Tag Archives: Diaken

1 Kor. 4:1-2

Kita hanyalah hamba yang dipercayakan rahasia Allah! Kita hendaknya menjadi hamba yang setia!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:1-2 [ITB])
1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. 2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

【Terjemahan harfiah】1 dengan demikian, orang seharusnya memandang kami sebagai hamba Kristus, dan pelayan rahasia Allah. 2 Dan tuntutan terhadap pelayan, adalah kesetiaan.

Sebagai seorang hamba Kristus sudah seharusnya meniru Paulus, memiliki pandangan yang jelas tentang identitas diri. Kita harus menghargai identitas seorang hamba, dan harus mengukirnya di hati kita, kita hanya hamba, menjabat utusan yang diserahi tanggung jawab. Kata hamba dalam bahasa Mandarin dapat juga diterjemahkan sebagai diaken yang sering dipakai di gereja adalah terjemahan dari kata Yunani diakonos (1 Tim. 3:8), kata diaken dalam bahasa Mandarin banyak digunakan sebagai kata kerja yang memiliki makna mengurus, melayani. Dalam hal jabatan gereja, di Gereja Anglikan, kata diaken diterjemahkan sebagai utusan sebutan untuk penginjil yang ditahbiskan. Di banyak gereja Kristen lain, diaken adalah para pemimpin awam yang terlibat dalam pelayanan. Dalam tradisi Baptis, pada masa awal juga ada sebutan asisten gereja sebagai terjemahan dari kata diaken. Sesuai ajaran 1 Korintus pasal 3 dan 4, kita patut ingat bahwa menjadi diaken, asisten gereja bukanlah untuk duduk di posisi tinggi, menjadi tuan yang mengendalikan gereja, tetapi menjadi pelayan yang berkenan kepada Tuhan, rendah hati melayani Gereja, mendukung gembala, bekerja sama dengan rendah hati, dan bersama-sama melayani.

1 Kor. 4:1, hamba dari bahasa Yunani huperetes muncul dalam Perjanjian Baru sebanyak 20 kali, memiliki beberapa makna penjaga / officers (Yoh. 18:18 ), pejabat (Lukas 4:20) pelayan(Kis. 26:16), hamba(1 Kor. 4:1). Dalam Kis. 13:5, Lukas menggambarkan Markus sebagai pembantu dari Barnabas dan Paulus. Paulus menggunakan istilah yang sangat rendah hati untuk menggambarkan dirinya dan pelayanannya sebagai seorang gembala: hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus! Para gembala, penatua, dan diaken bukanlah tuan dan penguasa gereja Allah, tetapi hendaknya menjadi hamba, pelayan, pembantu milik Kristus. Sepatutnya semua orang yang berpartisipasi dalam pelayanan gereja harus mengingat peringatan Paulus ini.

Kata Yunani untuk oikonomos (pengurus rumah, pelayan) adalah kombinasi dari dua kata oikos (rumah, rumah tangga) dan nomos (hukum). Dalam terjemahan Perjanjian Lama, Septuaginta (LXX) kata ini pertama kali muncul di 1 Raj. 4:6, memiliki arti pengurus rumah. Tanggung jawab pengurus rumah (oikonomos) adalah sesuai dengan kehendak tuannya mengatur rumah tuannya agar teratur (sesuai aturan)! Oleh karena itu, sebagai hamba Kristus, prinsip pertama kita adalah bertindak menurut kehendak dan aturan Tuhan Yesus! Tujuan utama kita adalah untuk membuat rumah Tuhan dan gereja Tuhan diatur sesuai dengan kehendak, aturan, dan hukum Tuhan! Pengurus rumah, pelayan bukan untuk ditinggikan oleh orang lain, tetapi untuk meninggikan Tuannya; pelayan bukan untuk menduduki dan menguasai rumah Tuhan, tetapi untuk menjadi hamba semua orang dan membangun tubuh Kristus! Di 1 Kor. 4:1-2 Paulus mengingatkan kita: tanggung jawab utama sebagai penatalayan Tuhan, adalah memelihara, menjaga, memasyhurkan rahasia Allah. Seorang pengurus yang baik yang sejati menjaga kebenaran Injil Kristus dan bertindak sesuai dengan Injil Kristus! Orang-orang yang mengagungkan hikmat bijaksana manusia dunia meninggalkan Injil Allah, orang-orang yang sombong dan angkuh, bukanlah pelayan yang baik, terlebih bukan hamba Kristus yang setia.

