Tag Archives: Hikmat Allah

1 Kor. 3:18-20

Orang-orang di jalan dunia menolak hikmat Allah, sungguh kebodohan!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 3:18-20 [ITB])
18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.
Sebab ada tertulis: Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya.
20 Dan di tempat lain: Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.

【Referensi ayat】
(Ayub 5:13 [ITB]) Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri, sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan.
(Mazmur 94:11 [ITB]) TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.

Ketika kita mengejar tujuan hidup yang salah dan tidak sesuai kehendak Allah, mungkin orang-orang dunia akan bertepuk tangan memuji kita, tetapi di mata Allah, apa yang kita cari, pikirkan, dan kejar adalah menjauhkan kita dari Allah, mendekat pada dosa, menciptakan perpecahan, dan memecah belah. Krisis besar terjadi pada gereja Korintus adalah ketika mereka memulai jalan kesombongan, mengejar kemuliaan duniawi, perselisihan internal dan saling membandingkan, mereka merasa benar sendiri, ternyata menipu diri kelihatannya mengejar hikmat」「di jalan yang lurus! Tetapi Paulus dengan tegas memperingatkan mereka bahwa jalan hikmat yang meninggikan diri, membuat mereka masuk ke jalan memecah belah main golongan-golongan menghargai ini dan membenci itu. Itu juga membuat mereka berpikir bahwa mereka dapat melepaskan diri dari norma-norma etika. dan menoleransi orang yang melakukan percabulan hidup dengan isteri ayahnya. Jika mereka terus menganggap jalan mereka yang menjauh dari kehendak Allah ini sebagai jalan hikmat yang benar, mereka akhirnya akan menghadapi hukuman dan penghakiman yang berat dari Allah! Mereka bukan mengambil jalan hikmat, mereka mengambil jalan yang sangat bodoh! Menyombongkan hikmat duniawi yang jauh dari kehendak Allah, dan menolak didikan ajaran Allah, yang mereka sebut sebagai jalan hikmat ini sebenarnya adalah jalan yang paling bodoh!

Oleh karena itu Paulus memiliki lima pengingat kuat untuk diberikan orang-orang yang merasa benar sendiri dan sombong:
1. Jangan menipu diri mereka sendiri! Orang yang merasa benar sendiri akhirnya menipu diri sendiri! Kata Yunani menipu (exapatao) memiliki arti benar-benar diselubungi kebohongan, benar-benar diperdaya. 1 Tim. 2:14, Paulus menggunakan kata ini untuk menjelaskan sejarah tragis Hawa tertipu iblis: Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa. Dalam Alkitab, kata ini memiliki makna godaan. Orang-orang yang berjalan menjauh dari Allah, berpikir bahwa ini adalah jalan yang benar dan jalan hikmat hanya menipu diri mereka sendiri dan mencobai diri mereka sendiri untuk mengambil jalan kerusakan dan akan menerima penghakiman dari Allah.

2. Orang-orang yang tahu bagaimana untuk merendahkan diri dan tahu untuk tidak mengambil jalan kebenaran diri sendiri, di mata dari sebagian orang, ini mungkin tampak bodoh, tapi mereka berada di jalan untuk menjadi orang yang benar-benar bijaksana. Ayat 18, kata berhikmat, bodoh dan berhikmat dalam kata bahasa Yunani adalah kata benda dari sifat manusia, harus diterjemahkan sebagai orang berhikmat, orang bodoh, orang berhikmat, … Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya orang berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi orang bodoh, supaya ia orang berhikmat. Mereka yang memiliki kebenaran salib, mengambil pikiran Kristus sebagai pikiran mereka, orang yang mengikuti kehendak Tuhan barulah merupakan orang yang benar-benar berhikmat.

3. Hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah! Ambil contoh Pilatus dan para pemimpin Yahudi berpikir bahwa mereka bijaksana dan menyalibkan Yesus, Dia yang benar. Pilatus berkata di depan umum tiga kali: Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya (Yohanes 18:38; 19:4, 6) Tetapi ketika orang-orang Yahudi menantangnya, dia berkata: Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. (Yohanes 19:12) Pilatus ketakutan! Dia memilih untuk membunuh yang tidak bersalah, Mesias yang benar. Mazmur 73 mengingatkan kita tentang hasil akhir dari orang berdosa: sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan! (Mazmur 73:17-19) Dalam sejarah Tiongkok, Qin Hui menggunakan trik untuk membunuh pahlawan Yue Fei. Pada saat itu, Qin Hui sedang berkuasa, dinobatkan sebagai Penguasa Negara, tetapi setelah kematiannya, bau busuknya tidak hilang selama ribuan tahun. Dalam Pengakuan Iman Rasuli, orang-orang Kristen mengucapkan: Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus! Pilatus memilih jalan dunia, tampaknya berjalan dengan wajah yang cerdik, jalan yang cerdas, tetapi pada akhirnya ketenaran bau busuk tidak hilang sampai hari akhir, dan akan menerima penghakiman Tuhan yang berat. Betapa bodohnya orang-orang yang mengikuti jalan hikmat kebijaksanaan dunia!

4. Paulus mengutip Ayub 5:13, mengatakan: Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya. Orang yang menghalalkan segala cara untuk membebaskan diri melakukan kejahatan atau kelicikan mencelakai orang lain, mereka mungkin berpikir dirinya sangat pintar, unggul daripada orang lain, mampu memakai kepandaian menang dengan tipu daya. Tetapi semua orang yang menggunakan cara yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, pada akhirnya akan menerima penghakiman Tuhan, dan perbuatan mereka adalah bukti dosa mereka dan menerima hukuman dari Allah. Jadi mereka bukanlah orang yang benar-benar berhikmat bijaksana, tetapi mereka adalah orang-orang bodoh besar!

5. Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka. Mereka yang berdebat dengan keras ingin mendebat Allah. Orang-orang meninggikan diri berpikir bahwa mereka dapat berdebat dan memiliki teori aneh ciptaan diri sendiri menerima banyak tepuk tangan manusia dunia, tetapi semua itu ditolak oleh Allah dan merupakan kekejian bagi Dia. Hikmat kebijaksanaan ini hanyalah kekosongan, hanya mengejar angin, hanya kebijaksanaan palsu yang semu.

