「Tuhan yang Kasih Karunia dan Damai Sejahtera」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
(Fil. 1:1-2 [ITB])
1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.
2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Bulan ini kita akan merenungkan pesan dari Surat Filipi. Ini adalah surat yang relatif singkat, sehingga ayat yang akan kita renungkan per hari mungkin singkat, tetapi itu memungkinkan kita untuk berpikir lebih mendalam tentang makna tulisan dari bagian Kitab Suci ini, dan bagaimana pesan ini berlaku dan dilaksanakan bagi kita.
Surat Filipi ditulis pada saat pemenjaraan Paulus yang pertama di Roma. Menurut kebiasaan menulis surat pada zaman itu, kata-kata pembuka di awal surat hanya akan secara singkat menjelaskan siapa penulis, penerima, dan salam.
Adapun di bagian nama penulis, Paulus juga mendaftarkan Timotius sebagai penulis. Dari tiga belas Surat-surat Paulus, ada enam surat yang memasukkan Timotius dalam nama penulis, tiga di antaranya menyebut Timotius seorang saudara (2 Korintus, Kolose, Filemon), dalam dua surat lainnya tidak menyebutkan dia dengan sebutan apapun (1, 2 Tesalonika) mungkin menitikberatkan dia sebagai bagian dari komunitas gereja, sedangkan dalam surat Filipi, Paulus dan Timotius saling terhubung bersama-sama disebut hamba Kristus Yesus. Ungkapan Paulus ini mungkin menyiratkan pesan tentang kesatuan hati dalam pelayanan yang hendak ia sampaikan dalam suratnya. Di sisi lain, meskipun ia yakin dapat bertemu kembali dengan jemaat Filipi, mungkin ia memosisikan Timotius sebagai penggantinya di masa depan, sehingga memakai cara yang khusus memperkenalkannya kepada jemaat Filipi.
Paulus menyebut dirinya dan Timotius sebagai hamba Kristus Yesus. Kata 「hamba」 dalam konteks sosial Yunani-Romawi adalah peran budak yang rendah, melambangkan sikap melayani dengan rendah hati; tetapi dalam Perjanjian Lama hamba-hamba TUHAN biasanya menunjuk kepada para pemimpin yang ditugaskan oleh Allah bagi umat-Nya, seperti Musa, Yosua, dan Daniel. Karena itu, sebutan Paulus atas diri sendiri, di satu sisi mengungkapkan kerendahan hati pelayanan Paulus bersama Timotius, tetapi di saat yang sama juga menunjukkan peran kepemimpinan mereka di dalam gereja.
Mengenai penerima surat, selain secara sederhana menunjukkan bahwa surat itu ditujukan kepada orang-orang kudus di Filipi, ia juga secara khusus menyebutkan para penilik jemaat dan diaken. Menurut ide umum, surat yang ditulis kepada gereja secara alami ditujukan kepada anggota gereja, terutama juga termasuk para pemimpin gereja di antara mereka, oleh karena itu, tidak perlu khusus menyebutkan para penilik jemaat dan diaken. Namun Paulus secara khusus menyebutkan bahwa para pemimpin gereja Filipi juga adalah penerima surat, ia ingin mereka memberikan perhatian ekstra pada pesan surat ini. Terutama di dalam surat ini menyebutkan persatuan dan kerendahan hati, para pemimpin gereja ini akan menjadi panutan yang besar, karena peran kepemimpinan mereka, dan tindakan mereka akan memengaruhi pertumbuhan yang sehat dari seluruh gereja.
Setelah membuat daftar penulis dan penerima, Paulus seperti kebiasan dia menuliskan salam kepada para penerima. Kasih karunia dan damai sejahtera bisa menjadi miniatur mengintisarikan teologi Paulus, kasih karunia adalah salam yang biasa digunakan orang Yunani-Romawi, sementara damai sejahtera adalah salam orang-orang Yahudi, tetapi Paulus mempersatukan keduanya, melambangkan di bawah karunia keselamatan Allah, kelompok-kelompok yang berbeda justru menjadi satu di dalam Yesus Kristus, ini juga adalah tujuan yang hendaknya dikejar oleh Gereja.
Dalam dua ayat ini, nama Yesus Kristus muncul tiga kali: penulis surat adalah 「hamba Kristus Yesus」, penerima surat adalah 「semua orang kudus dalam Kristus Yesus」, salam ucapan berkat yakni kasih karunia dan damai sejahtera yang 「dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus」 kepada pembaca. Ini merupakan pesan yang sangat berpusat pada Kristus.
Renungkan:
Dalam perjalanan iman kita, sudahkah kita mempersiapkan dan memperlengkapi Timotiusnya diri kita? Ini tidak hanya untuk menemukan penerus kita dalam pelayanan, tetapi juga sebagai saluran sirkulasi berbagi hal-hal terkait iman kita. Tidak peduli kita termasuk generasi yang mana, generasi kita pasti akan berlalu, dan kita tidak bisa melemparkan tanggung jawab pewarisan ini kepada orang lain.
Salam ucapan berkat Paulus berpusat pada Kristus, kasih karunia dan damai sejahtera bersifat universal bisa diberitakan kepada siapapun, dapatkah kita menunjukkan karakter seperti itu sehingga siapa pun yang berinteraksi dengan kita bisa mendapatkan berkat ini?
Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.