Setia (pistos, faithful) muncul 67 kali dalam Perjanjian Baru, dan itu juga merupakan istilah yang sering gunakan oleh Yesus, ketika Ia berbicara tentang metafora dan pengajaran pengurus, dia suka menggunakan istilah kesetiaan (pistos): Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?(Mat. 24:45) ,Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu (Mat. 25:23). Lebih istimewa, di 1 Kor. 1:9 Paulus menuliskan Allah adalah setia』」. Orang yang setia di dalam rumah Allah, sebagaihamba, penatalayan yang baik milik Kristus, mau merendahkan diri melayani orang lain, melayani gereja, ia memegang dan mempertahankan kebenaran Injil Kristus, dengan kerendahan hati bekerja sama dan satu hati dengan orang lain, memiliki kesetiaan sampai akhir! Berdoa kiranya Tuhan membangkitkan lebih banyak hamba yang setia dan pelayan yang baik milik Kristus di masa-masa sulit ini!

Renungkan:
• Apa pengingat yang diberikan ayat-ayat Alkitab hari ini? Apakah Anda melihat gereja ada banyak pelayan yang baik dan hamba yang setia?
• Dalam pemimpin gereja yang Anda pandang gagal, apa kegagalan dan titik-titik kebutaan mereka?
• Himne pujian 《Aku mau setia》: karena Tuhan setia, Dia bersedia mempercayakan padaku, karena Tuhan yang kudus, Dia peduli padaku; Kristus teguh, semua rasa sakit ditanggung-Nya; menyatakan padaku kasih suci itu tak terbatas, menyatakan padaku kasih suci itu tak terbatas. Aku mau setia, bersedia mempercayakan padaku; aku ingin kudus, karena ada yang peduli padaku; aku ingin teguh agar bisa menderita di dunia; saya ingin menjadi teguh untuk melawan musuh yang kuat; saya ingin menjadi teguh untuk melawan musuh yang kuat. Penghiburan dan pengingat apa yang diberikan pengajaran ayat-ayat Alkitab hari ini dan lirik himne pujian ini kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Filipi 1:1-2

「Tuhan yang Kasih Karunia dan Damai Sejahtera」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 1:1-2 [ITB])
1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.
2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Bulan ini kita akan merenungkan pesan dari Surat Filipi. Ini adalah surat yang relatif singkat, sehingga ayat yang akan kita renungkan per hari mungkin singkat, tetapi itu memungkinkan kita untuk berpikir lebih mendalam tentang makna tulisan dari bagian Kitab Suci ini, dan bagaimana pesan ini berlaku dan dilaksanakan bagi kita.

Surat Filipi ditulis pada saat pemenjaraan Paulus yang pertama di Roma. Menurut kebiasaan menulis surat pada zaman itu, kata-kata pembuka di awal surat hanya akan secara singkat menjelaskan siapa penulis, penerima, dan salam.

Adapun di bagian nama penulis, Paulus juga mendaftarkan Timotius sebagai penulis. Dari tiga belas Surat-surat Paulus, ada enam surat yang memasukkan Timotius dalam nama penulis, tiga di antaranya menyebut Timotius seorang saudara (2 Korintus, Kolose, Filemon), dalam dua surat lainnya tidak menyebutkan dia dengan sebutan apapun (1, 2 Tesalonika) mungkin menitikberatkan dia sebagai bagian dari komunitas gereja, sedangkan dalam surat Filipi, Paulus dan Timotius saling terhubung bersama-sama disebut hamba Kristus Yesus. Ungkapan Paulus ini mungkin menyiratkan pesan tentang kesatuan hati dalam pelayanan yang hendak ia sampaikan dalam suratnya. Di sisi lain, meskipun ia yakin dapat bertemu kembali dengan jemaat Filipi, mungkin ia memosisikan Timotius sebagai penggantinya di masa depan, sehingga memakai cara yang khusus memperkenalkannya kepada jemaat Filipi.