Paulus adalah seorang gembala yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip rohani. Dia dengan terus terang memperingatkan saudara dan saudari terkasihnya: mereka yang berjalan di jalan dunia dan menolak hikmat Allah adalah orang-orang bodoh! Kita harus mengambil jalan Tuhan! Kita tidak bisa mengambil jalan pembenaran diri! (Kita tidak bisa mengambil jalan yang kita pikir sendiri sebagai yang benar)

Renungkan:
• Pernahkah Anda bertemu dengan saudara, saudari, atau gembala yang memiliki banyak prinsip yang tidak sejalan dengan kehendak Tuhan dalam perkataan dan perbuatannya, tetapi menurut mereka bijaksana? Bagaimana perasaan Anda selama ini?

• Dari ayat-ayat Alkitab hari ini, ajaran dan pengingat apa yang Anda dapatkan? Jika Anda menemukan seseorang berjalan dengan cara yang salah, pengingat apa yang diberikan oleh teladan dan ajaran Paulus kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Kor. 1:18-21

Meruntuhkan pandangan spiritual yang salah! Hendak mengetahui kuasa Injil salib!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 1:18-21 [ITB])
18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 19 Karena ada tertulis: Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan. 20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil

Dalam Surat 1 Korintus pasal 1-4, salah satu masalah rohani yang harus dihadapi Paulus, adalah Pengajaran apa yang bisa mengekspresikan kekuatan besar Allah dan bagaimana mengungkapkannya? Apakah hikmat yang sejati itu?

Dalam pasal 1-4 terdapat istilah-istilah penting kebenaran, kebodohan, kekuatan dan hikmat. Kebenaran (Firman) (logos) dalam 4 pasal muncul 9 kali, CUV Mandarin menerjemahkan sebagai kefasihan bicara, ucapan, kebenaran, kata-kata (ITB perkataan, pemberitaan, kata-kata) (1:5, 17-18; 2:1, 4, 13; 4:19-20). Istilah penting berikutnya kebodohan dalam bahasa Yunani (moria, moraine, moros) muncul 10 kali dalam 4 pasal ini, dapat diterjemahkan sebagai kebodohan, menjadi bodoh, orang bodoh; juga bisa diterjemahkan sebagai bodoh, jadilah bodoh, menipu. Istilah penting kekuatan (power) (dunami) pada 4 pasal muncul 6 kali (1:18, 24; 2:4-5; 4:19-20). Istilahhikmat dalam bahasa Yunani (sophia, sophos), dapat diterjemahkan sebagai hikmat, orang berhikmat, dalam pasal 1 – 3 muncul 26 kali.

Paulus melihat bahwa gereja Korintus memiliki pandangan kerohanian yang salah, yaitu: gereja Korintus menganggap dirinya memiliki hikmat dan pandai, terus memelihara nilai-nilai lama budaya Yunani, memandang rendah kebenaran salib, memandang rendah kebenaran bahwa orang-orang rohani akan mengalami penderitaan dan penghinaan dalam jangka waktu yang lama. Mereka meniru budaya Yunani kuno sebelum mereka percaya kepada Tuhan, menghargai kefasihan bicara, ekspresi perkataan yang indah dan status kedudukan, menghormati orang-orang dengan pengalaman dan status yang menonjol dan memiliki banyak pengertian; dalam istilah modern, mereka terlebih dahulu melihat pakaian luar, barulah kemudian melihat orangnya, dan sangat meninggikan Teologi Sukses! Budaya Yunani kuno sangat mementingkan retorika dan kepandaian berbicara di depan umum; jika bisa mendapatkan tepuk tangan dari semua orang, maka dia adalah seorang guru terkenal, dan memiliki status yang mulia! Secara tidak langsung juga dikenakan untuk menilai apakah seseorang diberkati dan dipakai oleh Allah!

Ketika dihadapkan dengan banyak orang percaya dan pemimpin jemaat Korintus yang masih menggunakan pandangan dunia dan nilai-nilai Yunani kuno untuk menilai orang, pertama-tama Paulus harus mengoreksi pemahaman mereka tentang doktrin salib dan Injil. Jika orang-orang Kristen memutarbalikkan kebenaran Kristus dan kebenaran Injil salib, maka kita akan melintas di jalan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dan kebenaran Injil. Yesaya pasal 53, dalam ayat-ayat tentang Hamba yang Menderita yang terkenal terdapat pengingat yang berharga: Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah (Yes. 53:3-4). Di zaman Tuhan Yesus, para pemimpin Israel memiliki pandangan yang salah tentang Mesias, demikian juga gereja Korintus yang digembalakan Paulus memiliki pandangan rohani yang salah, dan memiliki bayang-bayang Teologi Sukses. Paulus masuk dari kebenaran tentang Salib, untuk meruntuhkan pandangan rohani mereka yang salah.

Paulus mengutip Yes. 29:14 untuk menunjukkan: dunia berpikir dirinya adalah orang berhikmat dan pandai, tetapi tidak tahu bahwa dirinya telah dibutakan oleh ilah zaman ini (2 Kor. 4:4), mereka membenci dan mengabaikan doktrin penderitaan di kayu salib, dan juga membenci doktrin Mesias harus menjadi hamba yang menderita, dan menganggap doktrin salib sebagai kebodohan. Oleh karena itu, mereka menolak Injil salib dan Tuhan yang disalibkan, menolak untuk mengenal Tuhan; mereka meninggikan hikmat dunia yang membuat mereka bodoh di hadapan Allah. Jika mereka bersikeras pada kesombongan dan pandangan spiritual yang salah seperti ini, mereka tidak akan dapat percaya kepada Tuhan dan diselamatkan, maka mereka harus menghadapi hukuman kekal dan penghakiman neraka; mereka bukan orang yang benar-benar pintar, merekalah kebodohan besar itu! Oleh karena itu, orang Kristen mengapa iri pada orang-orang bodoh terbesar ini dan yang akan menghadapi kebinasaan kekal ini? Mengapa kita harus memandang penting dan mementingkan ajaran mereka? Yang perlu kita pandang berharga adalah ajaran Tuhan Yesus, kebenaran salib, dan memandang tinggi Tuhan yang tersalib! Bukan ajaran mereka!

