」 atau 「dipenjarakan」 dalam 25 ayat ini, muncul sebanyak 6 kali (Filemon 1:1, 9, 10, 13, 22, 23). Paulus sepertinya khusus tidak memakai identitas 「rasul」, tidak ingin memakai wewenangnya untuk menyelesaikan perihal pendamaian ini.

Paulus sebagai 「mediator juru pendamai」 ini segenap hati ingin menolong Filemon dan Onesimus yang pernah punya relasi tuan dan budak, mengharapkan mereka bisa berdamai seperti semula. Di sini yang Paulus tuliskan adalah sepucuk surat kepada orang secara personal, dan bukan sepucuk surat pribadi, penerima surat selain Filemon, juga ada Apfia, Arkhipus, dan gereja yang ada di rumah Filemon. Maka surat ini akan diedarkan dibaca dalam gereja. Para peneliti percaya Filemon adalah seorang kaya, ia paling sedikit punya seorang budak, rumahnya dapat menampung orang percaya berkumpul beribadah, juga ada 「kamar tamu」 untuk memberi tumpangan (ayat 22), dapat menyediakan tempat tinggal bagi orang percaya yang datang dari jauh.

Selain itu, kita dapat menemukan Paulus khusus menyebutkan nama seorang penerima surat 「Arkhipus」 yang disebut sebagai teman seperjuangan (fellow soldier, tentara seperjuangan, dalam ITB hanya diterjemahkan sebagai 「seperjuangan」), ini tidak sering ditemukan; seorang yang lain adalah Epafroditus (Fil. 2:25 「… Epafroditus… teman seperjuanganku」). Di dalam surat ini terdapat topik utama tentang tunduk dan tanggung jawab, yakni tentara menaati perintah perwira atasan, ada peneliti berpendapat ini adalah khusus sengaja dikemukakan oleh Paulus.

Permulaan surat bagian ketiga adalah salam: 「Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu」 (ayat 3) ini adalah bentuk standar salam dari Paulus. 「Kasih karunia」 dan 「damai sejahtera」 menggabungkan makna kasih karunia dari bahasa Yunani dan damai sejahtera (shalom) dari bahasa Ibrani. Nama Yesus Kristus dalam 25 ayat ini, muncul sebanyak 9 kali, percaya dalam hati Paulus, Yesus adalah Tuhan (Lord, Tuan) yang menganugerahkan damai sejahtera (ayat 3), memberkati 「 orang yang membawa damai」 (Mat. 5:9), dan mengaruniakan tugas 「utusan Kristus」 pendamai (2 Kor. 5:19-20) .

Renungkan: (1) Kata shalom dalam bahasa Ibrani, dalam bahasa Inggris 「peace」 diterjemahkan menjadi: damai sejahtera, berbaikan, dan harmonis, coba renungkan maknanya; (2) Apa harga yang harus dibayar oleh Filemon untuk menerima kembali Onesimus yang pernah berkhianat?