Paulus menyebut dirinya dan Timotius sebagai hamba Kristus Yesus. Kata hamba dalam konteks sosial Yunani-Romawi adalah peran budak yang rendah, melambangkan sikap melayani dengan rendah hati; tetapi dalam Perjanjian Lama hamba-hamba TUHAN biasanya menunjuk kepada para pemimpin yang ditugaskan oleh Allah bagi umat-Nya, seperti Musa, Yosua, dan Daniel. Karena itu, sebutan Paulus atas diri sendiri, di satu sisi mengungkapkan kerendahan hati pelayanan Paulus bersama Timotius, tetapi di saat yang sama juga menunjukkan peran kepemimpinan mereka di dalam gereja.

Mengenai penerima surat, selain secara sederhana menunjukkan bahwa surat itu ditujukan kepada orang-orang kudus di Filipi, ia juga secara khusus menyebutkan para penilik jemaat dan diaken. Menurut ide umum, surat yang ditulis kepada gereja secara alami ditujukan kepada anggota gereja, terutama juga termasuk para pemimpin gereja di antara mereka, oleh karena itu, tidak perlu khusus menyebutkan para penilik jemaat dan diaken. Namun Paulus secara khusus menyebutkan bahwa para pemimpin gereja Filipi juga adalah penerima surat, ia ingin mereka memberikan perhatian ekstra pada pesan surat ini. Terutama di dalam surat ini menyebutkan persatuan dan kerendahan hati, para pemimpin gereja ini akan menjadi panutan yang besar, karena peran kepemimpinan mereka, dan tindakan mereka akan memengaruhi pertumbuhan yang sehat dari seluruh gereja.

Setelah membuat daftar penulis dan penerima, Paulus seperti kebiasan dia menuliskan salam kepada para penerima. Kasih karunia dan damai sejahtera bisa menjadi miniatur mengintisarikan teologi Paulus, kasih karunia adalah salam yang biasa digunakan orang Yunani-Romawi, sementara damai sejahtera adalah salam orang-orang Yahudi, tetapi Paulus mempersatukan keduanya, melambangkan di bawah karunia keselamatan Allah, kelompok-kelompok yang berbeda justru menjadi satu di dalam Yesus Kristus, ini juga adalah tujuan yang hendaknya dikejar oleh Gereja.

Dalam dua ayat ini, nama Yesus Kristus muncul tiga kali: penulis surat adalah hamba Kristus Yesus, penerima surat adalah semua orang kudus dalam Kristus Yesus, salam ucapan berkat yakni kasih karunia dan damai sejahtera yang dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus kepada pembaca. Ini merupakan pesan yang sangat berpusat pada Kristus.

Renungkan:

Dalam perjalanan iman kita, sudahkah kita mempersiapkan dan memperlengkapi Timotiusnya diri kita? Ini tidak hanya untuk menemukan penerus kita dalam pelayanan, tetapi juga sebagai saluran sirkulasi berbagi hal-hal terkait iman kita. Tidak peduli kita termasuk generasi yang mana, generasi kita pasti akan berlalu, dan kita tidak bisa melemparkan tanggung jawab pewarisan ini kepada orang lain.

Salam ucapan berkat Paulus berpusat pada Kristus, kasih karunia dan damai sejahtera bersifat universal bisa diberitakan kepada siapapun, dapatkah kita menunjukkan karakter seperti itu sehingga siapa pun yang berinteraksi dengan kita bisa mendapatkan berkat ini?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.