Di zaman kita dan di gereja-gereja masa lalu, kita semua mengalami krisis rohani, yaitu tanpa sadar kita disusupi dan didominasi oleh teologi kemakmuran, yang mengajarkan bahwa keberhasilan, kemakmuran, dan tepuk tangan adalah bukti berkat Tuhan, dan mengajarkan bahwa itu adalah pengejaran rohani yang baik, para gembala yang memiliki keberhasilan, kemakmuran, dan tepuk tangan adalah hamba-hamba Tuhan yang dipakai Allah. Pandangan spiritual semacam ini menyimpang menjadi teologi yang menilai orang dari penampilan luar dan kesuksesan. Orang Kristen berusaha untuk diberkati oleh Tuhan dan memberikan buah yang berlimpah memang pada tingkat tertentu memiliki sifat rasionalitas dan dasar ajaran Alkitab, tetapi jangan menjadi ekstrem. Kita harus ingat: teladan terbaik yang telah diberikan Allah adalah Anak Tunggal Allah Bapa. Hamba yang dicintai dan dipakai oleh Allah, juga akan menghadapi dimusuhi orang, penderitaan dan mengalami marginalisasi dalam waktu yang lama, kehidupan mereka biasanya terlebih dahulu mengalami hal-hal pahit, kelak baru mengalami kemuliaan, orang Kristen tidak bisa menilai orang dari penampilan luar (2 Kor. 5:16) Ketika kita mendengar kesaksian atau ajaran yang seperti Teologi Kemakmuran, kita harus bertanya pada diri sendiri: apakah Tuhan Yesus mengalami kemakmuran seperti itu? Jika tidak, maka apa yang benar-benar penting? Pengejaran kita adalah untuk menjadi lebih seperti Kristus dan hidup seperti Kristus.

Renungkan:
• Renungkan seluruh kehidupan Yesus dan kebenaran salib: Yesus adalah Anak Tunggal terkasih Bapa, tetapi Dia menderita banyak kesulitan dan penderitaan saat berada di dunia. Apakah pengalaman dan teladan Yesus berdampak pada pandangan rohani Anda?
• Dalam kesempatan yang berbeda di mana Anda mendengar tentang topik teologi kemakmuran. Apa pendapat Anda? Apakah orang dunia dan orang Kristen dipengaruhi oleh pandangan spiritual teologi kemakmuran?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 3:10-13

「Jangan tawar hati」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:10-13 [ITB])
10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

Dalam teks sebelumnya Paulus berbicara tentang misi Injilnya maka dalam beberapa ayat ini Paulus beralih berbicara tentang rencana kekal yang Allah selesaikan dalam Yesus Kristus, ini lebih lanjut mengungkapkan ketidaklayakan kita. Karena dalam pelayanan Injilnya sendiri Paulus melihat perbuatan Allah yang transenden (melampaui segalanya), bukan saja menghendaki orang non-Yahudi memahami kekayaan Kristus, tetapi juga melalui gereja diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di langit (lihat BIMK, BISH dan CUV; sedangkan ITB dan mayoritas Inggris menerjemahkan sebagai sorga). Penguasa dan pemerintah di langit ini seharusnya mengacu pada kekuatan spiritual di sorga, termasuk malaikat yang melayani Allah, serta Setan beserta roh jahat di angkasa. Ini bukan akan terwujud di masa depan, tetapi di zaman sekarang digenapkan melalui Gereja. Hanya sejumlah kecil salinan kuno di ayat 10 tidak terdapat kata sekarang (νῦν nun), yang memungkinkan untuk menunjuk ke masa depan. Namun dalam bukti transkrip secara keseluruhan, jelas adanya kata ini, jadi meskipun kita tidak bisa memahami bagaimana hal tersebut digenapkan, kita harus percaya bahwa Allah akan melalui Gereja menunjukkan hikmat-Nya kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di langit.

Apa yang Allah ingin tunjukkan melalui gereja kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa roh ini adalah pelbagai ragam hikmat Allah. Istilah pelbagai ragam awalnya menunjuk pada banyak ragam warna warni, baik dalam pakaian, karangan bunga, atau permata, mengacu pada warna yang diekspresikan yang berbagai ragam dan kaya. Di sini menunjukkan bahwa kekayaan hikmat Allah dapat ditampilkan pada berbagai tingkatan. Ini seperti di ayat sebelumnya mengungkapkan sifat transendensi dari hikmat dan kemuliaan Allah yang melampaui segalanya.

Di bawah maksud abadi (rencana kekal) Allah yang transenden melampaui segalanya ini, Paulus mengembalikan fokus berita ini kepada diri kita (ayat 12-13). Kita harus berani dan tidak takut, dan tidak tawar hati. Penuh kepercayaan atau percaya tanpa keraguan, yakni πεποίθησις pepoithesis dalam teks bahasa aslinya pada dasarnya mengungkapkan penegasan atas apa yang diimani, paling sering diterjemahkan sebagai keyakinan atau percaya yang mendalam. Dan di sini keyakinan yang mendalam tidak datang dari diri sendiri, tetapi datang dari percaya kepada Yesus atau iman yang datang dari Yesus. Oleh karena itu, ini bukanlah percaya diri (lihat terjemahan RCUV yang artinya self confidence), tetapi iman mutlak kepada Yesus Kristus (lihat terjemahan Inggris confidence through our faith in Him). Hanya berdasarkan percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus yang dapat diandalkan ini barulah kita benar-benar dapat dengan berani masuk ke hadirat Allah.

Terakhir, ayat 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu, Paulus menyampaikan permintaannya. Namun subjek permohonan ini tidak diungkapkan dengan jelas, sehingga beberapa terjemahan menafsirkan kalimat ini sebagai: Paulus berdoa agar dirinya sendiri tidak berkecil hati ketika menderita bagi orang yang beriman. Jika menurut cara tafsir terjemahan ini, maka permohonannya ditujukan kepada Allah, dan ini merupakan doa Paulus untuk dirinya sendiri. Namun dalam penggunaan yang umum, kata kerja yang mengungkapkan permohonan harus dengan jelas menyatakan Allah adalah pihak tertuju barulah merupakan sebuah doa, jadi karena cara pemakaian kata kerja tersebut di ayat ini maka ini bukan merupakan sebuah doa, melainkan himbauan kepada pembaca, sebagaimana diterjemahkan oleh RCUV (juga ITB). Jadi walaupun melihat Paulus menderita dalam proses penggenapannya, namun karena pengenalan terhadap betapa kaya kemuliaan karya yang akan digenapkan Allah di dalam Gereja, maka pembaca tidak kehilangan harapan dan putus asa.

Renungkan:
Mohon supaya Allah memberi tahu kita hikmat rencana-Nya dan dengan iman kepada Yesus Kristus kita menghadapi jalan di depan.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amsal 3:13-20

「Puisi Hikmat 2: Berbahagia Mendapat Hikmat」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 3:13-20 [ITB])
13 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, 14 karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.
15 Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.
16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
17 Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.
18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.
19 Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, 20 dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun.

Amsal 3:13-20 berada di tengah dua bagian utama (3:1-12 dan 3:21-35). Ini adalah puisi hikmat yang menggambarkan pujian terhadap hikmat. Perikop ini dapat dibagi menjadi dua bagian, ayat 13-18 tentang terberkati mendapatkan hikmat, dan ayat 19-20 hikmat penciptaan.

Bagian pertama dimulai dan diakhiri dengan berbahagialah (ayat 13, 18). Orang bijak berkata bahwa orang yang memperoleh hikmat adalah yang berbahagia, yang mencakup aspek materi dan aspek kehidupan. Kalimat dalam bahasa asli di ayat 13 dimulai dengan berbahagialah (blessed / diberkati), jadi siapa yang diberkati? Mereka yang mendapatkan hikmat dan yang memperoleh kepandaian. Terberkati ini menunjuk pada situasi menikmati berkat adalah menemukan hikmat. Berikut ayat 14-15 yang mengikutinya, menggunakan gaya penulisan perbandingan untuk menggambarkan nilai hikmat, perbandingan lebih berharga menekankan nilai suatu hal yang lebih berharga daripada yang lain. Ayat 14 merupakan bagian dari ayat 13, yang berfungsi menunjukkan hasil dari menemukan hikmat serta nilainya yang tak tertandingi. Bagi banyak orang, mendapatkan emas, perak, dan permata adalah apa yang kauinginkan (ayat 15). Tetapi orang bijak menunjukkan bahwa diberkati mendapatkan hikmat adalah lebih baik daripada permata, emas dan perak.

Orang bijak melanjutkan penggambaran tentang mendapatkan berkat hikmat dalam aspek materi dan non materi di ayat 16-18. Mungkin pembaca telah melihat bahwa hikmat secara antropomorfisme diekspresikan sebagai seorang wanita (ia (she)di ayat 15 atau …nya (her)di ayat 16-18 adalah kata ganti orang feminim. Lihat juga 1:20-33, juga muncul dalam pasal 8-9). Lalu, ayat 16-17 merupakan dua kalimat paralel, menggunakan metafora: umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan; jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata. Dalam ayat 18, hikmat secara metaforis diekspresikan sebagai pohon kehidupan (Kejadian 2:9), tema ini akan muncul kembali dalam Amsal 11:30; 13:12; 15:4. Ketika kita memeluk hikmat dan menjalin hubungan dengan-Nya, maka berkat yang kita dapatkan adalah umur panjang, kekayaan, kehormatan, jalan bahagia dan kedamaian sejahtera. Berkat-berkat ini dijelaskan secara rinci di 3:1-12 dan dikukuhkan lagi di ayat 13-20 (bacalah ulang 3:1-12 dan bandingkan dengan 3:13-20)

Setelah memaparkan berharganya hikmat dan berkat dari hikmat, di ayat 19-20 orang bijak selanjutnya berbicara tentang peran hikmat dalam penciptaan. Dalam narasi penutup, TUHAN (Yahweh) menggunakan hikmat, kepandaian dan pengetahuan untuk menciptakan alam semesta. Allah meletakkan dan menetapkan, menggambarkan Allah adalah perancang dan arsitek alam semesta. Di paruh kedua ayat 20, menaikkan nyanyian puji-pujian tentang pemeliharaan Allah atas segala sesuatu, karena Dia membuat awan menitikkan embun. Air adalah elemen penting penyokong kehidupan yang memungkinkan tumbuhan dan makhluk untuk hidup serta tumbuh. Dunia ini tidak bergantung pada dirinya sendiri untuk beroperasi atau tidak bergantung pada upaya manusia untuk dapat berada dan eksis, tetapi bergantung pada berkat pemeliharaan yang didapatkan dari Sang Pencipta!

Renungkan:
(1) Apakah Anda setuju bahwa mendapatkan hikmat lebih baik dari permata emas dan perak?

(2) Hikmat adalah jalan menuju hidup, kekayaan, dan kehormatan, berkat yang dianugerahkan kepada mereka yang mengikuti hikmat, apakah Anda bersedia untuk mulai mencari hikmat? Sekarang memulai!


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Roma 11:34-35

「Siapakah Manusia! Dibandingkan Allah, Betapa Kecilnya Kita!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 11:34-35 [ITB])
34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?

Bagian ini menyoroti tiga 「siapakah?」 Mengingatkan kita bahwa hanya Allah adalah Allah! Ini menyambung peringatan Rom. 9:20 「Siapakah kamu, hai manusia …」 Ingat, kita hanya manusia yang sangat kecil, hanya Allah adalah Allah, Allah yang mampu berkuasa atas langit dan bumi.

Terjemahan literal dari Rom. 11:34-35 adalah 「Sebab siapa yang pernah tahu pikiran Tuhan? Atau yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu terlebih dahulu kepada Dia, sehingga Ia harus membayar kembali di masa depan?」 Dalam bagian ini, Paulus memakai Yes. 40:13 dan Ayub 41:11. Di kedua tempat, Tuhan menggunakan pertanyaan retoris untuk menegur orang-orang yang suka menyalahkan dan mempertanyakan Allah. Allah bertanya kepada orang yang menyalahkan dan meragukan Dia: 「Apakah engkau lebih mengerti daripada Aku? Apakah enagkau hendak mengajari Aku bagaimana mengurus alam semesta? Apakah engkau lebih punya kemampuan daripada Aku? Apakah engkau ada lebih dahulu daripada Aku? Pada waktu Aku menciptakan alam semesta, di manakah engkau berada? Apakah Aku perlu pengajaran darimu? Apakah engkau lebih memiliki hikmat dan tekad untuk mengendalikan mengurus langit bumi dan sejarah? Apakah segala isi alam semesta taat padamu? Apakah engkau memiliki kedaulata, memiliki kemampuan, memiliki hikmat untuk mencela Aku?」 Yesaya mengingatkan kita: 「Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian? Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.」(Yes. 40:14-15) Bagi Allah, kita hanyalah salah satu hal yang kecil di antara bangsa-bangsa yang seperti debu. Apakah kita dapat menunjuk-tunjuk jari terhadap Allah? Apakah kita memiliki sikap yang patut terhadap Allah?

「Pikiran」 (nous) (mind) dapat diterjemahkan sebagai 「isi hati, pikiran」, dan kadang-kadang dalam CUVT diterjemahkan sebagai 「hati.」 Sebagai manusia, bagaimana kita bisa tahu semua pikiran dan isi hati Tuhan? Manusia yang hampir sama sekali tidak tahu masa depan alam semesta, apakah kita bisa menjadi penasihat Allah dan mampu menunjuk-tunjuk jari atas rencana dan tindakan-Nya? Apakah Tuhan yang menciptakan kita, atau kita yang menciptakan Allah? Sebagai manusia, semua yang ada pada kita adalah anugerah pemberian Allah, lalu Allah pernah berutang apa kepada kita? Karena tidak berutang apa-apa kepada kita, mengapa Tuhan harus menaati kita, bertindak sesuai perintah kita, atau harus menjadi murah hati kepada kita karena berutang kepada kita? Apapun kebaikan Tuhan kepada manusia, semuanya merupakan anugerah yang cuma-cuma. Tuhan menggunakan matahari untuk menyinari orang yang baik atau orang jahat, atau dalam rencana keselamatan Ia memilih orang berdosa tertentu menjadi bejana berharga, semua adalah kebebasan dan kedaulatan Tuhan, bagaimana kita berhak untuk meminta Tuhan melakukan sesuatu? (Padahal isi hati dan pikiran Allah tidak dalam kekuasaan kita manusia yang hanya seperti debu)

Jika kita bersedia untuk refleksi dan pertobatan, kita akan menemukan bahwa dalam hidup kita, kita telah terus-menerus menunjuk-tunjuk jari kepada Allah dan membuat penilaian dari kepala sampai kaki, kita terus menilai tindakan Allah, merasa diri adalah yang benar, merasa diri cerdas, berpikir memiliki hak, memiliki rasio, punya hikmat, memiliki kemampuan untuk mempertanyakan, mempersulit dan menghakimi tindakan Allah! Apakah kita pernah bertanya-tanya apakah kita telah terus-menerus melanggar posisi 「sebagai manusia」, terus-menerus berbuat salah kepada Tuhan, membuat Tuhan sedih dan bertindak ofensif melanggar Tuhan, dan terus-menerus menimbun murka-Nya tanpa introspeksi diri? Manusia adalah orang berdosa! Berhutang penghormatan, rasa syukur, dan kepercayaan yang sepatutnya kepada Tuhan. Jika Tuhan ingin membuat hitung-hitungan dengan kita, akan betapa mengerikan nasib kita! Jika Allah memutuskan untuk tidak memberi kita belas kasihan, kita segera hilang! Wahai manusia, apa yang hebat dari dirimu?

Pujian seruan kekaguman Paulus ini, tidak hanya mengingatkan dan menegur manusia agar manusia merenungkan lagi, tetapi pada saat yang sama juga memberikan penghiburan yang besar kepada orang yang beriman bersandar kepada Allah! Karena beberapa kata dari Perjanjian Lama ini sekali lagi mengingatkan kita: Allah mampu! Allah memiliki hikmat! Allah berbelas kasihan! Allah bersedia terus menerus memberikan anugerah! Ia yang berkuasa! Allah sangat mengasihi manusia, pasti akan menggenapkan rencana menyelamatkan manusia! Ayub setelah mengalami bencana besar, ada banyak depresi, menyakitkan dan tidak mengerti. Dalam putus asa, ia mempertanyakan Tuhan dan berdebat dengan Allah! Tetapi Allah tidak mengabaikan dia, dan Tuhan berbicara dengan intim dengannya. Walaupun Allah tidak memberinya semua jawaban, tetapi hal yang paling berharga yang diberikan kepadanya adalah bahwa Allah memperhatikan dia, mencintainya, dan memberinya rahmat. Yesaya kemudian menghibur umat Allah dan berkata 「27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?” 28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.」 (Yes. 40:27-31)

Setelah tiga kali Paulus bertanya 「siapakah?」 bagaimana manusia bisa menjawab? Hanya dapat menjawab: 「Tidak ada satu orang pun!」 Tidak ada satupun orang yang mengetahui pikiran Allah, yang bisa menjadi penasehat-Nya, atau yang terlebih dahulu memberikan sesuatu kepada Allah! Tidak ada! Tidak ada manusia yang adalah Allah, tak seorang pun dapat mengambil tempat Allah, tak seorang pun dapat mengambil kedaulatan Tuhan, tak seorang pun dapat melampaui hikmat Tuhan. Sebagai manusia, sepanjang kehidupan kita perlu terus menerima anugerah Allah, dan kita hanya sedikit dapat memahami hikmat Allah! Sebagai anak-anak Tuhan, berkat terbesar kita adalah bahwa Bapa telah memberikan kita kasih yang kekal abadi! Sebagai pelayan yang dipanggil-Nya, kita hanya seumur hidup melayani bersama dengan Tuhan, sepanjang hidup mengalami tindakan Allah yang indah ajaib, dan di mana-mana memuji namanya yang Kudus! karena ada Allah, kita tidak takut, tidak gentar, tidak kekurangan apa-apa! Karena ada Tuhan, kita akan mampu datang ke rumah di Sorga di esok hari tanpa rasa bersalah, tidak ada celaan, tidak berdosa, tidak ada air mata, dan ada kebahagian yang abadi. Di masa sekarang dengan pujian kepada Tuhan menerima semua kekayaan kasih karunia Allah, sehingga kita kembali lagi mendapatkan kekuatan, seperti elang mengembangkan sayap terbang tinggi!

Renungkan:
Kerendahan hati dan pujian tidak membuat kita menjadi tidak berdaya!
Kerendahan hati dan pujian membuat kita benar-benar tahu bahwa kita manusia, Allah adalah Allah!
Kerendahan hati dan pujian memungkinkan kita untuk memahami setiap hari kekuatan, hikmat, dan kasih karunia datang dari Allah.
Kerendahan hati dan pujian membawa kita lebih dekat kepada Allah, dengan hati Kristus, menjadi berkat bagi semua bangsa!


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Roma 11:33

「Hendaknya Senantiasa Memuji Kasih Setia Allah, Hikmat Dan Ajaib-Nya!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 11:33 [ITB])
33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

Paulus di Rom. 11:33-36 memakai sebuah himne untuk memuji betapa ajaib kehendak dan rencana keselamatan Tuhan. Empat ayat ini dapat dilihat sebagai himne dengan tiga bagian lirik dan satu ringkasan: di ayat 33, ada tiga pujian atas rencana Tuhan; Dalam ayat 34-35 menggunakan tiga pertanyaan untuk menunjukkan bahwa manusia hanyalah manusia, dan bahwa manusia tidak bisa sepenuhnya memahami dan tahu akan tindakan Tuhan; Di ayat 36, menekankan bahwa Allah adalah sumber, sandaran dan akhir / tempat kembalinya dari segala yang ada, dan pujian kemuliaan sebagai penutup. Moore menunjukkan bahwa mazmur pujian ini 「mungkin dibuat oleh Paulus sendiri, banyak mengambil tradisi hikmat dari Perjanjian Lama, literatur yang bersifat Wahyu dan ajaran Yahudi yang bersifat Yunani.」 Himne ini dipicu oleh ringkasan dari Rom. 11:32 「… Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua,」 yang merupakan ringkasan dari pasal 9 sampai 11 dan ringkasan dari Rom. 1:16 sampai Rom. 11:32. Himne ini memiliki 「tiga」 kombinasi sebanyak tiga buah: Pertama, tiga kata benda dalam Rom. 11:33; Kedua, tiga pertanyaan Rom. 11:34-35; Ketiga, tiga frasa 「dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia」 di Rom. 11:36.

Terjemahan literal dari Rom. 11:33 adalah 「Oh! Alangkah dalamnya! Kekayaan Allah, hikmat dan pengetahuan! Betapa sulit tak terduga keputusan-Nya, dan betapa sulitnya untuk menemukan jalan-Nya!」 Lihatlah bagaimana 「kekayaan, hikmat dan pengetahuan」 Allah dikontraskan dengan 「siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, para penasihat-Nya dan pikiran Tuhan」 (Rom. 11:35, 34). 「Oh」 sebagai kata pembuka pertama, adalah satu-satunya pemakaian bentuk kata seruan kekaguman dalam Perjanjian Baru. 「Oh, alangkah dalamnya!」 Seruan kekaguman ini, bersama dengan 「bagaimana sulit menduga」 dan 「bagaimana sulit untuk menemukan」, membawakan triple pujian! Tepat seperti 「Kudus, Kudus, Kudus!」 dari Yesaya, triple pujian adalah pujian tertinggi kepada Allah!

「Alangkah dalamnya」 (bathos) dapat diterjemahkan ke 「kedalaman」 atau 「ajaib yang dalam.」 Paulus pernah berkata 「8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. 9 Tetapi seperti ada tertulis: 『Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.』 10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan 『hal-hal yang tersembunyi』 (bathos) dalam diri Allah」 (1 Kor. 2:8-10). Jika tanpa wahyu Allah, maka manusia tidak bisa memiliki wawasan tentang isi hati kehendak Allah mengenai rencana keselamatan dari Allah yang penuh belas kasihan, kuasa besar-Nya dan penuh hikmat. Paulus mengakhiri dengan pujian setelah tiga pasal terus menyangkal berbagai tuduhan orang terhadap Allah!

「Kekayaan berlimpah」 mengacu pada sumber daya tidak terbatas dan kasih setia Allah: Tuhan mencintai dan menolong manusia di dunia adalah begitu panjang, lebar dan tinggi tidak terukur. 「Hikmat」 mengacu pada betapa ajaib rencana keselamatan Allah: meskipun bangsa Israel telah tegar tengkuk menolak Injil, tetapi Allah telah menggunakan rencana yang menakjubkan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa dan untuk menyelamatkan orang Israel. 「Pengetahuan」 berarti bahwa kita sebagai manusia, tidak mampu sepenuhnya memahami kehendak pemilihan dari Tuhan yang luar biasa ajaib.

「Keputusan-keputusan-Nya」 (krima) dalam banyak teks yang diterjemahkan sebagai 「penghakiman」, tapi di sini adalah terkait dengan bahkan betapa sulitnya menduga tindakan Allah, adalah menunjuk kepada 「rencana, kehendak dan pikiran」 Tuhan; Allah di satu sisi menghakimi ketegaran hati Israel, tapi di sisi lain terdapat rencana yang lebih ajaib, hendak memicu mereka kembali kepada Tuhan! Kata 「jalan」(hodos) kebanyakan digunakan untuk jalanan bagi orang berjalan, tetapi di sini digunakan pada diri Allah, sehingga banyak diterjemahkan sebagai「jejak kaki」; Rencana ajaib Allah adalah sulit untuk ditemukan manusia, tak terselami. Kedua kata dalam bahasa Yunani adalah dalam bentuk jamak, mewakili bahwa keseluruhan cetak biru rencana Allah, tidak hanya misteri mendalam dan tak terduga, tetapi juga mencerminkan kedalaman hati belas kasih-Nya, kasih setia dan hikmat-Nya. Karena rencana Allah begitu dalam, indah dan ajaib, maka manusia orang tidak patut selalu menggunakan sikap menyalahkan dan bersungut kepada Allah! Féng Yīn Kūn berkata 「Manusia sepatutnya rendah hati di hadapan Allah.」 Manusia tidak mampu mengetahui semua misteri Allah, kita harus memiliki kepercayaan yang penuh pada Allah, dan dalam banyak hal yang kita tidak tahu, kita harus memiliki iman yang mutlak kepada Tuhan. Augustinus mengatakan 「jika engkau bertanya padaku bagaimana berjalan pada jalan yang takut akan Tuhan, saya akan memberitahu Anda: yang pertama adalah kerendahan hati, yang kedua adalah kerendahan hati dan yang ketiga adalah kerendahan hati.」

Godet menggambarkan Paulus sebagai seorang pendaki gunung yang mendaki puncak gunung rencana Allah, melihat kembali segalanya, hatinya penuh pujian penghargaan tertinggi dan kerendahan hati: 「Seperti seorang pendaki gunung, mendaki ke puncak Alpen, Rasul Paulus merenungkan kembali. Di jurang yang dalam di bawah kakinya, satu persatu terkena matahari, dataran yang luas dan segala sesuatu ada dalam pandangan mata. Rencana Allah mengatur semua manusia satu per satu terungkap di hadapannya , dari dalam hatinya ia dengan tulus menaikkan seruan kekaguman dan syukur.」Jadi, beberapa orang mengatakan:「iman adalah tindakan tertinggi dari antara pujian, dan pujian adalah ekspresi iman yang tertinggi.」 Ketika kita memiliki iman yang sepenuhnya kepada Allah, penuh seruan pujian kekaguman terhadap keputusan (penghakiman) dan rencana keselamatan Allah yang pasti akan digenapi, maka kita tidak akan takut pada orang jahat apapun dan segala macam kesulitan.

Renungkan: Betapa berharganya mengenal Tuhan dan cetak biru rencana indah dan ajaib dari Allah!

Orang Kristen harus menghargai Firman Tuhan dan melaluinya lebih dalam memahami Allah, isi hati dan rencana Tuhan, sehingga kita dapat percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan menaikkan pujian.

Seorang hamba memiliki iman dan kepercayaan sepenuhnya kepada Allah, barulah rela menyerahkan diri, rela menjadi hamba bagi 「Bapa yang Maha Paling mengasihi, Juru Mudi teragung, Pembuat cetak biru yang paling berhikmat, Komandan terbesar dan Raja Agung yang paling ajaib!」

Apa peringatan yang engkau dapatkan dari seruan kekaguman Paulus?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Kej. 47:7-12

「Berkat dan Menetap」

Apakah tidak terbalik Yakub seorang pengungsi memberkati Firaun yang berkuasa besar? Apa maknanya?

(Kej. 47:7-12 [ITB])
7Yusuf membawa juga Yakub, ayahnya, menghadap Firaun. Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun.
8Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: 「Sudah berapa tahun umurmu?」
9Jawab Yakub kepada Firaun: 「Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing.」
10Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun, sesudah itu keluarlah ia dari depan Firaun.
11Yusuf menunjukkan kepada ayahnya dan saudara-saudaranya tempat untuk menetap dan memberikan kepada mereka tanah milik di tanah Mesir, di tempat yang terbaik di negeri itu, di tanah Rameses, seperti yang diperintahkan Firaun. 12Dan Yusuf memelihara ayahnya, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jumlah anak-anak mereka.

(Bacalah Kej. 47, silahkan klik di sini untuk membuka.) Kitab Kejadian pasal 47 berbicara tentang 「hikmat」 Yusuf, di satu segi ia membuat seluruh rumah tinggal di daerah yang paling baik di seluruh Mesir (Kej. 47:11), malah mendapatkan bahan makanan melalui bencana kelaparan, tetapi juga karena pekerjaan mereka beternak yang merupakan kekejian (yang dibenci) orang Mesir, dengan ini menjadi cara menjaga keterpisahan (lihat bahwa 「kudus」 artinya yang dipisahkan), menghindari kontaminasi dari agama asing . Mereka tinggal di tanah 「Rameses」, sangat mungkin adalah sebelah timur daerah delta sungai Nil, kelak umat Israel dari di sana berangkat pergi menuju tanah perjanjian (Kel. 12:37). Dari segi lain, Yusuf juga memakai hikmatnya menyelamatkan orang-orang di seluruh Mesir, dengan persediaan bahan makanan yang mencukupi, melewati 7 tahun masa bencana kelaparan besar. Ia memakai bahan makanan ditukarkan dengan uang perak, ternak, tanah dari orang Mesir, bahkan semua orang Mesir semua menjadi budak Firaun, hanya imam sebagai pengecualian, membuat Firaun mengumpulkan semua kekayaan Mesir.

Tetapi di antaranya yang paling menarik perhatian adalah, ia membawa Yakub ayahnya datang memberkati Firaun. Yakub bersaksi tentang cara pandang dunia / falsafah hidup dirinya sendiri (yakni sebagai orang menumpang di dunia) kepada Firaun, juga menyampaikan kerinduan kepada yang ilahi (hidupnya pendek juga penuh kesulitan). Yakub bukan saja datang sampai di Mesir adalah menumpang, di Haran rumah Laban pamannya adalah menumpang, bahkan di tanah Kanaan juga adalah menumpang. Seperti penulis Perjanjian Baru berkata: 「Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.」 (Ibrani 11:15-16).

Yakub berkata tahun dan hari ia berada di dunia adalah 「selain pendek juga pahit」 (mǝ‘aṭ wǝrā‘îm), menjelaskan ia mengalami tahun kehidupan yang tragis. Ini adalah penggambaran seumur hidup Yakub yang sangat jelas dan solid, tetapi didengar di telinga para anak laki-lakinya, pasti merupakan rasa yang sangat tidak enak. Tentu saja di antaranya banyak kesulitan dan hal yang pahit adalah akibat dari perbuatan Yakub sendiri. Namun Allah memberi berkat kepada Yakub, setelah sampai di Mesir, masih hidup 17 tahun dengan tenang dan berkelimpahan, terus sampai 147 tahun meninggalkan dunia dengan tenang .

Yakub sebelum dan sesudah bersaksi kepada Firaun, dua kali memberkati Firaun (wayǝbārek ya‘āqōb ’et par‘ōh, Kej. 47:7, 10). Prinsip Alkitab: 「Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi」 (Ibrani 7:7), dalam pertemuan kali ini jika sesuai logika, Firaun saat itu yang paling memiliki kuasa seharusnya yang memberkati Yakub, tanpa disangka Yakub yang datang ke Mesir sebagai pengungsi justru yang memberkati Firaun, dapat dilihat bahwa identitas dan kedudukan Yakub sedemikian mulia bermartabat. Ini juga terhubung dengan janji paling awal yang TUHAN berikan kepada Abraham: 「olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat」 (Kej. 12:3), di sini sesungguhnya mulai direalisasikan.

Renungkan: Bagaimanakah anda memandang tahun kehidupan diri sendiri? Apakah pendek dan juga pahit, atau menjadi berkat bagi orang banyak? Yakub yang sudah melewati perubahan, kehidupannya yang berkepenuhan menjadi berkat bagi orang banyak. Kiranya engkau dan saya juga menjadi berkat bagi orang banyak. (Dalam penyertaan Allah, tidak hanya Yakub saja, Yusuf anaknya juga menjadi berkat bagi orang banyak. Kuncinya adalah hormat dan taat kepada Allah, lihatlah bagaimana Yakub berhenti sebelum meneruskan perjalanan, juga Yusuf yang takut berbuat salah kepada Allah, dengan cara itu mereka berjalan dalam jalan Allah.)

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Daniel 2:14-23

「Menyatakan Rahasia」

Hal pertama yang sepatutnya dilakukan.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 2:14-23 [ITB])
14Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,
15katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: “Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?” Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
16Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
17Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, 18dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.
19Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam.
Lalu Daniel memuji Allah semesta langit. 20Berkatalah Daniel: “Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!
21Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;
22Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.
23Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja.”

Nebukadnezar sampai sangat terganggu oleh mimpinya sendiri. Di istana tidak ada seorang berilmu pun yang mampu mengatakan isi mimpinya, apalagi menjelaskan arti mimpinya. Dalam api kemarahannya, raja memerintahkan hendak membinasakan semua orang bijaksana di negeri. Ariokh, pemimpin pengawal raja mendapatkan tugas ini, maka ia mendapatkan Daniel. Setelah Daniel mengetahui awal muasal hal ini, maka ia memohon kepada raja untuk diberi waktu. Kemudian satu hal yang ia segera lakukan berikutnya, adalah berdoa. Selain ia sendiri bersungguh-sungguh berdoa, juga mencari ketiga teman Hananya, Misael, Azarya bersama-sama memohon kepada Allah.

Dari sini dapat dilihat, Daniel adalah seorang yang memandang berharganya doa, dan penuh memiliki iman. Dalam keadaan krisis, Daniel tidak putus asa kehilangan keberanian, malahan percaya dengan sungguh bahwa Allah pasti menjawab permohonan mereka. Orang berilmu Babel berkata: 「Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorangpun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia.」 (Daniel 2:11). Perkataan mereka hanya benar separo. Mereka tidak mengetahui TUHAN yang kepada-Nya Daniel dan tiga teman bersandar, adalah Allah yang jauh melampaui segala, juga adalah Allah yang beserta manusia, Allah yang mendengarkan doa. Keempat orang muda yang saleh ini bersatu hati dengan sungguh memohon TUHAN 「menyatakan tentang rahasia itu」 (Daniel 2:18).

Perikop segera melanjutkan: 「Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam」 (Daniel 2:19). Pada malam itu juga, TUHAN mengungkapkan kepada Daniel tentang mimpi Nebukadnezar dan penjelasan yang terkait. Daniel setelah mendapatkan penyingkapan, pada saat pertama bukan pergi mencari raja untuk meminta jasa, tetapi menaikkan pujian kepada Allah di Sorga. Daniel 2:20-23 mencatat isi ucapan syukur Daniel. Titik berat pujian berfokus pada dua sifat Allah:

  1. Allah Maha Kuasa: raja Babel Nebukadnezar berkemampuan besar, menguasai dunia, hidup atau mati Daniel dan teman-temannya sepertinya ada di dalam genggaman tanganya. Tetapi, Daniel dengan jelas mengetahui, hanya TUHAN Pemegang kendali atas semua, pergantian waktu dan musim, pergantian dinasti dan raja (termasuk kerajaan Babel dan raja Nebukadnezar ), semua ada dalam tangan-Nya (Daniel 2:21).
  2. Hikmat Allah: hikmat dan kemampuan adalah milik Dia, kebijaksanaan orang dan pengetahuan juga adalah dari Dia yang mengaruniakan (Daniel 2:20). Daniel mengetahui dengan sedalam-dalamnya, isi mimpi yang ia dapatkan dan pemahaman atas makna isi mimpi, bukan mengandalkan hikmat diri sendiri atau pengetahuan yang dipelajari di Babel, tetapi berasal dari penyingkapan TUHAN. Hanya Allah 「Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya (terang tinggal di dalam Dia)」 (Daniel 2:22). Maka, hikmat yang sesungguhnya hanya dimiliki oleh orang kepunyaan Allah. Sesungguhnya ini adalah akar masalah mengapa orang-orang berilmu Babel tidak dapat menjelaskan mimpi raja. Pujian Daniel dibuka dengan「hikmat dan kekuatan」 TUHAN (Daniel 2:20), juga ditutup dengan Dia mengaruniakan 「 hikmat dan kekuatan」 (Daniel 2:23).

Renungkan: saat engkau jatuh dalam keadaan sulit atau bahaya krisis, apa yang akan engkau lakukan di saat pertama? Dari diri Daniel, kita melihat sebuah teladan saleh dan penuh hikmat:

  1. Daniel segera berdoa kepada Allah;
  2. Daniel mengajak teman-teman bersama-sama satu hati berdoa;
  3. Daniel mengenal Allah, ini adalah dasar permohonan dan pujiannya.

Saudara dan saudari, tidak peduli keadaan apapun, harap penuh keyakinan beriman kepada Allah yang kepada-Nya kita bersandar, Yang memiliki kekuatan kemampuan Maha Besar, penuh berhikmat, terlebih lagi dengan senang hati mendengarkan permohonan anak-anak-Nya. 「Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.」 (Ibrani 4:16)


Tambahan Penerjemah:

Mungkinkah tanpa sadar kita merasa diri penuh kehebatan, kepandaian, dan penuh hikmat sehingga memandang rendah orang lain? Atau mungkinkah tanpa sadar kita terperangkap pada pengagungan pikiran kita sendiri? Jika kita telah tahu Allah adalah Sumber segala Hikmat, apakah kita bersedia datang dengan kerendahan hati berlutut di hadapan-Nya memohon Ia menerangi kita agar mampu memeriksa hati kita sendiri?